News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1546
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000014422306/sarjana-s1-banyak-yang-039tidak-siap-pakai039-dibanding-diploma-d3-benarkah
:cendolbig :batabig Sepertinya masih banyak sarjana perguruan tinggi di Indonesia, terutama yang Strata 1 (S1) keatas yang memiliki kemampuan akademis tinggi dan bagus, namun tidak diiringi oleh kemampuan keterampilan, kreativitas, dan kemauan, serta semangat bekerja yang tinggi. Intinya masih banyak sarjana yang nilainya tinggi, namun angkatan kerja ini banyak yang belum siap pakai di dunia kerja
Lapor Hansip
12-05-2012 08:52

(cendol inside) Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding D3, Benarkah?

Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?

TS akan memberikan ini untuk comment yg bermutu


Tidak Mengharapkan


Sepertinya masih banyak sarjana perguruan tinggi di Indonesia, terutama yang Strata 1 (S1) keatas yang memiliki kemampuan akademis tinggi dan bagus, namun tidak diiringi oleh kemampuan keterampilan, kreativitas, dan kemauan, serta semangat bekerja yang tinggi. Intinya masih banyak sarjana yang nilainya tinggi, namun angkatan kerja ini banyak yang belum siap pakai di dunia kerja.

Fakta ini sering saya temui dalam aktivitas sehari-hari saya yang setiap 3 bulan sekali mengadakan proses rekrutmen karyawan di kantor saya. Ketika menyeleksi lamaran dari angkatan kerja yang lulusan S1 keatas tersebut, nilai akademis para pelamar itu terbilang bagus dan tinggi-tinggi semua, hal itu terlihat dari surat lamaran yang masuk.Tidak hanya itu, rata-rata saya temui, pelamar yang berlatar belakang sarjana tersebut, percaya dirinya terlalu berlebihan, banyak maunya, dan terkesan merasa dirinya sangat pintar sekali, serta merasa dirinya sangat dibutuhkan sekali oleh perusahaan yang mewawancarainya, dan rata-rata menginginkan gaji yang jauh lebih tinggi dibanding angkatan kerja Diploma (D3) dan SMK (Kejuruan).

Namun setelah melalui tahap seleksi lebih lanjut, ternyata kemampuan, penguasaan, keterampilan, dan keahlian dari pelamar yang berlatar belakang sarjana tersebut, ternyata banyak yang tidak sebanding dengan sikap sok pintar dan nilai akademis tinggi yang tertera di ijazah mereka. Bahkan ketika angkatan kerja S1 ini diberi kesempatan selama 3 bulan masa percobaan kerja, dari hasil penilaian perusahaan secara menyeluruh, banyak diantara sarjana ini yang kalah bersaing dengan angkatan kerja dari Diploma Kejuruan dan tamatan SMK.

Berbeda sekali dengan pelamar yang latar-belakang pendidikannya SMK (Kejuruan), atau Diploma (D3) Kejuruan, rata-rata pelamar ini tidak begitu banyak tuntutan, tidak sok pintar, dan terlihat benar-benar ingin bekerja serta memiliki kemauan dan semangat yang tinggi. Malah dari hasil seleksi, pelamar dari Kejuruan ini, ternyata lebih menguasai, lebih ahli, dan lebih siap untuk mengisi posisi yang dilamar mereka tersebut. Hal itu juga dibuktikan mereka saat menjalani masa percobaan, rata-rata angkatan kerja ini lebih siap menghadapi berbagai situasi dan kondisi kerja.

Pantas saja dari banyak pemberitaan di berbagai media di Indonesia yang menyatakan bahwa angkatan kerja sarjana, lebih banyak yang menjadi pengangguran dibanding angkatan kerja tamatan SMK dan Diploma (Kejuruan). Bahkan tamatan sarjana seperti uraian di atas, dikategorikan sebagai pengangguran terdidik yang angka atau persentase penganggur terdidik ini, saat ini lumayan besar di Indonesia.

Pertanyaannya, kenapa fenomena ini bisa terjadi, apa ya penyebabnya, dan bagaimana ya solusinya?

Semoga fenomena ini menjadi perhatian dari pihak terkait, dan ulasan ini bukan untuk menyalahkan atau menyindir mereka yang sarjana, tapi hanya berbagi fakta yang saya temui dalam aktivitas sehari-hari. Dan kebetulan saya sendiri juga sarjana, namun memiliki kemampuan akademis yang sangat pas-pasan, tapi minimal dari dulu saya punya modal semangat dan kemauan yang pantang menyerah. Apapun pekerjaan atau usaha yang saya kerjakan, asal halal, maka pasti saya perjuangkan dengan segenap kemampuan.
Sumber

Menurut agan-agan gimana? TS belum kuliah masih nunggu pengumuman UN, jadinya belum tauemoticon-Malu

Alhamdulillah Thread ane 2 tahun yang lalu masih eksis sampe sekarang, dulu waktu buat thread ini TS masih SMA, dan Alhamdulillah sekarang sudah kuliah emoticon-Malu (S). Apresiasi yang sangat tinggi ane berikan buat agan-agan yang menuangkan ide & pengalamannya dengan sangat kritis serta bermanfaat. Dan pastinya akan ane kasih hadiah emoticon-Cendol (S)segar, harap sabar gan emoticon-Malu (S)
Diubah oleh BeyondBelief
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 37 dari 78
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?
17-02-2014 01:26
engak juga seh gan , menurut ane juga tetap kepada individu masing masing bagaimana menjalanin itu semua
kalo di liat dari kelas yang di ikuti sepertinya d3 lebih siap kerja seh soalnya leboh banyak praktek nya tuh
0 0
0
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?
17-02-2014 01:26
Quote:Original Posted By DestinyTriangle
Udaaah yang bner ambil D3 terus lanjut S1 ...
Skill dapet ... Pemahaman Ilmu dapet .

lebih solid bro ..
ibaratnya klo di sipil ... dari bisa cara ngaduk semen ampe ngambil keputusan buat proyek gede juga bisa.

gak bsa d begoin tukang ama engineer walau fresh graduate juga.

emoticon-Blue Guy Peace


ane setuju sama agan ini ane juga lagi jalani soalnya emang ini tujuan ane biar praktikal skill ane dapet analisis skill pun dapet emoticon-Jempol
Diubah oleh Gialdy
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?
17-02-2014 01:29
yaa kalo menurut ane jurusan D3 itu kan lebih ke praktek , jadi gak heran kalo yang jurusan d3 itu lebih mahir dalam prakteknya .Sedangkan S1 itu lebih ke teori * CMIIW* emoticon-Big Grin


Quote:
follow juga ya gan twitter ane gan
]
0 0
0
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?
17-02-2014 01:29
kalo yang ane liat d3 itu memang disiapkan untuk kerja tp bs dibilang pekerja kasar.. pekerja kasar bukan kuli bangunan, mksd ane kaya org yang bersentuhan langsung dengan customer atau lantai produksi si perusahaan..

sedangkan s1 itu ditempatkan di posisi untuk internal perusahaan contohnya buat nyusun strategi perusahaan dll..

masing2 punya kelebihan gan.. d3 lebih cepet cari kerja tp posisinya bs dibilang lebih rendah drpd s1 kalo diperusahaan.. selain itu untuk jenjang karier dan promosi d3 lebih sulit gan..
0 0
0
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?
17-02-2014 01:31
Sebenernya mau d3, smk, s1, sd, smp, cuma nentuin besaran gaji aja.
Yg lebih penting keseimbangan hardskill dan softskill.
Pengalaman berorganisasi, himpunan, hubungan alumni, mempengaruhi kelakuan kita saat awal bekerja,
sedangkan ilmu(hardskill) sendiri hanya diterapkan saat ada tugas, softskill terus menerus digunakan saat bekerja.

Ane liat jg perusahaan besar juga memiliki andil dalam kemerosotan ini.
Ketika magang, para mahasiswa cuma disuruh jd tukang foto kopi, tukang bikin kopi, gmn mereka dapat pengalaman bekerja, ujung2nya mahasiswa itu lg yg disalahin krna gbsa apa2, pdhl yg menyebabkan mereka begitu perusahaan itu sendiri.
0 0
0
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?
17-02-2014 01:32
ga penting lagi gan... ane yg udah mau s2 aja kaga tau buat apa s2 ini...emoticon-Hammer (S) emoticon-Najis (S)
0 0
0
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?
17-02-2014 01:34
D3 atau S1 kalo belum punya pengalaman kerja sih sama aja. Berdasarkan pengalaman ane sih kalo sama2 blm pny pengalaman mending pilih yg D3.
0 0
0
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?
17-02-2014 01:35
ane juga d3 gan .. gaji nya jg gak beda jauh dr yg s1 .. bahkan boss ane lbh nyaman kerja breng ane .. dibandingin sm karyawan nya yg lulusan s1 emoticon-Cool
0 0
0
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?
17-02-2014 01:35
nggak masalah mw S1 atau D3 gan.
yang penting itu pola pikir aja, bagaimana seseorang itu berlogika. pengetahuan akademis yg didapat selama kuliah itu hanya membentuk pola pikir. sebenarnya pengetahuan2 perkuliahan itu secara mudah diperoleh dengan membaca dr berbagai sumber (internet, buku, dll)--> tidak termasuk ilmu medis, engineering, dsb yg benar2 teknis banget.
inget gan, dalam dunia kerja, jika dianalogikakan, bagaikan ujian OPEN BOOK gan.
temen gw yg lulusan S2 Hukum Belanda, dengan gelar LLM aja gw tanya tafsiran suatu kata dalam suatu ayat pasal aja masih A.. I.. U.. E.. O.. emoticon-Ngakak
temen sekantor gw yang berstatus S1 jg beberapa ada yg songong sih gan, tp nggak semua anak S1 songong jg siy. mungkin anak S1 yg songong itu udah songong dari orok kali gan emoticon-Ngakak
0 0
0
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?
17-02-2014 01:35
Quote:Original Posted By ModalNekat
Ane coba komentar dari latar belakang ane yang di engineering yah gan.

S1 tuh sarjana. Menurut ane, sarjana tuh harusnya menjadi pemikir bagi kemajuan. Misal ente sarjana teknik mesin, ya pikirkanlah gmana cara membuat mesin yang efisien, desainlah mesin tersebut, kemudian pikirkan proses produksinya, lalu produksi, jadilah mesin.

D3 tuh diploma. Menurut ane, diploma tuh eksekutor bagi maunya sarjana, jadi dia yang nyiapin logamnya, machining, ngelas, dsb, sampe jadi mesin.

Sehingga ini dua bidang yang berbeda, dan seharusnya saling melengkapi,

Tapi ada yang cukup membingungkan dari artikel ini, yaitu
1. Kalo emang lowongan yang ditawarkannya udah cukup dikerjain sama diploma/anak SMK, kenapa buka juga buat sarjana?

2. Orang HRD itu entah otaknya ditaro dimana. Biaya kuliah sarjana jelas lebih mahal daripada SMK/Diploma, waktu kuliahnya juga lebih lama, lalu ya kok masih berpikiran ngegaji seorang sarjana sama kaya seorang diploma/SMK gitu? Udah gitu pake ngomel kl sarjana sombong, banyak maunya, bla bla bla.

Gw pernah ketemu anak SMK magang di bengkel langganan pas mw ganti kanvas rem, sebenernya gw males ngeliat mobil gw dikerjain sama dia, tapi yaudah lah, anggap aja ngasih kesempatan. Trus gw tungguin th mobil sambil ngbrl2 sama dia, ebuset omongannya, berasa kepala pabriknya Porsche, ckckckck, gw males banget nanggepinnya. Trus begitu udah selesai dipasang, ane coba nh mobilnya, eh kampret, ban nya malah ngunci, ternyata masang kanvas remnya salah.

Jadi urusan sombong, banyak maunya, bla bla bla, itu urusan kepribadian, bukan urusan gelar..

Mari berpikir kritis gan, jangan2 itu cm black campaign dari perusahaan spy bs dapet tenaga kerja sarjana murah.


ane setuju nih sama pendapat agan ini, sombong apa ga nya urusan pribadi

semakin banyak ilmu yg kita terima semakin rendah hati seharusnya emoticon-Smilie
0 0
0
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?
17-02-2014 01:36
cup,, ane cuma tamatan SMP gan emoticon-Sorry #gakdabiaya
tp alhamdulilah,,, ane sekarang dah nguli di salah satu perusahaan terkemuka di kota ane emoticon-Malu (S)
Diubah oleh spidol46
0 0
0
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?
17-02-2014 01:36
ANE D3 TERPAKSA BRO emoticon-Ngakak

Terpaksa tak S1 karena tak punya biaya
Terpaksa belajar giat mendalami ilmu kerja karena ilmu kuliah tak dalam
Terpaksa terima gaji rendah tak nego2 dan neko2 karena tak S1
Terpaksa giat kerja karena butuh uang demi keluarga
Terpaksa keliling kerja lapangan karena ujung tombak perusahaan
Terpaksa meniti karir dari bawah karena banyak lulusan S1 yang ga doyan tuh kerjaan
Terpaksa melayani karena memang sudah tugas dan kebutuhan akan uang.

Dan semua keterpaksaan yang ada dalam bekerja yang membuat kami harus menempa diri lebih hebat lagi dari orang2 lulusan S1 dan luar negeri karena kami di anggap rendah dan mudah tergantikan. Oleh karena itu kami harus memaksakan diri untuk terus berkembang menuju puncak tertinggi walaupun kenyataannya bisa mentok di posisi bawah.

Karena keterpaksaan itu kami terus berusaha menjadi yang terbaik dan mengincar cita2 lebih baik.

Misalnya ane akan menyiapkan diri utk wirausaha sampingan sambil kerja utama. emoticon-Ngakak

curcol dikit yaaa emoticon-Malu
0 0
0
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?
17-02-2014 01:37
Yg kuliah S1 buang 2x duit lu pada. Buru gengsi pribadi dan ortu lu pada.
Giliran lulus pada bengong ke kebo ga ngerti musti kerja apa. Ujung 2x nya ambil s2. Ini lebih goblog lagi. Kerja di perusahaan digaji sama kek s1, yg s1 digaji sama kek d3. Kenapa gw bilang buang 2x duit ? di perusahaan tempat lu kerja ilmu lu hanya seiprit kepakainya. Lu bakalan ditraining ulang. Gw bilang sih tamatan smu / smk udah layak kerja. Kalau performa OK, disekolahin lagi dengan ikatan dinas. Jangan mau digoblokin universitas. Kuliah bayar mahal demi selembar kertas bukti kelulusan BAH !!
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?
17-02-2014 01:37
Quote:Original Posted By ModalNekat
Ane coba komentar dari latar belakang ane yang di engineering yah gan.

S1 tuh sarjana. Menurut ane, sarjana tuh harusnya menjadi pemikir bagi kemajuan. Misal ente sarjana teknik mesin, ya pikirkanlah gmana cara membuat mesin yang efisien, desainlah mesin tersebut, kemudian pikirkan proses produksinya, lalu produksi, jadilah mesin.

D3 tuh diploma. Menurut ane, diploma tuh eksekutor bagi maunya sarjana, jadi dia yang nyiapin logamnya, machining, ngelas, dsb, sampe jadi mesin.

Sehingga ini dua bidang yang berbeda, dan seharusnya saling melengkapi,

Tapi ada yang cukup membingungkan dari artikel ini, yaitu
1. Kalo emang lowongan yang ditawarkannya udah cukup dikerjain sama diploma/anak SMK, kenapa buka juga buat sarjana?

2. Orang HRD itu entah otaknya ditaro dimana. Biaya kuliah sarjana jelas lebih mahal daripada SMK/Diploma, waktu kuliahnya juga lebih lama, lalu ya kok masih berpikiran ngegaji seorang sarjana sama kaya seorang diploma/SMK gitu? Udah gitu pake ngomel kl sarjana sombong, banyak maunya, bla bla bla.

Gw pernah ketemu anak SMK magang di bengkel langganan pas mw ganti kanvas rem, sebenernya gw males ngeliat mobil gw dikerjain sama dia, tapi yaudah lah, anggap aja ngasih kesempatan. Trus gw tungguin th mobil sambil ngbrl2 sama dia, ebuset omongannya, berasa kepala pabriknya Porsche, ckckckck, gw males banget nanggepinnya. Trus begitu udah selesai dipasang, ane coba nh mobilnya, eh kampret, ban nya malah ngunci, ternyata masang kanvas remnya salah.

Jadi urusan sombong, banyak maunya, bla bla bla, itu urusan kepribadian, bukan urusan gelar..

Mari berpikir kritis gan, jangan2 itu cm black campaign dari perusahaan spy bs dapet tenaga kerja sarjana murah.


bener juga emoticon-Bingung
0 0
0
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?
17-02-2014 01:42
Quote:Original Posted By bukansbytapifby
Sarjana dan Diploma emang berbeda tugas dan fungsi walaupun satu ilmu.
Ane seorang D3 Keperawatan dalam pekerjaan emg dituntut utk lebih bnyak praktek sebagai pelaksana dari apa yang telah direncanakan oleh Perawat yang bergelar S1, S1 Keperawatan lebih bnyak ke teori askep. Tapi kebanyakan di rumah sakit karena jabatan utk S1 terbatas akhirnya yang S1 jabatannya sama sesuai dengan D3, ya karena emg lapangan kerjanya sedikit 1:6 , daripada ga kerja sudah kuliah mahal2..


bener gan, miris banget kalo udah sekolah tinggi tinggi tapi ga dapet kerjaan emoticon-Sorry
0 0
0
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?
17-02-2014 01:42
Quote:Original Posted By ghibol
Belum tentu gan...
Experience jg menentukan.

Yang paling penting adalah Human Skill dan Human Error Minimize
S1 atau D3 kan hanya formalitas saja.

Saya kasi contoh saja :
Orang yang lulusan SD ga mampu utk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi tapi MAU utk belajar sampai sama dengan tingkat formal misal S2 dan dengan pengalaman2 yang didapatnya di lapangan. Ini lebih siap utk bekerja. Tp belum tentu "SIAP PAKAI" karena tiap perusahaan masih kolot utk mewajibkan minimal lulusan formal nya.

Lebih parah lagi, kalo yang beli ijazah, terus masuk kerjanya pake koneksi. di kantor jg jadi penjilat. Ini yang paling parah.


Ini udah banyak gan dan salah satu korbannya sodara ane ya jadi korban para penjilat atasan alhasil kerjanya disiplin rapi tepat waktu aja msh dbilang leha2.... emoticon-Cape d... (S)
hati2 dg para PENJILAT mereka seperti musuh dalam selimut.emoticon-Najis

maap OOT dikit.....emoticon-Malu (S)
0 0
0
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?
17-02-2014 01:42
emoticon-MarahQuote:Original Posted By BeyondBelief
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?

TS akan memberikan ini untuk comment yg bermutu


Tidak Mengharapkan


Sepertinya masih banyak sarjana perguruan tinggi di Indonesia, terutama yang Strata 1 (S1) keatas yang memiliki kemampuan akademis tinggi dan bagus, namun tidak diiringi oleh kemampuan keterampilan, kreativitas, dan kemauan, serta semangat bekerja yang tinggi. Intinya masih banyak sarjana yang nilainya tinggi, namun angkatan kerja ini banyak yang belum siap pakai di dunia kerja.

Fakta ini sering saya temui dalam aktivitas sehari-hari saya yang setiap 3 bulan sekali mengadakan proses rekrutmen karyawan di kantor saya. Ketika menyeleksi lamaran dari angkatan kerja yang lulusan S1 keatas tersebut, nilai akademis para pelamar itu terbilang bagus dan tinggi-tinggi semua, hal itu terlihat dari surat lamaran yang masuk.Tidak hanya itu, rata-rata saya temui, pelamar yang berlatar belakang sarjana tersebut, percaya dirinya terlalu berlebihan, banyak maunya, dan terkesan merasa dirinya sangat pintar sekali, serta merasa dirinya sangat dibutuhkan sekali oleh perusahaan yang mewawancarainya, dan rata-rata menginginkan gaji yang jauh lebih tinggi dibanding angkatan kerja Diploma (D3) dan SMK (Kejuruan).

Namun setelah melalui tahap seleksi lebih lanjut, ternyata kemampuan, penguasaan, keterampilan, dan keahlian dari pelamar yang berlatar belakang sarjana tersebut, ternyata banyak yang tidak sebanding dengan sikap sok pintar dan nilai akademis tinggi yang tertera di ijazah mereka. Bahkan ketika angkatan kerja S1 ini diberi kesempatan selama 3 bulan masa percobaan kerja, dari hasil penilaian perusahaan secara menyeluruh, banyak diantara sarjana ini yang kalah bersaing dengan angkatan kerja dari Diploma Kejuruan dan tamatan SMK.

Berbeda sekali dengan pelamar yang latar-belakang pendidikannya SMK (Kejuruan), atau Diploma (D3) Kejuruan, rata-rata pelamar ini tidak begitu banyak tuntutan, tidak sok pintar, dan terlihat benar-benar ingin bekerja serta memiliki kemauan dan semangat yang tinggi. Malah dari hasil seleksi, pelamar dari Kejuruan ini, ternyata lebih menguasai, lebih ahli, dan lebih siap untuk mengisi posisi yang dilamar mereka tersebut. Hal itu juga dibuktikan mereka saat menjalani masa percobaan, rata-rata angkatan kerja ini lebih siap menghadapi berbagai situasi dan kondisi kerja.

Pantas saja dari banyak pemberitaan di berbagai media di Indonesia yang menyatakan bahwa angkatan kerja sarjana, lebih banyak yang menjadi pengangguran dibanding angkatan kerja tamatan SMK dan Diploma (Kejuruan). Bahkan tamatan sarjana seperti uraian di atas, dikategorikan sebagai pengangguran terdidik yang angka atau persentase penganggur terdidik ini, saat ini lumayan besar di Indonesia.

Pertanyaannya, kenapa fenomena ini bisa terjadi, apa ya penyebabnya, dan bagaimana ya solusinya?

Semoga fenomena ini menjadi perhatian dari pihak terkait, dan ulasan ini bukan untuk menyalahkan atau menyindir mereka yang sarjana, tapi hanya berbagi fakta yang saya temui dalam aktivitas sehari-hari. Dan kebetulan saya sendiri juga sarjana, namun memiliki kemampuan akademis yang sangat pas-pasan, tapi minimal dari dulu saya punya modal semangat dan kemauan yang pantang menyerah. Apapun pekerjaan atau usaha yang saya kerjakan, asal halal, maka pasti saya perjuangkan dengan segenap kemampuan.
Sumber

Menurut agan-agan gimana? TS belum kuliah masih nunggu pengumuman UN, jadinya belum tauemoticon-Malu


Gw agak kurang setuju yah dengan pernyataan di atas, karena yang gw alami adalah real yang dilapangan, perusahaan bonafid lebih memilih S1 karena gengsi untuk memperkerjakan D3 dan SMK/SMA. Sebenarnya menurut gw siap pakai dan tidaknya itu tergantung setiap individu bukan dari latar belakang pendidikannya.Tetapi yang real dilapangan lulusan S1 lebih dipilih dengan lulusan D3 dan Gw sangat kecewa gara2 adanya program pendidikan D3 gw susah mendapatkan pekerjaan di perusahaan bonafid. Asem tenan, klo tau begitu gw ga lanjutin pendidikan D3, emoticon-Tai taik dan shit emoticon-Tai dengan program pendidikan D3 ataupun SMK. Bikin eneg dan mau muntah emoticon-Najis
emoticon-Najisemoticon-Najis emoticon-fuck emoticon-Marah emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-fuck2
Diubah oleh hyperfuck
0 0
0
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?
17-02-2014 01:43
Si kok jadi kuli bikin usaha sendiri dong
0 0
0
Sarjana (S1) Banyak yang 'Tidak Siap Pakai' dibanding Diploma (D3), Benarkah?
17-02-2014 01:43
Quote:Original Posted By kayakura
Yg kuliah S1 buang 2x duit lu pada. Buru gengsi pribadi dan ortu lu pada.
Giliran lulus pada bengong ke kebo ga ngerti musti kerja apa. Ujung 2x nya ambil s2. Ini lebih goblog lagi. Kerja di perusahaan digaji sama kek s1, yg s1 digaji sama kek d3. Kenapa gw bilang buang 2x duit ? di perusahaan tempat lu kerja ilmu lu hanya seiprit kepakainya. Lu bakalan ditraining ulang. Gw bilang sih tamatan smu / smk udah layak kerja. Kalau performa OK, disekolahin lagi dengan ikatan dinas. Jangan mau digoblokin universitas. Kuliah bayar mahal demi selembar kertas bukti kelulusan BAH !!


menurut ane bukan kertasnya doang deh gan,, tapi ilmunya juga dapet lah pasti,, mungkin kalo orang yang mau beli ijasah doang sih ya tinggal bikin aja sendiri di tempat pembuatan ijasah --"
0 0
0
Halaman 37 dari 78
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia