Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
3367
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52ef11e90e8b46d85b00000e/kisah-miris-pengungsi-banjir-tolak-nasi-bungkus-dan-mi-instan
JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah membanjirnya bantuan bagi korban banjir, terselip kisah-kisah miris, bahkan yang membuat marah. Ada pengungsi banjir menolak bantuan karena tidak sesuai selera. ”Saya dan tetangga tahun lalu sengaja mengumpulkan uang untuk membeli bahan-bahan makanan bagi korban banjir di sekitar tempat tinggal kami. Namun, mereka menolak dan meminta makanan jadi saja biar prakt
Lapor Hansip
03-02-2014 10:50

Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan

Quote:Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan

JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah membanjirnya bantuan bagi korban banjir, terselip kisah-kisah miris, bahkan yang membuat marah. Ada pengungsi banjir menolak bantuan karena tidak sesuai selera.

”Saya dan tetangga tahun lalu sengaja mengumpulkan uang untuk membeli bahan-bahan makanan bagi korban banjir di sekitar tempat tinggal kami. Namun, mereka menolak dan meminta makanan jadi saja biar praktis,” kata Sartono, warga Cipinang, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Warga di lingkungan tempat tinggal Sartono pun kemudian membuat dapur umum dadakan dan memasak semua bahan kemudian diwadahi dalam kotak-kotak yang bersih dan rapi. ”Namun, kami terkejut. Ketika kami datang bawa nasi kotak, korban banjir tanya lauknya apa. Mereka terlihat tidak berkenan dengan lauk-pauk dan nasi dari kami. Sumbangan kami tidak disentuh,” tuturnya.

Sartono dan para tetangganya hanya bisa terdiam walau marah luar biasa. Meski sederhana, Sartono menjamin nasi serta lauk dari mereka terjamin rasa dan kualitas gizinya.

Ratih, warga Sentul, Bogor, yang kebetulan berada di sekitar Cawang, Jakarta Timur, akhir pekan lalu terbengong-bengong menyaksikan beberapa korban banjir membuang nasi dan lauk-pauk yang diambilnya dari dapur umum di posko dinas sosial di kawasan itu.

Dia ambil terus dimakan sedikit, lalu dibuang juga di dekat posko itu semuanya. Gila, sudah tidak dimakan, buang sembarangan. Makanan yang dibuang menumpuk, lho. Berarti banyak yang perilakunya seperti itu. Nanti yang membersihkan relawan di situ juga. Parah banget,” ungkapnya.

Pasokan baju pantas pakai untuk korban banjir menemui nasib sama. Terkadang, karena dianggap jelek, pakaian bekas itu pun hanya teronggok menggunung selama berhari-hari tanpa ada yang menyentuh.


Seorang warga di Bukit Duri, awal pekan lalu, mengatakan, setelah berhari-hari rumahnya kebanjiran dan hidup di pengungsian, ia tentu bosan dengan mi instan, telur, nasi bungkus, dan pakaian yang buruk. (NELI TRIANA)


sumber

dikasi hati ngerogoh jantung, lagi susah aja ngelunjak, gambaran wong cilik eh licik Indonesia emoticon-fuck

kesaksian dan tanggapan kaskuser:

Quote:Original Posted By simoncelenk
Udah cerita lama itu gan,banyak relawan ngalamin hal serupa.ade ane juga ngalamin ko hal yg kaya gitu,waktu taun 2012 kemaren,warga yg memilih diam di rumahnya ga mau di evakuasi jadinya ade nganterin tuh nasi bungkus bantuan dari kelurahan,bayangin gan ade ane naek perahu karet tengah malem,gelap,dingin.pas sampe ke TKP tuh pengungsi ngomong gini,"kalo lauknya telor,bawa balik aja,gw ga mau".parah kan!!



Quote:Original Posted By snape.severus
gila aja. pantaslah mereka mendapat cobaan seperti banjir. wong orang2 itu jelas2 ngga tau rasa terima kasih & tdk kenal rasa syukur.
kalo diliput di tv-tv mereka juga suka bikin fitnah: yang pertolongan lambat lah, yang bantuan tdk datang lah, yang tdk kunjung mendapat perhatian lah. padahal dalam kenyataannya mereka lah yg telah melecehkan bantuan & pertolongan orang2. mereka juga susah banget diaturnya kan. di pengungsian pun mereka masih saja melanjutkan tabiat buruk mereka yg jadi salah satu penyebab banjir: jorok & nyampah sembarangan.

ada benarnya cerita temen ane waktu naik angkot. dia nguping percakapan ibu2 di angkot yang justru senang jadi korban banjir karena bisa menangguk untung uang bantuan jutaan rupiah dari instansi, pemerintah, & lembaga sosial,,,, mereka bilang enak bisa sekalian renovasi rumah jadi baru lagi & beli perabot2 baru setahun sekali saat orang lain ngga punya uang buat renovasi rumah setahun sekali.
ternyata gan, mungkin beberapa dari mereka ngga mengharap bantuan makanan ato pakaian bekas, mereka cuma mengharap duitnya aja. alangkah sombong & buruk tabiat & perilaku mereka.

taro pejwan kalo berkenan


Quote:Original Posted By mdnuar
saat orang mulai susah untuk bersyukur, itulah bencana yang sesungguh nya emoticon-Ngacir


Quote:Original Posted By Petu
emoticon-NajisBelagu anjing, udah kenak musibah aja soknya minta ampun apalagi gak kenak musibah itu gimana coba...emoticon-Mad (S)
Bener kata Ahok: Sudah miskin tidak tahu diri!



btw emoticon-Rate 5 Star gan

*note: Thanks officer Kaskus ini HT pertamax gw emoticon-Kiss emoticon-Kiss emoticon-Kiss

*update : sampe jam 8 pagi ini, udah ada >1K FB share, 317 twitter share, 1 G+ share, banyak jg yg kasi cendol/abu gosok, thanks agan2 sekalian emoticon-Big Grin


btw, gak semua pengungsi/rakyat kecil seperti ini kok, masih ada yg mau bersyukur. Tapi memang yang wajib diberantas ya mental orang macem gini. klo gak dikasih bantuan, teriak2 ke media tentang hak rakyat kecil, kalo dikasih tidak bersyukur.

*Pendapat lain :

Quote:Original Posted By arsene_lupin
misi gan, mungkin bisa taro di pejwan.. ada pendapat lain soal fenomena ini..

Quote:Makna yang Terbungkus di Balik Nasi Bungkus

Headline di kompas.com menampilkan berita pengungsi banjir di Jakarta yang membuang pemberian nasi bungkus karena tidak sesuai dengan selera mereka. Saat menerima nasi bungkus atau nasi kotak, para pengungsi hanya makan sedikit lalu sisanya dibuang begitu saja. Berita itu juga menyebutkan bahwa para pengungsi juga menolak bantuan pakaian bekas. Setelah membaca berita muncul kesan bahwa para pengungsi itu tidak tahu berterimakasih. Benarkah?

Kisah ini mengingatkan saya pada erupsi Merapi tahun 2010. Saat itu, kota Klaten dibanjiri oleh ribuan pengungsi secara pengungsi. Pemerintah dan masyarakat segera membuka tempat-tempat penampungan pengungsian dan membuat dapur umum untuk menyuplai makanan bagi mereka.

Setelah dua minggu berlalu, muncul kebosanan di antara pengungsi. Banyak nasi bungkus sisa yang terbuang sia-sia karena menumpuk. Di salah satu barak pengungsian bahkan terjadi insiden pemukulan. Ceritanya ada seorang pengungsi yang alih-alih menyantap nasi bungkus, dia malah mennggunakan sebutir telur rebus sebagai alat mainan. Seorang tentara menegur perilaku itu. Maka terjadilah percekcokan.

Selain itu, pengungsi juga mulai mengalami susah buang air besar karena kekurangan asupan serat. Lauk dalam nasi bungkus biasanya berupa makanan-makanan kering seperti telur, tempe, ayam, mie goreng, abon, dan ikan asin. Menu nasi bungkus kekurangan unsur sayur. Hampir semua nasi bungkus mengabaikan menu sayur karena alasan kepraktisan. Untuk membungkus sayur dibutuhkan waktu yang lebih lama karena harus memasukkan ke dalam plastik, padahal jumlah relawan terbatas dan waktu untuk membungkus juga mendesak. Sedangkan unsur buah juga tidak ditambahkan karena dianggap sebagai kemewahan. Padahal unsur serat ini dibutuhkan pencernaan untuk urusan ke belakang.

Kalau begitu apakah nasi bungkus tidak dibutuhkan? Tentu saja masih dibutuhkan. Akan tetapi nasi bungkus semestinya hanya diberikan pada saat-saat darurat. Saat terjadi erupsi besar, para pengungsi kabur tanpa membawa peralatan masak dan bahan makanan. Tentu dibutuhkan waktu yang lama untuk membuat dapur dan memasak. Di sinilah peran nasi bungkus di dalam menolong para penyintas. Juga dalam bencana banjir, banyak keluarga yang tidak dapat memasak karena peralatan masak dan bahan baku terendam air. Maka nasi bungkus menjadi ‘dewa penolong.’ Saat terjadi erupsi tahun 2010, nasi bungkus bahkan menjadi ikon solidaritas di dalam masyarakat. Tanpa dikomando, masyarakat berinisiatif membuat nasi bungkus untuk disalurkan kepada para penyintas.

Akan tetapi jika kondisinya sudah mulai mapan, maka sesegera mungkin agar para penyintas ini dapat memasak sesuai dengan kebiasaan di tempat asal mereka. Kadangkala sebagai relawan, kita menggunakan kerangka berpikir dan pengalaman sebagai acuan dalam menolong para penyintas. Kita berpikir sudah memberikan yang terbaik kepada relawan. Tapi itu menurut anggapan kita. Bagi penyintas, barangkali bantuan kita itu tidak sesuai dengan kebutuhan dan keadaan mereka. Misalnya, dalam memilih lauk, relawan sudah memilihkan yang paling enak yang sesuai dengan anggaran yang tersedia. Akan tetapi selera relawan belum tentu berbeda dengan selera pengungsi.

Saya lalu teringat dengan seorang Guru yang diberi karunia menyembuhkan orang sakit. Suatu hari Guru itu melihat seorang yang lumpuh. Dia menghampiri orang lumpuh itu dan bertanya, “Maukah engkau sembuh?” Bagi orang luar, barangkali ini pertanyaan konyol. Orang lumpuh mana yang tidak ingin berjalan? Meski demikian, sang Guru tetap bertanya kepada orang ini karena tidak mau memaksakan bantuan kepada orang lumpuh ini.

Kadangkala orang-orang dermawan memiliki sikap sok tahu. Mereka menganggap bahwa para penyintas itu tak berdaya sehingga pasti menerima setiap bantuan yang diberikan. Mereka merasa paling tahu terhadap kebutuhan para penyintas bencana. Akibatnya, banyak bantuan yang menjadi sia-sia karena tidak dibutuhkan atau karena sudah terlalu banyak. Sebagai contoh, ada banyak orang yang memberikan bantuan pembalut. Mereka berpikir, ‘Orang lain pasti tidak terpikirkan untuk memberikan bantuan ini.’ Padahal jika dipikir, perempuan hanya mengalami menstruasi sebulan sekali. Kebutuhan akan pembalut memang ada, tetapi tidak terlalu banyak. Akibatnya, gudang perbekalan dipenuhi dengan persediaan pembalut yang tak tersalurkan.

Pengungsi memasak sendiri
Kembali ke soal nasi bungkus. Setelah berdiskusi dengan pengungsi, maka kami memutuskan untuk memberikan peran kepada para pengungsi untuk memasak makanan mereka sendiri. Kami membentuk para pengungsi ke dalam beberapa kelompok. Setelah itu memberikan bantuan peralatan memasak dan bahan bakunya. Mereka sendiri yang menentukan menu sesuai dengan kebiasaan mereka dan juga tidak melebihi anggaran yang tersedia. Kepada setiap pengungsi, kami memberikan piring, sendok, dan gelas. Mereka bertanggungjawab atas peralatan makan pribadi.

Dengan perubahan ini, pengungsi kembali bergairah untuk menuju meja makan pada jam makan siang. Cara ini lebih meringankan pengelola pengungsian karena tidak perlu mengerahkan relawan untuk memasak.


Para pengungsi ambil makan siang dengan antusias
Kembali ke pertanyaan awal: Apakah pengungsi telah menunjukkan sikap tidak terpuji dengan cara membuang bantuan yang telah diterima? Pengungsi juga manusia. Mereka memiliki kebutuhan. Kadang-kadang, bantuan itu tak searah dan sejalah dengan kebutuhan mereka. Dalam situasi bencana, ada banyak bantuan pakaian bekas yang memang benar-benar bekas. Mereka memberikan baju bekas karena ingin membersihkan gudang mereka. Jika memang sudah tidak bisa dipakai apakah pengungsi harus memaksakan diri untuk memakainya demi menghindari penilaian orang bahwa mereka tidak tahu berterimakasih?

http://sosbud.kompasiana.com/2014/02...us-630822.html



Diubah oleh noobitollreturn
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 122 dari 170
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:36
BELAGU ANJING!!
emoticon-Mad (S)
UDAH DI BANTUIN BUKANNYA TERIMA KASIH INI MALAH NGELUNJAK
MENDING KAGAK USAH DI BANTUIN SEKALIAN ORANG-ORANG YANG KAYAK GITU BIAR USAHA SENDIRI KOREK-KOREK TONG SAMPAH BIAR GK KELAPARAN

emoticon-fuck emoticon-fuck emoticon-fuck
0 0
0
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:36
typical orang indonesia banget dah kurang bersyukur

udah mending kaga usah di bantuin biar aja pada mati mengurangi penduduk indonesia emoticon-Big Grin
0 0
0
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:36

copas.com

Ijin sedoth.....emoticon-I Love Indonesia (S)
0 0
0
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:36
emoticon-Cape d... parah banget nih gan. harus nya dikasih bencana tuh mboh ya jgn malah kaya gitu. pantes aja bencana dateng lagi2. sombong, angkuh,
0 0
0
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:37
Mbok ya nyadar,..udah tahu lagi kesusahan karena bencana, dikasih bantuan aja pake milih-milih,ga ada bersyukurnya nih orang-orang, lagi kesusahan aja sok banget...‪jingan‬!
emoticon-Tai
emoticon-fuck
0 0
0
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:37
Astaghfirullah, sekarang antara kaya miskin sama aja gan, sama2 songong, angkuh, congkak, gak bisa mesyukuri nikmat
kl gini ane udah gak bgt respect lg sm yg disana, mau banjir, badai, gempa, I Dont care
0 0
0
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:37
yang gini nih cocok dihanyutin di kali, barengan sama emoticon-Tai:
sudah miskin harta, miskin akhlak juga
emoticon-norose
0 0
0
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:37
haruse kan bertrima kasih gan udah dibantu malah nolak emoticon-Frown
0 0
0
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:38

PARAH

Wah, miris banget dengernya. Diblacklist aja tuh pengungsi.
Mending di daerah itu digusur total. biar gak kebanjiran lagi. Gak apa-apa, biaya sekalian banyak untuk nggusur, daripada setiap tahun ngluarin duit buat dana banjir, kan mereka juga turut andil.

BERHASIL TIDAKNYA MEMIMPIN JAKARTA SALAH SATUNYA DITENTUKAN BANJIR TIDAKNYA DAERAH ITU

0 0
0
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:38
susah dah kalau gini . orang miskin yang maunya enak . di kasih gratis tapi maunya enak . susah kalau orang udah ga bisa punya rasa bersyukur kalau lg bencana tetep ada makanan . walau nasi bungkus dengan telor pun itu bergizi . telor jg banyak proteinnya .. daripada nasi bungkus sama kuah doank . pilih mana... memang susah gan. mereka umumnya berpendidikan rendah dan tidak punya yang namanya tata sopan santun dan etika yang baik .sebagai relawan yang punya pendidikan lebih tinggi sebaiknya ikut bersabar dan tidak terpancing emosid terhadap sikap mereka yang sok bossy emoticon-Berduka (S)
0 0
0
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:38
biadab bener itu orang emoticon-Mad (S) syukur2 ada yg mau ngasih sumbangan sama mereka, mending mampus sekalian dah emoticon-Mad (S) ini udah miskin belagu namanya
0 0
0
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:39
Quote:Original Posted By mulniplechoice
emoticon-fuck emoticon-fuck emoticon-fuck

yang sabar gan, pagi-pagi dah marah aje emoticon-Ngacir
0 0
0
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:39
no comment deh ngeliatin orang2 gak bersyukur gini emoticon-Najis (S)
0 0
0
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:39
gelo parah bgt gan, gak tau trima kasih
0 0
0
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:39
emoticon-No Hope
Busyet dah, udah susah tp malah ga tahu diri gt ya, keliatan banget mulai lunturnya rasa malu di negara kt.. Parah.. emoticon-Cape d... (S)
0 0
0
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:39
ga semua pengungsi sepertinya gan ...
ada juga yg memang bener-bener susah dan bersyukur mendapat bantuan dari pemerintah dan merekan yg peduli ...
0 0
0
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:39
ane malah tambah 'kasihan' sama orang kaya gitu gan emoticon-Mewek
udah dapet musibah eh dapat bantuan malah ga bersyukur
0 0
0
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:39
buset .. emoticon-No Hope
udah kena bencana belagu pula emoticon-No Hope
dasar orang ga tau diuntung emoticon-No Hope
0 0
0
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:39
itu yang diungsiin dari kompleks orang kaya kali gan...biasa makan di hanamasa dikasih nasi bungkus kgk mau..ckckckc
0 0
0
Kisah Miris, Pengungsi Banjir Tolak Nasi Bungkus dan Mi Instan
04-02-2014 08:40
memang ga semua ya gan tp rata2
ane aja biasa makan nasi ama telor dadar aja aplg kalo buat sarapan ehh mrk belagu
sadiss
ksian ama relawannya emoticon-Sorry
0 0
0
Halaman 122 dari 170
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia