Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
753
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5884d2e0162ec248658b456b/kisah-manusia-sayur
“Habis, Habis. Leuwipanjang, Leuwipanjang” teriakan kondektur bis membangunkan gue yang tertidur lelap sepanjang perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Hari itu gue berencana mencari kos - kosan di Bandung. Gue bangkit dari tempat duduk sambil mengucek mata dan turun dari bis. Gue mencari nama “Raga” di kontak gue. Raga adalah teman warnet gue sekaligus junior gue di kampus. “Gua otw kosan
Lapor Hansip
22-01-2017 22:42

[Tamat] Kisah Manusia Sayur

Past Hot Thread
Welcome To My Thread


Halo agan dan sista emoticon-Jempol
Ini pertama kalinya ane nulis di subforum SFTH emoticon-Malu biasanya ane ngejajal dilounge emoticon-Cool
Bahkan akhir akhir ini cuma jadi SR HT doang karena ga ada waktu untuk nulis thread emoticon-Mewek emoticon-Mewek
Tapi kali ini, ane punya sebuah kisah yang menceritakan tentang pengalaman hidup ane. Pengalaman ketika bertemu sama seorang manusia sayur.
Kenapa ane nyebutnya manusia sayur? Ah agan dan sista baca sendiri aja kisahnya deh emoticon-Hai
Cerita ini akan ada beberapa part dan ane akan mencoba supaya gak kentang dalam menulis cerita ini.
Kalo dalam penulisan agan dan sista merasa ada yang kurang sreg. Mohon maaf karena saya newbie di subforum SFTH iniemoticon-Malu

Iyak langsung aja gan kita mulai ceritanyaaaa. Selamat menikmati emoticon-2 Jempol

Quote:
Kisah Manusia Sayur

Cover sumbangan agan naasilver.queen


Quote:
Belom kenal TS? Baca di mari emoticon-Request
Perkenalan TS



Quote:
FAQ


Q : Nama ente sebenernya siapa sih? Kok di Cerita ada Cita, Bonet, Adit?
A : Ane kalo di luaran biasa di panggil Cita, kalo di keluarga di panggil Adit, dan Bonet itu nama di kantor. Asal usulnya baca aja "Perkenalan TS" di atas.

Q : Apa rasanya dari Non - Vegetarian terus berubah jadi vegetarian?
A : Awalnya susah. Tapi, lama - lama terbiasa sih emoticon-Big Grin

Q : Ini cerita terjadinya kapan?
A : Tebak aja sendiri dari beberapa kalimat yang ane taruh disini emoticon-Stick Out Tongue

Q : Updatenya tiap kapan gan?
A : Tiap hari Sabtu atau Minggu yang jelas. Kalo hari biasa mungkin ada sedikit update emoticon-Big Grin tapi, akan diusahakan seminggu dua kali emoticon-Big Grin

Q : Kentang gan !
A : Kentang juga bagian dari sayur kan gan? emoticon-Wakaka

Q : ... (reserved for update)
A : ... (reserved for update)


Quote:
INDEX





























































Quote:
Epilog




Quote:
Side Story : Teman Kantor




Quote:
Biar ane makin semangat nulis. Boleh lah agan bagi cendolnya emoticon-Toast

Minimal kasih bintang 5 aja nih ke trit ane emoticon-Peluk



Quote:
Akhir kata

Salam Sayur ! emoticon-Jempol
Diubah oleh shagy99
profile-picture
anasabila memberi reputasi
1
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 7 dari 38
Kisah Manusia Sayur
11-02-2017 22:12
Quote:Original Posted By nothingnew
Ijin bikin komplek gan emoticon-Big Grin


Monggo gan. bayar pajak jangan lupa kalo bangun komplek dimari emoticon-Wakaka

Quote:Original Posted By thindeak12
yahhh kentang rebusss emoticon-Cape d...

jgn lama ya gan ngk sabar nii emoticon-Betty


Sedang diusahakan ngebut gan emoticon-Matabelo

Quote:Original Posted By rahmahidayat
Lhoooohhh bakal diceritain gak Gan, masalah Trauma nya? Lanjut Gan emoticon-thumbsup


Baru ane ceritakan setengah gan. monggo dinikmati. masih ada lagi nanti emoticon-Big Grin sementara jadi trit horror dulu emoticon-Leh Uga
0 0
0
Kisah Manusia Sayur
11-02-2017 22:34
jahat juga ya sampe rumahnya si bos mau dirusak
0 0
0
Kisah Manusia Sayur
11-02-2017 22:56
Beneran berasa Horor nya Gan emoticon-Takut (S)
Lanjut dah, entar klo ane ga sanggup, ane lambay kolor ke kamera yak emoticon-Frown
0 0
0
Kisah Manusia Sayur
11-02-2017 23:19
Hmmm... Moga ntar dijelasin juga napa kok terornya dimulai dari org yg meninggal itu
Lanjut gann
0 0
0
Kisah Manusia Sayur
11-02-2017 23:49
Njirr jadi horor gini tritnya emoticon-Takut
0 0
0
Kisah Manusia Sayur
11-02-2017 23:54
emang ada horror nya ya gan??
0 0
0
Kisah Manusia Sayur
12-02-2017 06:07
Horor gitu ye gan
0 0
0
Kisah Manusia Sayur
12-02-2017 07:32
Genre berubah tiba2 dari kuliner ke horor nih. Lanjut bray !
0 0
0
Kisah Manusia Sayur
12-02-2017 15:22
Quote:Original Posted By yudhatama02
jahat juga ya sampe rumahnya si bos mau dirusak


Iya gan. Ane kalo nginget waktu itu masih sedih sampe sekarang emoticon-Sorry Nanti ane lanjutin deh ceritanya emoticon-Frown

Quote:Original Posted By rahmahidayat
Beneran berasa Horor nya Gan emoticon-Takut (S)
Lanjut dah, entar klo ane ga sanggup, ane lambay kolor ke kamera yak emoticon-Frown


Tenang horrornya cuma bentar. Nanti kita balik ke Vina lagi emoticon-Shakehand2

Quote:Original Posted By bluesavana
Hmmm... Moga ntar dijelasin juga napa kok terornya dimulai dari org yg meninggal itu
Lanjut gann


Pasti ane jelaskan. Stay tune aja tiap rabu dan sabtu emoticon-Request

Quote:Original Posted By atek.at
Njirr jadi horor gini tritnya emoticon-Takut


Iyak gan sementara. Karena punya hubungan dengan cerita ane ini emoticon-Mewek
0 0
0
Kisah Manusia Sayur
12-02-2017 15:24
Quote:Original Posted By chlutax52
emang ada horror nya ya gan??


Ya sementara ada gan. Ada kesinambungan cerita soalnya hehehe

Quote:Original Posted By nothingnew
Horor gitu ye gan


Lumayan lah gan emoticon-Takut

Quote:Original Posted By neomtrx2000
Genre berubah tiba2 dari kuliner ke horor nih. Lanjut bray !


Ebuset kuliner emoticon-Leh Uga iye aja dah emoticon-Wakaka siap. Nanti rabu ane lanjutin
0 0
0
Kisah Manusia Sayur
12-02-2017 17:23
liat judul nya unik langsung selesai baca, ditunggu lanjutannya net emoticon-Wakaka
0 0
0
Kisah Manusia Sayur
12-02-2017 17:52
Quote:Original Posted By titahbayu
liat judul nya unik langsung selesai baca, ditunggu lanjutannya net emoticon-Wakaka


eeehh ada mas bayu. Diem" dulu yak di kantor emoticon-Malu
0 0
0
Kisah Manusia Sayur
12-02-2017 19:27
wihh.. jadi horor yeee emoticon-Takut
0 0
0
Kisah Manusia Sayur
12-02-2017 19:54
duar!
ternyata pintunya di tendang oleh kentang!
emoticon-Hammer2
0 0
0
Kisah Manusia Sayur
12-02-2017 20:24
Quote:Original Posted By thindeak12
wihh.. jadi horor yeee emoticon-Takut


Bentar doang gan tenang. Kan trit ane temanya bukan horror emoticon-Leh Uga

Quote:Original Posted By bijikude
duar!
ternyata pintunya di tendang oleh kentang!
emoticon-Hammer2


Yang nendang pasukan kentang gan emoticon-Leh Uga
0 0
0
Kisah Manusia Sayur
12-02-2017 21:00
kok jadi horror yakkk emoticon-Big Grin tapi ane yain bukan horror nih ujun2nya emoticon-Wink
Diubah oleh AARMY
0 0
0
Kisah Manusia Sayur
12-02-2017 21:53
Quote:Original Posted By AARMY
kok jadi horror yakkk emoticon-Big Grin tapi ane yain bukan horror nih ujun2nya emoticon-Wink


Emang bukan gan hahaha. Cuma sekelumit kisah horror ini nyambung sama jalan ceritanya. Tunggu ajaa emoticon-Smilie
0 0
0
Kisah Manusia Sayur
15-02-2017 00:27
Quote:
Gangguan


Gue berusaha mengumpulkan keberanian gue. Gue bersiap membuka pintu depan rumah gue yang tadi bergetar sendiri. Nyokap gue yang berdiri nggak jauh dari gue pun mulai bersuara

“Jangan buka pintunya” suara nyokap gue tertahan di kerongkongannya

Gue pun menelan ludah karena larangan nyokap gue itu. Gue pun juga nggak siap dengan apa yang terjadi misalkan pintu ini terbuka nanti. Entah sosok apa yang muncul apabila gue membuka pintu ini.

“Mending, kita sholat maghrib berjamaah aja” nyokap gue berlalu ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.

Gue pun mengurungkan niat gue untuk membuka pintu tersebut. Setelah nyokap gue selesai ambil air wudhu, gue pun masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu juga. Sejurus kemudian. Kami sudah memulai sholat maghrib berjamaah. Suara pintu ditendang dari luar pun kembali muncul beberapa kali ketika sedang sholat. Tapi, kami berusaha khusyuk dengan sholat maghrib yang sedang kami jalani. Selesai sholat pun kami masih melanjutkan dengan tadarus Al – Quran untuk menghilangkan rasa takut

Ketika Isya menjelang. Suara itu sudah tidak terdengar. Dua adik gue pun udah pulang dari kegiatan ekstra sekolahnya. Karena nyokap gue udah lelah. Dia tertidur duluan. Tanpa sepengetahuan nyokap gue. Gue dan dua adik gue pun berunding tentang masalah ini. Kita sepakat esok hari Surya adik gue yang paling kecil akan menemani nyokap saat maghrib, sedangkan Andhika adik gue yang pertama bakal menemani nyokap lusa. Mereka bersedia mengesampingkan kegiatan ekstra sekolahnya. Karena, kita sama – sama berpikir. Kalo kayak gini terus. Nyokap gue bisa stress.

Rumah gue punya dua kamar mandi. Satu di dalam dekat dapur. Satu lagi diluar dekat kebun. Untuk mengakses kamar mandi luar. Perlu lewat garasi dan pintu belakang yang menghubungkan rumah dengan kebun. Yang biasa make kamar mandi ini pun cuma gue sama bokap gue. Alasannya? Karena kita sama – sama senang liat kebun saat pagi hari. Sedangkan kedua adik gue biasa memakai kamar mandi dalam untuk mandi pagi.

Setelah kesepakatan itu, keesokan harinya gue ingin mandi di kamar mandi luar seperti yang udah gue ceritakan di atas. Gue terkejut karena kamar mandinya terbuka lebar dan ember – ember di dalam kamar mandi terlihat tidak pada tempatnya. Gue pun berpikiran kalo ada orang jahat semalam yang melakukan ini. Gue menyisir kebun saat itu dan berharap menemukan jejak – jejak kaki orang semalam yang tercetak di tanah karena tanah saat itu masih basah akibat sisa hujan semalam. Hasilnya pun nihil. Gue bergerak ke arah pagar bambu rumah gue. Ya, untuk membatasi rumah gue dan tetangga gue. Orang tua gue membangun pagar bambu. Orang tua gue sangat menyukai konsep alami. Jadi, rumah gue pun dibangun sedemikian rupa agar tidak mengurangi nilai alami di sekitar rumah.

Saat itu, gue pun berharap bahwa kamar mandi acak – acakan ini adalah ulah tetangga sebelah yang memang terkadang sirik dengan keberhasilan bokap gue selama ini. Skenario saat itu yang tercetak di otak gue adalah pagar bambu ini dijebol kemudian tetangga gue yang mengacak – ngacak isi kamar mandi gue untuk menakuti orang rumah karena memang lingkungan rumah gue masih mencekam saat itu. Sayang, setelah gue bolak balik menelusuri pagar itu. Tak ada tanda – tanda pagar telah dirusak oleh tangan manusia.

Gue pun mandi dengan rasa penasaran. Siapa penyebab kekacauan kamar mandi ini. Bokap gue masih 3 hari lagi pulang ke rumah. Nyokap gue seharian berada di dalam rumah. Nyokap gue hanya menyetrika dan memasak pagi itu. Nggak keluar rumah sama sekali.

“Mam, tadi mami ke kamar mandi luar nggak? Atau ngejemur gitu di kebun?” tanya gue ke nyokap selesai gue mandi.
“Nggak. Emang kenapa?” tanya nyokap gue penasaran
“Engh, gapapa” gue berusaha tidak membuat nyokap takut saat itu.
Karena, saat itu gue akan meninggalkan nyokap sendiri untuk main di warnet. Toh Surya bakal pulang sekolah 2 jam lagi.

Saat gue pulang jam 9 malam. Surya dan Andhika memasang muka sedikit murung. Sedangkan nyokap gue, sudah tertidur di kamar.
“Kalian kenapa?” tanya gue ke Surya
“Tadi pas maghrib. Kedengeran suara pintu ditendang kayak yang Mas bilang kemarin. Aku penasaran. Aku buka pintunya. Nggak tahunya, di pohon mangga depan. Ada sosok hitam gede Mas. Aku sih nggak terlalu takut. Tapi, Mami. Badannya langsung lemes. Tuh makanya langsung tidur” Surya menjelaskan panjang lebar.
“Aduh. Kamu sembarangan amat sih. Kalo Mami kenapa – kenapa gimana? Atau kamu yang kenapa – kenapa gimana?” nada gue meninggi saat itu
“Iya, maaf Mas” Surya terlihat berkaca – kaca.
“Besok aku yang jaga ya?” tanya Andhika ragu – ragu

Memang di antara gue dan adik – adik gue. Dalam menghadapi hal – hal aneh dan nggak masuk akal seperti kejadian yang sedang kita alami. Surya yang paling berani di antara kita bertiga, kemudian gue di tengah, dan Andhika yang paling penakut di antara kita bertiga.

“Yah semoga besok ga ada apa – apa. Kan lusa Papi juga udah pulang” gue mencoba menenangkan Andhika
“Semoga deh” Andhika terlihat tenang malam itu.

Seperti biasa, esoknya gue pergi ke warnet dan main di warnet. Tapi, perasaan gue nggak enak. Gue yang biasa pulang jam 9 malam. Gue hari itu memutuskan untuk pulang lebih awal di jam 7 malam. Sesampainya di daerah rumah gue. Suasana masih mencekam. Gue melangkah di gang dengan was – was. Perasaan gelisah terus berkecamuk di hati gue. Gue pun sampai di rumah.

“Assalamualaikum” gue mengucap salam
“Siapa?” suara Surya terdengar meninggi
“Ya Masmu lah ! Siapa lagi emang? Buka oiii”
“Yang bener?”
“Yaelah, kenapa kagak percaya gitu sih? Udah buka aja” gue setengah berteriak.

Surya pun membuka pintu. Dia memandangi gue dari ujung kepala sampe ujung kaki.

“Oke. Clear. Ternyata beneran Mas toh” kata Surya tercekat.
“Ada apaan emang?” tanya gue penasaran

Surya hanya terdiam dan mempersilahkan gue masuk. Gue pun masuk ke dalam dan melihat Andhika meringkuk ketakutan di kamar. Sedangkan, nyokap gue mengaji di kamarnya sendiri.

“Kamu kenapa?” tanya gue dengan rasa khawatir ke Andhika
“A. A A A AAAAAda asap putih Mas” Andhika terbata – bata menjelaskan ke gue
“Dimana?” tanya gue penasaran
“Di pintu depan. Tadi, abis sholat Maghrib aku nyalain TV. Aku duduk di kursi sambil nonton TV. Emang ada suara pintu di tendang kayak yang Mas dan Surya bilang. Tapi, aku berusaha cuek. Pas itu. Ada suara cewek ketawa. Aku pikir suara dari TV. Aku nengok ke arah pintu. Dan suara pintu di tendang itu muncul. Sekalian sama sekelebat asap putih yang masuk ke dalam rumah lewat bawah pintu” Andhika menjelaskan dengan suara ketakutan.
“Ini sih udah kelewatan” Nyokap gue tiba – tiba udah berdiri di pintu kamar gue dan adik – adik gue.
“Iya Mam” gue menghela nafas
“Yaudah. Besok Mami sama Papi coba hubungin temennya Pakde Nur. Yang biasanya bisa mengatasi hal – hal aneh kayak gini” nyokap gue berusaha menenangkan. Walaupun terlihat jelas raut muka nyokap gue saat itu sudah stress akut.
“Oh iya. Temen aku juga ada. Nanti aku juga coba hubungin” gue mencoba menenangkan nyokap gue.

Bagaimana tidak stress? Sudah dua minggu kejadian kayak gini terulang terus. Mau sampai kapan? Tetangga pun juga tidak ada yang peduli. Entah karena mereka tak tahu jawabannya atau mereka tak peduli dengan keadaan rumah gue yang tiap Maghrib hingga Isya berisik suara pintu di tendang. Gue membuka handphone gue dan mencari kontak “Heri”. Teman kuliah gue yang paling mengerti soal gaib – gaib.

“Her, tolongin gue. Rumah gue diganggu” gue membuka omongan ke Heri.
“Gampanggg Cit. Fotoin dari luar aja rumah lu. Gue bantu pagari dari sini” jawab Heri.
“Siappp ! Tolong ya Her. Kasian nyokap gue”
“Tenang. Siap membantu gue sama temen mah”

Gue pun memfoto dari luar rumah gue dan mengirimkannya ke Heri

“Wah, ini sih udah nggak bener Cit”
“Kenapa Her?” tanya gue penasaran
“Kayaknya ada yang dendam ke keluarga lu” balas Heri
“Dendam apaan?”
“Entah. Yaudah, ntar gue bantu pagarin aja ya. Sisanya belum cukup ilmu gue”
“Makasih Her !” gue pun tersenyum sambil membalas pesan Heri.

Orang tua gue pun sudah menghubungi teman Pakde gue yang bisa mengatasi hal – hal seperti ini. anehnya. Orang pintar ini pun berkata sama seperti yang Heri katakan. Ada yang menaruh dendam ke keluarga gue. Kita sekeluarga pun berembuk dan berpikir. Siapa yang menaruh dendam ke keluarga gue?
Diubah oleh shagy99
0 0
0
Kisah Manusia Sayur
15-02-2017 00:49
Lhooooohhh malah ada yang dendam emoticon-Takut (S)
Lanjut Gan, walo pun ngeri2 basah #ehhh ngeri2 resah maksyudnyah emoticon-Hammer (S) pas bacanya, tapi penasaran juga sama lanjutan nya emoticon-thumbsup
Diubah oleh rahmahidayat
0 0
0
Kisah Manusia Sayur
15-02-2017 01:44
ente ke warnet bayar ga net? jangan2 op warnet yg dendam karna ente utangin emoticon-Wakaka
0 0
0
Halaman 7 dari 38
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
indigo
Stories from the Heart
loves-bait
Stories from the Heart
your-love-as-pandoras-box
Stories from the Heart
teman-dua-dunia
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia