Entertainment
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
Informasi! Kaskus Update Fitur Baru! Intip di Sini!
3564
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52c66f7f0e8b46e8660000ca/renungan-buat-semua-penonton-tv-di-indonesia-quotlets-move-itquot-by-pandji
Semoga gak :repost Ayo gan :rate5 terus dan timpuk :cendolbig trit ini biar jadi HT dan menyadarkan kita semua! Lets Move It Industri TV memang aneh. Fakta bahwa mereka hidup dari rating karena pengiklan berpatokan kepada rating membuat tindak tanduk stasiun TV jadi aneh aneh demi ditonton orang. Sebenarnya, penonton TV itu seperti Piramid terbalik. Yang paling banyak nonton adalah yang merupakan
Lapor Hansip
03-01-2014 15:06

Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji

Quote:Semoga gak emoticon-Blue Repost

Quote:Ayo gan emoticon-Rate 5 Starterus dan timpuk emoticon-Blue Guy Cendol (L) trit ini biar jadi HT dan menyadarkan kita semua!


Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji

Quote:Lets Move It

Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji

Industri TV memang aneh.

Fakta bahwa mereka hidup dari rating karena pengiklan berpatokan kepada rating membuat tindak tanduk stasiun TV jadi aneh aneh demi ditonton orang.

Sebenarnya, penonton TV itu seperti Piramid terbalik. Yang paling banyak nonton adalah yang merupakan kelas ekonomi bawah. Artinya ketika sebuah acara TV ratingnya bagus, maka itu bukan menandakan program tersebut banyak ditonton orang, tapi menandakan bahwa program TV itu banyak ditonton oleh masyarakat kelas bawah.

Sistem survey Nielsen Media Research juga disesuaikan dengan strata ekonomi para penonton TV. Misalnya, dari 100 responden, 50% adalah dari strata ekonomi bawah, 30% ekonomi menengah, 20% ekonomi atas. Mengapa angkanya tidak rata, karena kenyataannya memang yang nonton jumlahnya tidak rata. Kalau angkanya dibuat sama, maka hasil risetnya tidak akan akurat menggambarkan kenyataan di lapangan

Itulah mengapa banyak program TV yang terpaksa di “Dumb it down” atau dibikin “goblok” demi mendapatkan perhatian masyarakat kelas bawah.

Lucunya, atas alasan pencitraan, sejumlah stasiun TV mengaku kepada saya mereka butuh program program kelas menengah ke atas. Stasiun stasiun TV ini mulai kewalahan menyuguhkan program program TV kelas bawah karena iklan yang masuk akhirnya untuk masyarakat kelas bawah yang notabene bukan perusahaan besar dan kurang mampu bayar mahal. Sebagai ilustrasi, anda tidak akan pernah melihat iklan BMW di Indosiar.

Namun TV dengan sasaran penonton kelas menengah ke atas juga kewalahan karena iklan iklan tidak ada yang masuk, pengiklan tidak mau pasang di TV tersebut karena penontonnya sedikit.

Harusnya pengiklan tidak memasang iklan dengan ditentukan dari berapa banyak orang yang menonton, tapi siapa yang menonton.

Quote:Saya jadi ingat Dave Chappelle, yang setelah punya reputasi hebat sebagai Stand-Up Comedian ditawarin membuat program TV The Dave Chappelle Show.

Setelah 2 season yang super sukses, thn 2005 Viacom sebagai induk perusahaan Comedy Central menawarkan kontrak season 3 & 4 sebesar $ 55.000.000,- atau sebesar Rp 550 milyar. Sekadar info, 1 season adalah 13 episode. Untuk acara mingguan maka artinya 2 season itu tayang sepanjang 6 bulan kurang lebih.

Dave Chappelle menolak kontrak tersebut, dan bersama anak istrinya pindah ke Afrika untuk hidup tenang sebelum akhirnya kembali ke Amerika Serikat.

Pertanyaanya kemudian, mengapa Dave meninggalkan uang begitu banyak?

Jawabannya, terselip di panggung ketika dia sedang dalam pertunjukan Stand-Up Comedy di 2004. Salah satu penonton sepanjang malam nge-heckle Dave (heckle atau heckling adalah ketika ada penonton yang sepanjang pertunjukan teriak teriak mencoba menarik perhatian komika yang di atas panggung). Heckler tersebut teriak berulang ulang ”Im Rick James, Bitch!”. Sebuah kalimat terkenal (catch frame) dari acara The Dave Chappelle Show.

Dave kesal, kemudian pergi meninggalkan panggung. Beberapa menit kemudian dia kembali ke atas panggung dan berkata..

“You know why my show is good? Because the network officials say you’re not smart enough to get what I’m doing, and every day I fight for you. I tell them how smart you are. Turns out, I was wrong. You people are stupid”

Tahun 2005 Chappelle memutuskan tidak mengambil kontrak yang ditawarkan Viacom. Dave menyatakan tidak suka dorongan kreatif program TVnya diarah arahkan demi rating. Dave bilang harusnya program tersebut formatnya seperti film mini, tapi viacom inginnya dibuat sketsa seperti yang terjadi di season 1 dan 2. Tentunya atas permintaan viacom. Dave merasa penontonnya cukup cerdas untuk memahami komedi yang ditawarkannya, stasiun TV berpikir sebaliknya, mereka merasa penonton TV kebanyakan ekonomi bawah dan tidak apresiatif terhadap hal hal yang cerdas.


Masalah Dave, adalah masalah semua orang juga di Indonesia. Provocative Proactive-pun berubah format dari talkshow dan news menjadi banyak sketsa. Katanya “Lebih seru, penonton lebih suka..”

Quote:Pada satu kesempatan, saya pernah berbincang dengan Pak Jose Rizal Manua, pimpinan Teater Tanah Air. Pertunjukan teater di mana pemainnya adalah 100% anak anak. Beliau bersama TTA pernah meraih juara pertama pada Festival Teater Anak-anak Dunia ke-9 di Lingen, Jerman tahun 2006.Pulang ke Indonesia, beliau menawarkan pertunjukan tersebut untuk ditayangkan di TV. Seluruh stasiun TV jawabannya sama: “Penonton nggak ngerti dikasi beginian”.

Pak Jose bertanya balik “Kok bisa nggak ngerti? Wong ini bisa jadi juara dunia di depan penonton jepang, jerman, inggris, dan negara negara lain sementara bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia. Orang asing yang ga bisa bahasa Indonesia aja ngerti bahkan jadi juara, kenapa rakyat Indonesia sendiri dibilang ga ngerti?”

Sayang, stasiun TV tetap pada pendiriannya. Suguhan teater juara dunia ini tidak ditayangkan.


Pertanyaannya kemudian, siapa yang bisa bawa perubahan kepada stasiun TV?

Semuanya.

Penonton harus menuntut program yang lebih baik.


Pemerintah sebaiknya buat UU utk menjamin tayangan TV berkualitas (di Belanda, pemerintahnya mewajibkan semua stasiun TV menayangkan program dokumenter sebanyak 20% dari total program mereka)

Klien harus mulai lebih berani dalam mengambil keputusan periklanan. Yang ini pergeserannya sudah mulai terlihat.

Nielsen Media Research harusnya ada yang mengawasi, seperti di luar negeri, lembaga lembaga rating diawasi oleh lembaga Independen. Ini penting mengingat NMR adalah pemain satu satunya saat ini di Indonesia. Ada sih pemain lain tapi tidak jadi hitungan. Seperti Cineplex 21 dan Blitz Megaplex. Mereka bersaing? Come on, be real. Its still a monoply.

Power tends to corrupt, absolut power corrupts absolutely.

Pertanyaan besarnya harusnya ditanyakan kepada seluruh rakyat Indonesia, apakah benar tuduhan Dave Chappelle..

Are we all dumb?

If we are, we need to change it.

If we are not, we need to prove it.

Lets move it
.


Sumber
Quote:Bisa dibilang thread ane ini counter dari petisi2 tolak YKS dll yg rame beredar. Karena menurut ane (dan menurut bang Pandji) perubahan BUKAN dari sisi stasiun tv tapi juga dari KITA SEBAGAI PENONTON TV. "Lets Move It!"

Toh masih ada juga kok stasiun TV yang BERKUALITAS. Seperti ini nih..
Stasiun TV Berkualitas

Komen keren kaskuser


Quote:Mampir ke thread ane yang lain gan.

[PIC] Inilah Ratu Atut Chosiyah, Kim Kardashian asal Banten HT#1
Andai Kantor Kita 30 km dari Rumah . . . HT#2
[PIC] Panorama Indonesia yang Sering Diposting Oleh Akun2 Twitter Foto Worldwide HT#3
[Ngakak] COCOKLOGI. Teori yg Mncocok2an Semua Hal dgn Konspirasi Wahyudi dkk. +PIC!
Sepuluh Jembatan Berbahaya di Indonesia Ala Indiana Jones. Kemana Pemerintah?
Lebih Dekat dengan Para NewsAnchor Net TV yang Bening-Bening ++PIC

Diubah oleh joelmiro
0
Tampilkan isi Thread
Masuk untuk memberikan balasan
the-lounge
The Lounge
41.2K Anggota • 906.1K Threads
Halaman 153 dari 181
Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji
15-01-2014 03:16
betul udah sedikit banget acara tv yang mendidik dan positif ironis memang
0 0
0
Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji
16-01-2014 00:29
"Lets Move It!"
0 0
0
Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji
16-01-2014 01:01
Yang gini nih maksud ane.. bs kejadian gak ya? tontonan di tv bs di 'kontrol' lebih ketat.. bukan cm disensor klo ad cewek yg show belahan dada doang.. tp 'acara / program' yg ditayangkan itu sendiri.
0 0
0
Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji
16-01-2014 01:08
cuma menunggu aja nanti pertelevisian indonesia bisa buat gebrakan lebih baik atau tidak
0 0
0
Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji
16-01-2014 01:10
sudah aku renungkan gan
0 0
0
Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji
16-01-2014 04:46
males banget gan
melihat acara telivisi sekarang emoticon-televisi:
0 0
0
Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji
16-01-2014 13:00
Kita tidak bisa menyalahkan stasiun TV sepenuhnya, kita sebagai penonton/konsumen harus cerdas dalam memilih acara TV.
Saat ini mungkin Indonesia BELUM siap, namun dengan adanya gebrakan yg luar biasa pasti setiap perubahan itu bisa terjadi lebih cepat.
0 0
0
Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji
17-01-2014 13:31
Sudah menentukan akan menonton acara tv apa malam nanti?
0 0
0
Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji
17-01-2014 17:04
haha ane ga mikir gitu ah
calm aja gan . masih banyak kok acara bermutu jgn liat dari satu sisi
0 0
0
Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji
17-01-2014 17:45
memang bener kata agan ts, ane setuju banget, tv bisa saja masukkin acara2 edukatif kaya di tipi2 berbayar, tapi mayoritas penonton tipi (dalam hal ini masyarakat kelas bawah) kaga ada yang mau nonton.
0 0
0
Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji
17-01-2014 18:12
sbenernya kalo dipikir-pikir, susah juga klo harus penontonnya yang berubah..

penonton yang disebut sebagai 'intelek' atau 'menengah ke atas' pasti ga bakal nonton, dan akan cari alternatif lain, sebut saja TV kabel, yang notabene pasti acara channel luar negeri yg ditonton.

penonton yang disebut sebagai 'tidak intelek' atau 'menengah ke bawah' pasti akan terus nonton acara2 itu, mau berubahnya gimana kalo andaikan semua tayangan modelnya seperti itu? langsung 'dipaksa' nonton TV kabel pun ga bakal nyambung, alhasil mereka akan stuck dengan program-program yang mereka sudah suka.

lagipula tayangan-tayangan yang dibilang 'bodoh' itu yang menilai adalah kaum 'intelek' yang tau benar bagaimana menyampaikan pendapatnya, tinggal apakah kaum 'tidak intelek' mau menerima itu? mana ada yg mau dicap bodoh, belum tentu mereka akan berubah karena gengsi, toh ga semua penonton tayangan 'bodoh' itu 'tidak intelek' kan?

dan nantinya jika mereka bertanya "lantas tayangan yang pintar itu contohnya seperti apa sih? sini coba kita tonton." nah tuh gimana solusinya? mau ga mau stasiun TV lagi kan yang harus buat?.

intinya sih klo gue bilang itu tergantung stasiun TVnya yang harus berubah.. berubah dari ga cuma jor-joran nyari profit, tapi juga mulai mendidik.. dan jangan taro program2 mendidik tsb di jam-jam sepi, taro di prime-time.. klo buat anak2 itu mulai jam 3-5 sore, buat yang remaja dan dewasa itu jam 7-9, ato apalah.

karena kita ga bisa milih program apa yang kita suka, kita mulai mengenal TV terutama yang generasi skarang, itu mulai dari kecil kan?

klo gue gali dari memori gue sendiri, gue masih inget kalo :

tiap kali sebelum gue berangkat TK, sampe kelas 2 SD di awal '90an, gue selalu nonton Sesame Street.. tau kan? nah itu kan acara anak2 di RCTI tiap pagi jam 6-7.. pada inget ga klo RCTI dan Sesame Street nya masih menggunakan subtitle bahasa Indonesia, tapi kan aktor2 dan puppet2nya bahasa Inggris semua.. ngerti2 aja tuh gue apa maksudnya. Menghibur dan mendidik sekaligus. Gue ampe skarang masih inget, betapa gue rela nonton ending credit titlenya cuma pengen liat Barkley mencoba ngumpet2 di pohon (Barkley itu anjing gede yang ada di Sesame Street), padahal adegannya sama persis tiap akhir episode.

Its all good, sampai akhirnya ada orang super pinter di stasiun TV mencoba ganti nama jadi 'Jalan Sesama' wtf!!!???? SESAME STREET itu artinya JALAN WIJEN, kalo ga masuk akal, jelaskanlah maksudnya WIJEN ini adalah BENIH. Jadi jalan untuk mengarahkan anak2 kecil untuk menjadi pintar dan terhibur, menjadi benih yang bagus. Dan terakhir, orang super pinter itu pake aktor dialog bahasa Indonesia untuk dubbing tu acara. Intinya apa cobaaaa?? klo alesannya karena banyak kaum 'tidak intelek' atau rakyat 'menengah ke bawah' yang ga ngerti orang ngomong bahasa Inggris dan ribet baca subtitle, itu ga makesense!! emangnya gue pas umur 5 tahun udah ngerti bahasa Inggris apa? membaca menulis juga pas-pasan! tapi gue ngerti!! dan emangnya gue di umur 5 tahun udah jadi kaum 'intelek'?? WTF man! emang Tuhan ngasih anak-anak kecil dengan kapasitas otak yang berbeda? (kecuali emang anak tsb ada penyakit/kelainan otak, amit-amit, God Bless Them).

Lalu ada TV serial (masih di RCTI) namanya MacGyver, yang ampe sekarang gue yakin yang pernah nonton pasti masih inget jingle bumper dan logonya. Mungkin ga ada korelasinya, tapi buat gue yang bikin gue kagum saat itu adalah (pesan dari acara tsb utk gue) seribet atau serumit apapun masalah lo, pasti ada jalan keluar, jika lo benar-benar berpikir dan memperhatikan situasi di sekitar lo. Sekali lagi, gue nonton itu pas SD.

Entah kenapa, di jaman masih sepi sinetron, masih sering TV serial dari luar negeri, itu buat gue uplifting banget, dan selalu niat buat nonton.. ada Knight Rider, AirWolf, My Secret Identity bla bla bla, intinya tiap siang-sore-malem ada aja acara bagus.. dan semuanya itu pake subtitle!.

Jangan lupa acara lokal juga : Lenong Bocah, Lenong Rumpi, Doel Anak Sekolahan, Tahta, Srimulat (gue pantengin di Indosiar tiap malem ngakak terus), lalu klo talk show ada Salam Canda oleh Ebet Kadarusman dan banyak lainnya.

Intinya stasiun TV sebenernya punya kapasitas buat menyuguhkan acara-acara berkualitas. Kita ga khawatir dengan orang-orang yang sudah remaja-dewasa yang nonton acara2 model YKS, tapi kita khawatir dengan mental yang akan didapat oleh anak-anak kecil yang menonton acara tsb.

Mau ambil contoh lagi musik?

Bro, Dangdut itu musik bagus lho. Tapi kenapa kesannya jadi kampungan? tanpa mengurangi respek gue akan karir artis seperti Inul Daratista dsb, gue rasa faktor kenapa jadi kampungan ya karena mulai ada tradisi nyawer, penyanyi dangdut harus berpakaian seksi dan menari erotis. Emangnya Elvi Sukaesih kyk gt? Meggy Z? Iis Dahlia? gue ga terlalu tau artis2 Dangdut jaman dulu, yang jelas ga ada yg model goyang2 ngebor kyk gitu, yg mempertontonkan seksualitas. Giliran Lady Gaga mau konser disini, diprotes abis2an padahal si artis udah janji akan berpenampilan yang sopan, padahal yg nonton kebanyakan kaum 'intelek' dan 'menengah ke atas' yang ga perlu diajarin lagi mana yg bener mana yg salah. Mereka cuma khawatir itu berpengaruh ke mentalitas anak2 kecil, padahal di kampung-kampung, desa-desa banyak konser-konser kecil dangdut yang menampilkan penyanyi cewe yang pakaian seksi dan nari erotis, itu diperbolehkan? oh iya lupa, karena mrk bukan kaum 'intelek' dan menengah ke bawah? really?.

karena kebetulan jadi off-topic ke musik, sekalian aja ya.

buat gue jujur aja, gue udah stop denger musik2 Indonesia sejak 2004 lah. bukannya anti apa gimana, emang sih ada beberapa artis yang musik-musiknya oke lah, tapi diversity dan variasinya ga sebagus tahun 90an. personally ga membuat impact seperti yang gue rasakan.

Ok what we've got here.

Slank, Dewa19, Gigi, Sheila on 7, Padi, Potret, Jamrud, Naif, Boomerang, Pas Band, Base Jam, Netral, Cokelat, Kahitna, /rif, Kla Project, The Groove, Funky Kopral, Nugie, Iwan Fals + Kantawa Takwa, Chrisye, Opie Andaresta, Nicky Astria, Reza, Pure Saturday, Andre Hehanussa, Sherina, Joshua, Type-X, Peterpan, dan trakhir Ahmad Band.

Gue yakin pasti ada yg bisa kasi sugesti variasi musik Indonesia jaman skrg, tapi bukan itu masalahnya. List artis diatas, coba dilihat deh, secara karakter dan image baik personality atau musiknya mereka, itu berbeda semua. Dan gue sebagai anak umur 10-15 tahun saat itu, its an EYE OPENING EXPERIENCE. Ibarat semua resep hidup ada disitu semua. Dulu ga ada YouTube bro, cuma ada radio, majalah, sama video-klip musik yang selalu diputar tiap kali ada jeda waktu antar program TV <-- which is sepertinya udah ga pernah ada, karena udah mentok sama iklan-iklan yang bertebaran.

Intinya dimana saatnya skarang teknologi makin canggih, makin modern, intelektualitas orang makin tinggi, apresiasi dan kreasi makin tinggi, kok malah yang ada skarang itu itu lagi? musisi dan artis yang berhasil jadi terkenal atau sukses itu adalah mereka2 yang play-safe, bikin formula musik yang sesuai pasaran, ngikutin demand label, sementara mereka yang idealis dan punya potensi besar hanya segitu-gitu aja, ga ada kesempatan yang berarti dan gampang terlupakan. Jadi semata-mata, bisnis musik itu hanya untuk jadi terkenal dan menghasilkan uang, bukan menjadi musisi yang lagu-lagunya akan dikenang/dihafal 10-15 tahun kemudian. Setidaknya itulah yang ada di otak gue, that's the way i see it.

Same thing dengan TV atau perfilman. We're lack of diversity and new art form creation. Pantes aja budaya barat makin gampang masuknya kesini, makin mendominasi, apalagi dibantu teknologi internet dan socmed.

Dah ah ngalor ngidul ngomongnye.
0 0
0
Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji
17-01-2014 20:46
Quote:Original Posted By mokkoman
sebenarnya dg langganan tipi berbayar bukan otomatis menyelesaikan carut marut dunia pertelevisian kita. malah kita modalin bangsa asing dan melemahkan bangsa sendiri.
memang kita harus bergerak membenahinya. trus mengkampanyekan tentang tontonan bermutu adalah keharusan. kita harus rajin mendesak hingga stasiun tipi kita sadar bahwa rating bukanlah segalanya.
kita harus tetap support mereka bekerja di dunia pertelevisian untuk memajukan siaran tipi indonesia dan mendorong mereka untuk menghasilkan karya yg cerdas dan memajukan bangsa ini.
izinkan diriku ngekwotmu emoticon-kisssing
0 0
0
Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji
18-01-2014 13:57
yoi bener banget gan.. ane juga demen nntn net n kompas TV
0 0
0
Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji
18-01-2014 15:29
aduh lum ISO, ga bisa kasih cendol.
ane stuju banged, dari sisi penonton nih yg harusnya sadar.

tapi ane bingung, gimana cara nyampein info ini ke masy. strata ekonomi menengah kebawahnya.

percuma aja klo info ini juga didengernya sama agan2 yg menengah keatas.

trus, kyknya perlu tindak nyata utk mengkampanyekan hal ini, instead of hanya mejeng di kaskus.

Sekian, thank you emoticon-Blue Guy Cendol (L)
Diubah oleh andrewstvn
0 0
0
Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji
18-01-2014 20:54
Dan sekarang udah gaada hitam putih lagi


what the fuck is YKS?
0 0
0
Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji
21-01-2014 09:01
wah ane di cendolin bang panji.. mkasi bang emoticon-Matabelo
0 0
0
Post ini telah dihapus
Post ini telah dihapus
Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji
21-01-2014 15:22
Yoi gan..
Emang siaran tv sekarang banyak sampahnya..
0 0
0
Renungan Buat Semua Penonton TV di Indonesia: "Lets Move It!" by @Pandji
21-01-2014 15:24
ane sih sekarang kalau nonton cuman bola aja selainnya ngaskus aja
0 0
0
Halaman 153 dari 181
icon-hot-thread
Hot Threads
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia