Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
353
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57df98af1cbfaa305e8b456b/8-perbedaan-sistem-pendidikan-yang-baik-dan-buruk
Beberapa waktu lalu sempat dihebohkan gara2 wacana full day school gan, ada yang bilang ini bagus ini gak bagus. Sebenernya apa sih ciri-ciri sistem pendidikan yang baik itu gan?
Lapor Hansip
19-09-2016 14:50

8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk

Past Hot Thread
Quote:
Selamat datang di trit ane gan emoticon-Big Grin


HT


8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk


Quote:
Beberapa waktu lalu sempat dihebohkan gara2 wacana full day school gan,
ada yang bilang ini bagus ini gak bagus
Sebenernya apa sih ciri2 sistem pendidikan yang baik itu gan?
Cekidot


Quote:
1. Jangan lupa soft skill

8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk

Kebanyakan pendidikan yang kurang baik, hanya berfokus pada hard skill. Sejauh anda pintar pelajaran, anda dikategorikan sangat sukses disekolah. Mengapa demikian? Karena hal itu lebih mudah. Pendidikan yang baik tidak hanya berfokus pada hard skill namun juga soft skill. Mereka mengajarkan bagaiaman bekerja kelompok, presentasi di depan umum, mempertahankan argumen dan kemampuan lainnya yang sangat berguna di kehidupan nyata.


Quote:
2. Membuat senang

8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk

Sebagian besar siswa akan senang sekali ketika sekolahnya libur… Mengapa demikian? Banyak sekolah yang membuat siswanya takut / benci dengan sekolah dengan gurunya yang tidak bersahabat / killer atau pelajaran yang membosankan. Pendidikan yang baik harus membuat siswa betah di sekolah dengan materinya yang menyenangkan. Pelajaran sejarah tidak harus melulu menghafalkan tahun berapa kerajaan Majapahit berdiri dan sebagainya, namun lebih menceritakan hal – hal yang menarik pada kerajaan Majapahit. Menonton film Majapahit, bercerita kesuksesan Raja – rajanya, tiap anak berkelompok membuat drama cerita Majapahit sehingga siswa akan sangat tertarik mempelajari Majapahit, dan tidak sabar mendengar kelanjutan.


Quote:
3. Pertumbuhan Menyeluruh

8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk

Banyak sekolah yang hanya memperhatikan nilai akademis siswanya. Sejauh siswa ini memiliki nilai bagus di rapot, urusan selesai. Namun bukan begitu seharusnya sekolah yang baik. Banyak sekali faktor yang harus diperhatikan seperti kecerdasan jasmani, emosional, spiritual dan lainnya. Bagaimana siswa dapat miliki badan sehat, bergaul dengan baik, menyelesaikan masalah antar sebayanya, saling mendukung dan mendoakan satu sama lain.


Quote:
4. Boleh Membuat Keputusan Sendiri

8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk

“Jawabanmu benar, tapi karena tidak sesuai cara yang bapak/ibu guru ajarkan nilai mu dikurangi”, Betapa banyak siswa yang tidak boleh membuat keputusan sendiri, mengambil kelas apa yang diinginnya, cara mengerjakan soal yang diinginnya, semuanya harus sesuai dengan keinginan sekolah dan pengajar. Sehingga siswa tidak menjadi individu yang bebas, namun seperti tahanan penjara yang harus melakukan segala sesuatunya berdasarkan peraturan. Bayangkan jika siswa boleh memilih tugas akhirnya sendiri. Siswa dengan kesukaan menggambar, membuat komik kemerdekaan, siswa dengan kesukaan menyanyi mengkomposisi lagu dengan tema nasionalis, siswa dengan kesukaan berpuisi membuat puisi kemerdekaan. Pada kehidupan nyata hampir semua keputusan berada ditangan individu entah pilihan karir, tempat tinggal, pasangan hidup dan lainnya. Apa jadinya generasi masa depan jika dididik dengan pemikiran“ikut gurunya saja, daripada salah dimarahi”



Quote:
5. Belajar Cara Belajar

8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk

Hal di dunia ini sangat banyak yang bisa dipelajari. Lebih baik mengajarkan siswa memancing, daripada memberikan ikannya. Sama dengan pembelajaran, lebih baik mengajarkan siswa cara belajar, dengan begitu apapun yang ingin diketahui dapat dikuasai oleh individu tersebut. Berapa banyak guru yang mengajarkan siswa “bagaimana cara belajar”. Ada teori yang mengajarkan bahwa anda dapat belajar apapun dalam 20 jam, bagaimana caranya? Pecahlah bahan pelajaran tersebut dengan sekecil mungkin.

Contohnya: “Belajar bermain bulu tangkis”

Belajar memegang raket
Belajar posisi berdiri/footwork
Belajar teknik memukul
Belajar teknik berpasangan
dst…

Ternyata teknik memegang raket juga banyak bisa dibagi lagi menjadi:

Memegang posisi netral
Memegang posisi forehand
Memegang posisi backhand

dan seterusnya… Banyak sekali teknik belajar yang membuat proses belajar menjadi lebih efektif, namun sayangnya pendidikan yang kurang baik masih belum mengajarkan hal – hal ini disekolah, namun hanya mengajarkan materi pembelajarannya saja.


Quote:
6. Mendorong Pemikiran Kritis

8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk

“Jangan banyak tanya” “Pokoknya ya begitu” “Kamu ini kurang ajar ya, menantang guru”, kalimat diatas merupakan ciri pendidikan yang kurang baik. Dimana siswa harus menerima mentah – mentah yang diajarkan pendidik, dan tidak boleh bertanya atau mengasah topik lebih dalam. Pendidikan yang baik akan mendorong siswa untuk menguji teori yang telah ada. Bayangkan jika semua siswa pasrah saja ketika guru di kelas menjelaskan bahwa matarilah yang mengitari bumi. Tidak ada orang yang berani berpikir bahwa ada kemungkinan teori ini salah. Guru / ilmuan juga manusia, semua ilmu yang berada di buku tulis tidak bisa dijamin 100% kebenarannya, siswa yang terlatih berpikir kritis, terbiasa mengolah segala informasi yang ada, tidak hanya mentah – mentah menerimanya.


Quote:
7. Mendorong siswa untuk beropini

8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk

Bagaimana jika pertanyaan pada ujian bukan “Apakah ideologi yang paling baik?” Dan jawaban yang benar sudah tercantum pada buku jawaban, selain itu salah. Melainkan “Apa menurutmu ideologi yang paling baik?”. Semua jawaban dapat dibenarkan, baik yang menjawab sosialis, komunis, liberal ataupun kapitalis. Mengapa demikian? karena untuk menjawab pertanyaan tersebut, siswa harus menguasai semua ideologi, apa kelebihan dan kelemahannya, dan bagaimana jika ideologi itu diimplementasikan ke kondisi masyarakat yang ada saat ini. Semua boleh memiliki pandangannya masing – masing, semua boleh berpendapat asalkan berlandaskan teori yang benar. Seberapa banyak siswa yang dapat mencontek? Tidak ada orang yang memiliki pemikiran 100% sama, pendidik tidak perlu menjaga siswa untuk tidak mencotek, semua bebas memberikan opini.


Quote:
8. Membantu siswa menemukan bakatnya

8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk

Di sistem pendidikan yang buruk banyak siswa yang tidak bisa matematika, dan tertekan karena dianggap bodoh oleh guru dan teman sebayanya. Pendidikan yang baik tidak mempermasalahkan siswa yang lemah di suatu bidang, dan membantu mereka menemukan bidang terkuatnya. Tidak ada yang peduli apakah Lionel Messi / Cristiano Ronaldo jago di bidang matematika. Jika mereka menganut sistem pendidikan yang buruk, mereka mungkin akan dianggap kurang berbakat karena nilai matematikanya jelek. Tapi pendidikan yang baik tidak berfokus pada kelemahan siswa, namun ke bakat yang kemungkinan dimilikinya. Tidak masalah tidak pintar matematika, namun bisa jadi pelukis. Tidak masalah tidak pintar fisika, namun bisa menjadi sastrawan hebat.


Quote:Original Posted By mrgets
Komen Bermutu


emoticon-Cool

Membahas sistem pendidikan yang sempurna ga akan ada habis-habisnya.

Kalo gue bercermin pada diri gue waktu masih sekolah dan kuliah dulu, mungkin gue akan ikut-ikutan apa kata orang Indonesia lainnya seperti sistem pendidikan Indonesia bobrok, ga lebih baik dari malaysia, harus bercermin dari Finlandia, bla bla bla dan seterusnya.

Menteri Pendidikan bukan orang bodoh. Mereka pasti rajin melakukan riset pendidikan di dunia internet dan mendegarkan apa pendapat rakyat soal sistem pendidikan yang baik. Dan gue percaya, siapapun menteri pendidikannya pasti pengen sesegera mungkin mengubah sistem pendidikan kita seperti yang selama ini kita idam-idamkan.

Sayangnya mereka terkendala hal-hal berikut ini:

1. Jumlah penduduk Indonesia yang sangat padat
2. Jumlah sekolah yang masih kurang (faktanya ada anak yang masih ga sekolah walaupun jumlahnya semakin hari semakin berkurang)
3. Infrastruktur sekolah masih terpusat di pulau Jawa dan Sumatera, mau ekspansi ke pulau lain terkendala biaya yang sedikit
4. Uang BOS keburu di korupsi sama birokrasi pemerintah
5. Kebijakan sekolah gratis baru terlaksana menyeluruh baru-baru ini, sebelumnya sudah ada tapi hanya di segelintir propinsi
6. Guru pada tua, sistem ngajarnya masih gaya tua, boro-boro mau upgrade skill, cara buka Google aja masih nanya muridnya
7. Masih belum adanya sistem yang secara pasti dapat meng-asess pola pikir, daya belajar, pemikiran rasional, kreativitas, dan segudang aspek pendidikan anak lainnya yang patut dipertimbangkan secara menyeluruh untuk seluruh Indonesia.

Ah, kalo gue tulis disini akan banyak banget deh.

Kalo ente semua berkaca sama negara maju pun seperti Amerika Serikat, sistem pendidikan mereka sendiri masih dinilai bobrok sama masyarakatnya sendiri. Dan ini diamini oleh beberapa pakar di negara itu sendiri. Salah satu yang cukup populer adalah mengenai sistem pendidikan Amerika Serikat yang 'katanya' membunuh kreativitas siswa-siswinya sehingga pikiran mereka begitu kaku dan cenderung menggunakan otak kiri.



Gue bukanlah guru, dan gue setuju sama apa yang disebutkan si TS. Cuma saat ini yang gue perhatikan pendidikan kita tidak ubahnya seperti infrastruktur internet kita. Yakni masih di fokuskan pada pemerataan. Sejauh yang gue tau, pada saat ini pemerintah berusaha semaksimal mungkin agar anak-anak di pedesaan bisa menikmati pendidikan yang setara dengan mereka yang di kota. Soal sistem pendidikan yang kita inginkan selama ini masih begitu jauh dari harapan.

Mau sekolah gratis 100% dan guru-gurunya bergelar S2 semua seperti Finlandia? Maka bersiap-siap aja semua nilai pajak kita naik berlipat ganda dan semua harga produk dalam negeri kita melonjak drastis.

emoticon-Cool

Dah segitu dulu aja..

BTW, sekedar komeng ya...

Gue dulu SD swasta di Sumatera. Pada saat itu, gue melihat temen-temen gue adalah pelajar yang bersemangat. Nggak ada jam pelajaran yang tidak diisi dengan hujanan pertanyaan dari murid-muridnya sampe-sampe wali kelas gue waktu itu kewalahan menjawab pertanyaan temen-temen sekelas gue.

Begitu beranjak ke SMP negeri, mental temen-temen gue yang SD dulu semangat pada melempem... Kalo bertanya pas jam pelajaran mau habis, dihujat, dianggap menghalangi kelas pulang cepet. Kalo bertanya banyak, dibilang sok pintar, sok cari perhatian sama guru. Efeknya, dianggap sebagai nerds dan dikucilkan. Kalau diskusi, semuanya dilempar ke bocah-bocah yang pintar, sisanya pada males dan bermental 'yang penting punya nilai'.

Aneh ya... We still judge people based on their scores.. And why is that? emoticon-Cape d... (S)




Quote:


Sumur: Apaperbedaan.com
Diubah oleh jacknicholso
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 16 dari 18
8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk
21-09-2016 10:18
Quote:Original Posted By influence.ofa7x
contoh jur. buangan yang paling di cari apaya gan?

ini menurut ane ya gan,kaga berlaku juga buat semuanya
oseanografi,lagi banyak dicari lulusannya.biasanya yang butuh juga yang dari perusahaan luar gan

0 0
0
8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk
21-09-2016 10:48
Semua tergantung siswa nya juga intinya bray
0 0
0
8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk
21-09-2016 11:02
Quote:Original Posted By Iacn21
Akhirnya thread bermutu keluar juga 👍👍👍


mantap gan. makasih supportnya emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By fansdemilovato
bisa jadi public speaking masuk eskul..emoticon-Request


BIsa jadi salah satu alternatif sih, siswa diarahkan untuk ikut kegiatan mengasah softskill di eskul

Quote:Original Posted By willcuy
bukan hanya murid yang diberi banyak tugas.
sekarang gurupun diberi beban tugas yg tidak sedikit sehingga mereka kurang fokus mengajar. seolah mereka yang "diatas" tidak beri ketenangan dalam mengerjakan tugas utama mereka yaitu "mengajar".
1 lagi, di sekolah ane kebanyakan guru yg mau pensiun, yaitu guru2 yang pernah belajar dan mengajar dari generasi ke generasi. mereka semua rindu dan ingin kembali menggunakan sistem penilaian seperti zaman mereka sekolah dulu. dimana ketika mereka ujian dapat nilai 5 maka nilai 5 yg ditulis di raport dapat nilai 8 maka nilai 8 yang tertera di raport. tidak sperti sekarang yang terlalu fokus sama nilai yang "dimanipulasi" kalau terlalu jujur nanti siswa tersebut tidak diterima di sekolah menengah. nahh, lain halnya ketika US, kami selalu bersikap jujur apapun yg terjadi.
-bdw ane adalah seorang OPS di sebuah sekolah dasar negeri.emoticon-Jempol


Wah nice info gan. Baru tau kalau beban guru semakin ditambah sampai mereka gak bisa fokus ke materi pengajaran. Info bagus nih supaya dikemudian hari nggak banyak birokratis / administratif yang malah menghambat kinerja guru.

Bisa share2 yang lainnya gan, supaya kita lebih jelas tentang sistem edukasi sekarang langsung dari sumber dari dalam

Quote:Original Posted By yoedha93
Ane antara setuju sm ga setuju sm fullday school, d satu sisi org tua skrg sibuk baik bapak ato ibunya sehingga anak jd terlantar d sisi yg lain kualitas pengajar siswa yg terlalu menekan membuat sy khawatir klo siswa malah tertekan spanjang hari yg bikin mereka stress


Nah, sistem edukasi yang baik menurut ane nggak harus melulu full day school sih gan. Half day kalo diolah dengan baik seharusnya bisa jauh lebih berkembang.

Quote:Original Posted By whiteretro
Wah klo gitu gw sekolah dari 1996-2011 sistemnya bearti masih buruk semua gan?
Gmn donk gan?


Nah itu tergantung masing - masing sekolah sih gan. Ada beberapa kaskuser yang share sekolah mereka bagus, gurunya terbuka pada setiap pertanyaan, kelasnya asik, apa sekolah bisa punya kebebasan terhadap kurikulum dari pemerintah ane juga kurang tahu.

Gimana? ya kita sumbang ide gimana cara untuk membawa pendidikan lebih baik.

Quote:Original Posted By vampkickurbrain
sempet bacasih di artikel yg isinya gini 'orang luar ada yg berasumsi orang indonesia ini banyak yg tau teori tapi sedikit yg di kuasai (implementasikan)'. ga tau kenyataan dilapangannya gimana. ane sependapat sama agan. hard skill dan soft skill harus balance. faktor eksternal itu juga penting. kalo ruang lingkup internal kita aja udah ngajarin di comfort zone dan lebih ngikutin aturan. kita sulit buat bergaul dan bebas dalam berpikir dan mengemukakan pendapat. do'a ane semoga pendidikan di indonesia semakin ke arah sana ajadeh gan. ikut nyimak


Salah satu kelemahan orang Indonesia begitu sih gan. soft skill dan hard skill krg balance. Bandingin orang amerika, yang kalau presentasi percaya diri banget, walaupun sebenarnya kalo di adu hard skill belum tentu menang sama orang Indonesia. Tapi karena skill komunikasinya mereka unggul "seakan2 terlihat lebih pintar".

iya gan sama2 berdoa semoga pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.

Quote:Original Posted By DeboraDN
nice thread gan
tapi ane pribadi kembali ke masing2 personal juga
krn ane melihat pendidikan skrg ini kurang dihargai sm bbrp ortu muda jaman skrg
secara gak langsung intinya mereka cm mikir yang penting bisa kerja dan dipake pas kerja
padahal pendidikan juga mengajar pola pikir kita dan penggunaan otak untuk jangka panjang nya


Orang tua ambil perang penting gan, harus sama2 mendidik anaknya
Bukan hanya tugas guru lho mendidik itu, jadi kalau guru nya bagus, orangtuanya gak bener ndidiknya, ya berat lagi gan.

Quote:Original Posted By kembalianshampo
ane setuju "Setiap Orang punya Opini masing-masing dan ga harus terpaku terhadap jawaban Guru atau jawaban Buku".emoticon-Cool


Betul gan. Buku ini jangan dijadikan alesan orang malas berpikir. "Lha yang nulis buku kan ahlinya, ngikut aja deh"
Ahli bisa juga salah, semua orang harus mengola lagi semua informasi yang ada. Jangan dibiasakan menelan informasi mentah - mentah.
Setuju ane gan
emoticon-Shakehand2

Quote:Original Posted By jagoanjadoel
IMHO: Poin 3 "pertumbuhan menyeluruh", cuma berlaku untuk sekolah tipe 'akademi-asrama' seperti taruna nusantara atau pesantren
Karena untuk sekolah yang berangkat pagi pulang sore memang cuma berkewajiban mengembangkan sisi hardskill dan softskill siswa/mahasiswa.
emoticon-Jempol


Ane kurang jelas sih bagaimana tipe pendidikan di taruna nusantara atau pesantren. Tapi setau ane memang mereka keunggulannya lebih menyeluruh pendidikannya. Sekolah normal harus banyak belajar tuh gan.

Quote:Original Posted By sisinin
Mantap, lumayan tamabahan buat refrensi tugas


Wah tugas apa ente gan? Mantap deh kalo bisa kasih informasi buat agan
emoticon-Shakehand2

0 0
0
8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk
21-09-2016 11:06
indonesia menganut pendidikan buruk ye gan ?
0 0
0
8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk
21-09-2016 11:18
Ijin nyimak.
0 0
0
8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk
21-09-2016 11:26
Quote:Original Posted By jacknicholso


sepertinya saat ini banyak yang begitu gan. Perguruan tinggi sistemnya jauh lebih baik daripada sd/smp/sma. Ya semoga dikemudian hari dapat mengarah ke lebih baik semuanya



saudara-saudara ane banyak yang sekolahnya sampe smp doang, sma-nya sekolah paket jadi cuma ikut ujian nasional aja.
jadi fokus nge-explore lebih dalam ke pelajaran apa yang dia butuhin, sesuai cita-citanya mau jadi apa.
kenapa hanya sampai smp sekolahnya?
karena agar si anak tidak menjadi anak yg kurang bergaul, tujuan orang tua-nya nyekolahin anaknya sampe smp selain untuk belajar juga agar si anak bisa bergaul dengan baik dan memiliki teman selain di tempat tinggalnya.
0 0
0
8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk
21-09-2016 11:37
cukup sulit untuk merubahnya, mungkin sekarang lagi mau dirombak tapi secara bertahap
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk
21-09-2016 12:05
Quote:Original Posted By jacknicholso


makasih gan. Disiplin memang bukan sesuatu yang buruk gan, itu hal yang baik. Tapi disiplin saja nggak cukup, harus ada hal2 lain yang menunjang untuk membuat pendidikan yang baik.



mantap gan bantu rate 5 ya emoticon-Big Grin



Mantap banget komennya gan.
Butuh waktu yang panjang untuk menjadikan sistem pendidikan menjadi semakin baik lagi, tapi jika nggak dimulai, sampai kapanpun nggak akan jadi lebih baik
Ane setuju banget pendidik bukan hanya guru. Mulai dari menteri, orang pemerintahan sampai orang tua itu sendiri. Dan memang sangat berat bagi seseorang yang tidak merasakan pendidikan bermutu tinggi untuk memberikan pendidikan yang baik untuk generasi selanjutnya. Tapi bisa mulai diperbaiki sedikit demi sedikit.

Semoga gan!



Ide yang bagus gan, supaya nggak ada lagi cara yang salah untuk menghukum.
Di satu tempat menggunakan kekerasan fisik dianggap tidak apa2 seperti memukul, menjewer, mencubit, menjemur dll.
Tapi dilain tempat ada orang tua yang sampai marah dan balas memukul gurunya.
Mungkin dengan ide yang agan berikan bisa diperjelas bagaimana sistem reward n punishment yang baik untuk mendidik anak.
emoticon-Shakehand2



sistem poin ini ane dapet cerita bini ane waktu sma swasta di solo, ane juga sempet baca postingan temen anaknya sekola swasta di irlandia pake sistem point

secara jelas dan detail nya ane ga tahu, tp klo ane pake prinsip psikologi, dan implementasi di perusahaan swasta kuraang lebih seperti ini
Ketika sisa baru pertama kali masuk anggap aja kasih poin 100
terus persyaratan kelulusan anggap aja kasih 150
sekolah bikin list aktivitas yang bisa mendapatkan reward sama punishment
misal contoh yang mendapatkan reward
join ekskul +5
1 bulan tidak terlambat +10
prestasi tertentu +10

terus bikin list yg mendapatkan punisment, klo di perusahaan di bagi beberapa level, lv 1 teguran, lv 2 Surat peringatan 1, lv 3 SP2, lv 4 sp 3, lv 5 PHK
nah sekolah juga bikin list berdasarkan tingkat keburukan perilaku, mulai dari yg ecek ecek kyk datang telat, sampai ga kerjaain PR, atau sampai kejahatan berat misalkan bawa sajam, berkelahi dll
Bikin list sedetail mungkin

klo perlu kejadian yg dapat menyebabkan siswa di keluarkan diperjelas sejelas2nya
pas OT daftar sekolah, suruh baca tuh reward dan punisment nya, terus suruh ttd bahwa OT tunduk ke aturan sekolah.
Nah klo sistem nya sudah jelas gitu kan guru jadi tahu gimana bersikap terhadap siswa yg bermasalah asal sesuai dengan rule, OT juga ga bakal bisa nuntut

Secara psikologi anak, siswa di dorong untuk berperilaku seperti yang diharapkan (diganjar pake reward point) dan menghindari perilaku yang tidak sesuai ( di ganjar punisment dalam bentuk pengurangan point)







0 0
0
8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk
21-09-2016 13:01
waktu ane sekolah pendidikan brarti buruk smua gan emoticon-Mewek
0 0
0
8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk
21-09-2016 13:29
Ane juga memikirkan pendidikan kayak di jepang gan, jadi dari kecil sudah belajar pada bakat dan keahliannya masing masng gan, jadi kita bisa fokus pada pelajaran yang sesuai dengan kita sejak masih kanak kanak maka kalau di tekuni dari kecil kita dewasa sudah ahli gan, tak heran kalau di jepang baru SMA sudah bisa buat robot.

Beda dengan indonesia pelajaran akademiknya yang diperbanyak dan sampai lulus SMP baru bisa memilih bakat yang akan ditekuni gan.
0 0
0
8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk
21-09-2016 13:54
kalo disini boro2 mau mencari sisitem pendidikan yg baik, ganti mentri ganti lagi prigramnya
nice trit
0 0
0
8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk
21-09-2016 13:56
Quote:Original Posted By ghanyberkata
agan orang pendidikan? atau pengamat pendidikan? tritnya bagus dan mencerahkan.


Bukan gan, ane bukan pengamat dan sebagainya. Cuma ane tertarik aja dengan dunia pendidikan. Banyak tertarik dengan channel youtube pendidikan yang asik2. Seperti salah satunya dari negeri kita: kok bisa.
Ane bayangin kalo pendidikan masih banyak ruang untuk perbaikannya
emoticon-Shakehand2

Quote:Original Posted By namakuhiroko
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Jangan cm menuntut sistem pendidikan harus begini begitu. Apalagi menuntut sekolah begini begitu.

Pendidikan manusia itu sesuatu yg kompleks. Gk bisa cmn dibebankan pada sekolah. Ada peran masyarakat scr umum dan keluarga secara khusus.

Dan yg plg penting itu ya sdm-nya itu sendiri.
Maaf, mungkin ada yg tersinggung dgn kata2 ane berikut. Berapa orang sih diantara orang2 yg semasa sekolah pinter lalu menempuh pendidikan keguruan? Dan berapa orang diantara yg pinter2 itu punya passion utk mengajar dan mendidik?

Saya jawab berdasar pengamatan saya sendiri : Jarang.

Yg masuk jurusan pendidikan keguruan kebanyakan mereka yg selama masa sekolah biasa2 aja. Atau mengincar jurusan yg lbh bergengsi tp tdk tembus, benar apa tdk?

Yg bener2 pinter pasti mengincar jurusan2 bergengsi macem teknik, manajemen/ekonomi, kedokteran, HI, arsitek, hukum, informatika dll. Tujuan mereka pasca menempuh pendidikan tinggi: Kerja di perusahaan yg bonafit.

Jadi guru? Boro2...

Pernah juga ane ikut seminar Indonesia Mengajar-nya Pak Anies Baswedan, ada beberapa peserta seminar yg terang2an mengakui bhw keinginan mereka ingin ikut IM krn bnyknya perusahaan bonafit yg menjadi sponsor IM. Sehingga klo mereka punya record "pernah menjadi guru IM" diharapkan memudahkan jln mereka menjadi karyawan perusahaan sponsor.... Wtf...

Cerita lain, dulu ada famili jauh yg profesinya guru. Karena ada smcm "ujian" utk kenaikan golongan pns-nya disyaratkan membuat karya tulis. Dan bagian wtf-nya adalah, dia gk bisa mengoperasikan komputer. Ok, bukan masalah besar krn dia memang bukan guru komputer. Tp masalahnya adalah, tata bahasa tulisnya kacau sekali. Berungkali karya tulisnya harus direvisi karena masalah gramatikal. Dan akhirnya minta tolong ane dan adik ane yg bahkan waktu itu belum lulus kuliah. Bayangkan, dia meminta bimbingan menulis yg baik kepada orang yg seharusnya meminta bimbingan kepadanya. Dan akhirnya yg mengerjakan karya tulisnya adalah adik ane. Hampir semua bab...

Guru...karya tulisnya dibuatkan orang lain... Guru PPKN lagi... emoticon-Nohope

Saya yakin kasus seperti itu bnyk...

Jadi kesimpulan ane, sekolah bnyk diisi oleh orang2 yg sebenarnya gk bercita2 jd guru, tp karena nasib berkata lain ya apa boleh buat.

Maka, jgn heran klo sekolah2 bnyk guru yg sebenarnya gk berkompeten, namun karena tuntutan pemenuhan kebutuhan tenaga pengajar, ya akhirnya diberi "sertifikat" juga.

Ini hal serius yg harus dibenahi. Tolong diadakan fit and proper test kepada mereka yg hendak mengambil sertifikasi keguruan. Dan berikan insentif yg baik kepada guru2 yg bersedia ditempatkan di daerah2 terpencil. Karena perjuangan mereka lbh berat serta biasanya mereka yg mau ditempatkan di tempat terpencil memang2 bener2 niat jadi guri sejak awal.

NB: Ane bener2 minta maaf kepada mereka yg bener2 jd guru karena passion dan pengabdian. Justru ane respek dengan orang yg macem begini.



Betul gan, dunia pendidikan memang sangat kompleks, bukan tanggung jawab sekolah saja. Orang tua dan masyarakat memegang peran yang tidak kalah pentingnya dalam mendidik anak.

Menarik sekali sih yang diomongin agan. Banyak SDM yang berkualitas tinggi enggan jadi tenanga pengajar?
Banyak sekali sih alasannya, mulai dari kesejahteraan guru yang tidak diperhatikan, kurang dihargai, sistem yang ruwet dan lain2.
Berawal dari sana mungkin dapat dituntaskan satu per satu, dimana kesejahteraan guru ditingkatkan, semakin banyak SDM berkualitas yang ingin menjadi guru, sistem yang ruwet (berdasarkan cerita salah satu kaskuser, guru sekarang tugasnya banyak, nggak kalah sama siswanya) di pangkas supaya guru lebih fokus untuk mengajar dll.

Tapi ya kalau menunggu pemerintah, ane agak pesimis perubahan bakal terjadi dalam waktu cepat. Butuh banyak orang seperti Anies Baswedan, masyarakat yang menggerakkan masyarakat.

Wah cerita menarik juga tuh di IM ada yang mau jadi guru gara2 mendekati perusahaan sponsor. Tapi masih lebih baik sih begitu gan, daripada nggak mau ngajar sama sekali dia. Walaupun motivasinya bukan ngajar dengan tulus, tapi mungkin dengan berada langsung 1 tahun di daerah terpencil, orang ini mungkin dapat membagikan ilmu / skill / pengalaman bahkan mimpi2nya untuk mereka. Motivasi awal kurang tulus, bisa berubah ketika merasakan sendiri dan hidup bersama masyarakat yang begitu menghargai mereka.

Guru yang mengajar dengan passion dan pengabdian memang benar - benar harus dihargai gan. Mereka mendidik calon penerus bangsa, capeknya minta ampun, pusing gimana harus menyampaikan materi dengan semenarik mungkin sehingga siswanya tergerak untuk seneng belajar. Jempol buat mereka gan.

emoticon-2 Jempol

Ingat penghargaan ane jadi ingat pasangan emas Olimpiade Rio 2016. Bagaimana pemerintah dan instansi2 memberikan penghargaan luar biasa buat atlet yang berprestasi. Semoga tenaga pendidik bakal dapat apresiasi yang besar juga.
0 0
0
8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk
21-09-2016 14:01
Quote:Original Posted By edibier.is.ok


Setubuh gan....
enak banget waktu TK...guru2nya bener2 ngerti karakter tiap murid2nya...salah satu contohnya, kalo ada anak TK yang bilang bosen dikelas, biar sendiri ya dikasih keluar aja, karena si guru tk mikirnya "ah, anak itu bukan tipe yang suka diem aja dikelas....

Kalo SD-SMA??? Sama aja minta dipanggil ke ruang BK itu...atau minta di alpa+nilai rapor merah wkwkwk..


Wah bener banget tuh gan. Guru TK jauh lebih perhatian, memperhatikan personal. Bisa melihat karakteristik anak berbeda - beda. Ada yang senang matematika ya diladenin, ada yang senang olahraga juga boleh.
Kalau SD-SMA semuanya diarahkan untuk jadi profesor matematika kayaknya gan.

Quote:Original Posted By anoman_obong
nyatanya, sampe sekarang pendidikan masih lebih condong menjejali murid dengan hafalan dan hitungan, tanpa pemahaman dan pengembngan karakter..


itu ironisnya gan, sebenarnya buat apa bayar mahal - mahal buat menghafal ya.

Quote:Original Posted By tsabit23
ane suka ni trit kaya gini....
Jayalah Pendidikan NKRIemoticon-Toast


Mantap gan! emoticon-Toast

Quote:Original Posted By hahanana
izin save boleh gan?
mau ane share di room sekolah


Monggo gan boleh disebarin isinya, supaya dapat atensi lebih banyak lagi
emoticon-Shakehand2
0 0
0
8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk
21-09-2016 14:39
:nyantai good
0 0
0
8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk
21-09-2016 15:48
Setubuh bre
0 0
0
8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk
21-09-2016 16:33
Quote:Original Posted By jacknicholso
Wah bener banget tuh gan. Guru TK jauh lebih perhatian, memperhatikan personal. Bisa melihat karakteristik anak berbeda - beda. Ada yang senang matematika ya diladenin, ada yang senang olahraga juga boleh.
Kalau SD-SMA semuanya diarahkan untuk jadi profesor matematika kayaknya gan.



itu ironisnya gan, sebenarnya buat apa bayar mahal - mahal buat menghafal ya.



Mantap gan! emoticon-Toast



Monggo gan boleh disebarin isinya, supaya dapat atensi lebih banyak lagi
emoticon-Shakehand2


ntaps lah agan ini
emoticon-Travelleremoticon-Toast
0 0
0
8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk
21-09-2016 16:34
Quote:Original Posted By ciss5
:nyantai good



ava ente lucu gan
emoticon-Toast
0 0
0
8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk
21-09-2016 16:57
wahh bener sih, jadi biar ngga ngantuk dan bored di sekolah..
0 0
0
8 Perbedaan Sistem Pendidikan yang Baik dan Buruk
21-09-2016 16:58
Quote:Original Posted By Sun.Dong.Yang
kalo disini boro2 mau mencari sisitem pendidikan yg baik, ganti mentri ganti lagi prigramnya
nice trit


emang, dari kurikulum dan yg rencana full-day.. semoga aja yg full-day ngga diterapin, capek juga sih
0 0
0
Halaman 16 dari 18
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia