Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
22
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000010181842/penyimpangan-di-sekitar-teks-proklamasi-ri
tidak banyak di antara generasi muda di Indonesia yang mengetahui bahwa sebenarnya ada problem mendasar di sekitar peristiwa proklamasi Republik Indonesia. Adalah seorang tokoh sejarah bernama KH Firdaus AN yang menyingkap terjadinya pengkhianatan terhadap Islam menjelang, saat, dan setelah kemerdekaan. Menurut beliau semestinya ada sebuah koreksi sejarah yang dilakukan oleh ummat Islam. Koreksi s
Lapor Hansip
18-08-2011 09:49

Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI

Quote:tidak banyak di antara generasi muda di Indonesia yang mengetahui bahwa sebenarnya ada problem mendasar di sekitar peristiwa proklamasi Republik Indonesia.

Adalah seorang tokoh sejarah bernama KH Firdaus AN yang menyingkap terjadinya pengkhianatan terhadap Islam menjelang, saat, dan setelah kemerdekaan. Menurut beliau semestinya ada sebuah koreksi sejarah yang dilakukan oleh ummat Islam. Koreksi sejarah tersebut menyangkut pembacaan teks proklamasi yang setiap tahun dibacakan dalam upacara kenegaraan.

Dalam penjelasan ensiklopedia bebas wikipedia, naskah proklamasi ditulis tahun 05 karena sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605. Berikut isi teks proklamasi yang disusun oleh duet Soekarno-Hatta:

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05 Atas nama bangsa Indonesia. Soekarno/Hatta

Teks tersebut merupakan hasil ketikan Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik), salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi.

Proklamasi kemerdekaan itu diumumkan di Rumah Bung Karno, jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada 17 Agustus 1945, hari Jum'at, bulan Ramadhan, pukul 10.00 pagi.

Kritik KH Firdaus AN terhadap teks Proklamasi diatas:
Teks Proklamasi seperti tersebut diatas jelas melanggar konsensus, atau kesepakatan bersama yang telah ditetapkan oleh BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 22 Juni 1945.

Yang ditetapkan pada 22 Juni 1945 itu ialah, bahwa teks Piagam Jakarta harus dijadikan sebagai Teks Proklamasi atau Deklarasi Kemerdekaan Indonesia.
Alasan atau dalih Bung Hatta seperti diceritakan dalam bukunya Sekitar Proklamasi hal. 49, bahwa pada malam tanggal 16 Agustus 1945 itu, 'Tidak seorang di antara kami yang mempunyai teks yang resmi yang dibuat pada tanggal 22 Juni 1945, yang sekarang disebut Piagam Jakarta, ' tidak dapat diterima, karena telah melanggar kaidah-kaidah sejarah yang harus dijunjung tinggi. Mengapa mereka tidak mengambil teks yang resmi itu di rumah beliau di Jl. Diponegoro yang jaraknya cukup dekat, tidak sampai dua menit perjalanan?

Mengapa mereka bisa ke rumah Mayjend. Nisimura, penguasa Jepang yang telah menyerah dan menyempatkan diri untuk bicara cukup lama malam itu, tapi untuk mengambil teks Proklamasi yang resmi dan telah disiapkan sejak dua bulan sebelumnya mereka tidak mau? Sungguh tidak masuk akal jika esok pagi Proklamasi akan diumumkan, jam dua malam masih belum ada teksnya. Dan akhirnya teks itu harus dibuat terburu-buru, ditulis tangan dan penuh dengan coretan, seolah-olah Proklamasi yang amat penting bagi sejarah suatu bangsa itu dibuat terburu-buru tanpa persiapan yang matang!

Teks Proklamasi itu bukan hanya ditandatangani oleh 2 (dua) orang tokoh nasional (Soekarno-Hatta), tetapi harus ditanda-tangani oleh 9 (sembilan) orang tokoh seperti dicantum dalam Piagam Jakarta. Keluar dan menyimpang dari ketentuan tersebut tadi adalah manipulasi dan penyimpangan sejarah yang mestinya harus dihindari. Teks itu tidak otentik dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Deklarasi Kemerdekaan Amerika saja ditandatangani oleh lebih dari 5 (lima) orang tokoh.

Teks Proklamasi itu terlalu pendek, hanya terdiri dari dua alinea yang sangat ringkas dan hampa, tidak aspiratif. Ya, tidak mencerminkan aspirasi bangsa Indonesia; tidak mencerminkan cita-cita yang dianut oleh golongan terbesar bangsa ini, yakni para penganut agama Islam. Tak heran banyak pemuda yang menolak teks Proklamasi yang dipandang gegabah itu. Tak ada di dunia, teks Proklamasi atau deklarasi kemerdekaan yang tidak mencerminkan aspirasi bangsanya. Teks Proklamasi itu manipulatif dan merupakan distorsi sejarah, karena tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Dalam sejarah tak ada kata maaf, karena itu harus diluruskan kembali teks Proklamasi yang asli. Adapun teks Proklamasi yang otentik, yang telah disepakati bersama oleh BPUPKI pada 22 Juni 1945 itu sesuai dengan teks atau lafal Piagam Jakarta.

Jelasnya, teks proklamasi itu haruslah berbunyi seperti di bawah ini:

PROKLAMASI
Bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan. Dan perjuangan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke pintu gerbang Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka dengan ini rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Kemudian dari pada itu, untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia, yang melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan kepada ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jakarta, 22 Juni 1945
Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta, Mr. Ahmad Soebardjo, Abikusno Tjokrosujoso, A.A. Maramis, Abdul Kahar Muzakir, H. Agus Salim, KH. Wahid Hasjim, Mr. Muh Yamin.

KH Firdaus AN mengusulkan supaya dilakukan koreksi sejarah. Untuk selanjutnya, demi menghormati musyawarah BPUPKI yang telah bekerja keras mempersiapkan usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, maka semestinya pada setiap peringatan kemerdekaan RI tidak lagi dibacakan teks proklamasi “darurat” susunan BK-Hatta. Hendaknya kembali kepada orisinalitas teks proklamasi yang otentik seperti tercantum dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945 diatas.

Benarlah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang mensinyalir bahwa dekadensi ummat terjadi secara gradual. Didahului pertama kali oleh terurainya ikatan Islam berupa simpul hukum (aspek kehidupan sosial-kenegaraan). Tanpa kecuali ini pula yang menimpa negeri ini. Semenjak sebagian founding fathers negeri ini tidak berlaku “amanah” sejak hari pertama memproklamirkan kemerdekaan maka diikuti dengan terurainya ikatan Islam lainnya sehingga dewasa ini kita lihat begitu banyak orang bahkan terang-terangan meninggalkan kewajiban sholat. Mereka telah mencoret kata-kata “syariat Islam” dari teks proklamasi. Bahkan dalam teks proklamasi “darurat” tersebut nama Allah ta’aala saja tidak dicantumkan, padahal dibacakan di bulan suci Ramadhan! Seolah kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia tidak ada kaitan dengan pertolongan Allah ta’aala...!

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ

“Sungguh akan terurai ikatan Islam simpul demi simpul. Setiap satu simpul terlepas maka manusia akan bergantung pada simpul berikutnya. Yang paling awal terurai adalah hukum dan yang paling akhir adalah sholat.” (HR. Ahmad 45/134). (globalmuslim/Voa-Khilafah*Forbidden*)


sumber
0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
18-08-2011 09:54
Quote:Pertamax


hmm ane juga baru tahu yang kek begini
guru sejarah ane mulai SMP sampe SMA gak pernah jelasin hal ini aneh emoticon-Bingung
0 0
0
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
18-08-2011 10:22
jd yg mana yg bener nih ane jd emoticon-Bingung harus ikut yg mana tp yg pasti ane minta ma penguasa tolong dong koruptor jgn di kasih remisi enak bgt ya udah korup banyak dpt remisi lg
0 0
0
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
21-08-2011 20:33
jadi yg bener yg mana nih








This comment was posted by piraterss
All rights reserved. Copyright 2011
- Signature anti Bot Copy-Paste.
0 0
0
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
21-08-2011 20:49
ane suka ganemoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)
0 0
0
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
21-08-2011 20:58
baca dulu gan emoticon-Stick Out Tongue
0 0
0
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
11-09-2012 22:01


ijin nyimak dulu deh ane emoticon-Bingung



Best Regards,
WSSChanger
0 0
0
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
11-09-2012 21:58
no komeng ah gan........... emoticon-Ngacir
0 0
0
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
11-09-2012 22:00
Boleh juga gan, setujuuu
0 0
0
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
11-09-2012 22:01
wiiih ada syariat islamnya juga ternyata...
baru tau ane...
ane kasih emoticon-Rate 5 Star dah
0 0
0
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
11-09-2012 22:02
Wah, baru tau ane gan.
Trus yang sah harusnya yang mana ni ya emoticon-Bingung
0 0
0
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
11-09-2012 22:03
ada sumber dari situs berita gak? bukan dari blog dan juga bukan opini..
0 0
0
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
11-09-2012 22:06
yailah gan. hari gini blogspot jadi acuan
tolong dong TS,jgn buat pecah belah indonesia
jgn-jgn agan bukan WNI?
blm tentu yg ditulis org yg gak tau latar belakangnya siapa atau dari negara mana bener. tar kalo tu sumber emoticon-Hoax TS bisa dipenjara loh? Ni masalah kenegaraan gan, ngak bisa main2
0 0
0
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
11-09-2012 22:06
baca dulu dia emoticon-Smilie
0 0
0
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
11-09-2012 22:07
pantesan negara ancur lebur kekgini, koruptor bebas melenggang kesana kemari, maling sandal digebugin ampe mampus emoticon-Sorry
0 0
0
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
11-09-2012 22:08
emoticon-Matabelo
bukti bahwa isi blog ini otentik apa gan?
emoticon-Bingung (S)
0 0
0
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
11-09-2012 22:08
0 0
0
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
11-09-2012 22:13
owh gitu gan.?? ane baru tau... ini beneran??
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh Penjahat Cinta
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
21-07-2013 09:54
itu kan bung karno ama bung hatta wakilin doang. . .
0 0
0
Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI
21-01-2014 22:18

Penjelasan

Yang ane tahu ceritanya gini Gan, mdh2an gak salah!!

Tanggal 22 Juni 45 diadakan rapat gabungan panitia kecil dengan para anggota BPUPKI. Hasilnya antara lain disetujuinya untuk membentuk panitia kecil ke-2 sebagai penyelidik Usul-usul/perumus dasar negara (Panitia ini berjumlah 9 org, udah ditulis sama TS diatas)

Nah panitia kecil ke-2 ini melakukan rapat dan berhasil merumuskan Mukkadimah/pembukaan/preambule UUD '45 dengan sebutan "PIAGAM JAKARTA"

Selanjutnya sidang BPUPKI ke-2 tanggal 10-16 Juli 45, dan hasil yang dicapai adalah rumusan/rancangan hukum dasar. Kemudian sejarah terus berlanjut hingga akhirnya dibentuklah PPKI.

Tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu (atas tragedi bom Hiroshima dan Nagasaki). Sejak saat itulah fokus Jepang beralih ke negaranya sendiri yang kala itu sedang di bombardir oleh sekutu. Keadaan tersebut dimanfaatkan oleh para pemimpin bangsa Indonesia dan juga atas desakan rakyat untuk memproklamasikan diri sebagai bangsa yang merdeka pada tanggal (17 Agustus 1945). Disini jelas bahwa TEKS PROKLAMASI MEMANG DIBUAT SECARA TERBURU-BURU. *Pembacaan teks proklamasi dilakukan pada pukul 10.00 pagi waktu itu. Kemudian ketika menjelang sore (masih pada tanggal 17 Agustus 1945) Bung Hatta kedatangan tamu dari utusan Indonesia bagian timur, intinya para utusan ini minta agar pada alinea ke-4 PEMBUKAAN, dibelakang kata "KETUHANAN" yang berbunyi "DENGAN KEWAJIBAN MENJALANKAN SYARIAT ISLAM BAGI PEMELUK-PEMELUKNYA" untuk dihapus. Jika tidak para utusan ini mengancam akan memisahkan diri dari Republik ini (mungkin karena banyak orang non-Muslim di bagian Timur). Usulan para utusan ini disampaikan oleh Hatta pada sidang pleno PPKI, khususnya kepada para tokoh Islam, antara lain Ki Bagus Hadikusumo, KH Wachid Hasyim, dan Teuku Muh Hasan. Hatta berusaha meyakinkan para tokoh Islam tsb demi menjaga stabilitas nasional saat itu


Mungkin itu Gan, mudah-mudahan gak pegel bacanya emoticon-Malu emoticon-Malumalu
Dan yang KECE-pian kasih ane cendol boleh emoticon-Ngakakemoticon-Blue Guy Cendol (L)
Diubah oleh evolutte
0 0
0
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia