Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
1587
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5277f2e21acb17050a000004/miris-ketika-quotputri-pahlawanquot-hidup-kekurangan
Rayuan Pulau Kelapa, Sepasang Mata Bola, Gugur Bunga dan ratusan lagu perjuangan atau nasional sudah diciptakan oleh Ismail Marzuki. Ia menciptakan itu, tanpa layanan RBT, tanpa memikirkan royalti. 250 lagu lebih ia telah ciptakan selama tahun 30-50. Kita kerap menyanyikannya di waktu-waktu tertentu. Tapi bagaimana dengan kehidupan keluarga besar Ismail Marzuki sekarang?Nama besar Ismail Marzuki,
Lapor Hansip
05-11-2013 02:17

Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan

Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
Rayuan Pulau Kelapa, Sepasang Mata Bola, Gugur Bunga dan ratusan lagu perjuangan atau nasional sudah diciptakan oleh Ismail Marzuki. Ia menciptakan itu, tanpa layanan RBT, tanpa memikirkan royalti. 250 lagu lebih ia telah ciptakan selama tahun 30-50. Kita kerap menyanyikannya di waktu-waktu tertentu. Tapi bagaimana dengan kehidupan keluarga besar Ismail Marzuki sekarang?Nama besar Ismail Marzuki, kini tak bisa lagi banyak membantu Rachmi Aziah Ismail Marzuki. Putri tunggal komponis Indonesia itu, harus bekerja apa saja, untuk membayar kontrakannya. Rachmi Aziah Ismail Marzuki, adalah putri tunggal Ismail Marzuki. Dia mengungkapkan bahwa saat ini yang penting bagi hidupnya adalah: memikirkan bagaimana dia tidak terusir dari kontrakannya. Ya, Rachmi memang memiliki nama besar di belakang namanya: Ismail Marzuki. Tapi, perjalanan hidupnya, berjalan berat. Selama bertahun-tahun, Rachmi hidup mengontrak.

Putri satu-satunya Komponis sekaligus pahlawan Nasional itu sedang bergelut dalam kemiskinan. Bahkan ia nyaris tak mampu memperpanjang usia kontrakannya yang hampir habis. Bantuan pemerintah sebesar 1,5 juta sering terlambat, katanya. Uang sebesar itu dibayar pemerintah setiap empat bulan. Untuk memperpanjang hidup, Rachmi Aziah Ismail Marzuki, 60, harus berhutang. Selama enam tahun terakhir ini, dia dan suaminya mengontrak di Perumahan Bappenas, Blok A 12, Cinangka, Wates, Sawangan, Depok. Dan sudah enam tahun itu pula, dia terpaksa mengutang uang kontrakan, karena tak mampu membayar.
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
"Meski pemilik kontrakan baik sekali sama saya dan kasih saya keringanan, tapi lama kelamaan tidak enak juga mas. Sampai sekarang saya belum bisa bayar kontrakannya," ujarnya. Rachmi memiliki empat anak ini. Tapi, saat ini di rumah kontrakan yang terletak di Depok, dia hanya tinggal berdua dengan suaminya, Muhammad Benny. Sementara anak-anaknya yang sudah berkeluarga sudah pisah rumah.

Ketika ditanya apakah tidak pernah ada bantuan dari pemerintah untuk keluarga Ismail Marzuki, Rachmi mengatakan ada. "Ada. Tahun 2004, Bapak Ismail Marzuki mendapatkan anugerah pahlawan nasional dari Presiden SBY. Dari situ kita mendapat Rp 1.5 juta perbulan sebagai tunjangan," ujarnya.

"Tapi, ada peraturan uang itu dirapel pertiga bulan sekali baru bisa diambil. Ya, begitu keluar langsung habis untuk bayar kebutuhan hidup. Tidak bisa ditabung untuk biaya kontrakan," tambahnya. Karenanya, untuk biaya hidup sehari-hari, anak Komponis besar Indonesia, Ismail Marzuki ini, harus berdagang menjual minuman ringan.

"Kebetulan di depan rumah saya ada sekolah SD. Saya bisa dagang, setiap hari bisa dapat Rp 30.000, lumayan untuk makan sehari-hari," ujarnya.


sumber

ini ada sobat yang mungkin bisa menjawb pertanyaan2 agan yang mungkin masih menganjal

silahkan gan ...
ane bantu jawab gan.. cekidot

Quote:Anak Ismail Marzuki Butuh Biaya Perawatan
Kamis, 27 Januari 2011 | 9:44
Anak Ismail Marzuki, Rahmi Aziah Anak Ismail Marzuki, Rahmi Aziah

[TANGERANG] Rachmi Aziah, putri tunggal pahlawan nasional Ismail Marzuki, kini tergolek tak berdaya di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Medika BSD Kota Tangerang Selatan.

Perempuan berusia 60 tahun ini sudah tiga hari dirawat di rumah sakit itu karena kena serangan jantung. Keadaan ini membuat keluarga Aziah risau. Bukan hanya karena penyakitnya tetapi juga biaya yang dibutuhkan untuk perawatan selama di rumah sakit yang bagi keluarga sangat besar.

Putri kedua Aziah, Inggrid Sri Wahyuni kepada wartawan mengatakan, ibunya yang mengisi kehidupan sehari-hari dengan berjualan ikan cupang dan makanan serta minuman ringan itu dibawa ke rumah sakit Cinere saat mengalami sesak dan sakit dada. Rasa sakitnya itu dialami Aziah sejak Senin pagi. Namun keluarga baru membawanya ke unit gawat darurat (UGD) RS Cinere malam harinya.

Menurut Inggrid, keluarga tidak menyangka kalau ibunya sakit jantung. Mereka mengira hanya sesak nafas biasa. Oleh karena itu keluarga sangat terkejut ketika dokter menyarankan untuk dirawat intensif di ruang ICU. Meski sudah membayar uang muka Rp 2,5 juta namun biaya ini ternyata jauh dari mencukupi karena setiap harinya minimal mereka butuh untuk membayar rumah sakit sekitar Rp 20 juta.

Di tengah kebingungan dengan biaya rumah sakit, Inggrid kemudian menghubungi kenalan dan keluarga. Mereka menyarankan pindah ke rumah sakit lain yang lebih murah. Pilihan ke rumah sakit Medika BSD karena masih baru dan harga relatif lebih murah.

Sejak dirawat beberapa hari, Aziah yang hidup sederhana bersama anak dan cucunya ini harus masuk ruang ICU dengan biaya kamar Rp 700 ribu sehari, obat-obatan dan biaya dokter dengan total biaya sekitar Rp 3-4 juta per hari.

Pihak keluarga sudah menyetor Rp 10 juta ke rumah sakit, namun biaya ini diperkirakan masih kurang. Sebab menurut dokter yang merawat, ibunya disarankan untuk dikaterisasi yaitu alat yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah jantung dan mencari sumber penyumbatan. Untuk biaya katerisasi diperkirakan menghabiskan biaya Rp 60 juta. Selain itu juga butuh biaya untuk pemasangan ring di sekitar jantung. ”Mama masih membutuhkan banyak biaya rumah sakit. Kami berharap ada darmawan yang membantu,” ungkap Inggrid lirih. [132]
sumur

jadi menurut ane ini lah alesannya knp semua ank2 nya yg 4 org itu seperti ga berkontribusi..pdhl mereka mgkn udah abis bnyk jg untk perawatan..
harusnya ada lah bantuan askes dari pemerintah..ato apalah yg bisa ngeringanin ank dari pahlawan nasional kita..

mirisnya ampe nangis bu azizah ampe jualan cupang ma minuman ringan dll..

mana janji Indonesa untuk memelihara rakyat yg tidak mampu? udah saatnya dibuktikan.. jgn cuman gedein kantong sendiri doank..

ane komen karena ane



selengkapnya
Diubah oleh aridejavu
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 53 dari 81
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
07-11-2013 08:44
Ya beginilah endonesa gan.. emoticon-Berduka (S)
0 0
0
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
07-11-2013 08:44
Ane sih setuju ama sebagian yg lain Anak2nya kemana ? kenapa gak ngurusin orang tua ?

Jangan samakan dengan atlet berprestasi yg jadi terpuruk soalnya itu prestasi sendiri.

Ini mungkin pedas, Tapi masalah utama indonesia tuh bukan cuma korupsi, Nepotisme juga pegang andil besar, Gak sedikit orang yg leluasa pegang jabatan karena ayahnya mantan pejabat.

1,5 juta per bulan clean karena prestasi sang ayah, tuh gak kecil2 banget. Klo buat seorang wanita, pretasi tuh gak harus dalam mencapai jabatan tinggi koq, bisa mendidik anak2 jadi anak yg sayang ma orang tua tuh pretasi yg besar. So, balik lagi.. Anak2nya kemana ?
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh hansip
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
07-11-2013 08:46
busetttt tega amat ya pemerintah
0 0
0
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
07-11-2013 08:46
Ane pikir 1,5 juta perbulan udah wow lho gan,

Mau anak pahlawan, mau anak menteri, mau anak presiden, mau anak rakyat kecil semua sama-sama warga negara. Jadi ya buat apa dibeda-bedakan?

Apa mau mentang-mentang anak pahlawan, atau mentang-mentang anak jenderal terus bisa hidup senang-senang gak usah kerja?
0 0
0
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
07-11-2013 08:46
Yaa harusnya pemerintah memperhatikan mereka.. Tapi saya masih bersyukur Putri Pahlawan itu masih mau bekerja, dibandingkan mengemis membawa2 nama ayahnya.. Saya turut mendoakan semoga selalu diberikan Rejeki oleh Allah SWT.. amiin
0 0
0
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
07-11-2013 08:47
sungguh terlalu pemerintah kita. Habis Manis Sepah Dibuang
0 0
0
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
07-11-2013 08:47
Quote:Original Posted By amd46
miris bngt gan..para pemimpin negeri ini terlalu sibuk memperkaya diri sampai2 lupa sama org2 yg uda susah payah membangun negeri ini
semoga anak Pak Ismail Marzuki tetap berjuang mskipun ga diperhatiin pemimpin2 negeri ini


ane setuju nih gan sama pendapat ente. sampe lupa sama orang yang sudah membesarkan nama negara.
kalo bisa jual aja taman ismail marzuki nya gan buat bantu2 emoticon-Stick Out Tongueemoticon-Hammer (S)
0 0
0
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
07-11-2013 08:47
umur 60 thn tinggal berdua dgn suami, pensiun dari pemerintah 1,5jt / bulan
punya anak 4 yg sudah pisah rumah, diasumsikan 4 anaknya hidup layak
tiap anak asumsi sumbang ke ortu 250rb/bulan = 250rb x 4 = 1 jt / bulan

1,5jt + 1 jt = 2,5jt per bulan utk hidup sederhana berdua harusnya cukup
kecuali kalo hrs berobat rutin yg cukup mahal

kalo pemerintah naikin tunjangan setara umr buruh, gak pernah telat dibayar, dan kasih bantuan kartu sehat utk berobat gratis, mungkin cukup buat bayar kontrakan & hidup sederhana
0 0
0
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
07-11-2013 08:47
Quote:Original Posted By aridejavu
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
Rayuan Pulau Kelapa, Sepasang Mata Bola, Gugur Bunga dan ratusan lagu perjuangan atau nasional sudah diciptakan oleh Ismail Marzuki. Ia menciptakan itu, tanpa layanan RBT, tanpa memikirkan royalti. 250 lagu lebih ia telah ciptakan selama tahun 30-50. Kita kerap menyanyikannya di waktu-waktu tertentu. Tapi bagaimana dengan kehidupan keluarga besar Ismail Marzuki sekarang?Nama besar Ismail Marzuki, kini tak bisa lagi banyak membantu Rachmi Aziah Ismail Marzuki. Putri tunggal komponis Indonesia itu, harus bekerja apa saja, untuk membayar kontrakannya. Rachmi Aziah Ismail Marzuki, adalah putri tunggal Ismail Marzuki. Dia mengungkapkan bahwa saat ini yang penting bagi hidupnya adalah: memikirkan bagaimana dia tidak terusir dari kontrakannya. Ya, Rachmi memang memiliki nama besar di belakang namanya: Ismail Marzuki. Tapi, perjalanan hidupnya, berjalan berat. Selama bertahun-tahun, Rachmi hidup mengontrak.

Putri satu-satunya Komponis sekaligus pahlawan Nasional itu sedang bergelut dalam kemiskinan. Bahkan ia nyaris tak mampu memperpanjang usia kontrakannya yang hampir habis. Bantuan pemerintah sebesar 1,5 juta sering terlambat, katanya. Uang sebesar itu dibayar pemerintah setiap empat bulan. Untuk memperpanjang hidup, Rachmi Aziah Ismail Marzuki, 60, harus berhutang. Selama enam tahun terakhir ini, dia dan suaminya mengontrak di Perumahan Bappenas, Blok A 12, Cinangka, Wates, Sawangan, Depok. Dan sudah enam tahun itu pula, dia terpaksa mengutang uang kontrakan, karena tak mampu membayar.
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
"Meski pemilik kontrakan baik sekali sama saya dan kasih saya keringanan, tapi lama kelamaan tidak enak juga mas. Sampai sekarang saya belum bisa bayar kontrakannya," ujarnya. Rachmi memiliki empat anak ini. Tapi, saat ini di rumah kontrakan yang terletak di Depok, dia hanya tinggal berdua dengan suaminya, Muhammad Benny. Sementara anak-anaknya yang sudah berkeluarga sudah pisah rumah.

Ketika ditanya apakah tidak pernah ada bantuan dari pemerintah untuk keluarga Ismail Marzuki, Rachmi mengatakan ada. "Ada. Tahun 2004, Bapak Ismail Marzuki mendapatkan anugerah pahlawan nasional dari Presiden SBY. Dari situ kita mendapat Rp 1.5 juta perbulan sebagai tunjangan," ujarnya.

"Tapi, ada peraturan uang itu dirapel pertiga bulan sekali baru bisa diambil. Ya, begitu keluar langsung habis untuk bayar kebutuhan hidup. Tidak bisa ditabung untuk biaya kontrakan," tambahnya. Karenanya, untuk biaya hidup sehari-hari, anak Komponis besar Indonesia, Ismail Marzuki ini, harus berdagang menjual minuman ringan.

"Kebetulan di depan rumah saya ada sekolah SD. Saya bisa dagang, setiap hari bisa dapat Rp 30.000, lumayan untuk makan sehari-hari," ujarnya.


sumber


Miris sekali kehidupan putri pahlawan jaman dulu
klo jaman sekarang putri pejabat bisa naik mobil milyaran rupiah.. wkwkwkwk
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
0 0
0
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
07-11-2013 08:47
gak cuma putri pahlawan aja, mantan atlit yg pernah bawa nama bangsa ini aja menyambung hidup dgn jual medali nya..
0 0
0
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
07-11-2013 08:48
anak2nya ke mana yah?
masa ga bs bantu bayar kontrakan ortu
di bagi 4 aja kan bisa.
apa kesusahan juga?
well life's is not easy, bersyukurlah dgn apa yg kt pny saat ini.
0 0
0
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
07-11-2013 08:48
emoticon-Sorry

maaf gan kl ane gak bisa menahan rasa iba ane...mata ane sedikit mengeluarkan air mata....
0 0
0
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
07-11-2013 08:48
pemerintah kita emank gak ada penghargaan ke orang lain yang berjasa... mau nya gede in perut sendiri ama antek2 dan keluarganya sendiri
0 0
0
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
07-11-2013 08:48
Itu 4 anak-anaknya kenapa gak bantu orang tuanyaemoticon-norose.
0 0
0
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
07-11-2013 08:48
yg seharusnya disorot itu anaknya, anak 4 g ada yg bantu ortunya
0 0
0
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
07-11-2013 08:49
kurang diperhatikan,miris banget
0 0
0
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
07-11-2013 08:49
yg dilakukan pemerintah cuma prihatin gan....

moga2 ada kaskuser yg deket rumah beliau tergerak hatinya....
0 0
0
Miris Ketika "putri pahlawan" hidup kekurangan
07-11-2013 08:49
Quote:Original Posted By Endensor
terlepas kurangnya penghargaan terhadap para pahlawan, ane penasaran satu hal; anak nya yang 4 orang itu kemana?! emoticon-Cape d... (S)


Setuju sama agan ini. Anaknya kemana itu 4 biji
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
Halaman 53 dari 81
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia