News
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
517
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56f360d25a516380108b4569/kenapa-transportasi-online-berani-subsidi-berbulan-bulan-baca-gan
Halo Agan, ane mau repost portingan dari agan satria mahendra dari FB yang bersangkutan mengenai fenomena transportasi online dilihat dari sudut pandang yang lain. Berikut adalah link fb agan Satria Mahendra https://www.facebook.com/satria.mahendra?fref=nf Satria Mahendra March 15 at 10:49pm · Lagi heboh (lagi) soal taksi dan ojek online. Bahkan ratusan sopir taksi kemarin demo menolak taksi onli
Lapor Hansip
24-03-2016 10:36

Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!

Halo Agan, ane mau repost portingan dari agan satria mahendra dari FB yang bersangkutan mengenai fenomena transportasi online dilihat dari sudut pandang yang lain.

Berikut adalah link fb agan Satria Mahendra
https://www.facebook.com/satria.mahendra?fref=nf

Satria Mahendra
March 15 at 10:49pm ·
Lagi heboh (lagi) soal taksi dan ojek online. Bahkan ratusan sopir taksi kemarin demo menolak taksi online.
Saya dari awal termasuk yg antipati dgn taksi dan ojek online ini. Tapi penolakan saya bukan karena mereka menggunakan teknologi. Bukan pula karena masalah mereka menyalahi perijinan, KIR, dsb. Penolakan saya karena ada sesuatu yg UNNATURAL dalam praktik bisnis taksi/ojek online ini. Sesuatu yg UNNATURAL ini merupakan bom waktu yg cepat atau lambat akan MELEDAK.

Sayangnya, para stakeholder bisa dibilang gagal melihat sesuatu yg UNNATURAL ini. Ada yg melihatnya dari sudut pandang APLIKASI. Ada yg dari sudut pandang PERIJINAN. Ada juga yg dari sudut pandang REGULASI.

BUKAN ITU inti masalah ojek online ini.
Kalo soal aplikasi, maka taksi/ojek konvensional bisa juga pake aplikasi. Bahkan Bluebird dan Ekspress juga sudah menggunakan aplikasi. Tapi mengapa bom waktu ini tidak bisa di-nonaktifkan?
Kalo soal perijinan, maka andai taksi/ojek online clear urusan perijinannya, bom waktu ini akan tetap aktif.
Kalo soal regulasi, maka andai regulasi sudah mengakomodir taksi/ojek online, bom waktu ini akan tetap aktif.

Masalahnya BUKAN ITU.

Masalahnya adalah pada HARGA YG UNNATURAL.

Biar gampang melihatnya, saya ibaratkan dengan pedagang bakso. Modal yg dibutuhkan utk 1 porsi bakso misalnya Rp.8000.
Biar dapat untung, dan pasti tukang bakso mau untung, karena tidak ada yg namanya dagang tapi tidak nyari untung, maka 1 porsi bakso dijual Rp.11.000. Ini NATURAL. Sesuai dgn hukum alam. Sesuai dgn prinsip ekonomi.

Tapi bagaimana jika tiba2 saya ikutan jual bakso tapi pakai aplikasi, dgn modal yg sama per porsi, tapi bakso saya jual Rp 4.000? Inilah yg saya sebut UNNATURAL. Tidak wajar!

Konsumen pasti dukung saya, karena harga saya murah banget. Konsumen pasti berpihak pada saya. Dan jika ada pedagang bakso lain protes, konsumen pasti akan mencibir pedagang bakso lainnya tadi. Saya dianggap jenius bisa memberikan harga murah bagi konsumen.

Tapi konsumen tidak salah. Sikap konsumen yg demikian masih NATURAL. Emang begitu hukum ekonomi.

Nah, pertanyaannya bagaimana caranya agar pedagang bakso saingan saya tetap bisa dapat untung, atau minimal tetap dapat pembeli? Apakah mereka harus pake aplikasi juga? Bisa saja mereka pakai aplikasi. Tapi mereka tidak mungkin jual dgn harga yg sama dgn saya (Rp. 4rb). Bukan itu solusinya.

Inilah masalah sebenarnya dari taksi/ojek online. Bukan soal aplikasi, bukan soal regulasi, dan bukan juga soal perijinan. Tapi soal harga yg tidak wajar. Harga ditetapkan di bawah cost produksi.

Sebenarnya pertanyaan berikutnya yg harus kita ajukan agar kita bisa mengidentifikasi apa penyebab sebenarnya dari sesuatu yg UNNATURAL ini adalah mengapa ada usaha yg bisa eksis dgn price di bawah cost? Bahkan salah satu ojek online pernah secara terang2an mengakui bahwa mereka masih merugi milyaran rupiah per bulannya. Dan itu pengakuan mereka tahun lalu. Sampai sekarang mereka tetap pasang tarif murah. Artinya, kemungkinan besar mereka pun masih merugi milyaran rupiah. Apakah ini NATURAL?

Wajar saja mereka bisa mengakuisisi pangsa pasar taksi/ojek tradisional, karena mereka tidak ambil pusing soal untung rugi! Beda dengan taksi/ojek konvensional yg tujuannya memang cari untung. Dan dari margin keuntungan itulah mereka dapat memberi makan keluarga mereka.

Pertanyaan berikutnya, darimana mereka mendapatkan dana untuk membiayai kerugian yg milyaran per bulan itu? Ternyata itu bukan dana mereka sendiri. Tapi katanya dari investor. Nah, yg namanya investor pasti motivasinya juga cari untung. Mana ada investor mau rugi. Kalo ada maka itu UNNATURAL.

Ada yg beralasan dgn mengatakan, itu ruginya di awal saja. Nanti setelah tahun ke sekian baru lah ada profitnya dan itu bisa saja terjadi setelah perusahaan merubah strategi usahanya. Dan ini wajar2 saja untuk bisnis2 yg baru mulai.

Betul. Bisnis yg baru mulai umumnya merugi dulu di awal. Tapi apakah benar pada tahun kesekian usaha2 UNNATURAL tsb akan merubah strateginya? Selain itu apakah sudah pasti akan untung setelah rubah strategi itu? Apalagi jika yg dimaksud strategi itu adalah bersaing dgn harga pasar. (Misal bakso dijual juga dgn harga 11rb?) Belum tentu.

Saya ambil contoh misalnya T*k*b*g*s. Situs iklan baris GRATIS. Didirikan tahun 2005. Tahun 2009 dibeli oleh 0L*. Dari 2005 hingga 2009 pasang iklan di t*k*b*g*s tetap gratis. Bahkan setelah dibeli oleh 0L* sampai sekarang juga tetap GRATIS.
Di awal kemunculannya banyak orang bertanya2 darimana t*k*b*g*s dapat untung. Pasang iklan tidak dipungut bayaran (walaupun ada fitur iklan premium, tapi persentase penggunanya sangat kecil). Tapi t*k*b*g*s bisa beriklan jor-joran di tv yg biayanya bisa puluhan juta per 30 detik. Darimana mereka dapat untung?
Ada yg menjawab, mereka hanya di awal saja gratis. Nanti setelah 2-3 tahun, ketika t*k*b*g*s makin dikenal, maka mereka akan ganti startegi dgn menjadi situs iklan baris berbayar.
Tapi kenyataannya, sampai sekarang, 2016, beriklan di t*k*b*g*s (yg sekarang sudah jadi 0L*) tetap gratis.

Ada lagi yg beralasan bahwa bisnis utama dari t*k*b*g*s itu bukan advertising agency. Tapi data gathering. Yg kemudian dimonitasi (monetizing/mendatangkan uang). Lalu diambillah contoh google/FB yg menyediakan berbagai layanan gratis. Dari layanan gratis tsb google/FB dapat data user berupa profil, hobi, dsb. Google/FB kemudian menampilkan iklan berdasarkan data user tsb. Pemasang iklan bayar ke google/FB. Dari sinilah google/FB dapat uang (monetizing).

Ini perumpamaan yg terlalu dipaksakan. Padahal jelas beda. Google/FB bisnis utama mereka memang advertising. Lalu mereka menyusun strategi utk bagaimana bisa menyediakan advertising service yg efektif. Masuklah mereka ke strategi data gathering.
Pasang iklan di google/fb tidak pernah GRATIS. Dari awal hingga sekarang. Karena dari situlah mereka dapat pemasukan. Satu2nya cara monetizing situs adalah dgn menyediakan space iklan berbayar.

T*k*b*g*s tidak begitu. Mereka justru menggratiskan space iklannya. Padahal monetasi situs justru dgn menyediakan space iklan berbayar. Dan buktinya sampai sekarang t*k*b*g*s tetap gratis. Lalu darimana mereka dapat uangnya? Kalo google dan fb jelas dari iklan berbayar.

Kembali lagi ke soal investor. Mengapa ternyata tetap ada INVESTOR yg bersedia membiayai padahal jelas tidak ada untungnya?
Ini UNNATURAL.

Apa yg dilakukan oleh taksi dan ojek online SAMA sebenarnya dgn apa yg dilakukan oleh t*k*b*g*s, b*rn**ga, dan sejenisnya.
Bedanya, taksi/ojek online mencoba menerapkan strategi "bisnis" (sengaja saya kasih tanda kutip karena ini bukan arti sebenarnya) yg awalnya hanya ada di dunia maya ke bisnis riil di dunia nyata. Bedanya, jenis usaha yg dipilih oleh taksi/ojek online bersinggungan langsung dengan periuk nasi pelaku usaha yg sudah lama eksis di dunia nyata tsb. Sehingha terjadilah konflik sosial.

Nah, sebenarnya "bisnis" apa sih dibalik taksi/ojek online ini, yg tadi saya juga sebutkan sudah lama ada di dunia maya?

Inilah "bisnis" nya:

Saya terjun ke usaha BAKSO BERBASIS APLIKASI. Harga bakso per porsi saya tetapkan Rp 4000. Cost produksi Rp. 8000.
Saya tidak mau rugi. Saya bikin usaha tujuannya nyari untung. Bagaimana caranya saya bisa untung dgn jualan bakso si bawah harga produksi?

Caranya:
Tahun pertama
Saya butuh modal 1 milyar. Saya cari investor yg mau invest 1 M. Sebagaimana investor umumnya yg juga bertujuan nyari untung, maka utk menarik minat mereka saya tawarkan keuntungan 20%. Artinya, saya akan kembalikan uang investor pada akhir tahun sebesar 1,2 M.
Investor dapat.
Dari 1 M, 200jt masuk kantong saya pribadi, sisanya 100jt utk modal bakso. 700 jt sisanya utk pasang iklan secara masif di tv.

Tahun kedua.
Saya punya kewajiban mengembalikan 1,2 M ke investor tahun pertama.
Darimana saya dapat uangnya, sementara bisnis bakso saya tidak mendatangkan untung? Ingat, saya jual bakso jauh di bawah harga produksi.
Caranya. Saya cari lagi investor yg mau invest 2 M. Saja janjikan keuntungan 20%. Artinya di akhir tahun kedua saya akan kembalikan 2,4 M.
Investor dapat.
Dari 2 M:
1,2 utk mengembalikan uang investor tahun pertama.
200 jt masuk kantong pribadi
100 jt utk modal bakso
500 jt utk jor2an pasang iklan lagi di tv.

Tahun ketiga, keempat dan kelima saya ulang2 lagi caranya.
Pada tahun ke 6, saya jual usaha saya seharga 100 M ke perusahaan internasional.
Atau jika saya tidak jual, saya masuk ke bursa saham, melakukan IPO. Karena usaha saya sudah banyak dikenal, maka tidak susah bagi saya menjual saham saya. Bahkan bisa jadi dalam waktu singkat harga saham perdana saya bisa berlipat ganda. Apalagi jika ada yg menggoreng saham saya.

Dari situlah saya dapat untung besar. Jadi bukan dari jualan bakso!
Soal banyak pedagang bakso gulung tikar karena tidak mampu bersaing dengan usaha saya, itu bukan urusan saya! Hahahaha

Mungkin ada yg tanya? Kok ada investor yg mau invest padahal pasti sebelumnya mereka mempelajari detail proposal bisnis saya dan pasti mereka tahu saya jualan di bawah cost produksi?

Jawabnya:

1. Saya berhasil meyakinkan mereka bahwa setelah beberapa bulan saya akan ganti strategi sehingga usaha saya akan mendatangkan untung berlipat. Investor tahun pertama akan lebih susah diyakinkan daripada investor tahun berikutnya. Tapi investor tahun berikutnya akan lebih mudah diyakinkan dengan adanya testimoni dari investor tahun2 sebelumnya.
Atau
2. Sang investor mengerti nature "bisnis" ini, bahwa ini adalah bisnis dimana keuntungan akan didapat setelah perusahaan dijual atau IPO. Bahwa yg diperjualbelikan disini bukanlah produk/jasa yg diproduksi perusahaan, tetapi perusahaan itu sendirilah produknya.
Atau...
3. Mereka adalah investor "hitam" yg butuh tempat money laundering. Apa artinya membuang uang 1 M jika bisa memutihkan uang 10 M dalam bentuk "profit" rekayasa dari jualan bakso. Apalagi jika bisa IPO.

Inilah hakikat "bisnis" saya.
------
Disclaimer:
- Tulisan saya bukan bertujuan mengajarkan model "bisnis" di atas. Saya tidak bertanggung jawab jika ada yg terinspirasi utk menjalankan model "bisnis" di atas beserta segala kerugian yg akan dialami oleh siapapun.
- Saya pribadi mengecam model "bisnis" seperti ini dan menganggapnya sebagai money game dan fraud.
- Jika ada kesamaan nama dan pelaku dalam tulisan ini dgn nama dan pelaku di dunia nyata, maka itu adalah kebetulan belaka smile emoticon


Ane nemu video lain berkaitan dengan analisis transportasi online juga gan.
Berikut link videonya dari youtube:






Aplikasi dan inovasi transportasi online bisa banget di appresiasi gan. Namun yang disayangkan tarifnya yang dibawah normal yang membuat bisnis transportasi yang sudah ada sebelumnya jd bisa mati seketika. Kalau agan msh bicara mengenai mekanisme pasar yang berkuasa. Itu jg paham kapitalisme. Dimana orang yg pny modal besar bisa dng mudah mematikan orang yg tdk bermodal.

akan sangat baik kalau uang yang di dapat murni dari bawah. Namun bisnis ini adalah bisnis jual perusahaan.

silahkan dikomeng gan. semoga bisa memberikan sudut pandang lain.
Diubah oleh caries17
0
Tampilkan isi Thread
icon-close-thread
Thread sudah digembok
berita-dan-politik
Berita dan Politik
28.6K Anggota • 649.2K Threads
Halaman 6 dari 26
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 12:48
keren tritnya gan serius, ane jadi nambah ilmu baru

pikiran ane nggak sampai sono

ane tambahin gan bahkan kalo gojek itu digaji juga ridernya gan, jadi dobel-dobel gajinya emoticon-Big Grin
ane bertanya-tanya dalam hati itu perusahaan untungnya darimana? tapi lama ane mikir endak ketemu jawabannya.
jawabannya ketemu di trit ini emoticon-Smilie
bintang 5 dulu ya!
0 0
0
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 12:50
kayaknya ga serumit n sesulit itu deh gan...
0 0
0
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 12:54
Keren nih.. ikut melek juga ane. Ternyata bisnis virtual yg dikonek ke bisnis riil bisa menarik investor kakap.
0 0
0
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 12:56
Quote:Original Posted By hattori hanzo


ya emang belum tapi kan gak menutup kemungkinan.. point ane adalah, banyak cara monetasi.. belum terjadi bukan gak mungkin kan..
lha ekonomi kerakyatan itu apa ? kapitalisme murni itu apa ? bukannya justru ekonomi kerakyatan itu yang banyak subsidi nya ya emoticon-Ngakak (S)
yah namanya bisnis kalo pasarnya udah terbatas pasti mematikan pesaing.. tinggal dievaluasi aja cara mematikannya itu sehat apa nggak. pake teori apapun tetap investor pasti akan menuntut return atas investasi nya. dan mereka juga jelas bukan orang bodoh kalau duitnya udah triliunan emoticon-Big Grin

dan belum dibahas juga efek nya ke mana ? kalau mereka mematikan pesaing dan nantinya menaikkan harga.. bukankah itu membuka peluang baru bagi pemain baru dengan harga yang lebih rendah ?


Contoh sistem ekonomi kerakyatan itu tidak melepas langsung ke mekanisme pasar... Said didu sudah memberikan contoh di aplikasi booking tiket online... Di sana tidak ada masalah karena satu selain penyedia aplikasi bekerjasama dengan maskapai yang resmi dan legal, di sana juga diatur batas bawah harga paling murah... Sehingga sekalipun itu maskapai perang tarif, tidak akan ditegur oleh pemerintah selama tidak melebihi batas bawah yang ditetapkan...

Di situlah letak ekonomi kerakyatanya... Bukan masalah subsidi dan tidak subsidinya.... Kl capitalisme murni ya negara tidak ikut atur-atur itu hrga diserahkan murni ke pasar... Mau perang harga sampe bangkrut dan iklim usaha jadi tidak sehat ya sabodo amat pemerintahnya...
0 0
0
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 12:56
masuk akal. selama ini pusing mikirin untungny si gojek dr mana
0 0
0
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 12:59
kalo menurut ane, taxi onlen vs konvensional bisa menang murah karena ngga ada modal asset,

taxi onlen mobil / motornya modal dari si pemilik kendaraan yang sekaligus jadi tukang sopir nya,
sedangkan taxi konvensional perusahaan taxi harus keluar modal asset mobil di depan,
yang kemudian dicicil oleh pegawainya, dan perlahan-lahan jadi hak milik si sopir.

sopir penyedia jasa transportasi melalui aplikasi onlen tidak sadar bahwa sebenernya mereka punya resiko rugi jauh lebih besar ketimbang sopir taxi konvensional. dan kerugian mereka sama sekali tidak ditanggung sepeser pun oleh perusahaan penyedia aplikasi onlen.

===analogi tukang bakso===
entitas:
perusahaan pengepool bakso konvensional : harus menyediakan modal awal berupa gerobak bakso, yang kemudian dicicil oleh pegawainya, jika ditengah masa penggunaan gerobak terjadi kerusakan, perusahaan harus menanggung ongkos kerusakan supaya pegawainya tetap bisa jualan bakso.
tukang bakso konvensional : memulai kerja tanpa modal, bekerja berjualan bakso menggunakan gerobak yang disediakan perusahaan pengepool, menyisihkan sebagian margin keuntungan untuk menyicil gerobak bakso pada perusahaan pengepool.
perusahaan bakso onlen : cuma modal bikin aplikasi software, bayar tukang IT, gak perlu keluar modal buat bikin gerobak.
tukang bakso onlen : modal gerobak sendiri, margin keuntungan langsung masuk kantong, hanya menyisihkan sebagian kecil margin keuntungan buat penyedia aplikasi onlen. jika gerobak rusak, harus bayar ongkos perbaikan sendiri.


===akal-akalan investor kakap===
kalo masalah skema ponzi, ngga ada bedanya antara perusahaan taxi konvensional dengan taxi onlen, dua-duanya bisa dipakai untuk skema yang sama, justru kalo mau tarik dana investor lebih besar, perusahaan taxi konvensional bakal lebih gampang meyahkinkan calon investor karena asset riil nya nyata kelihatan mata, sedangkan perusahaan taxi onlen, assetnya ngga meyahkinkan, paling cuma dalam bentuk asset intelektual berupa system software, piranti IT hardware dll, ngga ada asset alat transportasi sama sekali.
hal ini juga yang menjadi salah satu alasan kenapa Warren Buffet ngga mau investasi di perusahaan yang berbasis teknologi, karena asset intelektual itu tidak terlihat bentuknya a.k.a. abstrak.
Diubah oleh SiEndutBaru
0 0
0
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 13:00
Kalo Gojek dkk itu bener bisnis kapitalis, berarti negara ini sudah hancur lebur ...
0 0
0
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 13:00
ah bener apa yang saya curigain, saya jg sependapat sama ts pasti ada penyokong dana besar dibalik semua ini emoticon-Angkat Beer
0 0
0
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 13:06
mantab.. lumayan nambah wawasan, liat perspektif lain dari masalah ini
0 0
0
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 13:07
Analisa agan TS dapat dipahami dan masuk akal....Ane setuju gan, terimakasih, wawasan ane jadi bertambah
0 0
0
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 13:07
Quote:Original Posted By SiEndutBaru
kalo menurut ane, taxi onlen vs konvensional bisa menang murah karena ngga ada modal asset,

taxi onlen mobil / motornya modal dari si pemilik kendaraan yang sekaligus jadi tukang sopir nya,
sedangkan taxi konvensional perusahaan taxi harus keluar modal asset mobil di depan,
yang kemudian dicicil oleh pegawainya, dan perlahan-lahan jadi hak milik si sopir.

sopir penyedia jasa transportasi melalui aplikasi onlen tidak sadar bahwa sebenernya mereka punya resiko rugi jauh lebih besar ketimbang sopir taxi konvensional. dan kerugian mereka sama sekali tidak ditanggung sepeser pun oleh perusahaan penyedia aplikasi onlen.

===analogi tukang bakso===
entitas:
perusahaan pengepool bakso konvensional : harus menyediakan modal awal berupa gerobak bakso, yang kemudian dicicil oleh pegawainya, jika ditengah masa penggunaan gerobak terjadi kerusakan, perusahaan harus menanggung ongkos kerusakan supaya pegawainya tetap bisa jualan bakso.
tukang bakso konvensional : memulai kerja tanpa modal, bekerja berjualan bakso menggunakan gerobak yang disediakan perusahaan pengepool, menyisihkan sebagian margin keuntungan untuk menyicil gerobak bakso pada perusahaan pengepool.
perusahaan bakso onlen : cuma modal bikin aplikasi software, bayar tukang IT, gak perlu keluar modal buat bikin gerobak.
tukang bakso onlen : modal gerobak sendiri, margin keuntungan langsung masuk kantong, hanya menyisihkan sebagian kecil margin keuntungan buat penyedia aplikasi onlen. jika gerobak rusak, harus bayar ongkos perbaikan sendiri.


===akal-akalan investor kakap===
kalo masalah skema ponzi, ngga ada bedanya antara perusahaan taxi konvensional dengan taxi onlen, dua-duanya bisa dipakai untuk skema yang sama, justru kalo mau tarik dana investor lebih besar, perusahaan taxi konvensional bakal lebih gampang meyahkinkan calon investor karena asset riil nya nyata kelihatan mata, sedangkan perusahaan taxi onlen, assetnya ngga meyahkinkan, paling cuma dalam bentuk asset intelektual berupa system software, piranti IT hardware dll, ngga ada asset alat transportasi sama sekali.



nice gan analisisnya. Masuk akal jg krn ga ada investasi di aset berupa kendaraan. jd modalnya transportasi online fokus ke modal intellectual ya. Dan krn ga ada maintenance kendaraan jd uang dr investor bs untuk subsidi ke konsumen dan iklan ke berbagai media.
0 0
0
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 13:08
Quote:Original Posted By k4surus4k
keren tritnya gan serius, ane jadi nambah ilmu baru

pikiran ane nggak sampai sono

ane tambahin gan bahkan kalo gojek itu digaji juga ridernya gan, jadi dobel-dobel gajinya emoticon-Big Grin
ane bertanya-tanya dalam hati itu perusahaan untungnya darimana? tapi lama ane mikir endak ketemu jawabannya.
jawabannya ketemu di trit ini emoticon-Smilie
bintang 5 dulu ya!



thanks gan.. ane jg appreciate buat original authornya..
0 0
0
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 13:09
Quote:Original Posted By SiEndutBaru
kalo menurut ane, taxi onlen vs konvensional bisa menang murah karena ngga ada modal asset,

taxi onlen mobil / motornya modal dari si pemilik kendaraan yang sekaligus jadi tukang sopir nya,
sedangkan taxi konvensional perusahaan taxi harus keluar modal asset mobil di depan,
yang kemudian dicicil oleh pegawainya, dan perlahan-lahan jadi hak milik si sopir.

sopir penyedia jasa transportasi melalui aplikasi onlen tidak sadar bahwa sebenernya mereka punya resiko rugi jauh lebih besar ketimbang sopir taxi konvensional. dan kerugian mereka sama sekali tidak ditanggung sepeser pun oleh perusahaan penyedia aplikasi onlen.

===analogi tukang bakso===
entitas:
perusahaan pengepool bakso konvensional : harus menyediakan modal awal berupa gerobak bakso, yang kemudian dicicil oleh pegawainya, jika ditengah masa penggunaan gerobak terjadi kerusakan, perusahaan harus menanggung ongkos kerusakan supaya pegawainya tetap bisa jualan bakso.
tukang bakso konvensional : memulai kerja tanpa modal, bekerja berjualan bakso menggunakan gerobak yang disediakan perusahaan pengepool, menyisihkan sebagian margin keuntungan untuk menyicil gerobak bakso pada perusahaan pengepool.
perusahaan bakso onlen : cuma modal bikin aplikasi software, bayar tukang IT, gak perlu keluar modal buat bikin gerobak.
tukang bakso onlen : modal gerobak sendiri, margin keuntungan langsung masuk kantong, hanya menyisihkan sebagian kecil margin keuntungan buat penyedia aplikasi onlen. jika gerobak rusak, harus bayar ongkos perbaikan sendiri.


===akal-akalan investor kakap===
kalo masalah skema ponzi, ngga ada bedanya antara perusahaan taxi konvensional dengan taxi onlen, dua-duanya bisa dipakai untuk skema yang sama, justru kalo mau tarik dana investor lebih besar, perusahaan taxi konvensional bakal lebih gampang meyahkinkan calon investor karena asset riil nya nyata kelihatan mata, sedangkan perusahaan taxi onlen, assetnya ngga meyahkinkan, paling cuma dalam bentuk asset intelektual berupa system software, piranti IT hardware dll, ngga ada asset alat transportasi sama sekali.
hal ini juga yang menjadi salah satu alasan kenapa Warren Buffet ngga mau investasi di perusahaan yang berbasis teknologi, karena asset intelektual itu tidak terlihat bentuknya a.k.a. abstrak.


gw jg sedikit kearah situ..
pernah liat ojek online pake motor nmax baru..
apa ga mahal itu biaya spare part klo rusak..
secara ojek kan jalan terus..
0 0
0
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 13:10
Quote:Original Posted By bungrhomairama
Analisa agan TS dapat dipahami dan masuk akal....Ane setuju gan, terimakasih, wawasan ane jadi bertambah



thanks gan.. itu poin nya gan yg plg penting Dari tread ini. Wawasan kita jd bertambah ttg praktik bisnis spt ini.
0 0
0
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 13:10
Quote:Original Posted By pedagang.rujak

Contoh sistem ekonomi kerakyatan itu tidak melepas langsung ke mekanisme pasar... Said didu sudah memberikan contoh di aplikasi booking tiket online... Di sana tidak ada masalah karena satu selain penyedia aplikasi bekerjasama dengan maskapai yang resmi dan legal, di sana juga diatur batas bawah harga paling murah... Sehingga sekalipun itu maskapai perang tarif, tidak akan ditegur oleh pemerintah selama tidak melebihi batas bawah yang ditetapkan...

Di situlah letak ekonomi kerakyatanya... Bukan masalah subsidi dan tidak subsidinya.... Kl capitalisme murni ya negara tidak ikut atur-atur itu hrga diserahkan murni ke pasar... Mau perang harga sampe bangkrut dan iklim usaha jadi tidak sehat ya sabodo amat pemerintahnya...


he he he.. itu kan teori.. dan itu kalau dilihat secara sempit dari sisi driver.. oke kita evaluasi contoh kasus taksi tertentu...
coba dari kemarin berita2 ramai itu perusahaan taksi mana sih yang bangkrut ? yang susah kan drivernya.. perusahaannya lancar jaya. coba baca juga trit perusahaan taxi untung 700 M per tahun.. dan hari ini analisa laporan keuangan, terkuak margin nya 35%.. WTF

jadi harus pandai2 juga membaca situasi.. kalau di singapura aja margin 20%, kenapa gak ikut pasar global, turunin harga dengan mengorbankan sedikit margin perusahaan, jangan sopirnya yang jadi korban karena sepi penumpang.. udah gitu masih disuruh demo lagi emoticon-Big Grin
udah bukan rahasia lagi kalau government policy itu bisa diatur pemilik modal.. dalam hal ini u know who
jadi yang teriak2 bilang transportasi online melanggar aturan.. coba pikir dulu aturan ini apa betul demi kepentingan rakyat apa kepentingan pemilik bisnis tertentu (.. dan oknum dishub tentunyaemoticon-Big Grin)
0 0
0
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 13:11
analisanya ga didukung fakta. hubungannya dgn tukang bakso lagi. uber dan gojek nyediain tempat doang.mempertemukan pencari dan penyedia. ga banyak biaya pengeluaran seperti taxi konvensional bayar pegawai .beli mobil apalagi kredit.perawatan mobil . nah uber mana da ngeluarin biaya itu. mknya mreka mgasi harga murah. duit investor paling buat maintenance server . bayar pegawai yg paling 100 org .dan mereka kan ambil fee . 1 member anggap memberikan 10$ . kalau ada 1juta member seluruh dunia.
Diubah oleh jaultop
0 0
0
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 13:11
koq mau ada yg beli saham kek gtu yak emoticon-Ngakak
0 0
0
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 13:13
sekarang jaman nya Silicon Valley,
We create Value, Not Profit

emoticon-Cool
0 0
0
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 13:15
Quote:Original Posted By darkONE.
keren gan diskusinya udah lama gk liat trit model begini
klo menurut ane sayang aja sih kita masyarakat dijadiin model bisnis beginian
klo boleh curhat ane ngerasain gimana perkembangan ngembangin bisnis kek ginian
disitu bener-bener cari muka sama publik, publik itu raja buat kita
tp ternyata tujuanya utamanya bukan melayani dan memberikan sesuatu untuk masyarakat
melainkan ya itu tadi balik lagi ke otak bisnis, ujung2nya perusahaan buat dijual
tp mrka gk mau tau dampak ekonomi dan sosialnya. yang ada kita udah terlanjur ribut duluan
hantam sana hantam,,,miris ane gan mudah2an pemerintah buru2 bikin kebijakan dah kasian masyarakat Indo klo begini



menurut pendapat ane yang terbatas gan.. Sekarang bisnis yang dikemas dengan nilai sosial dan lingkungan tu sangat mudah dpt appresiasi masyarakat dan perhatian publik gan.
kalau bisnis itu bener bener empowering warga masyarakat.. itu benerann salut deh ane.. tp yg ditakutkan kalau kemasannya saja yang seakan sosial atau lingkungan. bukan negative thinking gan.
tp kalau agan mau bisnis coba deh dikemas dng aspek sosial atau lingkungan trus disebar massal informasinya. pasti mudah bgt dpt dukungan.
0 0
0
Kenapa Transportasi Online Berani Subsidi Berbulan Bulan. Baca GAN!
24-03-2016 13:15
Quote:Original Posted By mbelguedes


Kalau saya sih simple saja bray ngeliatnya.
Kenapa taxi konvensional gak bisa bertahan, karena dia nyari untung marginnya terlalu besar, sehingga berakibat pada tarif yg mahal.

Lw hitung saja deh, ini saya pernah ngobrol sm driver express.

Setoran 350rb/ hari.
350rb x 25 hari kerja = 8.750.000 / bln.
8.750.000 x 12 bulan = 105.000.000 / tahun
105.000.000 x 5 tahun = 525.000.000

Padahal mobil rusak yg tanggung jg driver.
Meskipun setelah 5 tahun mobil jadi milik sendiri tp tetap saja untungnya si pemilik usaha taxi untungnya besar. Itu juga belum dihitung driver pas awal mau ambil mobil taxi baru pk d.p segala.



Wajar aja nyari margin keuntungan yang besar, resiko-nya juga besar sih. Pernah ada kejadian supir bawa lari mobil taksi, dimana tuh mobil dipretelin abis2an disalah satu bengkel.
0 0
0
Halaman 6 dari 26
icon-hot-thread
Hot Threads
Copyright © 2023, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia