alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
2354
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/573370ce96bde6f9788b4569/kembalilah-tak-terungkap--ketulusan-cinta-para-bidadari--r-17
Cinta adalah saat kita menginginkan orang yang kita cintai bahagia. Tidak peduli seberapa sakitnya kita dibuatnya karena ketulusan yang akan mengobati semua sakit.
Lapor Hansip
12-05-2016 00:50

Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17

Past Hot Thread
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17

Quote:
MAIN STORY UPDATE
18.9 (EP300) 29/08/2019

CATATAN HARIAN FELA
Selir Hati 05/10/2018


Silakan add Line ID cautheliaatau aluna.amelia untuk kabar terbaru dari thread ini, terima kasih.





Apa kau percaya dengan Hukum Kekekalan Energi?
Kalau aku percaya dengan Hukum Kekekalan Cinta.
Bahwa Cinta itu tidak dapat dibuat atau dimusnahkan.
Tetapi hanya berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.
Itulah cinta yang kupercaya.

Ini adalah kisah nyata tentang mereka.
Tentang semua cinta yang tak terbalas.
Tentang semua rasa yang tak terungkap.
Yang terukir indah dalam 874 lembar buku harianku sejak SMA.
Ditambah 101 halaman dari kisahku yang hilang bersama seseorang.
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17

Maka, saat kau bertanya, mengapa kau masih ingat?
Buku harianku yang mengingatkanku.
Disana tertulis nama lengkap mereka.
Disana tertulis semua perkataan antara aku dan mereka
Disana tertulis semua proses pendewasaanku.

Ini kisah nyata.
Buku harian 975 lembar letter size itu saksi sejarahnya.
Ditulis dengan font Times New Roman 10 Pt.
Dan akan kutulis ulang semuanya untuk kalian.
Bidadari yang pernah datang mengisi hariku.
Bidadari yang mendewasakanku.



Orang bilang, jatuh cinta itu menyenangkan.
Aku mengakui itu, sepanjang aku jatuh cinta, rasanya menyenangkan.

Tetapi orang juga bilang, jatuh cinta itu menyakitkan.
Entah, tetapi aku tidak pernah setuju dengan frasa bahwa cinta itu menyakitkan.

Cinta adalah saat kita menginginkan orang yang kita cintai bahagia.
Tidak peduli seberapa sakitnya kita dibuatnya.
Karena ketulusan yang akan mengobati semua sakit.
Di atas senyum bahagia, dia yang kita cintai.

Namum, apabila ada banyak hati yang saling mencinta.
Apakah akan berakhir bencana?
Ataukah ketulusan yang akan menyembukan mereka.
Ini kisah tentang mereka.

Bidadari sempurna yang hadir dalam hidupku.



Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari


Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17



MAKLUMAT

Cerita ini berdasarkan kisah nyata, nama karakter disamarkan sesuai dengan kebutuhan untuk melindungi privasi dari tokoh yang ada di dalam cerita ini. Dan cerita ini sebisa mungkin menggunakan kaedah sastra secara teknis, sehingga akan dibutuhkan waktu yang lama untuk dicerna.

Rating dalam cerita ini adalah R-17, dengan kata lain, cerita ini mengandung bahasa yang kasar dan juga isi cerita yang hanya sesuai untuk usia 17 tahun atau di atasnya, dan atau usia di bawahnya dengan bimbingan orang yang lebih dewasa.

Perlu diingat, rating Restricted tidak serta merta hanya mengacu kepada konten cerita yang mengandung adegan dewasa, belajar dari cerita sebelumnya, saya selaku author akan meminimalisir cerita dengan adegan dewasa di thread ini. Restricted di sini mengacu kepada kompleksitas cerita yang akan mempengaruhi ideologi pada pembaca, khususnya remaja yang memiliki usia di bawah 17 tahun.

Penggunaan bahasa yang tidak pantas, serta adegan yang penuh dengan konspirasi dan atau tindakan kejahatan juga menjadi pertimbangan saya untuk tetap mempertahankan rating Restricted di dalam cerita ini, jadi terlebih dahulu harus dipahami mengapa saya tetap menggunakan rating R-17 pada cerita ini, dan bukan serta merta karena adanya adegan yang kurang pantas di sini.

Mohon untuk pembaca memahami bahwa tidak semua adagan dalam cerita ini bisa dicontoh, ditiru, dan atau diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih untuk material yang hanya boleh dilakukan untuk pasangan pernikahan yang sah. Pembaca dimohon untuk mengambil hikmah dari cerita ini sebaik-baiknya.

Kritik dan saran dari pembaca sangatlah saya harapkan, dan mohon maaf apabila banyak tulisan dari karya saya yang masih jauh menyimpang dari Sastra Indonesia. Saya mohon koreksinya dari pembaca, karena saya ingin tetap mempertahankan kaedah menulis Sastra, bukan asal cerita.

Demikian maklumat dari saya, Terima Kasih.


Quote:
Peraturan di Thread ini

  1. Mohon diperhatikan untuk membaca dan memahami peraturan ini sebelum melakukan reply post Peraturan Pertama, Peraturan Kedua, dan Peraturan Ketiga.
  2. Dilarang keras untuk melakukan posting yang bersifat SARA dan yang menyinggung Kaskuser lainnya, sanksi delete apabila dilakukan pertama kali, dan sanksi banned apabila diulang sampai tiga kali.
  3. Dimohon dengan sangat untuk tidak melakukan postingan OOT, One Liner dan atau yang bersifat Junk lainnya, sanksi delete apabila dilakukan pertama kali, dan sanksi banned apabila diulang sampai tiga kali, minimum posting harus 8 kata.
  4. Apabila ada pertanyaan mengenai thread yang tidak harus ditanyakan di thread, bisa add Line cauthelia untuk pertanyaan OOT yang bersifat pribadi dan atau tidak ada sangkut pautnya dengan thread.



Quote:
Tanya Jawab Umum

T: Apakah ini kisah nyata?
J: Kisah ini berdasarkan kisah nyata, berasal dari jurnal yang saya tulis sendiri setiap malam sebelum tidur, tanpa ada penambahan dan pengurangan. Saya hanya melakukan modifikasi pada timeframe, itu pun tidak semua. Tentu saja ada maksud dan tujuan saya melakukan hal tersebut.

T: Saya tidak yakin ini asli, pasti fiksi atau ada dramatisasi supaya seru?
J: Apabila Anda menganggap ini karya fiksi, itu kembali kepada Anda, tidak masalah Anda ingin menganggap kisah ini fiksi dan atau layaknya sebuah sinetron kejar tayang setiap hari.

T: Apakah nama karakter yang digunakan adalah nama yang sebenarnya?
J: Tentu saja tidak, untuk nama saya samarkan jauh dari nama aslinya. Meskipun beberapa tokoh utama muncul di sini, tetapi kami tetap menjaga privasi kami.

T: Muncul di thread?
J: Tentu saja, Anda dapat berinteraksi langsung dengan Cauthelia Nandya (deesanti) dan Aluna Amelia (ms.mriva) mereka juga akan memposting update main story atau side story.

T: Saya penasaran dengan karakter di sini, bolehkah gan?
J: Silakan, tidak masalah tanya saja sesuka pembaca, kalau sekiranya hal tersebut sudah mengganggu privasi saya, atau tokoh lainnya, kami berhak tidak menjawabnya.

T: Bagaimana status cerita ini?
J: Ongoing project, diupdate setiap hari, saya menjamin bahwa thread akan diupdate setiap hari.

T: Jam berapa jadwal update-nya gan?
J: Tentative, tergantung dari jadwal dan kesibukan saya dan Editor, dalam hal ini semua bidadari yang hadir dalam hidup saya adalah editor saya.


Quote:



Quote:



Music and Drum by Tama
Lead Guitar by Riswan
Rhytm Guitar by Dimas
Bass by Apri
Vocal by Billy

Kembalilah kau kepadaku di sini
Kenang kembali kisah manis yang telah pergi
Kan kurangkai kata indah yang tak sempat terungkap
Saat berbagi rasa ingin memiliki dirimu



Quote:


Music and Drum by Tama
Lead Guitar by Riswan
Rhytm Guitar by Dimas
Bass by Apri
Vocal by Billy



Music, Vocal, and Drum by Tama
Lead Guitar by Riswan
Rhytm Guitar by Rian
Bass by Apri




OVERTURE


     Selamat pagi rekan-rekan Kaskuser, khususnya di Sub-Forum Story from the Heart, perkenalkan, saya Faristama Aldirch, selaku Nubie SR di sini untuk berbagi kisah. Sebelumnya pasti rekan-rekan semua tahu apa alasan saya menggunakan User ID m60e38, tentunya ada hubungannya antara mesin BMW M60 dan sasis BMW E38.

     Tentu saja, cerita ini berawal dari saya yang jatuh cinta kepada Aerish Rivier, menyatakan cinta kepada gadis itu, dan membuat saya menanti akan sebuah balasan yang tak berujung. Menutup hati dari banyak hati yang berusaha mengisi hati saya dan berusaha tak acuh dengan apa yang saya alami sendiri. Hingga pada akhirnya banyak hal yang terlewatkan hingga semuanya menjadi satu.

     Tetapi, hal tersebut tidak pernah disadari oleh saya, Cauthelia Nandya datang dengan membawa cinta dan keikhlasan yang begitu luar biasa, tertuang dalam diary-nya sejak tahun 2002. Nadine Helvelina datang dengan cinta dan ketulusan yang tidak pernah bisa diragukan. Shinta Adinda yang menjadi sahabat terbaik saya juga datang dengan ketulusan yang benar-benar membuat saya berpikir tidak akan meninggalkannya.

     Arteana Andrianti, seorang Guru penjaga UKS yang merasakan bahwa saya adalah laki-laki yang telah menyelamatkannya di satu peristiwa pada pertengahan 2006. Hingga Aluna Amelia, gadis berdarah Oriental yang begitu cantik, mempercayakan segala perasaannya kepada saya atas semua apa yang pernah saya lakukan kepadanya.

     Ketulusan mereka semua sudah tidak mungkin diragukan lagi, apapun mereka lakukan bukan serta merta menginginkan saya bahagia, tetapi ingin yang lainnya bahagia. Memang ini terlihat menyenangkan, dicintai banyak wanita sekaligus, dan mereka terlihat begitu akrab dan juga akur satu sama lainnya, padahal hal tersebut benar-benar menjadi sebuah beban yang begitu luar biasa untuk saya.

     Semenjak kedatangan Erik di kehidupan saya, semuanya mulai terasa begitu berat, dengan anak buahnya, ia berusaha untuk mendekati satu per satu bidadari untuk sekadar mengancam saya, atau mungkin melakukan hal yang buruk kepada mereka. Hal tersebut membuat saya benar-benar was-was, terlebih saat ini saya tidak bisa tenang karena Cauthelia tidak bisa dihubungi.

     Satu persatu masalah muncul dan semuanya bermuara ke satu nama, yaitu Markus, siapakah orang itu? Entahlah, hanya Sang Jabbar yang tahu siapakah Markus itu, yang pasti semenjak kedatangan Nancy malam itu, setidaknya selain hengkangnya Erik perlahan dari kehidupan saya, muncul aliansi baru yang akan membantu saya mengungkap siapa dan apa tujuan Markus sebenarnya.

     Semoga cerita ini bisa menjadi salah satu kawan di kala senggang untuk rekan-rekan Kaskuser yang senang membaca cerita dengan format baku seperti yang saya suguhkan. Tidak perlu banyak kata-kata dalam pembukaan ini, saya akan melanjutkannya pada kisah yang akan saya tulis dengan format yang sama seperti cerita saya sebelumnya. Atas perhatian dan kerjasama Anda, saya mengucapkan Terima Kasih.

Quote:
INDEKS CERITA


Quote:


Quote:


Quote:
BAB 18: TENTANG SEBUAH NAMA: TALITA

| 18.1 (EP292) | 18.2 (EP293) | 18.3 (EP294) | 18.4 (EP295) |
| 18.5 (EP296) | 18.6 (EP297) | 18.7 (EP298) | 18.8 (EP299) |
| 18.9 (EP300) NEW UPDATE! |


Polling
95 Suara
Siapa Karakter Perempuan Favorit Reader dalam Cerita Ini? 
Diubah oleh m60e38
profile-picture
profile-picture
profile-picture
just.endra dan 15 lainnya memberi reputasi
14
Halaman 1 dari 119
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 00:53
SIDE STORY INDEX


Quote:
ARTEANA ANDRIANTI

| Teana 1 | Teana 2 | Teana 3 | Teana 4 |
| Teana 5 | Teana 6 | Teana 7 | Teana 8 |
| Teana 9 |

| Teana 10 | Teana 11 | Teana 12 |


Quote:


Quote:
FELA NAMIRA

| A Prelude to Fela |
| Fela 1 | Fela 2 | Fela 3 | Fela 4 | Fela 5 |

Diubah oleh m60e38
1 0
1
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 00:54

Buat indeks,, dibooking dlu yaaah. .
emoticon-Malu
0 0
0
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 00:56
wah dah ada lanjutan ceritanya..
keep update mas tama
Diubah oleh landaklaut
0 0
0
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 00:58
Reservasi dl. Buat update dkk. emoticon-Malu
0 0
0
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 01:44
Quote:
INDEX SIDE STORY



Quote:
ANNEX 1: SIDE STORY (SPOILER WARNING)


Quote:
BAB 1.1: PERTEMUAN
| 1.1.1 | 1.1.2 | 1.1.3 |1.1.4 |


Quote:
BAB 1.2: PERJALANAN
| 1.2.1 |

Continue later


Quote:
BAB 1.3: SEBUAH KISAH DI ATAS GAUGE 1,067 MM (A TRIBUTE TO MILA)
| 1.3.1 | 1.3.2 | 1.3.3 |


Quote:
KEMBALILAH (TAK TERUNGKAP)


Quote:
BAB 1.4: TEANA
| 1.4.1 | 1.4.2 | 1.4.3 | 1.4.4 |
| 1.4.5 | 1.4.6 |

| 1.4.7 | 1.4.8 | 1.4.9 | 1.4.10 |
| 1.4.11 | 1.4.12 | 1.4.13 | 1.4.14 NEW UPDATE! |


Quote:
BAB 1.5: SHINTA
| 1.5.1 | 1.5.2 | 1.5.3 |
| 1.5.4 | 1.5.5 | 1.5.6 |


Quote:
BAB 1.6: ALUNA
| 1.6.1 | 1.6.2 | 1.6.3 | 1.6.4 |
| 1.6.5 | 1.6.6 NEW UPDATE! |




Quote:

ANNEX 2: THE CHRONICLES OF NADINE


Quote:

BAB 2.1: PENJELASAN NADINE (IMPORTANT!)
|Bagian 11(2.1.1) IMPORTANT! | Bagian 12 (2.1.2) IMPORTANT! |


Quote:
BAB 2.2: A NIGHT WITH TAMA
| 2.2.1 | 2.2.2 | 2.2.3 | 2.2.4 |
| 2.2.5 |




Quote:
BAB 3.1: A TALE OF FARISTAMA
| 2.9.1 | 2.9.2 | 2.9.3 | 2.9.4 |
| 2.9.5 | 2.9.6 | 2.9.7 | 2.9.8 |


Quote:
BAB 3.2: KETIKA MALAM SELIMUTI BUKIT
| 2.10.1 | 2.10.2 | 2.10.3 | 2.10.4 |
| 2.10.5 | 2.10.6 | 2.10.7 NEW UPDATE! |



Quote:
MY NOTES ABOUT THEM

A Confession by Faristama Aldrich
A Confession - an dara cuid by Faristama Aldrich


Quote:
MY ANGEL'S NOTES

Fur Tam by Nadine (helvelina)
Terima Kasih Cinta by Nadine (helvelina) NEW UPDATE

Diubah oleh m60e38
1 0
1
Lihat 1 balasan
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 01:53
sudah bisa mas. . .yang tautan panjenengan pasang di thread pertama masuk ke mercusuar soalnya. . .oya kalo untuk minta full pdf kira2 syaratnya apa ya??maaf saya baru mengikuti thread panjenengan semua saat sudah akhir 2015. . .

wuiihhhh. . .ada nama baru lagi itu di poll. . .
Diubah oleh mud.wrestler
0 0
0
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 02:18
duduk bersila.. menunggu apdet kakak emoticon-Betty
0 0
0
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 02:41
lho ini reborn atau lanjutan cerita yg lama ya ?

0 0
0
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 04:40
Lanjut lagi ceritanya emoticon-Matabelo

Setting waktu pas kuliah or pas kerja nih gan Tama ???

Btw tokoh Talita dah ada apa belum yg di cerita pertama gan??

Tokoh aluna kan kaskuser jga emoticon-Shutup , ko ga reservasi pejwan for side story emoticon-Malu
Diubah oleh redstone.rs1
0 0
0
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 04:59
SR ikutan pidah patok dulu gan tama..
balik lagi ke pojokan.. emoticon-Ngacir emoticon-Ngacir
0 0
0
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 05:11
hai ka tama, tdk terasa perjalanan ceritanya udah masuk sekuel ke dua. selalu menunggu update, karna di balik part² cerita ada banyak nilai² yg bisa saya ambil di kehidupan emoticon-Smilie
izin menyimak emoticon-shakehand
0 0
0
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 05:19
masih banyak kavling kosong kan di sini? mau ngontrak emoticon-Shakehand2

akhirnya dapet pejwan di sekuel ke-2emoticon-Selamat
0 0
0
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 05:22
ngikutin lagi ceritanya..biar banyak belajar tentang ketulusan cinta..hihihi..
iya nih, ada nama baru di poll..penasaran sama cerita serunya..
0 0
0
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 05:32
Wiiih udh ada lanjutannya lagi emoticon-Matabelo
0 0
0
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 06:11
BIDADARI TANPA SAYAP (BAGIAN 1)


      Bidadari, apa definisi kalian untuk kata-kata di awal paragraf ini? Seorang wanita cantik dengan senyuman yang sangat menawan, sorot mata yang teduh menyejukkan, lisan yang begitu santun terjaga, lekukan tubuh yang begitu sempurna, namun di atas itu semua, ada hati yang sangat putih dan bersih. Hati yang begitu tulus dan ikhlas memberikan segalanya, dan menurutku itulah bidadari.

      Bidadari, terkadang manusia melihat sosoknya yang hanya digambarkan dengan wanita dengan paras cantik dan sempurna, terlihat begitu menarik mata yang seringkali mengubah perasaan siapapun yang memandangnya. Siapapun selalu ingin menjadi pendamping bidadari tersebut, seseorang dengan paras sempurna nan elok sehingga terasa tidak bosan ketika memandangnya.

      Esensinya bukan di sana, karena yang pantas disebut bidadari dalam bentuk manusia adalah bukan orang yang cantik dan menawan setiap mata yang memandangnya, tetapi wanita yang memiliki ketulusan cinta yang tidak terbatas, memberikan segenap perasaan cinta hanya kepada orang yang ia sayangi dan cintai, dan menjadi Istri yang akan penurut kepada Suami mereka kelak, dan itulah bidadari.

      Hati yang tulus dan ikhlas akan menjadikan seorang wanita bagaikan bidadari, kelembutan lisan yang selalu terjaga, tingkah lakunya yang selalu santun, dan juga pandangan yang selalu meneduhkan, mengalahkan segala emosi yang tercipta, sehingga datang kedamaian yang begitu terasa indah nan menentramkan, sehingga menyingkirkan segala perasaan amarah dan gundah yang melanda jiwa.

      Mereka semua, para bidadari yang benar-benar menjaga hatiku, wanita-wanita terindah yang pernah hadir dan selalu ada di saat kapanpun aku membutuhkan mereka. Bukan kehadiran raga mereka yang kunantikan, tetapi sekadar kehangatan cinta yang selalu menyelimuti jiwaku, begitu lembut menyetuh tiap-tiap relung hatiku yang terdalam. Mereka adalah bidadari tak bersayap yang datang ke dalam hidupku dengan penuh perhatian dan juga kasih sayang.

      Jam 0400, seperti biasa aku terbangun dari tidurku yang begitu lelap malam ini, saat kubuka kedua mata ini rasanya begitu damai tanpa ada yang menggangguku di kamarku sendiri. Sebuah ketenangan yang begitu kurindukan sudah sejak sekian lama. Aku menghela napas menikmati betapa tenangnya tidurku malam tadi, seraya aku menegakkan tubuhku untuk bangun dari tidur.

      Setelah aku mengerjakan segala kewajiban pagi, tiba-tiba bayang-bayang tentang dosaku yang begitu banyak langsung menghujaniku dengan ketakutan-ketakutan akan apa yang telah kulakukan bersama mereka, apakah mereka juga merasakan ketakutan seperti apa yang kutakutkan? Hatiku bertanya-tanya seraya memanjatkan doa kepada Sang Jabbar, pemilik jiwa dan raga ini.

      “Kak,” panggil suara Bundaku dari luar pintu seraya aku memandang ke arah pintu saat itu.

      “Iya Bun,” sahutku lalu membuka pintu.

      “Ada tamu tuh,” ujarnya lalu tersenyum.

     “Tamu?” tanyaku keheranan, “jam setengah lima gini siapa?” tanyaku keheranan

     “Gak tahu tuh siapa,” ujar Bundaku, ia tertawa kecil ketika memandangku, ia lalu berjalan ke arah kamarku dan duduk di tepian ranjang.

      “Kamu udah gede ya sekarang,” ujar Bundaku sembari tersenyum ke arahku, aku hanya terdiam melihat tatapan teduh Bundaku itu, aku berjalan pelan dan duduk di sebelahnya, dengan hangat ia merangkulku.

      “Kamu tahu kan, kalo kamu udah berani nyatain cinta, berarti kamu harus siap atas semua tanggung jawabnya?” tanya Bundaku pelan.

      “Iya Bun, terlebih kemarin udah banyak yang aku pelajari,” ujarku pelan.

      “Pas waktu jaman Bunda masih pacaran sama Ayah, malah Bunda yang pacarnya banyak,” ujar Bundaku lalu tertawa kecil.

     “Pantes nurun ke anaknya,” ujarku datar.

      “Tapi ya paling setia ya sama Ayah kamu,” ujar Bundaku lagi, “karena kita sama-sama tahu, makanya kita berusaha buat bijak hadepin kamu,” ujar Bundaku lalu mencium keningku dengan hangat.

     “Bunda sama Ayah mau pergi lagi?” tanyaku pelan.

     “Mungkin nanti malem, tahu sendiri Adek kamu gimana,” ujar Bundaku pelan.

      “Makasih juga udah ambilin rapor buat Luna,” ujarku pelan, Bundaku hanya tersenyum.

     “Dia juga tulus loh Kak,” ujar Bundaku.

     “Wajar Bun, tahu kan ceritanya dia gimana?” tanyaku pelan.

     Ia mengangguk, “justru itu selain Elya, kok kenapa Bunda sayang banget ya sama Aluna,” ujar Bundaku pelan, “pernah dia cerita sama kita sampe nangis-nangis, Bunda terenyuh banget,” ujar Bundaku lalu memandangku.

      “Kapan?” tanyaku pelan.

      “Ya pas dia tinggal di sini,” ujar Bundaku pelan.

      “Lagian Luna tinggal di sini juga kan?” tanya Bundaku pelan.

      “Eh maksudnya?” deg, seketika detak jantungku berdetak makin kencang.

      “Ya selama kita ke Sidoarjo kemaren, pas lagi ulangan,” ujar Bundaku, “Bunda tahu kok kalo Luna ke sini,” ujar Bundaku pelan, aku hanya menghela napas dan terdiam, “cintanya Luna itu udah sama, selevel sama semua cewek kamu,” ujar Bundaku.

      “Tama,” panggil suara itu dari bibir pintu yang tengah terbuka ini.

      “Luna?” seakan tidak percaya dengan apa yang kulihat saat ini.

      “Kok pagi bener?” tanyaku keheranan.

      Saat itu seseorang muncul dari belakangnya, gadis mungil dengan kacamata full frame yang selalu menemaninya kemanapun ia pergi, “Tama,” panggilnya manja.

      “Tumben pagi bener?” tanyaku dengan pertanyaan yang sama.

      “Mau jalan pagi ke Ancol, kan kamu udah janji,” ujarnya pelan.

     “Iya, aku yang janji waktu itu,” ujarku pelan, mereka berdua kemudian mengangguk-angguk.

      “Cepetan gih siap-siap,” ujar Bundaku pelan, sementara aku hanya memperhatikan pakaian yang mereka berdua kenakan dengan menggelengkan kepalaku.

      “Ya kali gak usah pake baju begitu,” ujarku datar, sementara mereka berdua hanya tertawa kecil saat ini.

      Nadine mengenakan celana pendek yang hanya menutupi setengah pahanya, sementara bajunya ia mengenakan tank top berwarna tosca dengan cardigan warna putih, rambutnya dibiarkan tergerai karena memang tidak terlalu panjang, hanya mengenakan bandana berwarna ungu dengan aksen pita di sebelah kanannya, terlihat begitu menggemaskan pada pagi itu.

      Aluna mengenakan celana pendek yang bahkan lebih pendek dari celana yang dikenakan Nadine, sementara bajunya mengenakan kaus ketat berwarna putih dengan lengan pendek, atau istilahnya jangkis, dan juga kerah yang relatif rendah, sukses mempertontonkan sedikit cleavage miliknya yang terlihat menggoda. Rambutnya diikat tinggi sehingga memperlihatkan tengkuknya yang begitu bersih itu, aku hanya menghela napas melihat pakaian yang dikenakan oleh kedua wanita itu.

      “Ya kali gak bisa pake baju beneran dikit?” tanyaku setengah protes.

      “Ah biarin aja ah,” ujar Nadine, lalu mereka berdua terkekeh dan disambut dengan tawa kecil dari Bundaku.

      “Yaudah kamu sekarang siap-siap Kak,” ujar Bundaku lalu memandang kedua gadis itu.

      “Cantiknya kalian,” ujar Bundaku lalu tersenyum, “mau-maunya sama Tama yang jelek gitu,” ujarnya lagi, mencoba meledekku.

      “Aku nyaman sama Tama,” ujar Aluna dengan wajah memerah, “entah, tapi aku bener-bener ngerasa bahagia pas ada deket dia,” ujarnya lagi.

      “Terus baik lagi,” ujar Nadine menambahkan.

      “Jadi kalo pas Tama nyebelin gak bikin bahagia, terus jadi jahat, cintanya ilang dong?” tanya Bundaku, aku mengerti maksudnya.

      Lalu mereka berdua menggeleng pasti, “cinta kan bukan cuma begitu Bun,” ujar Nadine, “tapi gimana kita ngelakuin apapun yang pasangan kita inginkan tanpa diminta, dan kita bahagia ngelakuin itu,” ujar Nadine lagi.

      “Udah pada gede nih ceritanya,” ujar Bundaku lalu tersenyum, mereka lalu memandangku.

      “Tama yang ngajarin,” ujar Aluna pelan.

      Saat itu seseorang datang dari belakang mereka, “pada ngobrol gak ngajak-ngajak ya,” ujar Shinta lalu berusaha untuk masuk ke dalam kamarku, dan saat itu aku tertegun melihat wanita itu.

      “Tata,” panggilku pelan, ia hanya tersenyum memandangku.

      Shinta, rambut panjang bergelombangnya dibiarkan terurai indah, ia mengenakan celana yang sama pendeknya dengan Aluna, warnanya putih dengan aksen kuning, sementara ia mengenakan tank top berwarna pink tanpa cardigan, jelas Shinta yang paling menawan dengan rambutnya saat itu. Aku hanya menghela napas memandang ketiga wanita itu, seraya menggelengkan kepalaku.

      Bundaku memimpin langkah untuk mengajak ketiganya turun, aku hanya melihat mereka tersenyum seraya melambaikan tangan mereka satu per satu ketika mereka bertolak dari kamarku. Kuhela napas begitu panjang seraya memandang ke arah jendela, Sol bahkan masih malu-malu menampakkan dirinya, ini masih sangat pagi tetapi ketiganya sudah tiba di sini, hati seperti apa yang mereka miliki? Setidaknya itu yang terus terngiang di kepalaku sejalan dengan aku berganti pakaian, dan melangkahkan kakiku menuju ke lantai bawah.

      Jam 0530, setelah sarapan pagi sederhana dan berpamitan kepada kedua orangtuaku, kami pun bertolak menuju Ancol dengan menggunakan mobil Nadine, wajah-wajah bahagia dan antusias terlihat begitu kentara di antara gelak tawa mereka yang tercipta sedari awal perjalanan kami. Mereka bahkan bernyanyi mengikuti lagu yang berasal dari pemutar CD di mobil ini, tentu saja ini memberikan energi positif bagiku untuk menjalani hari ini.

      Tiga puluh menit dalam perjalanan, akhirnya kami tiba di kawasan ini, sesuai dugaanku, banyak sekali orang yang sudah datang dan memadati kawasan itu. Sebagian datang bersama keluarga mereka, sebagia bersama teman-teman sebaya mereka, dan sebagian lainnya bersama dengan pasangan mereka, sementara aku bersama siapa saat ini? Tentu saja mereka melihat aku bersama teman sebaya.

      Udara pesisir Jakarta pagi ini masih cukup sejuk, itu yang terlintas ketika aku melangkahkan kaki turun dari mobil Hatchback B Segment ini, langit mendung ringan terlihat menggantung di atas kami, menyelimuti Ibu kota dengan suasana pagi yang begitu syahdu. Angin lembab sesekali dingin berembus lembut menyentuh kulitku, seraya anganku langsung terbang mengingat segala hal yang telah terjadi bersama Cauthelia.

      Sejauh mata memandang hanya terlihat hamparan biru laut yang begitu tenang, seolah bertemu dengan langit di ujung horizon yang berada di sana. Wangi air laut berbaur dengan suara deburan ombak, begitu ringan dan menenangkan, memanjakan indera siapapun yang berada di pesisirnya. Aku benar-benar ingat satu bulan yang lalu ketika aku berlibur bersama Cauthelia dan Shinta, dan kenangan itu benar-benar begitu membekas hingga kini.

      Aku tersenyum sendiri ketika bayang-bayang wajahnya tiba-tiba muncul dalam benakku, menyita segala perhatianku akan kehadirannya yang tidak pernah hilang dari dalam hatiku. Duniaku serasa hanya untuknya, bahkan suara ramai orang-orang yang bersenda gurau di tempat ini hanya terdengar sayup menelusup ke gendang telingaku, menimbulkan resonansi yang begitu pelan, seolah aku hanya berada sendiri.

      “Tama,” panggil Nadine pelan ketika aku tengah melamum di samping pintu pengemudi.

     “Iya sayang,” sahutku pelan.

     “Kok bengong?” tanya gadis itu dengan wajah yang sedikit keheranan, aku tersenyum.

     “Biasa Nad, kalo pagi mendung gini, aku selalu inget sama Elya, maaf,” ujarku pelan.

     “Gak apa-apa kok Tam,” ujarnya lalu tersenyum, Aluna dan Shinta lalu datang ke arahku.

      “Seru juga ya di sini pagi-pagi,” gumam Aluna pelan, “maklum norak baru pertama,” ujar Aluna lagi sembari memandangku dan tersenyum dengan amat manis.

     “Yaudah sekarang kita jalan kemana?” tanya Shinta sembari menghela napas, sesekali embusan angin menerbangkan rambutnya yang panjang bergelombang itu, ia benar-benar terlihat cantik pada pagi ini.

      “Wah, aku gak tahu harus jalan ke mana,” ujarku pelan.

     “Masa Imam gak tahu harus jalan ke mana,” ujar Nadine meledekku lalu memulai langkahnya.

     “Eh tunggu tunggu,” ujar Aluna kemudian Shinta juga berjalan mengikuti kemana Nadine pergi, sementara aku hanya berjalan pelan di belakan mereka, memandang kesempurnaan fisik mereka yang begitu nyata terlihat di depanku.

      Mereka adalah bidadari, gumamku pelan seraya langkahku berjalan pelan mengikuti mereka dari belakang, bahkan tidak ada wajah cemburu dan iri yang terlihat dari tiap gelak tawa yang tercipta selama perjalanan menyusuri pesisir pantai yang sudah direnovasi sedemikian rupa. Sesekali aku menangkap mata-mata lelaki yang memandang mereka tanpa berkedip, siapapun pasti setuju, mereka adalah sosok bidadari yang begitu elok nan anggun dengan segala kelebihan mereka.

      Sejenak aku menikmati betapa segarnya udara yang kuhirup di pesisir Ibu kota ini, biasanya jalan-jalan di Ibu kota selalu disesaki oleh roda-roda yang begitu tamak melahap setiap jengkal aspal, berjibaku dengan banyaknya kendaraan yang haus untuk memperoleh ruang kosong untuk bergerak menuju ke tujuannya masing-masing. Menjadikan jalan-jalan sebagai lautan besi berjalan yang alih-alih berisikan hanya satu orang, ketimbang tiga atau empat orangdi dalamnya.

      Belum lagi asap-asap kendaraan yang begitu ganas mengambil udara segar dan meracuninya dengan sisa emisi karbon dan sulfur yang tidak dapat diurai langsung, membakar liter demi liter hidrokarbon yang terkadang hanya dimanfaatkan momentumnya untuk memutar kompresor penyejuk udara agar kabin tetap terjaga suhunya dari terik panasnya Ibu kota di siang hari, dimana pagi ini semua itu seakan sirna untuk sekejap.

      Sesekali aku melihat Shinta dan Aluna berlari-lari kecil di depanku, sementara Nadine berulangkali melambatkan lajunya untuk menungguku, kami berjalan dari tempat parkir yang berada di dekat Bandar Jakarta menuju ke arah dermaga yang berada di sebelah timur tempat kami berada saat ini. Shinta dan Aluna bahkan saling berlomba di depan kami, sementara aku masih berjalan bersebelahan bersama Nadine, menikmati hari yang begitu tenang ini.

      Sekilas, Nadine memandangku ia lalu menarik jemariku untuk mengikutinya berlari kecil untuk mengejar Shinta dan Aluna yang saat ini sudah berada jauh di depanku, mereka bahkan memanggil-manggil nama kami, seraya Nadine memimpin langkahnya untuk berlari di depanku, aku pun mengikutinya hingga tiba di pinggir dermaga kayu yang saat itu sudah mulai ramai.

      Shinta dan Aluna memandangku, mereka tampak memburu napas karena kelelahan, peluh pun mulai membasahi tubuh mereka, dan itu memberikan keindahan tersendiri di sela senyuman mereka yang begitu tulus kepadaku saat ini. Sekilas, aku memandang ke arah lain, di sana tampak ada seseorang yang sedang memandang kami dengan begitu serius. Siapa dia? Tanyaku dalam hati seraya langkah kakinya berjalan semakin dekat ke arah kami saat ini.



Diubah oleh m60e38
0 0
0
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 07:09
Numpang ah di page one! Wkwkwk mumpung masih anget...
kerjaan lancar + sehat terus bang biar posting terus..

btw email belum ada balasannya hmm..
Kak nadine jg side storynya mana ini hmm..
Diubah oleh mrrrvan
0 0
0
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 07:27
beuh dah pindah rumah ajah bg tama emoticon-Embarrassment
mejwng dlu di pekiwan.. emoticon-Cool
0 0
0
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 07:37
wuiiih dapat pejwan nih,mueheheh
ah elaaah makila pagi2 udah nongol aja emoticon-Cape d... (S)
sukses diungsikan sma kak tama nih makila emoticon-Cape d... (S)
0 0
0
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 07:39
Ane kira ganti judul ,baru ngeh ane ternyata rumah baru maklum ketinggalan beberapa part ane.
Kenapa di pisah gan gak dijadikan satu aja ?

Edited
Page one hohoho
Diubah oleh united95
0 0
0
Kembalilah (Tak Terungkap) | Ketulusan Cinta Para Bidadari | R-17
12-05-2016 07:41
izin nanem benih 😁
0 0
0
Halaman 1 dari 119
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
rasa-yang-tak-pernah-ada
Stories from the Heart
jumiati-itu-adalah-aku
Stories from the Heart
the-marionette
Stories from the Heart
my-fucking-romance
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.