alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56d2aaead44f9f6d1b8b456a/ekonomi-lesu-penjualan-barang-elektronik-di-glodok-sepi-pembeli
Lapor Hansip
28-02-2016 15:08
Ekonomi Lesu, Penjualan Barang Elektronik di Glodok Sepi Pembeli
Quote:
Ekonomi Lesu, Penjualan Barang Elektronik di Glodok Sepi Pembeli

Ekonomi Lesu, Penjualan Barang Elektronik di Glodok Sepi Pembeli

Jakarta -Penurunan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah belum memberikan dampak yang signifikan. Penjualan barang elektronik di Pusat Elektronik, Glodok, Jakarta Barat, masih saja lesu.

Menurut salah satu pemilik toko elektronik, Awi, pihaknya menyatakan bahwa penjualan kali ini lebih parah dibandingkan tahun 1998 silam.

"Penjualan anjlok, lebih parah dari tahun 1998. Dulu sih kita bisa jual puluhan per harinya, sekarang karena daya beli kurang, laku 2 atau 3 biji saja sudah senang banget," ujar Awi saat disambangi detikFinance, di lokasi, Minggu (28/2/2016).

Dirinya juga mengatakan, penurunan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah belum cukup mendorong peningkatan penjualan.

"Mendingan dolar naik tapi daya beli ada, sekarang dolar turun tapi pembeli mana?," ucap Awi di tengah persiapan membuka tokonya.

Dirinya juga mengaku, telah mengurangi jumlah karyawan karena lemahnya daya beli masyarakat.

"Dulu saya punya karyawan empat, sekarang saya kurangi jadi hanya tinggal satu saja, bosnya nggak ada pemasukan mau digaji pakai apa?," imbuh Awi.

Hal serupa dialami Hendry, salah seorang penjaga toko proyektor di Glodok. Dirinya juga menyebutkan, penjualan barang elektronik belakangan ini lesu. Penurunan nilai tukar dolar AS atau penguatan rupiah belum berpengaruh banyak terhadap penjualan barang elektronik.

"Di sini bisa seminggu tidak ada penjualan sama sekali, dolar kan baru turun sedikit jadi ya belum banyak berpengatuh lah. Proyektor kan juga bukan kebutuhan rutin. Jadi, ya cukup beli 1 unit saja bisa dipakai bersama-sama," tutup Hendry.
Sumber
Quote:
Dolar AS Turun, Penjualan Barang Elektronik Masih Lesu

Ekonomi Lesu, Penjualan Barang Elektronik di Glodok Sepi Pembeli

Jakarta -Pusat elektronik di kawasan Glodok, Jakarta Barat masih terlihat sepi siang ini. Banyak toko elektronik yang masih terkunci dan belum ada aktivitas jual-beli.

Menurut salah satu penjaga toko di Glodok, pihaknya menyebutkan banyak toko yang tidak buka dan memilih untuk beristirahat.

"Rata-rata di sini minggu tutup untuk istirahat, kita buka karena nyuplai yang kecil-kecil kayak reseller", ujar Hendry, salah seorang penjaga toko proyektor saat ditemui detikFinance, di lokasi, Minggu (28/2/2016).

Dirinya juga menyebutkan, penjualan barang elektronik belakangan ini lesu. Penurunan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) atau penguatan rupiah belum berpengaruh banyak terhadap penjualan barang elektronik.

"Di sini bisa seminggu tidak ada penjualan sama sekali, dolar kan baru turun sedikit jadi ya belum banyak berpengatuh lah. Proyektor kan juga bukan kebutuhan rutin. Jadi, ya cukup beli 1 unit saja bisa dipakai bersama-sama," tutup Hendry.

Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS pekan kemarin berada di posisi Rp 13.358, melemah dibandingkan posisi pembukaan di akhir pekan di Rp 13.396. Dolar AS memang terpantau melemah sejak awal tahun.

Sejak awal tahun ini, rupiah sudah menguat di kisaran 3,5% terhadap dolar AS. Biasanya, saat dolar AS turun, harga barang-barang elektronik ikut turun karena sebagian besar barang elektronik dipasok melalui impor. Dengan penurunan harga, biasanya permintaan semakin tinggi.
(drk/drk)
Sumber

Waduh kok sepertinya masih belum meroket juga ya emoticon-Bingung
0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 8 dari 15
29-02-2016 01:48
Blom launching yaa roket nya emoticon-Wakaka
0
29-02-2016 01:51
Cebong mulai dengan argumen ceteknya
emoticon-Wkwkwk
0
29-02-2016 01:54
Roketnya udah sampe mana...
0
29-02-2016 02:29
yahh gak seru dah glodok sepi.tempat yang penuh kenangan untuk ane tuh gan emoticon-Matabelo
0
29-02-2016 02:31
Ud lama bgt nich ga login kaskus..

But kebetulan baca thread ini, dan rasanya gw as ex mod entrepreneur corner jd bener2 pengen comment utk bantu meluruskan.

Gw lihat byk bgt yg komentarnya negatif dan ikut pesimis melihat kondisi ekonomi saat ini. Ya sebenarnya silahkan saja, toh makin kalian semua pesimis, gw yakin makin pula kalian mengalami kemunduran. So it's totally your choice.

But, gw sedikit mau komentar utk yg msh ragu2 dgn keadaan saat ini. Byk org yg saat ini bingung, koq dollar ud turun lumayan jauh dr posisi tertingginya tahun lalu (skrg di 13350an dan tahun lalu sempat 14500an), cuma koq dagang sepi? Di manakah masalahnya?

Sebelum kita semua menjudge dengan bahasa penuh kebencian dan saling salah2an, mari kita telaah masalah utamanya terlebih dahulu.

Pertama, soal glodok sepi. Apakah daya beli sedemikian turunnya sampe orang tidak mampu beli elektronik? Sama sekali tidak ! Masalahnya bukanlah orang tidak mampu beli elektronik lagi. Sekarang elektronik itu tanpa kita semua sadari sebenarnya makin terasa murah koq. Masalah utamanya adalah : dimanakah orang2 membeli elektronik sekarang ini ?

Sejak di atas tahun 2000, sebenarnya arus uang itu sudah mulai berpindah, dan makin sekarang makin terasa efeknya. Berpindah ke mana ? Berpindah ke perusahaan2 dan orang2 yang lebih kreatif, punya konsep, dan mau maju. Sebelum tahun 2000, orang masih membeli peralatan di toko2 tradisional. Sekarang ? Tentunya sudah beli di toko2 modern semacam Ace Hardware, Mitra 10, dll.

Begitu pula dengan elektronik, dulu orang masih banyak yang mau jauh2 beli elektronik di glodok. Sekarang ? Males..orang semakin tidak punya waktu untuk jauh2 ke Glodok. Alhasil perputaran uang di elektronik saat ini "lari" ke toko2 elektronik di mall semacam Electronic Solution, etc, dan juga ke online shop seperti Lazada, Blibli, etc.

Alasannya? Banyak sekali, mulai dr tidak punya waktu, bisa gesek dan cicilan 0%, lebih praktis, dan sebagainya. So...Glodok makin sepi ? Iya, pastinya. Tapi bukan karena orang tidak mampu beli elektronik lagi, melainkan karena orang memilih tidak beli di toko2 seperti Glodok.

So, please jangan judge hanya dari 1 sisi saja, telaahlah masalahnya dengan lebih mendalam. Perlu diketahui juga, ini juga bukan hanya terjadi di bidang elektronik, tapi juga di bidang2 lainnya. Termasuk toko besi, toko listrik, sampai ke toko kelontong. Gw jamin rata2 pasti mengeluh makin lama makin sepi, tanpa mempelajari bahwa sebenarnya tipe bisnisnya lah yang sudah usang, dan uang sudah lari ke Ace Hardware, Mitra 10, dan Indomaret/Alfamart. Ini artinya bukan orang2 tidak mampu membeli apapun lagi, namun orang2 prefer membeli di tempat yang lebih nyaman dan berkonsep.

Lalu sebagai sedikit tambahan, mengapa panasonic koq tutup pabrik di indonesia ? Apakah karena pasar Indonesia sedemikian lesunya? Perlu diketahui, alasan utamanya mereka tutup adalah karena upah buruh di indonesia terlalu tinggi, dan mereka prefer produksi di negara lain yang upah buruhnya lebih rendah dengan efisiensi kerja yang lebih baik dan mental orang2nya yang lbh tangguh (tidak suka mengeluh berlebihan seperti di Indo). Alasan kedua, brand panasonic saat ini memang market sharenya di indonesia sudah terlalu sedikit. Gampangnya saja, berapa banyak dari agan2 di sini yang dalam 2 tahun terakhir masih membeli elektronik dengan merk panasonic ? Gw yakin ga banyak. So bisa disimpulkan, brand dan market share mereka di sini sudah tidak bagus lagi. Jadi wajar kalo mereka tutup, karena mereka sudah tidak mampu bersaing lagi.

Intinya, apapun masalahnya, sebelum mengeluh dan menyalahkan orang lain, sebaiknya telaah dulu masalahnya dengan lebih mendalam. Pelajari saat ini bisnis lagi bergerak ke arah mana, dan segera catch the wave, alias ambillah peluangnya!

So, hentikan keluhan Anda, dan buatlah hidup Anda lebih baik dengan berpikir lebih bijak dan optimis. emoticon-Angkat Beer


0
29-02-2016 02:57
Quote:Original Posted By [Shadow
LenZ;56d34b13de2cf2a1078b456b]Ud lama bgt nich ga login kaskus..

But kebetulan baca thread ini, dan rasanya gw as ex mod entrepreneur corner jd bener2 pengen comment utk bantu meluruskan.

Gw lihat byk bgt yg komentarnya negatif dan ikut pesimis melihat kondisi ekonomi saat ini. Ya sebenarnya silahkan saja, toh makin kalian semua pesimis, gw yakin makin pula kalian mengalami kemunduran. So it's totally your choice.

But, gw sedikit mau komentar utk yg msh ragu2 dgn keadaan saat ini. Byk org yg saat ini bingung, koq dollar ud turun lumayan jauh dr posisi tertingginya tahun lalu (skrg di 13350an dan tahun lalu sempat 14500an), cuma koq dagang sepi? Di manakah masalahnya?

Sebelum kita semua menjudge dengan bahasa penuh kebencian dan saling salah2an, mari kita telaah masalah utamanya terlebih dahulu.

Pertama, soal glodok sepi. Apakah daya beli sedemikian turunnya sampe orang tidak mampu beli elektronik? Sama sekali tidak ! Masalahnya bukanlah orang tidak mampu beli elektronik lagi. Sekarang elektronik itu tanpa kita semua sadari sebenarnya makin terasa murah koq. Masalah utamanya adalah : dimanakah orang2 membeli elektronik sekarang ini ?

Sejak di atas tahun 2000, sebenarnya arus uang itu sudah mulai berpindah, dan makin sekarang makin terasa efeknya. Berpindah ke mana ? Berpindah ke perusahaan2 dan orang2 yang lebih kreatif, punya konsep, dan mau maju. Sebelum tahun 2000, orang masih membeli peralatan di toko2 tradisional. Sekarang ? Tentunya sudah beli di toko2 modern semacam Ace Hardware, Mitra 10, dll.

Begitu pula dengan elektronik, dulu orang masih banyak yang mau jauh2 beli elektronik di glodok. Sekarang ? Males..orang semakin tidak punya waktu untuk jauh2 ke Glodok. Alhasil perputaran uang di elektronik saat ini "lari" ke toko2 elektronik di mall semacam Electronic Solution, etc, dan juga ke online shop seperti Lazada, Blibli, etc.

Alasannya? Banyak sekali, mulai dr tidak punya waktu, bisa gesek dan cicilan 0%, lebih praktis, dan sebagainya. So...Glodok makin sepi ? Iya, pastinya. Tapi bukan karena orang tidak mampu beli elektronik lagi, melainkan karena orang memilih tidak beli di toko2 seperti Glodok.

So, please jangan judge hanya dari 1 sisi saja, telaahlah masalahnya dengan lebih mendalam. Perlu diketahui juga, ini juga bukan hanya terjadi di bidang elektronik, tapi juga di bidang2 lainnya. Termasuk toko besi, toko listrik, sampai ke toko kelontong. Gw jamin rata2 pasti mengeluh makin lama makin sepi, tanpa mempelajari bahwa sebenarnya tipe bisnisnya lah yang sudah usang, dan uang sudah lari ke Ace Hardware, Mitra 10, dan Indomaret/Alfamart. Ini artinya bukan orang2 tidak mampu membeli apapun lagi, namun orang2 prefer membeli di tempat yang lebih nyaman dan berkonsep.

Lalu sebagai sedikit tambahan, mengapa panasonic koq tutup pabrik di indonesia ? Apakah karena pasar Indonesia sedemikian lesunya? Perlu diketahui, alasan utamanya mereka tutup adalah karena upah buruh di indonesia terlalu tinggi, dan mereka prefer produksi di negara lain yang upah buruhnya lebih rendah dengan efisiensi kerja yang lebih baik dan mental orang2nya yang lbh tangguh (tidak suka mengeluh berlebihan seperti di Indo). Alasan kedua, brand panasonic saat ini memang market sharenya di indonesia sudah terlalu sedikit. Gampangnya saja, berapa banyak dari agan2 di sini yang dalam 2 tahun terakhir masih membeli elektronik dengan merk panasonic ? Gw yakin ga banyak. So bisa disimpulkan, brand dan market share mereka di sini sudah tidak bagus lagi. Jadi wajar kalo mereka tutup, karena mereka sudah tidak mampu bersaing lagi.

Intinya, apapun masalahnya, sebelum mengeluh dan menyalahkan orang lain, sebaiknya telaah dulu masalahnya dengan lebih mendalam. Pelajari saat ini bisnis lagi bergerak ke arah mana, dan segera catch the wave, alias ambillah peluangnya!

So, hentikan keluhan Anda, dan buatlah hidup Anda lebih baik dengan berpikir lebih bijak dan optimis. emoticon-Angkat Beer




Iya gan.. emoticon-Turut Berduka

Kira2 solusi bagi toko2 konvensional (yg buta teknologi internet marketing) biar bisa bangkit dan bertahan bgmn gan? Kasian jg..
0
29-02-2016 05:12
Kalo menurut ane nih ye, mungkin waktu dollar belon turun harga-harga barang elektronik diluar glodok masih lebih mahal (mungkin karena kualitasnye juga' bagusan)


Nah, pas dollar turun nih ye, harga elektronik yang diluar glodok harganye turun drastis (tetap dengan kualitas yang bagusan dari yang di glodok)

Makanya banyak pembeli yang ada, pada cabut ke tempat lain emoticon-Hammer2
0
29-02-2016 05:29
Menurut ane, data2nya kurang gan. Kalau di luar itu, statistik dari pihak pemerintah dan swasta selalu keluar tiap bulan, tiap quarter, dll. Dan biasanya dikasih data M-o-M dan Y-o-Y. Contohnya aja data2 yang selalu tersedia:
Data pembelian untuk bidang manufaktur
Data pembelian untuk bidang non-manufaktur
Restoran Index
Hotel okupansi
Penjualan BBM
Neraca expor impor
Cadangan minyak dan BBM
Data penjualan ritel
Penjualan real estate
Inventori barang
Inventori real estate
dll dll
Kalau di Indonesia cukup ada saja sebagian data2 itu, kita mungkin lebih bisa mengambil kesimpulan tentang ekonomi secara keseluruhan.
0
29-02-2016 06:32
Quote:Original Posted By bright.day


ya kalo mall2 ya enggaklah kalo ambil dr glodok.

lagian citra glodok sendiri makin lama makin rusak.
krn pd main refurbish, main harga. (gak jaminan murah lagi)

org ogah pula macet2 kesono.


Betul ente gan
Terakhir sy belanja d glodok merasakan hal yang agan tuturkan
0
29-02-2016 06:54
Quote:Original Posted By [Shadow
LenZ;56d34b13de2cf2a1078b456b]Ud lama bgt nich ga login kaskus..

But kebetulan baca thread ini, dan rasanya gw as ex mod entrepreneur corner jd bener2 pengen comment utk bantu meluruskan.

Gw lihat byk bgt yg komentarnya negatif dan ikut pesimis melihat kondisi ekonomi saat ini. Ya sebenarnya silahkan saja, toh makin kalian semua pesimis, gw yakin makin pula kalian mengalami kemunduran. So it's totally your choice.

But, gw sedikit mau komentar utk yg msh ragu2 dgn keadaan saat ini. Byk org yg saat ini bingung, koq dollar ud turun lumayan jauh dr posisi tertingginya tahun lalu (skrg di 13350an dan tahun lalu sempat 14500an), cuma koq dagang sepi? Di manakah masalahnya?

Sebelum kita semua menjudge dengan bahasa penuh kebencian dan saling salah2an, mari kita telaah masalah utamanya terlebih dahulu.

Pertama, soal glodok sepi. Apakah daya beli sedemikian turunnya sampe orang tidak mampu beli elektronik? Sama sekali tidak ! Masalahnya bukanlah orang tidak mampu beli elektronik lagi. Sekarang elektronik itu tanpa kita semua sadari sebenarnya makin terasa murah koq. Masalah utamanya adalah : dimanakah orang2 membeli elektronik sekarang ini ?

Sejak di atas tahun 2000, sebenarnya arus uang itu sudah mulai berpindah, dan makin sekarang makin terasa efeknya. Berpindah ke mana ? Berpindah ke perusahaan2 dan orang2 yang lebih kreatif, punya konsep, dan mau maju. Sebelum tahun 2000, orang masih membeli peralatan di toko2 tradisional. Sekarang ? Tentunya sudah beli di toko2 modern semacam Ace Hardware, Mitra 10, dll.

Begitu pula dengan elektronik, dulu orang masih banyak yang mau jauh2 beli elektronik di glodok. Sekarang ? Males..orang semakin tidak punya waktu untuk jauh2 ke Glodok. Alhasil perputaran uang di elektronik saat ini "lari" ke toko2 elektronik di mall semacam Electronic Solution, etc, dan juga ke online shop seperti Lazada, Blibli, etc.

Alasannya? Banyak sekali, mulai dr tidak punya waktu, bisa gesek dan cicilan 0%, lebih praktis, dan sebagainya. So...Glodok makin sepi ? Iya, pastinya. Tapi bukan karena orang tidak mampu beli elektronik lagi, melainkan karena orang memilih tidak beli di toko2 seperti Glodok.

So, please jangan judge hanya dari 1 sisi saja, telaahlah masalahnya dengan lebih mendalam. Perlu diketahui juga, ini juga bukan hanya terjadi di bidang elektronik, tapi juga di bidang2 lainnya. Termasuk toko besi, toko listrik, sampai ke toko kelontong. Gw jamin rata2 pasti mengeluh makin lama makin sepi, tanpa mempelajari bahwa sebenarnya tipe bisnisnya lah yang sudah usang, dan uang sudah lari ke Ace Hardware, Mitra 10, dan Indomaret/Alfamart. Ini artinya bukan orang2 tidak mampu membeli apapun lagi, namun orang2 prefer membeli di tempat yang lebih nyaman dan berkonsep.

Lalu sebagai sedikit tambahan, mengapa panasonic koq tutup pabrik di indonesia ? Apakah karena pasar Indonesia sedemikian lesunya? Perlu diketahui, alasan utamanya mereka tutup adalah karena upah buruh di indonesia terlalu tinggi, dan mereka prefer produksi di negara lain yang upah buruhnya lebih rendah dengan efisiensi kerja yang lebih baik dan mental orang2nya yang lbh tangguh (tidak suka mengeluh berlebihan seperti di Indo). Alasan kedua, brand panasonic saat ini memang market sharenya di indonesia sudah terlalu sedikit. Gampangnya saja, berapa banyak dari agan2 di sini yang dalam 2 tahun terakhir masih membeli elektronik dengan merk panasonic ? Gw yakin ga banyak. So bisa disimpulkan, brand dan market share mereka di sini sudah tidak bagus lagi. Jadi wajar kalo mereka tutup, karena mereka sudah tidak mampu bersaing lagi.

Intinya, apapun masalahnya, sebelum mengeluh dan menyalahkan orang lain, sebaiknya telaah dulu masalahnya dengan lebih mendalam. Pelajari saat ini bisnis lagi bergerak ke arah mana, dan segera catch the wave, alias ambillah peluangnya!

So, hentikan keluhan Anda, dan buatlah hidup Anda lebih baik dengan berpikir lebih bijak dan optimis. emoticon-Angkat Beer




anda gila? elektronik murah bagi siapa? orang kaya?
ane sih ga ngeluh ya
Alhamdulillah ane masih bisa makan
tapi masalah ekonomi nanti biar yg bacot ekonomi meroket tanggungjawab di akhirat

ente kan bukan jualan elektronik, market share nya beda tong
jangan digeneralisir
Diubah oleh rumahkanaka3
0
29-02-2016 06:55
Nafsu Besar Tenaga Kurang, bagian pengkurusan gan!
0
29-02-2016 06:57
Sekarang mah online gan..
0
29-02-2016 06:58
Quote:Original Posted By [Shadow
LenZ;56d34b13de2cf2a1078b456b]Ud lama bgt nich ga login kaskus..

But kebetulan baca thread ini, dan rasanya gw as ex mod entrepreneur corner jd bener2 pengen comment utk bantu meluruskan.

Gw lihat byk bgt yg komentarnya negatif dan ikut pesimis melihat kondisi ekonomi saat ini. Ya sebenarnya silahkan saja, toh makin kalian semua pesimis, gw yakin makin pula kalian mengalami kemunduran. So it's totally your choice.

But, gw sedikit mau komentar utk yg msh ragu2 dgn keadaan saat ini. Byk org yg saat ini bingung, koq dollar ud turun lumayan jauh dr posisi tertingginya tahun lalu (skrg di 13350an dan tahun lalu sempat 14500an), cuma koq dagang sepi? Di manakah masalahnya?

Sebelum kita semua menjudge dengan bahasa penuh kebencian dan saling salah2an, mari kita telaah masalah utamanya terlebih dahulu.

Pertama, soal glodok sepi. Apakah daya beli sedemikian turunnya sampe orang tidak mampu beli elektronik? Sama sekali tidak ! Masalahnya bukanlah orang tidak mampu beli elektronik lagi. Sekarang elektronik itu tanpa kita semua sadari sebenarnya makin terasa murah koq. Masalah utamanya adalah : dimanakah orang2 membeli elektronik sekarang ini ?

Sejak di atas tahun 2000, sebenarnya arus uang itu sudah mulai berpindah, dan makin sekarang makin terasa efeknya. Berpindah ke mana ? Berpindah ke perusahaan2 dan orang2 yang lebih kreatif, punya konsep, dan mau maju. Sebelum tahun 2000, orang masih membeli peralatan di toko2 tradisional. Sekarang ? Tentunya sudah beli di toko2 modern semacam Ace Hardware, Mitra 10, dll.

Begitu pula dengan elektronik, dulu orang masih banyak yang mau jauh2 beli elektronik di glodok. Sekarang ? Males..orang semakin tidak punya waktu untuk jauh2 ke Glodok. Alhasil perputaran uang di elektronik saat ini "lari" ke toko2 elektronik di mall semacam Electronic Solution, etc, dan juga ke online shop seperti Lazada, Blibli, etc.

Alasannya? Banyak sekali, mulai dr tidak punya waktu, bisa gesek dan cicilan 0%, lebih praktis, dan sebagainya. So...Glodok makin sepi ? Iya, pastinya. Tapi bukan karena orang tidak mampu beli elektronik lagi, melainkan karena orang memilih tidak beli di toko2 seperti Glodok.

So, please jangan judge hanya dari 1 sisi saja, telaahlah masalahnya dengan lebih mendalam. Perlu diketahui juga, ini juga bukan hanya terjadi di bidang elektronik, tapi juga di bidang2 lainnya. Termasuk toko besi, toko listrik, sampai ke toko kelontong. Gw jamin rata2 pasti mengeluh makin lama makin sepi, tanpa mempelajari bahwa sebenarnya tipe bisnisnya lah yang sudah usang, dan uang sudah lari ke Ace Hardware, Mitra 10, dan Indomaret/Alfamart. Ini artinya bukan orang2 tidak mampu membeli apapun lagi, namun orang2 prefer membeli di tempat yang lebih nyaman dan berkonsep.

Lalu sebagai sedikit tambahan, mengapa panasonic koq tutup pabrik di indonesia ? Apakah karena pasar Indonesia sedemikian lesunya? Perlu diketahui, alasan utamanya mereka tutup adalah karena upah buruh di indonesia terlalu tinggi, dan mereka prefer produksi di negara lain yang upah buruhnya lebih rendah dengan efisiensi kerja yang lebih baik dan mental orang2nya yang lbh tangguh (tidak suka mengeluh berlebihan seperti di Indo). Alasan kedua, brand panasonic saat ini memang market sharenya di indonesia sudah terlalu sedikit. Gampangnya saja, berapa banyak dari agan2 di sini yang dalam 2 tahun terakhir masih membeli elektronik dengan merk panasonic ? Gw yakin ga banyak. So bisa disimpulkan, brand dan market share mereka di sini sudah tidak bagus lagi. Jadi wajar kalo mereka tutup, karena mereka sudah tidak mampu bersaing lagi.

Intinya, apapun masalahnya, sebelum mengeluh dan menyalahkan orang lain, sebaiknya telaah dulu masalahnya dengan lebih mendalam. Pelajari saat ini bisnis lagi bergerak ke arah mana, dan segera catch the wave, alias ambillah peluangnya!

So, hentikan keluhan Anda, dan buatlah hidup Anda lebih baik dengan berpikir lebih bijak dan optimis. emoticon-Angkat Beer




Kalau agan berkecimpung di dunia elektronik pasti bisa merasakan lesunya ekonomi.

Glodok itu parameter, karena banyak importir dan distributor stay disana.

Memang kebanyakan offline, tapi meski offline mereka ada jg supply ke retailer online.

Btw, ngga semua orang beli online terutama di daerah. Orang masih mikir garansi dll.

Kalau orang glodok sampai bilang lesu, itu adalah warning buat tim ekonomi jkw.
0
29-02-2016 07:14
tgl 5 niatnya mau upgrade komputer + rakit komputer client, moga2 dapet harga bersahabat emoticon-Embarrassment

online shop
prinsip gw
gw sangat skeptic beli barang elektronik lewat OL shop apa lgi yang harga di atas 3 juta, kecuali amazon, ebay
selama gw bisa jalan keluar, gw mending nyari2 di mangga dua dsb, bisa liat item2 lain, langsung test + sehat jalan emoticon-Angkat Beer
0
29-02-2016 07:30
Quote:Original Posted By miyaza
Penyebab pertama bs jd karna ekonomi melesu

Skrng jamannya olshop


Ya kali gtu beli tv apa kulkas di olshop, ga puas ga megang dl di toko.hehee
0
29-02-2016 08:00
ekonomi kadang naik-turun
0
29-02-2016 08:02
bener tuh rata2 nastak anak sma sama kuliahan yg masih ngemis2 duit jajan mau usaha ortu susah atau cukup yg penting masih bisa beli arem arem , sok sok an gaya revolusioner gitu lah, beda ama nasbung yg ane lihat usia 20-30 th yg tahu dan ngerasain naik turun pasang surut usaha
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
29-02-2016 08:10
Ol ngga begitu pengaruh...klo dipusat aja ngeluh apalagi didaerah ..

Blunder terbesar tim ekonomi jokowi adalah menaikan bbm..efek dominonya terasa sekarang..ketika semua kebutuhan pokok naik..daya beli pasti jatuh
Anggap aja harga barang naik 10% artinya masing2 kehilangan daya beli 10% kalikan dalam setahun dikalikan jutaan orang berapa yg hilang dari daya beli masyarakat semua sektor macet total.
Faktor lain mudahnya kepemikan kendaraan bermotor dalam beberapa tahun terakhir..harga motor cukup 500 ribu bisa dimiliki harga yg 15 jt ..harus dibayar jadi 25 jt dalam 2 atau 3 tahun..berapa uang masyarakat yg tergerus disitu..belum lagi barang2 elektronik yg bisa dengan mudah dimiliki..akhirnya inilah bom waktu yg mulai meledak pelan2 .

Pemerintah sebenarnya punya solusi dengan menekan bank bumn untuk memberikan kredit ringan kepengusaha kecil dengan sistem jemput bola..
Klo finance dan lintah darat berkedok koperasi berani kasih pinjaman dengan modal ktp dan rekening listrik ...knp bank tdk berani..padahal pedagang kecil aja berani ngambil sampai bunga 20% sebulan
.
Masyarakat ekonomi kecil itu berharap kemudahan permodalan..selama ini kredit tanpa agunan itu cuma slogan..tetap ribet..saya orang media pemberitaan diradio..punya data dilapangan yg real
ada pengusaha didaerah yg menjadikan jaminan hutan antah berantah dijadikan perkebunan untuk mendapatkan kredit miliaran..begitu mudahnya mereka dapat fasilitas itu padahal jaminan pengembalian jg belum tentu berhasil.klo pun gagal paling tanah hutan yg disita.
Coba bank2 lakukan itu datanglah langsung ke pedagang kecil..kasih mrk pinjaman 1 sampai 2 jt . tagih harian..berikan bunga yg ringan..gerakan ekonomi kecil...triliunan uang pasti bergerak setiap bulan..masa sekarang jangan berharap pengusaha besar yg semua wait n see.
Turunkan harga minyak secepatnya.
0
29-02-2016 08:18
bbm naik berkali2 meski nominal dikit,,, tp kenaikan tetep dijadikan trigger untuk menaikkan harga. apapun.

walhasil inflasi terkerek tinggi.

sementara gaji tak naik-2. sekalinya naik langsung phk.

ditambah kenaikan gas, listrik. dollar jg naik.

lengkap sudah bos.

faktor pelengkap:
ihsg turun
ekonomi dunia turun

yang perlu disukuri... hidup masih bisa dpt makan, meski 2x sehari
0
Halaman 8 dari 15
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.