News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1252
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/528435c659cb171471000001/warga-rusun-the-green-pramuka-adukan-pengelola-pengembang-ke-dpd-ri
UPDATED 2 MEI 2015 UPDATED 1 Maret 2016 u/ Pemerasan dan Penindasan DAPAT DILIHAT DI POST #4 Perihal warga Apartemen / Apartement Green Pramuka City Warga Green Pramuka Tolak Penaikan Biaya Dekorasi Dan Pemeliharaan Bisnis.com, JAKARTA — Perhimpunan Warga Rumah Susun (PWRS) Green Pramuka menolak penaikan 15 komponen biaya pemasangan dekorasi maupun biaya pemeliharaan yang diduga dilakukan pengel
Lapor Hansip
14-11-2013 09:30

Warga Rusun Apartemen / Apartment “The Green Pramuka City” MENOLAK Ketidakadilan

Past Hot Thread
UPDATED 29 Juni 2016
UPDATED 29 Juni 2016 u/ Pemerasan dan Penindasan DAPAT DILIHAT DI POST #4

Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
Tq jadi HT, kita masih tetap berjuang bersama-sama


Ada Keributan di Parkiran Apartemen Green Pramuka, 2 Orang Diamankan Polisi

Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
Jumat 06 May 2016, 11:45 WIB

Jakarta - Dua orang diamankan polisi karena terlibat cekcok saat aksi demonstrasi warga di Apartemen Green Pramuka. Dua orang yang diamankan itu adalah warga apartemen dan petugas parkir apartemen.

Kasie Humas Polsek Cempaka Putih, Aiptu Ruslan, mengatakan, cekcok itu terjadi ketika para warga apartemen melakukan aksi demonstrasi mengenai iuran parkir.

"Ada warga rusak palang pintu terus ada sekuriti tukang parkir memukul mobil warga, keduanya sudah dibawa ke Polsek Cempaka Putih," ucap Ruslan saat ditemui di Apartemen Green Pramuka, Jl Jend Ahmad Yani, Jumat (6/5/2016).

Dia juga menjelaskan cekcok ini dipicu karena warga mengaku sudah membayar iuran bulanan namun saat keluar tetap ditagih. Menurut Ruslan aksi demo waga ini tergolong tertib dan kondusif.

"Intinya kejadian itu karena (warga) enggak mau bayar keluar. Jadi Dia (warga) sudah merasa bayar iuran member parkir Rp 200 ribu perbulan tapi keberatan ke pihak pengelola karena ditagih pas keluar dengan tarif per jam nya Rp 4.000," ucapnya.

Hingga pukul 11.00 WIB, aksi ini masih berlangsung di apartemen Green Pramuka. Petugas kepolisian dan keamanan setempat masih terus berjaga-jaga. Belum ada keterangan dari pihak pengelola soal ini.


(rvk/mad)

SUMBER

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Quote:Original Posted By heaven_spot
Kumpulan berita tentang Green Pramuka City saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi D DPRD DKI
1. Jak TV:

2. Beritasatu TV:
,
http://www.beritasatu.tv/news/warga-...y-ke-dprd-dki/
3. Wawancara DPRD:

4. Kompas.com: http://megapolitan.kompas.com/read/2...du.ke.DPRD.DKI
5. Kompas.com: http://megapolitan.kompas.com/read/2...huni.Apartemen
6. Bisnis.com: http://m.bisnis.com/jakarta/read/201...temui-dprd-dki
7. Bisnis.com: http://m.bisnis.com/properti/read/20...amuka-hari-ini

Follow: https://www.facebook.com/wargagreenpramukacity/ dan Twitter @degreenpramuka


Quote:Original Posted By BlueMystere
Kisruh Parkir Green Pramuka City
Pengelola Terapkan Parkir Per Jam

JAKARTA (6/5/2016) - PT Mitra Investama Perdana selaku Badan Pengelola Green Pramuka City menerapkan tarif parkir per jam bagi penghuni yang parkir di lantai dasar dan basement 1 per Kamis, 6 Mei 2016.

Tarif parkir per jam yang dikenakan oleh perusahaaan yang ditunjuk oleh PT Duta Paramindo Sejahtera selaku pelaku pembangunan Green Pramuka City tersebut adalah sebesar Rp 4.000 / jam untuk mobil dan Rp 2.000 / jam untuk sepeda motor.

Padahal penghuni Green Pramuka City telah membayar Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) sebesar Rp 18.700 per meter persegi (termasuk PPN) dan biaya langganan parkir sebesar Rp. 200.000 / bulan untuk mobil dan Rp 100.000 / bulan untuk sepeda motor.

Badan Pengelola hanya memperbolehkan penghuni Green Pramuka City memakai lahan parkir di basement 2 apabila tidak ingin dikenakan tarif parkir per jam. Padahal, sebelumnya, penghuni bisa parkir dimana saja tanpa tarif parkir per jam.

Dalam sebulan, penghuni Green Pramuka City bisa mengeluarkan sekitar Rp 900.000 per bulan untuk IPL dan parkir. Hal ini jauh lebih mahal dibandingkan rumah susun atau apartemen setara, misal Salemba Residence, Mangga Dua Court, Graha Cempaka Mas, Casablanca East Residence, Casablanca Mansion. Semetara fasilitas Green Pramuka City tidak sebanding dengan fasilitas rumah susun atau apartemen tersebut.

Apabila diasumsikan sehari parkir selama 10 jam saja, maka dalam satu bulan penghuni yang parkir di lantai dasar dan basement 1 bisa terkena tarif Rp 1 juta lebih hanya untuk parkir.

Pemilik dan penghuni Green Pramuka City berharap pelaku pembangunan dan Badan Pengelola dapat menjaga dan meningkatkan nilai investasi Green Pramuka City dengan membuat aturan yang membuat pemilik dan penghuni tenang dan nyaman tinggal di Green Pramuka City.

Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI

Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI

Quote:Original Posted By conquerora
update 6 mei 2016
kisruh parkir berlanjut
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI

Quote:Original Posted By conquerora
terjadi kisruh, satpam gebrak mobil, 1 warga ditangkap polisi
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI

Quote:Original Posted By heaven_spot
Satpam Gebrak Mobil Penghuni Rusun/Apartemen Green Pramuka City




Warga Green Pramuka City debat dgn polisi tentang siapa yg harus dibela & siapa yg harus ditangkap



Pers/wartawan JAK TV diintimidasi saat mau meliput Kekeacauan Rusun/Apartemen Green Pramuka City



Quote:Original Posted By heaven_spot
Green pramuka city masuk harian bisns indonesia gan. Page one jika berkenan
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI

------------------------------------------------------------------------------------------------------
Quote:Original Posted By conquerora
hot nih !! surat pembaca kompas 7 april 2016
sumber twitter #greenpramuka
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI

Quote:Original Posted By conquerora
bukti ijin cleaning AC Rp. 33.000 di #TheGreenPramuka #greenpramukacity
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI

------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tolak Keputusan Pengelola, Warga Apartemen Green Pramuka Akan Gunakan Jalur Hukum
Emanuel B. Caesario Rabu, 30/03/2016 00:00 WIB

Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI

Bisnis.com, JAKARTA - Warga penghuni apartemen Green Pramuka City, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, akan menggugat melalui jalur hukum terhadap pihak pengembang dan pengelola apartemen tersebut bila tetap memaksakan sejumlah kebijakan yang tidak ramah pada warga.

Perwakilan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Green Pramuka City Muhadkly Acho mengatakan, kebijakan yang ditetapkan oleh PT Mitra Investama Perdana selaku pengelola sudah sangat keterlaluan sehingga tidak dapat lagi diterima warga.

Sejak Jumat (1/4/2016) mendatang, pengelola menaikan iuran pengelolaan lingkungan (IPL) dari RP13.000/ m2/ bulan menjadi Rp16.500/ m2/ bulan di luar PPN, tergolong mahal dibandingkan rata-rata tarif IPL apartemen lainnya di Jakarta. Pengelola pun tidak menunjukkan laporan keuangan pertanggungjawaban atas kebijakan tersebut.

Selain itu, sejak Selasa (5/4/2016) mendatang, penghuni hanya berhak parkir di basement 2, yang kapasitas totalnya hanya sekitar 600-an mobil. Padahal, seluruh unit di empat menara terbangun Green Pramuka mencapai sekitar 4.000 unit. Apabila penghuni parkir di lantai ground dan basement 1 akan dikenakan tarif per jam, yaitu Rp4.000/ jam untuk mobil dan Rp2.000/ jam untuk sepeda motor.

Selama ini, pengelola juga memberlakukan biaya izin fitting out (renovasi) unit kepada pemilik unit yang merenovasi unitnya dengan menggunakan kontraktor non-rekanan pengembang.

Biaya tersebut antara lain servis AC sebesar Rp30.000, pasang kaca Rp50.000, pasang bracket TV Rp200.000, servis furniture Rp750.000, pasang wallpaper full Rp1,5 juta, pengecatan full Rp1,5 juta, pasang batu keramik Rp4 juta, dan sebagainya.

“Ini sudah keterlaluan. Di lihat dari sisi mana pun kebijakan mereka tidak masuk akal. Sabtu nanti kami akan adakan demo akbar untuk menolak kebijakan ini. Kalau masih dipaksakan, kami rencanakan untuk melalui jalur hukum,” katanya kepada Bisnis, Selasa (29/3/2016).

Hingga saat ini, tuturnya, pihak pengembang pun belum memfasilitasi pembentukan P3SRS, sehingga warga terpaksa berinisiatif membentuk P3SRS sendiri. Seturut ketentuan UU 20/2011, pengembang wajib memfasilitasi pembentukan P3SRS paling lambat setahun sejak penyerahan kepada pemilik dan selama setahun itu wajib mengelola rumah susun.

Akan tetapi, setelah tiga tahun P3SRS bentukan warga tetap tidak diakui. Sementara itu, tuturnya, izin pengelolaan oleh PT Mitra Investama Perdana patut diragukan sebab sudah mengelola lebih dari satu tahun.

“Kami akan minta legalisasi ke PTUN atas P3SRS dan sebaliknya menuntut pengelola sekarang untuk pertanggungjawabkan izin pengelolaannya,” katanya.

Hingga saat ini, warga belum memiliki sertifikat kepemilikan satuan rumah susun, tetapi pihak pengelola sudah memungut Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari warga tanpa adanya Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) dari Kantor Pelayanan Pajak.

“Banyak sekali yang dilanggar, antara lain UU PBB. Dulu kita juga dijanjikan 80% ruang terbuka, tapi nyatanya tidak ada, artinya dia langgar UU Perlindungan Konsumen. Sekarang kita dipaksa pakai kontraktor mereka untuk fitting out, itu juga langgar UU Anti Monopoli,” katanya.

Editor : Andhika Anggoro Wening

SUMBER

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Perihal warga Apartemen / Apartement Green Pramuka City
Warga Green Pramuka Tolak Penaikan Biaya Dekorasi Dan Pemeliharaan

Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI

Bisnis.com, JAKARTA — Perhimpunan Warga Rumah Susun (PWRS) Green Pramuka menolak penaikan 15 komponen biaya pemasangan dekorasi maupun biaya pemeliharaan yang diduga dilakukan pengelola rusun tersebut secara sepihak, dengan melakukan aksi damai pada hari ini, Sabtu (20/2/2015).

Ketua PWRS Green Pramuka Dion Achilles mengatakan pihaknya menolak penaikan harga yang dilakukan secara semena-mena oleh pihak manajemen dalam komponen biaya dekorasi maupun pemeliharaan. Selain itu, PWRS juga mendesak pengelolaan iuran yang dibayarkan penghuni dilakukan secara terbuka.

Sekitar pukul 09.00, puluhan penghuni melakukan aksi unjuk rasa damai memprotes penaikan biaya untuk melakukan dekorasi unit yang dinaikkan pada Januari 2015. Mereka melakukan orasi secara bergantian, untuk menolak aturan tersebut.

Selain penambahan biaya dekorasi (fitting out), PWRS juga menolak penaikan biaya pengelolaan yang akan dinaikkan pada Maret tersebut. Perhimpunan itu menyatakan pihaknya menolak penaikan biaya semena-mena tanpa melibatkan partisipasi warga.

“Tolak kenaikan iuran,” demikian protes warga dalam aksi tersebut.

Dalam surat bernomor IM.057RI/PM-MIP/I/15, Manajer Properti PT Mitra Investama Perdana Johannes Efaldus mengatakan pengelola gedung memutuskan untuk menaikkan harga sehubungan dengan adanya evaluasi atau penertiban terhadap aktivitas dekorasi. Dalam daftar biaya, sedikitnya terdapat 15 komponen yang rincian harganya berbeda jika kontraktor bekerja sama dengan pihak pengelola dalam per harinya. Harga berbeda diterapkan pada kontraktor lepas atau yang tak memiliki kerja sama dengan pengelola.

Komponen itu adalah pemasangan kertas pelapis tembok, parkit, aplikasi dapur, pemanas air, pengatur suhu, relokasi MATV (sistem siaran multikanal), pemasangan briket TV, kipas angin, cermin, relokasi pendeteksi api, furnitur, pengecatan, instalasi listrik, renovasi dan tenaga kerja. Biaya paling tinggi untuk kontraktor lepas adalah untuk pemasangan perlengkapan dapur yakni Rp2,5 juta per hari. Sedangkan biaya kontraktor yang bermitra adalah Rp350.000

Dalam surat lainnya bernomor 053/MIP-BP/I/2015, PT Mitra Investama Perdana menaikkan biaya pemeliharaan meningkat menjadi Rp13.000/ bulan/meter persegi dari sebelumnya Rp9.000/bulan/meter persegi. Sedangkan dana cadangan untuk perbaikan—sinking fund—Rp500/bulan/meter persegi, tak mengalami perubahan.

Green Pramuka adalah apartemen yang dibangun oleh PT Duta Paramindo Sejahtera. Saat ini sedikitnya sudah terdapat empat bangunan apartemen yang sudah berdiri dan keempatnya sudah didiami. Aksi damai untuk memprotes peraturan manajemen itu dilakukan setiap Sabtu.

SUMBER

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Berlanjut ke POST #3
Diubah oleh Death King
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 22 dari 64
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
23-06-2015 11:32
Quote:Original Posted By Pacifier

Memang paling parah adalah biaya fitting out / renovasinya. Ga masuk akal. Lalu manajemen kgk ada toleransinya. Ribet.


bener banget..... karena pikirannya bagaimana cara lebih memeras pemilik penghuni..... sudah mereka bukan yang punya..... yg punya adalah pemilik sebenarnya.... tetapi pemilik diperlakukan sebagai sapi perah.....


heran dah....
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
23-06-2015 16:11
up up up
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
27-06-2015 22:24
Ayo dong para warga agar kompak. Kebanyakan pembelinya adalah pemain baru. Jadinya kurang ngerti hak dan kewajibannya
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
13-07-2015 20:04
Isi google review ketika kita search green pramuka di google.
Diubah oleh heaven_spot
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
13-07-2015 20:21
itulah kenapa males beli apartemen. kita ga bebas ama unit kita. kalo pengembangnya rese, kita jadi ga nyaman. masa di kantor udah jenuh masih harus ngadepin pengembang brengsek di rumah pulak?
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
14-07-2015 08:24
Quote:Original Posted By pegawai.tampan
itulah kenapa males beli apartemen. kita ga bebas ama unit kita. kalo pengembangnya rese, kita jadi ga nyaman. masa di kantor udah jenuh masih harus ngadepin pengembang brengsek di rumah pulak?


abis beli rumah di tengah kota sangat mahal gan. lagian gak semua apartemen atau rusun itu brengsek. cuma green pramuka aja yang kayak gini. banyak bayar-bayarnya di mana apartemen lain gak ada. bisa lihat perbandingan iuran di posting atas
Diubah oleh heaven_spot
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
14-07-2015 09:05
masbro itu saya baca biaya fitting out per hari ? maksudnya gimana? saya baca kalao kontraktor luar 2.5 juta per hari apa betul ? udah gila kalo beneran seperti itu saya jadi males tadinya mau ambil satu disitu kebetulan saya tukang interior juga jadi mikir2 klo nerima proyek disana
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
14-07-2015 10:43
wa buset itu apa2an biaya fitting out kitchenset 2.5 juta, walppaper juga bayar ... di kelas apartemen atas aja macem taman anggrek cuma 500 rebu buat angkat puing
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
14-07-2015 11:13
biaya renov nya asli gila emoticon-Nohope ... pemerasan tuh udah
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
14-07-2015 17:49
Semua yg ditulis di sini adalah benar. Kalo mau detil buka aja:

http://muhadkly.com/2015/03/aparteme...rmasalahannya/

Info terakhir. Bayar management fee 3jt + 10% dari total proyek. Jadi kalo proyeknya 50jt. Berarti harus nyetor 3+5 jt ke pengelola

Quote:Original Posted By Sirlancelot
masbro itu saya baca biaya fitting out per hari ? maksudnya gimana? saya baca kalao kontraktor luar 2.5 juta per hari apa betul ? udah gila kalo beneran seperti itu saya jadi males tadinya mau ambil satu disitu kebetulan saya tukang interior juga jadi mikir2 klo nerima proyek disana
Diubah oleh heaven_spot
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
14-07-2015 23:10
Quote:Original Posted By heaven_spot
Semua yg ditulis di sini adalah benar. Kalo mau detil buka aja:

http://muhadkly.com/2015/03/aparteme...rmasalahannya/

Info terakhir. Bayar management fee 3jt + 10% dari total proyek. Jadi kalo proyeknya 50jt. Berarti harus nyetor 3+5 jt ke pengelola



anjrit 3 jt + 10 % ?? kampret uang duduk aja segede itu. kita yang kerja mati2an aja paling besar ambil margin 20%
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
16-07-2015 19:17
Mohon pejwan jika berkenan

Assalamualaikum,
Ane mau share pengalaman pahit ulah dr penghuni GPC lain. Ane punya unit di tower biru pembelian 2013, tp baru mulai huni mei 2015.
Kisahnya gini gan, sewaktu ane pulang kerja, tibatiba ada 2 satpam penjaga parkir (yg mantau parkiran mobil) nyamperin ke unit ane, gedorgedor pintu dan suaranya lantang.

satpam : sore pak, bapak pemilik mobil nomor B 1234 ABC (nopol gue samarin)
ane : bukan pak, saya ga pernah bawa mobil kemari
satpam : lah, tp ini mobil langganan terdaftar atas unit apartemen bapak
ane : sori pak, saya ga pernah daftar langganan mobil. Saya cuma daftar parkir langganan motor
satpam : oke pak, nanti saya konfirmasi lg. terimakasih.

Ane mikir sesaat, dan akhirnya ane ke bawah (lobby) nyamperin satpam itu.

ane : pak, tolong kalo pemilik mobil tsb udah ketemu, suruh samperin saya di unit saya

Dalam hati ane kesel, nih orang daftarin mobil langganan pake unit orang lain. Kalo suatu saat mobil ente bermasalah, ane bakal kena tai busuk pengelola GPC.

Akhirnya si pemilik mobil berhasil ditemui satpam. Jd ini satpam yg nemuin, ane ga ikut nyamperin doi.
Paginya ane dapet laporan dr satpam tsb, kalo tuh pemilik mobil ternyata punya 3 mobil yg terdaftar atas unit orang lain.
Ane ga dapet ucapan maaf atau minimal surat permohonan maaf, kalo itikad baik kan bisa lah taro surat di loker surat (mailbox).

Kalo ane lebay sih bisa ane laporin ke polisi bikin tuduhan apalah yg bisa dibikin perkara.
Ane ga seneng aj. Kalo mobil doi kena kasus narkoba atau apapun yg ditemukan di parkiran GPC kan nanti bakal ane yg kena tai busuk atas nama pemilik unit.

Pesen ane,
mungkin sesekali sempetin ke bagian manajemen buat cek unit ente diatasnamakan kendaraan apa aj. Nanya ginian doang gratis gan, cuma perlu repot ke foodcourt basement aj.

Tengkiu
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
18-07-2015 15:38
Google review sudah dibuka lagi. Mohon bagi para penghuni atau pemilik mengisi testimoni di google review yg objektif. Karna ada beberapa org marketing di dalamnya. Cara mengisi: search "green pramuka" di google nanti ada kolom review paling atas kalo buka internet di hape, paling kanan kalo buka internet di kompi

Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
18-07-2015 19:50
Hati-hati deh berarti sama apartemen Green Pramuka, boikot aja biar kaga laku, kasian orang2 emoticon-Marah
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
19-07-2015 11:33
kelanjutannya gimana gan sekarang? emoticon-Berduka (S) ane sih heran yg biaya pasang2 dan renov yang ga masuk akal itu
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
19-07-2015 14:32
Kaka ane di gedung biru gan,motor bulanan 150rb mobil 200rb kalo ga salah,tp tiap ane kesono belom pernah liat demo" gitu gan,ane pernah liat sih ada orang yg pasang poster di balkon kamarnya isinya "berikan sertifikat kami" di gedung kuning,sampe skrg masih ada tuh.tiap ane berenang masih ngeliat.pas ane tanya kaka ane sama ane kirimin link ini thread,dia bilang gpp.
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
19-07-2015 16:28
Masih berlanjut gan. Belum ada itikad baik dari pengelola untuk hilangin pungutan dan nurunin IPL. Bersihin AC masih dimintain 30rb. IPL masih tetep yg paling mahal.

Quote:Original Posted By kelincikelinci
kelanjutannya gimana gan sekarang? emoticon-Berduka (S) ane sih heran yg biaya pasang2 dan renov yang ga masuk akal itu
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
19-07-2015 16:30
Sekarang udah gak bisa demo lagi. Krn gak ada yg berani jadi orator. Kakaknya bilang gpp mungkin udah males ngadepin pengelola dan memilih jadi pragmatis aja. Terlalu rumit masalah di rusun ini. Mau dijual pun harganya gak maksimal krn masih PPJB alias blum dpt sertifikat.

Quote:Original Posted By merlini
Kaka ane di gedung biru gan,motor bulanan 150rb mobil 200rb kalo ga salah,tp tiap ane kesono belom pernah liat demo" gitu gan,ane pernah liat sih ada orang yg pasang poster di balkon kamarnya isinya "berikan sertifikat kami" di gedung kuning,sampe skrg masih ada tuh.tiap ane berenang masih ngeliat.pas ane tanya kaka ane sama ane kirimin link ini thread,dia bilang gpp.
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
27-07-2015 22:41

Usaha terus menerus pasti ada hasilnya gan. tetap semangat gan.

Lama2 bakal menurun peminat ni apartemen kalau kenyataan gini.
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
05-08-2015 12:02
Mari bersatu.. usaha dan berdoa ...demi perjuangan kita...aamiin.
0 0
0
Halaman 22 dari 64
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia