News
Batal
KATEGORI
link has been copied
348
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5710d335d44f9f11648b456b/pengalaman-pahit-diusir-dari-potato-head-bali
Tuhan memang maha asyik. Saya diajak guyon waktu liburan sekeluarga ke Bali tempo hari. Sabtu pagi saya dibuat jumawa karena profil keluarga kami dimuat di koran Jawa Pos, bersanding dengan profil Mbak Nyomie yang sudah naik turun gunung membawa anaknya dan juga Mbak Sha Ine Febriyanti, aktris papan atas. Lha apalah saya ini, Emak-Emak ndeso yang ikutan nampang di koran. Jelas saya besar kepala. S
Lapor Hansip
15-04-2016 18:40

Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali

Quote:Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali

Tuhan memang maha asyik. Saya diajak guyon waktu liburan sekeluarga ke Bali tempo hari. Sabtu pagi saya dibuat jumawa karena profil keluarga kami dimuat di koran Jawa Pos, bersanding dengan profil Mbak Nyomie yang sudah naik turun gunung membawa anaknya dan juga Mbak Sha Ine Febriyanti, aktris papan atas. Lha apalah saya ini, Emak-Emak ndeso yang ikutan nampang di koran. Jelas saya besar kepala. Sabtu siangnya kami disambut dengan sangat ramah di hotel Tugu di Canggu Bali. Di hotel mewah ini semua keinginan kami bisa dituruti. Mau afternoon tea di bale-bale? Boleh. Mau sarapan di pantai? Monggo. Di sini tamu bagaikan raja, kami sampai menyesal karena hanya menginap satu malam saja. Lha gimana lagi, menangin voucher hotel-nya cuma untuk satu malam emoticon-Stick Out Tongue. E lha kok Minggu sorenya kami 'diusir' dari beach club yang tersohor di daerah Seminyak ini. Ha-ha-ha.
Saya bukan penggemar beach club atau tempat yang ramai-ramai. Kami 'nyasar' ke Potato Head karena diajak adik saya Diladol. Dia sekeluarga memang liburan juga ke Bali, tapi jadwal kami berbeda. Saya menginap di Canggu sementara dia menginap di hotel murah di Kuta. Beda kelas, guys! *kibas kartu kredit* Jadi kami memutuskan untuk ketemuan di sini sambil (rencananya) leyeh-leyeh melihat sunset di Seminyak. Rencananya...

Mendengar kata beach club, saya langsung teringat Kak kancut Cumilebay. Saya baca review potato head di lapaknya. Kayaknya tempatnya oke punya. Tapi saya nggak yakin kalau tempat ini kids friendly. Eh ternyata Kak Tesya dan kiddosnya pernah ke sini dan ditulis di blognya. Cukup family friendly menurut Kak Tesya, ada kolam renang untuk anak pula. Sip!

Kami sampai di sini sekitar jam 3 sore diantar sopir Hotel Tugu yang sabar banget menghadapi kemacetan jalanan karena bubaran upacara melasti. Jalan masuk ke Potato Head ini semacam kios kecil yang dijaga sekuriti. Semua orang diperiksa. Si Ayah dilarang membawa tripod-nya. Huwooo... nggak jadi motret sunset dong. Masuk ke sini dilarang bawa makanan dan minuman. Saya kebetulan masih membawa botol air mineral, petugas tidak menyita tapi meminta saya untuk menyimpannya di tas saja, tidak boleh diminum di dalam. Hokeee...

Setelah lolos sekuriti, kami disambut waiter. "Apa ibu pernah ke sini?" kata waiter bernama David (atau Dafid, atau Daveed, entahlah). Karena saya bilang belum pernah, dia menjelaskan aturannya. Ada dua venue yang bisa dipilih, yang Indonesia atau Internasional. Makanannya ya Guys, bukan orangnya. Saya tadinya pilih resto internasional karena anak-anak bakal lebih suka makan roti atau pasta, tapi ternyata sudah penuh. Ya sudah akhirnya kami dapat tempat duduk di resto Lilin, masakan Indonesia. David mengatakan kami bisa pesan di resto Internasional asalkan kami juga memesan di resto Indonesia. Kata David kami boleh ke mana saja di area beach club ini dan menggunakan fasilitas apa saja yang tersedia. Baiklah.

Harus saya akui, arsitektur Potato Head ini oke banget. Apalagi kabarnya seniman top Indonesia, Eko Nugroho dilibatkan dalam proyek ini. *sungkem mas Eko* Yang paling keren tentu saja dekorasi dari daun-daun jendela yang dipasang mengelilingi venue ini. Sungguh selfieable dan instagrammable.

Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali

Little A langsung berganti bikini dan bermain di pantai, ditemani Si Ayah. Saya menemani Big A yang hari itu kurang enak badan. Kami memesan minuman di sini yang harganya mulai 40-60 ribu untuk minuman tanpa alkohol.

Keluarga Diladol akhirnya datang dan bergabung dengan kami. Cousin K juga mau main di pantai. Sejam kemudian kami baru pesan makanan, setelah buku menu diambil tanpa permisi dari meja kami, hahaha. Menu makan yang ada di sini adalah set menu untuk tiga porsi, harganya mulai 150 ribu, belum termasuk nasi. Big A pengen chicken wings. Tadinya dari penuturan Si David, dari set menu ini saya cuma bisa pilih satu macam, dan akan disajikan dalam 3 porsi. Huh? Waktu itu saya sampai tanya: jadi saya nggak bisa pesan 3 macam makanan untuk set menu? "Tidak Ibu, hanya pilih satu menu saja." Ternyata kata pelayan bisa memilih 3 menu. Agak gak beres Si David ini. Porsinya memang kecil-kecil banget. Gak bakalan kenyang sih, cuma bisa untuk ganjal perut saja. Big A suka banget chicken wings-nya, sayangnya cuma dapat dua biji emoticon-Smilie

Menjelang matahari terbenam tampaknya Dila mulai kewalahan mengejar Cousin K yang berlarian ke mana-mana. Yah namanya anak-anak. Akhirnya mereka pamit duluan. Saya membilas Little A yang bikininya penuh dengan pasir. Sepertinya dia sangat menikmati waktu bermainnya di pantai. Memang sih kalau pantai di depan beach club begini bersih dan lebih sepi. Pantainya pun tetap terbuka untuk umum kok, tapi mungkin memang harus jalan agak jauh dari 'gerbang' pantai yang umum. Toilet di PH juga bersih, luas dan adem banget. Petugas cleaning service sangat ramah pada kami, menunjukkan jalan dan membukakan pintu. Setelah bilas sampai bersih, saya mulai menyuapi Little A dengan nasi zaitun dan sayap ayam. Ketika itulah ada pelayan resto yang menghampiri kami dan mengatakan bahwa waktu kami tinggal 15 menit lagi, karena tempat ini sudah di-booking. "Masih lama kok, masih lima-belas-menit," katanya sambil nyengir. Saya dan Si Ayah berpandang-pandangan. Hah, memangnya ada batasan waktu di sini?

Saya tidak ingat kalau ada aturan soal batasan waktu di sini. Yang saya baca dari tulisan teman-teman di blog, kalau main ke beach club ya minimal bakalan nongkrong sampai sunset. Ketika datang di awal juga tidak diberi tahu. Sungguh nggak nyaman banget, diingatkan untuk pergi saat saya sedang menyuapi Little A. Di situasi seperti ini mau nggak mau saya dan Nino (suami saya) jadi berpikir, apakah kami akan mendapat perlakukan seperti ini kalau kami bule. Keluarga bule di seberang kami anteng-anteng aja nggak diganggu gugat. Sementara yang duduk-duduk di dekat kolam renang (kabarnya harus transaksi minimal 500 ribu) sepertinya juga tetap akan berpesta sampai sunset.

Padahal kalau dipikir-pikir, kami ini kurang Ngostraliyah apa coba? Suami saya kuliah di Ostrali. Little A lahir di Sydney. Big A masih lebih lancar ngomong bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia. Anak-anak ini lebih doyan roti dan keju (dan vegemite!) daripada nasi. Ironis ya? Intinya sih, kami gagal menyamar jadi bule, hahaha. Gak mungkin kamu akan diperlakukan seperti bule kalau kulit kamu coklat, rambut kamu hitam.

Mungkin memang tampang saya lah masalahnya. Tampang saya yang sederhana ini. Kalau saya pinter pakai benges lipenstik seperti blogger termashyur Simbok Olenka mungkin bakalan beda perlakuannya. Atau saya berdandan ala hijaber kondang pakai kacamata hitam besar meski di ruang tertutup (seriously), mungkin bakalan beda pelayanannya. Atau apakah saya semestinya cas cis cus pake basa enggres dengan si David agar lebih dihormati? Mas dan Mbak, Bali ini masih Indonesia kan? Saya akan tetap pakai bahasa Indonesia selama saya di Indonesia kalau yang saja ajak bicara orang Indonesia juga.

Akhirnya Si Ayah bangkit dan menanyakan apa alasan kami disuruh pergi dengan halus. Ini kami masih tanya baik-baik ya. Si pelayan (yang berbeda dari yang mengusir kami) tidak bisa menjelaskan, dia hanya bilang bahwa meja kami sudah ada yang memesan. Dia tidak bisa berkomentar tentang batasan waktu (mungkin memang tidak ada?). Lha kalau masih ada yang duduk di sini kenapa mejanya dikasih orang? Si pelayan meminta maaf tapi tidak menyelesaikan masalah. The damage has been done.

Meski mungkin si pelayan tidak akan benar-benar mengusir kami, saya sudah tidak nyaman duduk di meja. Oke, kami akan pergi, tapi setelah saya habiskan makanan seharga 400 ribu ini, biar nggak mubazir. Sakit hati saya juga karena saya sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit, tapi mendapat pelayanan yang buruk, sangat tidak sepadan. Masih mending misalnya kalau yang diusir adik saya, Dila, yang meski mengaku jadi food blohher tapi keukeuh pesen satu minuman doang dan 'cuma' habis 60 ribu. Lha saya? Pahit bener. Ternyata memang pinteran adik saya daripada saya emoticon-Big Grin Baca cerita tentang Potato Head di blognya.

Setelah membayar dan sebelum pergi, Si Ayah sekali lagi menanyakan alasan kami 'diusir'. Kali ini pakai bahasa Inggris yang faseh agar diperhatikan sama waiter-waiter trendi itu. Eh Si David bilang kalau dia sudah memberi tahu saya kalau kami diberi batasan waktu. "YOU LIE!" semprot Si Ayah. Duh, merinding disko gak sih dibelain suami kayak gitu? Emang David nggak pernah kasih tahu saya, Si Ayah tahu karena ada di belakang saya ketika saya bicara dengan David. Lagipula, kalau dia memberi tahu saya kalau kursi itu cuma bisa dipakai sampai sebelum sunset, saya bakalan menolak karena rencana awal saya dan Dila adalah menikmati sunset. Si Ayah yang cas cis cus minta dipanggilkan manajer. Si manajer yang kata para waiter sedang sibuk itu akhirnya datang juga dan meminta maaf. Manajer menawarkan free drink untuk Si Ayah. "No, I don't need your drink," balasnya. Ya udah deh, kuliah gratis tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia oleh pak dosen emoticon-Stick Out Tongue

Menurut Si Ayah, David si waiter ini dari awal memang nggak pengen kami ada di area internasional. Saya jadi ingat, awalnya dia menawarkan pada saya, mau di area internasional atau Indonesia? Ketika saya memilih area internasional, si David malah bilang kalau sudah penuh. Lha kenapa tadi ditawarkan? Apa dia tiba-tiba berubah pikiran? Jadi ada tiga 'kesalahan' si David ini, setidaknya menurut asumsi kami. Entah dia sengaja atau tidak, kami tidak tahu.
1. Menghalangi kami duduk di area Internasional.
2. Memberi info yang tidak benar tentang menu set. Saya hanya boleh pesan satu jenis, padahal boleh pesan tiga.
3. Memberikan tempat duduk kami kepada orang yang booking dan berkata bohong bahwa dia sudah bilang pada kami kalau ada batasan waktu.


Ketika kami menunggu pesawat di bandara Ngurah Rai, saya menerima email dari manajer Potato Head. Dia meminta maaf atas kejadian yang kami alami dan menawarkan gantinya kalau kami ingin ke sana lagi. Thank you but no. I wish I could undo this experience. Biar saya nggak usah ingat-ingat lagi. Rasanya saya nggak sanggup datang ke Potato Head lagi. Saya sungguh marah dan terhina diperlakukan tidak baik, lebih parah lagi, oleh bangsa sendiri. Seharusnya dengan harga makanan dan minuman seperti itu, Potato Head punya standar pelayanan yang sangat tinggi dan tidak membeda-bedakan tamu lokal dan internasional.

Saya menunda menulis pengalaman ini untuk memberi waktu agar kemarahan saya mereda. Tapi nyatanya sampai sekarang masih saja baper sakit hati kalau ingat ini. Ketika berkunjung ke Singapura, saya sempat singgah ke kafe Three Buns, yang masih satu grup dengan Potato Head. Di sana saya dilayani dengan baik, meski memang sebagian besar tamunya adalah expatriat, bukan orang Asia. Sementara pengalaman saya di negeri sendiri... Saya menulis untuk mengingatkan siapa pun di dunia hospitality agar selalu menghargai tamu, tidak peduli asal usulnya atau tampang sederhananya. Kalau memang ada aturan tertentu untuk tamu sebaiknya ditulis dan dijelaskan dengan gamblang di awal, tapi berlaku untuk semuanya ya, jangan membeda-bedakan.

Adakah yang pernah mendapat perlakuan yang nggak enak di beach club? Share di komentar ya. Thanks for reading ^_^

Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
Empat ratus ribu tapi rasanya pahit :'(


S.O.U.R.C.E

Sorry kalo oot, emang sumbernya dari blog post seseorang, tapi disana komennya juga sudah banyak, dan tidak sedikit yang bilang kalau hampir seluruh Cafe di Bali memang lebih mendewakan bule yang cuma jajan bir cepek, daripada orang lokal yang makan 500 ribu emoticon-Embarrassment emoticon-Ngacir
Diubah oleh ali.arroughi
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 14 dari 18
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 18:58
Quote:Original Posted By bimozbimo
hihihhi kasian gan, orang lagi becanda itu gan.
Katanya dia pake jeep gan.
Hahaha kita yg pake brand jeep agak gimana gitu liat ada orang bilang nyebut "ane pake jeep".



dan pas minggu dia ga komen..masa orang kaya tapi fakir bendwith hahaha aktif cuman pake wipi kantor..

good sarkasm banget tuh
0 0
0
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 18:59
ane pernah kesana sekali2xnya dan pelayan2x disana emg kurang ramah untuk tamu lokal emoticon-Najis (S)
0 0
0
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 19:00
kalo udah minta maaf ya dimaafinlah
kalo ga mau maafin emang hak lo sih
yang ndesonya ostrali gini
0 0
0
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 19:02
Udah males ke bali. Udah pernah kjadian smacem ini.
0 0
0
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 20:37
the power of medsos, besok kalo ke bali udah masuk list kagak ke tempat ini, mudah gitu aja, penasaran kenapa kaga ada dokumentasi si daF***pit sama screen shot emailnya biar lebih mantap
Diubah oleh kencengnie
0 0
0
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 20:50
Quote:Original Posted By bimozbimo



hahahaha udah keliatan boongnya gan waktu si okl ngaku ngaku ini bilang pake jeep.


Seharusnya jangan dibuka dulu gan.. biarin dia ceritain kekayaannya... baru deh skak mat..
1 0
1
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 20:54
Thanks untuk beritanya, kebetulan ane dan temen ane sering jadi referer guide untuk orang asing, mulai saat ini ane gak bakalan refer atau ane blacklist untuk potato head..restoran diskriminatif kayak gini paling gak seneng ane....
0 0
0
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 20:55
Mai,, melali jak cang meli tipat cantok jak srombotan ne warungne mek gede,, palayanan ramah harga murah,, mangali sube wareg emoticon-Leh Uga
0 0
0
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 21:08
Quote:Original Posted By Droxide
yaaa iyalahhh, namanya juga daerah wisata mereka kan tujuan nya untuk ambil2 duit dari para aseng dan asing...
mereka2 tau kok orang lokal indo itu kebanyakan hobby belanja dan menghambur2-kan uang apalagi dri jkt,
mereka tidak mau mendapat uang dari lokal, soalnya duit muter2 dari situ2 juga,
kalo dari para2 bule kan uang2 segar dari luar...

mereka begitu ada sisi positif yang di sembunyikan, yaitu memaksa kita untuk tidak menghambur2-kan duit kita sendiri para lokal, supaya nnti para2 bule itu yang duit nya habis dan kita bisa terus berkembang....



Woalah gak kepikiran ada mindset seperti ini emoticon-Matabelo agan yakin gak terlalu optimis tuh?
0 0
0
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 21:52
Waduh jdi nyir2 nih rencana mw kesana (ngyal)
Muka ane indonesia bnget sih,ganteng baih hati & tdak sombong. emoticon-Ngakak
0 0
0
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 21:59
Mending ke balige aja Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
0 0
0
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 22:12
sepertinya waitersnya potato head udah terkenal rasis ya, ane ga sengaja baca di blog ini

http://www.cumilebay.com/2012/02/oh-...-bali.html?m=1
Quote:Akhir nya rasa penasaran itu terbayar Feb 2012. Gw, Fari, Daffa, Iyus niat banget mau ke Potato Head Bali. Teng pukul 16.30 kami dah berdiri dengan manis nya di depan lobby menunggu jatah dapat meja.Pelayanan yg cukup ramah buat tamu bule, kalo ama pribumi duch amit2 ... blm masuk dah dikasih tau mesti minumum order sekian kalo mau duduk deket kolam dan ngak boleh ini itu dan lalu gw lelah tapi kalo ama bule mereka senyum lebar dan pelayan ke bule2 membuat nyaman untuk berlama2 hehehehe.


Tapi alangkah kaget nya saat kami berjalan sampai ke pantai nya ternyata gw + iyus dah perna nyampai ketempat ini hahahahaha. Ternyata setahun yg lalu saat tempat ini baru di buka, kami sempet melongok nich tempat cuman sayang ngak ngeh tempat apaan ini. Menurut gw sech PH ini kece buat kalo ke paksa tapi kalo di niatin kesini dengan pelayanan yg tebang pilih, gw rasa lupakan saja tempat ini karna masih banyak tempat lain yg jauh lebih welcome menerima tamu domestik macam cumilebay yg kece ini.


antara miris dan pingin ngakak bacanya

emoticon-Matabelo
Diubah oleh mobil.bergoyang
0 0
0
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 22:18
Quote:Original Posted By cobone13
wajar waitress daerah wisata gtu men-"dewa"-kan bule. Soalnya bule lebih sering memberikan tips dri pada tamu lokal. Jd walau bule cuman psen bir 50rbu tp mreka tetep ngasih tips ke waitress2nya


Yakin gan bule selalu ngetips???
0 0
0
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 22:23
Quote:Original Posted By -= D137ER =-
Ah masa sih ... Gak pernah denger kejadian seperti itu di sana atau tempat hang out lainnya di bali ... Ini si ibu bawel aja bawa bawa bule dan cas cis cus inggris ....

Tau gak dia kenapa di usir dr tempat duduknya ?? Apakah ada minimum order ? Apakah krn emang udh ada yg booking tempat itu?
Kadang ada orang yg ditolak masuk krn penuh atau mukanya mencurigakan atau terlihat berbahaya atau gak punya duit .... Tp langsung teriak teriak ditolak karena muka pribumi ato lokal .... emoticon-Ngakak

Di states malah masuk club dipilihin ... Udh ngantri capek capek ... Eh belakang kita yg di kasih masuk duluan ... Gara" pake baju kucel dan tampang mahasiswa kere ... Besoknya dateng lagi pake baju rapi rambut klimis bawa aston parkir di depan pintu kasih ke valet ... Gak pake ngantri kayak bule bule kere ... Langsung masuk semuanya .... Malah dikasih table plg bagus .... emoticon-Big Grin


Elu pernah ke potato head blom?
Tampang lo pribumi ato cina?

Tampang pribumi trus masuk ke potato head = kelar idup lo.
Diubah oleh semaput.dara
0 0
0
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 22:31
Quote:Original Posted By k0c4axnih

Nah ini bener levelnya baru disini

Ibaratnya ane makan diwarteg dan mesen makanan pembuka,utama dan penutup dan ane makan makanan utama nasi jengkol dengan pisau dan garpu dengan sikap bada tegak tangan tidak menyentuh meja serber di pangkuan ane dll, bukan kah orang sebelah ane yg lagi makan dengan tangan, kaki diangkat dan sambil meludah akan merasa tidak nyaman dengan kehadiran ane bukan tidak mungkin akan menyuruh mba warteg mengusir orang gila seperti ane.

Tapi apa kah ane harus menambah kebodohan ane dengan curhat di blog dan forum emoticon-Big Grin


Potato head itu ngeliat tampang bos.
Gak liat attitude. Apalagi ke table manner segala.

Tampang pribumi pasti kena diskriminasi.
Kalo tampang cina masih dihargain dikit.
0 0
0
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 22:31
ya..ane setuju,bule lebih didewakan disana,Gan...emoticon-Turut Berdukaemoticon-Turut Berdukaemoticon-Turut Berduka.
0 0
0
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 22:42
bukannya kebanyakan restoran di Bali sering kaya gitu ya gan...
kalo bule biasanya lebih ramah.
0 0
0
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 22:47
makanya kalo ke bali jangan main ke kuta, pantai di bali masih banyak yg bagus.

kuta itu daerah bule, harga bule, service bule, liat pelayan indo rayu2 bule biar makan di tempatnya sedangkan orang indo malah dilewatin gitu aja, ane malah prihatin.
0 0
0
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 23:00
Quote:

daerah seminyak rata2 kapenya gitu, pake waktu kalo ga sanggup rogoh kocek dalem2, tapi ya itulah sistem dan tetap kualitas SDM juga jadi bahan penilaianemoticon-Cendol (S)
0 0
0
Pengalaman Pahit 'Diusir' dari Potato Head Bali
17-04-2016 23:01
Quote:Original Posted By bimozbimo
Btw kalo pake jeep kita ga pake nyebut jeep kali yeee.
wrangler or cherokee.
Beneran punya tapi kan yah.... bukal modal googling kan yah hihihihhi


belom tentu gan

kalo punyanya jeep banci (compass, apalagi yg fwd) ya jelas malu dong disebut modelnya
mending langsung sebut merek ajah
0 0
0
Halaman 14 dari 18
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia