News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
102
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56c3e82a507410b5528b4569/tv-tapir-liberal-jadi-corong-pro-lgbt-begini-cara-kompas-tv-menggiring-opini-publik
KPI Larang TV dan Radio Promosikan LGBT Sabtu, 13 Februari 2016 | 08:06 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Polemik mengenai komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transjender yang marak di televisi dan radio membuat Komisi Penyiaran Indonesia ikut bersuara. KPI pun melarang televisi dan radio untuk mengampanyekan LGBT. Alasannya, KPI menganggap kampanye LGBT melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar
Lapor Hansip
17-02-2016 10:25

TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik

KPI Larang TV dan Radio Promosikan LGBT
Sabtu, 13 Februari 2016 | 08:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Polemik mengenai komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transjender yang marak di televisi dan radio membuat Komisi Penyiaran Indonesia ikut bersuara.

KPI pun melarang televisi dan radio untuk mengampanyekan LGBT. Alasannya, KPI menganggap kampanye LGBT melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI tahun 2012.

"Aturan dalam P3 dan SPS itu sudah jelas, baik tentang penghormatan terhadap nilai dan norma kesusilaan dan kesopanan," kata Wakil Ketua KPI Pusat Idy Muzayyad, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (13/2/2016).

"Ataupun tentang perlindungan anak dan remaja yang melarang adanya muatan yang mendorong anak dan remaja belajar tentang perilaku tidak pantas dan atau membenarkan perilaku tersebut,” ucapnya.

Idy Muzayyad menjelaskan, larangan tersebut sebagai bentuk perlindungan terhadap anak dan remaja yang rentan menduplikasi perilaku yang dianggap bertentangan dengan norma yang dipahami secara umum.

Karena itu, baik televisi maupun radio diminta KPI tidak memberikan ruang yang dapat menjadikan perilaku LGBT itu dianggap sebagai hal yang lumrah.

Ke depannya, ujar Idy, bila diperlukan, KPI akan membuat batasan yang lebih rinci lagi di P3 dan SPS agar TV dan radio tidak salah dalam penayangan program terkait LGBT.

Sikap KPI ini dianggap sejalan dengan sikap Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah yang menolak promosi dan legalisasi terhadap LGBT.
http://nasional.kompas.com/read/2016...romosikan.LGBT


DPR Minta Pemerintah Larang LGBT
Al Abrar - 15 Februari 2016 16:43 wib

Metrotvnews.com, Jakarta: Polemik soal lesbian, gay, bisexual and transgender (LBGT) tengah mencuat beberapa waktu belakangan ini. Bermula dari protes Universitas Indonesia (UI) terhadap kelompok support group and research center (SGRC) yang membawa nama UI, polemik melebar ke mana-mana.

Isu LGBT pun mewarnai rapat gabungan Komisi I dan III bersama perwakilan pemerintah. Anggota DPR menghendaki, polemik LGBT juga dijadikan salah satu prioritas penanganan.

Anggota Komisi III dari Fraksi PKS, Aboe Bakar Alhabsy menyatakan fenomena LGBT tak kalah berbahaya dibanding dengan isu terorisme dan narkoba. Ia meminta, pemerintah segera menangani masalah ini. Pemerintah diharap ketegasannya untuk melarang LGBT.

"Jika tidak, maka kampungan republik ini. Ini (LGBT) aib," kata Aboe Bakar dalam rapat gabungan tersebut di Kompleks Parlemen, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/2/2016).

Aboe Bakar mengutip kitab suci Alquran. Menurut dia, fenomena gay dan lesbi pernah terjadi pada kaum yang hidup di zaman Nabi Luth. Kaum tersebut kemudian dimusnahkan karena membiarkan perilaku menyimpang terkait hubungan sesama jenis.

"Kaum Luth itu dibinasakan," ujar Aboe Bakar.

Senada dengan Aboe Bakar, anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan Effendi Muara Sakti Simbolon menilai serupa. Effendi menyebut, LGBT sebagai ancaman yang sudah sangat dekat.

"Ini sudah jadi sebuah ancaman, bukan lagi di luar pekarangan tapi dalam rumah kita, rentan terhadap persoalan hal ini," ujar Effendi.

Polemik LGBT ramai dibicarakan di media sosial. Fenomena ini bermula dari brosur SGRC yang memberi ruang kepada pengidap LGBT. SGRC awalnya membawa nama UI. Tapi belakangan, Rektorat UI tak terima nama kampus dibawa-bawa. Polemik melebar hingga membikin Menristek DIkti Muhammad Natsir berkomentar yang melarang LGBT di kampus.

Komentar sang menteri membikin polemik baru. Bahkan, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan itu mengomentari. Luhut tak sepakat LGBT tak dilindungi. Sebab, Luhut menilai LGBT masih punya hak sebagai warga negara.
http://news.metrotvnews.com/read/201...ah-larang-lgbt


Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas TV Menggiring Opini
Sabtu, 13 Februari 2016

KOMPAS TV: LGBT Haruskah Dicemaskan


Acara dialog dalam Program Khusus yang membahas tentang LGBT di Kompas TV pada Kamis (11/2/2016) lalu menuai kritik dan menjadi sorotan oleh banyak pihak, karena dalam acara itu Kompas TV dianggap melakukan penggiringan opini dengan memihak kelompok LGBT dan pro-(legalisasi) LGBT.

Hal ini menjadi perhatian serius pengamat media, salah satunya seperti diutarakan Yons Ahmad, CEO Kanet Indonesia.

Lewat tulisan, pengamat media ini mengutarakan keprihatinan dan kritikannya terhadap Kompas TV yang dianggap berupaya menggiring opini untuk mendukung kelompok LGBT.

Berikut ini tulisan lengkap Yons Ahmad, yang Islamedia kutip dari kanetindonesia.com, pada Sabtu (13/2/2016).

Quote:
Penggiringan Opini Kompas TV Pro LGBT

Akhirnya, Kompas TV memberi tempat bagi kelompok pro LGBT bersuara. Mereka mendapatkan panggung pada acara yang di pandu oleh wartawan senior Rosiana Silalahi (11/2/16). Acara didominasi narasumber pro LGBT. Sementara, di pihak kontra LGBT, dipilih anggota DPR yang saya lihat tampak tak menguasai persoalan. Tapi, pada akhirnya juga, semua itu pilihan politik media. Dan Kompas TV, barangkali memang menginginkan sebuah acara yang pro atau memberikan porsi suara lebih bagi yang pro LGBT. Lantas, bagaimana kita memandangnya dalam sudut pandang kajian media? Kita lihat.

Setelah tayangan itu disiarkan dan beberapa penggalan tayangannya dimuncul di situs Youtube, banyak komentar dari netizen. Satu yang menarik, beberapa komentar muncul, menilai Kompas TV memberikan tayangan yang berat sebelah. Dari komentar ini, saya menilai betapapun media berusaha mengemas dan menggiring opini, hal ini tak bisa tiba-tiba, serta merta begitu saja bisa memengaruhi alam pikir publik. Bagi publik yang sadar media dan punya pemahaman bahwa LGBT itu problematis dan tetap perlu dicemaskan, tak serta merta setuju begitu saja tayangan Kompas TV itu. Sebuah tayangan yang jika kita tonton secara utuh jelas menggiring opini bahwa LGBT tak perlu dicemaskan.

Lalu, siapa narasumber yang diundang? Komnas Perempuan, anggota DPR, jurnalis (Gatra dan Rappler), aktivis dan pelaku LGBT. Komnas perempuan, tak perlu kita bahas karena seperti biasanya, kita sudah tahu kecenderungan alam pikirnya, anggota DPR, saya juga kurang tertarik untuk membahasnya karena memang kurang paham persoalan, 1 jurnalis Gatra netral. Nah, saya tertarik 2 narasumber yang pro LGBT, dalam hal ini Febriana, jurnalis Rappler Indonesia dan Hartoyo, pegiat LGBT dan pengelola media online Suara Kita, media yang menyuarakan kaum LGBT.

Jurnalis Rappler (Febriana), setidaknya ada dua hal yang disampaikanya (1) LGBT bukan penyakit tapi variasi alam semesta (2) LGBT bukan fenomena tapi fakta. Saat kedua pernyataan itu dilontarkan, ingatan saya langsung melayang pada diskusi sebelumnya yang digelar di LBH Jakarta bertema “LGBT Mitos dan Fakta” difasilitasi oleh Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk). Apa yang disampaikan Febriana di Kompas persis apa yang disampaikan narasumber dalam acara di LBH itu. Dengan narasumber seorang dokter dan aktivis HAM.

Terkait dengan LGBT bukan penyakit tapi variasi alam semesta, itu disampaikan dr Ryu Hasan. Dalam acara di LBH itu, sang dokter yang juga aktif dijadikan narasumber acara diskusi Jaringan Islam Liberal (JIL) dan Fredoom Institute, selain bilang kalau LGBT bukan penyakit juga serampangan mengatakan pada awalnya dalam janin semua perempuan, jadi kalau setelah lahir dan besar ada laki-laki yang berperilaku seperti perempuan, pada dasarnya itu kembali ke fitrah. Ya, bagi saya kesimpulan demikian serampangan. Seserampangan sang dokter ini yang pernah terjerat kasus plagiat karena menggunakan karya orang lain dalam presentasinya. Terkait dengan LGBT bukan fenomena tapi fakta, ini juga pernah disampaikan Daniel Awigra (Human Right Working Group) yang hadir sebagai pembicara dalam diskusi di LBH. Rupanya, diskusi tentang LGBT yang digelar Sejuk itu manjur juga merasuki pikiran wartawan.

Tapi, sebagai jurnalis, Febri juga memosisikan sebagai blogger. Pernah menulis artikel yang mengritik Koran Republika ketika membuat headline “LGBT Ancaman Serius”. Dia melontarkan kritik dengan artikel “Radikalisme dan LGBT, Mana Ancaman yang Lebih Serius”. Artikel inilah yang menarik perhatian Rosiana, pemandu acara di Kompas TV mengundangnya. Padahal LGBT dan radikalisme dua isu yang berbeda. Barangkali memang beginilah persaingan dalam industri media. Anda mengritik habis Republika, kemudian Anda jadi narasumber “istimewa” di Kompas, “rival” bisnis dalam industri media. Ibarat kata tokoh pegiat sosial media Ulin Yusron yang begitu gencar mengritik dan mencaci Prabowo lalu dengan suka cita pemerintahan Jokowi mengundangnya makan di istana.

Sementara, Hartoyo, jelas membela LGBT dalam opininya, tapi yang menarik, dia berdandan pakai kopiah putih dan baju koko yang mengesankan layaknya orang-orang sholeh muslim setiap datang shalat ke masjid. Dia bercerita, dengan mata berkaca-kaca bagaimana perlakuan masyarakat terhadap kaum minirotas LGBT. Membuat orang yang menonton acaranya mungkin iba dan simpatik. Tapi, hasil “investigasi” media Suara Islam, Hartoyo ini juga tokoh yang pernah bersuara kencang, mendemo Front Pembela Islam (FPI), komunitas yang baginya berbeda pandangan untuk dibubarkan. Padahal kita juga tahu FPI ini juga kelompok minoritas di kalangan umat Islam. Jadi retorika pembelaan atas nama minoritas ini total hampa.

Tapi, pada akhirnya dalam industri media, membela LGBT, memberikan ruang kepada pembelanya, barangkali menjadi isu yang “seksi”. Dan Kompas TV, memilih melakukan politik media semacam ini.

Belum lagi terbongkar kabar, seperti diberitakan Detik (12/2/16) bahwa UNDP kucurkan 108 M untuk dukung LGBT di Indonesia dan 3 negara di Asia. Tentu saja kabar ini begitu mengiurkan bagi media, LSM, aktivis HAM, atau tokoh-tokoh pro LGBT untuk mengaksesnya. Yang, tentu dengan syarat pro LGBT dan bersedia mengkampanyekannya.

Itu sebabnya, ketika media mainstream (arus utama) ramai-ramai membela LGBT, sudah tepat juga media-media “alternatif” semisal media-media Islam, terutama media online, untuk tetap terus memberitakan LGBT sebagai problem yang perlu ditolong. Diberikan alternatif jalan keluar dan disembuhkan, agar harmonisasi masyarakat kembali tercipta, bukan justru memberi ruang bagi penyimpangan pemikiran dan laku yang terang benderang.

Sementara, di era kebebasan informasi sekarang ini, memang tak terhindarkan, media memainkan “agenda setting” sendiri-sendiri. Dalam kajian media, seperti dalam buku “Agenda Setting Media Massa” (Apriadi: 2012) dikatakan bahwa harus diakui jika media massa memiliki kekuatan besar memengaruhi opini publik. Agenda setting bergerak dalam tiga hal (1) agenda media melalui penonjolan isu-isu tertentu melalui berita, (2) agenda publik yaitu sikap masyarakat terhadap suatu isu (termasuk narasumber yang dipilih media-pen), (3) agenda kebijakan sebagai respon sikap pemerintah atas berkembangnya suatu isu.

Media pro LGBT melakukan ini. (1) Memberikan suara lebih bagi LGBT, terutama pelaku atau komunitas LGBT, (2) Memberikan porsi lebih, memberikan panggung bagi aktivis pro LGBT, (3) Mendorong pemerintah untuk bersikap terhadap LGBT. Awalnya mungkin didorong untuk melindungi, memberikan kebebasan berpendapat dan memilih jalan hidupnya, seterusnya bisa jadi mendorong pelegalan perkimpoian sesama jenis melalui Undang-Undang tertentu dst. Begitu kira-kira arah penggiringan opini dijalankan oleh media.

Yons Achmad
@kanetindonesia

http://islamedia.id/jadi-corong-pro-...ggiring-opini/



Dandani Aktivis Gay Mirip Ustad, Netter Tuding Kompas TV Pro LGBT
13 Feb 2016 12:46:30 WIB

TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik

WowKeren.com - Terkait fenonema Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang sedang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini, Kompas TV menayangkan acara dialog khusus membahas hal tersebut. Namun acara yang ditayangkan pada Kamis (11/2) ini malah memicu tuduhan dari netter bahwa Kompas TV mendukung LGBT.

Dalam acara tersebut, lima narasumber yang dihadirkan adalah satu pria gay, dua aktivis pro LGBT, satu wakil kontra LGBT dan satu orang yang bersikap netral. Dari perbandingan narasumber, netter sudah menganggap acara tersebut sudah berat sebelah. Apalagi narasumber dari pihak kontra adalah politisi yang kurang paham soal LGBT, bukan psikolog ahli.

Tak hanya itu, netter juga menganggap pertanyaan yang diajukan host Rosiana Silalahi sangat condong pada kubu LGBT. Dialog yang tidak seimbang bisa membuat penonton menarik kesimpulan bahwa pihak yang menolak LGBT merupakan orang-orang kolot yang kurang piknik.

Acara semakin membuat netter jengah saat aktivis gay yang hadir menyampaikan pengalamannya mendapat perlakuan yang tidak manusiawi dengan emosional sampai hampir menangis. Yang paling menarik perhatian adalah dua wakil kubu pro LGBT adalah perempuan berkerudung, sedangkan aktivis gay memakai peci dan berpakaian ala ustad.

Usai ditayangkan acara dialog khusus tersebut, netter pun ramai-ramai membanjiri Twitter Kompas TV dengan komentar protes. Mereka bahkan menuduh stasiun televisi ini mendukung legalisasi perilaku menyimpang tersebut dengan membawa nama Islam.

"KOMPAS TV bukan menggiring saja tapi MEMBODOHI DAN MENIPU masyarakat, @KPI_Pusat hrs bertindak," komentar akun @farididoev. "Ini akal2an @KompasTV memecah belah umat islam dengan isu #LGBT (dimana LGBT didandanin seperti ustad)," tambah akun @LaMadridans.
http://www.wowkeren.com/berita/tampi.../00101245.html

------------------------------------------

Orang-orang KOMPAS lupa, dimana dia sedang hidup, tinggal dan mencari makan di muka Bumi pada saat ini. Di Indonesia, bukan? Bukankah ada pepatah di negeri dan bangsa ini, yang berbunyi: "Di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung". Seharusnya pimpinan KOMPAS menyadari, bahwa NKRI itu dihuni 87,5% muslim, rumah bagi penduduk muslim terbesar di Dunia, yang ajaran agama mereka menolak keras paham praktek homosexual dan sejenisnya karena itu bertentangan dengan keyakinan atau aqidah mereka. Kenapa pihak KOMPAS harus memaksakan paham liberal semacam itu kepada mereka? Apakah mereka selama ini menghalangi dan menyakiti dakwah orang-orang KOMPAS? Kalau anda nngak mau toleran dengan pihak lain di negeri ini, bagaimana anda bisa dihormati dan meminta toleransi mereka?


emoticon-Berduka (S)
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 4 dari 6
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 02:20
Sorry ane repost dari tread ane sebelumnya

Gan ane ada berita yang menyedihkan untuk memfitnah kaum beragama dan fakta lainnya bahaya lgbt tolong sebar luaskan y di media sosial lainnya

Saatnya indonesia bersatu menentang faham lgbt

Quote:Original Posted By cungip87
Salam kenal agan dan sista semua

LGBT yang dimaksud merupakan singkatan dari Lesbi Gay Bisex Transgender

Saya pertama berpandangan lgbt itu tidak masalah dan tutup mata sampai saya sadar bahwa mereka sudah melakukan gerakan pasif dan sekarang sudah mulai aktif mengkampanyekan hak untuk menjadi legal!!

Pertanyaan saya, apakah kita tutup mata akan gerakan pasif mereka untuk melegalkan sesudah kita tau bahaya gerakan aktif mereka untuk menjadi legal di indonesia.

Kita menutup mata sedangkan anak anak kita atau saudara kita sedang di ubah orientasi seksnya ataupun sekedar pandangan LGBT itu tidak berbahaya dengan topeng HAM dan sewaktu kita membuka mata anak anak kita maupun saudara kita sudah menjadi pendukung bahkan pelakui LGBT.

Kita tidak harus membunuh mereka tp kita wajib memberi tahu dan mengingatkan sekitar kita akan propaganda kaum LGBT ini.

Kita wajib memberi tahukan pemerintah atas keresahan dan untuk melindungi masa depan bangsa ini akan faham radikal atas nama LGBT ini.jadikan undang undang anti LGBT ini untuk sekedar menangkal di kemudian hari.

Kita diam dan tutup mata berarti kita sama saja membiarkan faham LGBT ini tumbuh subur di negara ini untuk kedepannya menjadi legal.

Saat penduduk amerika diam dan bersikap tidak peduli saat itu lah LGBT tumbuh subur dan menjadi legal, dan hasilnya pendeta berhasil mereka masukan ke dalam penjara karena menolak kaum LGBT jadi jamaah mereka karena pendeta itu tidak mau menentang iman mereka. emoticon-Mad (S)
Ini link bukti bila kita tutup mata dan membiarkan mereka tumbuh


http://32-vanity.blogspot.co.id/2015...l#.VsLDQfmLTIU

apa kita harus mengikuti kesalahan penduduk amerika dengan diam dan kita berdalih "yang penting mereka tidak ganggu kami" ataupun "mereka tidak berbahaya kok" ataupun "kita tidak berhak menghakimi biar tuhan yang menghakimi" dan dan dalih dalih mereka.tapi mereka masih bergerak untuk me legalkan status mereka di kemudian hari.

Buktinya:
http://www.bbc.com/indonesia/majalah...al_muslim_lgbt

Bukti lgbt dilarang di agama
Islam
http://almanhaj.or.id/content/2107/s...n-homoseksual/
Kristen
http://martianuswb.com/?p=65
Buddha
http://worldpeace8281.blogspot.co.id...gan-agama.html
Hindu
http://m.antaranews.com/berita/50589...n-sesama-jenis

Bukti kaum lgbt memanipulasi injil dan menghina kaum nasrani
https://hello-pet.com/biadab-nama-ye...itab-gay-83138

Bukti lgbt memanipulasi dan memecah belah islam
Lgbt menyamar ustad http://m.news.viva.co.id/news/read/5...di-kontroversi
Menyalah artikan ayat al qur'an http://www.madinaonline.id/wacana/so...l-atau-sodomi/

Untuk yang punya anak waspada.
Bukti lgbt menyasar usia remaja:

http://m.detik.com/news/berita/31432...ar-usia-remaja

Sampaikan lgbt ke orang terdekat anda bila mereka sudah berbahaya gan
http://m.kiblat.net/2016/01/30/gerak...-pemuda-labil/
http://www.visimuslim.net/2016/01/re...aman-lgbt.html

Bukti lgbt menyasar keluarga tidak mampu:
http://m.republika.co.id/berita/nasi...ga-tidak-mampu

Bukti lgbt menyasar kampus:
http://www.tribunnews.com/regional/2...rkan-mahasiswa
http://www.gatra.com/fokus-berita-1/...t-masuk-kampus

Bukti Modus lgbt untuk menyerang indonesia:
http://m.republika.co.id/berita/nasi...rang-indonesia
http://komarchucky.mywapblog.com/was...an-gay-b.xhtml

Bukti skenario LGBT:
http://hizbut-tahrir.or.id/2016/02/1...n-3-targetnya/

Bukti lgbt menyiapkan gelombang ke 2:
http://m.republika.co.id/berita/jurn...n-politik-kita

Sejarah lgbt pasif hingga mulai aktif bersuara:
http://www.rappler.com/world/regions...ia-dede-oetomo

Bukti orang dan organisasi pendukung lgbt secara aktif di indonesia:wajib kita perangi
https://www.islampos.com/aktivis-pen...-agama-249571/
https://ayok.wordpress.com/2008/04/0...aum-nabi-luth/
http://m.merdeka.com/khas/perjuangan...kaum-lgbt.html
https://m.tempo.co/read/news/2010/03...ay-di-surabaya

Lambang LGBT merupakan bendera pelangi atau pun simbol pelangi gan jadi waspada kalo agan n sista bertemu bendera pelangi berkibar di dekat rumah kalian atau anda bekerja emoticon-Takut (S)

Masih banyak gan berita dan buktinya bahwa lgbt aka perkumpulan homo dan lesbi ini berbahaya

Anda masih mau tutup mata dengan bukti yang sudah ane kasih tau di atas dengan mengorbankan masa depan generasi selanjutnya?rela anak kalian tiba tiba dari cwo gagah tiba tiba melambai dan dari cwe ayu lembut tiba tiba ingin nikah sma cw juga emoticon-Berduka (S)

Tutup mata dan diam saja menyaksikan anak kalian jadi korbannya?
Atau
Bergerak untuk LGBT tidak berkembang di masyarakat?

Anak atau HAM LGBT yang lebih penting untuk kalian?


Dan ingat sebarkan info bahaya lgbt ini ke teman terdekat anda ataupun famili maupun lingkungan sekitar anda

Mereka tidak berbahaya secara fisik tapi sangat berbahaya karena bisa berubah jadi pedofil untuk memuaskan hasrat biologis mereka

Kasus pedofil yang sebagian mengguncang berita indonesia dan korbannya sebagian besar atau mungkin semua laki laki

Pedofil

Sekolah jis korban 5 orang anak laki laki masih tk

Sumber :
http://news.liputan6.com/read/204216...s-jadi-5-orang

Emon predator sukabumi korban 110 anak

Sumber:
http://m.news.viva.co.id/news/read/5...-jadi-110-anak

Mario Manara
Warga Negara: Italia.
Korban: Mencabuli 9 anak kecil pada 2001.
Lokasi: Kabupaten Buleleng, Bali.

Michael Rene Heller

Warga Negara: Prancis.
Korban: Mencabuli 3 orang remaja berusia 14 tahun pada Januari hingga Juni 2001.
Lokasi: Karang Asem, Bali.

Tony William Stuart Brown�

Warga Negara: Australia.
Korban: Mencabuli 2 remaja, yakni IB (16) dan IM (14), pada 2004.
Lokasi: Bali.

4. Max Le Clerco

Warga Negara: Belanda.
Korban: Mencabuli bocah berinisial K, yang baru berusia 9 tahun pada�2005.
Lokasi: Banjar Kaliasem, Kabupaten Buleleng, Bali.


5. MH

Warga Negara: Indonesia.
Korban: enam siswa sekolah dasar pada 2006.
Lokasi: Tabanan, Bali

6. Grandfield Philip Robert alias Philip

Warga Negara: Australia.
Korban: Remaja usia sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA), yang semula hanya empat orang, menjadi sembilan orang sepanjang 2008.�
Lokasi: Singaraja, Bali.

7. Baekuni alias Babe

Warga Negara : Indonesia
Korban : Mencabuli bocah yang merupakan anak jalanan dan membunuh 14 korbannya, 4 di antaranya dimutilasi pada�2010.
Lokasi : Jakarta

8. Tjandra Adi Gunawan�

Warga Negara: Indonesia.
Korban: Menyebarkan 10 ribu foto porno anak-anak di bawah umur pada�Maret 2014 .
Lokasi: Surabaya, Jawa Timur.

Sumber:
https://m.tempo.co/read/news/2014/04...er-indonesia/2

Dan yang bilang mereka tidak berbahaya secara perilaku tapi faktanya

Ryan jombang(laki laki)
Jumlah korban 11 laki laki(sebagian dibunuh dengan cara dimutilasi)

robot gedek(laki laki)
Jumlah korban 12 anak laki laki(di sodomi dan dibunuh).

Sumber:http://www.anehdidunia.com/2012/12/1...indonesia.html

#SayNoToLGBTUntukIndonesiaBeradab
Diubah oleh cungip87
0 0
0
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 02:39
Quote:Original Posted By 6enerasibiru



yg dandani kompas apa si homo sendiri yg pengen dandan kek gtu? emoticon-Big Grin


Gua perhatiin tv satu ini emank suka sentimen sama Islam.

Dasar tv busuk PROPAGANDA lu.
Cuma yg bodoh aja yg ga bisa ke makan ama berita lu SAMPAH...
0 0
0
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 03:05
Waspada lindungi bool anda emoticon-Cape d...
0 0
0
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 03:53
Quote:Original Posted By bonus.demografi


Asal lu tau, di barat itu yang belain muslim mati matian itu kaum liberal.

Kaum liberal ini juga yang belain lgbt.

Jadi muslim itu ada di sisi yang sama dengan lgbt spektrum politiknya, yaitu sayap kiri.

Nah di sayap kanan itu konservatif, anti lgbt. Isinya kalo gak nasionalis ya kristen.





Kalo pandangan dan isu Politik, mungkin di Eropa sana Liberal sama pemikirannya dengan Islam karena sebagai Minoritas..
tp LGBT adalah kasus yang berbeda bro.
Justru kami lbh Konservatif dari Sayap Kanan itu sendiri..
nah, bagi orang-orang Islam yang mengaku Islam, tp mendukung LGBT dan atau Praktisi LGBT..
Nasihat saya, Allah Maha Pengampun dan Penerima Taubat..

Belajar Agama yang benar, jangan sepotong-sepotong..
0 0
0
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 05:29
Quote:Original Posted By padukomaharajo
jangan lupa ini corong jokowi juga loh hehe


biasa dah kalo pura2 lupa mah
0 0
0
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 05:35
pandangan katholik terhadap homoseksualitas.


banyak membaca baca biar tahu
emoticon-Embarrassment



http://www.katolisitas.org/2432/homo...pat-sembuh-kah
0 0
0
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 05:40
[img]s.kaskus.id/r480x480/images/2016/02/17/1523151_20160217101256.jpg[/img]

TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik

ga nyangka strategi kompas untuk sekulerisasi indonesia serendah ini ckkkk....ckkkkk....ckkkkk emoticon-Cape d... (S)
Diubah oleh yooben
0 0
0
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 05:52
Quote:Original Posted By kakekserbatahu
pandangan katholik terhadap homoseksualitas.


banyak membaca baca biar tahu
emoticon-Embarrassment



http://www.katolisitas.org/2432/homo...pat-sembuh-kah


Gua percaya kok, bahwa iman Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan agama-agama resmi di Indonesia saat ini, semua menolak praktek HOMO SEXUAL.

makanya betul kata @TS di depan dan judulnya itu ... yang menyebarkan ajaran seperti itu, pasti orang LIBERAL yang anti-agama

emoticon-Angkat Beer

0 0
0
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 05:57
setelah LGBT dilegalkan, banyak isu nantinya perkimpoian beda jenis *dengan binatang, hingga dengan 2D dilegalkan emoticon-Ngakak (S)
0 0
0
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 05:57
Quote:Original Posted By thejazzmaker90


Kalo pandangan dan isu Politik, mungkin di Eropa sana Liberal sama pemikirannya dengan Islam karena sebagai Minoritas..
tp LGBT adalah kasus yang berbeda bro.
Justru kami lbh Konservatif dari Sayap Kanan itu sendiri..
nah, bagi orang-orang Islam yang mengaku Islam, tp mendukung LGBT dan atau Praktisi LGBT..
Nasihat saya, Allah Maha Pengampun dan Penerima Taubat..

Belajar Agama yang benar, jangan sepotong-sepotong..


Standar ganda dong. emoticon-Embarrassment
0 0
0
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 06:01
Quote:Original Posted By ts4l4sa


Gua percaya kok, bahwa iman Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan agama-agama resmi di Indonesia saat ini, semua menolak praktek HOMO SEXUAL.

makanya betul kata @TS di depan dan judulnya itu ... yang menyebarkan ajaran seperti itu, pasti orang LIBERAL yang anti-agama

emoticon-Angkat Beer



Gak salah tuh ???

Bukannya orang liberal temannya adalah orang islam.

Liberal yang membela mati matian islam di eropa dan amerika. Orang liberal lah yang mendukung imigrasi massal orang islam ke eropa, pembangunan mesjid2, dan ormas ormas islam disana.

Yang jadi lawan politiknya justru sayap kanan konservatif, blok nasionalis-kristen.

Jd sangat lucu kalau islam anti liberal dan lgbt sementara di barat sana mereka satu kubu.
0 0
0
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 08:06
Anjing nih kompas. Laknat tuh tv!!
0 0
0
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 08:15
Quote:Original Posted By dauside
bangke gegara berita ini Hormones di ktv stop tayang emoticon-Mad (S) emoticon-Mad (S)


hormones emang jem brp tdnya om?? mau nonton ane
0 0
0
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 08:18
KALAU YANG BEGINI INI BIJIMANE WAN ??? LGBT + PEDOFIL ??? emoticon-Motret emoticon-Motret emoticon-Motret
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
0 0
0
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 08:26
Quote:Original Posted By farumetropolis
Gua perhatiin tv satu ini emank suka sentimen sama Islam.

Dasar tv busuk PROPAGANDA lu.
Cuma yg bodoh aja yg ga bisa ke makan ama berita lu SAMPAH...



anti islamnya gmana sih? ada bukti? apa cuma menjalankan sop biasa slalu merasa di dzalimi , media yg gk anti islam itu seperti apa? kan kalian sdah ada arrahmah sama voaislam plus media isis itu aja yg kalian baca biar gk merasa di dzalimi
0 0
0
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 08:40
Quote:Original Posted By vansona.stalony




POSKOTA aja lah dibikin sf sendiri emoticon-Genit: emoticon-Ngakak (S)


udah gw bilangin ke dagu ntar biar dia pertimbangin emoticon-Angkat Beer
0 0
0
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 09:06
Quote:Original Posted By 6enerasibiru



anti islamnya gmana sih? ada bukti? apa cuma menjalankan sop biasa slalu merasa di dzalimi , media yg gk anti islam itu seperti apa? kan kalian sdah ada arrahmah sama voaislam plus media isis itu aja yg kalian baca biar gk merasa di dzalimi


Media yang melakukan promosi LGBT secara "terselubung" melalui kedok DISKUSI merupakan contoh Media Anti-Islamemoticon-Malu (S)

Buktinya mudah, banyak kalangan umat ISLAM yang terdidik dan terpelajar merasa resah dengan kampanye pelegalan LGBT di Indonesia.

Kalau media tersebut menghormati aturan dan norma agama yang berlaku di Indonesia, media tersebut tidak akan melakukan promosi LGBT secara teran-terangan dengan kedok "DISKUSI" untuk mencari "KOMPROMI" agar LGBT bisa melenggang dengan bebas di Indonesia
0 0
0
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 09:14
Quote:Original Posted By feno102
Media yang melakukan promosi LGBT secara "terselubung" melalui kedok DISKUSI merupakan contoh Media Anti-Islamemoticon-Malu (S)

Buktinya mudah, banyak kalangan umat ISLAM yang terdidik dan terpelajar merasa resah dengan kampanye pelegalan LGBT di Indonesia.

Kalau media tersebut menghormati aturan dan norma agama yang berlaku di Indonesia, media tersebut tidak akan melakukan promosi LGBT secara teran-terangan dengan kedok "DISKUSI" untuk mencari "KOMPROMI" agar LGBT bisa melenggang dengan bebas di Indonesia



lahh tvone jga kemaren melakukan diskusi LGBT di ILC ente sebut apa ? jangan standar ganda jangan hanya kebencian terhadap pemiliknya ente menyebarkan fitnah hanya berdasarkan opini kebencian ente (dri dlu seperti itu), emang umat muslim doang yg anti LGBT umat agama lain jga sama kok tpi gk merasa di dzalimi tpi dihadapi dengan diskusi bersama
0 0
0
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 09:19
lagibete ini kan udah ada dari jaman dulu begete..
semua jg tw koq ada kaum lagibete, walau ga tw jumlah'a udah mengkhawatirkan..

jd maksud'a ane silahkan "basmi" penyakit ini dan ga usah di rame2in di media..

bini gw aj ga tw LGBT itu singkatan apa koq rame bgt diberita..
gw celetuk aj, lagibete.. emoticon-Big Grin
0 0
0
TV Tapir-Liberal? Jadi Corong Pro LGBT, Begini Cara Kompas-TV Menggiring Opini Publik
18-02-2016 09:23
hah, dandanan kayak gitu = dandanan ustad? ustad bukannya pake baju putih-putih en pake sorban macem bibip dari grup preman gitu ya?

0 0
0
Halaman 4 dari 6
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia