alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
545
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5762073ed675d416418b456b/menjawab-hoax-tentang-4-warteg-milik-ibu-saeni
Jakarta Saeni, wanita berusia 53 tahun asal Tegal, Jawa Tengah ini adalah salah satu orang yang mendapatkan keistimewaan pada bulan Ramadan. Ibu empat anak yang mengadu nasib dengan membuka warung tegal (warteg) di Jalan Raya Cikepuh, Pasar Rau, Kota Serang, Banten, telah mendapat hikmah dan berkah dari petaka dan kesulitan yang dialaminya. Enam tahun lalu, Saeni yang tidak pernah mengenyam pendid
Lapor Hansip
16-06-2016 08:56

Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni

Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni

Jakarta Saeni, wanita berusia 53 tahun asal Tegal, Jawa Tengah ini adalah salah satu orang yang mendapatkan keistimewaan pada bulan Ramadan. Ibu empat anak yang mengadu nasib dengan membuka warung tegal (warteg) di Jalan Raya Cikepuh, Pasar Rau, Kota Serang, Banten, telah mendapat hikmah dan berkah dari petaka dan kesulitan yang dialaminya.

Enam tahun lalu, Saeni yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal, bersama adiknya dia mencoba peruntungan dengan membangun rumah makan kecil-kecilan itu. Saeni dan adiknya bahu membahu menghidupkan warteg tersebut. Mereka berdua mendapat giliran tiga bulan sekali, menjaga warteg yang biaya sewanya Rp 7.000.000 pertahun.

Tidak banyak memang keuntungan yang didapat selama enam tahun berjualan, Saeni mengaku hanya bisa mengumpulkan uang sekitar Rp 1.500.000 perbulan. Jika tidak mendapat giliran berjualan, Saeni pun memutuskan untuk pulang kampong dan melakukan berbagai pekerjaan serabutan. “Yang penting bisa buat makan. kalau perempuan banyak yang bisa dikerjakan mencuci, menyetrika,” kata Saeni saat ditemui Bintang.com di warteg miliknya, Senin (13/6/2016).

Bulan Ramadan tahun ini Saeni mendapat giliran menjalankan warteg yang dirintis bersama adiknya. Dengan alasan butuh uang untuk menghadapi Lebaran, bermodal uang pinjaman dari bank keliling alias rentenir sebesar Rp 400.000, Saeni pun nekat membuka warung di siang hari bulan ramadan, Rabu (8/6/2016).

Namun niat mencari untung, malah petaka yang didapat. Hari pertama berjualan , ada razia dari petugas Satuan Polisi Pamong praja (Satpol PP). Saeni yang terkena razia, menangis sambil memohon dagangannya tak diangkut petugas. Tapi tangisan Saeni tak dihiraukan. Aparat Satpol PP tetap mengangkut barang dagangan Saeni.

Saeni mengaku tidak mengetahui surat edaran pemberitahuan yang telah dikeluarkan tiga hari sebelum pelaksanaan razia terhadap warung makan yang tetap beroperasi di siang hari selama Ramadan. Padahal, berdasarkan pantauan Bintang.com, di bagian kaca depan warteg milik Saeni memang telah terpasang dua lembar surat pemberitahuan razia berdasar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan, dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat dan juga Surat Edaran Wali Kota Serang tahun 2016 tentang Imbauan Bersama Menyambut Bulan Suci Ramadan.

Isinya rumah makan diperbolehkan buka pukul 16.00 WIB. "Saya tidak tahu tulisan pemberitahuan (razia), karena saya tidak bisa baca tulis. Saya juga baru buka warung, jadi tidak tahu sedang ada razia," kata Saeni. Saeni menjelaskan, pada saat razia berlangsung dirinya baru selesai memasak. Kondisi warungnya pun tertutup rapat. Tidak ada pintu yang terbuka dan makanan yang terlihat dari jalanan. Tapi sayang, Saeni tetap menjadi korban razia petugas Satpol PP yang bertindak semena-mena membawa dagangannya. Alhasil, Saeni pun merugi dan jatuh sakit akibat perlakuan yang diterimanya.

Starscream.com

Darimana bu Saeni bisa punya 4 warteg? emoticon-Wow

Jaga warteg aje gantian per 3 bulan sekali, kalau lagi bukan gilirannya, bu Saeni pulang kampung kerja serabutan emoticon-Cape deeehh

Quote:Original Posted By mat_indon
KompasTV: Yang Bilang Bu Saeni Punya 4 Warung Makan itu Fitnah!



Quote:Original Posted By albetbengal


Ini 'Rumah Mewah' Saeni di Tegal
Sabtu, 18 Juni 2016 - 00:08 wib

Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni

JAKARTA - Saeni atau Bu Eni terus jadi
perbincangan publik. Setelah aksinya saat
dirazia Satpol PP mengunggah simpati publik.
Kini, justru publik balik mencerca Saeni karena
dikabarkan ia memiliki rumah mewah dan
beberapa cabang warteg.

Netizen yang telah menyumbangkan hartanya
senilai Rp170 juta justru dibuat geram dengan
isu tersebut. Namun nyatanya, rumah asli
Saeni di Tegal, Jawa Tengah sudah tak terawat.

Kondisi rumah Saeni sendiri nampak kumuh
dan tidak terawat. Rumah Saeni terletak di
sebuah gang kecil tak jauh dari Jalur Pantura
Kaligangsa Kota Tegal. Bagian rumah seperti
plafon terlihat jebol, tembok mengelupas dan
sebagian besar dinding temboknya rapuh.
Keluarga Saeni di Tegal Jawa Tengah berharap
Saeni tidak lagi di-bully dan menjadi
pergunjingan di media sosial.

Darjo (46), adik kandung Saeni yang tinggal tak
jauh dari rumah saeni di Kelurahan Kaligangsa
Rt 01 Rw 1 Kecamatan Margadana Kota Tegal
Jawa Tengah mengaku Saeni hanya memiliki
sebuah rumah tua yang kondisinya kini tidak
terawat. Rumah tersebut kini dikontrakan
karena Saeni lebih dari 10 tahun lalu telah
pindah setelah menikah lagi dengan suami di
Indamayu Jawa Barat.

Darjo juga tidak habis pikir, mengapa
pemberitaan di media sosial sangat
menyudutkan kakak kandungnya tersebut.
Saeni memang memiliki usaha warung tegal
sejuak puluhan tahun silam. Namun ia tak
memiliki warung sendiri melainkan menyewa
dari satu tempat ke tempat lain.
(Baca Juga: Bu Saeni Punya Rumah Mewah
di Tegal?)

“Kehidupanya di perantauan terus paling
setahun sekali nengok orang tua di Tegal, kalo
orang kaya mah nggak begitu, kalau orang kaya
pasti ada pembantunya mas dia kan cuman
sama suaminya,” kata Darjo saat ditemui di
rumahnya.

Sementara Ibu kandung Saeni, Dayu (82) yang
tinggal tak jauh dari rumah Saeni mengaku
usaha Saeni ditekuninya sendiri dan bukan
merupakan warisan orang tua. Saeni, menurut
Dayu merupakan sosok pekerja keras karena
selalu hidup di perantauan.

“Anak saya usaha warteg di serang, Saeni usaha
sendiri bukan dari warisan saya karena saya
juga orang tidak mampu,” kata Dayu.
Saeni kini bukan lagi menjadi warga Kaligangsa,
Tegal, Jawa Tengah karena telah pindah ke
Indramayu Jawa Barat setelah menikah lagi.
Saeni memilik tiga orang anak dari suami
pertama dan seorang anak dari suami kedua.
(Baca Juga: Kondisi Rumah Saeni di Tegal
Tak Terawat)

Tokoh Masyarakat yang juga mantan Ketua RW
I Kelurahan Kaligangsa, Sartono menyebutkan,
Saeni sudah lama tidak terdaftar dalam data
administrasi buku kependudukan.
Di mata Sartono, Saeni bukanlah orang kaya
seperti yang diberitakan di sejumlah media
sosial. Saat pulang ke kampung halamannya di
Tegal, Saeni tidak pernah membawa mobil
pribadi melainkan naik bus dengan anak-anak
dan suaminya.

“Pulang ke kampung ya paling kalau lebaran
tapi tidak setiap lebaran kecuali ada saudara
hajatan, yang jelas ibu Saeni kondisi rumahnya
sangat memprihatinkan tidak segencar yang
diberitakan di media cuman kalo di tempat
lain dia punya rumah lain di luar
sepengetahuan saya,” ujar Sartono. (kha)

Ozone


emoticon-Wkwkwk
Diubah oleh silitngarit
0
Tampilkan isi Thread
Halaman 20 dari 28
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
18-06-2016 08:49
Quote:Original Posted By albetbengal
Ini 'Rumah Mewah'
Saeni di Tegal
JAKARTA - Saeni atau Bu Eni terus jadi
perbincangan publik. Setelah aksinya saat
dirazia Satpol PP mengunggah simpati publik.
Kini, justru publik balik mencerca Saeni karena
dikabarkan ia memiliki rumah mewah dan
beberapa cabang warteg.
Netizen yang telah menyumbangkan hartanya
senilai Rp170 juta justru dibuat geram dengan
isu tersebut. Namun nyatanya, rumah asli
Saeni di Tegal, Jawa Tengah sudah tak terawat.
BERITA REKOMENDASI
Menantu Atut Kritik Mendagri Revisi Perda
Razia Rumah Makan
Gelar Operasi Ramadniya, Polres Buleleng
Kerahkan 500 Personel
Kondisi rumah Saeni sendiri nampak kumuh
dan tidak terawat. Rumah Saeni terletak di
sebuah gang kecil tak jauh dari Jalur Pantura
Kaligangsa Kota Tegal. Bagian rumah seperti
plafon terlihat jebol, tembok mengelupas dan
sebagian besar dinding temboknya rapuh.
Keluarga Saeni di Tegal Jawa Tengah berharap
Saeni tidak lagi di-bully dan menjadi
pergunjingan di media sosial.
Darjo (46), adik kandung Saeni yang tinggal tak
jauh dari rumah saeni di Kelurahan Kaligangsa
Rt 01 Rw 1 Kecamatan Margadana Kota Tegal
Jawa Tengah mengaku Saeni hanya memiliki
sebuah rumah tua yang kondisinya kini tidak
terawat. Rumah tersebut kini dikontrakan
karena Saeni lebih dari 10 tahun lalu telah
pindah setelah menikah lagi dengan suami di
Indamayu Jawa Barat.
Darjo juga tidak habis pikir, mengapa
pemberitaan di media sosial sangat
menyudutkan kakak kandungnya tersebut.
Saeni memang memiliki usaha warung tegal
sejuak puluhan tahun silam. Namun ia tak
memiliki warung sendiri melainkan menyewa
dari satu tempat ke tempat lain.
(Baca Juga: Bu Saeni Punya Rumah Mewah
di Tegal?)
“Kehidupanya di perantauan terus paling
setahun sekali nengok orang tua di Tegal, kalo
orang kaya mah nggak begitu, kalau orang kaya
pasti ada pembantunya mas dia kan cuman
sama suaminya,” kata Darjo saat ditemui di
rumahnya.
Sementara Ibu kandung Saeni, Dayu (82) yang
tinggal tak jauh dari rumah Saeni mengaku
usaha Saeni ditekuninya sendiri dan bukan
merupakan warisan orang tua. Saeni, menurut
Dayu merupakan sosok pekerja keras karena
selalu hidup di perantauan.
“Anak saya usaha warteg di serang, Saeni usaha
sendiri bukan dari warisan saya karena saya
juga orang tidak mampu,” kata Dayu.
Saeni kini bukan lagi menjadi warga Kaligangsa,
Tegal, Jawa Tengah karena telah pindah ke
Indramayu Jawa Barat setelah menikah lagi.
Saeni memilik tiga orang anak dari suami
pertama dan seorang anak dari suami kedua.
(Baca Juga: Kondisi Rumah Saeni di Tegal
Tak Terawat)
Tokoh Masyarakat yang juga mantan Ketua RW
I Kelurahan Kaligangsa, Sartono menyebutkan,
Saeni sudah lama tidak terdaftar dalam data
administrasi buku kependudukan.
Di mata Sartono, Saeni bukanlah orang kaya
seperti yang diberitakan di sejumlah media
sosial. Saat pulang ke kampung halamannya di
Tegal, Saeni tidak pernah membawa mobil
pribadi melainkan naik bus dengan anak-anak
dan suaminya.
“Pulang ke kampung ya paling kalau lebaran
tapi tidak setiap lebaran kecuali ada saudara
hajatan, yang jelas ibu Saeni kondisi rumahnya
sangat memprihatinkan tidak segencar yang
diberitakan di media cuman kalo di tempat
lain dia punya rumah lain di luar
sepengetahuan saya,” ujar Sartono. (kha


Klo orang kismin kyk gitu logikanya klo punya rumah ya pasti dijual lah buat keperluan lain....masak ini malah dikontrakin (yg pny kontrakan biasanya pasti org berada semua dah)....trus gmn kehidupan dia di indramayu sama suami barunya?emoticon-Stick Out Tongue
0 0
0
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
18-06-2016 09:56

Ambigu

informasinya Ambigu:
1. Pengakuan Saeni, dia pulang 3 bulan sekali, tpi pengakuan Darjo dan mantan RT dia pulang setahun sekali
2. Rumah yg dicantumin itu sudah tdk di huni selama 10 th (menurut darjo) jdi wajar aja kalo plafonnya lepas karena gak ada yg aware sm kondisi rumah
3. Info dr keluarga domisilinya pindah ke Indramayu, knp gak sekalian di telusuri biar datanya faktual (siapa tau rumah yg gedongannya di sono), padahal informasinya sudah jelas bgt Pindah Domisili, tpi knp gak investigasi ke Indramayu juga.
4. Kenapa penulis gak mengungkap juga aktifitas suaminya (yg katanya bandar judi), pdahal itu juga polemik santer soalnya suaminya
5. Kenapa penulis juga gak mengungkap detail keberadaan 4 warteg secara faktual biar jelas ada atau tidaknya (biar pembaca tenang)



Quote:Original Posted By silitngarit
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni

Jakarta Saeni, wanita berusia 53 tahun asal Tegal, Jawa Tengah ini adalah salah satu orang yang mendapatkan keistimewaan pada bulan Ramadan. Ibu empat anak yang mengadu nasib dengan membuka warung tegal (warteg) di Jalan Raya Cikepuh, Pasar Rau, Kota Serang, Banten, telah mendapat hikmah dan berkah dari petaka dan kesulitan yang dialaminya.

Enam tahun lalu, Saeni yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal, bersama adiknya dia mencoba peruntungan dengan membangun rumah makan kecil-kecilan itu. Saeni dan adiknya bahu membahu menghidupkan warteg tersebut. Mereka berdua mendapat giliran tiga bulan sekali, menjaga warteg yang biaya sewanya Rp 7.000.000 pertahun.

Tidak banyak memang keuntungan yang didapat selama enam tahun berjualan, Saeni mengaku hanya bisa mengumpulkan uang sekitar Rp 1.500.000 perbulan. Jika tidak mendapat giliran berjualan, Saeni pun memutuskan untuk pulang kampong dan melakukan berbagai pekerjaan serabutan. “Yang penting bisa buat makan. kalau perempuan banyak yang bisa dikerjakan mencuci, menyetrika,” kata Saeni saat ditemui Bintang.com di warteg miliknya, Senin (13/6/2016).

Bulan Ramadan tahun ini Saeni mendapat giliran menjalankan warteg yang dirintis bersama adiknya. Dengan alasan butuh uang untuk menghadapi Lebaran, bermodal uang pinjaman dari bank keliling alias rentenir sebesar Rp 400.000, Saeni pun nekat membuka warung di siang hari bulan ramadan, Rabu (8/6/2016).

Namun niat mencari untung, malah petaka yang didapat. Hari pertama berjualan , ada razia dari petugas Satuan Polisi Pamong praja (Satpol PP). Saeni yang terkena razia, menangis sambil memohon dagangannya tak diangkut petugas. Tapi tangisan Saeni tak dihiraukan. Aparat Satpol PP tetap mengangkut barang dagangan Saeni.

Saeni mengaku tidak mengetahui surat edaran pemberitahuan yang telah dikeluarkan tiga hari sebelum pelaksanaan razia terhadap warung makan yang tetap beroperasi di siang hari selama Ramadan. Padahal, berdasarkan pantauan Bintang.com, di bagian kaca depan warteg milik Saeni memang telah terpasang dua lembar surat pemberitahuan razia berdasar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan, dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat dan juga Surat Edaran Wali Kota Serang tahun 2016 tentang Imbauan Bersama Menyambut Bulan Suci Ramadan.

Isinya rumah makan diperbolehkan buka pukul 16.00 WIB. "Saya tidak tahu tulisan pemberitahuan (razia), karena saya tidak bisa baca tulis. Saya juga baru buka warung, jadi tidak tahu sedang ada razia," kata Saeni. Saeni menjelaskan, pada saat razia berlangsung dirinya baru selesai memasak. Kondisi warungnya pun tertutup rapat. Tidak ada pintu yang terbuka dan makanan yang terlihat dari jalanan. Tapi sayang, Saeni tetap menjadi korban razia petugas Satpol PP yang bertindak semena-mena membawa dagangannya. Alhasil, Saeni pun merugi dan jatuh sakit akibat perlakuan yang diterimanya.

Starscream.com

Darimana bu Saeni bisa punya 4 warteg? emoticon-Wow

Jaga warteg aje gantian per 3 bulan sekali, kalau lagi bukan gilirannya, bu Saeni pulang kampung kerja serabutan emoticon-Cape deeehh





emoticon-Wkwkwk



0 0
0
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
18-06-2016 10:00
Kaga urusemoticon-linux2
0 0
0
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
18-06-2016 10:01
Yang mana yg bener?! emoticon-Bingung
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 06
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
18-06-2016 10:12
Quote:Original Posted By ongsiola


jangan percaya begitu saja,trus nuduh fitnah,secara kalau memang ibu saenih tidak cukup secara sandang,pangan dan papan apa iya setelah dapat duit umrahnya dulu yg dijadikan prioritas. dan bukannya papan untuk tempat tinggal.

itu rumah yang di Tegal sudah di kontrakan karena 10 tahun ga ditinggalin. ibu saenih juga sudah pindah ke Indramayu dan tidak terdaftar lagi sebagai warga Tegal. seharusnya tempat tinggal di Indramayu ini yang di lihat bukanya rumah yg tidak ditempati dan di kontrakan di Tegal. ya iyalah kumuh lha sudah ditinggal. logikanya kalau dia orang miskin,tinggal jadiin duit tuh rumah dan tanah untuk modal usaha,ya nggak. itu artinya si ibu masih punya duit di kantongnya dan tidak dalam keadaan emergency keuangannya.

dan lagian ibu saenih sudah pindah ktp kok ya rumah yg sudah ditinggal dan disewakan selama 10 tahun yang dijadikan barang bukti kemiskinan emoticon-Big Grin


Mantap gan...

Itu sumber keterangannya juga nggak netral. Harusnya juga ditanya sama penduduk sekitar sana dan pihak yang kontra biar lebih imbang

Lagian ibu ini udah terbukti bohong bilang di warungnya nggak menerima pelanggan makan di tempat dan nggak tahu kalau ada perda yang melarang berjualan di jam puasa, masa peraturan dari 2010 nggak tahu , apalagi kan ibu itu berjualan di serang udah lama

Juga ternyata satpol pp ngambil dagangannya cuma buat diamankan. Dan nanti sorenya bisa diambil. Eh ternyata sama ibu itu nggak diambil.
Pedagang miskin dari mana yang rela kehilangan dagangannya satu hari emoticon-Big Grin
0 0
0
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
18-06-2016 10:18
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni

Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

Diubah oleh bung.karno45
0 0
0
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
18-06-2016 10:25
Ga jauh-jauh sumber fitnah paling dari yang itu-itu juga emoticon-Kaskus Radio
0 0
0
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
18-06-2016 10:35
Quote:Original Posted By kemambung
Dari mana datangnya fitnah?

Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni

emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga


Fitonah dateng setelah nongol berita Jokowi nyumbang Saeni 10 jt.....

Pokoknya kalo jokowi ahok nongol langsung deh si fitonah dateng...
0 0
0
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
18-06-2016 10:38
Quote:Original Posted By bung.karno45
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni

Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak



Mau nanya dikit aja....

Kalijodo...luar Batang....kampung Pulo...
Itu melanggar perda ngga..?
Itu aja....
0 0
0
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
18-06-2016 10:52
TS nye cupu emoticon-Ngakak
0 0
0
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
18-06-2016 10:58
Cipkon yang murah dan murahan..
0 0
0
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
18-06-2016 10:58
Quote:Original Posted By zhizhi.xx


Mantap gan...

Itu sumber keterangannya juga nggak netral. Harusnya juga ditanya sama penduduk sekitar sana dan pihak yang kontra biar lebih imbang

Lagian ibu ini udah terbukti bohong bilang di warungnya nggak menerima pelanggan makan di tempat dan nggak tahu kalau ada perda yang melarang berjualan di jam puasa, masa peraturan dari 2010 nggak tahu , apalagi kan ibu itu berjualan di serang udah lama

Juga ternyata satpol pp ngambil dagangannya cuma buat diamankan. Dan nanti sorenya bisa diambil. Eh ternyata sama ibu itu nggak diambil.
Pedagang miskin dari mana yang rela kehilangan dagangannya satu hari emoticon-Big Grin


Menurut ente aja gan? Yg diambil itu makanan, disita smpe sore, tau bentuk nya dari pagi sampe sore gimana ga? Trus menurut ente klo diambil msh enak buat di makan atau dijual lg? Ente mw ga beli makanan itu? Ane rasa dikasih aje kaga mau ente emoticon-Gila
0 0
0
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
18-06-2016 11:06
Quote:Original Posted By zanpaku


Menurut ente aja gan? Yg diambil itu makanan, disita smpe sore, tau bentuk nya dari pagi sampe sore gimana ga? Trus menurut ente klo diambil msh enak buat di makan atau dijual lg? Ente mw ga beli makanan itu? Ane rasa dikasih aje kaga mau ente emoticon-Gila


Dan waktu diambil satpol pp ktp ibu itu juga diambil lho, tapi nyatanya ktpnya nggak diambil. Bukti ibu ini emang rada ndableg.
Dan waktu razia buat ngamanin makanannya sampai waktu pengambilan makanan palingan cuma 6 jam.
Ya jelas gapapa lah, orang rumah aja kadang kalo masakan hari ini nggak habis bisa diangetin lagi buat sahur dan buka besoknya emoticon-Big Grin
Maksa logika ente gan

Nih ada yang udah konfirm juga, ibu saeni itu disuruh akting sama wartawan buat nangis dan foto foto
https://mobile.facebook.com/Hijrahyukz/photos/a.1652006238399998.1073741829.1623674377899851/1735507310049890/?type=3

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Diubah oleh zhizhi.xx
0 0
0
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
18-06-2016 11:17
Ga ush pada berdebat,yg ada malahan akhirnya jd saling menghujat, Allah Maha Tau, Maha Kuasa, kebenaran itu pasti akan datang dengan Kuasa-NYA
Diubah oleh dioncilacap
0 0
0
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
18-06-2016 11:19
kenapa kata HOAX di sini seakan-akan bikin persepsi nih trid tentang ahoax atau hoaxtod ya ?
emoticon-Ngakak
0 0
0
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
18-06-2016 11:21
Gak lucu kalau misalnya makanan disita terus bisa diambil kembali (yang sebelumnya dimasukkan ke tas kresek bening & dicampur jadi satu) di sore hari, dah kebayang sendiri gimana bentuknya.
Kalau KTP gak diambil pasti ada alasannya, gak ada yang nganter secara dia harus jagain dagangan dan warungnya.
Itu Hp kayak HP mahal, bisa aja hp lokal yg harganya dibawah 1jt an, toh skrg banyak HP murah yg bentuknya mirip HP mahal, ada kok HP 400rb an rasa 2jt an.

Gini aja deh, jangan jadikan hal semacam ini sebagai bahan fitnah, kasihan orangnya, iri apa kalau bu Saeni dapat donasi sampai ratusan juta?
0 0
0
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
18-06-2016 11:39
parah... nyumbang ga ikhlas ya gni, sampai nyari2 info ibu Saesni belusuk2
nyumbang ya nyumbang, sedekah ya sedekah, namanya juga bantu orang..
mau nominal dikit atau banyak itu uda hak milik Ibu Saeni seluruhnya dan rezeki sudah diatur oleh Tuhan
mungkin memang rezeki mukjijat Ibu Saeni di bulan Ramadhan..

please, jangan angkat berita lagi kygni, yg ada malah jadi bahan fitnah dan debat dengan segala prasangka ga jelas
niat baik kok setengah2
emoticon-Cape d...
0 0
0
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
18-06-2016 11:47
0 0
0
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
18-06-2016 12:03
GA IKUT DONASI AJA PADA PROTES emoticon-DP

GIMANA KALO PADA DONASI

KALAU MISALKAN INI DONASI SALAH SASARAN ,MEMANGNYA KALO SASARANNYA TEPAT LO PADA MAU DONASI ? emoticon-Wakaka

BIARKAN AJA , KALO EMG ITU REJEKI DIA YAPASTI AWET UANGNUA , KALO BUKAN REJEKI DIA YA KITA LIAT AJA NANTI
Diubah oleh antonius.eki
0 0
0
Halaman 20 dari 28
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.