Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
590
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/576070e11ee5df92078b456b/nabi-muhammad-yg-terhormat-firaun-yg-hina-hubungannya-dengan-perda-ramadhan
Nabi Muhammad SAW insan yg terhormat, Fir'aun makhluk yg hina dan dihinakan mohon maaf semuanya kalau ada komen / pertanyaan / argument / sanggahan yg sebenarnya sudah gw bahas di post 1 & 2 maupun page-page sebelumnya (walau kalimat beda tapi pointnya / maksudnya sama) maka ngga akan gw tanggapin lg soalnya nanti akan sia2 toh sudah gw tulis penjelasannya di post 1 & 2 dan page-page sebelumnya eh
Lapor Hansip
15-06-2016 04:02

Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)

Nabi Muhammad SAW insan yg terhormat, Fir'aun makhluk yg hina dan dihinakan

mohon maaf semuanya sebelum koment mohon baca ini dl ya


Puasa adalah Ujian,
"Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji?" (Q.S. Al-Ankabut: 2)

Menguji seberapa kuat kamu menahan hawa nafsu
Menguji seberapa kuat iman dan taqwamu
Bukan menguji seberapa kuat kamu memaksa agar warung bisa ditutup
Bukan menguji seberapa banyak warung yang bisa kau tutup

Ketika ada yg kalap, lalu bikin meme dengan logika terbalik:
*kalau gitu biarin aja orang jualan narkoba, toh yg beriman tidak akan beli*
*kalau gitu biarin aja pelacuran, toh yg beriman tidak akan kesana*
Dan lain sebagainya
Ketahuilah hal-hal tersebut memang sudah dilarang (diharamkan) bahkan tanpa kau puasa,
apalagi sedang puasa ya semakin ngga boleh dong.

Sementara dalam puasa, dirimu diuji dengan tambahan ujian yg sebelumnya halal (boleh) bagimu
Menggauli istri/suami yg sah, halal untukmu
Makan & minum, halal untukmu

Namun ketika kau berpuasa, apa yg halal untukmu dijadikan ujian bagimu
Ketika kau berpuasa, dirimu dilarang menggauli istrimu
Ketika kau berpuasa, dirimu dilarang makan & minum
Itulah ujian bagimu

Lantas, dengan ujian itu...
Apakah kau menjauhi istri/suami-mu selama berpuasa? Atau cukup hanya dengan tidak menggaulinya?
Apakah kau memaksa tutup warung selama berpuasa? Atau cukup dengan tidak makan & minum?

Kalau kau menjauhi istri/suami-mu, dimana letak ujianmu?
Kalau kau memaksa tutup warung (apalagi dgn amarah), dimana letak ujianmu?

Perlukah selama berpuasa, kau mengurung diri sendirian disuatu tempat terpencil (hutan, gurung, dll) atau ruangan tertentu sampai tiba waktu berbuka?
Demi menghindari istri/suami-mu,
Demi menghindari warung-warung yg terbuka

Kalau seperti itu, dimana letak ujian bagimu?

sehingga ada pertanyaan:
"apa sih fungsi perda menutup warung di bulan ramadhan bagi orang yg bertaqwa?"

jawabannya:
fungsinya *TIDAK ADA SAMA SEKALI*
karena, orang yg bertaqwa tidak akan terpengaruh apakah warung buka ataupun tutup, dia tetap akan berpuasa

sama halnya dengan orang yg tdk bertaqwa,
fungsinya jg *TIDAK ADA SAMA SEKALI*
karena warung buka ataupun tutup, dia tetap TIDAK berpuasa

jd kenapa ribut masalah warung buka atau tutup?
bukan se-simple itu masalahnya...

masalah muncul ketika ada jargon
1. *hormatilah orang yg berpuasa*
lalu muncul jargon tandingan
2. *hormatilah orang yg tidak berpuasa*

jargon tandingan *hormatilah orang yg tidak berpuasa* bukanlah suatu pernyataan yg ingin bilang orang yg tidak berpuasa minta dihormati, TIDAK

toh yg ngomong begitu orang2nya sebenarnya juga pada puasa...
jargon itu muncul sebagai bentuk perlawanan, sarkasme ataupun sindiran terhadap jargon yg pertama *hormatilah orang yg berpuasa*

jargon yg dikeluarkan oleh saudara2 muslim seiman kita *hormatilah orang yg tidak berpuasa* bukanlah untuk melemahkan Islam
justru sebaliknya, itu di dengungkan untuk menjaga kehormatan Islam

yg jd pertanyaan penyebaran jargon *hormatilah orang yg berpuasa*
apakah benar untuk menghormati orang berpuasa? menghormati islam?
ataukah malah mempermalukan islam?

apakah jargon ini murni untuk menegakkan Islam?
atau karena ego minta dihormati semata?
atau dikeluarkan demi menyokong karir politiknya?
atau hanya ikut2an saja karena yg lain juga teriak2 hal yg sama

padahal zaman kami SD-SMP tidak ada tuh perda seperti itu dan tidak ada jargon seperti itu...
toh kami tetap berpuasa walaupun banyak warung-warung yg buka
jd sebenarnya untuk siapa perda itu?

kenapa orang yg berpuasa minta dihormati?
padahal kita diajarkan dalam beribadah itu harus ikhlas karena Allah SWT
lalu kenapa minta dihormati kepada makhluk?

ngga malu?
Puasa kok mau minta dihormatin sama sesama manusia?
apakah nanti pahalanya minta ama manusia?

PUASA ITU MENGENDALIKAN DIRI,
BUKAN MENGENDALIKAN WARTEG

namun ada saja yg ngeles lg dengan pernyataan,
"menutup warung itu bukan untuk menghormati yg puasa tp untuk menghormati bulan ramadhan dan menghormati Islam"

yakin dengan begitu Islam bakalan terhormat?
ataukah dengan begitu kita malah mempermalukan Islam?

Islam merupakan agama yg Rahmatan Lil Alamin
rahmat untuk semesta alam
bukan Rahmatan Lil Muslimin (rahmat hanya untuk kaum muslim)

karena jargon ini bukannya islam tambah dihormati
malah citra islam
citra agama kita makin terpuruk akibat pemaksaan-pemaksaan seperti ini, yg tidak ada dalilnya tentang pemaksaan penutupan warung ini

masa orang yg tidak berpuasa (anak2, wanita haid / hamil, orang tua *uzur*, musafir, non-muslim, pekerja berat, dll dll dll)
kita paksa ikut2an juga untuk berpuasa

dimana dalilnya?
dan dimana lakum dinukum waliyadin-nya
(bagimu agamamu bagiku agamaku)

apakah tidak malu?
agama Islam yg kita cintai jadi seperti ini

apakah tidak malu?
*oh begitu toh islam, agama yg main paksa2-an, bahkan orang yg tak berpuasa bahkan non-muslim juga dipaksa berpuasa*
makin rusak kehormatan islam klo gini caranya ditangan penganutnya sendiri
bukannya malah makin bagus...

kita yg berpuasa, orang lain yg dipaksa ikut2an

"Sesungguhnya diwajibkan atas kamu berpuasa..."
bukan ngurusin orang lain puasa atau tidak, dengan cara merazia dan menutup2 warung2 yg ngasih makan orang yg tidak puasa (anak2, wanita haid / hamil, orang tua *uzur*, musafir, non-muslim, pekerja berat, dll dll dll)

bahkan sampai restoran yg menjual makanan untuk non-muslim yg notabene tak berpuasa pun ikut2an kena razia
(contoh restoran2 yg menjual daging babi yg jelas2 tidak halal, muslim pun tidak mungkin masuk kesana, ngapain di razia juga)

logikanya dia itu jualan babi,
logikanya itu perkampungan non-muslim,
karena mereka non-muslim berarti mereka ngga puasa
karena mereka ngga puasa ya wajar donk mereka makan siang
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)

sehingga logikanya kurang kerjaan muslim makan disitu
apa mereka yg non-muslim harus DIPAKSA ikut puasa juga?
bukannya ada yg berdalih buat ngelindungin muslim supaya ngga makan disana?
loh itu warung babi....
jadi alasan sebenarnya MEMAKSA warung tutup saat puasa apa sih?
minta penghormatan manusia?
apakah nanti pahalanya minta sama manusia juga?

perlukah kita mengemis2 minta penghormatan sampai memaksa2 minta dihormati seperti itu?

tauladan kita siapa?
Nabi Muhammad SAW atau fir'aun?

Nabi Muhammad SAW seorang insan yg mulia,
seorang insan yg terhormat *TANPA PERNAH BELIAU MINTA* apalagi memaksa minta dihormati
beliau memiliki sifat rendah hati, bahkan diantara non-muslim pun banyak yg menghormati beliau apalagi yg muslim yg notabene adalah kewajiban kita...

bandingkan dengan fir'aun,
seorang makhluk yg hina bahkan dihinakan, dia memaksa2 minta dihormati tak tanggung2 semua orang DIPAKSA untuk menghormatinya
apa yg didapatnya? bukan kehormatan...
malah kehinaan,
tak tanggung2 3 agama samawi menghinakan dan menistakaan fir'aun

tidakkah kita belajar dr perbandingan ini?
masih memaksa minta dihormati saat puasa?

kita diajarkan dr kecil untuk berpuasa ikhlas karena ALLAH, bukan untuk minta dihargai oleh manusia...

kalian puasa senin-kamis?
puasa 3 hari setiap tengah bulan?
apakah setiap senin-kamis dan 3 hari tiap tengah bulan juga perlu memaksa warung tutup yg katanya demi islam?
yg katanya demi menghormati orang yg puasa?

kalau menutup warung karena *yg berpuasa ingin dihormati oleh manusia* apalah arti ibadah kita dihadapan Allah?

Namun ada lagi yg ngeles dengan mengatakan:
*Warung itu memfasilitasi kemaksiatan (membatalkan orang puasa) sehingga harus dipaksa tutup*

Kenapa malah dipukul rata semua warung melakukan / memfasilitasi kemaksiatan dengan cara DIPAKSA tutup?
Padahal pada suatu daerah diperbolehkan jualan pada siang hari tp tidak boleh makan ditempat hanya boleh bungkus
(itu lebih terhormat drpd MAKSA TUTUP, MAKSA PUASA MINTA DIHORMATI)

Dan itupun dengan syarat, ditanya macam-macam dl yg makan siapa, beli untuk apa, muslim / non-muslim dan sebagainya, kalau dia udah nanya seperti itu lepaslah sudah kewajibannya,
Dan warung tersebut haruslah ditutup sehingga kalau ada orang yg makan tidak terlihat dari luar.
Kecuali ada muslim yg sedang puasa namun kurang kerjaan nengok ke dalam warung

Padahal masih banyak fungsi warung lainnya, misalnya pedagang tersebut menjual untuk orang2 yg secara syar'i tidak wajib puasa pada saat itu anak2, wanita haid / hamil, orang tua *uzur*, musafir, non-muslim, pekerja berat, dll dll dll

Kalau alasannya hanya karena warung bisa menimbulkan maksiat memfasilitasi orang batal puasa
maka air PDAM pun bisa menjadi fasilitas maksiat
kenapa air PDAM tidak ditutup juga?
(dan ini fakta, saya waktu SMP sering liat kakak2 kelas lg puasa malah minum lewat air kran masjid)

Warung tutup, dirumahnya masing2 ada sedia makanan & minuman di dalam kulkas atau di dalam lemari dapur maupun lemari makanan kenapa tidak di razia juga kalau memakai logika seperti yg kalian sebutkan itu?

Pohon-pohon yg buahnya bisa dimakan pohon pisang, jambu, apel, mangga, belimbing dan lain sebagainya bisa juga dimakan dan BERPOTENSI membatalkan puasa kenapa tidak dirazia juga?

Sedangkan zaman Nabi anak2 diajarin puasa juga, itupun orang2 tetep ada yg jualan buah sebagainya pada siang hari bukankah makan buah jg bisa membatalkan puasa? kenapa tidak dirazia? kenapa tidak dilarang?

Bahkan anak2 diberi mainan dr kapas (sejenis harum manis kalau kita sekarang) sehingga anak2 puasa namun bisa tetap bermain dengan makanan itu tanpa membatalkan puasanya (ada yg jual)
tp diajarin, diberi keterangan, diberi ceramah diberi pemahaman, diberi pengertian bahwa tidak boleh memakan itu sampai waktu berbuka tiba

Begitulah ada pengertian diberikan bahkan kepada anak-anak
Bukannya memaksa menutup warung

Karena dalam puasa, yg dilatih itu iman & taqwa
Bukan melatih bagaimana menutup paksa warung dengan baik dan benar
Karena dalam puasa, yg diuji itu keimanan & ketaqwaan
Bukan menguji seberapa banyak warung yg bisa kau tutup
Karena puasa itu tergantung iman & taqwa
Bukan tergantung dari buka atau tutupnya warung


ngga ada abisnya ngelesnya
dari pertama minta dihormatin, lalu lari ke alasan warung bisa bikin muslim batal (warung babi?), lalu lari lg ke alasan bisa memfasilitasi kemaksiatan (bikin batal), nanti klo udah dijawab lagi itu ada aja lagi larinya juga....

buat yg bilang gw kekeuh banget dengan pendapat gw
lah sama aja situ juga kekeuh banget dengan pendapat situ sampe lari kemana2 alasannya, dari alasan yg satu dikasih argument lari lagi ke alasan yg lain


PUASA ITU MENGENDALIKAN DIRI,
BUKAN MENGENDALIKAN WARTEG


Puasa itu menahan nafsu
Bukan mengumbar hasut
Puasa itu karena Allah
Tidak butuh dihormati
Tidak jg butuh dihargai

Berpuasa kok marah?
marah ke warung buka
marah ke gambar salib
Berpuasa kok ngumbar nafsu?
ngumbar nafsu nuntut dihormati
ngumbar nafsu nuntut dihargai

yg lebih parahnya lg ketika ada yg menjadikan nyepi sebagai perbandingan
kalian bilang saat nyepi toh bandara di bali di tutup
kalian tau bedanya puasa & nyepi dimana?

dalam puasa kalau ada warung buka atau orang makan disamping kita, puasa kita ngga akan batal selama kita ngga ikut makan

sedangkan orang nyepi itu harus full berdiam diri dalam rumah, klo ngga berdiam diri nyepinya batal
udah ngerti bedanya?

warung buka atau tutup tak mempengaruhi ketaqwaan muslim
sedangkan bandara buka atau tutup mempengaruhi nilai ibadah orang hindu di bali sukses atau tidak nyepinya

lain halnya kalau warung buka lalu kita dipaksa makan diwarung itu sehingga puasa kita jd batal
ini ngga kan?
warung buka, klo kita emang niat puasa ya puasa aja buka/tutup warung ngga mempengaruhi puasa kita batal atau ngga

klo bandara, ini terkait masalah keselamatan & kenyamanan konsumen...
sebagian besar karyawan bandaranya nyepi-an

klo yg ngga nyepi masuk kerja yg ngehandle pekerjaan karyawan yg sedang libur siapa?
sanggup?

misal aja karyawan yg kerjanya di ATC setengah aja ruang ATC kosong
pesawat banyak tabrakan gara2nya
mau disalahin?
mending diliburin kan semua?
kecuali ada yg sanggup nge-handle semua pekerjaan karyawan yg libur gara2 nyepi-an

sama halnya ketika hari raya agama lain...
ketika natal, nasrani maupun non-nasrani libur semua kan?
ketika idul fitri / idul adha muslim maupun non-muslim libur semua kan?
begitu juga nyepi hindu maupun non-hindu libur semua...

contoh lg: kalau pengendara motor menerobos lampu merah dia membahayakan jiwa orang lain,
sehingga dibikin aturan FUNGSINYA supaya tidak ada yg celaka supaya tidak membahayakan....

sedangkan warung?
warung buka pada siang hari bulan ramadhan membahayakan siapa??

mengutip dr tulisan Kang Hasan *AGAMA DEFENSIF*

"Kita menutup warung bulan puasa diributkan. Tuh, Bupati Jayawijaya juga melarang orang jualan di hari Minggu. Sama aja, kan?"

Ungkapan seperti itu sebenarnya sering saya dengar dari anak-anak saya yang masih SD. Kalau salah satu disuruh berhenti melakukan sesuatu sementara yang lain masih boleh, maka ia akan protes,"Abang kok boleh?" Artinya, orang-orang yang begitu hanya sosok tubuhnya saja yang dewasa. Mentalnya masih kanak-kanak.

"Two wrongs don't make a right." (2 kesalahan tidak membuat kebenaran) Seharusnya begitu. Hanya karena ada pihak lain melakukan kesalahan yang sama dengan kita, tidak membuat kesalahan kita jadi benar. Tapi ini memang bukan soal salah benar. Ini soal membenarkan diri. Jadi kalau pihak sana melakukan kesalahan, artinya saya juga boleh. Two wrongs make a right. (2 kesalahan membuat kebenaran)

Kita tidak lagi berlomba-lomba melakukan kebaikan, melainkan berlomba-lomba melakukan kesalahan. Yang penting ego terpuaskan. Saya bisa melakukan yang saya mau, karena saya mayoritas yang berkuasa. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu, saya juga harus bisa. Kemudian harus ada sesuatu yang hanya saya yang boleh melakukan. Itulah previllege mayoritas, yang tidak boleh dilakukan oleh minoritas.

Orang di daerah mayoritas muslim melarang pendirian gereja, menghalangi kegiatan penginjilan. Orang di daerah mayoritas Kristen melarang pendirian mesjid dan menghambat dakwah Islam. Agama menjadi alat untuk saling menjatuhkan, kemudian saling bunuh.

Bukankah agama seharusnya berdiri di atas fondasi kebenaran? Kalau ada pihak yang melakukan kesalahan seharusnya kita tidak meniru. Kita tetap istiqamah dalam kebenaran. Lucunya kita merasa diperlakukan tidak adil ketika kita dicegah dari kemungkaran, saat ada pihak lain masih melakukan kesalahan. Makna adil pun kita selewengkan. Adil itu basisnya kebenaran, bukan kesamaan.

Karena agama kita menjadi defensif, bertahan mati-matian dalam kesalahan.



Quote:Quote:Original Posted By whimsical
awas hati2 gan. memang di luar sana banyak org yg memutar balikkan kata2
mereka menghina islam dengan seolah-olah membela islam tapi membela dengan ekstrem. agar islam ditertawakan.

warung makan boleh berjualan kok dalam islam
asal dengan syarat,
1. menutup dengan tirai atau sejenisnya agar makanan tidak terlihat dari luar. Toh siapapun yg udah berlangganan makan juga tau kalo itu rumah makan kan. tujuan tidak diperlihatkan agar menghormati org yg berpuasa.
2. menjual dagangan makanan yg halal. jelas harus halal. jika jualan miras jangankan bulan puasa. gak dibulan puasa pun di paksa tutup.
3. alangkah lebih baik berjualan di jam 4 sore ke atas tapi jika tidak ya gpp gk maksa. pahala buat yg berdagan itu ada.

trus gimana soal perda yg membahas soal menutup warung makan pada saat puasa? perda itu cacat! knp cacat? karena perda itu hanya berlaku buat orang2 kecil. buat restoran gimana?? apakah perda itu bisa dilaksanakan?
berarti yg salah ada perda tersebut. dengan kata lain yg membuatnya.
bahkan islam sendiripun ada namanya. agamaku agamaku... agamamu agamamu. dalam surat Al-Kafirun
itu bentuk toleransi islam yg tidak memaksa.



Quote:Original Posted By BANNED.USER
kantin/ warung perlu ditutup mungkin untuk tingkatan sekolah SD aja... karena mereka masih belajar berpuasa...
kalo baru belajar puasa udah disuguhi godaan yg berat kan kasian...

tapi untuk setingkat SMP sampai dewasa udah gak perlu lagi tuh yg seperti itu...
Puasa itu untuk diri sendiri bukan untuk orang lain...

kadang2 peraturan (perda) itu dibuat bukan murni atas dasar niat yg tulus menertibkan rakyat tetapi atas dasar kepentingan politik...


iya kebanyakan untuk kepentingan politik lah dibuat perda *PEMAKSAAN MINTA DIHORMATI* seperti itu...

contohnya aja liat...
berapa banyak pemimpin daerah yg muslim, gubernur-walikota-bupati yg mengeluarkan perda *MEMAKSA* menutup warung agar dihormati seperti itu...
karena mereka sadar berada di wilayah mayoritas muslim
sehingga dengan mengeluarkan perda seperti itu akan *DIHORMATI*
bukan atas dasar iman sepenuhnya

buktinya apa?
toh diantara sekian banyak pemimpin daerah yg mengeluarkan perda itu banyak kan yg ketangkap korupsi...
kalau memang beriman kenapa korupsi?

perda itu dibikin hanya sebagai pasang muka biar dikira menegakkan Islam...
padahal yg ada malah mempermalukan Islam

meneladani fir'aun yg *MEMAKSA* minta dihormati
bukan meneladani Nabi yg rendah hati

Quote:Original Posted By falsenick

Jadi ujian itu cuma buat yang halal, thok? Yang haram bukan ujian?


ngga ngerti atau pura2 ngga ngerti atau gmn sih?

jelas2 kalimatnya...
".............Ketahuilah hal-hal tersebut memang sudah dilarang (diharamkan) bahkan tanpa kau puasa,
apalagi sedang puasa ya semakin ngga boleh dong..........."

artinya yg haram itu memang sudah dilarang duluan bahkan sebelum puasa
sudah menjadi ujian duluan

apalagi klo udah puasa ya semakin ngga boleh
semakin menjadi ujian...

cuma pas puasa ujiannya ada tambahannya ujiannya...

".....Sementara dalam puasa, dirimu diuji dengan tambahan ujian yg ......."

Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)

Quote:Original Posted By ron12ron
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)

ini juga

Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
Diubah oleh beruangbengkak
0
Tampilkan isi Thread
icon-close-thread
Thread sudah digembok
Halaman 8 dari 30
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 14:35
Quote:Original Posted By khobar.city
TS ini sangat menjunjung tinggi toleransi kepada orang yg tidak berpuasa tp mengabaikan toleransi kepada orang yg berpuasa,apalagi TS ini sy rasa seorang muslim..hal yg simple boleh disikapi secara simple, hal yg tidak sederhana harus disikapi juga dengan yg sama biar adil..

Hormatilah bulan suci ramadha,karna bulan ini penuh berkah dan banyak pahala.. junjung lah bulan suci ini bukan malah kita sendiri yg muslim malah menodainya, jagalah toleransi sesama tp tetep menjaga harkat sebagai muslim bukan malah merendahkannya.

simple nya untuk case di atas, beradang di bulan ramadhan boleh tp harus pake aturan, misalnya buka warteg nya sudah dekat waktu buka puasa,bukan buka wartegnya sepanjang hari..rizki itu sudah di atur semuanya kita jangn takut kekurangn atau kelebihan.


HORMATILAH BULAN SUCI RAMADHAN bukan menghormati yg tidak berpuasa.


Masih aja gagal paham ye...

Yg menyuruh menghormati yg tidak berpuasa siapa???

Baca lg post 1 bener2
Baca seluruhnya jgn setengah2

Ada ngga disitiu gw nyuruh menghormati yg tidak berpuasa???

Ente muslim??
Dalam islam diajarin kan untuk baca / belajar secara menyeluruh
Jgn setengah2

Jd jgn baca setengah2 ya
Ikutin apa ajaran agama ente
Baca seluruhnya
Dipahami
Baru koment


Teladan ente Nabi Muhammad atau firaun???
Di post 1 juga ada nih

Jangan2 cuma ngaku2 muslim tp telqdan ente firaun

Baca post 1 yg bene biar tau siapa teladan ente
0 0
0
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 14:37
Quote:Original Posted By beruangbengkak


Masih aja gagal paham
Baca lg post 1 seluruhnya jgn setengah2

Kalimat itu dikeluarkan bukan untuk minta dihormati bla bla bla keterusannya ada di post 1
Silahkan baca lg deh post 1

Males gw koment n copas2 klo gagal paham gara2 kurang baca n ngga dipahami dgn bener juga


Gue cuma minta lu ketik jawaban YA atau TIDAK ? SUSAH AMAT....!!!

soal Ujian anak SD ini mbah....



0 0
0
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 14:44
sadis trit nya gan, keren, semoga tuh yg main grebek2 teriak2 tp congornya bau alkohol biar cpt insaf emoticon-Blue Guy Bata (L)
0 0
0
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 14:46
Quote:Original Posted By koetoeberas



trit nya JIL mah jgn di anggep serius gan, ente mau ngebacot apa juga tetep aja yg salah orang Islam emoticon-Ngakak

itu udh kerjaan nya antek JIL gan


Ane kira juga demikian gan... kita doakan saja semoga yg bersangkutan diberikan hidayahnya.. aamiin.
0 0
0
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 14:54
Diubah oleh ron12ron
0 0
0
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 14:55
Quote:Original Posted By beruangbengkak


lagi2 ada yg memakai logika keblinger
alias ilmu mantiq abu jahal

membandingkan suatu kasus dengan kasus lainnya yg tidak setara
ibarat membandingkan apel dengan jeruk

sudah dikasih penjelasan di post satu tetep aja bebal

apa gw bilang...
masih banyak kan orang2 kayak gini...
sok sokan mau bela agama
tapi ajaran agamanya perintah agamanya sendiri ngga di ikuti ngga dijalankan

dalam Islam diperintahkan untuk belajar secara penuh jangan setengah2 jangan sebagian2

Balik lagi ke soal buka warung saat Ramadhan. Ada yang bikin meme ini. Sekilas seolah benar, tapi sebenarnya salah. Mari kita bahas.

kalau pengendara motor menerobos lampu merah dia membahayakan jiwa orang lain,
sehingga dibikin aturan FUNGSINYA supaya tidak ada yg celaka supaya tidak membahayakan....


sedangkan warung?
warung buka pada siang hari bulan ramadhan membahayakan siapa?? ente minta hormati???
apa fungsi warung ditutup? apa fungsi perda ramadhan? fungsinya minta hormati?


fungsinya *TIDAK ADA SAMA SEKALI*
karena, orang yg bertaqwa tidak akan terpengaruh apakah warung buka ataupun tutup, dia tetap akan berpuasa
sama halnya dengan orang yg tdk bertaqwa,
fungsinya jg *TIDAK ADA SAMA SEKALI*
karena warung buka ataupun tutup, dia tetap TIDAK berpuasa

PAHAM ILMU LOGIKA? PAHAM ILMU MANTIQ?
JANGAN LOGIKA SESAN & ILMU MANTIQ ABU JAHAL DIPAKE
ENTE MUSLIM KAN? MASA NGIKUTIN ABU JAHAL


Dalam khasanah ilmu mantiq (logika), ada yang disebut ‘mughalathath’ (logical fallacy/ kesalahan logika). Salah satu bentuk kesalahan logika adalah “qiyas ma’al faariq” (menganalogikan sesuatu dengan sesuatu yang lain, tapi tidak setara). Jika kita mau berpikir logis, gunakan analogi yang setara. Gunanya apa sih, berpikir logis itu? Tentu saja supaya kesimpulan yang diambil adalah kesimpulan yang benar.

Coba perhatikan kalimat ini, “Kamu ini sudah gedhe ga bisa brenang, malu dong sama ikan, sejak bayi udah mahir brenang!” Logis gak? Enggaklah; kalimat tsb pake “qiyas ma’al fariq”.

Nah, logika fals yang dipakai di meme ini adalah: Menag tidak mau memerintahkan warung tutup di bulan Ramadhan untuk menghormati mereka yang TIDAK PUASA, maka harusnya Menag memerintahkan Bandara Bali BUKA DI HARI NYEPI untuk menghormati mereka yang tidak beribadah Nyepi. Jadi, yang dibandingkan adalah Warung+PUASA RAMADHAN dan bandara+NYEPI. Ini ga setara bro. PUASA di bulan Ramadhan itu ‘hanya’ gak makan-minum-seks. Tapi kerja mah tetep atuh lah, kita tetap melakukan berbagai aktivitas seperti biasa. Jika si muslim jalan melewati warung makan, ibadah puasanya ga batal. Sedangkan NYEPI itu ibadah Hindu yang artinya berdiam di rumah, tidak melakukan aktivitas. Artinya, kalau si Hindu ini dipaksa kerja, maka ibadahnya BATAL.

Perbandingan kedua yang dipake orang ini: Menag tidak mau memerintahkan warung tutup di bulan Ramadhan untuk menghormati mereka yang TIDAK PUASA, maka harusnya Menag juga memerintahkan mal untuk TIDAK PASANG POHON NATAL untuk menghormati mereka yang tidak Natalan. Nah ini lebih kacau lagi. Puasa Ramadhan kok diperbandingkan dengan POHON?! Emang orang Nasrani batal ya, Natalnya, kalau gak pasang pohon? Atau, orang Muslim jadi kafir kalau matanya melihat pohon Natal? Anggota DPR liat foto *teeeeet* saat sidang aja kayaknya kaga ada yang kafir2in, apalagi cuma liat pu’un 😀

Contoh kalimat yang menggunakan logika setara: Kalau Menag memerintahkan Bandara Bali (yang karyawannya diasumsikan mayoritas Hindu) buka di hari Nyepi, itu sama artinya Menag melarang Muslim puasa di bulan Ramadhan. Kalau Menag melarang umat Nasrani pasang pu’un Natal, itu sama artinya dengan Menag melarang Muslim pakai baju baru di hari ‘Id (sama-sama tidak bernilai ibadah, hanya ‘hiasan’ ibadah belaka).

Buat ibuk-ibuk, pelajaran logika dasar kayak gini musti diajarin ke anak sejak kecil, biar kalau gede ga bikin meme yang illogical kayak gini. Malu ah.

PART II

Karena sepertinya banyak yang ‘penasaran’, saya merasa perlu melanjutkan kuliah logika soal warung grin emoticon Berikut ini intisari sanggahan-sanggahan yang masuk ke inbox dan jawaban saya. [T: tanya J: jawaban Dina]

1. T: Yang Anda tulis itu benar, tapi Anda mengaburkan esensi utama masalah. Masalah utamanya yaitu perintah Menag agar orang yg berpuasa menghormati yg tidak berpuasa, ini juga logika amburadul. Mungkin maksud yg membuat meme, membandingkan dalam hal aturan toleransi beragama.

J: a. Silahkan dicek langsung ke twitter Menag, apa kalimat dia yang asli (jangan ‘kata orang’); lalu kritisi kesalahannya dimana. Logika amburadulnya dimana? Kalau bicara logika, tidak pakai ‘perasaan’ ya, tanggapi dengan kalimat logis.
b. Apa niat si pembuat meme, bukan urusan saya. Yang saya kritisi, kalimat dalam meme tersebut.

2. T: Jika liburnya bandara di hari raya Nyepi agar tidak merusak ibadah umat Hindu, bagaimana dengan karyawan muslim di hari Id atau Jum’at? Teman saya banyak yang tidak diberi kesempatan libur pada hari dan jam itu, sehingga terpaksa tidak sholat Id dan sholat Jum’at.
J: Ya, ini bisa dibuat analogi yang logis yang sangat layak kita ajukan tuntutan ke pemerintah. Kalau umat Hindu di Bali diberi hak menghentikan segala aktivitas warga di Hari Nyepi, umat Muslim harus diberi hak libur pada Hari Eid, dan diberi kesempatan melaksanakan sholat Jumat.

3. T: Jika pohon natal ibarat baju baru maka pohon natal itu silahkan pajang di rumah ibadah dan tempat yang semestinya, sebagaimana orang muslim memakai baju baru di badannya, tidak dipakaikan ke orang lain yang non muslim. Tapi saya temukan banyak karyawan muslim yang di wajibkan memakai atribut natal saat mereka bekerja, terutama di mall dsb.
J: Saya tidak bilang pohon Natal “ibarat” baju baru; tapi meletakkan keduanya dalam posisi sama-sama “bukan ibadah” melainkan “hiasan”. Kalau pohon Natal di mall dilarang dan hanya boleh dipasang di gereja; berarti Anda terpaksa setuju bila disebutkan “atribut Lebaran di mall dilarang, pasang saja di rumah atau masjid.”

Soal karyawan mall diwajibkan pakai atribut Natal (topi Natal): apakah pakai topi Natal menyebabkan kekafiran? Topi Natal bukan ibadah, sebagaimana baju koko juga bukan ibadah. Itu sama-sama budaya. Orang Nasrani tidak wajib pakai topi Natal, sebagaimana Muslim juga tidak wajib pakai baju koko. Banyak juga non-Muslim di sebuah perusahaan pakai baju koko di hari Raya, misalnya penyiar tivi yang siaran di hari raya. Apa mereka jadi masuk Islam gara-gara pakai baju koko? Ini beda dengan jilbab, yang bernilai ‘ibadah’ (syariat/ wajib bagi Muslimah), sehingga Mall yang mewajibkan karyawatinya buka jilbab layak dituntut melakukan pelanggaran HAM.

4. T: Bukankah warung makan di tempat mayoritas muslim dan berpuasa patut untuk dibatasi kebebasannya, sebagaimana bandara yang ditutup karena ke-mayoritas-an, umat hindu walaupun sedikit memberi beban kepada “minoritas”?
J: Analogi Anda salah, karena perbandingan antara PUASA Ramadhan dan NYEPI tidak setara. Dalam berlogika, definisi itu PENTING. Apa definisi puasa Ramadhan, dan apa definisi Nyepi? Puasa Ramadhan adalah menahan diri dari makan, minum, seks, dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Nyepi adalah berdiam di rumah, tidak melakukan aktivitas apapun. Karena itu, adanya warung yang buka saat Ramadhan tidak membatalkan puasa si Muslim. Sedangkan Nyepi, kalau si Hindu dipaksa bekerja, berarti dia tidak Nyepi lagi. Sehingga wajar kalau Pemda Bali memberikan sejumlah aturan agar ibadah Nyepi bisa dilaksanakan (misal, bandara ditutup; tapi rumah sakit tetap buka). Kalau warga tidak setuju, tentu bisa menggugat ke DPRD, misalnya.

Ini kuliah tambahan dari saya: Logika hanya akan menjadi lurus seandainya persyaratannya terpenuhi, yaitu: premis mayor dan minornya harus benar secara logis. Dalam ilmu mantiq, ini disebut ‘misdaq”.
Premis mayor: setiap hal yang setara bisa dianalogikan (di-qiyas-kan)
Premis minor: A dan B setara
Kesimpulan: A dan B bisa dianalogikan

Nah, kesalahan terbesar dari para FB-er yang mengirim inbox sanggahan ke saya adalah: ‘misdaq’-nya tidak benar (bahkan ada yg mengajak saya mendiskusikan masalah teologis segala, atau melakukan argumentum ad hominem emoticon-Big Grin) sehingga kesimpulan yang diambil juga salah (baca ulang poin 4).

yg lebih parahnya lg ketika ada yg menjadikan nyepi sebagai perbandingan
kalian bilang saat nyepi toh bandara di bali di tutup
kalian tau bedanya puasa & nyepi dimana?
(penjelasan NYEPI sudah dibahas di post 1 diatas)



Analoginya keren bro, seneng bgt nemu orang kek sampeyan yg mau nyempetin diri buat nulis hal yg BENAR, terlepas seperti apa nantinya orang2 berkomentar
,
Setidaknya pribadi seperti agan mau mencoba memperbaiki persepsi orang2 yg selama ini sedikit melenceng, bukan kayak ane yg tetep jadi SR gara2 capek dengerin celotehan orang2 yg punya persepsi sendiri tanpa mau berpikir lagi karena mereka berpikir klo mereka udah yg paling bener...

Gutlak ngejalanin puasanya sampe selesai ya! emoticon-Smilie
0 0
0
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 14:58
analogi yang keren gan..
0 0
0
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 14:58
Quote:Original Posted By khobar.city


Ane kira juga demikian gan... kita doakan saja semoga yg bersangkutan diberikan hidayahnya.. aamiin.


amiin gan, isu ini mh setiap tahun ada terusss, sengaja emang di goreng2 sampe gosong, inti nya si g ush terpancing

tau sendiri kan yg naikin isu ini siapa? org2 yg ngaku2 islam, sama antek JIL, nanti pas natal naik lg isu 'mengucapkan selamat natal bagi muslim' emoticon-Ngakak

yg penting bagi kita g ush terpancing n tercemar dari bacot2 antek JIL gan
0 0
0
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 15:03
yang ceramah di postingan ente ustat Salapi Wahabi!!!!
jangan dengerin gan!!
emoticon-Traveller
Diubah oleh kutil.badak
0 0
0
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 15:10
Ente di satu sisi bilang takut agama ente dijadiin komoditi,,tapi disatu sisi ente gak setuju dengan pandangan hidup ISLAM..

Jadi sebetulnya ente ini Siapa..?
Muslim..? Atau hanya mengaku2 Muslim..?

Besok-besok ente sekalian aj ente bilang klo cewek itu boleh buka aurat didepan umum karena yang otak laki2nya bukan siperempuan yg bukan Aurat..

Atau dalam politik besok ente bilang aja sekalian lebih baik milih pemimpin non muslim tapi bijaksana, daripada milih islam tapi kafir..?

Atau besok2 tinggal ente bilang aj,,
Silahkan aja ada kota pelacuran,,toh iman gw kuat dan tidak melacurkan diri koq..

Lagian yang memaksa untuk menghormati dan dihargai siapa..? Gak ada yang maksa koq,,yang ada WARTEG2 DIPAKSA TUTUP PADA SIANG HARI, DAN BOLEH BUKA KEMBALI MENJELANG JAM BERBUKA..CUMA DIPAKSA TUTUP SIANG HARI...
dan lagian bukannya memang semua orang harusnya saling menghormati dan menghargai..

Yang Namanya Muslim, pasti akan menghargai Agama Lain, tidak akan menyakiti sesama manusia walaupun manusia itu bukan Islam..

Apalagi yg namanya sesama Muslim...
Sesama muslim itu Saudara..
Klo ada orang yg mengaku Islam tetapi masih menyakiti orang lain bukan Agama Islam, berarti dia Bukan Islam dan tidak layak dikatakan MUSLIM..

Klo Ente bukan ISLAM jangan bicara tentang ISLAM didepan publik, jangan menggiring opini, atau berusaha mendoktrinisasi orang dengan analogi agan yang jelas sudah bertentangan dengan Pandangan ISLAM..

Klo Ente gak mau ikut pandangan ISLAM ya gak apa2 gak ada yg maksa..apalagi klo ente bukan beragama ISLAM..

Klo Ente mengaku ISLAM tapi ente gak mau ikit ajaran ISLAM YANG MEMAKSA KEPADA KEBAIKAN, ya berarti ente gak layak disebut MUSLIM..

0 0
0
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 15:12
TS buang buang energi.....orang yg kontra sama ente gak bakal berubah pandangannya cuma karna trit ini walau ampe 500 page....Sikap kita sekarang hasil dari yg kita pelajari dari GURU RIIL kita,bukan GURU INTERNET.

Soal razia warung gak cuma masalah puasa atau gila hormat....banyak sisi lain secara agama yg kalo dikupas gak kelar ampe lebaran.Tergantung pemahaman kita tentang Empat Tingkat Ilmu Tauhid dalam Islam.

Masing masing pihak harusnya berfikirnya gini :

Orang berpuasa : sia sia puasa kita kalo minta dihargai puasa kita.

Orang jualan/tidak puasa : apa salahnya menghargai orang berpuasa.
Diubah oleh sagarmatha08
0 0
0
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 15:16
Trims gan atas pencerahan dan pemikiran dari aganemoticon-Shakehand2
0 0
0
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 15:20
Quote:Original Posted By r4madhan

Lagian yang memaksa untuk menghormati dan dihargai siapa..? Gak ada yang maksa koq,,yang ada WARTEG2 DIPAKSA TUTUP PADA SIANG HARI, DAN BOLEH BUKA KEMBALI MENJELANG JAM BERBUKA..CUMA DIPAKSA TUTUP SIANG HARI...
dan lagian bukannya memang semua orang harusnya saling menghormati dan menghargai..

emoticon-Hammer2

Bikin kalimat benerin dulu blok!

Jangan kontraDICKshit!

Diubah oleh cokelat.lezat
0 0
0
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 15:20
"Innamal a'malu bin niyat''

👍👍👍

emoticon-Cool
0 0
0
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 15:21
gak tahan laper ni ye..emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
0 0
0
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 15:27
0 0
0
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 15:28
Quote:Original Posted By r4madhan
Ente di satu sisi bilang takut agama ente dijadiin komoditi,,tapi disatu sisi ente gak setuju dengan pandangan hidup ISLAM..

Jadi sebetulnya ente ini Siapa..?
Muslim..? Atau hanya mengaku2 Muslim..?

Besok-besok ente sekalian aj ente bilang klo cewek itu boleh buka aurat didepan umum karena yang otak laki2nya bukan siperempuan yg bukan Aurat..

Atau dalam politik besok ente bilang aja sekalian lebih baik milih pemimpin non muslim tapi bijaksana, daripada milih islam tapi kafir..?

Atau besok2 tinggal ente bilang aj,,
Silahkan aja ada kota pelacuran,,toh iman gw kuat dan tidak melacurkan diri koq..

Lagian yang memaksa untuk menghormati dan dihargai siapa..? Gak ada yang maksa koq,,yang ada WARTEG2 DIPAKSA TUTUP PADA SIANG HARI, DAN BOLEH BUKA KEMBALI MENJELANG JAM BERBUKA..CUMA DIPAKSA TUTUP SIANG HARI...
dan lagian bukannya memang semua orang harusnya saling menghormati dan menghargai..

Yang Namanya Muslim, pasti akan menghargai Agama Lain, tidak akan menyakiti sesama manusia walaupun manusia itu bukan Islam..

Apalagi yg namanya sesama Muslim...
Sesama muslim itu Saudara..
Klo ada orang yg mengaku Islam tetapi masih menyakiti orang lain bukan Agama Islam, berarti dia Bukan Islam dan tidak layak dikatakan MUSLIM..

Klo Ente bukan ISLAM jangan bicara tentang ISLAM didepan publik, jangan menggiring opini, atau berusaha mendoktrinisasi orang dengan analogi agan yang jelas sudah bertentangan dengan Pandangan ISLAM..

Klo Ente gak mau ikut pandangan ISLAM ya gak apa2 gak ada yg maksa..apalagi klo ente bukan beragama ISLAM..

Klo Ente mengaku ISLAM tapi ente gak mau ikit ajaran ISLAM YANG MEMAKSA KEPADA KEBAIKAN, ya berarti ente gak layak disebut MUSLIM..



baca lagi post 1 seluruhnya ya jgn cuma baca setengah2
nanya gw muslim apa bukan??

gw balik tanya deh ente meneladani Nabi Muhammad yg rendah hati atau meneladani Fir'aun yg gila hormat *MEMAKSA* minta dihormatin?

lagi2 memakai logika sesat dan ilmu mantiq abu jahal
membandingkan sesuatu yg tidak setara
silahkan baca post 1 okey mas bro...

btw klo udah cape minum aja nih bareng ama kita2 disini ama satpol PP juga mayan loh seger
0 0
0
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 15:30
Quote:Original Posted By kutil.badak
yang ceramah di postingan ente ustat Salapi Wahabi!!!!
jangan dengerin gan!!
emoticon-Traveller


kcwoackowckwockwaocawkcockwaockwaocwakcowackowac

ini pasti ulah konspirasi syiah, JIL, liberal, PKI, antek aseng, tafir, antek mamarika, wahyudi, sionis, konsfirasi illuminasi, freemesen sapi, teh botol sosro, kfc, pizza hut, pepsi, coca-cola, fanta, facebook, twitter, instagram, hamburger dan lain sebagainya"
0 0
0
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 15:32
Quote:Original Posted By deinzerz


Gue cuma minta lu ketik jawaban YA atau TIDAK ? SUSAH AMAT....!!!

soal Ujian anak SD ini mbah....





gw cuma mnta lu baca lg post satu seluruhnya jgn setengah2
dipahami yg bener!!!!!! SUSAH AMAT....!!!

anak SD aja bisa klo cuma baca ini mbah
0 0
0
Nabi Muhammad yg terhormat, Fir'aun yg hina (hubungannya dengan perda Ramadhan)
15-06-2016 15:33
Quote:Original Posted By beruangbengkak


kcwoackowckwockwaocawkcockwaockwaocwakcowackowac

ini pasti ulah konspirasi syiah, JIL, liberal, PKI, antek aseng, tafir, antek mamarika, wahyudi, sionis, konsfirasi illuminasi, freemesen sapi, teh botol sosro, kfc, pizza hut, pepsi, coca-cola, fanta, facebook, twitter, instagram, hamburger dan lain sebagainya"


pertanyaan gw blm dijawab coy....? ngeles aje ...!!
0 0
0
Halaman 8 dari 30
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia