News
Batal
KATEGORI
link has been copied
282
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5295e2a719cb17d64100009d/jika-pk-ditolak-dokter-ancam-bertindak-defensive-medicine
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak DEFENSIVE MEDICINE detikNews - Rabu, 27/11/2013 18:37 WIB Jakarta - Para dokter yang tergabung dalam berbagai aliansi yakin peninjauan kembali (PK) kasus dr Ayu dkk akan dikabulkan. Sebab hasil keputusan Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) menyatakan mereka tidak bersalah. Jika PK tersebut tidak dikabulkan, mereka khawatir dunia kedokteran akan semakin suram
Lapor Hansip
27-11-2013 19:16

Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine

Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak DEFENSIVE MEDICINE


detikNews - Rabu, 27/11/2013 18:37 WIB


Quote:Original Posted By DETIK
Jakarta - Para dokter yang tergabung dalam berbagai aliansi yakin peninjauan kembali (PK) kasus dr Ayu dkk akan dikabulkan. Sebab hasil keputusan Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) menyatakan mereka tidak bersalah.
Jika PK tersebut tidak dikabulkan, mereka khawatir dunia kedokteran akan semakin suram. Para dokter takut mengambil tindakan medis karena membahayakan posisinya.
"Kalau sampai PK ditolak, kemungkinan dokter akan melakukan defensive medicine," ujar Ketua Persatuan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) Frizar Irmansyah dalam konferensi pers di restoran Natrabu, Jl Sabang, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2013).
Defensive medicine adalah kondisi di mana dokter hanya akan melakukan tindakan medis jika dokter sudah merasa benar-benar aman dan yakin bahwa tindakannya tidak akan membahayakan posisinya.
"Hal ini berpotensi merugikan masyarakat dan negara," katanya.

Menurut Agung, kasus tersebut telah terjadi di negara maju. Defensive medicinedi negara-negara tersebut terbukti meningkatkan biaya kesehatan akibat peningkatan biaya pemeriksaan.
"Sekarang siapa yang mau menerima pasien yang sedang kritis dan kemungkinan akan meninggal kalau nanti akhirnya bisa berakhir di penjara," katanya.
Defensive medicine yang dilakukan para dokter tidak hanya berdampak pada pasien namun juga rumah sakit.
"Hasil PK akan menjadi acuan. Jika ditolak dokter akan mengalami kemunduran. Dampaknya tidak hanya merugikan dokter tapi rumah sakit juga," katanya.
"Dokter akan berpikir, daripada saya dituntut biarkan saja pasien mati," tutup Frizar.


[url=http://www.detik..com/news/read/2013/11/27/183729/2425644/10/jika-pk-ditolak-dokter-ancam-bertindak-defensive-medicine]SUMBER[/url]

Nah lho.... Udah mulai maen anceman sekarang emoticon-army
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 7 dari 15
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
27-11-2013 22:37
Iya deh ikut aja, asal yg terbaik emoticon-Big Grin

Bebasin dah tuh dr. Ayu emoticon-Mad
0 0
0
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
27-11-2013 22:50
Quote:Original Posted By passtiga


Otak lo digedein bukan bacot, dokter akan memeriksa pasien, tapi kalo beresiko dipenjara dalam ambil tindakan , lebih baik tidak bertindak...karena pintar mereka jadi dokter!



trus apa otaknya udah mentok??? sampe gak bisa mikir tindakan lain selain demo besar2an???
Diubah oleh fix6686
0 0
0
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
27-11-2013 22:53
Quote:Original Posted By marhapix


kalau gitu berhenti jadi dokter aja gan kalau gk mau ambil resiko

semua pekerjaan/ profesi ada resikonya, kenapa harus takut?

orang yg gk bekerjapun punya resiko, resiko gk punya duit

jangan seperti anak kecil ah..


Sudah bekerja sesuai prosedur tapi tetep disalahkan, apa itu namanya risiko?
Dokter itu menjanjikan usaha semaksimal mungkin gan, bukan hasil.
Sama aja kaya guru.
Mereka menjanjikan usaha semaksimal mungkin biar murid2nya pada pinter. Tapi apa ada yang bisa menjamin muridnya jadi pinter semua? Bahkan sang guru sendiri pun tidak menggaransi.
0 0
0
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
27-11-2013 22:57
Quote:Original Posted By guitarista


Sudah bekerja sesuai prosedur tapi tetep disalahkan, apa itu namanya risiko?
Dokter itu menjanjikan usaha semaksimal mungkin gan, bukan hasil.
Sama aja kaya guru.
Mereka menjanjikan usaha semaksimal mungkin biar murid2nya pada pinter. Tapi apa ada yang bisa menjamin muridnya jadi pinter semua? Bahkan sang guru sendiri pun tidak menggaransi.


Terus ngebuktiin usaha ga maksimal itu gimana?
Kalo bilang usaha maksimal doang kayanya gampang tuh.

Wong guru aja usaha maksimal ada yg minta barang2 ke ortu dgn jaminan anaknya lulus, usahanya siguru maksimal ga tuh?
0 0
0
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
27-11-2013 23:01
Quote:Original Posted By rangutan


Terus ngebuktiin usaha ga maksimal itu gimana?
Kalo bilang usaha maksimal doang kayanya gampang tuh.

Wong guru aja usaha maksimal ada yg minta barang2 ke ortu dgn jaminan anaknya lulus, usahanya siguru maksimal ga tuh?


Dalam setiap ilmu kedokteran ada yang namanya SOP. Jika semuanya dilakukan sesuai SOP, ya berarti sudah dilakukan secara maksimal. Siapa yang menilai? MKEK.
Misal ada yang ta ya "loh, MKEK kan isinya dokter juga? Jeruk makan jeruk dong?" Lah terus masa yang menilai dokter itu bener apa gak malah ustadz? Guru fisika? Pak RT? Insinyur?

Btw, ane gak pernah bilang ya tentang guru yang meminta barang ke ortu murid. Kalo ada yamg gak terima, ailahkan hubungi agam diatas.
Diubah oleh guitarista
0 0
0
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
27-11-2013 23:07
Quote:Original Posted By guitarista


Dalam setiap ilmu kedokteran ada yang namanya SOP. Jika semuanya dilakukan sesuai SOP, ya berarti sudah dilakukan secara maksimal. Siapa yang menilai? MKEK.
Misal ada yang ta ya "loh, MKEK kan isinya dokter juga? Jeruk makan jeruk dong?" Lah terus masa yang menilai dokter itu bener apa gak malah ustadz? Guru fisika? Pak RT? Insinyur?

Btw, ane gak pernah bilang ya tentang guru yang meminta barang ke ortu murid. Kalo ada yamg gak terima, ailahkan hubungi agam diatas.


Trus yg bisa menilai vonis hakim udah bener/gak bener siapa? Dokter? emoticon-Hammer

Maha Benar Dokter dgn Setumpuk Resepnya emoticon-Ngacir

edit: wew.. ditimpuk cendol ama om kabei emoticon-Belo emoticon-Malu
Diubah oleh AKTB48
0 0
0
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
27-11-2013 23:32
Quote:Original Posted By GembelzBikerz
ane pernah diopname 2 minggu... gak sembuh2... waktu foto ronsen, hasilnya ada TBC... dironsen ulang ternyata bukan, bersih paru2 ane... kata dokter spesialis kemungkinan lensa kotor emoticon-Hammer selama proses ronsen ane cuman dikasih bubur putih gak pake apa2.... dokter nyuruhnya jumat malem... dironsen senen emoticon-Hammer

pas 2 minggu ane paksa pulang aja, wong gak ada kemajuan....

pindah dokter... langsung ke internis... cek lab, dikasih obat, 3 hari sembuh kagak pake opname.....

yang ane diopname 2 minggu itu dah masuk malpraktek bukan ?


Contoh Nya gue gan nih ya:

. Gue kena penyakit kelamin GO Aja ke dokter resmi turunan melayu bayar hampir 200rb malah ga sembuh2. Eh ke dokter resmi turunan tionghoa yg Ada embel2 gantungan tulisan alquran di depan pintu masuknya(doi tionghoa Muslim gan) malah sembuh dalam tempo 1x24 jam doang.
Padahal obat dan Biaya periksa total ga nyampe 100rb
Intinya dokter yg ga layak praktek itu harus dibasmi emoticon-Mad

Menurut kaskuser ini tuh dokter yg pertama tanganin gue malpraktek bukan?masa GO Aja ga sembuh2?????
Standarisasi dokternya manaaaaa????
Ini masalah sederhana Loh
0 0
0
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
27-11-2013 23:49
Quote:Original Posted By tommy_kid


Iya gan.komunikasi memang sangat penting.pernah kejadian pasien ane sakit jantung.udah berulang kali diedukasi dan diterapi,dibilangin untuk istirahat ga bisa,dia aktif banget.
Sampai akhirnya ane rujuk ke Sp.jantung,belum nyampe udah meninggal duluan.
Tapi karena edukasi dan komunikasi yg baik sejak lama,keluarga pasien malah berterimakasih karena sudah dibantu selama berobat.
Memang disinilah terjadi perbedaan karena komunikasi.sebenarnya bukan hasil akhir pasien sehat atau tidak.tapi cara kita menyampaikan informasi.


ini kayaknya yg masyarakat tunggu pak dokter emoticon-shakehand
sama-sama arogan, sama-sama sakit hati, sama-sama dipojokan, sama-sama ingin dimengerti. kan sama-sama manusia emoticon-Big Grin

yah, kalo ngambil keputusan gitu (kayak di trit)
semoga istri, anak, orang tuan dan semua keluarga para dokter gak pernah jadi pasien emoticon-Smilie
0 0
0
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
28-11-2013 01:05
DO IT!
Pasien bakal lari ke luar negeri. Kalian dokter cuma bakal makan duit dari perusahaan obat doang nanti!
emoticon-Ngakak (S)
0 0
0
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
28-11-2013 01:08
sudahlah... setiap profesi selalu ada resikonya.. kita serahkan saja pada pihak yang berwenang menanganinya.. jika keputusan dan independensi hakim MA diragukan... so, institusi hukum apa lagi yang bisa kita percayai di Indonesia ini? kan masih ada upaya PK, dlsb...

so, serahkanlah masalah medis pada dokter, tapi percayakanlah masalah hukum pada hakim....

ini pelajaran, baik buat pasien dan juga dokter termasuk juga industry layanan kesehatan di Indonesia...

kalau tidak ada kasus2 seperti ini, industry kesehatan kita tidak akan berkembang... orang2 Malaysia banyak yang belajar di FK yang ada di Indonesia... tapi orang2 Indonesia masih saja lari ke Singapore dan Malaysia untuk berobat.. kenapa? so apa yang salah dari industry layanan kesehatan kita?

Siapa yang jadi korban?
Prita adalah korban, Fransisca Makatey adalah korban, dr. Ayu pun korban... dan seluruh masayarakat dan Negara kita ini pun sebenarnya adalah korban...

masih ada waktu... mari rame2 benahi... emoticon-Berduka (S) emoticon-Berduka (S)
0 0
0
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
28-11-2013 05:12
Quote:Original Posted By AKTB48


Trus yg bisa menilai vonis hakim udah bener/gak bener siapa? Dokter? emoticon-Hammer

Maha Benar Dokter dgn Setumpuk Resepnya emoticon-Ngacir


Dokter tidak bisa dong memvonis bener atau gak putusan hakim.
Tapi yang disayangkan para dokter adalah, kenapa keterangan saksi ahli tidak dipertimbangkan?
Yang pertama masalah emboli. Jelas2 saksi ahli mengatakan emboli adalah kasus yang tidak bisa diduga dan sangat sulit ditangani.
Ya g kedua masalah informed consent. Padahal jelas ini kasus gawat darurat, sudah ditegaskan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 290/MENKES/PER/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan Medik, pengaturan mengenai informed consent pada kegawatdaruratan lebih tegas dan lugas. Permenkes No. 290/Menkes/Per/III/2008 pasal 4 ayat (1) dijelaskan bahwa “Dalam keadaan DARURAT, untuk menyelamatkan jiwa pasien dan/atau mencegah kecacatan tidak diperlukan persetujuan tindakan kedokteran”.

See? Ini yang membuat para dokter tidak tenang. Berusaha menolong sesuai standrd tertinggi keilmuan kedokteran, tapi ujungnya yang dinilai adalah hasil...bukan pada usahanya. Padahal kontrak teraupetik bukan pada hasil tapi pada usaha. Sering kan kita dengar "dokter hanya perantara, Tuhan lah yang menyembuhkan"
0 0
0
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
28-11-2013 05:38
Quote:Original Posted By guitarista


Dokter tidak bisa dong memvonis bener atau gak putusan hakim.
Tapi yang disayangkan para dokter adalah, kenapa keterangan saksi ahli tidak dipertimbangkan?
Yang pertama masalah emboli. Jelas2 saksi ahli mengatakan emboli adalah kasus yang tidak bisa diduga dan sangat sulit ditangani.
Ya g kedua masalah informed consent. Padahal jelas ini kasus gawat darurat, sudah ditegaskan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 290/MENKES/PER/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan Medik, pengaturan mengenai informed consent pada kegawatdaruratan lebih tegas dan lugas. Permenkes No. 290/Menkes/Per/III/2008 pasal 4 ayat (1) dijelaskan bahwa “Dalam keadaan DARURAT, untuk menyelamatkan jiwa pasien dan/atau mencegah kecacatan tidak diperlukan persetujuan tindakan kedokteran”.

See? Ini yang membuat para dokter tidak tenang. Berusaha menolong sesuai standrd tertinggi keilmuan kedokteran, tapi ujungnya yang dinilai adalah hasil...bukan pada usahanya. Padahal kontrak teraupetik bukan pada hasil tapi pada usaha. Sering kan kita dengar "dokter hanya perantara, Tuhan lah yang menyembuhkan"


Ane orang awam, gan. bukan dokter..

Tapi baca2 di google..

The failure of doctors to properly diagnose and treat pulmonary embolism is a leading cause of unnecessary death in the United States. Scientists estimate that as many as 60,000 Americans die annually as a result of the failure to properly diagnose pulmonary embolism.

Prompt treatment can reduce the mortality of pulmonary embolism by 90 percent.

Source

Jadi itu sesuatu yg sulit diduga, tapi kalo dokterna sigap, gak bakalan tewas. unnecessary death, bukan unavoidable death. Secara logika klo "sulit ditangani" pasti yg tewas di meja operasi jauh lebih banyak.

Trus kalo urusan informed consent, ya nanganin dalam keadaan darurat ama malsuin tanda tangan urusannya lain..

"Masih dalam bunyi putusan itu, bahwa kemudian setelah dilakukan pemeriksaan Laboratorium Forensik Cabang Makassar, Sulawesi Selatan, dan berdasarkan hasil pemeriksaan Kriminalistik pada 9 Juni 2010 juga menyatakan, tanda tangan dalam surat persetujuan itu bukan tanda tangan asli Siska.

"Menyatakan bahwa tanda tangan atas nama Siska Makatey alias Julia Fransiska Makatey pada dokumen bukti adalah tanda tangan karangan atau spurious signature," tulis pertimbangan putusan kasasi sebagaimana Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik. (Fiq/Yus)"

Source

Jadi agak susah ya klo pake double standard.

saksi ahli bidang kedokteran yg menyatakan embolism tidak bisa diduga diduga dan sulit ditangani = Fakta

Tapi saksi forensik yg menyatakan itu tanda tangan palsu = gak kompeten

Quote:Original Posted By guitarista

See? Ini yang membuat para dokter tidak tenang. Berusaha menolong sesuai standrd tertinggi keilmuan kedokteran, tapi ujungnya yang dinilai adalah hasil...bukan pada usahanya. Padahal kontrak teraupetik bukan pada hasil tapi pada usaha. Sering kan kita dengar "dokter hanya perantara, Tuhan lah yang menyembuhkan"


Nah justru ini dipermasalahkan, benarkah itu standar tertinggi ?

Trus terang, ane sih agak gerah mengingat banyak jurusan kedokteran (and jurusan lain) sekarang bisa masuk lewat "jalur khusus". Klo dulu, mungkin yg keterima di kedokteran tuh "cream of the crop", yg terbaik diantara yg terbaik klo sekarang kalo ortunya bisa keluarin ratusan juta, bisa masuk.

Masih dijaga kah standar kehormatan dokter oleh MKDKI ? atau diturunkan sedikit mengingat jumlah dokter di indonesia masih kurang.
Diubah oleh Squeal
0 0
0
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
28-11-2013 06:07
Quote:Original Posted By ardi_ansyah


Hmm-gan..ente cm di penjara ancaman nya-nah lo para tentara mempertaruhkan nyawa mereka di garis terdepan menghadapi musuh-setiap kerjaan ada resiko bos..klu lu ga mau resiko ya jgn jd dokter om..jd pegawai kelurahan aja..


bener banget gan mendingan jadi pegawai kelurahan cuma duduk manis dapet duit,
nah kalo dokter memang kewajiban untuk menolong pasienya , ya walau gak tertolong memang udah di gariskan meninggal,, mentingin keluarga padahal di depanya orang lagi sekarat sampai meninggal pula emoticon-Mad (S)
Quote:Original Posted By kabei
Semoga dokter dari asean segera buka praktik di indonesiaemoticon-Angkat Beer


bener banget gan udah muak juga ,, dokter2 sekarang apalagi di jakarta 'emoticon-Cape d... (S)

Ane Inget temen ane tabrakan muka ya ketancep kaca mobil bukanya di tolong dulu bilang yang tanggung jawab siapa udah jelas ane temenya ,,ANE BILANG AJAH KE DOKTERNYA GOBLOK UDAH TAU TEMEN GW UDAH SEKARAT GITU
Diubah oleh playboyhtc
0 0
0
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
28-11-2013 06:17
hahahaah dokter tolol ga baca KUHP yak?

Pasal 304
Barang siapa dengan sengaja menempatkan atau membiarkan seorang dalam keadaan sengsara, padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan dia wajib memberi kehidupan, perawatan atau pemeliharaan kepada orang itu, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

cuma dua taun mau lakukan defensive medicine, gimana masih berani?

heran gua, di Amerika ada ribuan kasus malpraktik kejadian dan diusut oleh siapa? pengadilan sipil juga, dasar dokter bego ga mau disalahin emoticon-Smilie) ngerasa rugi? ngerasa setengah tuhan?
0 0
0
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
28-11-2013 06:29
Buat yang penasaran dan nyari sumber informasi yang orisinil nggak pake bumbu dan pengawet sama putusan dr Ayu silahken saja dicekidot di link bawah ini :

Tapi ane kurang gitu yakin kalo ada yang berminat.. emoticon-Big Grin

======

Sebelum ke MA

Quote:Putusan PN MANADO Nomor 90/PID.B/2011/PN.MDO Tahun 2011

http://putusan.mahkamahagung.go.id/p...58a47fb680afeb


Sesudah ke MA

Quote:Putusan MAHKAMAH AGUNG Nomor 365 K/Pid/2012 Tahun 2012

http://putusan.mahkamahagung.go.id/p...d0e42541aea526


0 0
0
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
28-11-2013 06:34
Silahkan emoticon-Big Grin
Toh gak usah mungkir kalau dokter juga butuh pasien.
Pasien entar juga pilih pilih dokter kok.
Loe mau nolak pasien ?
Rs banyak
Dokter apalagi setiap tikungan ada.

Oe mu nerapin defensive medicine ?
Monggo.
Toh masih banyak dokter yg mau nolong.

Yg ada yg sok sok an praktek nya bakalan sepi.
Biar dirasain ruang tunggu nya cuman diisi medrep doang.

Mau dapat makan drmana emang ?

Pasien bakalan numpuk di dokter favorit.
Liat aja.
Apalagi pasien kaya duit. Gak suka dokter minta ganti lah.
Di rs yg kelas 1 apa vip.
Dokter bisa milih. Gak cocok ya ganti
0 0
0
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
28-11-2013 06:46
Pantes aja jadi begini situasinya...
mental orang yg mimpin dokter" SpOG aja kyk begini

gw tetep mengutuk orang yg demo mogok praktek!!!

walaupun jg tetep percaya msh ada dokter yg tetap memegang penuh sumpah dokter dengan kode etiknya
0 0
0
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
28-11-2013 06:50
Quote:Original Posted By guitarista


Dokter tidak bisa dong memvonis bener atau gak putusan hakim.
Tapi yang disayangkan para dokter adalah, kenapa keterangan saksi ahli tidak dipertimbangkan?
Yang pertama masalah emboli. Jelas2 saksi ahli mengatakan emboli adalah kasus yang tidak bisa diduga dan sangat sulit ditangani.
Ya g kedua masalah informed consent. Padahal jelas ini kasus gawat darurat, sudah ditegaskan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 290/MENKES/PER/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan Medik, pengaturan mengenai informed consent pada kegawatdaruratan lebih tegas dan lugas. Permenkes No. 290/Menkes/Per/III/2008 pasal 4 ayat (1) dijelaskan bahwa “Dalam keadaan DARURAT, untuk menyelamatkan jiwa pasien dan/atau mencegah kecacatan tidak diperlukan persetujuan tindakan kedokteran”.

See? Ini yang membuat para dokter tidak tenang. Berusaha menolong sesuai standrd tertinggi keilmuan kedokteran, tapi ujungnya yang dinilai adalah hasil...bukan pada usahanya. Padahal kontrak teraupetik bukan pada hasil tapi pada usaha. Sering kan kita dengar "dokter hanya perantara, Tuhan lah yang menyembuhkan"


Quote:Original Posted By Squeal


Ane orang awam, gan. bukan dokter..

Tapi baca2 di google..

The failure of doctors to properly diagnose and treat pulmonary embolism is a leading cause of unnecessary death in the United States. Scientists estimate that as many as 60,000 Americans die annually as a result of the failure to properly diagnose pulmonary embolism.

Prompt treatment can reduce the mortality of pulmonary embolism by 90 percent.

Source

Jadi itu sesuatu yg sulit diduga, tapi kalo dokterna sigap, gak bakalan tewas. unnecessary death, bukan unavoidable death. Secara logika klo "sulit ditangani" pasti yg tewas di meja operasi jauh lebih banyak.

Trus kalo urusan informed consent, ya nanganin dalam keadaan darurat ama malsuin tanda tangan urusannya lain..

"Masih dalam bunyi putusan itu, bahwa kemudian setelah dilakukan pemeriksaan Laboratorium Forensik Cabang Makassar, Sulawesi Selatan, dan berdasarkan hasil pemeriksaan Kriminalistik pada 9 Juni 2010 juga menyatakan, tanda tangan dalam surat persetujuan itu bukan tanda tangan asli Siska.

"Menyatakan bahwa tanda tangan atas nama Siska Makatey alias Julia Fransiska Makatey pada dokumen bukti adalah tanda tangan karangan atau spurious signature," tulis pertimbangan putusan kasasi sebagaimana Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik. (Fiq/Yus)"

Source

Jadi agak susah ya klo pake double standard.

saksi ahli bidang kedokteran yg menyatakan embolism tidak bisa diduga diduga dan sulit ditangani = Fakta

Tapi saksi forensik yg menyatakan itu tanda tangan palsu = gak kompeten



Nah justru ini dipermasalahkan, benarkah itu standar tertinggi ?

Trus terang, ane sih agak gerah mengingat banyak jurusan kedokteran (and jurusan lain) sekarang bisa masuk lewat "jalur khusus". Klo dulu, mungkin yg keterima di kedokteran tuh "cream of the crop", yg terbaik diantara yg terbaik klo sekarang kalo ortunya bisa keluarin ratusan juta, bisa masuk.

Masih dijaga kah standar kehormatan dokter oleh MKDKI ? atau diturunkan sedikit mengingat jumlah dokter di indonesia masih kurang.


Menarik, neh!..

Ane jadi inget pilot project INA-DRG (atau apalah namanya)-nya Kementrian Kesehatan yang nyempet rame dan pernah dibahas sama Ahok di rapat yutub-nya bareng IDI karena KJS ditambah program INA-CBG--silahkan cari di PemprovDKI, ini kalo nggak salah pas awal-awal Jokowi-Ahok baru naik tahta.

INA-DRG ini kalo nggak salah dibuat untuk bikin SOP NASIONAL untuk tiap-tiap penanganan penyakit. Gampangnya adalah, SOP untuk nyembuhin bisul sampai kanker di ujung Aceh sampe ujung Merauke itu sama--tujuannya untuk melindungi pasien dari malpraktek oknum dokter dan melindungi dokter dari kriminalisasi.


Katanya, sih, IDI dan Kemenkes sedang bikin SOP-SOP tersebut, kira-kira apa kabarnya, yah? Ada yang tau?
0 0
0
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
28-11-2013 06:55
Quote:Original Posted By guitarista


Dalam setiap ilmu kedokteran ada yang namanya SOP. Jika semuanya dilakukan sesuai SOP, ya berarti sudah dilakukan secara maksimal. Siapa yang menilai? MKEK.
Misal ada yang ta ya "loh, MKEK kan isinya dokter juga? Jeruk makan jeruk dong?" Lah terus masa yang menilai dokter itu bener apa gak malah ustadz? Guru fisika? Pak RT? Insinyur?

Btw, ane gak pernah bilang ya tentang guru yang meminta barang ke ortu murid. Kalo ada yamg gak terima, ailahkan hubungi agam diatas.


Lah kalo dokter dah terbukti tidak melakukan sesuai sop berarti ga maksimal dunks, lalu ga bole dihukum? Ato dokter jg manusia bole salah tp ga bole dihukum?
0 0
0
Jika PK Ditolak, Dokter Ancam Bertindak Defensive Medicine
28-11-2013 06:58
Quote:Original Posted By tommy_kid


Untuk kasus dr.Ayu,mari kita semua nunggu hasil PK.semua kartu udah dibuka.dokter juga sudah mengeluarkan unek2nya dengan demo tadi pagi (termasuk ane ikut serta).percuma berdebat tanpa arti di sosmed,mending kita duduk manis,berdoa yang terbaik.
Tentu kalimat dukungan dan gerakan perjuangan dokter tidak berhenti hanya di kasus ini.
Sejawat sekalian,percayalah,ini baru kasus pertama diantara kasus yang akan timbul dikemudian hari.berusahalah dan bersabarlah.jangan habiskan tenaga hanya untuk kasus ini.


Kita ga ngabisin tenaga. Hanya saja kaka ipar saya jauh2x datang dari luar kota cuma dapetin pintu dokter yang bertuliskan closed. Kaka ipar saya ga tau apa2x, dan klo bukan saya yg ngerti kasusnya pasti udah berprasangka buruk, soalnya dia cm dikasih tau lagi demo.

Demo dokter apa ga terlalu lebay? Tujuannya klo cuma solidaritas bs ditunjukan dgn cara lain, instead of merugikan waktu dan tenaga pasien. Enlight me. emoticon-Smilie
0 0
0
Halaman 7 dari 15
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia