News
Batal
KATEGORI
link has been copied
45
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/573233bda2c06e44108b457d/lagi-lagi-fasis-berkedok-agama
Selamat pagi, siang dan malam. akhir akhir ini PKI jadi perbincangan hangat di kancah negeri tercinta kita , Indonesia. dimulai dari simposium 65 penggalian kembali sejarah tentang tragedi berdarah. kegiatan atau aktivitas positif yang dianggap oleh 'mereka' negatif selalu dibubarkan. acara lady fast di Survive yang isinya screening film, diskusi, workshop dan pameran dibubarkan. screening film di
Lapor Hansip
11-05-2016 02:17

LAGI LAGI! Fasis berkedok agama.

Selamat pagi, siang dan malam.

akhir akhir ini PKI jadi perbincangan hangat di kancah negeri tercinta kita , Indonesia. dimulai dari simposium 65 penggalian kembali sejarah tentang tragedi berdarah. kegiatan atau aktivitas positif yang dianggap oleh 'mereka' negatif selalu dibubarkan. acara lady fast di Survive yang isinya screening film, diskusi, workshop dan pameran dibubarkan. screening film di AJI Yogyakarta dibubarkan. acara tentang Tan malaka, Pekanbaru, sampai dengan tragedi sepeda motor dengan lsm gara gara pin palu arit, dan masih banyak yang lain yang tidak bisa disebutkan.

Yang paling hangat sekarang adalah kegiatan SEKOLAH MARX yang dilaksanakan di kampus ISBI (Institut seni budaya Indonesia) Bandung di bubarkan pula oleh mereka para fasis yang berkedok agama.

kalian bisa menyimak kronologinya.



DAUNJATI MENOLAK INTIMIDASI FPI

Bandung, Daunjati, (10/05) –  Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Daunjati Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung secara berkala mengadakan kegiatan Sekolah Marx dengan tema ‘Memahami Seni Lewat Pemikiran Karl Marx’. Kegiatan tersebut sudah berjalan mulai dari bulan Februari 2016 sampai dengan bulan Mei 2016. Kegiatan Sekolah Marx adalah kegiatan yang diadakan atas persetujuan pihak lembaga ISBI Bandung di bawah Wakil Rektor I (Dr. Benny Yohannes, S.Sn, M.Hum).

Dari tanggal 9 Mei malam, Ketua Pelaksana Sekolah Marx (Hilmie Zein) sudah ditelpon oleh pihak FPI, bertanya soal Sekolah Marx. Ketua pelaksana Sekolah Marx memberitahukan bahwa Sekolah Marx tidak jadi dilaksanakan karena pembicaranya tidak bisa hadir, diundang menjadi pembicara di Universitas California, Amerika Serikat. Mereka tetap tidak percaya, bahwa mereka akan tetap datang dengan mengatasnamakan 11 ormas Islam se-Jawa Barat. Pada pukul 08.00 WIB pihak kepolisian datang ke kampus ISBI Bandung dan menemui pihak lembaga bahwa akan ada ormas FPI datang ke kampus.  Kemudian ormas FPI datang satu persatu ke dalam kampus dan mulai mengadakan dialog dengan pihak lembaga ihwal kegiatan Sekolah Marx.

Pada pukul 11.30-an pihak FPI mulai melakukan dialog dengan pihak LPM Daunjati yang ditemui oleh Mohamad Chandra Irfan (Pemimpin Umum LPM Daunjati ISBI Bandung) dan John Heryanto (Divisi Edukasi LPM Daunjati ISBI Bandung) bahwa kegiatan yang dilakukan LPM Daunjati ISBI Bandung itu akan meruntuhkan NKRI dan anti Pancasila. Mereka bilang sambil sedikit berteriak ‘NKRI harga mati!’, ‘Anda tidak percaya Pancasila!’. Lalu Mohamad Chandra Irfan beradu mulut dengan mereka dengan nada tegas juga bahwa kegiatan Sekolah Marx sama sekali tidak mengorder gerakan politik, tapi betul-betul sebagai sebuah gerakan mengorder ilmu pengetahuan.

Selepas itu salah seorang dari anggota Ormas FPI yang memakai peci putih menghampiri kami sambil berteriak ‘geus bubarkeun we!  (sudah bubarkan saja!)’, disusul dengan teriakannya, ‘kalian PKI !’ Lalu Mohamad Chandra Irfan membalas teriakan tersebut dengan teriakan pula, ‘siapa yang PKI? Anda jangan menuduh orang seenaknya! Saya Islam!’. Orang yang berpeci putih itu pun teriak kembali, ‘kaluar maneh ti dieu! (keluar Anda dari sini!). Chandra pun membalas teriakan tersebut, ‘Anda siapa? Mengusir orang seenaknya! Saya anak kampus ini! Anda yang harusnya keluar dari tempat ini! Saya mau keluar kampus ini kalau pihak kampus yang menyuruh keluar, saya akan keluar, itu pun kalau saya punya masalah!’. Selepas itu pihak kepolisian bicara ke Chandra, ‘sudah sekarang lebih baik mahasiswa keluar!’, lalu dibalas sama Chandra, ‘keluar ke mana? Saya anak kampus ini, masa saya harus keluar?’. Polisi pun kikuk lalu bertanya lagi, ‘ya sudah sekarang kalian semua masuk dulu ke dalam!’, Chandra pun membalasnya lagi, ‘ke dalam ke mana? Saya ini sudah di dalam kampus!’.

Pihak Ormas FPI masih berjubel di depan kantor Bagian Akademik Kemahasiswaan dan kantor LPM Daunjati ISBI Bandung, setelah itu pihak Daunjati dipanggil oleh pihak Lembaga untuk membicarakan persoalan kegiatan Sekolah Marx.  Kata lembaga, ‘kegiatan ini akan diberhentikan, dengan strategi agar masa FPI bisa bubar”, kemudian Chandra bicara, ‘silahkan, ini kita sudah kalah 1-0 di hadapan Ormas, kampus sudah didatangi Ormas, tapi secara sikap, LPM Daunjati tidak membubarkan/memberhentikan kegitan Sekolah Marx! Kami tidak akan mengeluarkan pernyataan bahwa kegiatan Sekolah Marx dibubarkan!”.

Pihak kampus kemudian memberikan surat pernyataan pemberhentian kegiatan Sekolah Marx kepada pihak ormas FPI. Selepas itu FPI membacakan surat pernyataan dari kampus yang ditandatangani Dr. Suhendi Afriyanto (Wakil Rektor 3, bidang Kerjasama), kemudian mereka berteriak takbir, sambil juga diakhiri dengan kalimat ‘kadieu anjing!’. Mahasiswa ISBI Bandung, tidak hanya anggota LPM Daunjati, dipimpin oleh John Heryanto, Mohamad Chandra Irfan, Iwan Setiawan, berteriak “Hidup mahasiswa!”. Kejadian pun menjadi chaos, saling berteriak dan adu mulut, saling dorong-mendorong juga.

Setelah itu masa FPI pun membubarkan diri satu persatu, sambil menunggu kedatangan Mohamad Chandra Irfan dan John Heryanto yang sudah diamankan teman-teman mahasiswa. Ormas FPI mengendus mereka berdualah sebagai pimpinan masa mahasiswa.

Atas kejadian ini kami dari LPM Daunjati ISBI Bandung menyatakan sikap:
1.    Mengutuk keras tindakan represi yang dilakukan oleh ormas FPI
2. Menyayangkan sikap lembaga ISBI Bandung yang tidak bisa memertahankan kebebasan Mimbar Akademik di dalam kampus itu sendiri
3.  Menyayangkan tindakan Polisi yang tidak bisa mencegah terjadinya aksi represi yang dilakukan oleh Ormas FPI yang datang dari luar kampus

LPM Daunjati ISBI Bandung adalah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ISBI Bandung yang bergerak di bidang jurnalistik, sastra, filsafat, dan budaya. Berdiri tahun 2008 dengan pendiri yang masih aktif Semi Ikra Anggara dan Taufik Darwis. Daunjati kerap melakukan kegiatan yang berhubungan dengan diskusi, workshop, seminar dan pemutaran film. Kami terhimpun dalam Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung (FKPMB). [LPM Daunjati ISBI Bandung]
LAGI LAGI! Fasis berkedok agama.



sumber : http://www.daunjationline.com/2016/0...mdasi-fpi.html


maaf penyusunan kurang rapih. hanya mengingatkan. mari kita lawan fasis yang berkedok agama. karena fasis yang baik adalah fasis yang mati.


nb: "lawan" = anda pintar gunakan otak anda
Diubah oleh pararupaluka
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 3 dari 3
LAGI LAGI! Fasis berkedok agama.
20-05-2016 11:21
Quote:Original Posted By pararupaluka
pertama ane bukan pki, kedua trit ane bukan tentang pki.

yang ane tau berdasarkan narasumber eks pki, visimisinya ga beda persis kaya marx, yang anti class, equality persamaan hak, terutama bagi kaum petani dan buruh. tapi pki di Indon tidak lepas dari pancasila. pki di Indonesia menyusung pada sila ke lima.
agan bisa baca lebih lanjut di buku ; di bawah bendera revolusi, atau buku nasionalis, islamisme dan komunis: buku ini seperti di film garin nugroho yg judulnya guru besar tjokroaminoto. murid beliau ada 3 salah satunya soekaeno gan, dua sisanya yg tadi ane bilang tentang buku itu.



tapi itu adalah asumsi ane, karena setiap asumsi adalah subyektif. tinggal agan aja yang yakin pada kiblat apa.
di tambah, sebarkan info yang agan punya. karena TS sejujurnya bukan makhluk yang sempurna, emoticon-Smilie


ideologi agan klo bukan pki, terus apa ya?
0 0
0
LAGI LAGI! Fasis berkedok agama.
20-05-2016 14:38
Quote:Original Posted By pararupaluka
ada fasenya, si a mencap si b buruk tapi si b sebaliknya. ada kebaikan karena ada keburukan maksud ane gitu. ga ada akibat kalo ga ada sebab. toh semua orang menilai hal ini subyektif.


ada kebaikan karena ada baik. keburukan ada karena buruk. jangan dicampur. orang menganggap baik dan buruk satu hal yang sama, atau berdampingan.
tidak! semua hal itu baik. buruk itu kegiatannya. bukan halnya.
sebab dan akibat semua baik.
0 0
0
LAGI LAGI! Fasis berkedok agama.
21-05-2016 21:39
Semoga negara kita aman.
0 0
0
LAGI LAGI! Fasis berkedok agama.
22-05-2016 13:12
babat abz yg mulai bangkitin PKI LAGI LAGI! Fasis berkedok agama.
0 0
0
LAGI LAGI! Fasis berkedok agama.
23-05-2016 20:46
Quote:Original Posted By pararupaluka



kalo bangkit pki bangkit lagi sih sedikit kemungkinannya, karena pki sudah di cap negatif dan hal itu puluhan tahun sudah jadi stigma di masyarakat Indonesia.
Revolusi mental? apakah revolusi mental positif atau negatif? apakah pki itu positif atau negatif? apakah komunis itu positif atau negatif? apa komunis di Indonesia sa persis dg komunis China dan Korut?

bagiku masalah positif dan negatif sama halnya dengan baik dan buruk, karena jika baik dan buruk ciptaan Tuhan, maka baik dan buruk selalu berjalan dijalanNya.


Maaf gan apa anda seorang muslim?
terus kenapa harus ajaran karl marx yg dibahas di acara tersebut jika tidak ada tujuan tertentu? emang ngga ada yg lain misalnya mebahas ajaran nabi muhammad kenapa bisa menjadi yg terbesar di dunia?
masalah positif dan negatif itu relatip gan tergantung parameter yg agan pake yg mana, bisa bedasarakan pemahaman atau ajaran bahakan bisa menurut hawa nafsu sendiri, agan pake parameter yg mana?
semua yg ada di dunia ini hakul yakin ciptaan tuhan...namun tuhan yg mana gan?
MAAF DALAM SEJARAH INDONESIA DULU PKI/KOMUNIS MEMANG BIADAB apalagi TERHADAP MUSLIM.
karena pemahaman komunis(KARL MARK) akan sangat bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW(ISLAM)emoticon-Blue Guy Peace
emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace
0 0
0
Halaman 3 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia