alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! KASKUS mau ada event baru! Isi survey ini dan dapat badge!
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 9 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/56e28233c3cb17700f8b4567/gawat-es-teh-manis-di-monas-berasal-dari-limbah-stasiun-gambir
Lapor Hansip
11-03-2016 15:30
Gawat, Es Teh Manis di Monas Berasal Dari Limbah Stasiun Gambir
Quote:
Gawat, Es Teh Manis di Monas Berasal Dari Limbah Stasiun Gambir


Gawat, Es Teh Manis di Monas Berasal Dari Limbah Stasiun Gambir

WARTA KOTA, PALMERAH— Pengamanan sekaligus pengawasan ketat yang dilakukan Satpol PP Jakarta Pusat terhadap keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat berbuntut panjang.

Sejumlah pedagang, khususnya pedagang minuman, diduga menyelundupkan barang dagangan ke kawasan Monas, termasuk dugaan menggunakan air kotor yang berasal dari saluran air yang berasal dari peron Stasiun KA Gambir.

Dugaan tersebut dibuktikan lewat penangkapan seorang pedagang es teh manis berinisial S (Suyanto-red) (44) warga Pintu Air III Jalan Djuanda, Pasar Baru, Gambir, Jakarta Pusat oleh anggota Satpol PP Jakarta Pusat pada Kamis (10/3) petang.

S yang diamankan di Silang Timur Monas, tepatnya seberang Masjid Istiqlal pada sekira pukul 16.00 WIB, diduga menggunakan air kotor tersebut untuk meracik es teh manis yang dijualnya.

Dugaan tersebut diungkapkan Kasatpol PP Jakarta Pusat, Iyan Sopiyan Hadi, lantaran lokasi yang biasa digunakan S berada tepat di sisi saluran air.

Hal tersebut pun dikuatkan dengan penempatan nampan lengkap dengan gelas plastik dan peralatan yang berada di bawah bak saluran air.
"Anggota memang nggak lihat dia (S-red) nampung air dari saluran air, tapi besar dugaan dia pakai air itu untuk bikin teh manis, soalnya air kotor yang keluar dari paralon itu airnya jernih," ungkapnya.

Tidak hanya itu, dugaan kuat penggunaan air kotor pun disampaikannya karena S diketahui selalu berada di lokasi saat meracik es teh manis.
Padahal, diakuinya, bila taman Monas terhampar luas sekitar 80 hektar persegi, yang terdiri dari banyak pepohonan rimbun untuk bersembunyi.

"Kalau alasannya di situ paling nggak kelihatan untuk ngumpet dari petugas itu nggak logis, karena Monas kan luas, tapi kenapa dia selalu di situ pas bikin teh manis. Kan aneh," jelasnya.

Terkait pengamatan anggotanya tersebut, pihaknya pun segera mengamankan S berikut barang bukti berupa es teh manis sebanyak dua belas gelas siap konsumsi. S pun dibawa ke Mapolsek Gambir untuk menjalani pemeriksaan lantaran diduga menyalahi peraturan sesuai dengan Pasal 62 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta Pasal 135 dan Pasal 140 UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

http://wartakota.tribunnews.com/2016...stasiun-gambir


Ditantang minum es teh campur limbah, pedagang ketakutan

Gawat, Es Teh Manis di Monas Berasal Dari Limbah Stasiun Gambir

Merdeka.com - Petugas Satpol PP menangkap pedagang es teh di kawasan Jl Veteran, Jakarta Pusat, pada Kamis kemarin. Pedagang yang belum diketahui identitasnya itu menjual es teh dengan campuran air limbah.

Saat ditangkap petugas, pedagang tersebut sempat berdalih dagangan es teh tersebut bukan miliknya.

"Dia sempat bilang bukan punya saya pak," kata Kasatpol PP Jakarta Pusat, Iyan Sophian Hadi, kepada merdeka.com, Jumat (11/3).

Tapi anak buahnya tak mudah percaya. Mereka meminta pedagang tersebut mau meminum teh dagangannya jika bahan baku yang digunakan bukan dari air limbah.

"Kita bilang, kalau enggak ada apa-apa, lo cicipun, mau enggak? Tapi dia enggak mau. Logikanya kalau bersih pasti dia mau," tambahnya.

Gawat, Es Teh Manis di Monas Berasal Dari Limbah Stasiun Gambir

es batu di monas 2016 foto. kasatgas pol pp kecamatan gambir/harry apriyanto
Dari tampilannya, es teh itu memang tak mencurigakan. Si pedagang menjual es teh seharga Rp 5000 per gelas.

Saat dimintai keterangan petugas, pedagang tersebut mengaku sudah beberapa bulan berdagang es teh air limbah. Iyan berjanji akan menertibkan pedagang nakal dan membahayakan seperti ini.

"Jadi memang kaya gini ini udah dicurigai anak-anak, soalnya dagangannya enggak habis-habis. Makanya diikuti ke arah Jl Veteran, eh benar, di dekat tiang rel kereta ada paralon, naik airnya ditampung dari sana," bebernya.

Dia juga menyelidiki apakah gelas dan es batu yang digunakan tidak bersih. "Kita akan terus kita tertibkan, karena memang Monas sekarang harus steril.

http://www.merdeka.com/jakarta/ditan...ketakutan.html

Awas, pedagang minuman di Monas pakai air tetesan rel kereta

Gawat, Es Teh Manis di Monas Berasal Dari Limbah Stasiun Gambir

Merdeka.com - Masyarakat harus waspada jika ingin beli minuman di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Ternyata para penjual berbuat curang dengan menggunakan air mentah atau kotor untuk membuat minuman itu.

Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Pusat pun langsung menindak lapak PKL yang berada di bawah rel kereta di sekitar Masjid Istiqlal. Hal ini menindaklanjuti informasi masyarakat keberadaan PKL yang kerap menampung air tetesan dari rel kereta dan digunakan untuk membuat minuman.

"Lapaknya langsung diangkut, jadi mereka jual minuman tapi bahan airnya tetesan air dari atas rel kereta, itu kotor sekali," ujar Kasatpol PP Jakarta Pusat Iyan Sophian Hadi, Jumat (11/3).

Petugas pun langsung mengangkut seluruh lapak PKL dan alat penyaring air. "Bahan baku airnya itu sangat berbahaya karena bukan air bersih, masyarakat bisa rawan terjangkit penyakit nantinya," katanya.

Kawasan rel kereta di sekitar Masjid Istiqlal memang kerap digunakan PKL sebagai pintu masuk ke kawasan Monas. Petugas sendiri ditugaskan untuk berjaga di sisi Jalan Perwira agar mereka tidak bisa melintas masuk ke kawasan Monas.

http://www.merdeka.com/jakarta/awas-...el-kereta.html

Selain pakai air tetesan rel, pedagang di Monas gunakan gelas bekas

Merdeka.com - Satpol PP Jakarta Pusat mengungkap kecurangan pedagang minuman di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Pedagang itu menjual minuman pakai air tetesan rel kereta api.

Tentu saja sangat kotor dan tidak higienis. Tak hanya itu, gelas bekas juga dipakai.

"Bukan hanya airnya, gelasnya juga sisa- sisa pemulung," kata Kasatpol PP Jakarta Pusat Iyan Sophian Hadi, Jumat (11/3).

Iyan pun mengimbau masyarakat untuk tidak membeli atau berhati-hati jika ingin belanja di kawasan Monas. "Kita sarankan masyarakat tidak membeli," ucapnya.

Sebelumnya, masyarakat harus waspada jika ingin beli minuman di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Ternyata para penjual berbuat curang dengan menggunakan air mentah atau kotor untuk membuat minuman itu.

Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Pusat pun langsung menindak lapak PKL yang berada di bawah rel kereta di sekitar Masjid Istiqlal. Hal ini menindaklanjuti informasi masyarakat keberadaan PKL yang kerap menampung air tetesan dari rel kereta dan digunakan untuk membuat minuman.

"Lapaknya langsung diangkut, jadi mereka jual minuman tapi bahan airnya tetesan air dari atas rel kereta, itu kotor sekali," ujar Kasatpol PP Jakarta Pusat Iyan Sophian Hadi.

http://www.merdeka.com/jakarta/selai...las-bekas.html


wah pelanggaran berat ini
Diubah oleh yokono
0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 6 dari 12
12-03-2016 06:05
Kl itu benar.... Kok tega ya?
Kenapa mencari rejeki menggunakan cara yg kurang baik?
0
12-03-2016 06:17

Kalo ada anak kecil yg minum
Si pedagang jg kagak peduli ya....yg penting fulus

Sadisss..... emoticon-Takut
0
12-03-2016 06:19
Untungnya banyak amat bang emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
0
12-03-2016 06:24
Quote:Original Posted By salamanca.
udah pake aer limbah
biasanya ngejual maksa pula
gw pernah jalan2 ke monas sm adek sepupu gw dipaksa suruh beli es teh harganya 20K oleh bapak2 berlogat suku 'M'
gw jalan2 aja sementara dia masih ngikutin, ngegiring dia ke satpol yg ada di tkp. akhirnya itu bapak2 ngacir sendiri.
jancok mmgemoticon-fuck2



ane ngga minta teh botol... dia inisiatip bukain sendiri. modyar koen... ane tinggal ngeloyor

emoticon-Big Grin
0
12-03-2016 06:32
dobooool
0
12-03-2016 06:33
Quote:Original Posted By GayusTambunan.
setau gw,
sekali lagi, setau gw,
pedagang asongan disono itu sebagian besar orang "M" emoticon-Big Grin
yg diwilayah lain biasanya jualan sate,
dan kalau dikalimantan suku "M": ini menjadi target operasi ama dayak karena kelakuan tengilnya emoticon-Big Grin


dari namanya suyanto sepertinya dia orang jawa
0
12-03-2016 06:34
Quote:Original Posted By colistin


Hmm klo satenya aman ngak nih maksudnya dagingnya bukan daging yg sudah rusak atau pakai daging ngak jelas (bukan sapi bukan ayam atau bukan kambing.....)


emoticon-Takut (S) emoticon-Takut (S) emoticon-Takut (S) emoticon-Takut (S) emoticon-Takut (S) emoticon-Takut (S)
ane jadi mikir kesitu dah, orang "M" kan nekad2.... jangan2 tikus juga ntar diolah..
0
12-03-2016 06:38
Quote:Original Posted By mobil.bergoyang
dari namanya suyanto sepertinya dia orang jawa


Orangg madura bnyk koo yg pake nama mirip orang jawa
0
12-03-2016 06:43

Kalo mereka digusur kan biasa ada yang bilang n tereak h*m h*m h*m emoticon-Embarrassment
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 06
12-03-2016 06:59
Wong cilik yang super licik, jahat lagi.
0
12-03-2016 06:59
Quote:Original Posted By tokosurvival
Makanya kalau di kaki lima ane cuma minum dari minuman botol.


Quote:Original Posted By PngeranBrengsek

Dimonas teh botol kaca juga ada yg dioplos teh bikinan
Alat pres tutupnya banyak yg jual gan
Harusnya pkl monas masuk dalam 7 keajaiban dunia nih



Tambahin Gan....
minuman botol/ gelas dari plastik pun sudah banyak yang isinya air refill/ suntikan sesuatu dari orang jail, cek dulu Gan...pentolan yang ada dibawah botol/ gelas, ada bekas suntikan atau tidak...atau tutupnya ada bekas lem besi atau tidak...

Macam2 penyakit, terutama pencernaan mengintai Gan, terutama tipes, diare, keracunan...yg ngeri kalau tipes...sengasara, hidup segan, mati tak mau dan sakit organ dalam menjalar kemana2...sulit sembuh klo gak betul2 dijaga, bisa bikit koit...

mau amannya sih ikutin saran Agan di bawah ini nih...


Quote:Original Posted By V551
kemana2 bawa makan minum sendiri dari rumah, lebih aman.


Diubah oleh kaskus.for.life
0
12-03-2016 07:07
lebih waspada lg, ngeri baca berita ini
0
12-03-2016 07:14
bangke bener dah org kek gini emoticon-Busa:
0
12-03-2016 07:14
HUEEEKKK.... emoticon-DP

untung aja ane gak pernah beli teh yg gituan emoticon-Najis emoticon-Blue Guy Bata (L)
0
12-03-2016 07:19
Quote:Original Posted By salamanca.


udah pake aer limbah
biasanya ngejual maksa pula
gw pernah jalan2 ke monas sm adek sepupu gw dipaksa suruh beli es teh harganya 20K oleh bapak2 berlogat suku 'M'
gw jalan2 aja sementara dia masih ngikutin, ngegiring dia ke satpol yg ada di tkp. akhirnya itu bapak2 ngacir sendiri.
jancok mmgemoticon-fuck2


kalok di Bandung, suku MAD suka nyuri besi gan
mulai pagar rumah orang, besi taman, rambu lalu lintas, sampe pagar kantor tentara pun diembat
kalo bahasa sini mah "tukang kindew"
ajegileee...
emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Marah

0
12-03-2016 07:28
Quote:Original Posted By alfianaputra
kalok di Bandung, suku MAD suka nyuri besi gan
mulai pagar rumah orang, besi taman, rambu lalu lintas, sampe pagar kantor tentara pun diembat
kalo bahasa sini mah "tukang kindew"
ajegileee...
emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Marah


jembatan suramadu aja dicolong besinya
pernah om gw yg org surabaya lewat sana malem2 di sisi jmbtn pulau madura. itu lampu pada ga nyala sama sekali. beda sm sisi pulau jawanyaemoticon-Ngakak (S)
0
12-03-2016 07:38
Parah bener nih oknum yg jualan. Disuruh minum gak mau pula.
0
12-03-2016 07:43
Boikot!!!!!!
0
12-03-2016 07:45
Quote:Original Posted By irvandh
Waduh kebanyakan pedagang di indonesia menghalalkan segala campuran demi meraih untung gede, meskipun gak semuanya tapi ane rasa udah jarang banget pedagang yg jujur dan benar


Kebanyakan? Berarti ada ada empirisnya donk ?
0
Halaman 6 dari 12
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.