News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
1506
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5294903a18cb17c04900003e/cerita-serial-hening-part-1-quotmata-mata-pembunuhquot
Matahari layaknya tepat di atas kepala, angin bertiup pelan mengibarkan selebaran sejumlah kertas y trgeletak di badan jalan, lalu lintas tak begitu padat mengingat ada beberapa titik jalan yg di blokir aparat kepolisian, yah rencananya hari ini seorang Pejabat tinggi daerah kota kecil itu akan mengunjungi sebuah perpustakaan di pinggir kota kecil ini. Dia berjalan pelan, sebatang rokok melekat di
Lapor Hansip
26-11-2013 19:12

[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"

Matahari layaknya tepat di atas kepala, angin bertiup pelan mengibarkan selebaran sejumlah kertas y trgeletak di badan jalan, lalu lintas tak begitu padat mengingat ada beberapa titik jalan yg di blokir aparat kepolisian, yah rencananya hari ini seorang Pejabat tinggi daerah kota kecil itu akan mengunjungi sebuah perpustakaan di pinggir kota kecil ini.
Dia berjalan pelan, sebatang rokok melekat di mulutnya, kedua tangannya terpaut di saku celananya, sebuah ransel lusuh lekat di pundakknya, sesekali matanya mengawasi setiap aktivitas di sekitar gedung perpustakaan itu, dia terus berjalan menyusuri gang demi gang, masuk ke salah satu bangunan kosong, menaiki sebuah lift barang kosong, menaiki tangga, terus melangkah dan akhirnyaberhenti di dekat sebuah jendela di lantai 6 bangunan yg terlihat masih dalam tahap pembangunan namun terbengkalai trsebut.
Ia mengeluarkan peralatan dari dalam ransel lusuhnya, sibuk merakit sesuatu.. sesekali matanya menatap ke luar jendela masih memperhatikan keadaan luar sebuah perpustakaan sekitar 8 blok atau 400meter lebih dari tempatnya, keriuhan mulai terdengar di luar, para aparat kepolisian sibuk mengawal sebuah sedan hitam yg berhenti tepat di depan perpustakaan trsebut, "klak..klak. ,",, ,moncong laras sebuah senapan muncul di sebuah jendela dari bangunan yg terlihat masih dalam proses pembangunan , dia sesorang tadi.. tangan kekarnya terampil dan tampak serasi menggenggam senapan laras panjang itu, matanya mengasah rupa dalam sebuah bidikan...
Negaranya menugaskan ia sebagai seorang mata-mata, namun karena berbagai situasi, dia juga di tugaskan sebagai "Silent Kill person", yg tugasnya memprioritaskan target negara yg harus dimusnahkan atau di bunuh.. sandi : Elang, begitu pusat taktis mata-mata negaranya memanggilnya, dan saat ini ia di tugaskan melakukan pengamatan sampai pembunuhan di sebuah negara tetangga, Thailand.
Seseorang paruh baya bertuxedo keluar dari sedan hitam yg di jaga ketat aparat kepolisian, para aparat terlihat sibuk mengamati sekitar perpustakaan itu, sejenak memperhatikan tampak beberapa sniper di tempatkan di beberapa gedung sekitar, Namun secara geometris posisi Elang tak terpantau aparat karena situasi pinggiran kota yg padat, belum lg massa pro sang pejabat yg menjadi target negaranya karena di anggap memprovokasi masyarakat global untuk melawan pemerintah dalam setiap kampanyenya, dan disebut-sebut sebagai pemasok izin senjata gelap ke sejumlah daerah konflik di negara Elang.
Sang pejabat menebar senyum sambil melambaikan tangan ke para pendukung setianya yg hadir di alun-alun, terpancar rasa bangga di raut wajahnya, sementara itu..
Arah angin sudah di tebak..
sebuah titik bidik telah terletak..
sebutir peluru telah mengisi ruang tata sang mesin pemncabut nyawa..
"DASSHHH...!!!"
Sebuah timah panas meluncur dari sebuah senapan dan mendarat tepat di dada sang pejabat itu, merobek kulitnya, meremukkan tulangnya, dan mencercah jantungnya, sang pejabat...roboh bersimbah darah, "whoaaa!!!" teriakan kerumunan panik melihat apa yg baru terjadi, polisi sibuk mengamankan jasad dan keluarga pejabat yg ada disana, sisanya mengamati gedung-gedung sekitar, di lain sisi Elang tengah berjalan santai di sebuah jalan, namun kali ini iy terlihat berbeda, ia hanya mengenakan kaos hitam dan jeans biru serta kaca mata hitam di matanya, ransel dan peralatan lainnya di tinggalkan begitu saja, karena eman begitu prosedur baginya sebagai Sniper yg tengah beroperasi di negara lain.
Elang terus berjalan santai, sampai di suatu persimpangan yg tak begitu ramai, 2 orang polisi menghentikannya,
"sorry sir, can you show your id?" kata salah satu polisi tersebut, tanpa berbicara dan menundukkan kepalanya Elang menunjukan sebuh kartu identitas, ke 2 polisi tersebut terlihat berbincang setengah berbisik, tampak salah satu polisi itu memegang sarung pistol yg di pinggangnya, melihat gelagat itu, Elang segera melompat melayangkan kaki kirinya tepat di wajah salah satu polisi itu, kemudian berputar sambil tangannya meraih pistol di pinggang polisi itu dan mengarahakan ke polisi satunya lagi, "Tashh...Tash!!!"
Elang menghabisi ke 2 polisi tersebut dan segera berlari menuju sebuah mobil yg memang telah ia persiapkan sebelumnya, dan segera melaju pergi di tengah2 kepanikan orang-orang yg melihat 2 polisi itu tewas di tangannya.
Meliuk-liuk di jalan kota kecil itu, Elang berusaha keluar dari jangkauan polisi setempat yg mencarinya, tak lama ia sampai di sebuah sungai, ia berhenti, membakar sebatang rokok dari sakunya, kemudian mendorong mobilnya di tenggelamkan di sungai itu, lagi-lagi prosedur terapannya untuk keamanan dirinya, ia lanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri hutan kecil dekat sungai itu, "apa kau yg membuat negara ini heboh?" seseorang bermantel hitam tiba-tiba muncul dari balik pohon di depannya, "bukan aku, aku hanya merampok sebuah toko kecil di ujung jalan" jawab Elang sambil tetap berjalan, "oh, begitu ya?" sahut seseorang tadi, "apa urusanmu selalu mengawasiku?" tanya Elang berhenti tepat di hadapannya, "tentu saja kau juga urusanku, kita bertugas di negara yg sama, sebagian besar target negaramu adalah target negaraku juga.."
"benar! tp negaramu terlalu munafik untuk kerja sama!" kata Elang memotong kata-kata dari seseorang yg diketahui adalah seorang agen mata-mata Korea yg ia kenal semenjak ia di tugaskan disini 2 tahun yg0 lalu, anehnya agen Korea ini slalu muncul disetiap Elang slesai menjalankan misi, "hei..tenanglah, akankah lebih baik kau dan aku bekerja bersama? dan..."
belum selesai agen itu berbicara Elang sudah menodongkan sebuah kecil ke kepala agen korea tersebut, dan secara mengejutkan agen kore tersebut juga melakukan hal yg sama, "org ini berbahaya..." pikir Elang, "eh..eh,, emosimu slalu meledak-ledak kawan...tenanglah..ingat tawaranku, kita segera bertemu lagi" kata agen itu sambil menurunkan pistolnya dan berjalan mundur dan menjauh pergi masuk ke hutan kecil di pinggir kota itu, "hmmm...orang ini"
(bersambung ke part 2 besok xP)
profile-picture
Nanggala012 memberi reputasi
1
Tampilkan isi Thread
icon-close-thread
Thread sudah digembok
Halaman 46 dari 76
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
12-04-2014 12:08
Hadeuh.... Kayaknya pulang dari Bali ada yang ketinggalan dsana. Jangan2 filenya hening ketinggalan and ilang di bali... emoticon-Ngakak
0 0
0
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
13-04-2014 11:45
mungkinkah kisah ini telah usai demikian juga dengan rasa penasaran ane.
0 0
0
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
13-04-2014 20:48
apakah berakhir sampai disini saja?emoticon-Bingung (S)
0 0
0
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
13-04-2014 20:54
emoticon-Blue Guy Cendol (L)Quote:Original Posted By enda72
Seluruh Tv, koran, majalah di negara ini memberitakan peristiwa penembakan 3hari yg lalu, bahkan beberapa berita internasional turut memberitakannya, beberapa negara lain menganggap itu adlh serangan terorisme, tidak ada yg tau kebenaran sesungguhnya.
Jauh dari hiruk pikuk kota, sandi: Elang terlihat duduk bersandar di depan bunker miliknya, sebotol alkohol ada di genggamannya...

"Drededed..dededreded.." suara tembakan senjata mesin bergema, "Apa yg kalian lakukan?!?! terus maju! tundukan kepala kalian banci-banci keparat!!!" seseorang berseragam hijau berteriak penuh umpatan, tampak tak jauh di hadapannya terdapat deretan kayu bergaris kawat duri yg berbilik-bilik, di setiap bilik terlihat sederetan prajurit merayap di tengah-tengah siraman peluru tajam di atas kepala mereka, "Dedededredededed..!" tembakan terus dilakukan, "aku tidak bisa...sskkhh" tiba-tiba seorang prajurit berhenti dan menghentikan barisan di belakangnya yg juga sedang merayap, "jangan berhenti! ayo maju, kau bisa melakukannya!" kata seorang yg berada di sampingnya, "aku bosan dengan ini..sshhkk..ini tak ada gunanya!, aku akan keluar!" jawab seorang prajurit td, "iya, tp jangan sekarang, kau harus menyelesaikan ini dulu, ayo maju" kata prajurit di sebelahnya lagi, "Drededededed..! tembakan terus bergema, "tidak!!! aku benci dengan ini..aku keluar!" ia berteriak dan bergegas bangkit berdiri, "Tsshkkk! Tsshkkkk!" beberapa peluru merobohkannya, tubuhnya terpental terlilit kawat berduri, ia tewas. "berhenti menembak!!" seseorang di pinggir memerintahkan tim penembak, ia melangkah maju dengan tergesa-gesa, membuang cerutunya sambil membuka topinya, "apa kalian tak mendengarku?!? jika kalian mendengarkanku kalian akan jadi prajurit hebat dan kalian takkan mati!!!" bentak seorang itu terhadap prajurit yg terdiam melihat rekannya tewas di depan matanya, "Dasar kalian Banci-Banci penghisap kelamin!!! lihat dia! dia mati!!! mati karena tak mendengarkankan aku!" tambahnya lagi, semua terdiam, seakan merasakan beratnya tekanan dalam pelatihan ini...
"Huh..huh" Elang tersentak, yah, kejadian td adalah sedikit kenangan masa pelatihannya di kemiliteran dulu, ia kembali menenggak alkoholnya.
"tiiitt..tiit" telepon satelit di bunkernya menyala, seseorang menghbunginya, ia bangkit berjalan pelan masuk, di raihnya sebuah telepon model militer yg besar dengan antena panjang itu, "kemungkinan saluran kita bisa di lacak, jadi aku hanya ingin memberi tahumu, ada seorang agen korea, inggris, amerika, juga uni soviet berada disana, mereka berbahaya, usahakan untuk tidak terlalu mencolok, misimu selanjutnya datang 2x24 jam setelah ini, sangkar keluar!" "tutt..", seorang pimpinan memngarahkannya singkat, Elang ingin mengabarkan bahwa ia sudah bertemu dengan agen korea, tp ia mengurungkannya.
Dua hari kemudian. . .

"Teett", mesin fax di sudut bunkernya berbunyi, "sreett" mengeluarkan salinan dari pusat yg berisi misi selanjutnya yg dituliskan berupa kode-kode angka, "mengawasi, mengamati juga mengkonfirmasi agen-agen negara lain yg di anggap berbahaya?" Elang bergumam, misinya kali ini sangat mengejutkan, sebelumnya ia diminta untuk menjaga jarak, membingungkan memang, namun ia harus tetap mematuhi perintah, apapun itu.
"krankk! teng..teng.." tiba-tiba suatu benda memecahkan kaca bunkernya dan menggelinding tak jauh darinya, "..!?!?" Elang terkejut, "basssttt!!!", sebuah granat asap meletup di bunkernya, "aku sudah terlacak?!?" pikir Elang sambil meraih pistol di mejanya, mundur mengemas peralatannya, kemudian ia berlari meraih granat asap itu dan melemparnya keluar, dan segera bersandar di dekat pintu masuk bunkernya, tampak bayang-bayang pasukan khusus kepolisian setempat sudah mendekatinya, ia menagintip keluar, "Tang..tang..tang!" tembakan sudah mengarah kepadanya, "terlalu banyak.." pikirnya melihat sejumlah polisi bersenjata lengkap di depan bunkernya seraya mendekat, ia menunggu...
"FREEZE!" tampak sesorang polisi muncul di pintu masuk bunkernyaz, "TASH..TASH!" Elang menembaknya dari jarak sedekat itu, sesaat kemudian Elang melompat memutar meraih senjata polisi yg tersungkur itu, berguling sebentar.. "Treteteteeteet.." ia menembaki polisi lain yg berbaris di belakang polisi yg roboh tadi, para polisi itu terkejut dan roboh satu persatu, Elang mengambil beberapa granat dari ranselnya, ia lemparkan ke depan bunkernya, "BAAMMMPp!!!" granat itu meledak, mengagetkan sejumlah polisi di luar, kesempatan itu digunakannya berlari keluar, berguling, bangkit dan berlari lagi di tengah kepulan asap itu ia melempar granat lagi ke arah pasukan polisi yg mengepungnya dan ke bunkernya, sontak para polisi yg berbaris di balik mobil-mobil berhamburan, "BAMMMppp!!!...BAMMMPP!!" deretan mobil polisi itu meledak, juga bunkernya, ia terus berlari memasuki hutan kecil, "Deg..deg..deg..deg" tampak sebuah helikopter polisi bersenjata menyambutnya di luar, "Tretetetetet..tetetetet!", Elang di hujani tembakan senjata mesin dari helikopter tersebut, ia terus berlari zig zag menghindari pepohonan, butiran peluru mengiringi di kanan kiri langkah kakinya, "tretetetetettt..tetetet!" helikopter itu terus mengikutinya dan menembakinya, "sial, bagaimana bisa secepat itu polisi mengetahui keberadaanku?!?" pikirnya, ia mencurigai agen korea itu yg menginformasikan keberadaannya ke polisi.
Elang masih berlari menghindari tembakan Helikopter kepolisian negara tersebut, "csskkk..csskk!" percikan proyektil menghantam pepohonan, "hah?!?" Elang terkejut dan terjatuh tak menyadari turunan bukit kecil di hadapannya, ia terperosot berguling-guling menggelinding, "ehkk!" rintihnya sesekali tubuhnya sedikit menghantam pohon dan menggelinding lg...
"ufhhttt!"
ia tergeletak di sebuah jalan beraspal ujung dari bukit kecil tadi, kepalanya sedikit mengeluarkan darah, ia berusaha bangkit, namun terjatuh lagi, "sialan!!, shkk...kalau begini aku bisa tertangkap.." pikirnya,
"bhummmmprr.."
tampak sebuah jeep hitam tiba-tiba berhenti di dekatnya, pintu terbuka beberapa orang menariknya ke dalam mobil itu, "hei! apa ini?!?" Elang kaget, pintu segera tertutup kembali, "jalan!!" kata salah satu orang yg membawanya itu, "siapa mereka!?" pikir Elang, melihat mereka tidak berseragam polisi yg mengejarnya td, "sialll..."
(bersambung)


0 0
0
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
14-04-2014 12:57
wah nemu cerita ini dibela"in ndak tidur semalaman....
mana ooom lanjutanya....
0 0
0
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
15-04-2014 15:44

★HENING★ part 66 " Teman.. "

"Whuuussss... Tang!"
Sebuah peluru menembus helm rekan disebelahnya, segera saja darah menetes tak karuan.
"Sialan..!!!", seru seseorang tersebut merasa ia dikalahkan oleh musuh yang berhasil mengelabuinya dan membunuh rekannya.
Segera ia berlari berpindah posisi sembari kembali berusaha mencari posisi musuh dari balik teropong senapannya.
Dan masih saja belum terlihat, hanya gumpalan asap bekas ledakan yang sebelumnya telah mengecoh dirinya sehingga rekannya meregang nyawa.

"Shhhh..! aku tak akan pernah mengetahui posisinya jika tak ada pengecoh.., pengecoh sungguhan!", ucapnya.

Beberapa menit kemudian. . .

Dengan meneteskan air mata ia kembali membidik dari balik teropongnya untuk mencari posisi musuh yang sangat sulit ditemukan diantara jendela-jendela bangunan-bangunan tua jauh di seberang sana.
"Maafkan aku teman.. Maafkan aku.. Aku sungguh minta maaf..", ucap seseorang tersebut sembari menangis.
Sejenak kemudian seseorang tampak bangkit berada tak jauh dari dirinya, namun sesaat kemudian sebuah peluru kembali menghantam seseorang tersebut.
"CRASShh!"
Namun sesaat kemudian ia berhasil menembak tepat musuh jauh disana berkat sosok yang kembali bangkit di dekatnya dan menerima tembakan telak dari musuh.

Setelah itu tampak ia berlari mendekati sosok tersebut dan buru-buru mengeluarkan sangkurnya dan segera memotong sebuah tali yang terkait dengan sosok tersebut.

"Maaf.. Sungguh maafkan aku. . ", ucapnya menangis perih.
Betapa tidak, sosok tersebut adalah tubuh rekannya yang sebelumnya telah mati akibat tembakan dikepala, namun dengan terpaksa ia menggunakan jasad rekannya tersebut untuk pengecoh musuh yang ia ikatkan dengan tali pada sebuah kayu dan paku dinding sehingga akan bangkit saat ia menarik tali yang berada digenggamannya, sehingga musuh akan mengira itu adalah prajurit yang tersisa.

Dengan berurai air mata ia meraih tubuh rekannya yang berlumuran darah itu dan menggendongnya, ia berniat membawanya kembali ke markas.
namun..
"Whhuuummmmppppp"
Sebuah pesawat melewati daerah itu sembari menjatuhkan bom bom berukuran besar.
"DUAAMMMPPpp!!!"

" ! "
Sontak ledakan itu membuat Elang terbangkit dari tidurnya.
"Hmm? Mimpi buruk kah?", tanya seorang perawat yang sedang merapikan kain jendela kamarnya.
"Humppm.?? Ah tidak.. Bukan.., bukan apa-apa..", sahut Elang.

"Sebaiknya tenangkan pikiranmu.., saya akan melihat temanmu sebentar, setelah itu saya akan memberikanmu suntikan obat, tunggulah.. Saya hanya ingin melihat infusnya..", sahut perawat itu lagi sembari hendak membuka pintu.

"Iya.., tak apa..", ucap Elang, pikirannya masih belum tenang akibat bayangan masa lalu yang singgah dalam tidurnya.
"Maaf.. Aku tak akan menyiakan temanku lagi.., Jim adalah yang terakhir yang berkorban untukku.. Aku berjanji..", gumam Elang sembari kembali berbaring.

Diluar..
Kesibukan sudah mulai tak terlihat lagi, para prajurit-prajurit pengawal juga sudah mulai meninggalkan halaman depan Rumah sakit militer tersebut, hanya tinggal beberapa prajurit di pos depan serta sejumlah petugas rumah sakit yang masih berlalu lalang, sore itu sepertinya langit akan segera menurunkan air hujan dari balik gumpalan awan yang telah menghitam.

Sementara itu Heru dengan seragam PDH berpangkat Lettu yang ia kenakan tampak leluasa melangkah masuk menyusuri lorong demi lorong di dalam rumah sakit tersebut, langkahnya sejenak terhenti ketika ia telah berada di lorong dimana tempat kamar-kamar pasien kelas utama yang berada di lantai dua.

"..hmm, terlalu beresiko jika aku bertanya dimana ruangan mereka, tapi.. Sepertinya ini terlalu sepi, mungkin hanya mereka saja yang dirawat dikelas utama disini..", gumam Heru sembari merapikan seragamnya.
Sejenak ia memperhatikan sekitar dan kembali melangkah pelan sembari merogoh sesuatu dari balik kemeja hijaunya.

"..ini bagus..!", seru Heru dalam hati menyadari hanya ada beberapa kamar disepanjang lorong tersebut yang menghidupkan lampu, yang berarti hanya dibeberapa ruangan tersebut yang berisikan seseorang dirawat.

"..1 .. 2.. 3.. 4, mereka 3 diantaranya.., hmm baiklah..", gumam Heru mulai melangkah ke arah kamar pertama.

" ! "
"Emm.., maaf sus.. Yang dirawat didalam siapa ya..?", tanya Heru segera meskipun ia sedikit terkejut tiba-tiba saja seorang perawat muncul keluar dari kamar yang ia tuju.

"Maaf pak.., bukankah seharusnya bapak bertanya terlebih dahulu kepada petugas dibawah..?", sahut perawat tersebut.

"Ya.. Tadinya saya berniat seperti itu, tapi petugas dibawah sedang tidak ada sus..", jawab Heru berbohong.

"..kalau bapak belum mengisi data pembesuk berarti bapak tak di izinkan kesini bapak.., maaf bapak disini kelas utama, sebaiknya bapak kembali kebawah dan melapor kepada petugas dibawah..", jelas perawat tersebut, dari bentuk dan postur fisiknya sepertinya ia perawat dari unit medis TNI.

"Oh begitu ya..? Kamu dari satuan mana? Dan siapa komandanmu..? Kamu saya anggap membangkang dari seorang Letnan seperti saya", tanya Heru berusaha menggunakan atribut penyamarannya.

"Siap pak.., saya Sersan Dina dari unit medis.. Tapi meskipun bapak melaporkan saya.. Bapak tetap harus melapor ke petugas dibawah..", jawab perawat tersebut tetap menjunjung aturan yang berlaku.

"Begitukah? Meskipun kau akan ke mahkamah militer?", tanya Heru lagi.

"Siap pak.., memang seperti itu peraturannya, saya minta bapak untuk segera kembali kebawah atau saya akan memanggil unit keamanan dibawah..", jawab perawat itu lagi.

"Oh ya baik.., maaf.. Aku hanya ingin mengujimu, kerjamu bagus, tapi..", ucap Heru sembari mendekap mencekik leher perawat tersebut tangan kirinya dan segera berputar dan mendekap perawat tersebut dari belakang.

" !!! "
Tak lama kemudian sebuah pistol berperedam ditangan kanannya menempel dikening perawat tersebut.

" Saya rasa kamu jangan bersuara lagi atau rekan-rekanmu akan lembur untuk membersihkan otakmu yang tercecer dilantai..!", ucap Heru sembari menyeret perawat tersebut masuk ke kamar dimana ia keluar tadi.
" ! "

"..aduh sus..! Aku hendak tidur, aku rasa cukup suntikannya..", ucap seseorang yang terbaring dikamar mendengar pintu kamarnya berdecit.

"Hmm.. Dia salah satunya..!", ucap Heru dalam hati melihat sosok Mahda terbaring membelakanginya di tempat tidur.

"Terima kasih sersan..!",
" ! "
"CRKkkk!!!"
Ucap Heru sembari menembak kepala Perawat tersebut.
Darah beserta gumpalan cairan kekuningan berhamburan didinding dibarengi robohnya perawat tersebut.

" ! "
Mahda menyadari sedikit kegaduhan segera berbalik.
" Hah?!? Apa yang anda lakukan?? Tidak.., siapa kau..?!?!", tanya Mahda sesaat setelah ia melihat seorang perawat terbaring dengan kepala yang berlubang.

"Hmm.. Aku rasa aku tak ingin banyak bicara.." Ucap Heru sembari langsung mengarahkan pistolnya ke arah Mahda yang tengah berbaring.

" ! "
"Tass tass!"
Mahda melompat ke bawah sesaat sebelum Heru melepaskan tembakan, ia tak memperdulikan tangannya yang berdarah akibat jarum infus yang terlepas secara paksa akibat tertarik saat ia melompat.

"Hmm?", gumam Heru sembari berjalan mendekat dengan terus mengerahkan pistolnya.

" !!! "
" Hiaaaa..!"
" !?!?"
Mendadak Mahda muncul sembari melempar sebuah piring alumunium ke arah Heru.
"Tang!"
Piring itu menghantam dan menjatuhkan pistol itu dari genggaman Heru.
Sesaat kemudian Mahda melompat ke arah Heru hingga Heru terjatuh kelantai.
Namun dengan satu pukulan ke arah rusuk sudah mampu melemahkan cengkraman Mahda yang berniat mencekik Heru.
"Sepertinya kau sedang sakit ya?", tanya Heru meledek sembari bangkit hendak mengambil pistolnya kembali yang tergeletak dilantai.
" Sial..!", gumam Mahda merasakan sakit diseluruh tubuhnya dari luka-luka yang baru saja ia dapat pada pertempuran sebelumnya di papua bersama Elang dan Adam.
Namun ia berusaha tak memperdulikan rasa sakit ditubuhnya dan kembali meraih leher Heru dari belakang.
" ?!?, kau ini..!", geram Heru sembari menahan memegang tangan Mahda yang mencekiknya lalu dengan sekuat tenaga ia tarik Mahda kedepan dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.
" Hiaa..!"
Sejenak kemudian Mahda segera terjungkal kedepan dan terbanting dilantai keramik ruangan dimana ia dirawat
"Buk!"

"Ekhh..!", eram Mahda kesakitan.

"Sudahlah, aku akan mengakhiri penderitaanmu..", ucap Heru yang telah mendapatkan pistolnya kembali.

"Ekhhh.. Siapa kau??", tanya Mahda dengan seluruh luka-lukanya yang kembali mengeluarkan darah akibat terlalu banyak bergerak.

"Sudah kukatakan.., aku tak akan banyak bicara.., siapkan saja doa terakhirmu..", sahut Heru yang bersiap menarik pelatuk.

" ! "
(Bersambung)
0 0
0
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
15-04-2014 15:45
Alhamdulillaah, akhirnya diupdate juga... makasih gan Enda
0 0
0
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
15-04-2014 16:04
bikin kopi dipojokan emoticon-Matabelo
0 0
0
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
15-04-2014 20:47
Lah.... dikit doang gan update nya?
jujur sampe lupa alur ceritanya....
0 0
0
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
15-04-2014 20:56
Lagi lagi lagi...
Kami masih haus..
Lagi om ts..
Lagiii
0 0
0
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
15-04-2014 21:40

★HENING★ part 67 " Kegilaan... "

Heru tersenyum penuh kemenangan sesaat ia akan menarik pelatuk pistolnya, sementara itu Mahda hanya terdiam tak mampu berbuat banyak menyaksikan seseorang bersiap menghabisinya.

"Mungkin hanya sampai disini. . ., kuharap semua perjuanganku berarti untuk negeri ini. . .", gumam Mahda dalam hati sembari menutup matanya.

" Disinilah aku kembali. . . "

" ! "
"Brakk!"
" !!! "
Elang muncul secara tiba-tiba dengan menendang pintu dan langsung meraih tangan Heru yang menggenggam pistol.
"Tassh!"
Tembakan Heru menghantam dinding hanya beberapa inci dari kepala Mahda.
" Apa!?!?", gumam Heru yang terkejut dan kehilangan keseimbangan hingga ia ikut terjatuh bersama Elang yang menerjang ke arahnya.

" Bukk.."
Mereka berdua terguling dilantai sehingga Heru menjatuhkan kembali pistolnya.
Sesaat kemudian segera saja Elang melayangkan siku kanannya ke wajah Heru.

"Bukk!"
"Mahda..! Kau tak apa..?!?", seru Elang, namun Mahda hanya tercengang sembari menahan sakit.
"Syukurlah..", gumam Elang setelah memperhatikan sosok temannya masih bernafas.
"bukk!"
"Aarggh!" Teriak Elang ketika Heru melayangkan tinjunya ke arah rusuk kanannya.
"..sebaiknya kau tunggu giliranmu untuk kuhabisi..!", seru Heru sembari kembali melayangkan tinjunya.
Namun Elang berguling menghindar.

"Ekhh..!, sial..", gumam Elang meraba tubuhnya masih dipenuhi dengan rasa sakit mengingat ia baru saja mendapatkan perawatan akibat luka-luka ditubuhnya.

"..heheh.. Bukankah kita saling mengenal..?", ucap Heru sembari beranjak bangkit.

"..aku ingat siapa kau bocah sialan..!", sahut Elang.
"Hei tenanglah.., aku tak yakin kau mampu berkelahi dengan kondisi seperti itu..", ucap Heru tersenyum sinis.
Elang hanya diam sembari bangkit.

" Hmm.. Setidaknya aku tak repot-repot mencarimu..!", seru Heru langsung melayangkan tendangan kaki kanannya ke arah kepala Elang.
" ! "
Namun dengan sigap Elang menunduk menghindarinya.
"Heheh..", Heru tersenyum sembari menyambungnya dengan tendangan putar kaki kirinya.
" ! "
"Bupp!"
Elang menangkis dengan tangan kirinya, namun terjatuh karena tendangan Heru terlalu keras untuk keadaan fisiknya yang sedang lemah.
"Shkkk...! ", erang Elang sembari langsung beranjak bangkit.

"Bukk!"
Namun Heru tela bergegas mendekatinya sembari melayangkan tinjunya.
"Bukk..bukk!"
Heru kembali melayangkan tinjunya secara beruntun tak menyia-nyiakan kesempatan saat Elang kehilangan keseimbangan akibat pukulan pertamanya.
"Ekhh!",
" ! "
Elang mencengkram kepalan tinju Heru, namun dengan sigap Heru bergerak menyamping dan berputar kebelakang Elang sehingga kina leher Elang ada dalam cengkraman kedua tangannya.
"Ekkhhh!!!", elang tak bisa banyak bergerak ketika Heru menguatkan cengkramannya dilehernya.
Kedua tangan Elang berusaha menahan kedua tangan Heru, namun tak begitu berpengaruh banyak.

"Heheh.. Sepertinya kali ini segala keahlian tempurmu tak begitu hebat seperti yang banyak dibicarakan diluar sana..", ucap Heru.
"Sialan kau..! Ekhhh..!", sahut Elang, tampak menahan sakit, wajahnya juga tampak memerah dengan mulutnya yang mengeluarkan darah.

"Elang...!", seru Mahda, ia hendak bangkit membantu, namun ia tak mampu menggerakkan tubuhnya.

"..kenapa kau melakukan ini..! Ekkhh..!", tanya Elang.
"Hei, sudahlah.. Biarkan aku melakukannya dengan cepat, sehingga kau juga bisa lebih cepat bertemu dengan teman boybandmu..", sahut Heru mempererat cengkramannya dileher Elang.

". . . "
Sejenak Elang teringat akan sosok sahabatnya Jim ho..
Elang teringat detik-detik Jim ho meregang nyawanya..

"..aku akan selalu menjagamu..",
Elang teringat kata-kata yang diucapkan Jim ho.

" ! "

"..apa yang kau katakan tadi. . ?", tanya Elang sembari melepaskan tangannya yang sedari tadi berusaha meraih lengan Heru yang mencengkramnya.

"Oh.. Akhirnya Kau menyerah ya?!? Baguslah..! Dengarkan! Sampaikan salamku pada teman korea mu itu..!", Seru Heru.

" Sungguh kau. . .", gumam Elang.
...
..
.
" ! "
"Arggghhh..!!!"
Elang tak memperdulikan rasa sakit yang menjalari seluruh tubuhnya dan langsung melompat mendorong tubuhnya ke arah belakang.
" Shh!",
Heru terhenyak ketika tubuhnya menghantam dinding.
Kemudian dengan penuh amarah Elang menghantamkan kepalanya ke wajah Heru yang berada dibelakangnya.
" ! "
Tak berhenti disitu, Elang mencengkram dengan sangat kuat salah satu lengan Heru yang mencengkramnya.

" Aaaarhhh!", eram Heru kesakitan.
" AaaArrggghhhh!!!", teriak Elang sembari mengerahkan seluruh tenaganya hingga kuku-kukunya merobek kulit lengan Heru.

"Aaarrrrhhh!!!", Heru semakin menjerit kesakitan dan melonggarkan cengkramannya.
Namun Elang tak berhenti, ia malah semakin kuat mencengkram hingga tak pelak seluruh ujung kukunya tertancap dilengan kiri Heru tersebut.
"Kau..!!!", seru Elang sembari melompat kedepan secara tiba-tiba.
"Crkkksshhh!!!"
Membuat lengan Heru terobek lebar..
"Aaaarrrhhhh..!", Heru mengerang kesakitan hingga tertunduk dilantai, darah mengalir deras dari tangannya.

"Kau.. Ingin tau untuk apa aku dilatih..?!?!", ucap Elang yang bangkit dan berbalik mendekati Heru, tampak ujung-ujung jari kedua tangannya meneteskan darah, bahkan tampak sebagian kulit dan sedikit daging tangan Heru yang tercabik, tak heran mengapa Heru mengerang kesakitan tak karuan.

"Akan aku tunjukan kepadamu bagaimana caraku menghabisi orang yang membunuh teman-temanku..!!!", ucap Elang sembari memegang kepala Heru yang masih merintih kesakitan bersimbah darah.

"Arrgghhh..!",
"Bukkk!!!"
Elang menghantamkan kepala Heru dan membenamkannya kelantai, tak sampai disitu saja, sesaat kemudian Elang melompat kecil dan mendaratkan lututnya di bagian belakang kepala Heru yang wajahnya masih menempel dengan lantai ruangan berkeramik itu.
" Krkk..!"
Sejumlah keramik retak dibarengi darah yang mengalir.

"Shrrkkkhh...", Heru tak mampu berkat-kata lagi.

"Elang..! Elang ..! Sudah cukup..! Ia sudah. . . ", seru Mahda berusaha menghentikan kegilaan temannya tersebut, namun Elang tak menghiraukannya.
" . . . Jadi ini yang mereka sebut.. Kegilaan ketika kau terlalu banyak melihat orang terbunuh dan kepedihan. . . ? ? ?", gumam Mahda dalam hati mengingat kata-kata seorang teman lamanya tentang tekanan selalu menghantui para prajurit pasukan khusus yang sudah banyak memakan asam garam pertempuran.

"... Mungkin kau berfikir aku ini gila bukan..?", ucap Elang mengangkat wajah Heru yang penuh darah.
Heru tak mampu menjawab, tampak ia berusaha mengatakan sesuatu namun tak mampu.
"..kau tau. . .", sambung Elang sembari menarik tunuh Heru dan kemudian ia berjongkok meletakkan lututnya tepat dibelakang leher Heru.

". . Jika kau berfikir aku gila. .", ucap elang merapatkan genggamannya ke kening Heru.

"Kau benar..!!!", teriak Elang sembari menarik kepala heru sekuat tenaganya.
Kali ini terdengar jelas erangan kesakitan Heru memenuhi ruangan.
" ! "
"Krkkhh!"

Leher Heru patah dengan sangat mengerikan, kepalanya terjuntai kebelakang...

". . . "
Elang merangkak pelan ke arah Mahda.

"Kau baik-baik saja. . . ?", tanya Elang terbata.

" i..iya.. Aku..ba..baik..saja..", jawab Mahda bergetar.

"Syukurlah...", ucap Elang yang kemudian roboh kehilangan kesadaran.

Tak lama kemudian muncul petugas keamanan berupa provost dan beberapa dokter muncul..
(Bersambung)
0 0
0
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
15-04-2014 23:26
Terimakasih dj atas update nya... klo bisa tambah lg donk... dah lama nunggu nih...
0 0
0
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
16-04-2014 00:00
akhirnya update juga......emoticon-Selamat
sumpah manteb banget gan dilanjut....
nunggu updatetan (sambil makan mendoan ma teh poci)emoticon-I Love Kaskus (S) Quote:Original Posted By enda72
Heru tersenyum penuh kemenangan sesaat ia akan menarik pelatuk pistolnya, sementara itu Mahda hanya terdiam tak mampu berbuat banyak menyaksikan seseorang bersiap menghabisinya.

"Mungkin hanya sampai disini. . ., kuharap semua perjuanganku berarti untuk negeri ini. . .", gumam Mahda dalam hati sembari menutup matanya.

" Disinilah aku kembali. . . "

" ! "
"Brakk!"
" !!! "
Elang muncul secara tiba-tiba dengan menendang pintu dan langsung meraih tangan Heru yang menggenggam pistol.
"Tassh!"
Tembakan Heru menghantam dinding hanya beberapa inci dari kepala Mahda.
" Apa!?!?", gumam Heru yang terkejut dan kehilangan keseimbangan hingga ia ikut terjatuh bersama Elang yang menerjang ke arahnya.

" Bukk.."
Mereka berdua terguling dilantai sehingga Heru menjatuhkan kembali pistolnya.
Sesaat kemudian segera saja Elang melayangkan siku kanannya ke wajah Heru.

"Bukk!"
"Mahda..! Kau tak apa..?!?", seru Elang, namun Mahda hanya tercengang sembari menahan sakit.
"Syukurlah..", gumam Elang setelah memperhatikan sosok temannya masih bernafas.
"bukk!"
"Aarggh!" Teriak Elang ketika Heru melayangkan tinjunya ke arah rusuk kanannya.
"..sebaiknya kau tunggu giliranmu untuk kuhabisi..!", seru Heru sembari kembali melayangkan tinjunya.
Namun Elang berguling menghindar.

"Ekhh..!, sial..", gumam Elang meraba tubuhnya masih dipenuhi dengan rasa sakit mengingat ia baru saja mendapatkan perawatan akibat luka-luka ditubuhnya.

"..heheh.. Bukankah kita saling mengenal..?", ucap Heru sembari beranjak bangkit.

"..aku ingat siapa kau bocah sialan..!", sahut Elang.
"Hei tenanglah.., aku tak yakin kau mampu berkelahi dengan kondisi seperti itu..", ucap Heru tersenyum sinis.
Elang hanya diam sembari bangkit.

" Hmm.. Setidaknya aku tak repot-repot mencarimu..!", seru Heru langsung melayangkan tendangan kaki kanannya ke arah kepala Elang.
" ! "
Namun dengan sigap Elang menunduk menghindarinya.
"Heheh..", Heru tersenyum sembari menyambungnya dengan tendangan putar kaki kirinya.
" ! "
"Bupp!"
Elang menangkis dengan tangan kirinya, namun terjatuh karena tendangan Heru terlalu keras untuk keadaan fisiknya yang sedang lemah.
"Shkkk...! ", erang Elang sembari langsung beranjak bangkit.

"Bukk!"
Namun Heru tela bergegas mendekatinya sembari melayangkan tinjunya.
"Bukk..bukk!"
Heru kembali melayangkan tinjunya secara beruntun tak menyia-nyiakan kesempatan saat Elang kehilangan keseimbangan akibat pukulan pertamanya.
"Ekhh!",
" ! "
Elang mencengkram kepalan tinju Heru, namun dengan sigap Heru bergerak menyamping dan berputar kebelakang Elang sehingga kina leher Elang ada dalam cengkraman kedua tangannya.
"Ekkhhh!!!", elang tak bisa banyak bergerak ketika Heru menguatkan cengkramannya dilehernya.
Kedua tangan Elang berusaha menahan kedua tangan Heru, namun tak begitu berpengaruh banyak.

"Heheh.. Sepertinya kali ini segala keahlian tempurmu tak begitu hebat seperti yang banyak dibicarakan diluar sana..", ucap Heru.
"Sialan kau..! Ekhhh..!", sahut Elang, tampak menahan sakit, wajahnya juga tampak memerah dengan mulutnya yang mengeluarkan darah.

"Elang...!", seru Mahda, ia hendak bangkit membantu, namun ia tak mampu menggerakkan tubuhnya.

"..kenapa kau melakukan ini..! Ekkhh..!", tanya Elang.
"Hei, sudahlah.. Biarkan aku melakukannya dengan cepat, sehingga kau juga bisa lebih cepat bertemu dengan teman boybandmu..", sahut Heru mempererat cengkramannya dileher Elang.

". . . "
Sejenak Elang teringat akan sosok sahabatnya Jim ho..
Elang teringat detik-detik Jim ho meregang nyawanya..

"..aku akan selalu menjagamu..",
Elang teringat kata-kata yang diucapkan Jim ho.

" ! "

"..apa yang kau katakan tadi. . ?", tanya Elang sembari melepaskan tangannya yang sedari tadi berusaha meraih lengan Heru yang mencengkramnya.

"Oh.. Akhirnya Kau menyerah ya?!? Baguslah..! Dengarkan! Sampaikan salamku pada teman korea mu itu..!", Seru Heru.

" Sungguh kau. . .", gumam Elang.
...
..
.
" ! "
"Arggghhh..!!!"
Elang tak memperdulikan rasa sakit yang menjalari seluruh tubuhnya dan langsung melompat mendorong tubuhnya ke arah belakang.
" Shh!",
Heru terhenyak ketika tubuhnya menghantam dinding.
Kemudian dengan penuh amarah Elang menghantamkan kepalanya ke wajah Heru yang berada dibelakangnya.
" ! "
Tak berhenti disitu, Elang mencengkram dengan sangat kuat salah satu lengan Heru yang mencengkramnya.

" Aaaarhhh!", eram Heru kesakitan.
" AaaArrggghhhh!!!", teriak Elang sembari mengerahkan seluruh tenaganya hingga kuku-kukunya merobek kulit lengan Heru.

"Aaarrrrhhh!!!", Heru semakin menjerit kesakitan dan melonggarkan cengkramannya.
Namun Elang tak berhenti, ia malah semakin kuat mencengkram hingga tak pelak seluruh ujung kukunya tertancap dilengan kiri Heru tersebut.
"Kau..!!!", seru Elang sembari melompat kedepan secara tiba-tiba.
"Crkkksshhh!!!"
Membuat lengan Heru terobek lebar..
"Aaaarrrhhhh..!", Heru mengerang kesakitan hingga tertunduk dilantai, darah mengalir deras dari tangannya.

"Kau.. Ingin tau untuk apa aku dilatih..?!?!", ucap Elang yang bangkit dan berbalik mendekati Heru, tampak ujung-ujung jari kedua tangannya meneteskan darah, bahkan tampak sebagian kulit dan sedikit daging tangan Heru yang tercabik, tak heran mengapa Heru mengerang kesakitan tak karuan.

"Akan aku tunjukan kepadamu bagaimana caraku menghabisi orang yang membunuh teman-temanku..!!!", ucap Elang sembari memegang kepala Heru yang masih merintih kesakitan bersimbah darah.

"Arrgghhh..!",
"Bukkk!!!"
Elang menghantamkan kepala Heru dan membenamkannya kelantai, tak sampai disitu saja, sesaat kemudian Elang melompat kecil dan mendaratkan lututnya di bagian belakang kepala Heru yang wajahnya masih menempel dengan lantai ruangan berkeramik itu.
" Krkk..!"
Sejumlah keramik retak dibarengi darah yang mengalir.

"Shrrkkkhh...", Heru tak mampu berkat-kata lagi.

"Elang..! Elang ..! Sudah cukup..! Ia sudah. . . ", seru Mahda berusaha menghentikan kegilaan temannya tersebut, namun Elang tak menghiraukannya.
" . . . Jadi ini yang mereka sebut.. Kegilaan ketika kau terlalu banyak melihat orang terbunuh dan kepedihan. . . ? ? ?", gumam Mahda dalam hati mengingat kata-kata seorang teman lamanya tentang tekanan selalu menghantui para prajurit pasukan khusus yang sudah banyak memakan asam garam pertempuran.

"... Mungkin kau berfikir aku ini gila bukan..?", ucap Elang mengangkat wajah Heru yang penuh darah.
Heru tak mampu menjawab, tampak ia berusaha mengatakan sesuatu namun tak mampu.
"..kau tau. . .", sambung Elang sembari menarik tunuh Heru dan kemudian ia berjongkok meletakkan lututnya tepat dibelakang leher Heru.

". . Jika kau berfikir aku gila. .", ucap elang merapatkan genggamannya ke kening Heru.

"Kau benar..!!!", teriak Elang sembari menarik kepala heru sekuat tenaganya.
Kali ini terdengar jelas erangan kesakitan Heru memenuhi ruangan.
" ! "
"Krkkhh!"

Leher Heru patah dengan sangat mengerikan, kepalanya terjuntai kebelakang...

". . . "
Elang merangkak pelan ke arah Mahda.

"Kau baik-baik saja. . . ?", tanya Elang terbata.

" i..iya.. Aku..ba..baik..saja..", jawab Mahda bergetar.

"Syukurlah...", ucap Elang yang kemudian roboh kehilangan kesadaran.

Tak lama kemudian muncul petugas keamanan berupa provost dan beberapa dokter muncul..
(Bersambung)


emoticon-Selamatemoticon-Selamatemoticon-Selamat
0 0
0
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
16-04-2014 01:15
Quote:Original Posted By broncofighter
akhirnya update juga......emoticon-Selamat
sumpah manteb banget gan dilanjut....
nunggu updatetan (sambil makan mendoan ma teh poci)emoticon-I Love Kaskus (S)

emoticon-Selamatemoticon-Selamatemoticon-Selamat


Lah jan.... wengi2 mangan mendoan kayong enak temen njah um?? Bagi si ngapa?
0 0
0
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
16-04-2014 05:09
Semakin keren...ayo bayar utang krena kelamaan apdet nya, 2 part lagi emoticon-Ngakak
0 0
0
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
16-04-2014 06:59
hirnyaaaa update jugaaa emoticon-Big Grin , bacanya slow speed dah biar gak terlalu cepat mengakhiri penantian lama emoticon-Matabelo
0 0
0
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
16-04-2014 10:16
Quote:Original Posted By ongis.bloo
hirnyaaaa update jugaaa emoticon-Big Grin , bacanya slow speed dah biar gak terlalu cepat mengakhiri penantian lama emoticon-Matabelo


semoga penantian episode berikutnya tidak akan terlalu lama
0 0
0
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
16-04-2014 10:57
pak wapres terlibat ndak yah..,
makin seru ne keliatane...
0 0
0
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
16-04-2014 19:14
Akhirnya apdet jg
Keren bgt om dejeh
0 0
0
[CERITA SERIAL] ★HENINg★ part 1 "mata-mata pembunuh"
17-04-2014 03:20
makasih om enda update nya,tapi ane jadi grgetan om kenapa si heru begitu cepat mati tanpa di introgasi.jd gregetan bangeét emoticon-Coolcoolemoticon-Coolcoolemoticon-Cool
0 0
0
Halaman 46 dari 76
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia