others
Batal
link has been copied
9958
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53e3422e529a45b5208b457a/clean-debatedebate-eksistensi-tuhan---part-14
Thread ini adalah thread lanjutan dari http://kask.us/12754125 yang sudah melebihi batas reply. \t\t\t\t\t\t\t\t\t \t\t\t\t\t\t\t\t\tTerima kasih.
Lapor Hansip
07-08-2014 16:09

[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan

Thread ini adalah thread lanjutan dari http://kask.us/12754125 yang sudah melebihi batas reply.
\t\t\t\t\t\t\t\t\t
\t\t\t\t\t\t\t\t\tTerima kasih.
0
Tampilkan isi Thread
icon-close-thread
Thread sudah digembok
Halaman 240 dari 512
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 00:20
Quote:Original Posted By fenzil


Logika pinter... emoticon-Big Grin


Ha ha ha. Abis gimana dong ?

Coba balik ke itung2an anak SD :

Gak diketahui + gak diketahui. = ???? emoticon-Big Grin
0 0
0
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 00:45
Monyet..

Gitu aja ngambek

Gak suka pisang lagi?

Trus maunya apa?

Ayo dong ngelawak lagiemoticon-Big Grin
0 0
0
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 01:43
Quote:Original Posted By fenzil


Hehe... gitu doang?

Ga usah repot-repot quote lagi yah... emoticon-Big Grin

-------

Oh, ada tanggapan toh;

Tidak tau adalah jawaban fakta, sangat rasional.-->tdk yakin apakah ber-ujung atau tdk.

Tidak tau kok disamakan dengan tidak yakin? Pinter... emoticon-Smilie


Yg ngaku-ngaku berujung dari prima causa cuma berdelusi, khayalan, dan hoax. -->yakin kl ber-ujung adalah salah.

Mana ada delusi yg benar... delusi itu salah, tidak rasional... hoax emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By vian19

1. ber-ujung atau tidak? "ndak tau".
2. ber-ujung itu "salah".

*nenek ngesot bisa nari balet kl tau logika mu ini mas*

emoticon-Gila mikiiir..

anjirrrr ngakak bingit gue emoticon-Ngakak
zil, lu paham ga sih pilihan cuma ada 2
berujung atau gak berujung, kan cma itu
nah lu bilang berujung itu hoax, delusi, salah
berarti yang bener mnurut lu ga berujung??
kenapa lu bilang ga tau?? ampun emoticon-Ngakak
Diubah oleh kelitoris
0 0
0
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 03:02
Quote:Original Posted By omtanmas

Ngomong apa sih ?? emoticon-Big Grin

Ada yg ngerti gak maksud dan tujuannya mas fenzil ?

Sebenarnya ngelawak

Sayang garingnya minta ampun

Besok2 coba kalo diquote fenzil suruh aja dia buat argumen ketiadaan Tuhan tapi isinya gak boleh berupa bantahan atas argumen keberadaan Tuhan

Keenakan tuh monyet ngetik gak pake mikir,ngeles kesana kemari kayak bajaj dan selalu ad hominem karena gak punya argumen jelas yang akan dipertahankan dalam debatemoticon-Big Grin

____________________

Eh,banyak yang ngerasa ya?emoticon-Big Grin

No hard feeling deh,makanya dunia maya jangan dianggap bisa bebas sebebasnya tanpa aturan

Ciao,semoga bisa ketemu di lain kesempatanemoticon-Big Grin
Diubah oleh donodidio
0 0
0
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 05:50
Quote:Original Posted By fenzil



2. Berujung dengan prima causa, tuhan, allah. sang pencipta, itu delusi. Tidak rasional, khayalan, hoax.
Apa faktanya yg diujung itu? Bagaimana membuktikannya? Mabok...



Nurut ane gan pembuktiannya dengan adanya kitab suci dimana disitu ditulis hal hal ttg kejadian masa lalu.. dan itu sign bukan science .. Kalo kitab suci itu science gw yakin tebelnya lebih dr kantor gw hehe
ya bagi believer itulah ujiannya.. karrna hidup itu ujian .. mnurut anda itu tolol.. menurut kami itu iman..dimana kunci jawabannya nanti diakhir ujian..
itu nurut ane gan fenzil..thanks
0 0
0
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 05:59
Quote:Original Posted By fenzil


Telur asin itu kan sudah anda lihat buktinya, ada di bumi ini, pernah anda lihat dengan mata kepala anda sendiri. emoticon-Gila

Mau dibilang ada di galaxi, mau dibilang ada di neraka, di surga, di manapun, kalau dibilang khayalan, ngapain ditanggepin?


utk melatih logika sehat mu, supaya km gak terus2an sok tau bgni.
ok, telor asin ganti aja dgn telor bersayap. silahkan buktikan itu PASTI hoax. bisa?
emoticon-Gila mikiiir..
0 0
0
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 08:30
Kayaknya ada atheist goblok yg bingung bedain 'tidak tahu' dan 'tidak benar'.

emoticon-Ngakak
0 0
0
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 10:04
Quote:Original Posted By fenzil


Kalau bawa-bawa suatu konsep, jelasin dulu konsep itu. Gak usah muter-muter. Situ bawa-bawa konsep itu, tapi ga ada penjelasannya.

Setuju atau tidak pada apaan?
Pemahaman situ seperti apa dulu. emoticon-Gila

Brp send...


Cogito ergo sum adalah sebuah ungkapan yang diutarakan oleh Descartes, sang filsuf ternama dari Perancis. Artinya adalah: “aku berpikir maka aku ada”. Maksudnya kalimat ini membuktikan bahwa satu-satunya hal yang pasti di dunia ini adalah keberadaan seseorang sendiri. Keberadaan ini bisa dibuktikan dengan fakta bahwa ia bisa berpikir sendiri.

Jika dijelaskan, kalimat “cogito ergo sum” berarti sebagai berikut. Descartes ingin mencari kebenaran dengan pertama-tama meragukan semua hal. Ia meragukan keberadaan benda-benda di sekelilingnya. Ia bahkan meragukan keberadaan dirinya sendiri.

Descartes berpikir bahwa dengan cara meragukan semua hal termasuk dirinya sendiri tersebut, dia telah membersihkan dirinya dari segala prasangka yang mungkin menuntunnya ke jalan yang salah. Ia takut bahwa mungkin saja berpikir sebenarnya tidak membawanya menuju kebenaran. Mungkin saja bahwa pikiran manusia pada hakikatnya tidak membawa manusia kepada kebenaran, namun sebaliknya membawanya kepada kesalahan. Artinya, ada semacam kemungkinan kekuatan tertentu yang lebih besar dari dirinya yang mengontrol pikirannya dan selalu mengarahkan pikirannya ke jalan yang salah.

Sampai di sini, Descartes tiba-tiba sadar bahwa bagaimanapun pikiran mengarahkan dirinya kepada kesalahan, namun ia tetaplah berpikir. Inilah satu-satunya yang jelas. Inilah satu-satunya yang tidak mungkin salah. Maksudnya, tak mungkin kemungkinan kekuatan tadi membuat kalimat “ketika berpikir, sayalah yang berpikir” salah. Dengan demikian, Descartes sampai pada kesimpulan bahwa ketika ia berpikir, maka ia ada. Atau dalam bahasa Latin: COGITO ERGO SUM, aku berpikir maka aku ada.

Ingat…Descartes hanya bisa berpikir sebatas “apa saja” yang dia Inderai (apa yang dia tahu). Pada hal sangat banyak yang dia belum dan tidak pernah menginderainya. Dia merasa hebat berpikir sebatas pengetahuannya saja. Pengetahuannya atau pengetahuan orang-orang semasa dengan dia, hanya sebatas apa yang ada zaman itu….Terang saja bagi kita bahwa zaman sekarang kita bisa “berinternet ria”…tidak pernah masuk kedalam alam pikir atau logikanya. “Apa” yang kita (juga orang lain) lakukan hari ini adalah fakta yang gaib pada zaman Descartes.

cogito njing-anjing jil emoticon-fuck
0 0
0
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 13:30
Alam, manusia, atau semua yg ada, itu semua bagian dari "ada"

Contohnya ane (manusia).
Ane ada (akibat) karena ortu ane (sebab),
ortu ane ada (akibat) karena kakek-nenek ane (sebab), begitu strsnya sampai mabok.
Wait2, ada yg aneh disini bukan?
Sejak kapan silsilah keluarga ane diterapkan jadi sebab-akibat?
Padahal ane (manusia) itu bagian dr "ada".
Dan ya, kausalitas ndak bisa diterapkan pada "ada", kenapa?
Karena :
- "ada" ndak butuh syarat eksistensi atau sebab.
- "ada" itu ndak pernah tiada.
- "ada" selalu ada (kekal).

Jika Manusia mati/meninggal tentu ndak akan bisa lenyap atau menghilang ke ketiadaan, hanya bisa tercerai-berai.
Artinya apa? Ya tetap "ada", ndak pernah tiada, ndak perlu syarat eksistensi atau sebab bukan?
Semoga paham emoticon-shakehand
0 0
0
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 14:12
Quote:Original Posted By krocolatozzzz
Alam, manusia, atau semua yg ada, itu semua bagian dari "ada"

Contohnya ane (manusia).
Ane ada (akibat) karena ortu ane (sebab),
ortu ane ada (akibat) karena kakek-nenek ane (sebab), begitu strsnya sampai mabok.
Wait2, ada yg aneh disini bukan?
Sejak kapan silsilah keluarga ane diterapkan jadi sebab-akibat?
Padahal ane (manusia) itu bagian dr "ada".
Dan ya, kausalitas ndak bisa diterapkan pada "ada", kenapa?
Karena :
- "ada" ndak butuh syarat eksistensi atau sebab.
- "ada" itu ndak pernah tiada.
- "ada" selalu ada (kekal).

Jika Manusia mati/meninggal tentu ndak akan bisa lenyap atau menghilang ke ketiadaan, hanya bisa tercerai-berai.
Artinya apa? Ya tetap "ada", ndak pernah tiada, ndak perlu syarat eksistensi atau sebab bukan?
Semoga paham emoticon-shakehand

terus memory kita hilang gak kalo udah mati eaaah? emoticon-Bingung (S)
harusnya tetap ada, karena memory termasuk "ada" emoticon-shakehand
Diubah oleh kelitoris
0 0
0
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 14:13
Quote:Original Posted By krocolatozzzz
Alam, manusia, atau semua yg ada, itu semua bagian dari "ada"

Contohnya ane (manusia).
Ane ada (akibat) karena ortu ane (sebab),
ortu ane ada (akibat) karena kakek-nenek ane (sebab), begitu strsnya sampai mabok.
Wait2, ada yg aneh disini bukan?
Sejak kapan silsilah keluarga ane diterapkan jadi sebab-akibat?
Padahal ane (manusia) itu bagian dr "ada".
Dan ya, kausalitas ndak bisa diterapkan pada "ada", kenapa?
Karena :
- "ada" ndak butuh syarat eksistensi atau sebab.
- "ada" itu ndak pernah tiada.
- "ada" selalu ada (kekal).

Jika Manusia mati/meninggal tentu ndak akan bisa lenyap atau menghilang ke ketiadaan, hanya bisa tercerai-berai.
Artinya apa? Ya tetap "ada", ndak pernah tiada, ndak perlu syarat eksistensi atau sebab bukan?
Semoga paham emoticon-shakehand


Ha ha ha
Lucuemoticon-Big Grin

Nih pisangnya tangkep satu,hapemoticon-Big Grin
0 0
0
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 14:48
Quote:Original Posted By kelitoris

terus memory kita hilang gak kalo udah mati eaaah? emoticon-Bingung (S)
harusnya tetap ada, karena memory termasuk "ada" emoticon-shakehand


terlebih dahulu anda harus menjelaskan definisi mati itu emoticon-Smilie
0 0
0
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 14:50
Mas fenzill. ! Yuuhuuu !

Susah cari dia sekarang, keberadaannya tidak diketahui

0 0
0
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 14:58
penyembah hukum alam ato alam yang disebut sebagai tuhan

alam yg disebut sebagai alam yg berhukum
tapi terjadi split ketika kenapa bukan manusianya membentuk hukumnya sendiri
sebuah sistem yg bkn sistem alam/biologis yg trbentuk tnpa pencipta emoticon-Bingung (S)
yang tidak terintervensi dan tidak ada pengharapan

hanjeng, dah lama gak ngeliat yg nulis GoeL emoticon-fuck

0 0
0
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 15:01
Quote:Original Posted By kelitoris

terus memory kita hilang gak kalo udah mati eaaah? emoticon-Bingung (S)
harusnya tetap ada, karena memory termasuk "ada" emoticon-shakehand


Memory ada dimana gan? Di otak manusia bukan?
Memangnya otak manusia bisa lenyap ke ketiadaan?
Manusia bisa lenyap ke ketiadaan?
Hanya terjadi perubahan bukan?
Nah, perubahan ini ndak pernah dlm arti ada menjadi tiada.
Kualitas2 manusia tetap ada, tapi menjadi terpisah dan berinteraksi dgn kualitas2 lain.
0 0
0
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 15:19
Halah.monyet atas gw baru dikasih pisang satu muntah2

Monyet yang biasa pake kata "anda" mana nih?

Stok pisang gw masih banyak buat diaemoticon-Big Grin
0 0
0
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 16:37
Quote:Original Posted By kacangsor

Cogito ergo sum adalah sebuah ungkapan yang diutarakan oleh Descartes, sang filsuf ternama dari Perancis. Artinya adalah: “aku berpikir maka aku ada”. Maksudnya kalimat ini membuktikan bahwa satu-satunya hal yang pasti di dunia ini adalah keberadaan seseorang sendiri. Keberadaan ini bisa dibuktikan dengan fakta bahwa ia bisa berpikir sendiri.

Jika dijelaskan, kalimat “cogito ergo sum” berarti sebagai berikut. Descartes ingin mencari kebenaran dengan pertama-tama meragukan semua hal. Ia meragukan keberadaan benda-benda di sekelilingnya. Ia bahkan meragukan keberadaan dirinya sendiri.

Descartes berpikir bahwa dengan cara meragukan semua hal termasuk dirinya sendiri tersebut, dia telah membersihkan dirinya dari segala prasangka yang mungkin menuntunnya ke jalan yang salah. Ia takut bahwa mungkin saja berpikir sebenarnya tidak membawanya menuju kebenaran. Mungkin saja bahwa pikiran manusia pada hakikatnya tidak membawa manusia kepada kebenaran, namun sebaliknya membawanya kepada kesalahan. Artinya, ada semacam kemungkinan kekuatan tertentu yang lebih besar dari dirinya yang mengontrol pikirannya dan selalu mengarahkan pikirannya ke jalan yang salah.

Sampai di sini, Descartes tiba-tiba sadar bahwa bagaimanapun pikiran mengarahkan dirinya kepada kesalahan, namun ia tetaplah berpikir. Inilah satu-satunya yang jelas. Inilah satu-satunya yang tidak mungkin salah. Maksudnya, tak mungkin kemungkinan kekuatan tadi membuat kalimat “ketika berpikir, sayalah yang berpikir” salah. Dengan demikian, Descartes sampai pada kesimpulan bahwa ketika ia berpikir, maka ia ada. Atau dalam bahasa Latin: COGITO ERGO SUM, aku berpikir maka aku ada.

Ingat…Descartes hanya bisa berpikir sebatas “apa saja” yang dia Inderai (apa yang dia tahu). Pada hal sangat banyak yang dia belum dan tidak pernah menginderainya. Dia merasa hebat berpikir sebatas pengetahuannya saja. Pengetahuannya atau pengetahuan orang-orang semasa dengan dia, hanya sebatas apa yang ada zaman itu….Terang saja bagi kita bahwa zaman sekarang kita bisa “berinternet ria”…tidak pernah masuk kedalam alam pikir atau logikanya. “Apa” yang kita (juga orang lain) lakukan hari ini adalah fakta yang gaib pada zaman Descartes.

cogito njing-anjing jil emoticon-fuck


Nah, begini berdebat yg asik, jadi jelas arah perdebatannya.

Thanks sdh memberikan penjelasannya.
Secara garis besar, konsep mbah rene yg anda jelaskan sama dengan yg saya pahami. Meskipun saya tidak tau dari sumber mana info yg anda dapat.

Info yg saya baca adalah dari wiki. Dan tidak berbeda dengan penjelasan anda.

Lalu masuk pada point yg akan kita fokus/tilik dalam perdebatan; "aku berpikir maka aku ada".

Yg saya pahami, makna kalimat itu adalah JIKA MANUSIA BERPIKIR, MAKA SEMUA YG MANUSIA KETAHUI MENGADA PADA PIKIRAN MANUSIA.

YANG MANUSIA KETAHUI itu cakupannya sangat luas, maksudnya tidak hanya berdasar dari empiris (pengalaman yg dialami sendiri), namun juga dari informasi yg dibaca, dengar, lihat, analisa, prediksi, intuisi, serta khayalan. Semuanya itu mengada pada pikiran manusia.

Pertanyaan anda, dalam konteks eksistensi tuhan, apakah saya setuju dengan statement cogito ergo sum?

Keberadaan tuhan adalah berupa pengetahuan pikiran. Pikiran merespons sesuatu yg merujuk kepada eksistensi (keberadaan) yg disebut sebagai tuhan/sang pencipta. Maka keberadaan tuhan menjadi mengada pada pikiran (pengetahuan).

Analoginya begini; jika manusia melihat bulan, maka bulan itu mengada pada pikiran manusia, yg disebut dengan pengetahuan.

Jika dipetakan, pertama ada objek yg disebut dengan bulan, dan kedua ada pikiran yg menyebut objek itu sebagai bulan. Maka sangat jelas terlihat dari peta itu bahwa pikiran adalah respon terhadap relasinya (yg terhubung dengannya).

Pikiran berelasi terhadap objek bulan, kemudian respons pikiran menyebutnya sebagai bulan. Dan kata bulan itu adalah domain pikiran (berada pada pikiran). Jadi objek bulan itu menjadi berksistensi ketika pikiran merekamnya pada pikiran. Eksistensi adalah wilayahnya pikiran (pengetahuan pikiran).

Bagaimana dengan tuhan?

Fungsi pikiran juga dapat menganalisa. Saat melihat (menyaksikan langsung) suatu peristiwa, pikiran dapat berfungsi untuk menganalisa.

Contoh; melihat manusia mati, pikiran bertanya, mengapa manusia mati? Inilah yg dinamakan menganalisa, menelisik, mempertanyakan, menduga-duda, dan menelitinya dengan pikirannya.

Proses analisa inilah yg akhirnya dapat menelurkan gagasan-gagasan atau ide-ide. Misalnya, yg sederhana saja, manusia menciptakan payung untuk tidak terkena hujan.

Payung adalah hasil dari proses analisa pikiran, gagasan pikiran, ide pikiran dalam merespon peristiwa/fenomena. Dan proses seperti inilah yg juga menciptakan gagasan tentang tuhan beserta dengan konsep nya.

Tuhan menjadi bereksistensi oleh karena pikiran manusia. Tuhan menjadi pengetahuan pikiran manusia, dan tuhan mengada pada pikiran manusia.

Jawaban saya, cogito ergo sum dalam konteks eksistensi tuhan adalah berkaitan.
"Aku berpikir maka tuhan ada."

Juga dengan yg lain, "Aku berpikir, maka semesta alam ada."

Dengan demikian, eksistensi tuhan hanyalah berupa pikiran semata. Tidak berentitas, dan bukan realitas. Eksistensi tuhan adalah ketika pikiran meyakini keberadaannya (eksistensi tuhan).

Silahkan ditanggapi.
0 0
0
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 16:56
Quote:Original Posted By ssdestroyer
terlebih dahulu anda harus menjelaskan definisi mati itu emoticon-Smilie

definisi mati terbaru yang dapat diterima semua orang adalah ketika otak tidak beraktivitas. emoticon-shakehand terus?
Quote:Original Posted By krocolatozzzz
Memory ada dimana gan? Di otak manusia bukan?
Memangnya otak manusia bisa lenyap ke ketiadaan?
Manusia bisa lenyap ke ketiadaan?
Hanya terjadi perubahan bukan?
Nah, perubahan ini ndak pernah dlm arti ada menjadi tiada.
Kualitas2 manusia tetap ada, tapi menjadi terpisah dan berinteraksi dgn kualitas2 lain.

memory itu di dunia lain, bukan di otak, otak hanya sebagai transmitter dan receiver doang keleus. emoticon-Ngakak (S)
0 0
0
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 17:17
Quote:Original Posted By krocolatozzzz

Memory ada dimana gan? Di otak manusia bukan?
Memangnya otak manusia bisa lenyap ke ketiadaan?
Manusia bisa lenyap ke ketiadaan?
Hanya terjadi perubahan bukan?
Nah, perubahan ini ndak pernah dlm arti ada menjadi tiada.
Kualitas2 manusia tetap ada, tapi menjadi terpisah dan berinteraksi dgn kualitas2 lain.


Kesan kata memori/ingatan/rekaman disamakan seperti memori hard disk, ram, atau perekam yg lainnya, seperti pita kaset, cd, optical drive, dan sejenisnya. Sedangkan fungsi otak sesungguhnya tidak demikian.

Gagasan memori (yg berkapasitas atau terukur atau terbatas) untuk merekam, konsepnya sama dengan ingatan pikiran. Namun secara hakikat tidaklah sama.

Mari kita bedah lebih jauh.

Memori disket berkapasitas 1,2 mb adalah tempat untuk dapat merekam sebanyak rekaman yg terbatas itu. Dan rekaman yg telah terekam tidak akan pernah berubah-ubah.

Fungsi pikiran juga seperti itu, bersungsi untuk merekam, tapi tidak berkapasitas. Sangat berbeda. Kemudian fungsi pikiran juga dapat menganalisa dan lain2. Sedangkan perekam/memori tidak memiliki fungsi itu.

Lalu manusia menciptakan prosesor sebagai fungsi yg seperti pada otak, yaitu berfungsi sebagai pemoreses informasi. Hal ini pun sekedar konsepnya yg mirip, sedangkan hakikatnya tetap tidak sama.

Jadi, secara keseluruhan pikiran tidak sama dengan memori atau prosesor.

Dari struktur materinya pun berbeda, pikiran terdapat unsur yg sangat kompleks yg disebut dengan satu rangkaian yaitu hidup. Sedangkan memori atau prosesor tidak mengandung unsur tersebut.

Unsur yg sangat kompleks itulah yg mengakibatkan pikiran dikatakan sebagai bagian dari hidup.

Dengan demikian jika unsur hidup itu tidak lagi ada, maka secara otomatis pikiran juga tidak akan hidup.

Makna lenyap tidak relevan terhadap eksistensi pikiran. Eksistensi pikiran hanya menyatu pada manusia yg hidup. Kalau manusianya tidak hidup, maka pikiran jelas tidak hidup (tidak ada).

Perubahan manusia (mati) yg teruai menjadi unsur materi, adalah konsep dari pikiran manusia. Bayangkan, pikiran yg membuat konsep itu, konsep materi dan energi, adalah bagian dari materi dan energi itu sendiri. Manusia adalah materi yg mengandung energi --> memiliki pikiran. Padahal pikiran bukanlah materi dan energi.

Sebagian memang ada yg menyatakan pikiran adalah energi. Tapi saya tidak sependapat dengan pendapat itu. Hakikatnya pikiran adalah muncul ketika ada yg disebut dengan hidup. Sedangkan materi dan energi mencakup keduanya, hidup dan mati, materi mengandung energi. Dan energi yg dimaksud tidak disebut dengan hidup.

Wah, pusing ya... emoticon-Smilie
0 0
0
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 14
15-11-2014 18:16
Quote:Original Posted By fenzil

Fungsi pikiran juga seperti itu, bersungsi untuk merekam, tapi tidak berkapasitas. Sangat berbeda. Kemudian fungsi pikiran juga dapat menganalisa dan lain2. Sedangkan perekam/memori tidak memiliki fungsi itu.

Makasih infonya zil.
Baru tau. emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By fenzil

Unsur yg sangat kompleks itulah yg mengakibatkan pikiran dikatakan sebagai bagian dari hidup.

Dengan demikian jika unsur hidup itu tidak lagi ada, maka secara otomatis pikiran juga tidak akan hidup.

Makna lenyap tidak relevan terhadap eksistensi pikiran. Eksistensi pikiran hanya menyatu pada manusia yg hidup. Kalau manusianya tidak hidup, maka pikiran jelas tidak hidup (tidak ada).

Perubahan manusia (mati) yg teruai menjadi unsur materi, adalah konsep dari pikiran manusia. Bayangkan, pikiran yg membuat konsep itu, konsep materi dan energi, adalah bagian dari materi dan energi itu sendiri. Manusia adalah materi yg mengandung energi --> memiliki pikiran. Padahal pikiran bukanlah materi dan energi.

Sebagian memang ada yg menyatakan pikiran adalah energi. Tapi saya tidak sependapat dengan pendapat itu. Hakikatnya pikiran adalah muncul ketika ada yg disebut dengan hidup. Sedangkan materi dan energi mencakup keduanya, hidup dan mati, materi mengandung energi. Dan energi yg dimaksud tidak disebut dengan hidup.

Wah, pusing ya... emoticon-Smilie

Super sekali kesimpulan fenzil ini. Saya sebagai theis setuju. emoticon-Recommended Seller
Intinya "unsur kompleks hidup" tidak semua berasal dari materi dan energi.
emoticon-Recommended Seller
0 0
0
Halaman 240 dari 512
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia