News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
1791
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52e7f27b3fcb171f058b45a4/kebodohan-tanpa-akhirpelajaran-dari-kecelakaan-di-jlnt
Makasih, gan..thread ini menjadi HT. Semoga bisa meningkatkan kesadaran kita semua akan keselamatan berkendara. Di jalan, kita tidak hanya bertanggung jawab atas keselamatan kita, tapi juga atas kesel
Lapor Hansip
29-01-2014 01:10

KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)

Past Hot Thread
Quote:Makasih, gan..thread ini menjadi HT. Semoga bisa meningkatkan kesadaran kita semua akan keselamatan berkendara. Di jalan, kita tidak hanya bertanggung jawab atas keselamatan kita, tapi juga atas keselamatan dan nyawa orang lain.


MAUT DI CASABLANCA, IRONI JALAN IBUKOTA
Liputan6.com, Jakarta : Ironi seolah tak pernah habis di negeri ini. Apa yang awalnya menjadi harapan banyak orang, dalam waktu singkat bisa berubah menjadi sebaliknya. Keseringan pula, itu terjadi karena kesalahan manusianya, bukan karena suratan takdir yang tak bisa dicegah.

Itulah ironi yang menyertai kecelakaan di jalan layang non-tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang. Seorang wanita yang tengah hamil 5 bulan tewas saat berboncengan dengan suaminya di JLNT tersebut. Tubuh wanita bernama Windawati itu terjun bebas dari ketinggian 15 meter setelah ditabrak sebuah mobil. Dia langsung tewas di tempat, sedangkan suaminya mengalami patah kaki dan tangan.

Sekilas terlihat seperti kecelakaan biasa. Tapi, ini kecelakaan yang berbeda jika dilihat dari proses dan peristiwa lain yang menyertai sebelumnya. Setidaknya, kejadian di jalan yang baru saja diresmikan ini kembali menegaskan bahwa masyarakat kita memang masih jauh dari disiplin dan taat aturan.

Ironi ini dimulai pada Minggu 26 Januari 2014. Pagi itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas. Bertempat di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, SBY mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi mencegah atau mengurangi kecelakaan berlalu lintas.

Menurut SBY, kecelakaan lalu lintas telah menjadi perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB mengingat banyaknya korban jiwa. Karena itu dia mengajak seluruh rakyat Indonesia, komponen bangsa, dan masyarakat untuk sungguh-sungguh berupaya sekuat tenaga mencegah dan mengurangi kecelakaan lalu lintas.

"Semua turut bertanggung jawab, semua ikut bertugas, berupaya," tegas SBY.

Untuk mendukung gerakan ini, Kapolri Jenderal Sutarman ikut memaparkan angka-angka kecelakaan di Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk memunculkan efek jera sehingga pengguna jalan raya tak lagi toleran terhadap perilaku yang melanggar aturan berlalu lintas.

"WHO telah mencanangkan dekade keselamatan di jalan raya mengingat tingginya angka kecelakaan jalan raya," ujar Sutarman.

Sebanyak 25 ribu lebih jiwa di Indonesia meninggal pada 2013, atau turun dibandingkan 2012 yang mencapai 27 ribu jiwa meninggal. Angka itu membuat rata-rata meninggal dunia akibat kecelakaan sekitar 80 orang per hari.

Sayang, hanya berjarak satu hari, imbauan Presiden itu tak lagi ampuh. Sebuah kecelakaan terjadi tak jauh dari lokasi Presiden mencanangkan Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Sekitar 3 kilometer dari Bundaran HI, tepatnya di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang dekat Mal Ambasador.

Kejadian bermula sekitar pukul 22.00 WIB, Senin 28 Januari 2014. M Faizal Bustamin (28) berboncengan dengan istrinya Windawati (27) dari Kampung Melayu ke arah Tanah Abang. Faizal dan Windawati yang tengah hamil 5 bulan itu menaiki sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi B 3843 LA.

Saat melintas di depan ITC Ambassador, sepeda motor kemudian memutar arah dengan melawan arus. Tindakan nekat itu akhirnya berbuah bencana. Sepeda motor Faizal ditabrak mobil Honda City Nomor Polisi B 8542 RS yang dikemudikan Tomy Reymon (25).

Akibat insiden itu, Windawati terlempar dan jatuh dari jalan layang setinggi 15 meter itu. Tubuhnya melayang dan meninggal dunia saat terhempas di aspal jalan raya di depan Mal Ambasador. Sedangkan sang suami yang mengalami patah tangan dan kaki dibawa ke RS TNI AL Mintoharjo, Jakarta Pusat.

Kita layak berduka atas apa yang dialami oleh pasangan ini. Tapi, itu seharusnya tak membuat kita lupa atas bertumpuknya kesalahan yang dilakukan Faizal pada malam nahas itu. Dan inilah potret paling jelas pengguna jalan di Ibukota.

Pertama, Faizal telah mengambil jalur yang sebenarnya tidak diperuntukkan bagi sepeda motor. Di kedua sisi jalan, baik dari arah Kampung Melayu atau Tanah Abang, telah ada rambu yang melarang kendaraan roda 2 serta bajaj untuk lewat. Namun, itu tak diindahkan.

"Sudah ada (rambu) motor dilarang, karena Konstruksinya memang tidak mungkin buat motor. Jadi rambu saja ternyata tak cukup untuk masyarakat memahami," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto.

Dia menegaskan, JLNT sepanjang Jalan Prof Satrio hingga depan Mal Kota Casablanca bukan untuk sepeda motor. JLNT itu dimaksudkan guna mengurai kemacetan yang sering terjadi di bawah jalur JLNT itu.

Kedua, saat berada di jalur yang tak semestinya itu, Faizal tetap nekat berbalik arah. Jangankan untuk dilakukan, sekadar dibayangkan saja sudah sangat mengerikan. Sebuah sepeda motor berbalik arah di jalan layang bebas hambatan, di mana kendaraan bisa dipacu dalam kecepatan tinggi, jelas sudah itu sebuah mimpi buruk.

Keputusan Faizal untuk memutar sepeda motornya dan berbalik arah dengan melawan arus juga menyimpan cerita tersendiri. Menurut rekan kerja korban bernama Deny Novirza, korban sebenarnya pula bersama-sama dengan temannya yang lain, dengan sama-sama mengendarai sepeda motor.

Saat berada di atas JLNT tersebut, Faizal mendapat kabar dari temannya yang telah dulu berbalik arah bahwa di ujung jalan arah Tanah Abang ada razia polisi. Kabar inilah yang kemudian membuat Faizal berbalik.

"Kalau cerita Faizal, setelah naik jalan layang itu dia melihat ada razia. Nah, temannya yang barengan pulang itu terkena razia tadi. Jadi Faizal putar balik. Dan terjadi kecelakaan itu," papar Deny di Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Ini sekaligus membuktikan bahwa Faizal sebenarnya mengetahui kalau memasuki JLNT melanggar peraturan, sehingga dia tidak melanjutkan perjalanan dan berbalik arah karena tidak mau ditilang polisi.

Ketiga, korban mengendarai sepeda motor miliknya dengan kecepatan tinggi tempat yang tidak aman. Dengan kondisi motor yang dikendarai Faizal rusak parah, begitu juga mobil yang bertabrakan dalam keadaan ringsek, sehingga dapat dipastikan motor dan mobil melaju dalam kecepatan tinggi.

Yang lebih ironis lagi, Faizal tahu betul bagaimana berbahayanya mengendarai sepeda motor dalam kecepatan tinggi di JLNT. Kepada sang ayah, Faizal bercerita bahwa kondisi angin di JLNT sangat kencang. Sehingga bila tidak fokus, kendaraan akan sering sekali oleng.

Keempat, belakangan diketahui kalau korban tidak mengantongi surat izin mengemudi (SIM). "Pengendara motor tidak memiliki SIM," kata Kombes Rikwanto. Ini jelas-jelas fakta yang sangat mencengangkan.

Sebagai pemilik kendaraan yang setiap hari memboncengi istrinya pulang pergi dari tempat kerjaan, betapa beraninya Faizal lalu lalang di jalanan Ibukota tanpa kelengkapan surat-surat. Bisa dipastikan pula, sosok pengguna jalan di Ibukota yang seperti Faizal tidaklah sedikit.

Ironi ini belumlah berakhir. Meski telah memakan korban, JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang tetap ramai diserbu pengendara motor. Akibatnya, ratusan motor ini terjaring razia petugas sepanjang Selasa ini.

Satu per satu sepeda motor yang nekat masuk ke JLNT Casablanca itu dihentikan polisi. Mereka langsung ditilang. Meski sudah ada tanda larangan masuk bagi kendaraan roda dua dan truk, sejumlah pengendara mengaku tak tahu ada rambu larangan melintas.

Bukan hanya sepeda motor, petugas juga menilang sopir bajaj yang nekat naik JLNT. Dalam razia ini, ratusan motor dari arah Kampung Melayu menuju Tanah Abang langsung diberi surat tilang.

Beberapa pengendara motor sempat ada yang mencoba memutar balik arah. Namun tindakan berbahaya ini tetap diganjar surat tilang dari petugas yang telah menunggu di bawah jalan layang.

Apa yang dialami Faizal ternyata tak kunjung membuat banyak pengguna jalan sadar akan berbahayanya berlalu lintas tanpa kesadaran tinggi untuk mematuhi peraturan. Wajar memang, karena di jalan aturan tak selalu tunduk pada yang tertulis. Kondisi di jalanan menunjukkan aturan lalu lintas bisa jadi tak mempan karena kalah dengan cara kompromi atau melawannya dengan sikap nekat para pengendara.

Faizal adalah contoh buruknya mental dan perilaku pengguna jalan di Ibukota. Tak peduli Presiden atau Kapolri bercerita tentang berbahayanya jalan raya yang digunakan oleh pengguna yang tak bertanggung jawab, justru kebiasaan melanggar itulah yang agaknya memunculkan kebanggaan.

Menerabas lampu merah, mengasapi polisi di persimpangan, tancap gas di jalur lambat, serta mengambil jalur berlawanan di saat macet sudah jadi pemandangan biasa di jalan-jalan Jakarta. Jadi, tak perlu heran kenapa Faizal berani 'berjudi' dengan maut di atas JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang pada malam itu. (Ado)

sumber: http://news.liputan6.com/read/812315...bukota?wp.hdln

Quote:komentar ane: semua kebodohan yang mungkin bisa terpikirkan terangkum dalam perilaku si pengendara motor...dan hebatnya, banyak pemotor lain yang melakukan hal sama walaupun puing2 bekas kecelakaan masih belum dibersihkan sepenuhnya dan darah si korban masih belum mengering....
1. Masuk ke jalur yang gak diperbolehkan
2. Melawan arah
3. Kecepatan tinggi
4. gak punya SIM
hayoo...kurang apalagi coba

Quote:banyak komentar pro dan kontra, bahkan ada yang menyalahkan polisi perihal posisi saat razia, perihal rambu yang tidak jelas (posisi/bentuk), sampe hal-hal yang lebih makro seperti minim dan kurang layaknya transportasi umum. Mungkin masing-masing memiliki argumen yang kuat. Tapi bagi saya sebenarnya cukup dengan mulai mendisiplinkan diri sendiri, kita bisa merubah keadaan menjadi lebih baik.
Benar bahwa kesemrawutan lalulintas bukan tanggung jawab kita seorang, tapi paling tidak kita tidak ikut2an menjadi bodoh untuk menambah kusut persoalan berlalu lintas di jalan raya

Quote:ini ane quote komentar salah seorang kaskuser yang posting disini, cukup menarik buat ane:
yang nyalahin polisi kenapa gak razia sebelum JLNT:
ntar kalo masuk neraka (bagi yang percaya konsep surga-neraka) nyalahin Tuhan: 'Tuhan kenapa waktu saya mau melakukan dosa gak di tegur langsung/dilarang..jadi saya masuk neraka salahnya Tuhan, nih..'
....padahal Tuhan dah ngasih kitab suci dan ngutus nabi-nabiNya buat rambu-rambu..
.
Diubah oleh jttmr
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 36 dari 91
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:17
banyak pengendara yg ga pintar" ya gan disini emoticon-Cape d...
0 0
0
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:19
yang paling efektif ya pake palang pintu otomatis, kalo perlu dijadiin jalan tol berbayar . gapapa bayar cuma 1000 perak juga .bisa masuk kas DKI kan
0 0
0
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:19
Ni badut Sama-sama GOBLOG kaya faisal.
Udah jelas2 dipajang rambu motor dilarang naik
MORON!!

Quote:Original Posted By uncurede
ane setuju kl faisal itu salah, tapi menurut ane pokis juga salah..

kenapa polisi salah? harusnya polisi tuh mencegah juga motor masuk JLNT bukannya malah nunggu di ujung jalan trus nilang.. disini keliatan kl pokis tuh malah nunggu orang berbuat salah trus langsung ditindak bukannya melakukan pencegahan..
coba kl gak ada razia di akhir JLNT tuh si faisal gak akan puter balik kan, apalagi kl misalnya ada pokis yg jaga di awal JLNT gak akan ada motor/bajaj yg brani naik JLNT. udah tau orang indo tuh masih blm taat peraturan, jadi harusnya pokis juga melakukan pencegahan orang2 ngelanggar peraturan bukan bisanya cuma nindak yang melanggar peraturan aja sekalian mengedukasi gituu...


0 0
0
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:20
Semoga kejadian ini bias membuat para biker yg masih punya otak untuk mengubah prilaku mereka dalam berkendaraan...
0 0
0
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:21
yg pasti salah dah tu 2 org,istri na jga hrusnya meringatin ato emg suaminya yg keras kepala
0 0
0
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:21
Quote:Original Posted By dari detik
Daffa Kayla Ramadhani, merupakan anak pertama pasangan Windawati dan Faisal. Bocah berusia 3 tahun tersebut terlihat bingung saat melihat neneknya menangis. Sesekali dia terlihat menanyakan keadaan ibunya.

"Mama mana?" tanya Daffa,

"Mama udah dikubur sayang," tutur seorang tetangga sambil menggendong bocah perempuan tersebut.


Kasian anak pertamanya
0 0
0
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:21
gini gan...ane orang baru di jakarta.

ane kagak tahu, kalau JLNT itu di larang untuk motor. jujur minggu lalu ane naik motor lewat JLNT ini. baru tahu kalau JLNT itu di larang untuk motor.

setahu ane, rambunya kurang jelas gan. dan kala ada rambu pun itu sudah mendekati pintu masuk JLNT.

hikmah dari insiden, bahwa ane sekarang tahu kalau JLNT itu gak boleh di lalui.

harus ada evaluasi dari polisi untuk JLNT. rambu dan info pastinya.

soalnya orang baru kaya ane kadang bingung dengan rambu2 di ibu kota.

ane paham rambu gan, karena ane dulu aktivis lalu lintas ketika kulia.

seharusnya ada aksi simpatik atau sosialisasi. terim kasih.
0 0
0
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:22
Quote:Original Posted By id.nntt


orang indonesia kalo ga dikasih efek jera, ga bakal kapok (ada yg mabal tetep aja ngelanggar). kalo nunggu di depan, orang tau dong kalo ada razia, jadi taat. coba deh, pertanyaan-pertanyaan gini jangan di tanya berulang-ulang. emoticon-Smilie semoga agan mengerti.

dan satu lagi, kalo ngasih uang damai 100rb, yang emang dari dirinya ga punya rasa disiplin siapa? masa dari tahun ke tahun gitu-gitu aja.


Nah yg jadi masalah adalah,
Mereka menganggap tilang menilang itu hal y biasa,
Udah kena tilang, trus msalahnya beres ya udh diulangin lagi,
Ga ada jera2 nya,
Buktinya masih aja ada pelanggar macam begitu,

Yg lucunya saya suka liat djalur busway pelanggar2 ini kalo liat polisi lgsg keluar dari jalur busway,
Tapi tololnya pas udah lewatin polisi mereka balik lagi masuk jalur busway,
Hahahaha mental macam apa coba

Lain kali saran saya sih kalo ada yang lawan arus gitu ga usah minggir, ga usah dikasih jalan
Klaksonin aja yang kenceng
0 0
0
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:22
Quote:Original Posted By fireinthedeep
kalau belum mati sih belum kapok emoticon-Cendol (S)
ane dukung biker goblok pada lawan arah terus mati emoticon-Cendol (S)


sayangnya yang jadi korban istri,bukan suami nya emoticon-Hammer2
0 0
0
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:23
itulah INDONESIA ..
0 0
0
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:24
Siapa elu ngatur-ngatur polisi cong??
GOBLOG dipamerin.
Makan nih emoticon-Tai biar goblognya rada ilang

Quote:Original Posted By kang.kabayan.
satu lagi ane tambahin..
kenapa polisi merazia nya pas ujung jalan. harusnya pas awal jlan sblum naik ke JLNT.. kan klo sblum jalan layang pasti pengendara motor pada gak berani masuk jalan tsb.?

taro pejwan dahh...


Diubah oleh adinov
0 0
0
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:25
Pengendara di Indonesia masih sangat minim kesadaran berlalu lintas, jadi mohon untuk "Pak Polisi" agar "Mengarahkan" para pengendara agar tidak melanggar, bukan menjebak pengendara untuk cari makan, Polisi itu kan mengayomi masyarakat, mungkin kalo Polisi posisinya di depan JLNT , perannya lebih "berfungsi" daripada ngejebak begitu, bener tidaaaakkk...
0 0
0
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:25
Quote:Original Posted By id.nntt


orang indonesia kalo ga dikasih efek jera, ga bakal kapok (ada yg mabal tetep aja ngelanggar). kalo nunggu di depan, orang tau dong kalo ada razia, jadi taat. coba deh, pertanyaan-pertanyaan gini jangan di tanya berulang-ulang. emoticon-Smilie semoga agan mengerti.

dan satu lagi, kalo ngasih uang damai 100rb, yang emang dari dirinya ga punya rasa disiplin siapa? masa dari tahun ke tahun gitu-gitu aja.


berarti polisi mencari kesempatan dalam kesempitan kan? polisi pasti gak goblok (kalo emang masuk kepolisi tanpa ada org dalem) polisi pasti udah tau kalo masyarakat hobinya melanggar,dan tau bakal banyak motor yg masuk JLNT.
Harusnya kalo razia di pangkal jalan,bukan di ujung jalan.

analogi:
Ada rumah mewah,tp pos security + personil securitynya ada di dapur,gerbang depan dibiarin terbuka tanpa tenaga keamanan..apa yg terjadi? yg terjadi adalah kalo ente masih nyangkal komentar ane berarti di dalam tengkorak ente tidak terdapat otak. brain not found emoticon-Angkat Beer
0 0
0
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:25
Quote:Original Posted By sylar
niatnya polisi razia apaan sih?
kenapa nggak dibikin razia sebelum masuk JLNT?

ane juga bikers gan, tapi ane liat banyak bikers yg gak punya otak di jkt ini.
Moga2 banyak Tomy lainnya yang main GTA di tempat yang benar, itung2 mengurangi populasi jakarte emoticon-Shakehand2


Goblok lo

Pertama, polisi razia di turunan jalan layang spy org2 tolol pada kena hukuman, orang kita mana bisa dikasih tau kl ga digituin. Kalo razia sebelum jlnt lo pikir bakal efektif? Lo orang indonesia bukan? Tau kan orang indonesia tuh wataknya gmn?

Kedua, itu JLNT emang jalur mobil, si tomy mau nyetir kenceng jg suka2 dia krn memang harusnya ga ada lalat2 motor yg sliweran disitu.

Gue juga biker, to sangat2 ga suka dgn perilaku sesama biker di jakarta. Seumur hidup tuh nyesel si faisal
0 0
0
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:25
ikut prihati aja gan
0 0
0
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:25
ogut hanya bisa turut berduka sebesar besarnya kepada keluarga korban....
emoticon-Sorryemoticon-Sorryemoticon-Sorryemoticon-Sorry
0 0
0
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:26
Di Jakarta masih ada aja ya org bodoh kayak gitu
0 0
0
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:26
Mau bersimpati tapi kecelakaannya gara gara kelalaian....berat gan jadinya ... emoticon-Matabelo
0 0
0
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:26
Quote:Original Posted By andromeda67
Jadi kesimpulannya, banyak pelanggaran yang telah dilakukan oleh Faisal bin Koplak:
1. Melanggar rambu verboden
2. Melawan arus
3. Ngebut
4. Tidak punya SIM
5. Tidak bawa otak.
6. Menjadi penyebab kematian istri dan bayi di rahimnya


Khusus yang nomor 5, memang ada untungnya sih kemana-mana gak bawa otak, kalau kepala kebentur aspal gak bakalan kena gegar otak emoticon-Big Grin Buktinya dia gak mati tuh emoticon-Big Grin
Saran untuk Faisal, perbanyaklah makan otak-otak agar batok kepalamu tidak terlalu kosong
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak



ngakak baca nih komen emoticon-Ngakak
emoticon-Ngakak
tapi bener sih efek jera itu yah dari peristiwa,semoga para biker yang masih idup n baca disini n suka ngelanggar sampe parah langgarannya juga yah bs tobat,semua org buru2 kok,apa salahnya menaati lalu lintas,kena tilang yauda resiko.ga ada lah yg namanya ajal,kalo mau nyelamatin diri ya bisa aja
0 0
0
KEBODOHAN TANPA AKHIR...(pelajaran dari kecelakaan di JLNT)
30-01-2014 22:27
ini sebuah ironi diatas ironi emoticon-Cool
0 0
0
Halaman 36 dari 91
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia