Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
279
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54057e8fd675d41c528b4567/a-book-under-the-blue-sky
Hallo Esefteha! Kali ini gue gak akan share cerita tentang detektif Karl. Gak kok gak (Lagian udah tamat juga). Ketika gue lagi duduk bengong di dalam asrama, salah satu teman kamar gue bertanya "Man, gak buat cerita lagi?". Gue jawab "Gak lah. Gak ada inspirasi." Untuk beberapa saat dia terlihat seperti berpikir, kemudian dia kembali berbicara. "Gimana kalau lo ceritain k
Lapor Hansip
02-09-2014 15:23

A Book Under the Blue Sky

Hallo Esefteha!

Kali ini gue gak akan share cerita tentang detektif Karl. Gak kok gak (Lagian udah tamat juga).

Ketika gue lagi duduk bengong di dalam asrama, salah satu teman kamar gue bertanya "Man, gak buat cerita lagi?". Gue jawab "Gak lah. Gak ada inspirasi." Untuk beberapa saat dia terlihat seperti berpikir, kemudian dia kembali berbicara. "Gimana kalau lo ceritain kisah lo aja sama mantan lo yang udah 'itu'." Spontan gue bilang "Enggak ah. lagian juga itu udah masa lalu."

"Tapi bagus banget man kalau dibuat cerita" Kata dia.

Gue berpikir. Iya juga ya, gue memang punya kisah cinta yang menarik yang gue pendam sendiri selama ini. Tapi gue gak bisa buat dalam bentuk cerita yang sesungguhnya karena belum dapat persetujuan dari pihak yang bersangkutan, Oke, gue akan buat dalam bentuk fiksi dan akan sisipkan sedikit - demi sedikit kisah gue sama orang yang gue sayang.

Cerita yang mengisahkan tentang persahabatan
Cerita tentang balas dendam
Cerita tentang 2 orang yang berbeda filosofi hidup
Cerita tentang apa arti cinta di mata kita.
Cerita tentang kehilangan

So, i hope you will enjoy this story.

Happy Reading!

Quote:Rules!
Mengikuti Rules SFTH.
Jangan ada spam yah gan.
Boleh OOT asalkan masih sejalan dengan alur cerita. Lebih dari itu, silahkan ke lounge SFTH.
SR dan Commenters, saya hargai.


Quote:Jadwal Update
Update tetap: Minggu
Selebihnya, jadwal tidak menentu.

NB: Demi alur cerita yang lebih baik dan TS rada sibuk, jadi mungkin tidak akan update setiap hari.
Diubah oleh lerakcliffheat
profile-picture
anasabila memberi reputasi
2
Tampilkan isi Thread
icon-close-thread
Thread sudah digembok
Halaman 3 dari 14
A Book Under the Blue Sky
11-09-2014 14:41
ijin ninggalin jejak yak gan emoticon-Big Grin
emoticon-Big Grin
ID ini belon ninggalin jejak di mari emoticon-Big Grin
wawkawk
0 0
0
A Book Under the Blue Sky
12-09-2014 10:57
Quote:Original Posted By paninalone

emoticon-Ngakak
itu si putri kalo ke-GR-an bahaya tuh... padahal kan target utama si angel emoticon-Embarrassment


Iya... hahahaha.. takutnya gitu gan, kalau sampai putri suka sama Dave, kacauuu.. hahaha

Quote:Original Posted By aoi.sky
ijin ninggalin jejak yak gan emoticon-Big Grin
emoticon-Big Grin
ID ini belon ninggalin jejak di mari emoticon-Big Grin
wawkawk


Fid fid... tobat fid... gak cukup apa lo ninggalin jejak di hati gue?
*eps...


Eniway, hari ini update nih.. enaknya siang ini atau sore? Kalau malam ane gak bisa....
0 0
0
A Book Under the Blue Sky
12-09-2014 11:20
Sekarang aja gan apdetnya... kutungguin nih emoticon-Embarrassment
0 0
0
A Book Under the Blue Sky
12-09-2014 12:06
Chapter 4

Hampir…


Makan malam di rumah seharusnya menjadi saat-saat yang membahagiakan. Disaat lo bisa berkumpul dengan keluarga yang notabene orang sibuk semua, lo bisa bercanda, bisa diskusi tentang banyak hal, dan lain sebagainya. Yaps, seharusnya begitu. Tapi itu gak berlaku buat gue. Sama sekali enggak untuk malam ini. Gue masih kecewa dengan hasil nihil dari kegiatan memata-matai Putri dan Angel padahal udah dua hari gue coba tapi, semuanya gagal total dengan cara yang sama.

Sehabis gue nolongin Putri, gue selalu lupa sama tujuan utama gue untuk memata-matai. Sebagai gantinya, gue malah balik ke kelas. Bodoh kan? Iya, gue tau dan gue akuin untuk kali ini gue bahkan lebih ‘polos’ dari Darwin. Ditambah dengan gue yang berhasil melawan pengaruh si Angel form Hell padahal kita sempet konflik. Masih teringat di otak gue bagaimana hal itu terjadi… Ya… Gue masih ingat dengan jelas…

Hari: Rabu. Pkl. 09:00.
Location: Atap sekolah.
Mission: Memata-matai Putri dan Angel.
Mission Result: Failed
.

“Dave! Dengerin gue! Dari hari senin dan selasa kita gagal total! Gagal total! Lo kenapa sih?!” Tanya Stanley yang kesel banget sama gue.

“Iya nih! Lo kenapa sih?! Kok jadi aneh?!” Tambah Darwin.

Gue cuman bisa diem doang. Gak tau mau jawab apa lagi. Ya mau gimana? semua memang salah gue, semua memang karena gue makanya misi ini dari hari senin sampe kemaren gagal parah.

“Dave! Kok lo malah bengong?!” Tanya Stanley.

“DAVEE! Dengerin kata Stanley! Udah Stan, geplak palanya!” Darwin malah ngompor-ngomporin.

“Dave!” Nada Stanley mulai meninggi.

“Berisik!” Bentak gue yang udah mulai gondok. “Lo tau gak sih kenapa gue gagal kemaren-kemaren ha?! Tau gak!”

“Karena lo mem…”

“Berisik lo Dar! Diem aja deh lo! Cuman bisa ngomporin orang kerjaannya!” Bentak gue ke Darwin. Gue lalu memalingkan pandangan gue ke Stanley.

“Tau gak Stan?!”

“Gak tau Dave. Memang kenapa?” Tanya Stanley.

Gue diam sejenak, mencoba mengumpulkan keberanian dalam diri gue untuk mengatakan yang sesungguhnya. Setelah gue rasa siap, gue bicara.

“Gue gak tega! Gue gak tega Stan! Ngeliat muka Putri dan sifatnya yang polos begitu, gue jadi gak tega! Target kita memang Angel, tapi lo pada tau kan kalau Putri itu adalah teman setianya si Angel?! Apa yang akan terjadi sama Putri kalau Angel kita sakitin?! Kalian mikir gak sampe sejauh itu?!”

“Tapi lo sendiri mikir gak apa yang terjadi sama lo tiga tahun lalu?! Lo mikir gak si Angel apain lo?! Gue yang inget kejadian itu aja, jadi genek sendiri sama Angel, Dave! Gue gak tega lo di apa-apain sama Angel lagi kayak tiga tahun lalu!” Kata Stanley.

“Tapi Putri nanti gimana?!”

“Tapi Lo sendiri nanti gimana?!”

“What the hell sama gue! Gue mikirin korbannya!”

“Korbannya kita semua Dave! Kita! Dulu, karena gue sama Darwin ngebelain lo, kita jadi ikut diasingkan sama Angel kan?! Lo inget gak!” Stanley benar-benar marah kali ini.

“Gue inget semuanya! Gue inget! Tapi… lo liat Putri… Liat efeknya kalau kita ngerjain Angel habis-habisan…”

“Gue tau Dave! Gue tau! Lo jangan jadi egois gini dong! Lo liat juga korban di sekolah kita udah berapa orang?! Jangan karena satu orang, lo jadi luluh! Ini demi kepentingan semua!”

“Gue gak egois!”

“Lo egois Dave! Egois! Wake up! Kemana aja lo?!”

“Berisik!” Gue balik badan dan berjalan menuju ke kelas.

“Dave! Dave!” Teriak Darwin dari kejauhan tapi gue gak gubris teriakan itu.

Dikelas, gue cuman bisa duduk dan tiduran. Gue masih gak bisa ngelanjutin misi ini. Gue gak bisa. Bukan karena gue gak mau balas dendam, bukan karena itu. Kalau masalah balas dendam mah, gue mau banget! Mau banget! Tapi setelah liat si Putri, gue jadi gak tega. Putri itu seakan menjadi malaikat pelindung bagi Angel. Dia satu-satunya teman ngobrol, teman makan, bahkan mungkin satu-satunya orang yang deket dan mengerti Angel diantara ratusan murid sekolah kami yang notabene benci sama Angel. Gue gak abis pikir, ada aja manusia yang betah gitu ya sama Angel.

Selagi gue bengong mikirin tentang Putri, Darwin dan Stanley masuk kelas dan menghampiri gue.

“Dave… Sorry buat kejadian yang tadi…” Kata Stanley.

“Iya. Gue juga mau minta maaf ya, mpret.” Tambah Darwin.

Gue tarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya. Gue harus maafin mereka walaupun mereka ngeselin. Ya, mau gimana lagi? Ini lah mereka yang selalu ada buat gue. Sahabat-sahabat terbaik yang pernah gue miliki.

“Iye, gue maafin. Take it easy.” Kata gue.

“Thanks yah Dave.” Kata Darwin.

Pada akhirnya, kita bercanda seperti biasa. Tapi semua berubah ketika Angel masuk kekelas dibarengi dengan Putri kemudian. Bukan, bukan karena Angelnya, tapi karena kita liat Putri bawa keranjang plastik banyak banget. Yang bikin ngeselin adalah, Angel memerintah Putri seakan-akan Putri itu babu.

“Eh, Put. Letakin di meja.” Perintah putri dengan nada angkuh dan dingin.

“Iya mba.” Jawab Angel lembut.

“Cepet!” Bentak Angel.

Karena di bentak Angel, Putri harus lari-lari ke mejanya Angel. Tapi belum sampai di meja, Putri kesandung dan barangnya berserakan di lantai. Angel yang seharusnya bantuin Putri, malah melakukan hal yang sebaliknya.

“Putri… Bodoh…” Kata Angel sambil jalan menuju mejanya dan melangkahi Putri yang masih tergeletak di lantai lalu duduk dikursinya.

“Bangun Put. Beresin ini semua.” Perintah Angel.

Gue, Darwin dan Stanley yang liat kejadian itu malah makin kesel. Angel udah gila kali ya? Bukannya di bantuin, malah dilangkahin. Dia gak bersyukur apa kalau selama ini Putri udah nemenin dia dan bersedia jadi temen Angel?

“Ayo berdiri… Putri bodoh.” Kata Angel dengan nada yang dingin.

“Iya… Iya mba…” Kata Putri

Sambil menahan rasa sakit, Putri bersusah payah berdiri dengan kedua kakinya namun dia terjatuh. Dia coba beridiri sekali lagi, namun tetap saja dia terjatuh. Dia coba lagi, lagi dan lagi, namun dia tidak mampu untuk berdiri. Ditambah dengan perkataan Angel yang tajam kepada Putri, membuat setiap orang yang melihat Putri menjadi iba dan benci kepada Angel. Banyak yang ingin menolong Putri, tapi tatapan tajam dan dingin dari Angel mampu membuat orang yang awalnya ingin menolong Putri, menjadi diam ditempat tidak bergerak. Seakan-akan tatapan itu mampu membuat orang menjadi beku.

Gue yang gak bisa melihat pemandangan keji seperti ini, langsung bergerak untuk menolong Putri. Angel juga gak tinggal diam. Melihat gue yang bergerak untuk menolong Putri, tatapan tajam dan dingin diarahkannya kepada gue. Gue bisa merasakan, tatapan ini… Tatapan yang hanya berasal dari satu orang. Tatapan yang mencermikan sifat dari orang tersebut. Angel from Hell.

Awalnya gue takut. Tapi di dorong dengan rasa iba kepada Putri dan benci kepada Angel, membuat gue terdorong untuk terus melangkah menghampiri Putri dan menolongnya.

“Makasih yah… Dave…” Kata Putri dengan lembut.

“Iya sama-sama.” Jawa gue.

“Hmm… Dave… Lebih baik kamu pergi sekarang. Mba Angel ngeliatin kamu terus…”

“Udah, biarain aja. Gue gak peduli mau dia ngeliatin gue kek, mau dia apain gue, gue gak peduli. Yang penting lo gue tolongin dulu. Ayo berdiri.” Kata gue sambil membantu Putri berdiri lalu gue antar ke tempat duduknya.

Memang benar apa yang dikatakan Putri. Angel ngeliatin gue terus. Pandangannya gak sedikitpun lepas dari gue. Tatapan tajam dan dingin yang mampu membuat setiap orang salah tingkah bahkan berdiam diri seakan-akan beku itu terus menatap gue hingga gue duduk di bangku. Mungkin bagi orang lain, tatapan itu cukup mematikan. Tapi itu gak berlaku buat gue karena gue udah cukup kenal dengan hal itu. Yah, walaupun awalnya gue kaget, tapi gak butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri dengan tatapan itu.

“Udah bantuinnya?” Kata Angel masih dengan tatapan tajam dan dingin yang diarahkan ke gue.

“Udah. Memangnya kenapa?”

“Mau cari perhatian?” Tanyanya dengan nada angkuh

“Ngapain? Gue udah cukup populer disekolah ini.”

“Mau deketin Putri?”

Awalnya pertanyaan ini gue anggap sepele, tapi seketika gue sadar. Pertanyaan ini bukan pertanyaan asal-asalan. Ini pertanyaan karena takut. Dia takut kalau Putri gue rebut dari Angel. Dia takut kehilangan teman. Kalian tau ini apa artinya? Gue menemukan kelemahan terbesar dari Angel. Takut kehilangan. Gue gak boleh sia-siain kesempatan ini. Ini kesempatan yang cuman ada sekali seumur hidup. Ya, sekali seumur hidup. Kesempatan yang akan gue gunakan untuk menebus kesalahan gue.

“Ya, menurut lo gimana? Mba Angel?” Tanya gue balik dengan nada sedikit menantang.

“Cih. Jangan coba-coba lo deketin dia, mesum.”

“Apa urusan lo, Angel from Hell?”

Setelah gue mengeluarkan perkataan itu, Angel sempat kaget. Namun dengan cepat dia kembali tenang dan mengalihkan pandangannya ke papan tulis. Kali ini, gue bisa kalahin lo, Angel from Hell.

><><><><><
Diubah oleh lerakcliffheat
0 0
0
A Book Under the Blue Sky
12-09-2014 12:08
Quote:Original Posted By ulin.chan
Sekarang aja gan apdetnya... kutungguin nih emoticon-Embarrassment


Sip, sudah terpenuhi yah req nya gan emoticon-Big Grin

Eniway, update selanjutnya hari minggu ya emoticon-Big Grin

Ane usahain 2 part.
0 0
0
A Book Under the Blue Sky
13-09-2014 11:48
Quote:Original Posted By lerakcliffheat


Fid fid... tobat fid... gak cukup apa lo ninggalin jejak di hati gue?
*eps...



di hatimu ada gw? emoticon-Bingung (S) khamtek wkakwak

@part 4..
kelemahannya angel.. si putri..
bearti bakal ndeketin putri? dripda ke angel? emoticon-Bingung (S)
0 0
0
A Book Under the Blue Sky
13-09-2014 18:40
nolongin putri tapi ada modus emoticon-Big Grin

jangan2 ntar mlah angel ikutan nemplok emoticon-Ngakak
0 0
0
A Book Under the Blue Sky
13-09-2014 22:38
Quote:Original Posted By aoi.sky


di hatimu ada gw? emoticon-Bingung (S) khamtek wkakwak

@part 4..
kelemahannya angel.. si putri..
bearti bakal ndeketin putri? dripda ke angel? emoticon-Bingung (S)


Gak tau nih... Dave punya rencana kayaknya gitu deh. tapi yang megang kendali misi kan si Stanley. kita liat aja nanti hari minggu siang di update selanjutnya emoticon-Stick Out Tongue

Quote:Original Posted By arieflanus
nolongin putri tapi ada modus emoticon-Big Grin

jangan2 ntar mlah angel ikutan nemplok emoticon-Ngakak


Maunya gitu gan. Biar sekali mendayung, dua bidadari dipeluk :epssa emoticon-Cape d... (S)
0 0
0
A Book Under the Blue Sky
13-09-2014 22:52
numpang bangun ruko gan emoticon-Ngakak


emoticon-Traveller
0 0
0
A Book Under the Blue Sky
13-09-2014 23:51
gan ini ga diceritain emang ada apa antara dave sama angel pas smp?
0 0
0
A Book Under the Blue Sky
14-09-2014 21:10

Hampir (Part Two)

“Bang Dave! Kok bengong sih?! Abisin makanannya!” Teriakan Cia membuat gue tersadar.
“Eh iya. Maaf Cia.”
“Kamu kenapa Dave?” Tanya bokap gue.
“Enggak pa.”
“Kamu yakin? Kamu bengong loh dari tadi. Mama ajak ngomong aja gak di gubris sama kamu.”
“Enggak ma. Aku gak kenapa-napa. Serius deh.”
“Yaudah-yaudah. Makan aja dulu, nanti baru kita ngobrol lagi.” Bokap gue mencoba menetralisir suasana.

Setelah makan malam, gue putuskan untuk balik ke kamar dan rebahan di kasur dengan harapan gue bisa nenangin pikiran. Tapi, tetep aja gak bisa. Guling-gulingan ke kiri, ke kanan, peluk-peluk bantal, tapi tetep gak bisa nenangin pikiran gue. Aduh, harus gimana ya? Gue masih kepikiran dengan semua kegagalan gue.

Tok tok tok. Pintu kamar gue di ketok oleh seseorang. “Siapa?” tanya gue. “Ini gue bang, Cia.” Cia? Ngapain? Tumben banget. lagi takut atau kenapa nih?

“Masuk aja de. Gak abang kunci.”
Cia lalu masuk ke kamar gue terus langsung tiduran di samping gue.
“Eh! Apa-apaan lo?!” protes gue.
“Apaan sih bang. Gue lagi kangen nih tidur bareng sama lo.”
“Yee. Kayak anak kecil ah.”
“Yang ada lo yang kayak anak kecil. Lo kenapa sih bang?”
“Gue? Gak apa-apa”
“Bohong! Gue tau lo kenapa-napa.”
“Sotoy lo!” kata gue sambil menepok jidatnya.
“Ih!! Seriusan! Pasti karena orang yang disana itu kan?” Kata Cia sambil menunjuk kearah jendela. Lebih tepatnya, kearah kamar Angel yang pas banget bersebrangan sama kamar gue. Kamar itu terang dan terlihat siluet Angel yang lagi mondar-mandir entah ngapain dari tadi.
“Ahelahh. Sotoy ah!” Pungkas gue.
“Dih! Mau bohong-bohong sama ade sendiri. Eh bang, lo tau gak kenapa gue waktu itu bad mood banget di mobil?!”
“Yang pas kapan ya?”
“Hari senin!”
“Oh, yang masalah PMS?”
PLAK! Sebuah tamparan ganas mendarat di pipi gue.
“Bukan PMS!”
“Ya terus apa?”

“Hmm… mmm… Gini bang… lo tau gak, gue lagi suka sama seseorang?”
“Ha! Siapa? Gak lah. Ngapain gue kepoin kehidupan lo?”
“IHH! Serius!”
“Hehehe. Yaudah serius. Sama siapa?”
“Bang… Hmm… Stanley.”
“HA! STANLEY! STANLEY TEMEN GUE?! AJE GILE LO!” Sumpah gue kaget banget begitu tau ternyata Cia memendam rasa sama Stanley. “Tapi dia kan udah punya gebetan”
“Iya bang… gue tau kok… Tapi waktu itu di mall, gue liat gebetannya jalan sama temen-temennya. Yang jadi masalah adalah, dia buat temen-temennya itu kayak pembantu. Disuruh-suruh gitu. Gue udah kasih tau ke bang Stanley, tapi dia gak percaya.”
“Serius? Tapi gebetannya itu baik banget loh.”
“Baik diluar belum tentu baik didalam kan?”
“Ya iya sih. Jadi cuman masalah itu?”
“Iya…”
“Yaelahh.. kalau cuman masalah itu doang mah kecil. Ntar gue kasih tau ke Stanley deh.”
“Janji ya?!”
“Iya gue janji de.”
“Nah sekarang, lo cerita dong. Lo kenapa tadi bang? kok bengong?”

Aduh, kamtek! Cia licik banget eh! Di keluarga gue, udah jadi tradisi kalau kita curhat sama orang, orang itu wajib curhat sama kita. Kata nyokap gue sih, biar sama-sama lega, biar sama-sama nemuin jalan keluar. Tapi curhat ke Cia? No way man! Mungkin dia pendengar yang baik. Tapi dia bukan pemecah masalah yang handal.

“Ogah ah!” tolak gue.
“Ih! Kan harus bang!”
“Masa bodo.”
“Yaudah bilang papa nih!”
“Eh! Jangan!”
“Yaudah cerita!”
“Gak mau!”
“PAPA!!”
“Jadi gini ceritanya…” Kamtek. Gue terpaksa harus cerita. “Abang itu punya misi buat buntutin Angel sama Putri. Tapi kemaren itu…”
“Kenapa?” Tanya Cia penasaran.
“Kemaren abang berhasil buntutin dia sampai di taman belakang sekolah. Tapi abang ketauan dan akhirnya harus lari. Gitu.”
“Oh… Begitu… Boleh kasih saran gak bang?”
“Apa?”
“Kenapa gak coba untuk jadi baik buat kak Angel?”
“HA! Gak! Mana bisa begitu!”
“Aku percaya kok bang. Kalau abang berbuat baik untuk kak Angel, hatinya pasti luluh. Cepat atau lambat, itu pasti.”
“Eh… Iya yah…”
“Iya bang. Pasti.. Pasti.”
Diubah oleh lerakcliffheat
0 0
0
A Book Under the Blue Sky
14-09-2014 21:11
Quote:Original Posted By lada.jintan12
numpang bangun ruko gan emoticon-Ngakak


emoticon-Traveller


Silahkan gan

Quote:Original Posted By oky10maret
gan ini ga diceritain emang ada apa antara dave sama angel pas smp?


Sabar gan.. semua ada waktunya. wkwkwk

0 0
0
A Book Under the Blue Sky
14-09-2014 21:27
Orang kayak Angel sih naklukinnya emang harus dibaikin emoticon-Hammer (S)

2Part kan, tees? emoticon-Peace

emoticon-linux
0 0
0
A Book Under the Blue Sky
14-09-2014 22:10
Quote:Original Posted By adrian.hfz
Orang kayak Angel sih naklukinnya emang harus dibaikin emoticon-Hammer (S)

2Part kan, tees? emoticon-Peace

emoticon-linux


Sip!!

Tapi agak maleman gapapa gan?
0 0
0
A Book Under the Blue Sky
14-09-2014 22:59
Quote:Original Posted By lerakcliffheat


Sip!!

Tapi agak maleman gapapa gan?


Gpp gan, biasa tidur diatas jam 00.00 ane emoticon-Hammer (S)
Diubah oleh adrian.hfz
0 0
0
A Book Under the Blue Sky
14-09-2014 23:17

Hampir (Part Three)

“Lo tau darimana?” Tanya gue
“Kan Cia juga cewek bang! dihh..”
“Lo? Cewek? BAHAHAHAHAHAHAHAHA…” Tawa gue.
“Ih. Kok ketawa bang!”
“Ya iya! Lo fisik doang cewek! Tapi sifat? Mana ada sisi cewek itu keliatan”
“Ih… Bang Dave… Jahat!!” Cia mulai mukulin badan gue
“Ciaa!! Sakit!!!”
“Masa bodo!!!”
“CIAAA!!!!”

Malam itu diakhiri dengan badan gue yang babak belur karena pukulan-pukulan maut dari Cia dan kita sama-sama ketiduran. Tapi gue dapet satu pelajaran penting dari Cia. Gak butuh kekerasan untuk melawan hal jahat. Yang dibutuhkan adalah kebaikan. Kebaikan yang berasal dari hati.

><><><><><

Hari ini gue bakalan coba sekali lagi untuk bisa deketin Angel apapun resikonya. Gak peduli walau nanti reputasi gue harus berantakan, yang penting gue harus bisa mengakhiri rezim jahanam Angel! Gue gak tega liat Putri disiksa terus. Begitu jam istirahat, gue langsung ke kantin buat nungguin Putri yang sebentar lagi bakalan keluar dari keramaian di kantin dengan membawa banyak makanan. Sementara Stanley sama Darwin standby di atap sekolah.

“Dave. Siap. Sebentar lagi Putri bakalan keluar dan kita gak boleh gagal.” Kata Stanley dari HT.
“Sip! Dia udah keluar dari keramaian tuh!” Tambah Darwin.

Seperti hari-hari kemarin, Putri yang keluar dari keramaian pasti terjatuh dan gue selalu siap buat nolongin dia. Ini udah yang ke empat kalinya gue nolongin dia. Dan seperti biasa juga, dia bakalan lepas pelukan gue dan bilang terima kasih karena udah nolongin dia. Tapi kali ini ada yang berbeda. Gue gak balik badan. Setelah dia jalan agak jauh, baru gue buntutin dia. Melewati lapangan, GOR, dan pada akhirnya berhenti di taman bekalang sekolah. Gue gak ngerti kenapa Putri harus muterin satu sekolah cuman buat ke taman di belakang. Padahal dari kantin ada jalan potongnya. Ya, gue gak terlalu mikirin itu. Mata gue sekarang fokus dengan dua orang yang berada cukup jauh dari gue. Dua orang itu perempuan. Itu Putri dan Angel. Gotcha!

“Dave. Hati-hati ya. Gue rasa Angel ada feeling tuh kalau ada orang lain yang ngikutin Putri.” Kata Stanley
“Iye. Pasti. Gue pasti hati-hati kok!” Jawab gue.

Secara tiba-tiba, Angel menunjuk kearah gue dan berteriak “Siapa disana!”. Gue panik setengah mati. Aduh, ini harus gimana? Gue harus ngapain? Aduh gawat!!

“Dave! Dengerin gue! Jangan sampe lo keluar sampe dia teriak untuk yang ketiga…” belum sempet Stanley nyelesain kalimatnya, Angel teriak lagi. “Keluar sekarang atau reputasi lo hancur di sekolah ini!” Aduh mati gue. Refleks, kaki gue melangkah secara perlahan dan mengarah ketempat Angel berada. Stanley teriak-teriak setengah mati dari HT buat ngelarang gue nyamperin Angel. Tapi percuma, gue keburu takut dan badan gue tanpa gue sadari bergerak dengan sendirinya. Sekarang gue tepat dihadapan Angel. Tatapannya masih tajam dan dingin.

“Mau lo apa, mesum?” tanya Angel.
Gue bingung mau jawab apa. Aduh, gue harus bisa mikir cepet! Tapi apa?! Apa?! Pandangan gue arahkan ke Putri dan… Gue dapet ide!

“Memangnya kenapa Angel?” Tanya gue dengan lembut.
“Cih. Sekali lagi gue tanya. Mau ngapain disini? Gak usah sok lembut gitu deh.” Gue bisa merasakan keangkuhan dan ketidaksukaan dia terhadap jawaban gue di setiap kalimatnya.

Gue memang sengaja gak mau kasih jawaban yang kasar karena gue tau itu hanya memperkeruh suasana. Gue inget perkataan Cia semalem, harus jadi baik. Sekarang, mari kita coba.

“Gue gak boleh yah kesini? Gue cuman mau liat keadaan Putri aja kok. Sekalian mau ngeliat lo… Angel.” Adoh. Ini jawaban rada konyol. Khamtek.
“Udah gue bilang sama lo. Jauhin Putri. Masih gak ngerti juga?” Kini nada kesal mulai terasa.
“Gue gak bisa Angel. Gue gak bisa. Karena gue… Gue…” Gue sengaja tahan kalimat ini karena gue mau Angel yang jawab.
“Suka sama Putri? Cih. Dasar mesum.”
“Lo sendiri yang bilang. Bukan gue.”
“Gue bilang ya sama lo. Lo gak bisa…”
“Mba Angel… Itu makanannya gak mau di habisin dulu?" Tanya Putri.

Makanan? Jadi… Makanan ini, semua makanan ini punya… Angel? Tiga bungkus nasi goreng, dua mie ayam dan dua eskrim magnum ini, punya Angel? SELERA MACAM APA INI! PEREMPUAN MACAM APA DIAAA!!! Bener-bener, Angel from Hell. Gak salah gue kasih julukan itu. Pas dengan selera makannya yang kayak orang baru bebas dari neraka dan kembali ke bumi.

“Oh… Jadi makanan ini punya Angel? Wah wah wah. Selera makan lo gede juga ya.” Kata gue.
“Berisik. Mesum.”
“Hmm… Bukannya mau sok baik, tapi…” Gue mulai mendekatkan diri ke Angel dan memegang tangannya. “Kalau lo makan sebanyak ini, lo bisa sakit nantinya. Kalau lo sakit, semua bakalan repot bahkan Putri sekalipun.” Kali ini tangan kanan gue mulai memegang pipinya. Entah ini dorongan dari mana, tapi secara gue melakukan semuanya secara refleks. “Gue gak mau lo sakit, Angel. Tapi gue janji…” Sebelum gue menyelesaikan kalimat gue, gue pegang kedua pipinya dengan kedua tangan gue, setelah itu gue menyelesaikan kalimat terakhir. “Gue janji gue akan ada disamping lo ketika lo sakit. Bahkan, gue yang akan ngerawat lo, Angel.”

Pipi Angel seketika berubah menjadi merah. Tatapan dingin nan jahanam hilang berganti dengan tatapan yang seakan tidak percaya kalau ada cowok yang berani seperti ini di depan dia. Matanya berkaca-kaca, namun dia bertahan untuk tidak menangis. Gue lalu melepaskan tangan gue dari kedua pipinya, berbalik badan dan mulai berjalan pergi meninggialkan Angel yang masih diam terpaku.

“KEREN! Lo keren Dave!!! Naluri lo main banget!” Teriak Stanley dari HT.
“KEMENANGAN!!! YEAHH!!” Tambah Darwin.
“Iya. Ini kemenangan pertama kita. Next, kita hancurkan dia melalui kencan. Gue siap buat hal itu.”
“YA! Ini hebat! Great job, three knights!”

Gue yakinkan dalam hati gue bahwa sebenarnya mudah menaklukan Angel. Gue hanya butuh kesabaran, niat dan hal yang disebut dengan perhatian. Ya, Angel mulai mencair seperti es yang terkena terik sinar matahari. Pelan tapi pasti, dendam gue hampir terbalaskan.

><><><><><
Diubah oleh lerakcliffheat
0 0
0
A Book Under the Blue Sky
14-09-2014 23:20
Quote:Original Posted By adrian.hfz


Gpp gan, biasa tidur diatas jam 00.00 ane emoticon-Hammer (S)


Sip gan!

Gue penuhin janji gue. emoticon-Big Grin

Info TS: Updatenya hari jumat lagi yaa. Kadang kalau jumat gak update, berarti kamisnya udah update emoticon-Stick Out Tongue
0 0
0
A Book Under the Blue Sky
15-09-2014 20:56
punya adik kaya cia kayanya seru emoticon-Big Grin
cia suka ma stanley? wih.. siap2 jdi sodaraan tuh dave ama stanley

si angel tukang makan emoticon-Ngakak hahaha

Quote:“Oh… Jadi makanan ini punya Angel? Wah wah wah. Selera makan lo gede juga ya.” Kata gue.
“Berisik. Mesum.”
“Hmm… Bukannya mau sok baik, tapi…” Gue mulai mendekatkan diri ke Angel dan memegang tangannya. “Kalau lo makan sebanyak ini, lo bisa sakit nantinya. Kalau lo sakit, semua bakalan repot bahkan Putri sekalipun.” Kali ini tangan kanan gue mulai memegang pipinya. Entah ini dorongan dari mana, tapi secara gue melakukan semuanya secara refleks. “Gue gak mau lo sakit, Angel. Tapi gue janji…” Sebelum gue menyelesaikan kalimat gue, gue pegang kedua pipinya dengan kedua tangan gue, setelah itu gue menyelesaikan kalimat terakhir. “Gue janji gue akan ada disamping lo ketika lo sakit. Bahkan, gue yang akan ngerawat lo, Angel.”

Pipi Angel seketika berubah menjadi merah. Tatapan dingin nan jahanam hilang berganti dengan tatapan yang seakan tidak percaya kalau ada cowok yang berani seperti ini di depan dia. Matanya berkaca-kaca, namun dia bertahan untuk tidak menangis. Gue lalu melepaskan tangan gue dari kedua pipinya, berbalik badan dan mulai berjalan pergi meninggialkan Angel yang masih diam terpaku.


berasa nonton anime romashu :3
0 0
0
A Book Under the Blue Sky
16-09-2014 14:11
Quote:Original Posted By aoi.sky
punya adik kaya cia kayanya seru emoticon-Big Grin
cia suka ma stanley? wih.. siap2 jdi sodaraan tuh dave ama stanley

si angel tukang makan emoticon-Ngakak hahaha



berasa nonton anime romashu :3


Mirip anime yah fid? Aduh gue gak tau. hahaha

Angel seleranya memang gede loh. Kuat makan dia. wkwkwk
0 0
0
A Book Under the Blue Sky
16-09-2014 15:26
aaa.... ketinggalan dua apdetan emoticon-Frown

akhirnya lo berhasil meluluhkan putri
pasti dia malemnya gak bisa tidur tuh gara2 perlakuan manis lo, soswit banget emoticon-Embarrassment
... dan yang pasti gak lama lagi dendam lo (dan kedua temen lo) bakal terbalaskan, yeay!
0 0
0
Halaman 3 dari 14
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
lovely-place
Stories from the Heart
gara-gara-pap
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
asisten-dukun
Stories from the Heart
sfth-time-slip--si-tin
Stories from the Heart
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia