News
Batal
KATEGORI
link has been copied
25
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/549fdb811a997511468b456d/masyarakat-sorong-tumpah-ruah-menyambut-jokowi
Usai menyambangi masyarakat adat di Lembah Baliem, Wamena, Papua Presiden Joko Widodo (Jokowi) terbang menuju Kota Sorong, Papua Barat, Minggu (28/12/2014) siang tadi. Sesampai di Bandara Domine Edward Kosok (DEO) Sorong, setelah menjalani penerbangan selama sekitar 2 jam, Jokowi melalui jalan darat menuju Pantai Tembok Berlin untuk makan siang. Begitu mobil rombongan Presiden keluar dari Bandara
Lapor Hansip
28-12-2014 17:29

Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi

Quote:
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi



Usai menyambangi masyarakat adat di Lembah Baliem, Wamena, Papua Presiden Joko Widodo (Jokowi) terbang menuju Kota Sorong, Papua Barat, Minggu (28/12/2014) siang tadi.

Sesampai di Bandara Domine Edward Kosok (DEO) Sorong, setelah menjalani penerbangan selama sekitar 2 jam, Jokowi melalui jalan darat menuju Pantai Tembok Berlin untuk makan siang.

Begitu mobil rombongan Presiden keluar dari Bandara DEO, ratusan masyarakat menyerbu mobil Jokowi. Kebetulan, Presiden memang membagikan buku dan kaos bagi masyarakat di sana.

Paspampres yang berada di bus agak jauh dari barisan depan berlari tunggang-langgang mengejar mobil Jokowi agar masyarakat tidak terlalu mendekat.

Sepanjang perjalanan sekitar 7 KM tersebut, Presiden setidaknya berhenti 3 kali untuk membagikan buku dan kaos, 3 kali itu pula Paspampres lari tunggang-langgang.

Tidak sedikit pengendara motor dan sopir angkot dari arah berlawanan yang meninggalkan kendaraan mereka untuk mengejar dan melihat serta berjabat tangan dengan Presiden yang mereka cintai.

Warga menyambut baik rombongan Presiden yang ke Sorong berhenti dan berjabat tangan dengan warga.

"Sebelumnya, masyarakat hanya berdiri di pinggir jalan dan rombongan tetap berjalan walau agak pelan," ujar Irfan yang kami temui di jalan Ahmad Yani, Sorong, Papua Barat.

Usain makan siang, Presiden dan rombongan menuju lokasi pembangunan Pasar Boswezen dan berinteraksi dengan masyarakat dan pedagang di Pasar Central. Tidak berbeda jauh, masyarakat berbondong-bondong menyambut dan melepas Presiden Jokowi dan Ibu Iriana.


SUMBER



JOKOWI MEMANG LUAR BIASA ..... MANTAB emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 17:32
kalau ingin itu harus kerja keras
Diubah oleh ayuwandira
0 0
0
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 17:34

"But, maybe Benny's biggest nemesis was Soeharto son-in-law, Prabowo Subianto."

(Jusuf Wanandi, Shades of Grey, hal. 240)

"Saya menganggap lawan utama Benny adalah Prabowo Subianto, menantu Presiden Soeharto."

(Jusuf Wanandi, Menyibak Tabir Orde Baru, hal. 327)

Dari hasil debat kemarin rakyat Indonesia bisa menyaksikan bahwa Jusuf Kalla adalah pihak yang mendominasi dan menguasai materi debat sedangkan Jokowi tampak seperti anak kecil yang dalam setiap ada kesulitan selalu mencari perlindungan ke orang tuanya. Sudah sah dan meyakinkan bahwa Jokowi adalah boneka, tapi boneka siapa? Melihat komposisi pendukung Jokowi rata-rata pendukung Benny Moerdani seperti Luhut Panjaitan; AM Hendropriyono, Fahmi Idris, Tempo, The Jakarta Post, dll maka tidak ada kesangsian bahwa Jokowi adalah produk CSIS, yang mana ketika masih hidup, Benny Moerdani adalah anggotanya.

Siapa CSIS dan bagaimana sepak terjangnya sudah sering dibahas mulai dari awal pembentukan sampai tersingkir dari Orde baru sampai ketahuan berniat melakukan revolusi untuk menjatuhkan Presiden Soeharto. Tulisan ini berniat membahas sedikit mengenai organisasi rahasia di belakang Jokowi ini.

Embrio CSIS adalah KAP-Gestapu yang melawan PKI pasca G30S/PKI, dan menariknya dalam salah satu dokumen CIA yang berstatus declassified atau dikeluarkan dari status rahasia sehingga bisa diakses publik diketahui bahwa CIA menyalurkan dana sebesar Rp. 50juta kepada KAP-Gestapu sebagai dana perang melawan PKI. Rp. 50juta untuk ukuran sekarang tentu tidak berarti banyak namun untuk ukuran zaman itu sangat besar, sebagai perbandingan, uang pensiun Bung Hatta sebagai wakil presiden saja perbulannya hanya Rp. 115.000,00/bulan (selengkapnya lihat Surat Bung Hatta kepada Soekarno tanggal 1 Desember 1965).

Yang menarik bukan hanya jumlahnya yang besar, tetapi juga alasan CIA menyalurkan dana perang kepada KAP-Gestapu dan bukan kepada TNI yang juga berjuang melawan PKI, melalui Pangkostrad Mayjend Soekarno misalnya. Kita baru mengerti alasannya ketika mengetahui bahwa pemimpin KAP-Gestapu yaitu Sofjan Wanandi; Jusuf Wanandi; Harry Tjan Silalahi adalah murid Pater Beek, agen CIA di Indonesia yang menerima tugas untuk mempersiapkan kelompok perlawanan terhadap komunis. Selanjutnyanya sejarah mencatat anak-anak KAP-Gestapu berkenalan dengan intel paling unik di Indonesia, Ali Moertopo.

Setelah PKI dikalahkan, anak-anak Kap-Gestapu tersebut bersama Ali Moertopo dan Soedjono Hoermardani membentuk lembaga pemikir (think-tank) yang sekarang dikenal dengan singkatannya saja, CSIS. Pendirian CSIS tentu tidak lepas dari tangan Pater Beek namun untuk alasan yang dapat dimengerti nama Pater Beek tidak pernah muncul secara resmi sampai mantan muridnya George Junus Aditjondro membuka rahasia keterlibatan agen CIA dalam pendirian CSIS.

Dalam perjalanannya nama CSIS sering dicatat berdekatan dengan berbagai kerusuhan dan vandalisme negeri ini, misalnya massa tidak dikenal yang menunggangi aksi mahasiswa pada 15 Januari 1974 adalah massa Guppi yang dilatih oleh Ali Moertopo di gedung CSIS dengan tujuan mendiskriditkan saingannya, Jenderal Soemitro. Nah, ketika dikonfrontir tentu CSIS membantah mereka terlibat Malari 1974 dan sampai saat ini kubu CSIS dan Jenderal Soemitro terus saling tuding tentang siapa yang bersalah dalam Malari.

Sebagaimana dikutip dari Majalah Gatra edisi 31 Januari 1998 sekali lagi tudingan CSIS terlibat tindak teror dan intimidati terjadi kembali tepat 24 tahun plus 3 hari setelah Malari atau tanggal 18 Januari 1998 ketika terjadi ada bom yang salah rakit meledak di Tanah Abang Jakarta, dan penyisiran oleh aparat keamanan di lokasi menemukan dua dokumen yang kembali mengkaitkan personil CSIS dengan teror-teror bom yang melanda Jakarta saat itu, yaitu berupa email dan dokumen notulen rapat di Leuwiliang, Bogor, 14 Januari 1998.

Bunyi email tersebut adalah sebagai berikut:

"Kawan-kawan yang baik! Dana yang diurus oleh Hendardi belum diterima, sehingga kita belum bisa bergerak. Kemarin saya dapat berita dari Alex [Widya Siregar] bahwa Sofjan Wanandi dari Prasetya Mulya akan membantu kita dalam dana, di samping itu bantuan moril dari luar negeri akan diurus oleh Jusuf Wanandi dari CSIS. Jadi kita tidak perlu tergantung kepada dana yang diurus oleh Hendardi untuk gerakan kita selanjutnya."

Sedangkan dokumen notulen berisi pertemuan orang-orang yang mengaku sebagai “kelompok pro demokrasi” yang berlangsung di Leuwiliang, Bogor, 14 Januari 1998 yang dihadiri oleh 19 aktivis mewakili 9 organisasi terdiri dari kelompok senior dan kelompok junior yang merencanakan revolusi di Indonesia. Adapun yang dimaksud sebagai kelompok senior adalah:

Pertama, CSIS yang bertugas membuat analisis dan menyusun konsep perencanaan aktivitas ke depan.

Kedua, kekuatan militer yang diwakili oleh Benny Moerdani.

Ketiga, kekuatan massa yang pro Megawati Soekarnoputri.

Keempat, kekuatan ekonomi yang dalam hal ini diwakili oleh Sofjan Wanandi dan Yusuf Wanandi.

Sebagaimana dicatat oleh Bill Tarrant dalam bukunya Reporting Indonesia dan Jusuf Wanandi dalam buku Shades of Grey, karena penemuan dokumen tersebut Jusuf dan Sofjan Wanandi sempat dipanggil oleh Zacky Anwar Makarim di Gundur dan di sana Jusuf Wanandi menyatakan bahwa ketika diintrogasi petugas dia menantang bahwa karena dialah Soeharto bisa menjadi presiden kemudian bercerita bagaimana Soeharto menjadi presiden karena dirinya dan kawan-kawannya (Lihat Shades of Grey halaman 274 - 275).

Salah satu pembelaan diri Jusuf Wanandi terkait dokumen Tanah Tinggi tersebut adalah "seseorang" menaruh dokumen dan email untuk memfitnah mereka. Saya berpikir malang sekali nasib mereka, dituduh dalang Malari dan sekarang dituduh mendanai kaum radikal yang bermaksud mengadakan revolusi di Indonesia. Tentu saja mereka bisa saja malang atau memang memiliki hobi menjadi konspirator atau dalang kekacauan di negeri ini. Tapi masa sih mereka sejahat itu, apalagi bila melihat Jusuf, Sofjan dan Harry Tjan memiliki perawakan seperti kakek-kakek ramah.

Baru-baru ini Jusuf Wanandi menerbitkan buku otobiografi yang ditulisnya sendiri dalam bahasa Inggris dan terbitan Equinox, tapi ada juga edisi bahasa Indonesia terbitan Kompas, dan saya membeli keduanya. Buku tersebut memuat beberapa cerita tentang Prabowo Subianto dan sebagaimana umumnya tulisan orang yang dekat dengan Benny Moerdani, maka Jusuf Wanandi juga menulis tentang Prabowo secara sangat negatif, seolah tidak ada baiknya, seolah semuanya buruk. Inti tulisan klik Benny Moerdani memiliki satu tema pokok yaitu: Prabowo bukan manusia, melainkan setan iblis dedemit jahanam berkulit manusia.

Beruntung baru-baru ini saya menemukan Majalah Media Dakwah edisi Februari 1998 yang memberitakan buka puasa bersama tanggal 23 Januari 1998 di Markas Komando Kopassus Cijantung yang dihadiri ribuan Umat Muslim dan berbagai tokoh lintas kalangan, antara lain: Pangdam Jaya Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua MUI KH. Hasan Basri, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Dr Anwar Haryono SH, Ketua BKSPPI KH Cholil Ridwan, Ketua Dewan Pimpinan KISDI KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii, Sekretaris Umum Muhammadiyah Dr Watik Pratiknya, Sekretaris Umum Dewan Dakwah Hussein Umar, Ir. AM Luthfie (Forum Ukhuwah Islamiyah), Pengurus PBNU Dr Said Agil Munawwar, KH Ma'ruf Amin, Pangdam Tanjungpura Mayjen Muchdi Pr, Kasdam Jaya Brigjen Sudi Silalahi, Kaskostrad Mayjen TNI Ismet Yuzairi, Mayjen TNI Cholid Ghozali, KH Asep Mausul (Tasikmalaya), KH Abdul Wahid Sahari (Pandeglang), KH Shihabudin (Kotabumi Lampung), Wapemred Majalah Ummat M Syafii Anwar dan Redpel Media Indonesia Bambang Harymurti, Ketua SPSI Bomer Pasaribu, MSc, Dr Laode Kamaluddin, Dr Din Syamsuddin, Dr Jimly Ashiddiqie, Dr Didin Damanhuri, Chairul Umam dan H Rhoma Irama mewakili kalangan seniman.

Bila dilihat dari daftar nama yang hadir, sebenarnya acara di atas biasa saja, sama seperti acara buka bersama yang sering dilakukan beberapa tahun terakhir di Indonesia, tapi memang saat itu peristiwa ini sangat menggemparkan sebab untuk pertama kalinya Kopassus yang sempat dianggap menyeramkan oleh Umat Islam membuka pintu markasnya dan menunjukan sisi kemanusiawian mereka. Mau tahu bagaimana Jusuf Wanandi menggambarkan peristiwa ini?

"...I was thinking, this could go horribly wrong, because you don't know, once you started using preman, what they would do next. And of course that is exactly what happened two years later, when Prabowo used extrimists to oppose the students. At that time, he had a buka puasa (breaking of the fast) at his place, while he was still commander of Kopassus. Up to 3.000 people came, all of them from the extreme right."

(Jusuf Wanandi, Shades of Grey hal. 272)

Untuk memastikan pemahaman saya benar, maka saya melakukan komparasi dengan terjemahan di edisi bahasa Indonesianya:

"...Saya merasa situasi ini akan berkembang lebih buruk karena dengan menggunakan preman, tak terbayang apa lagi yang dapat mereka perbuat. Kekhawatiran saya menjadi kenyataan dua tahun kemudian ketika Prabowo mengerahkan kelompok ekstrimis untuk menghadapi mahasiswa. Ketika itu, sebagai Komandan Kopassus, ia [Prabowo] mengadakan acara buka puasa di rumahnya yang dihadiri oleh hampir 3.000 orang yang terdiri dari kelompok garis keras kanan."

(Jusuf Wanandi, Menyibak Tabir Orde Baru, hal. 376)

Wow, mengerikan sekali acara buka puasa yang diadakan Prabowo bila membaca bagaimana Jusuf Wanandi memakai istilah "preman", "ekstrimis" dan "kelompok garis keras kanan" dalam satu paragraf untuk menggambarkan acara buka puasa di Markas Komandan Kopassus tersebut, trifecta! Dengan kata lain Prabowo mengadakan acara buka puasa dengan preman, ekstrimis, kelompok garis keras kanan, di markas Kopassus yang terkenal sebagai pasukan "penculik aktivis" lagi! Siapa tidak ngeri? Saya saja menggigil ketakutan sampai meriang.

Namun begitu, bila kita mencermati nama-nama yang hadir di acara tersebut, rasanya aneh apabila Sjafrie Sjamsoeddin, KH. Hasan Basri, Dr Said Agil Munawwar, KH Ma'ruf Amin, Sudi Silalahi, Bambang Harymurti, Bomer Pasaribu, MSc, Dr Laode Kamaluddin, Dr Din Syamsuddin, Dr Jimly Ashiddiqie, dan H Rhoma Irama dikategorikan sebagai preman, ekstrimis dan kelompok garis keras kanan sesuai deskripsi Jusuf Wanandi bahwa: "all of them from the extreme right" dan "yang terdiri dari kelompok garis keras kanan," berarti tanpa terkecuali, semua yang hadir di acara Prabowo adalah ekstrimis sayap kanan.

Sekali lagi tanggapan sinis dan minir penuh kebencian dari teman-teman Benny Moerdani terhadap apapun yang dilakukan oleh Prabowo sangat wajar karena Prabowo adalah lawan utama Benny Moerdani, tentu sebagai teman baiknya, Jusuf Wanandi wajib membela teman baiknya. Kendati demikian apa yang ditulis Jusuf Wanandi tentang acara buka puasa yang diadakan Prabowo tentu terhitung fitnah, sebab menceritakan hal yang tidak pernah ada seolah-olah menjadi ada secara negatif dengan tujuan menghantam, mendiskriditkan dan mencemarkan nama baik yang menjadi objek cerita, dalam hal ini Prabowo.

Yang mau saya katakan dengan fitnah di atas adalah ternyata Jusuf Wanandi memiliki kemampuan untuk berdusta dengan wajah tetap lurus dan tanpa merasa berdosa. Pertanyaannya tentu bila Jusuf Wanandi bisa berbohong sekedar untuk mendiskriditkan Prabowo dengan sikap memusuhi, maka kebohongan macam apalagi yang pernah dilakukan Jusuf Wanandi dan teman-temannya di CSIS? Mengenai tidak terlibat dalam Malari'74? Atau tidak terlibat dalam gerakan revolusi 1998? Atau tidak ada hubungan dengan capres boneka bernama Joko Widodo?

Mengapa CSIS dan kelompok Benny Moerdani menciptakan capres boneka bernama Joko Widodo? Karena mereka semua masih mendendam atas tindakan Prabowo yang menghalangi usaha mereka untuk mengurangi pengaruh Islam atau melakukan proses deislamisasi di Indonesia, sehingga sekarang mereka berupaya menghalangi keinginan Prabowo menjadi presiden sekalipun harus mengorbankan Indonesia dengan menempatkan capres tipe "ndak mikir" seperti Jokowi.
0 0
0
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 17:39
Quote:Original Posted By lhoe.bhang.shat



JOKOWI MEMANG LUAR BIASA ..... MANTAB emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo



ni thread lu ngos : http://www.kaskus.co.id/thread/549fb...arakat-papua/1

lu lgi ga cape bikin thread sampah emoticon-Cape d... (S)

Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi


Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi


Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi


bikin thread lgi tentang si jokodok biar di gaji emoticon-Ngakak

n dapet bonus maklum mau tahun baruan ya kejar setoran emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak


DASAR GEMBEL emoticon-Ngakak



Diubah oleh zayzar
0 0
0
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 17:40
wew banyak yg terguncang gara2 foto presiden ketemu rakyatnya emoticon-Embarrassment
0 0
0
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 17:50
ada yg curhat emoticon-Belo

ada yang nggak terima emoticon-Belo


get a life, dude emoticon-Ngacir
0 0
0
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 18:15
para HATTER mulai kelimpungan jokowi mulai kelihatan hasil kerjanya,, jadi susah deh menjonru nya..
0 0
0
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 18:21
Quote:Original Posted By goezz
para HATTER mulai kelimpungan jokowi mulai kelihatan hasil kerjanya,, jadi susah deh menjonru nya..


klau Kunjungan = hasil kerja brarti Gus Dur yg paling berhasil dong emoticon-Embarrassment
emoticon-Big Grin
0 0
0
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 18:22
Dilihat saja kedepannya buat yg ga sabar, ada baiknya persiapkan tissue lbh banyak emoticon-Ngacir
0 0
0
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 18:28
Dapet angpau kli makanya tumpah ruah....
0 0
0
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 18:36
Quote:Original Posted By Uthe18


klau Kunjungan = hasil kerja brarti Gus Dur yg paling berhasil dong emoticon-Embarrassment
emoticon-Big Grin


banyak gan hasil kerjanya. diatas kan berita nya masyarakt tumpah ruah. klo kunjunga mah itu salahsatu kgiatan pres
0 0
0
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 18:38
ga ada foto2 nya yah disana???emoticon-Bingung (S)
0 0
0
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 18:38
Terbukti jokowi presiden yg dicintai oleh rakyatnya.
0 0
0
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 18:39
Weeew, emejiiing! emoticon-Matabelo
0 0
0
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 19:09
Quote:Original Posted By goezz
para HATTER mulai kelimpungan jokowi mulai kelihatan hasil kerjanya,, jadi susah deh menjonru nya..


emoticon-Sundul Up
0 0
0
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 19:12
4 | 09:42
‎Menurut saya penyesalan dari pendukung Jokowi seperti Frans Magnis Suseno; Suciwati Munir; Rizal Ramli; anak Wiji Thukul; Fadjroel Rahman dll tidak perlu terjadi bila saja mereka memahami bahwa orang pintar belajar dari kesalahan sendiri, orang bijaksana belajar dari kesalahan orang lain sedangkan orang bodoh tidak mau belajar dari kesalahan orang maupun kesalahan sendiri. Betapa tidak bukankah mereka seharusnya belajar dari kesalahan para pendukung Jokowi ketika mencalonkan diri menjadi gubernur DKI Jakarta seperti Nanik S. Deyang atau Prijanto bahwa Jokowi bukan pemimpin yang dapat dipercaya, pembohong dan tidak amanah karena baru satu bulan dilantik sudah kebelet nyapres sehingga semua program kerja Jokowi dari Waduk Pluit sampai Monorel adalah pencitraan agar dapat menjadi presiden.

Selain itu cukup banyak orang mengingatkan berbagai kebohongan yang pernah dilakukan oleh Jokowi sejak dia menjadi walikota Solo seperti Esemka‎ yang dicitrakan seolah diprakarsai dirinya padahal belakangan terungkap  bahwa Esemka adalah program kementerian pendidikan; kementerian perindustrian dan BPPT. Kebohongan lain adalah‎ ketika Jokowi sudah melakukan groundbreaking monorel padahal sampai sekarang perjanjian kerja sama antara PT Jakarta Monorel dan Pemprov DKI belum ditanda tangani. Persamaan Esemka dan Monorel? Sama-sama dijadikan pencitraan oleh Jokowi dan setelah tujuan tercapai dibiarkan mangkrak sampai sekarang.

Total ada 136 kebohongan atau janji kosong seorang Jokowi selama dua tahun menjabat sebagai Gubernur DKI, termasuk janjinya pada bulan Desember 2012 untuk tidak maju sebagai capres tahun 2014. Luar biasa bukan? Kebohongan-kebohongan ini belum termasuk janji palsu yang dibuat pada masa kampanye seperti "rasionalisasi jumlah menteri" atau "koalisi tanpa bagi-bagi kursi" atau "mengamalkan berdikari dan trisaktinya Soekarno." dan lain sebagainya. Begitu mudahnya Jokowi membuat janji surga tanpa niat ditepati hingga Fahri Hamzah menyindir janji Jokowi untuk menetapkan tanggal 1 Muharram sebagai hari ‎santri adalah janji yang sinting sebagai berikut:‎

"Jokowi janji 1 Muharram hari santri. Demi Dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!"‎

Tapi bagi penulis, kebohongan Jokowi yang paling sinting adalah‎ ketika dia mengaku berayah tukang kayu dan tinggal di pinggiran kali serta pernah digusur pemerintah Solo. Mengapa sinting? Karena ini adalah cerita fiktif. Ayah Jokowi sebenarnya adalah seorang pengusaha kayu yang sangat kaya dan kakek Jokowi adalah seorang lurah sekaligus juragan tanah. Bayangkan memalsukan latar belakang ayah sendiri demi memuaskan ambisi pribadi. Sinting!
http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/05/25/269580144/Saat-SMA-Jokowi-Dua-Kali-Ganti-Motor‎
http://pemilu.sindonews.com/read/2014/05/28/113/867760/ssst-ini-rahasia-keluarga-jokowi
Berbagai kebohongan di atas juga masih ditambah dengan permainan politik dizolimi atau play victim dari Jokowi demi menaikan popularitasnya, seperti disadap, diancam diledakan, menyebar iklan kematia atau orbituari Jokowi atau kerusuhan di Solo pada masa pilgub DKI yang oleh Jokowi dikaitkan pada pilgub demi meraih simpati, dan lain sebagainya. Singkatnya, Jokowi adalah tipe orang yang kata-katanya tidak dapat dipercaya apalagi dipegang karena dia adalah pembohong besar. Saking seringnya Jokowi berbohong sampai netizen menyebutnya Jokowi Ebola (Eee Boong Lagi).‎

Dengan rekam jejak seperti ini, seharusnya para pendukung Jokowi memahami pemimpin seperti apa yang mereka dapatkan dengan memilih Jokowi sehingga tidak perlu kecewa ketika Jokowi melanggar janjinya tanpa mengedipkan mata seperti yang dialami Suciwati Munir, Frans Magnis Suseno, anak Wiji Thukul, Rizal Ramli dan ratusan juta rakyat pemilih Jokowi yang meratapi nasib karena BBM, tarif listrik hingga kebutuhan sehari-hari melonjak dengan luar biasa tajam sementara Jokowi enak2an naik pesawat kepresidenan bersama koruptor Sihol Manullang serta memberi remisi kepada napi tindak pidana korupsi.

http://m.jpnn.com/news.php?id=277906

Demikian pula sebenarnya mereka tidak ada alasan untuk kecewa dengan perbuatan Jokowi lainnya yang mengecewakan sebab semua tanda-tanda sudah ada di depan mata dan terlalu banyak orang sudah memberi peringatan dini bila saja mereka mau memperhatikan dengan baik. Masalah Jokowi anti demokrasi dan hak asasi yang dikeluhkan kelompok pro demokrasi seperti AJI, KontraS, Suciwati Munir, Frans Magnis Suseno misalnya, bukankah sudah banyak yang menulis bagaimana Jokowi memelihara pasukan siber bernama Jasmev untuk bully semua orang di dunia maya yang tidak pro Jokowi? Atau bagaimana LBH Jakarta bersama PBHI telah menyatakan bahwa Jokowi telah melakukan pelanggaran HAM berat ketika menggusur warga Taman Burung Pluit? Atau bertebarannya tulisan bahwa Jokowi justru adalah boneka CSIS, provokator dan inisiator berbagai pelanggaran HAM berat sepanjang O‎rde Baru yang mengendalikan Jokowi melalui AM Hendropriyono, Luhut Panjaitan, dan purnawirawan binaan Benny Moerdani lainnya serta mak comblang Jokowi dengan Jusuf Kalla?

Begitu juga dengan kebijakan neo-liberal, anti rakyat golongan kecil dan menengah, dan pro koruptor dari Jokowi yang dikeluhkan oleh Rizal Ramli‎, Ichanoordin Noorsy, KPK dan ICW sebab dari awal sudah diketahui bahwa Jokowi adalah boneka asing dan didukung ratusan konglomerat hitam yang bertemu Megawati di DPP PDIP sehari sebelum Jokowi mendeklarasikan pencapresan? Bukankah sejak April 2014 Jokowi bersama Megawati telah menyerahkan leher mereka kepada negara-negara imperialis?

Dengan semua fakta di atas, perlukah kita heran dengan politik pecah belah Jokowi terhadap PPP dan Golkar? Perlukah kita kaget ketika Jokowi membredel Papua Post atau kriminalisasi terhadap tukang sate yang kritik Jokowi? Herankah kita ketika Jokowi mengangkat pembunuh Munir yaitu AM Hendropriyono sebagai penasehat dan anaknya Diaz Hendropriyono sebagai komisaris Telkomsel. Begitu pula dengan sikap cuek Jokowi terhadap pembantaian warga Pinai di Papua oleh T‎NI/Polri adalah sebuah kewajaran. Kita juga tidak perlu bingung ketika kebijakan Jokowi pro asing seperti menaikan premium yang untungkan SPBU asing; atau membuat tol laut atas biaya asing yang menghancurkan doktrin Djuanda; menyerahkan semua BUMN kepada asing dan lain-lain.
0 0
0
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 19:17
wow ada jongos nya Jendral mewek yg terguncang ternyataemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
0 0
0
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 19:27
Itu pasti orang2 bayaran, biar terlihat kalau Jokowi dicintai masyarakat sana emoticon-Ngacir
0 0
0
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 19:34
Quote:
Mengapa CSIS dan kelompok Benny Moerdani menciptakan capres boneka bernama Joko Widodo? Karena mereka semua masih mendendam atas tindakan Prabowo yang menghalangi usaha mereka untuk mengurangi pengaruh Islam atau melakukan proses deislamisasi di Indonesia, sehingga sekarang mereka berupaya menghalangi keinginan Prabowo menjadi presiden sekalipun harus mengorbankan Indonesia dengan menempatkan capres tipe "ndak mikir" seperti Jokowi.


Panjang amat komen ente. Percumah gak akan ada yg baca, ujung2nya teori konspirasi LB Murdani.
Sakti amat itu orang, dah lama meninggal masih aje bisa bikin ulah.
Kalo emang sesakti itu, pas masih hidup gampang donk, die turunin Cang Ato.

0 0
0
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 19:41
Quote:Original Posted By bonex234


Panjang amat komen ente. Percumah gak akan ada yg baca, ujung2nya teori konspirasi LB Murdani.
Sakti amat itu orang, dah lama meninggal masih aje bisa bikin ulah.
Kalo emang sesakti itu, pas masih hidup gampang donk, die turunin Cang Ato.



Emang gampang dia jatuhin Presiden Soeharto emoticon-Big Grin
0 0
0
Masyarakat Sorong Tumpah Ruah Menyambut Jokowi
28-12-2014 20:03
yaelah kirain banyakn, cuma sepuluh biji toh
banyakan beye kelees emoticon-Cape deeehh
0 0
0
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia