Hobby
Batal
KATEGORI
link has been copied
70
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/536583a1bccb17637b8b4673/ask-share-suka-duka-jadi-perawat-dimari-gan
Langsung komeng aja gan & sist Suka dukanya jadi perawat itu gimana sih? :cendolbig
Lapor Hansip
04-05-2014 07:02

[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN

Langsung komeng aja gan & sist

Suka dukanya jadi perawat itu gimana sih? emoticon-Blue Guy Cendol (L)
0
Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 4
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
22-12-2014 18:46
Quote:Original Posted By CurutBotak


Oh gitu, ya itu tadi kalau gaji semuanya tergantung tempat dimana kita bekerja, kalau kamu mau gaji yg diatas rata2 mungkin coba kerja di rs yg bonafit, begitupun sebaliknya.
Semoga membantu emoticon-Smilie


Tapi saya dnger dr tmen apakah gajinya perawat, laborat, dan farmasi tuh sama ya kalau seumpama dalam 1 rumah sakit. ?

Oh ya, menurut mending sebagai laborat atau farmasi ya?
Hehe maaf bnyak nanya, bth bgt refrensi emoticon-Frown ini menyangkut masa dpan sih.

Dan terima kasih emoticon-Smilie
0 0
0
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
22-12-2014 23:38
Quote:Original Posted By wahyudisa


Tapi saya dnger dr tmen apakah gajinya perawat, laborat, dan farmasi tuh sama ya kalau seumpama dalam 1 rumah sakit. ?

Oh ya, menurut mending sebagai laborat atau farmasi ya?
Hehe maaf bnyak nanya, bth bgt refrensi emoticon-Frown ini menyangkut masa dpan sih.

Dan terima kasih emoticon-Smilie


Menurut pengalaman ane, di rs walaupun sesama perawat itu gajinya bisa beda loh, saran ane sih tergantung minat agannya dimana? Ane dari jurusan farmasi dan alhamdulillah prospek kerjanya lumayan banyak pilihan emoticon-Smilie
0 0
0
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
25-12-2014 03:02
Jangan berkecil hati agan2 teman sejawat. Tugas kita mulia, asal ikhlas pasti kecukupan kok.

Ane kadang punya trik khusus, disamping kerja tetap di RS (gaji 3-4jt/bln) kadang freelance di luar misal home care (rawat luka, pasang almed) satu kali visite berkisar 100-300rb, biasa seminggu 2x. Bahkan pun nyambi jadi med rep (tukang jual obat) juga bisa gan, penghasilan lumayan.

Kesimpulan: Ilmu kita salah satu paling luas diantara tenaga medis lain, manfaatkan sebaiknya, gali lahan seluasnya.

Hidup perawat indonesia..!!
0 0
0
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
27-12-2014 08:15
Quote:Original Posted By ryanseventh
Jangan berkecil hati agan2 teman sejawat. Tugas kita mulia, asal ikhlas pasti kecukupan kok.

Ane kadang punya trik khusus, disamping kerja tetap di RS (gaji 3-4jt/bln) kadang freelance di luar misal home care (rawat luka, pasang almed) satu kali visite berkisar 100-300rb, biasa seminggu 2x. Bahkan pun nyambi jadi med rep (tukang jual obat) juga bisa gan, penghasilan lumayan.

Kesimpulan: Ilmu kita salah satu paling luas diantara tenaga medis lain, manfaatkan sebaiknya, gali lahan seluasnya.

Hidup perawat indonesia..!!


iya tuh ane pernah home care pasien utk cvc care dan ambil darah.. lumayan sekali visit 350rb
sayang pasiennya udah plus emoticon-Frown

0 0
0
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
29-12-2014 00:35
salam sajawat...
suka nya : ada perasaan bahagia saat nyawa pasen tertolong kebetulan ane di emergency gan
duka nya : masalah upah,kurang nya perhatian pemerintah terhadap tenaga perawat,PPNI yang menurut ane prbadi belum terasa manfaat nya, komplain dari pasen atau keluarga pasen..dll masih banyak seh apalagi di emergency kasus nya macem2 emoticon-Ngakak
tapi apaupun itu nikmati aja emoticon-Jempol
0 0
0
Lihat 1 balasan
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
02-01-2015 16:54

*Ijin Gabung Gan*

wahh ternyataa benar dugaan saya...
setelah survey gan (maklum dari kampung ke ibukota merantau) perasaan, dimana-mana memang masalah kesejahteraan untuk sejawat ini kurang diperhatikan.
sejak saya lulus kemudia diterima menjadi PTT (ponkesdes) yang tugasnya 24jam stay @village dan paginya dipuskesmas-disalah satu desa dikab.bojonegoro jawa timur, disana sinyal aja susah, bahkan desa sebelah kabarnya kalau hujan listrik sering padam gaji saya 500rb/month gan emoticon-Big Grin alhamdulillah, kurang kalau buat makan dan kebutuhan lain-lain.
akhirnya saya berpindah kejogjakarta (dan ternyataa hampir sama) bahkan beberapa RS suastaaa mengaharuskan penahanan ijasah padahal cuman dengan gaji 450rb (naik berkala per 3bulan, 450, 550, 750-mentok) nanti kalau ada jasa tindakan baru dikasih (gak tau gimana ngitungnya).
kemudian pindah kemalang dan surabaya pun sama gan emoticon-Big Grin disalah satu RS milik angkatan laut negara kita, yang dengan UMR 2.2 kita hanya diupah 750rb/month emoticon-Big Grin (buat kos sama makan berapa minggu ini) hehehe..
akhirnya saya turutin kata orang tua saya utk bekerja dekat rumah (sukuwan di salah satu puskesmas dibumi wali) yg gajinya alhamdulillah 100rb/month emoticon-Big Grin (makin ngenes gini yaa, hahaha)
sampai berjalannya waktu, saya tes lagi di 8 instansi sekaligus dan alhamdulillah diterima semuanya (perjuangannya itu lho gan *keringetse-semangkasemangka)
dan saya pilih yang diibukota (dengan harapan ini adalah barometer indonesia yg musti saya takhlukkan dan ambil ilmu sebanyak2nya)
gajinya ? yaa alhamdulillah lumayan banget dari yang sudah2..
tapi tetap saja saya miris, karena setelah sekian lama pengamatan saya dilapangan (ceileh) memang masih mending dikota besar untuk salarynya (kalau sama2 kerja dan sama2 capek dg konsekuensi jauh dari rumah dan gak tau kapan bisa pulang)
mirisnya kenapa gan ? ternyata setelah saya berniat aktif juga di PPNI jakarta (karena dulu didaerah saya aktif juga) saya menemukan persamaan antara senior2 disini dan disana, yg sekiranya "hanya mementingkan enaknya saja".
dalam artian, mereka ingin kita yg muda2 ini berjuang "membangun" PPNI tapi beliau2 hanya iya iya aja dalam banyak hal (tanpa tindakan nyata -mungkin tdk semua tapi kebanyakan)
apalagi maaf yang sudah PN*, mereka "seolah" bersikap bodoh amat kepada "kita" kecuali sesuatu itu baru terasa akan merugikan mereka juga apabila tdk ditanggapi.
kemudian juga, tanpa bermaksud apa-apa dg keadaan spt itu, secara tidak langsung nantinya, generasi penerus kita pun akan begini (dan seterusnya), lantas apa yg bisa diharapkan dari sebuah wadah profesi kita ? apa cuma bikin "pengesahan" sertifikat skp aja ? (yg dibeberapa tempat malah dijadikan ajang bisnis)
Walaupun sejujurnya saya menjadi perawat krn keinginan orang tua saya (saya rasa hampir semua, terutama utk yang cowok2-setelah saya lakukan survey juga..hahaha) yang melihat kesuksesan om saya menjadi mantri (sebutan perawat didesa), waktu itu setelah saya lihat banyak senior2 saya yg lulus byk yg masih nganggur dan digaji "tidak manusiawi" sblm saya lulus, saya memberanikan diri utk mengikuti tes snmptn (FK udayana) yg saya harus mati2an ijin utk kali ini dlm hiduo saya agar diperbolehkan memilih sendiri jalan hidup saya (dg janji saya harus dpt beasiswa, bs bayar kos sendiri, makan sendiri dan buku sendiri.. ortu hanya membiayai uang masuk yg sekitar 20jt-an) tp mimpi itu kandas karena saya sudah melewati ambang batas snmptn (nangis sejadi-jadinya) *maaf agaknya berbau curcol mode on*
Tapi akhirnya saya temukan "sebuah cahaya" yg menuntun saya agar saya tetp melanjutkan ini dan menjadi yg terbaik, improvisasi bahkan kalau bisa emoticon-Big Grin
saya temukan cahaya Illahi yang menuntun saya utk lebih bersyukur, bahwa saya masih lebih baik dari mereka yg sakit, mereka yg setiap hari saya rawat, mereka yg setiap kali harus minum obat dan saya suntik, mereka yg harus mengeluarkan biaya yg tdk sedikit utk biaya mereka - walaupun skrg ada BPJS kadang dan mgkn banyak yg masih belum tercover atau masalah iuran atau kurangnya pengetahuan atau yg lainnya)
Masih lebih layak saya bersyukur dg semua ini, ilmu ini dan kesehatan saya yg tentunya uang berapapun pasti tak berarti apabila kesehatan ini terenggut.
Tapi apakah kitasbg perawat tdk punya tanggung jawab membahagiakan kita? (Yg bahkan ditempat saya, harus jual sapi dan sawah untuk kuliah-dg harapan kehidupannya dpt lebih baik) tapi nyatanya ? Bahkan beberapa teman tetap harus disawah dan ada yang di indomar***, jadi satpam, jadi kuli, dan lain sebagainya ( tanpa bermaksut merendahkan-hanya sepertinya kurang linier dan JLEEBBBB sekalii rasanyaa)
Tapi akhirnya kita harus sadar, bukankah hidup harus terus berjalan ? Bukankah tujuan membahagiakan keluarga dan orang2 tercinta harus tetap diupayakan ?
Maka saya salut untuk teman2 sejawat saya yang bagaimanapun caranya (asal halal) pekerjaan apapun, bahkan sampai double job(yg sangat menguras waktu dan tenaga) dilakoni demi sepercik harapan itu.
Luarr biasaa untuk kalian semua kawan2 sejawatku, meski mungkin kita kadang seperti (nun mati ketemu apa hayo? Hehehe) ada tapi tak terlihat, tapi percayalah dan selalu berharap baiklah kepada Tuhan kita.. bukankah Tuhan itu bagaimana kita berprasangka ?
(Maaf gan coretan saya agak beribet, karena yaa nubitol ini sebenarnya ingin berbagi,tapi apa daya, hengponnya sudah lowbat dan mungkin tata bahasanya kurang pas mohon dimaklumi)

Salam Sejawat Saudaraku, tetaplah berjuang, ingatlah bahwa masih banyak yang harus kita syukuri, masih bnyak juga yang harus kita perjuangkan kebahagiaannya ! Start with Bismillah, Perjuangkan dengan sekuat tenaga, akhiri dengan Alhamdulillah dan tawakkallah emoticon-Smilie
profile-picture
burjo24jam memberi reputasi
1 0
1
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
03-01-2015 08:06
izin memberi komeng gan
ane seorg dokter , tpi dlm sehari2 banyak bekerja dgn perawat
kalau ga ada perawat jujur ane ga bs kerja sm sekali. apalagi kalau pasien sebangsal full , maka ane sangat bergantung kpd perawat utk memantau setiap pasien , bila ada keluhan apalagi di jam2 kritis ( tengah malam / dini hari)

selama ini ane melihat teman2 yg perawat masih banyak yg berstatus THL (berkali2 CPNS tp belum lulus). dengan kondisi spt itu ane suka kasihan, kadang2 ane bantuin mereka belajar soal2 tes CPNS yg huaanehh itu hehehe...
selain itu juga terkadang mereka mendapat perlakuan yg kurang mengenakkan dari pasien , misalnya dibentak2, pasien yg sok tahu, dll. emoticon-Sorry

suka nya adl saat kami bs menolong pasien kritis, misalnya pd kasus trauma major menjadi stabil dan siap operasi , ane sangat berterimakasih kepada perawat yg sudah bantuin , mulai dari cari akses vena , guyur , psg DC ,sampai bantu nenangin keluarga..
selain itu karena kebanyakan perawat di tempat ane rata2 seumuran , yg cowo ane suka ajak jalan bareng spt nongton bola , masak indomie bareng, dll
intinya dibuat happy aja
0 0
0
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
11-01-2015 23:12
ane udah 9taun jadi perawat, 2th RS swasta, 7th RS negeri, masalah salary ga usah di bahas ya, ada yg pendapatanya sangat minim tapi ada juga yg pendapatannya jauh di atas rata2, kalo ane si berhubung di RS negeri ya segitulahemoticon-Stick Out Tongue biarpun menurut orang lumayan ttp aja orang selalu bandingin sama pendapatannya jauh lebih tinggiemoticon-Hammer

kalo dibilang dukanya apa ya.. buat saya kita ga bisa libur di hari orang2 libur ga jadi masalah tohbkita masih dapet libur dihari lain, di marahin pasien keluarga pasien, udah biasa, sebenernya kadang kita yg kurang komunikasi akibat dokternya kurang ngasih penjelasan sama dokter akibatnya kita yg kena sasaran emoticon-Hammer2 belom lagi kita dimarah2in dokternya padahal kita udah cape2 kerja dia maen seenak udelnya aja marahin kita ga ngehargain jerih payah kita buat nyelametin tuh pasienemoticon-Mad (S) sedihnya juga kalo kita udah cape2 ngurusin ribetnya pasien jelek tapi ga ketolongemoticon-Turut Berduka

sukanya ya banyak.. punya kepuasan tersendiri kalo pasien sembuh, apalagi kalo pasien koma jadi sadar bahkan sembuh dan pulang kita ikut senang, dibilang susternya baik2 aja ane bahagia.
selain itu yg udah kerja pasti tau banget manfaatnya buat diri sendiri, keluarga dan orang lain.

sebenarnya gan/ sis kalo kita ikhlas dengan pekerjaan kita sebagai perawat insya Allah jadi pahala nolongin orang, kalopun kita kadang dongkol ama keluarga pasien yg rese bawel cerewet, gpp karena mereka ga ngerti dan kita bukan diposisi mereka yg sedang hawatir dan cemas, yg penting niatkan kerjaan kita sebagai ibadah.

mari teman2 sejawat ubah imej perawat judes dan galak jadi perawat yg baik, ramah dan murah senyum dan tentu saja profesional dan kompeten dibidangnya emoticon-Kissemoticon-Angel
Diubah oleh ezara
0 0
0
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
12-01-2015 21:04
no offense
tp dgr2 rumah sakit negeri rata2 perawatnya galak
rumah sakit swasta malah baik...

knp ya?
0 0
0
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
12-01-2015 23:30
Quote:Original Posted By Pazonda95
no offense
tp dgr2 rumah sakit negeri rata2 perawatnya galak
rumah sakit swasta malah baik...

knp ya?


yaaah karena RS swasta butuh pasien jadi di tuntut super ramah

mungkin RSUD yg terkenal galak2, kalo menurut ane si karena pressure dan stressor yg tinggi, pasien membludak tuntutan pasien dan kita dituntut menyeleseikan semua kerjaan sementara tenaga kurang, di rsud pasien 30 malah lebih jaga cuma bertiga bahkan ada yg berdua, sedangkan pasien kadang ga bisa diprediksi tenang semua, kadang kalo pasien ada yg jelek, semua perhatian kita tertuju ke pasien yg jelek sementara pasien lain juga butuh kita, kadang klg pasien ga mau tau jadi kadang kita juga ikut kepancing emosi, itu salah satu contohnya.

kebetulan ane juga di negeri tapi bukan RSUD yg jumlah pasiennya ga sebanyak rsud, tapi sepengalaman ane si temen2 ane bersikap ramah, kita ga pernah membedakan mana pasien bayar mana yg gratisan (yg suka salah persepsi kita ngebeda2in pasien berdasaekan kelas), pasien ga bisa bayarpun kita tangani, malah kita sering nyaranin buat ngurus bpjs biar gratis kalo dulu blm ada bpjs kita saranin ngurus sktm kalo emang pasien ga maampu.

biasanya kita akan bernada tinggi kalo pasien dijelasin ga ngerti2 dan ngeyel ga bisa di atur yg merugikan pasien, kadang2 yg rese tuh bukan pasiennya tapi saudara2 yg jenguk yg kepo, sementara kita hanya wajib menjelaskan masalah penyakit sama pasien dan kaluarganya.

alhamdulillah selama ini si ditempat ane terkenal perawatnya ramah2 boleh dicek tekapeemoticon-Smilie

ga bisa dipungkirin satu pasien pernah dimarahi akan memberi kesan kesemuanyabahwa susternya galak2
Diubah oleh ezara
0 0
0
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
13-01-2015 00:51
Ane sama kaya atas ane, kuliah prwt krn dorongan alm nyokap (baca:dipaksa) coz ane disuruh milih kuliah prwt atau ga kuliah sama sekali. Pdhl dulu ane pgn bgt kuliah psikologi. Tapi krn pada dasarnya ane suka sama pekerjaan dibidang pelayanan publik smp skrg ane nyaman2 aja tuch. Awal2 lulus kuliah smpt nganggur 3bln coz ane pilih2 kerjaan, maunya kerja diRS besar tapi kaga dipanggil2 krn krng pengalaman. Berhubung ga mau lama2 nganggur ane akhirnya kirim lamaran keperusahaan2 yg menerima lulusan akper. Alhamdulillah ketrima jd "Product Spesialis" (baca : marketing alat2 kesehatan). Keliling2 RS diJakarta smp untuk masarin produk2 packing sterilisasi & sterilisasi ruangan. Sambil masarin produk2 sambil naro lamaran ane emoticon-Smilie, selang 6bln ketrima diklinik besar khusus poli & bedah mata coz sdkt byk ane pny pengetahuan dibidang sterilisasi. Disini ane byk nimba ilmu2 baru, Alhamdulillah disini ane byk pengalaman coz ane biasanya ane hampir kaga pernah nolak klo diminta tolong sm senior saya, saya kerjain apa yg tmn2 saya males kerjain krn susah makanya ane pny byk pengalaman ngerjain hal2 yg sulit. Setelah 2thn ane pindah kerja ketempat yg dkt rumah coz ane ngelanjutin kuliah. Ambil ekstensi yg kuliahnya sabtu & minggu, agak molor sich harusnya kelar 2thn ane selesai'in jadi 3thn. Alhamdulillah ane dpt tmbhn dari home care, sminggu skali (jalan 3thn), dpt psn dari temen kuliah . dulu awal2 sminggu 3X, skrg psn sdh lbh mandiri (post stroke). Saran ane klo jadi prwt jangan terpaku & kaku. Msh banyak ko' lowongan yg membutuhkan tng perawat asal ga genggsi & mau kerja keras. Alhamdulillah dr lulus (2004) smp skrg dpt gaji yg ssi UMR. Maaf klo sharingnya berantakan.
0 0
0
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
14-01-2015 17:08
pada curhat nih emoticon-Ngakak
salam dari perawat offroad puskesmas emoticon-Traveller

gw pernah baca kalo pekerjaan perawat itu tingkat stresnya yg oaling tinggi,,,,
emng bener sihh stresnya ampe tumpe tumpeeh,,,emoticon-Takut
0 0
0
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
14-01-2015 20:44
Quote:Original Posted By IZZMCH
pada curhat nih emoticon-Ngakak
salam dari perawat offroad puskesmas emoticon-Traveller

gw pernah baca kalo pekerjaan perawat itu tingkat stresnya yg oaling tinggi,,,,
emng bener sihh stresnya ampe tumpe tumpeeh,,,emoticon-Takut


Istri ane jg perawat d puskesmas
Kl udah bawa kerjaan kerumah stresnya minta ampun
Tp banyak enaknya punya bini perawat
0 0
0
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
14-01-2015 22:33
Quote:Original Posted By IZZMCH
pada curhat nih emoticon-Ngakak
salam dari perawat offroad puskesmas emoticon-Traveller

gw pernah baca kalo pekerjaan perawat itu tingkat stresnya yg oaling tinggi,,,,
emng bener sihh stresnya ampe tumpe tumpeeh,,,emoticon-Takut


ga segitunya juga ah.. kalo segitu setresnya mungkin ane udah lama keluar dari kerjaan

lebih banyak sukanya dari pada dukanya
0 0
0
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
15-01-2015 03:53
Harusnya pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan tenaga medis, khususnya perawat. Bayangkan kalau di Rumah Sakit kekurangan perawat. Siapa yang stand by memantau dan memperhatikan pasien 24 jam? Siapa yang pertama kali mendengar keluh kesah dan omelan pasien di ruang rawat? Siapa yang melaporkan kondisi pasien kepada dokter? Siapa yang apa-apa diminta tolong dokter emoticon-Smilie? Siapa yang dll......?
Intinya Hidup Perawat!! Amal kalian besar di surga.emoticon-2 Jempol
0 0
0
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
03-03-2015 22:59
selamat malam gan...
TS mau nanya

ane kan sekarang masih kuliah D3, nah ane pengen lanjut ke S1 nya
siapa tau agan ada yg tau tempat kuliah S1+ners keperawatan negeri yang ada beasiswanya

thx
0 0
0
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
04-03-2015 07:52
Quote:Original Posted By threealmuflih
wahh ternyataa benar dugaan saya...
setelah survey gan (maklum dari kampung ke ibukota merantau) perasaan, dimana-mana memang masalah kesejahteraan untuk sejawat ini kurang diperhatikan.
sejak saya lulus kemudia diterima menjadi PTT (ponkesdes) yang tugasnya 24jam stay @village dan paginya dipuskesmas-disalah satu desa dikab.bojonegoro jawa timur, disana sinyal aja susah, bahkan desa sebelah kabarnya kalau hujan listrik sering padam gaji saya 500rb/month gan emoticon-Big Grin alhamdulillah, kurang kalau buat makan dan kebutuhan lain-lain.
akhirnya saya berpindah kejogjakarta (dan ternyataa hampir sama) bahkan beberapa RS suastaaa mengaharuskan penahanan ijasah padahal cuman dengan gaji 450rb (naik berkala per 3bulan, 450, 550, 750-mentok) nanti kalau ada jasa tindakan baru dikasih (gak tau gimana ngitungnya).
kemudian pindah kemalang dan surabaya pun sama gan emoticon-Big Grin disalah satu RS milik angkatan laut negara kita, yang dengan UMR 2.2 kita hanya diupah 750rb/month emoticon-Big Grin (buat kos sama makan berapa minggu ini) hehehe..
akhirnya saya turutin kata orang tua saya utk bekerja dekat rumah (sukuwan di salah satu puskesmas dibumi wali) yg gajinya alhamdulillah 100rb/month emoticon-Big Grin (makin ngenes gini yaa, hahaha)
sampai berjalannya waktu, saya tes lagi di 8 instansi sekaligus dan alhamdulillah diterima semuanya (perjuangannya itu lho gan *keringetse-semangkasemangka)
dan saya pilih yang diibukota (dengan harapan ini adalah barometer indonesia yg musti saya takhlukkan dan ambil ilmu sebanyak2nya)
gajinya ? yaa alhamdulillah lumayan banget dari yang sudah2..
tapi tetap saja saya miris, karena setelah sekian lama pengamatan saya dilapangan (ceileh) memang masih mending dikota besar untuk salarynya (kalau sama2 kerja dan sama2 capek dg konsekuensi jauh dari rumah dan gak tau kapan bisa pulang)
mirisnya kenapa gan ? ternyata setelah saya berniat aktif juga di PPNI jakarta (karena dulu didaerah saya aktif juga) saya menemukan persamaan antara senior2 disini dan disana, yg sekiranya "hanya mementingkan enaknya saja".
dalam artian, mereka ingin kita yg muda2 ini berjuang "membangun" PPNI tapi beliau2 hanya iya iya aja dalam banyak hal (tanpa tindakan nyata -mungkin tdk semua tapi kebanyakan)
apalagi maaf yang sudah PN*, mereka "seolah" bersikap bodoh amat kepada "kita" kecuali sesuatu itu baru terasa akan merugikan mereka juga apabila tdk ditanggapi.
kemudian juga, tanpa bermaksud apa-apa dg keadaan spt itu, secara tidak langsung nantinya, generasi penerus kita pun akan begini (dan seterusnya), lantas apa yg bisa diharapkan dari sebuah wadah profesi kita ? apa cuma bikin "pengesahan" sertifikat skp aja ? (yg dibeberapa tempat malah dijadikan ajang bisnis)
Walaupun sejujurnya saya menjadi perawat krn keinginan orang tua saya (saya rasa hampir semua, terutama utk yang cowok2-setelah saya lakukan survey juga..hahaha) yang melihat kesuksesan om saya menjadi mantri (sebutan perawat didesa), waktu itu setelah saya lihat banyak senior2 saya yg lulus byk yg masih nganggur dan digaji "tidak manusiawi" sblm saya lulus, saya memberanikan diri utk mengikuti tes snmptn (FK udayana) yg saya harus mati2an ijin utk kali ini dlm hiduo saya agar diperbolehkan memilih sendiri jalan hidup saya (dg janji saya harus dpt beasiswa, bs bayar kos sendiri, makan sendiri dan buku sendiri.. ortu hanya membiayai uang masuk yg sekitar 20jt-an) tp mimpi itu kandas karena saya sudah melewati ambang batas snmptn (nangis sejadi-jadinya) *maaf agaknya berbau curcol mode on*
Tapi akhirnya saya temukan "sebuah cahaya" yg menuntun saya agar saya tetp melanjutkan ini dan menjadi yg terbaik, improvisasi bahkan kalau bisa emoticon-Big Grin
saya temukan cahaya Illahi yang menuntun saya utk lebih bersyukur, bahwa saya masih lebih baik dari mereka yg sakit, mereka yg setiap hari saya rawat, mereka yg setiap kali harus minum obat dan saya suntik, mereka yg harus mengeluarkan biaya yg tdk sedikit utk biaya mereka - walaupun skrg ada BPJS kadang dan mgkn banyak yg masih belum tercover atau masalah iuran atau kurangnya pengetahuan atau yg lainnya)
Masih lebih layak saya bersyukur dg semua ini, ilmu ini dan kesehatan saya yg tentunya uang berapapun pasti tak berarti apabila kesehatan ini terenggut.
Tapi apakah kitasbg perawat tdk punya tanggung jawab membahagiakan kita? (Yg bahkan ditempat saya, harus jual sapi dan sawah untuk kuliah-dg harapan kehidupannya dpt lebih baik) tapi nyatanya ? Bahkan beberapa teman tetap harus disawah dan ada yang di indomar***, jadi satpam, jadi kuli, dan lain sebagainya ( tanpa bermaksut merendahkan-hanya sepertinya kurang linier dan JLEEBBBB sekalii rasanyaa)
Tapi akhirnya kita harus sadar, bukankah hidup harus terus berjalan ? Bukankah tujuan membahagiakan keluarga dan orang2 tercinta harus tetap diupayakan ?
Maka saya salut untuk teman2 sejawat saya yang bagaimanapun caranya (asal halal) pekerjaan apapun, bahkan sampai double job(yg sangat menguras waktu dan tenaga) dilakoni demi sepercik harapan itu.
Luarr biasaa untuk kalian semua kawan2 sejawatku, meski mungkin kita kadang seperti (nun mati ketemu apa hayo? Hehehe) ada tapi tak terlihat, tapi percayalah dan selalu berharap baiklah kepada Tuhan kita.. bukankah Tuhan itu bagaimana kita berprasangka ?
(Maaf gan coretan saya agak beribet, karena yaa nubitol ini sebenarnya ingin berbagi,tapi apa daya, hengponnya sudah lowbat dan mungkin tata bahasanya kurang pas mohon dimaklumi)

Salam Sejawat Saudaraku, tetaplah berjuang, ingatlah bahwa masih banyak yang harus kita syukuri, masih bnyak juga yang harus kita perjuangkan kebahagiaannya ! Start with Bismillah, Perjuangkan dengan sekuat tenaga, akhiri dengan Alhamdulillah dan tawakkallah emoticon-Smilie

bukan perawat sih ane.. tapi suka duka nya sama..
tapi yang penting pekerjaan kita mulia..
0 0
0
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
18-04-2015 23:31
wah ternyata emoticon-Frown perawat itu emng bener gaak usah mandang gaji ya padahal tuh biaya kuliah nya mahal emoticon-Frown
ane msh semester 2 nih emoticon-Big Grin masih calon

0 0
0
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
07-07-2015 00:55
Banyak gan suka duka nya,pernah berantem ama aparat ampe bawa golok, karena negur ngerokok dalam ruangan, eh malah nyolot, ampe berantem ane,terus ama keluarga yang bukan dari keluarga pasien marah marah karena pelayanan gak optimal ampe ane mau di bunuh segala, yaudah ane tantangan sekali bawa golok 2 buah terus ane bawa ke hutan eh dia malah ciut nyali nya hahahahaha, ama wartawan juga udah pernah bentrok karena gak di layani ambulans, kan bukan salah perawat malah nantangin, tapi terlepas itu semua ane udah naik haji karena profesi ane tersebut dan Alhamdulillah bahagianya banyak dapat ketika klo pasien sembuh terus ngucapin terimakasih, itu aja gan,salam perawat Indonesia
0 0
0
[ASK!!] SHARE SUKA DUKA JADI PERAWAT DIMARI GAN
28-08-2015 09:28
Ane dari jurusan perawat gan. Pernah jadi perawat setaun, trs resign karna ngerasa diinjek2 menagement, on call mulu zzz masalah gaji umr karna fresh graduate juga trs ane ngelamar ke klinik eh trs tiba2 malah jadi nyasar ke bank, gaji dapet bisa 3x lipet gan dr kerjaan jd perawat. Trs resign juga gan, trs sekarang jadi pegawai asuransi yang lebih manusiawi dikit, gaji masih standar aja gan tp office hour. Ane sih pengen kerja lg di klinik atau rs gitu, tp kesempatan belum dapet gan. Menurut agan disini gimana? Mending asuransi atau cari klinik?
0 0
0
Halaman 3 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia