News
Batal
KATEGORI
link has been copied
2045
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54c1c3af620881c65e8b4579/bambang-widjojanto-ditangkap-polri
Hai Juragan! Di pagi yang dingin ini udah ada yang panas-panas dari dunia politik Indonesia nih, Gan. Masyarakat dikejutkan dengan dibawanya Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, oleh Bareskrim Polr
Lapor Hansip
23-01-2015 10:44

Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?

Past Hot Thread
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?

Hai Juragan! Di pagi yang dingin ini udah ada yang panas-panas dari dunia politik Indonesia nih, Gan. Masyarakat dikejutkan dengan dibawanya Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, oleh Bareskrim Polri. Sampai thread ini dibuat belum ada kejelasan apa alasan Polri menangkap bapak berusia 55 tahun itu.
emoticon-Toast emoticon-Toast emoticon-Toast


Quote:
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
Suasana KPK tadi siang, Gan


Quote:
Siapa Bambang Widjojanto?

Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?


JAKARTA, KOMPAS.com — Kabar yang menggemparkan publik muncul pada Jumat (23/1/2015) pagi ini. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto dikabarkan ditangkap oleh Badan Reserse Kriminal Polri.

Informasi tersebut dibenarkan oleh sumber internal di KPK. Namun, belum diketahui kapan dan alasan penangkapan Bambang. Hingga saat ini, Kompas.com masih mencoba mengonfirmasi sejumlah sumber resmi di KPK dan Polri.

Sejak 16 Desember 2011, Doktor Ilmu Hukum, Lulusan Universitas Padjadjaran, Bandung, tahun 2009 ini memegang jabatan sebagai Wakil Ketua KPK. Kabar penangkapan Bambang ini tentu memunculkan spekulasi baru terkait perseteruan antara dua institusi penegak hukum di Indonesia, Polri, dan KPK.

Siapa Bambang Widjojanto? Selama ini Bambang dikenal dengan gaya hidupnya yang sederhana. Salah satu bentuk kesederhaan itu dilakukannya dengan memilih naik kereta api untuk berangkat ke kantor KPK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, dari rumahnya di Depok, Jawa Barat.

Topi dan kacamata menjadi benda andalan untuk menyamarkan wajahnya saat naik kereta api. Dengan kesederhanaan itu pula, Bambang yang akrab disapa BW dikenal menjaga integritas sebagai penegak hukum pemberantasan korupsi.

Mengenai kemampuan di bidang hukum, BW tak diragukan. Saat seleksi pimpinan Komisi KPK, BW mendapat nilai 10 (skala 1-10) untuk aspek integritas dan kemampuan, dari salah satu anggota panitia seleksi.

Sebelum menjadi Wakil Ketua KPK, Bambang adalah advokat, dia menangani berbagai kasus, termasuk kasus kriminalisasi pimpinan KPK, Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto.

Dia juga pernah memimpin Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, serta menjadi salah satu pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) dan Indonesia Corruption Watch (ICW).

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Jayabaya, Jakarta, ini cukup lama berkiprah di YLBHI, dimulai tahun 1984. Tak hanya di Jakarta, Bambang juga mengabdikan dirinya untuk LBH Jayapura, tahun 1986-1993.

Data Pribadi:
Nama Lengkap: Bambang Widjojanto
Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 18 Oktober 1959
Agama: Islam
Jabatan: Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (16 Desember 2011-2015)

PENDIDIKAN :

- SD, Jakarta (1973)
- SMP, Jakarta (1976)
- SMA, Jakarta (1979)
- S-1, Fakultas Hukum, Universitas Jayabaya, Jakarta (1985)
- S-2, Pascasarjana dari The School of Oriental and African Studies (SOAS), University of London (LLM) (2001)
- S-3, Ilmu Hukum, Universitas Padjadjaran, Bandung (2009)
Khusus :
- Internship Programme oleh Asia Watch, New York (1992)
- Kursus Asisten Advokat Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) (1993)
- Internasional Courses of Human Rights Law, Belanda (1995)

PERJALANAN KARIER :
Pekerjaan :
- Senior Partner di Widjojanto, Sonhaji & Associates (WSA Law Office) (2004)
- Staf Litigasi LBH Jakarta (1984-1986)
- Menangani kasus Tanjung Priok, dan lain-lain, Jakarta (1984-1985)
- Menangani kasus-kasus subversi (salah satunya kasus proklamasi kemerdekaan Republik Melanesia Barat (1986-1993)
- Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Jayapura (1986-1993)
- Staf Litigasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Jayapura (1986 - 1996)
- Direktur Operasional Yayasan LBH Indonesia (1993-1998)
- Penasihat Hukum dalam kasus Kedung Ombo, Kasus Singosari, Kasus Mahasiswa Kelompok 21, Kasus gugatan, Malang (1994)
- Penasihat Hukum dalam gugatan Dep. Tamben, Kasus dana reboisasi, kasus Menwa, Kasus AJI, Kasus EDP (1995)
- Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1999 (1999)
- Ketua Dewan Etik Indonesian Corruption Watch (1999)
- Koordinator pada Program Konstitusi dan Pemilu Cetro (2001)
- Partnership - Konsultan di Bidang Anti Korupsi (2002)
- Penasihat di Bidang Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Sipil dan Demokrasi Yayasan TIFA (2002-2003)
- Penasihat Hukum di Pengadilan Tinggi Jakarta Utara (2002)
- Partnership - Penasihat di Bidang Pemilu (2002)
- Senior Partner di Widjojanto, Sonhaji & Associates (WSA Law Office) (2004-2012)
- National Legal Advisor di Partnership for Governance Reform (2005-2012)
- Anggota Komite Nasional Kebijakan Governance (2008-2012)
- Anggota Komisi Hukum Kementerian BUMN (2008-2012)

Pemerintahan :
- Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (2011-2015)

KEGIATAN LAIN :
- Penulis di berbagai media (termasuk isu antikorupsi)
- Anggota Gerakan Anti Korupsi (Garansi)
- Anggota Koalisi untuk Pembentukan UU Mahkamah Konstitusi
- Anggota Tim Legal Standing untuk Gugatan SP3 Kejaksaan Agung Kasus Texmaco
- Tim Eksaminasi kasus Djoko Tjandra yang dibentuk ICW
- Anggota Tim Gugatan Judicial Review untuk kasus Release and Discharge yang dibentuk oleh Koalisi Anti Korupsi
- Anggota Tim Eksaminasi kasus Timbul Silaen yang dibuat oleh Masyarakat Pemantau Peradilan (MAPPI) UI
- Anggota Tim Pembentukan Regulasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwas Pemilu)
- Anggota Tim Eksaminasi kasus Tommy Suharto yang dibuat oleh ICW
- Anggota Koalisi Pembaruan UU Pemilu dan Partai Politik
- Anggota Koalisi Pembentukan UU Mahkamah Konstitusi
- Anggota Koalisi Komisi Konstitusi untuk Konstitusi Baru
- Sekretaris Eksekutif Alert Committee LSM, Irian Jaya (1990-1991)
- Ketua Steering Committee Forum Kerjasama LSM, Irian Jaya (1992-1994)
- Peserta Seminar Hak Asasi, Canada (1993)
- Kepala Divisi Hak Sipil dan Politik serta kepala Divisi Pertahanan YLBHI (1993-1994)
- Peserta Seminar Lingkungan, Manila (1994)
- Pemrakarsa Konsorsium Pembaruan Agraria (1994)
- Ketua Dewan Pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (1996)
- Pendiri Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) (1996)
- Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta Tim ini bekerja dalam rangka menemukan dan mengungkap fakta, pelaku, dan latar belakang peristiwa 13-15 Mei 1998 (1998)
- Anggota Dewan Etik Indonesian Corruption Watch (ICW) (1998)
- Pendiri LeIP (1999)
- Pendiri Voice of Human Rights (VHR) (1999)
- Pendiri Komisi untuk Orang Hilang (Kontras) (1999)
- Pendiri Indonesian Corruption Watch (ICW) (1999)
- Pendiri Indonesia Court Monitoring (2000)
- Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan DPP Ikadin (2000-2001)
- Fasilitator Forum Baku Bae (2001)
- Wakil Ketua Umum DPP Ikadan Advokat Indonesia (Ikadin) (2003)
- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (2011-2015)

PENGHARGAAN :
- Menerima Sertifikat Amdal A (1987)
- Menerima Lisensi sebagai Advokat Mahkamah Agung (1988)
- Menerima Robert Kennedy Human Rights Awards Washington DC (1993)

KASUS :
- Kasus: Menangani kasus Tanjung Priok dan lain-lain (1984)
- Kasus: Menangani kasus-kasus Subversi di Irian (salah satunya kasus Proklamasi Kemerdekaan Republik Melanesia Barat oleh DR Thomas Wanggai), kasus-kasus Pertanahan (khususnya masalah tanah adat di Irian Jaya) (1986)
- Kasus: Kasus Gugatan Dep.Tamben, Kasus dana Reboisasi, Kasus Menwa, Kasus AJI, Kasus KDP, Gugatan Pencekalan dan Recalling Sri Bintang Pamungkas (1994)
- Kasus : Penasihat Hukum dalam Kasus Kedung Ombo, Kasus Singosari, Kasus Mahasiswa Kelompok 21, Kasus Gugatan Reboisasi, Kasus Timtim di Malang (1994)

KELUARGA :
- Sari Indra Dewi (Isteri)
- Anak (4)
Sumber


UPDATE 12:21
Ini Kasus yang Menjerat Bambang Widjojanto


Quote:
Kasus Ini yang Diduga Menjerat Bambang Widjojanto


Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto ditangkap penyidik Bareskrim Polri terkait sengketa pilkada Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Penangkapan terjadi di kawasan Depok, Jawa Barat, setelah diduga melanggar Pasal 242 juncto Pasal 55 KUHP.

Kepala Divis Humas Polri Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie mengatakan, Bambang diduga menyuruh melakukan atau memberikan keterangan palsu di hadapan sidang pengadilan yaitu pengadilan Mahkamah Konstitusi (MK). Sengketa pilkada Kotawaringin Barat yang dimaksud terjadi pada tahun 2010.

Saat itu, MK membatalkan keputusan KPUD yang menetapkan pasangan nomor urut 1 atas nama Sugianto dan Eko Soemarno sebagai pemenang pilkada tertanggal 12 Juni 2010. Pasangan Sugianto dan Eko diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Amanat Nasional, dan Partai Gerakan Indonesia Raya.

Putusan bernomor 45/PHPU.D-VIII/2010 tersebut ditandatangani pada sidang pleno tertanggal 7 Juli 2010. Putusan itu juga sekaligus memerintah KPU Kabupaten Kotawaringin Barat untuk menetapkan pasangan Ujang Iskandar dan Bambang Purwanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati setempat.

Bambang Widjojanto adalah kuasa hukum pasangan Ujang Iskandar dalam sengketa pilkada ini bersama dengan Iskandar Sonhadji, Dian Fauziah, dan Hermawanto dari Kantor Widjojanto, Sonhadji & Associate. Sengketa pilkada tersebut dipimpin oleh bekas Ketua MK Akil Mochtar yang saat itu masih aktif menjadi hakim.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah memutuskan bahwa Ratna Mutiara, salah satu saksi pasangan Ujang Iskandar-Bambang Purwanto, terbukti melakukan sumpah palsu dalam sengketa pilkada itu. Ratna divonis lima tahun penjara.
Sumber


Quote:
Istana Akan Buat Pernyataan Soal Penangkapan Bambang Widjajanto


BOGOR, KOMPAS.com - Pihak Istana akan segera membuat pernyataan resmi pasca-penangkapan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto.

Presiden Joko Widodo atau Wakil Presiden Jusuf Kalla akan memberikan pernyataan itu di sela-sela pertemuan dengan bupati se-Kalimantan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (22/1/2015).

"Saya kira nanti bakal ada pernyataan resmi dari Istana. Bisa Pak Jokowi, bisa Wapres," kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat dijumpai di istana Bogor.

Tjahjo mengaku tak mengetahui perkara yang membelit Bambang Widjajanto. Namun, dia memastikan bahwa kasus yang dialami Bambang sama sekali tidak memiliki unsur politik.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny F Sompie membenarkan bahwa Badan Reserse dan Kriminal Polri menangkap Bambang Widjojanto, pada pukul 07.30, pagi tadi.

Ronny menyebutkan, penangkapan Bambang dalam rangka pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan menyuruh memberikan keterangan palsu dalam sidang sengketa pilkada Kota Waringin Barat di Mahkamah Konstitusi pada tahun 2010.

"Upaya penangkapan itu dalam rangka melengkapi penyidikan. Untuk itu Mabes Polri melakukan pemeriksaan tersangka. Kasus ini berkaitan pemilukada di Kota Waringin Barat, Kalteng. Pasal 242 jo 55 KUHP, menyuruh memberikan keterangan palsu," kata Ronny di Jakarta.
Sumber


UPDATE Bambang Widjojanto Resmi Ditangkap #SaveKPK


Quote:
Bambang Widjojanto Diperiksa sebagai Tersangka


JAKARTA, KOMPAS.com — Kadiv Humas Polri Irjen Ronny Franky Sompie membenarkan bahwa Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap Bareskrim Polri. Dia sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Ya, jadi pemeriksaan sekarang sebagai tersangka," kata Ronny di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2015).

Menurut Ronny, Bambang terjerat kasus yang berkaitan dengan pemilukada tahun 2010 di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Dia meminta saksi untuk memberikan keterangan palsu di Mahkamah Konstitusi.

Ronny menjelaskan, meski kasus lama, tetapi Polri mendapatkan laporan dari masyarakat pada 15 Januari 2015.
Sumber



Quote:
Bambang Ditangkap Terkait Pilkada Kotawaringin Barat 2010


JAKARTA, KOMPAS.com — Penangkapan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto dilakukan berdasarkan laporan masyarakat. Hal itu dikatakan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny Sompie di Bareskrim Polri, Jumat (23/1/2015).

Menurut Ronny, penangkapan itu terkait pilkada pada tahun 2010 di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Namun, dia menolak menyebut identitas saksi.

Ronny mengatakan, ada tiga alat bukti untuk menangkap Bambang, yakni keterangan saksi, dokumen, dan keterangan ahli.
Sumber


Quote:
Bambang Widjojanto Ditangkap, Netizen Bergerak ke KPK Siang Ini


Jakarta - Para netizen ikut merespons penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Bareskrim Polri. Mereka menyampaikan dukungan untuk KPK dan berencana datang bersama-sama ke kantor KPK siang ini.

Aktivis Indonesian Corruption Watch (ICW) Donal Fariz memberikan dukungan penuh kepada KPK. Melalui twitternya dia mengajak rakyat untuk berkumpul di KPK.

"SOS #SAVEKPK... MERAPAT KE KPK SEMUA YG PEDULI PEMBERTASAN KORUPSI". tulis twitter @donalfariz.

Selain itu, ada juga dukungan dari aktivis Ulin Yusron. Dia mengingatkan kembali soal kasus cicak vs buaya dulu. Sepenuh hati dia menyampaikan dukungannya untuk selamatkan KPK.

"Semut rangrang, cicak bergerak semua. Kita kumpul secepatnya di @KPK_RI. SOS serangan koruptor!" tulis Ulin di Twitter-nya.

Akun resmi Gerakan Anti Korupsi Indonesia (Gakin) Provinsi Lampung @gakinlampung juga ikut bersuara.

"Yuk !!! SaveKPK kumpul hbs jumat di kantor @kpk-ri," tulisnya.

Selain ajakan ke KPK ada juga dukungan dari para netizen berupa #SaveKPK yang langsung menjadi trending topic di Twitter.
Sumber


Quote:
Polri: Bambang Tersangka Kasus Pemberian Keterangan Palsu di Sidang MK


Jakarta - Mabes Polri akhirnya mengakui adanya penangkapan terhadap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Dia ditangkap terkait kasus Pemilukada di MK yang tengah ditangani Polri.

"Terkait kasus Pemilukada pada tahun 2010 di Kalimantan. Yang bersangkutan tersangka," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Ronny Sompie di kantornya, Jl Trunojoyo, Jumat (23/1/2015) pukul 10.50 WIB.

Ronnie Polri mendapatkan laporan dari masyarakat. Setelah itu dilakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

"Pasalnya terkait dengan keterangan palsu di persidangan di MK," ujar Ronny.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan memiliki bukti," sambungnya.


Quote:
Bambang Widjojanto Ditangkap Bareskrim Polri

Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?


JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto dikabarkan ditangkap oleh Badan Reserse Kriminal Polri, Jumat (23/1/2015). Informasi tersebut dibenarkan oleh sumber internal di KPK.

Namun, belum diketahui kapan dan alasan penangkapan Bambang. Hingga saat ini, Kompas.com masih mencoba mengonfirmasi sejumlah sumber resmi di KPK dan Polri.
SUMBER


Quote:
Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto Dibawa ke Mabes Polri?

Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?


Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto, dibawa oleh polisi dari Badan Reserse dan Kriminal Mabes Politik.

Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. "Iya. Tadi dibawa oleh Bareskrim Mabes Polri," kata Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi, Jumat (23/1), saat menyampaikan ke CNN Indonesia.

Johan mengatakan mungkin sekarang posisinya Bambang di Bareskrim. Sejauh ini Johan belum tahu penyebab Bambang dibawa ke Mabes Polri. "Belum ada keterangan ditangkap karena kasus apa," ujarnya.

Bambang dibawa ke Mabes Polri ketika sedang mengantar anaknya ke sekolah.

Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Rikwanto saat dihubungi CNN Indonesia mengatakan saat ini pihaknya masih mengecek ke Bareskrim ihwal kabar tersebut.
Sumber


Tapi nih Gan, sampe saat ini masih simpang siur kenapa dan atas alasan Bambang dibawa oleh Bareskrim Polri.emoticon-Bingung (S)


Quote:
Johan Budi: Wakapolri Bantah Ada Penangkapan Bambang Widjojanto


Jakarta - Wakapolri Badrodin Haiti membantah adanya arahan kepada Bareskrim Polri untuk menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

"Kita sudah mengontak Pak Badrodin Haiti, menurutnya tidak benar Bareskrim melakukan penangkapan terhadap Bambang. Tidak ada penangkapan," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP saat diwawancarai Metro TV.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Johan dikontak ajudan Bambang Widjojanto bahwa ada orang yang mengaku berasal dari Bareskrim melakukan penangkapan.

"Dalam penangkapan itu Pak Bambang mengantar anaknya ke sekolah. Orang yang mengaku dari Bareskrim itu mengatakan Pak Bambang dibawa ke Bareskrim," kata Johan.

"Kami percaya kepada Pak Badrodin. Jadi tanda tanya siapa yang membawa Pak Bambang dan dibawa ke Bareskrim," sambung Johan.
Sumber


Quote:
Johan Budi: Belum Ada Keterangan BW Ditangkap Polisi karena Kasus Apa


RMOL. Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP, memastikan bila Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto memang ditangkap polisi.

"Iya tadi dibawa oleh Bareskrim Mabes Polri. Mungkin sekarang posisinya di Bareskrim," kata Johan saat dihubungi wartawan beberapa saat lalu (Jumat, 23/1).

Informasinya, BW, sapaan Bambang Widjojanto diamankan saat sedang mengantarkan anaknya pergi sekolah. Belum jelas perkara apa yang membuat BW diamankan.

"Belum ada keterangan ditangkap karena kasus apa," tandas Johan.
Sumber


Oke Gan, ane bakal update terus buat tau berita selanjutnya.
Banyak rahasia dibalik rahasia ya, Gan. Semoga yang terbaik untuk KPK dan Polri deh. Biar Indonesia lebih baik lagi emoticon-I Love Indonesia (S) #SaveKPK

Tapi, gimana menurut Agan soal berita ini?
Diubah oleh soyuzz
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 54 dari 104
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:46
Dunia ini penuhh sandiwara gan. Kita hanya bisa melihat bagaimana mereka memainkan perannya emoticon-Cool pejwan gan
0 0
0
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:47
Quote:Original Posted By fatalure
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?

hahahaha keren keren


karan buaya sendiri ga pernah menang lawan cicak kali ini dicoba buaya + banteng VS cicak ya emoticon-Ngakak
#SaveKPK
0 0
0
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:47
makin panas aja nih gan kpk sama polri emoticon-Matabelo
0 0
0
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:48
Mehhh
Diubah oleh rohimers
0 0
0
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:48
kasus udah 2010 kok baru lapor 2015, masyarakat mana yg kasih kesaksian ?? institusi ala2... ala2 suka nyari kesalahan..makanya suka cari kesalah tilang tuh #oouups
0 0
0
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:48
wah cicak buaya jilid 2 nih payah emoticon-thumbdown
0 0
0
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:48
Quote:Original Posted By ultimofiglio





Ini Gan,



ajegileee....Sereeem Tjoey Orang2 PDI-P...Kira2 Motifnye apa...??emoticon-Matabelo
0 0
0
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:48
cicak vs buaya dan banteng
0 0
0
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:49
sampai kapan begini terus emoticon-Cape d... (S)
0 0
0
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:49
kocak sih emoticon-Ngakak

*laporan 15 Januari 2015, 23 Januari 2015 langsung penangkapan (tanpa panggilan terlebih dahulu) tumben main cepet ni Polri

*berdasarkan laporan masyarakat, masyarakat yang mana???


sip lah, makin ancur ni negara, investor asing jd mikir2 lagi invest ke Indonesia, pada gila jabatan, gila harta, gila semua emoticon-Ngakak
0 0
0
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:49
Seru banget ya. Cicak mau ditelan
0 0
0
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:49
Quote:Original Posted By Moh.Nyet
malah berperang sendiri ....

KMPret berteriak kegirangan


orang kisruh Kepolisian, KPK dan PDIP ehh malah nyerempet KMP.. anehh, padahal KMP bersikap biasa aja... emoticon-Cape d... (S)
0 0
0
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:49
biasa dewa jokowi nunggu mandat dari megadewa..masalah beginian mana mau dia ikut campur..paling jawab bukan urusan saya. toh wantimpresnya aja mantan raja judi emoticon-No Hope
0 0
0
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:49
bisa ancur negara ini emoticon-Hammer2
0 0
0
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:50
Quote:Original Posted By lastpromo2014


komen goblok?!! dasar rakyat tolol...lu pikir kpk selalu bener ya...bingung gw ma nih negara...

lu gak tau kan konflik internal...inget todz makanya..ada istilah tak ada manusia tak berdosa...

klo tau aja lu cara kerja kpk sebenernya kayak apa..bakal...surprise deh..shock maybe?!! dimana2 semua negara ada aja yg busuk..wong di amrik aja kepala cia..fbi..dea..nsa bisa diciduk polisi juga kok...

nah inget gak hakim yg beberapa waktu lalu ditangkep bw...padahal waktu mo sekolah lanjutan n daftar kpk...si BW disebut blak2an dipengadilan minta uang ma tu hakim..eh uda jadi wakil kpk malah jerumusin tuh hakim...

kayak nolong anjing kejepit dah..abis nolong lepasin malah digigit udahannya..wkwkwkwk!!

emang enak di indo..asal bagus pencitraan pada ngebuntut ngefans?!! sesuai iklan amild!! disuruh masuk jurang ikut aja asal dah kehipnotis yakkk...

samad nunggu shift berikutnya tuh..(klo sesuai tuduhan org pdip)

ckckck..miris gw!!


lo yang lebih goblok! lo pikir polisi juga selalu bener? apalagi jajaran jenderal2nya kotor semua itu, udah jelas ini permainan oknum polisi, si BG yg jelas2 tersangka mau lo dukung jg jd kapolri? mau jd apa aparat hukum negeri ini kalo kepalanya tukang maling? otak lo taro dimana sih? ckckck lebih miris gw sama lo!!!
0 0
0
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:50
Quote:Original Posted By doblonk
cicak vs buaya (again) emoticon-Hammer2


Kaya nya lebih gan...
Cicak vs kebun binatang neh....
0 0
0
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:50

biar berimbang news nya

Bukan maksud apa apa, tapi ane percaya gak ada manusia yang mahasuci didunia ini djaman edan seperti ini, tulisan ini diambil dari kompasiana http://politik.kompasiana.com/2015/0...d--717544.html

tujuan : biar berimbang aja news nya, bener apa gak nya mungkin nunggu pembktian dari masing masing pihak aja,

buat kamu yang marah karna news ini, inget, gak ada orang 100% bener dan 100% salah..bukan savepolri atau savekpk tapi #saveINDONESIA

Politik
Sawito
Kartowibowo

Membongkar Apa yang harus dibongkar
Jadikan Teman | Kirim Pesan
6inShare
Rumah Kaca Abraham Samad
OPINI | 17 January 2015 | 20:58 Dibaca: 27551 Komentar: 131 39

1421502976231337911

Foto : Abraham Samad, Sumber Unggah : Lensa Indonesia.

Dalam satu minggu ini adalah hari-hari yang berat bagi Jokowi, di satu sisi ia ditekan oleh Kubu Megawati untuk memunculkan Komjen Budi Gunawan, di sisi lain ia juga masuk dalam jebakan Samad. Sementara saat ini panggung Megawati berhasil diselesaikan oleh Jokowi, sementara panggung Samad dalam menggempur Jokowi belum berhenti. Jelas sudah, Samad berhasil memenangkan pertarungannya pada Jumat, 16 Januari 2019 dimana Jokowi mengambil jalan tengah, memberikan Pelaksana Tugas (Plt) Kapolri pada Komjen Badrodin Haiti, sementara Komjen Budi Gunawan diserahkan Jokowi pada KPK untuk menyelesaikan tugasnya. Jokowi sendiri memberikan garis bawah :

“Bukan Pembatalan Budi Gunawan, tapi Penundaan”

Arena politik sudah sampai pada fase ini. Apakah Samad masih menggunakan KPK untuk membereskan Budi Gunawan?, apakah Samad kemudian menyusun langkah-langkah baru politik?, Samad sendiri harus membongkar kronologi politiknya, pengumuman Budi Gunawan sebagai tersangka oleh Samad yang terburu-buru, juga tidak adanya pemeriksan dua sisi, yaitu : “siapa yang transfer duit ke BG, dan kenapa BG terima duit” menjadi pertanyaan besar disini “Apakah Samad Sudah Menjadi Pemain Politik?” Begitu juga harus ada pernyataan terang benderang, dimana saat ini KPK sudah mendapatkan bola panas Jokowi, soal dugaan kriminalitas Jenderal BG, publik harus tahu apa salah Jenderal BG, paralel juga publik harus tahu ada apa dengan Samad. Ini soal fair dalam melihat dua sisi.

Sebagai Komjen, BG juga sebenarnya tidak layak sebelum ada kepastian apakah bukti transfer itu menyalahi aturan etika kepolisian jadi tekanan publik yang digawangi Fadjroel Rahman, GM dan Abdee Negara ada betulnya karena masih ada wilayah abu-abu mereka ingin Kapolri bersih tapi publik juga berhak tau, namun publik juga berhak tahu siapakah Abraham Samad sebenarnya, apa motifnya ketika perlahan-lahan Samad head to head berhadapan dengan Jokowi terutama dalam colongan popularitasnya, tapi terkandung muatan politik di dalamnya. Juga “prediksi posisi Samad yang digunakan kelak untuk menghajar Jokowi”.

Catatan ini hanya mengingatkan “Betapa Bahayanya KPK sebagai lembaga publik paling dipercaya bila dijadikan alat politik oleh Abraham Samad”. Karena penangkapannya menjadi motif politik dan apakah Jokowi siap melawan manuver Samad, sementara di satu sisi Jokowi juga harus berhadapan dengan kelompok kepentingan di PDI Perjuangan.

Dalam status Facebooknya, Jokowi menulis dengan mengutip salah satu kalimat dari novel Pramoedya Ananta Toer : “Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?” mustinya Jokowi harus menambahkan lagi kalimat dari Pramoedya Ananta Toer yang ia harus dedikasikan ke Samad :

“seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan”

karena apakah Samad benar-benar adil dalam melaksanakan tugas KPK, apakah itu hanya pada memenuhi investasi politiknya sekaligus menyelesaikan dendam politiknya?, kenapa ada dendam politik?, karena memang ada latar belakang atas keputusan ini yang harus ditanyakan pada Samad, baik publik yang sedang eforia Samad, sampai ada tulisan “Samad Adalah Kita”, lalu melengos pada Jokowi saat Samad bermain tarik ulur soal Budi Gunawan.

Juga pada petinggi PDIP sendiri harus jujur ke publik baik soal BG, juga soal Samad yang ingin mengejar jabatan Wakil Presiden saat itu, sampai-sampai kritikan Samad tidak beretika labur sama sekali, karena arus besar emosi publik saat itu ada pada Jokowi.

PDIP juga harus jujur, kenapa Jenderal Budi Gunawan yang punya lobi politik kuat mengusulkan Jusuf Kalla, sampai-sampai Samad tersingkir dan marah besar. Samad juga harus jujur ke publik soal tingkah lakunya dalam mendekati PDIP.

Penulis memiliki data, yang bisa dikonfirmasi baik pihak Samad maupun pihak PDIP, dan penulis meminta agar kedua kubu itu menjelaskan semua hal-hal yang perlu diketahui publik, misalnya ada apa PDIP dengan BG, selain itu penulis juga meminta Samad “Kenapa kamu main politik dengan menggunakan KPK yang seharusnya KPK itu harus steril dari permainan politik?”

Catatan Penting Ini :

Ada Enam Pertemuan yang dilakukan oleh Abraham Samad dengan PDIP yang mengindikasikan Samad bukan lagi seorang Penyidik yang bebas kepentingan politik, tapi ia seperti Politisi biasa yang memanfaatkan peluang baik kesempatan maupun posisi,

Dalam beberapa pertemuan itu juga Samad memakai Masker dan Topi, Samad menemui petinggi PDIP dan menawarkan dirinya untuk mendampingi Jokowi. Karena dalam pertemuan itu Samad masih dalam kedudukannya sebagai KETUA KPK…ingat KETUA KPK.. dalam kapasitasnya itulah Samad melakukan transaksi politik.

Kronologi Pertemuan Samad dengan Petinggi PDIP

PERTEMUAN PERTAMA :

Di bulan Februari 2014, pihak Samad sudah mendengar kubu Megawati yang saat itu sedang dalam posisi genting untuk memutuskan siapa yang maju “Megawati atau Jokowi dalam Capres 2014″, Samad mendapatkan kabar bahwa Jokowi-lah yang mulai mendapatkan angin ketimbang Megawati dalam pencalonan Presiden 2014 karena banyak beredar survey-survey dimana Megawati selalu ditempatkan dibawah Jokowi oleh lembaga survey. Samad mulai berhitung bahwa dirinya punya kesempatan mendampingi Jokowi, karena Samad mendapatkan kabar Jokowi belum ditentukan siapa pendampingnya, kubu PDIP ingin ada semacam reprosikal politik “Jokowi maju, PDIP menang 27,02 % sesuai hasil keputusan kongres. Inilah kenapa pendamping Jokowi belum ditentukan, tapi semua pihak yang punya jaringan politik mulai merapat ke PDIP. Tak terkecuali Samad, ia punya kekuatan politik, walaupun bila kekuatan politiknya itu digunakan, ia menyalahi etika dan fungsi kebijakan publik, karena senjata satu-satunya adalah KPK.

Pada pertemuan pertama ada dua orang Petinggi PDIP senior, dan Petinggi PDIP yunior yang diajak Samad bertemu, di sebuah tempat mewah, sebuah Apartemen di depan sebuah Mall dan Pusat Perbelanjaan Pacific Place” yang berlokasi di Sudirman Central Business.

Dalam pertemuan itu, pihak Samad nyenggol soal “Emir Moeis” ini harus juga dibuka ke publik, kenapa dalam pertemuan ini, Emir Moeis dibuka dan jadi pembahasan Samad kepada dua petinggi PDIP itu?

“Saya akan bantu kalau ada kasus Emir Moeis, Emir …kan sudah dibantu hukumannya tidak berat?”

(Abraham Samad, pada dua petinggi PDIP, Februari 2014).

PERTEMUAN KEDUA

Terjadi pertemuan kedua antara Samad dengan seorang Petinggi PDIP dan salah satu temannya yang bukan orang Partai, pertemuan itu ada asisten Samad yang berinisial “D”. Lagi-lagi di Apartemen mewah di wilayah SCBD, Jakarta Selatan. Samad tampak sangat santai, dan tahu sekali suasana apartemen. Disana petinggi PDI Perjuangan bertanya dengan Samad, “Apakah bersedia untuk dijaring” pertanyaan ini membuka kesempatan bagi Samad masuk dalam bursa pencalonan wakil Presiden dari kubu PDIP. Samad dengan wajah teduhnya menyetujui dan gembira sekali.-Hal ini harus dicatat, Samad masih menduduki posisi Ketua KPK dan amat tidak etis masuk ke dalam pencalonan politik saat ia menjabat, andai ia ingin terus menjabat etikanya ia harus keluar dulu dari posisi pimpinan KPK.

PERTEMUAN KETIGA

Inilah pertemuan yang diketahui publik secara luas yaitu pada Sabtu (3/5/2014) di Ruang VIP Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta - Pers berebutan memfoto mereka, seakan-akan ada pertemuan yang tidak disengaja, tapi pers dikelabui ada pertemuan rahasia, dimana Samad memakai Masker dan Topi menemui pihak PDIP di sebuah hotel Bintang Lima di Yogyakarta, sekali lagi Samad didampingi Asistennya yang bernama “D”. Dalam pertemuan itu Samad mempertanyakan nasibnya soal kelanjutan posisi pencalonannya sebagai Wakil Presiden RI. Ada satu petinggi PDIP. - Agar peristiwa ini tidak menjadi fokus, Samad kemudian merancang seakan-akan ada pertemuan yang tidak sengaja di Bandara Yogyakarta. Disini sekaligus Samad ingin mencoba “Apakah publik setuju apa tidak bila dirinya maju menjadi “Capresnya Jokowi”. Dan rupanya dukungan Publik besar juga, Samad sangat antusias ia menggariskan diri berada dalam barisan Jokowi.

PERTEMUAN KEEMPAT

Setelah melihat antusias rakyat bahwa Samad yang akan maju menjadi pendampingnya Jokowi, Samad semakin bersemangat. Ia dikenalkan oleh salah satu petinggi PDIP kepada seorang Jenderal Purnawirawan dan membahas soal peluangnya menjadi Cawapres. Samad sekali lagi datang dengan masker dan topi, digunakannya masker dan topi adalah bagian dari alam bawah sadar Samad bahwa dirinya bersalah secara etika bila mengunjungi seseorang dalam kepentingannya yang menjadi irisan dalam tanggung jawabnya di KPK. Dalam pertemuan itu Samad, bahkan sempat foto-foto dengan keluarga Pensiunan Jenderal itu.

PERTEMUAN KELIMA

Pertemuan kelima terjadi di sebuah gedung, ada petinggi PDIP dan Samad. Saat itu pembicaraan Samad sudah sangat serius dan mendalam, bahkan dari gedung itulah logo Jokowi-Samad sudah mulai beredar dimana-mana.

PERTEMUAN KEENAM

Inilah pertemuan yang paling mengerikan dan perlu dicatat khusus, dan juga menjadi alat dalam mengkaji siapakah Samad sesungguhnya. Sebelum masuk ke Pertemuan keenam, baiklah kita lihat diluar lingkungan Samad. Saat itu beberapa elite PDI Perjuangan berkumpul. Ada masukan paling penting bahwa Jusuf Kalla maju jadi Cawapres Jokowi, pertimbangannya amat rasional “Jusuf Kalla memegang massa Golkar, Jusuf Kalla bisa menjadi jangkar Golkar, walaupun Golkar saat ini dipegang Aburizal Bakrie, tapi pengurus-pengurus Golkar pasti akan berpihak ke Jokowi bila ada Jusuf Kalla disana. Sementara Abraham Samad sama sekali dinilai tidak punya akar massa, ia hanya kuat di media, bukan di tingkat massa, Samad dinilai oleh salah satu elite PDIP itu masih hijau dalam politik, sementara ada beberapa informasi yang masuk bahwa Prabowo sangat kuat, mustahil bila menjadikan Samad sebagai gacoan politik, bisa berantakan nanti Jokowi. Dan yang paling kuat menentang Samad adalah Budi Gunawan (BG) orang yang pada minggu depan kemungkinan besar akan berhadapan dengan Samad di KPK.

Gagalnya Samad jadi Cawapres Jokowi tidak diterima dengan legowo oleh Samad. Saat berita itu sampai pada dirinya, ia berkata dengan mata tajam ke arah salah satu petinggi PDIP

“Saya Sudah Tahu karena sudah menyuruh orang-orang saya saya untuk memasang alat sadap, sehingga saya tahu siapa yang menjadi penyebab kegagalan saya. Saya janji akan menghabisi orang itu”

(Abraham Samad, kepada salah satu petinggi PDIP).

poin diatas amat penting karena : “menjelaskan bahwa salah satu yang diincar Abraham Samad adalah Budi Gunawan” dan menjadikan Megawati sasaran kebencian publik, karena gagal menjadikan dirinya sebagai Cawapres.

Bila Jenderal BG dieksekusi minggu depan, maka pihak Kejaksaan dan pihak DPR bisa menjadikan hal ini diangkat ke publik, soal Abraham Samad. Pihak DPR, Presiden Jokowi, Media dan Publik secara umum harus mempertanyakan soal pertemuan-pertemuan Samad dengan PDIP dan hal ini bisa menjadikan pertanyaan lebih lanjut soal “legitimasi moral” Samad menjadi Pimpinan KPK.

Etika yang dilanggar Abraham Samad sebagai Ketua KPK saat melakukan rangkaian pertemuan politik :

A. Pelanggaran Kode Etik KPK No. Keputusan No.6/P-KPK/02/2004

-Memberikan atau Menjanjikan Sesuatu apapun kepada siapapun juga-.

-Menerima Langsung atau Tidak Langsung Dari Siapapun Juga Suatu Janji Atau Pemberian

-Setia Mempertahankan dan Mengamalkan Peraturan Perundang-undangan

-Senantiasa Sungguh-Sungguh dan Jujur

-Menolak atau Tidak Menerima Atau Mau Dipengaruhi Oleh Campur Tangan Siapapun.

-Bertentangan dengan kewajiban dan Hukum

a) menarik garis tegas tentang apa yang patut, layak dan pantas dilakukan dengan apa yang tidak patut, layak dan pantas.

b)pasal 6 ayat 1 (m) : “menghilangkan sikap arogansi dan sektoral”

c) pasal 6 ayat 1(n) : “Mengindentifikasi setiap kepentingan yang timbul atau mungkin benturan kepentingan yang timbul dan memberitahukan ke pemimpin lainnya sesegera mungkin.

d) pasal 6 ayat 1 (q) menahan diri terhadap godaan yang berpotensi mempengaruhi substansi keputusan

e) pasal 6 ayat 1 (r) : “memberitahukan dengan kepada pimpinan lainnya mengenai pertemuan dengan pihak lain dan telah dilaksanakan, baik sendiri atau bersama, baik dalam hubungan tugas maupun tidak.

f) pasal 6 ayat 1 (u) : “Membatasi pertemuan di ruang publik seperti di hotel, restoran atau lobi kantor atau hotel atau di ruang publik lainnya.

Dari kronologis ini apakah bisa dikatakan :

1. Apakah Samad bersih dari Permainan Politik pada saat ini.

2. Apakah bila kemudian hal ini menjadi bukti dalam paparan publik, bisakah Samad mempertanggungjawabkan perbuatannya, seperti ia menyeret Suryadharma Ali (SDA) dimana ia saat itu sebagai Ketua KPK, dan SDA berada dalam lingkaran Prabowo, ia juga mempermalukan Prabowo pada Pilpres 2014. Tujuannya agar ia menaikkan posisi tawarnya pada Jokowi dan mempesona lawan politik Prabowo.

3. Lantas kenapa pemberian stempel terjadi amat politis, seperti pada SDA, lalu ketika Rini naik ia tidak melakukan langkah politik sementara Rini dikabarnya “tidak layak KPK”, lalu pada Jenderal BG ia tiba-tiba memberikan penangkapan dan diuntungkan oleh eforia besar keberpihakan publik, lucunya juga ketika Badrodin Haiti naik dan sama-sama diindikasikan punya rekening gendut Samad diam saja.

4. Ada apa dengan PDIP yang semangat banget mencalonkan Jenderal BG, dan kenapa Jokowi juga tunduk pada arahan PDIP itu.

5. Ada apa dengan konflik internal POLRI ?

Sebagai warga negara Indonesia saya sebenarnya sedih, karena saya berharap sekali KPK menjadi ujung tombak penegakan hukum, sebuah lembaga yang dibentuk dalam situasi darurat korupsi, tapi malah terjebak dalam permainan politik karena oknumnya yang berambisi politik.

Saya rasa Media Massa, pasca pembatalan ini juga melihat dua hal BG dan Samad. Terutama TEMPO cobalah selidiki sejujurnya soal peran Samad dalam ikut campur dalam dunia politik, ketuklah rasa kewartawanan kalian soal sikap tidak adil Samad ini, apakah benar ada enam pertemuan dengan PDIP karena bila itu menjadi fakta maka Samad sudah melanggar hukum dan secara legitimasi moral sudah tidak layak memimpin KPK.

Indonesia bagi Abraham Samad seperti dijadikan “Rumah Kaca” ala Pangemanann dalam tetralogi Pram. Sebuah novel yang bisa menjelaskan dengan jelas bagaimana kekuasaan itu bekerja, dan membuat orang yang tak jujur gelisah, walaupun kekuasaan itu mendukung dirinya untuk berbuat salah. Semoga Abraham Samad bisa sadar, bahwa jabatan KPK adalah harapan satu-satunya rakyat, ungkaplah BLBI, Hambalang, Bank Century bukan menjadikan kasus tipiring menjadi alat tekanan politik dan membuat pusing Bapak Presiden. Kita juga tak ingin punya Kapolri yang tidak baik masa lalunya, tapi kita juga tidak ingin semangat massa dikelabui untuk kepentingan politik seseorang dan mengorbankan harapan bangsa untuk menjadi lebih baik

Sawito Kartowibowo
0 0
0
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:50
Makin bnyak drama & dagelan bermunculan. 2014-2019: indonesia auto pilot. Nastak-nasbung, pegangan yg kuat... jgn terlontar
0 0
0
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:50
Quote:Original Posted By lastpromo2014


komen goblok?!! dasar rakyat tolol...lu pikir kpk selalu bener ya...bingung gw ma nih negara...

lu gak tau kan konflik internal...inget todz makanya..ada istilah tak ada manusia tak berdosa...

klo tau aja lu cara kerja kpk sebenernya kayak apa..bakal...surprise deh..shock maybe?!! dimana2 semua negara ada aja yg busuk..wong di amrik aja kepala cia..fbi..dea..nsa bisa diciduk polisi juga kok...

nah inget gak hakim yg beberapa waktu lalu ditangkep bw...padahal waktu mo sekolah lanjutan n daftar kpk...si BW disebut blak2an dipengadilan minta uang ma tu hakim..eh uda jadi wakil kpk malah jerumusin tuh hakim...

kayak nolong anjing kejepit dah..abis nolong lepasin malah digigit udahannya..wkwkwkwk!!

emang enak di indo..asal bagus pencitraan pada ngebuntut ngefans?!! sesuai iklan amild!! disuruh masuk jurang ikut aja asal dah kehipnotis yakkk...

samad nunggu shift berikutnya tuh..(klo sesuai tuduhan org pdip)

ckckck..miris gw!!


Ane awam gan biarkan saja , asal kita jangan terprovokasi aja...kita ja udah pusing mikirin biaya hidup sehari-hari, susu anak, sekolah anak, harga naik, bbm naik turun, Kapan meraka mau CARE dengan rakyat yang selalu diperdaya..sedangkan mereka asyik ribut masalah kekuasaan dan rame-rame nyari kekayaan dengan kepinteran mereka yang udah KEBLINGER. Sedih ane gan....emoticon-Matabelo

Sebagai rakyat kita sakit hati banget...Dibutuhin pada saat pemilihan pemimpin negara, di cuekin pas mereka dah jadi pemimpin , di korbanin hanya untuk kepentingan perut mereka.

KECEWA GAN , Dari dulu dengan pemimpin-pemimpin kita
emoticon-Matabelo
0 0
0
Bambang Widjojanto Ditangkap Polri?
23-01-2015 15:50
Pak Bambang orang jujur dosen saya dulu kenapa polisi nangkepin orang jujur ya kalau mau tangkap koruptor polisi lalu lintas tuh tangkapin semua dasar buaya buntung
0 0
0
Halaman 54 dari 104
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia