News
Batal
KATEGORI
link has been copied
565
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5729385c9478684f178b4569/yusril-capek-saya-belajar-hukum-belum-pernah-negara-itu-memiliki-tanah
JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra menyindir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang kerap menyatakan status tanah negara untuk suatu wilayah yang hendak ditertibkan. Yusril juga menyindir Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan soal klaim "tanah negara" tersebut. Ferry diketahui pernah
Lapor Hansip
04-05-2016 06:46

Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah

Quote:
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah


JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra menyindir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang kerap menyatakan status tanah negara untuk suatu wilayah yang hendak ditertibkan. Yusril juga menyindir Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan soal klaim "tanah negara" tersebut.

Ferry diketahui pernah memberi pernyataan beberapa waktu lalu bahwa tanah di Luar Batang adalah tanah negara. Ahok dan Ferry akhirnya jadi sindiran Yusril saat berbicara di hadapan puluhan warga Bidaracina dalam undangan sukuran kemenangan warga di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait masalah sodetan Ciliwung-KBT. Menurut Yusril, negara tidak memiliki tanah, tapi hanya menguasai.

"Bumi air dan kekayaan alam yang terdapat di dalamnya, dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Negara tidak memiliki, dia (hanya) menguasai, dia ngatur," kata Yusril.

Yusril mengatakan, baik perorangan, pemerintah, ataupun swasta, punya cara yang sama untuk memperoleh tanah. Yusril mencontohkan bagaimana mulanya ia memiliki sebuah tanah di kampung halamannya.

Awalnya, ia meminta kepala desa setempat untuk mengukur dan buat surat keterangan tanah. Selama setahun, ia kemudian menanami dengan singkong. Setelah satu tahun, Yusril mengajukan sertifikat kepada BPN.

"BPN mengatakan ya oke, dikasih hak milik atas tanah itu," ujar Yusril.

Sama halnya dengan Pemprov DKI. Yusril mengatakan, kalau Pemprov DKI ingin membangun sekolah, karena lahan kosong di Jakarta menurutnya tidak ada, maka Pemprov DKI harus membeli. Kemudian baru mengajukan sertifikat kepada BPN atas nama Pemda DKI. Sehingga, baik perorangan, pemerintah, ataupun swasta menurutnya sama caranya untuk memperoleh tanah.

"Lalu bagaimana Pak Ahok bilang itu tanah milik negara. Kapan negara punya tanah, capek saya belajar hukum, belum pernah tahu negara itu punya tanah," ujar Yusril.

"Apalagi Pak Menteri BPN Pak Mursyidan Baldan, (bilang) itu tanah milik negara regional, apa itu maksudnya, belum pernah dengar saya," ujar Yusril, disambut tawa warga.

http://megapolitan.kompas.com/read/2...Memiliki.Tanah
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 21 dari 29
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 09:40
Ya itu yg disebut tanah negara..
0 0
0
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 09:48
Aduh Pak, jangan kebangetan gitu dong nyesatkannya. Kasian bapak sendiri kalo tar beneran (ngimpi) jadi Gubernur. Banyak warga yang bakal ngukur dan matok tanah sendiri kemudian rame-rame nyari sertifikat tanah di BPN.

Hancurrrr negeri ini..
0 0
0
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 09:49
Quote:Original Posted By tokomandja


Gini ya gan. Cara pikir ente jangan kebalik.. Yang seharusnya nunjukkan surat bukti kepemilikan itu ya warga, bukan pemerintah. Kalau agan gak bisa tunjukkan surat kepemilikan lahan ya berarti milik pemerinta. Ane ulangi lagi, Tanah diseluruh Indonesia ini adalah milik Negara (pemerintah terkait yang mengelolanya). Kalau gak punya bukti kepemilikan ya punya negara.

Ane pernah ngerambah hutan, sumpah gan caranya rumit banget. Yup. Ane petani gan, jadi sedikit tau masalah pertanahan. Kalau merambah hutan itu ada prosedurnya. Pertama agan mendatangi kepala adat setempat untuk minta izin membuka lahan (biasanya kita dapat lahan adat), setelah memberi mahar ke kepala adat dan bukti tanda tangan di atas matrai kalau kepala adat setuju. Setelah kita dapat lahan, maka lahan itu segera di olah (dibersihkan dan ditanami). Lapor ke kantor kecamatan/lurah, disertai surat persetujuan dari kepala adat. Tunggu selama 3 bulan (untuk melihat apakah agan serius buka lahan atau tidak), jika lewat tiga bulan maka akan di proses ke tahap "Surat Garapan"… butuh proses 6 bln (selama 6 bln lahan harus dalam kondisi terawat). Setelah jadi surat garapan, maka naik surat tanah menjadi surat kepemilikan (ada 2 tingkat, lurah & camat). Setelah itu agan bisa urus surat sertifikat lahan. Dan sah menjadi milik agan.

Gimana? Gampang gak??? Itu prosedur yang harus kita lewati untuk membuka lahan. Makanya kebanyakan orang membeli tahan yang sudah ada suratnya.. emoticon-Smilie


gini ya gan, negara kita negara hukum punya aturan, dan hukum ini sebagai acuan bukan logika ente or ane, bukan cara berpikir ane or ente, kalo ane lagi duduk2 di motor yang lagi diparkir, tiba2 ente bilang minggir tuh motor gua, trus ane gak mau minggir, secara aturan hukum ente tinggal nunjukin kunci motor doang, kalo ane gak mau minggir tinggal depak aja.

gak ada yang bilang prosedurnya gak panjang kok, babe ane matok lahan punya sekolahan tempat die ngajar juga gak ujug2 dapet HGB, ada proses, tapi intinya ketika rakyatnya ingin menggunakan sebuah lahan baik untuk usaha (pertanian) maupun tempat tinggal, selama pemerintah gak ada rencana make tuh tanah, pemerintah pasti kasih, kenapa? karena amanat UU nya bilang emang untuk kemakmuran rakyatnya kok.

btw AHOK akhirnya cuman mau gusur lahan yang gak ada sertifikatnya tuh, tapi yang punya akta jual beli girik atau apapun yang bisa membuktikan di mata hukum kalo lahan milik orang tsb juga gak bakalan ahok berani gusur tuh.
Udahlah, akuin aja AHOK emang kagak ngarti, dan bacotnya gak bisa direm.......
0 0
0
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 09:50
pantes aja diketawain ama warga bidaracina
lha gelar propesor bakal ngurusin dan jual2in sampah yg konon katanya 20-30rb per kantong/kg
dia aja yg rada rada, gelar propesor akhirnya cuma ngurusin sampah
emoticon-Entahlah
0 0
0
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 09:53
kalo bener kata bang ulil..ane coblos dah bang ulil buat DKI 1 ..ane mau bikin residence dimonas,biar viewnya bagus..emoticon-Ngakak
0 0
0
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 09:53
Quote:Original Posted By venantius
Wah... kalau logika saya yang sederhanaynya sih walaupun seseorang sudah punya sertifikat lengkap atas kepemilikan tanah, tetap saja nggak punya hak 100% dengan tanah tersebut, cuma bisa menggunakannya saja seumur hidup sampai mungkin keturunannya punah mungkin ya...

Kalau tanah bisa 100% milik perorangan tanpa negara ikut mengaturnya, maka tanah di suatu negara itu bisa habis, karena bisa saja dijual ke warga negara lain, dan lama kelamaan terbentuklah negara baru...emoticon-Ngakak



Masuk juga nih
0 0
0
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 09:57
Quote:Original Posted By ogeer666

Kalo melawan kebijakan pemerintah gimana?


kebijakannya ada hukumannya ngga? contoh: kebijakan pemerintah tentang plastik berbayar, kalo ane gak mau taat emang pemerintah bisa apa? contoh lainnya UU lalu lintas bilang ane kudu punya SIM, kalo ane gak mau bikin SIM, pas razia ketangkep ya masuk pengadilan, di denda, kebijakan yang mana??? kalo ada aturan bangun rumah kudu punya IMB, kalo ngga Pemda boleh rubuhin tuh rumah, kalo itu dijalankan dengan konsisten, separuh bangunan jakarta bakal rubuh tuh (coba tanya ortu ente rumahnya punya IMB gak?). btw AHOK yang ngomong hampir separuh bangunan di DKI gak punya IMB.
0 0
0
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 10:01
Quote:Original Posted By tiga2710


gini ya gan, negara kita negara hukum punya aturan, dan hukum ini sebagai acuan bukan logika ente or ane, bukan cara berpikir ane or ente, kalo ane lagi duduk2 di motor yang lagi diparkir, tiba2 ente bilang minggir tuh motor gua, trus ane gak mau minggir, secara aturan hukum ente tinggal nunjukin kunci motor doang, kalo ane gak mau minggir tinggal depak aja.

gak ada yang bilang prosedurnya gak panjang kok, babe ane matok lahan punya sekolahan tempat die ngajar juga gak ujug2 dapet HGB, ada proses, tapi intinya ketika rakyatnya ingin menggunakan sebuah lahan baik untuk usaha (pertanian) maupun tempat tinggal, selama pemerintah gak ada rencana make tuh tanah, pemerintah pasti kasih, kenapa? karena amanat UU nya bilang emang untuk kemakmuran rakyatnya kok.

btw AHOK akhirnya cuman mau gusur lahan yang gak ada sertifikatnya tuh, tapi yang punya akta jual beli girik atau apapun yang bisa membuktikan di mata hukum kalo lahan milik orang tsb juga gak bakalan ahok berani gusur tuh.
Udahlah, akuin aja AHOK emang kagak ngarti, dan bacotnya gak bisa direm.......


Lah yg ente quote malah bener tuh aturannya, lahan negara boleh dimiliki pribadi dgn aturan, ente malah balik lagi kesono, udah jelas kepemilikan pribadi diatur uu muter ke kemakmuran udah jelas uu dibikin biar gak terjadi perebutan tanah. Dan pemerintah itu pemilik sah tanah, jadi kalau tanah ente dibilang pemerintah jadi fasilitas umum (kemakmuran bersama) ente mesti nyerahin gak bisa nolak. Nolak pun ente tetep kalah. Banyak kok contoh orang nolak, rumah di dekat terusan buahbatu dia berdiri ditengah jalan persis, trus rumah yg dulu di lingkar UI akhirnya ngalah juga.

Artinya Yusril yg salah Ahok yg benar kok apalagi ente berpendapat demikian malah jadi pembenar Ahok dan BPN bukan Yusril malah.

0 0
0
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 10:15
Quote:Original Posted By d1633ez
hadeuuuh nih prof emang keblinger yakkk...cuma ngerti tata negara sok ngomongin tanah...langsung soak otaknya...wkakakakak...mau SHM kek mau HGB mau apa kek...klo udah urusannya untuk kepentingan umum negara punya kuasa tong..


SHM Maupun HGB, atau IMB (ijin mendirikian bangunan) gak sembarangan di berikan Negara/Pemerintah. Karena ketika itu semua di keluarkan Pemerintah gak boleh sembarangan cabut, Ini negara Republik Indonesia bukan kekaisaran or kerajaan yang omongan penguasanya adalah Hukum. Jadi jangan punya pikirin otoriter.

Pemerintah gak bakalan keluarkan SHM kalo sekiranya kedepannya akan dibuat jalanan, terus gimana kalo 1 dan lain hal emang kudu dibuat jalan disitu? Ya pemerintah kudu beli tanah itu, kalo ada IMBnya kudu beli juga bangunan yang ada disitu, gimana harganya? Nego lah
hukum jual beli yang bicara, ente mau jual ane beli kalo harganya cocok, kalo ngga? ya gak bisa main gusur. Makanya Pemerintah kalo gak salah punya aturan baru kalo untuk kepentingan Umum (bikin Jalanan) pemerintah boleh maksa beli, ane blom pernah denger ada Pemda, Pemkot atau instansi lainnya menggunakan aturan ini. Kalo mau bikin Hotel plaza dll, walaupun pemerintah yang mau bikin, gak bisa aturan ini berlakukan.

Plis deh... Sebenernya Gubernur itu CUMAN sekedar orang yang diberi Mandat sama rakyatnya buat bikin mereke sejahtera, kalau dalam pelaksanaannya kudu gusur sana-sini, asal sesuai aturan silahkan kalopun sesuai aturan tetap kudu mikirin gimana rakyatnya gak jadi susah.
Karena jadi Gubernur paling lama 10 tahun tapi jadi rakyat Seumur hidupnya......
0 0
0
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 10:17
Quote:Original Posted By oatmeal11
Ketentuan nya udah ada sejak lama tong. Uu nya sudah sejak tahun 1961. Coba lu baca uu pokok agraria. Penerapannya sudah lama, bukan cuma baru kemaren sore. Orang2 pertanahan dan sarjana hukum pasti ngertilah.



iya ane paham...maksud ane ucril nya kemane aje selama ini?? dulu dulu waktu die belom mau nyalon kagak ada tuh dia mau mbela warga yg terancam digusur, yg ada malah bela koruptor-koruptor...
0 0
0
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 10:23
Quote:Original Posted By awanmendung


Lah yg ente quote malah bener tuh aturannya, lahan negara boleh dimiliki pribadi dgn aturan, ente malah balik lagi kesono, udah jelas kepemilikan pribadi diatur uu muter ke kemakmuran udah jelas uu dibikin biar gak terjadi perebutan tanah. Dan pemerintah itu pemilik sah tanah, jadi kalau tanah ente dibilang pemerintah jadi fasilitas umum (kemakmuran bersama) ente mesti nyerahin gak bisa nolak. Nolak pun ente tetep kalah. Banyak kok contoh orang nolak, rumah di dekat terusan buahbatu dia berdiri ditengah jalan persis, trus rumah yg dulu di lingkar UI akhirnya ngalah juga.

Artinya Yusril yg salah Ahok yg benar kok apalagi ente berpendapat demikian malah jadi pembenar Ahok dan BPN bukan Yusril malah.


ya udah gini dah, tuh lahan luar batang punya Pemerintah? ada buktinya? karena warga sono bilang mereka punya bukti kepemilikan, Tinggal diadu di pengadilan. AHOK aduin warga ke pengadilan karena menurut AHOK itu lahan punya negara. Semua juga gitu kok. karena aturan hukumnya demikian. Tapi udahlah, AHOK udah sadar kok. Ngaku or ngga dia udah tunduk sama Hukum.
0 0
0
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 10:24
cara beli tanah gitu ya..emoticon-No Hope
0 0
0
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 10:30
Quote:Original Posted By HARGAN2000


ih bego ga ketulungan, baca yang bener napa.. itu kan tanah kosong (blm ada yang punya sertifikatnya) yang bisa diajuin bikin surat kepemilikan. kalo dah ada yang memiliki ya ga bisa. kasian amat lu tong, cape2 digedein malah iq nyungsep emoticon-Wakaka


Ya udah jalur hijau aja di embat kalau ga bantaran kali lagi kan itu ga ada sertifikat bos

Boleh ga kalau begitu bos ?
0 0
0
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 10:33
Quote:Original Posted By tiga2710


Kalo di BPN gak ada sertifikatnya atau bagian yang dikuasai instansi pemerintah boleh aja ngajuin, kalo yang pertama mungkin BPN bisa langsung putusin, yang ke-2 mungkin harus ada semacam rekomendasi.

Babe ane tahun 70-an gitu kok di tangerang, tanahnya bagian dari sekolahan tempat babe ane jadi guru, minta ijin sama bupati buat matok tanah sebagai batas, diijinin secara lisan (jaman dulu orang gak/blom rakus sama duit, gratisan). ada uang bangun rumah, bikin pager, ajuin sertifikat dapet sertifikat HGB, terus sekitar tahun 1990-an kalo gak salah ada aturan pemerintah yang bilang untuk rumah tinggal gak boleh lagi HGB, harus konversi ke Hak milik, ngikutin dah bayar BPHTP(?) jadilah sertifikat Hak Milik.

Pemerintah daerah saat itu sudah menjalankan amanat UUD 1945, menguasai tanah untuk kesejahteraan rakyatnya, yang akhirnya memberikannya dengan bukti sertifikat hak milik. Lagian negara buat apaan punya tanah? Negara bukan pedagang


emoticon-Wow
persis seperti ane bayangkan, dulu mudah dapat tanah, kita usaha kita dapat,

sekarang, hmm, hmmm,, emoticon-Berduka (S)
0 0
0
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 10:33
Quote:Original Posted By wahyu.pti



iya ane paham...maksud ane ucril nya kemane aje selama ini?? dulu dulu waktu die belom mau nyalon kagak ada tuh dia mau mbela warga yg terancam digusur, yg ada malah bela koruptor-koruptor...


0 0
0
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 10:33
Quote:Original Posted By tiga2710


SHM Maupun HGB, atau IMB (ijin mendirikian bangunan) gak sembarangan di berikan Negara/Pemerintah. Karena ketika itu semua di keluarkan Pemerintah gak boleh sembarangan cabut, Ini negara Republik Indonesia bukan kekaisaran or kerajaan yang omongan penguasanya adalah Hukum. Jadi jangan punya pikirin otoriter.

Pemerintah gak bakalan keluarkan SHM kalo sekiranya kedepannya akan dibuat jalanan, terus gimana kalo 1 dan lain hal emang kudu dibuat jalan disitu? Ya pemerintah kudu beli tanah itu, kalo ada IMBnya kudu beli juga bangunan yang ada disitu, gimana harganya? Nego lah
hukum jual beli yang bicara, ente mau jual ane beli kalo harganya cocok, kalo ngga? ya gak bisa main gusur. Makanya Pemerintah kalo gak salah punya aturan baru kalo untuk kepentingan Umum (bikin Jalanan) pemerintah boleh maksa beli, ane blom pernah denger ada Pemda, Pemkot atau instansi lainnya menggunakan aturan ini. Kalo mau bikin Hotel plaza dll, walaupun pemerintah yang mau bikin, gak bisa aturan ini berlakukan.

Plis deh... Sebenernya Gubernur itu CUMAN sekedar orang yang diberi Mandat sama rakyatnya buat bikin mereke sejahtera, kalau dalam pelaksanaannya kudu gusur sana-sini, asal sesuai aturan silahkan kalopun sesuai aturan tetap kudu mikirin gimana rakyatnya gak jadi susah.
Karena jadi Gubernur paling lama 10 tahun tapi jadi rakyat Seumur hidupnya......


Baru tahu nih info

Bisa minta tolong gan kasih tahu undang-undangnya emoticon-Malu (S)
0 0
0
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 10:36
Klo dipikir2 panastaik yg otaknya level sd apa bs nyamain yusril yg udh jelas2 profesor..
0 0
0
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 10:40
Quote:Original Posted By cp9201
Aduh Pak, jangan kebangetan gitu dong nyesatkannya. Kasian bapak sendiri kalo tar beneran (ngimpi) jadi Gubernur. Banyak warga yang bakal ngukur dan matok tanah sendiri kemudian rame-rame nyari sertifikat tanah di BPN.

Hancurrrr negeri ini..


gan plis jangan komen lagi yah.... ane takutnya ente dibully nanti kalo komennya kek gini... demi harkat martabat dan harga diri ente sendiri (kalo punya)..
0 0
0
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 10:57
Quote:Original Posted By boiler


Baru tahu nih info

Bisa minta tolong gan kasih tahu undang-undangnya emoticon-Malu (S)


yang mana googling ajalah kalo emang gak ada berarti ane salah, gitu aja repot
0 0
0
Yusril: Capek Saya Belajar Hukum, Belum Pernah Negara Itu Memiliki Tanah
05-05-2016 11:08
Quote:Original Posted By tiga2710

ya udah gini dah, tuh lahan luar batang punya Pemerintah? ada buktinya? karena warga sono bilang mereka punya bukti kepemilikan, Tinggal diadu di pengadilan. AHOK aduin warga ke pengadilan karena menurut AHOK itu lahan punya negara. Semua juga gitu kok. karena aturan hukumnya demikian. Tapi udahlah, AHOK udah sadar kok. Ngaku or ngga dia udah tunduk sama Hukum.


Lahhh memang dr awal kok yg mau digusur yg ga punya surat kepemilikan, sdgkan yg punya mau dibeli buat dilebarin jd alun2....apanya nih ngaku or ngga hahaha
0 0
0
Halaman 21 dari 29
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia