News
Batal
KATEGORI
link has been copied
61
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/524e28bff8ca171f63000008/pertanyaan-ke-amien-rais-korupsi-ketua-mk-bukti-reformasi-besutannya-dulu-gagal
Rakyat makin susah, koruptor tambah subur, reformasi gagal! Minggu, 26 Mei 2013 15:10:42 Selama 15 tahun bergulirnya reformasi, kepuasan masyarakat terhadap agenda reformasi terus mengalami penurunan setiap tahun. Berbagai hal menyebabkan rendahnya kepuasan publik terhadap reformasi. Salah satunya adalah, maraknya korupsi yang dilakukan oleh para politikus. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mencata
Lapor Hansip
04-10-2013 09:32

Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?

Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?


Rakyat makin susah, koruptor tambah subur, reformasi gagal!
Minggu, 26 Mei 2013 15:10:42

Selama 15 tahun bergulirnya reformasi, kepuasan masyarakat terhadap agenda reformasi terus mengalami penurunan setiap tahun. Berbagai hal menyebabkan rendahnya kepuasan publik terhadap reformasi. Salah satunya adalah, maraknya korupsi yang dilakukan oleh para politikus. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mencatat, terdapat lima alasan rendahnya kepuasan publik terhadap pelaksanaan reformasi. "Pertama, maraknya kasus korupsi yang melanda politisi. Sudah hampir tiga tahun terakhir, publik disuguhi parade praktik korupsi yang dilakukan oleh para politisi di media massa," kata Peneliti LSI Ardian Sopa, saat memaparkan hasil survei LSI di kantor LSI, Jalan Pemuda nomor 70. Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (26/5).

Alasan kedua, kerukunan dan toleransi pada masa reformasi makin memprihatinkan. Konflik horizontal berbasis primordial juga masih sering terjadi di Indonesia. "Misalnya kekerasan terhadap kelompok Syiah di Sampang, penyerangan terhadap warga Ahmadiyah di Cikeusik, pelarangan terhadap aktivitas ibadah dan gereja di Bogor dan Bekasi." Kehidupan ekonomi yang semakin sulit di paskareformasi menjadi alasan ketiga turunnya kepuasaan publik terhadap reformasi. Sementara, alasan keempat, reformasi dianggap gagal melahirkan pemimpin nasional yang kuat.

Alasan terakhir, rendahnya tingkat kepuasaan publik terhadap reformasi adalah, tidak tersentuhnya aktor intelektual dalam kasus orang hilang menjelang reformasi. Ardian menjelaskan, sebanyak 51.3 persen publik mengetahui bahwa pengusutan kasus penembakan mahasiswa Trisakti dan penculikan aktivis pada 1998 adalah salah satu tuntutan reformasi. "Dari mereka yang mengetahui tersebut, 55.7 persen menyatakan tuntutan pengusutan kasus penembakan dan penculikan aktivis belum terpenuhi." Hasil survei yang dilakukan LSI dengan menggunakan quick poll dengan smartphone LSI kepada 1.200 responden, dengan menggunakan metode sampling multistage random sampling. Margin of error mencapai 2.9 persen. Survei digelar 21 hingga 23 Mei 2013.
http://www.merdeka.com/peristiwa/rak...asi-gagal.html

Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
Akil Mochtar, Ketua MK, dan duit hasil jarahannya

Ketua MK Ditangkap, Marzuki Alie:
Reformasi Sudah Melenceng dari Harapan Kita

Kamis, 03/10/2013 21:20 WIB

Jakarta - Ketua DPR Marzuki Alie bertetangga dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar di Widya Chandra, Jaksel. Tak heran, kala Marzuki melintas, wartawan yang menunggu penggeledahan KPK di rumah Akil kembali meminta komentar. "Kita prihatin ya, ada ketua lembaga negara yang menjadi tersangka kasus korupsi, ini memukul kita semua. Artinya korupsi ini sudah sangat masif, tidak ada lembaga negara yang lepas dari kasus korupsi," ujar Marzuki dari dalam mobil dinasnya di komplek Widya Chandra 3 No 7, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (3/10/2013).

Selain itu, dia menyayangkan bahwa lembaga sekelas MK dapat terjerat kasus penyuapan yang dianggap mencoreng nama baik dan konstitusi hukum. "Dan satu lagi yang kita lihat, MK ini hasil reformasi kan, lalu justru terlibat dalam kasus ini, sehingga reformasi kita telah melenceng dari harapan kita. Padahal masyarakat berharap terhadap lembaga yang baru, ada MK, KPK, ini kan lembaga baru yang seharusnya membawa Indonesia menjadi yang lebih baik," tuturnya. Akan tetapi dia berharap agar Masyarakat Indonesia untuk tidak bersikap pesimis terkait kasus tersebut. Dia berharap kedepannya, tak ada lagi kembaga negara yang terjerat skandal korupsi dan suap. "Tapi ini adalah situasi yang kita hadapi dan kita tidak boleh menyerah. Terus berbuat bagaimana semua pimpinan lembaga negara memeberikan keteladanan agar tidak terjadi kasus yang demikian," tutupnya sambil berlalu.
[url]http://news.detik..com/read/2013/10/03/212037/2377352/10/ketua-mk-ditangkap-marzuki-reformasi-sudah-melenceng-dari-harapan-kita[/url]

Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?


Akil Mochtar, Sebuah Potret Kegagalan Reformasi 15 tahun lalu?
Jumat, 04 Oktober 2013, 07:17 WIB

Akil Mochtar, nama yang tak dikenal sebagai ahli hukum tata negara. Walau dia berlatar belakang pengacara, ia lebih dikenal sebagai politisi dari Partai Golkar. Ia pernah berjaya sebagai politisi di masa Akbar Tanjung sebagai ketua umum partai beringin. Ia dua periode menjadi anggota DPR, sejak 1999. Namun faksi ini runtuh seiring pergantian ketua umum partai ke Jusuf Kalla. Ia segera banting setir. Ia menjadi hakim konstitusi di Mahkamah Konstitusi. Ia terpilih pada 2008 dan kemudian menjadi ketua pada April 2013. Untuk kali pertama, MK dipimpin oleh orang yang tak dikenal sebagai ahli tata negara dan bukan seorang profesor. Ketua MK sebelumnya adalah Jimly Asshiddiqie dan Moh Mahfud MD. Keduanya profesor, doktor, dan akademisi. Jimly dosen di UI dan Mahfud dosen dan mantan rektor UII. Walaupun Mahfud berpolitik di PKB tapi warna akademisinya lebih dominan.

Kini, di MK ada tiga hakim yang berlatar politisi. Selain Akil, dua lainnya adalah Hamdan Zoelva dan Patrialis Akbar. Hamdan dari PBB dan Patrialis dari PAN. Sedangkan enam hakim lainnya berlatar belakang akademisi (3 orang) dan hakim karier (3 orang). Dengan adanya kasus Akil ini, sejarah MK yang baik mulai tercoreng. Padahal nama Jimly dan Mahfud berkibar berkat kepemimpinannya di MK. Bahkan Mahfud digadang-gadang sebagai salah satu kandidat calon presiden. Jimly pun dilirik untuk menjadi cawapres. Namun Akil justru berkebalikan. Ia yang baru memimpin MK hampir enam bulan sudah tertangkap basah KPK karena diduga menerima suap. Publik pun teringat tiga tahun lalu. Saat itu pengamat hukum tata negara, Refly Harun, sempat menghebohkan publik karena mengungkap tuduhan suap. Nama yang disorot adalah Akil. Namun kewibawaan Mahfud, yang saat itu memimpin MK, membuat kasus ini hilang. Kini, Akil justru tertangkap tangan.

Peristiwa ini membuat publik terguncang. Di Indonesia ada dua lembaga yang dianggap sebagai superbody. Pertama, KPK. Kedua, MK. Bahkan Marzuki Alie, ketua DPR, menilai MK ini sudah seperti Tuhan. Keputusannya bersifat absolut dan final. Tak ada banding. Apa yang sudah diputuskan MK tak bisa dikoreksi oleh siapapun dan lembaga manapun. Padahal MK punya dua tugas kunci. Pertama, mereview produk legislasi. Kedua, memutuskan sengketa pilkada, pilpres, dan pemilu legislatif. Yang pertama menyangkut landasan hukum, termasuk konstitusi. Yang kedua menyangkut wakil kita di parlemen maupun di eksekutif. Keduanya pilar penting dalam penyelenggaraan negara dan pemerintahan. Karena itu, orang yang duduk di MK haruslah manusia suci, setengah dewa. Yang duduk di MK harusnya hanya orang-orang yang ingin mengabdikan hidupnya untuk kebenaran dan melayani publik. Bukan orang yang mau menjadi pejabat, mencari pekerjaan, atau justru menjadi instrumen bagi kepentingan politik golongan maupun individual.

Karena itu kita sangat sedih ketika politisi mulai memasuki MK, terutama yang integritasnya diragukan. Politisi sudah menjadi seperti air bah. Mereka menyelinap ke mana-mana. Padahal di awal reformasi, titik tujuan mereka hanya dibatasi di parlemen dan jabatan politik di pemerintahan. Namun kini mulai merembes tak tentu batas. DPD yang semula untuk non-partai, pun sudah dimasuki. Dengan kekuasaannya, mereka bisa mengubah aturannya. Demikian pula di MK. Mereka ingin seperti Midas. Karena kerakusannya, ia ingin menyentuh semuanya menjadi emas. Ia tak sadar jika semuanya sudah menjadi emas maka hanya soal waktu saja dirinya akan mati dengan sendirinya. Jika semua sudah dimasuki politisi maka kita sedang menunggu keruntuhan Indonesia. Harus ada kesadaran dan gerakan untuk membatasi kerakusan politisi.

Kasus Akil ini juga membuktikan makin habisnya institusi negara yang terbebas dari korupsi. Hanya menyisakan DPD. Namun inipun bisa jadi karena DPD tak memiliki kewenangan apapun. Semua institusi lain sudah tergerus virus korupsi. Kita memuji KPK yang sudah berhasil menangkap para koruptor. Namun keberhasilan pemberantasan korupsi, yang terpenting justru bukan pada aspek penegakan tapi pencegahan. Di sinilah titik krusialnya. Indeks korupsi Indonesia termasuk yang terburuk di dunia. Ini menunjukkan kita sudah gagal. Ada banyak sebab. Pertama, anggaran KPK sangat kecil. Kedua, KPK tak bisa berjalan sendiri tapi juga harus menjadi gerakan bersama dengan kepolisian dan kejaksaan. Ketiga, gerakan antikorupsi harus menjadi gerakan sosial bukan semata penegakan hukum. Keempat, pemberantasan korupsi akan efektif jika ada keteladanan para pemimpin. Kelima, harus ada perubahan tata nilai dalam masyarakat dalam menata tangga sukses.

Saat ini kita seolah membiarkan KPK berjalan sendiri. Bahkan KPK secara selektif tak lagi steril dari intervensi politik. Selain itu, KPK juga dibonsai dengan cara pengalokasian anggaran yang kecil. Ini ibarat membasmi nyamuk dengan sapu lidi. Tapi lidinya dibatasi, dan diganggu ruang geraknya. Pada sisi lain pintu dan jendela tetap dibuka. Genangan air dibiarkan ada di mana-mana. Sampai kapanpun nyamuk tak akan pernah berkurang.

Sudah saatnya pemberantasan korupsi menjadi gerakan sosial. Kita belum melihat ada relawan antikorupsi yang massif dan sistematis. Relawan yang bergerak di level akar rumput. Yang ada adalah relawan para koruptor. Mereka merubungi koruptor seperti semut merubungi gula. Mereka berharap kecipratan duitnya. Motifnya macam-macam: meminta sumbangan pembangunan ini-itu, meminta sumbangan pengobatan dan pendidikan, menjadi dayang-dayang, bahkan sekadar bangga bisa kenal, dan seterusnya. Padahal mereka pasti bisa mencium bahwa orang itu koruptor. Secara kasat mata mudah dilihat. Hal inilah yang menjadikan politik dinasti mudah berbiak, yang membuat politik oligarki mudah tumbuh. Politik dinasti dan politik oligarki adalah pohon koruptor. Jika gerakan antikorupsi menjadi gerakan sosial maka kontrol sosial akan menggigit. Korupsi akan menjadi sesuatu yang memalukan, dan karena itu terjadi secara tertutup. Saat ini, korupsi dan koruptor berlaku telanjang di terang hari. Tak ada malu-malunya.

Pada sisi lain, sudah saatnya memberlakukan hukuman mati untuk koruptor. Pasti para calon koruptor akan ketakutan. Pasti anak-anak dan istri/suami tak ingin kehilangan keluarganya. Pasti ibu dan bapak tak ingin kehilangan anak-anaknya. Pasti Indonesia akan bisa melesat, karena Indonesia memiliki segalanya. Hanya satu penghalangnya: koruptor.
http://www.republika.co.id/berita/ko...tret-kegagalan

---------------------------

Kunci sebab sebenarnya hanya satu, gara-gara di awal reformasi 1998 dulu, Amien Rais dkk mempelopori amandemen UUD 1945 sehingga tatanan ketata-negaraan jadi berubah total, menyimpang dari semangat dan jiwa dasar diberdirikannya NKRI oleh para 'founding father' dulu. Amandemen UUD 1945 memang menyebabkan sistem politik kekuasaan berubah drastis. Dari model musyawarah-mufakat dengan sistem perwakilan, tiba-tiba dirombak total dengan sistem demokrasi ala Amerika.

Bukan hanya itu, idea negara federalisme yang diwacanakan oleh i Amien Rais dan Ryaas Rasyid waktu itu, cukup besar dalam mempengaruhi pemikiran untuk dilakukannya desentralisasi besar-besaran dalam bentuk pemberian otonomi daerah seluas-luasnya. Idea Amien Rais dan Ryaas Rasyid itu memang kemudia berhasil dimasukkan dalam UUD 1945 yang telah di amandemen! Tapi apa hasilnya sekarang? Korupsi besar-besara se antero tanah air akibat sistem yang mereka lahirkan itu. Kalau Indonesia mau lebih baik, kembalikan seluruh mekanisme ketata-negaraan seperti kehendak Pancasila dan UUD 1945 yang asli dulu


emoticon-Sorry

Diubah oleh kh4msin
0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 4
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 09:37
ini salahnya orang tua amin rais..
ngapain ngelahirin amin rais sehingga anaknya jadi begini..emoticon-Ngakak
0 0
0
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 09:38
sbelumpak harto lengser,,gue udah nerawang bray indonesia bakal ancur terpisah

tapi dalam waktu dekat ini kalo rakyat kagak salah pilih bakal menuju ke arah yang lebih baik
0 0
0
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 09:39
RENUNGAN:
Kalau Bapak Reformer Indonesia, Amien Rais, dan seorang tangan kanannya di awal reformasi dulu yaitu Ryaas Rasyid, akhirnya menyadari kalau reformasi besutan mereka dan teman-temannya dulu telah gagal seperti tercermin dalam tulisan di kolom bawah ini, maka muncul pertanyaan secara moral. Yaitu, apa mereka lalu berdiam diri dan kelihatan hanya berupaya untuk cuci tangan saja? Kenapa tak berupaya memperbaiki sistem ketata-negaraan yang mereka acak-acak di awal reformasi dulu, agar bisa kembali normal? Miisalnya mendorong agar negeri ini kembali ke khittahnya yang asli, yaitu negara kesatuan-persatuan berdasarkan prinsip musyawarah-mufakat dengan sistem perwaklian? Kembalikan donk UUD itu ke aslinya!

Quote:
Politik Uang Menjadi Musibah Panjang Bangsa
Amien Rais: Arah Reformasi Sudah Melenceng
Jumat, 19 Agustus 2011 20:01 WIB

Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
Amen Rais

lensaindonesia..com: Mantan Ketua MPR RI yang juga tokoh reformasi 1998, Amien Rais, mengakui arah reformasi sudah sedemikian jauh melenceng, dan demokrasi yang diharap justru mengarah pada musibah (kehancuran) bangsa yang semakin panjang. “Jujur, ini di luar jangkauan pemikiran saya ketika itu. Reformasi yang diharapkan bersama justru mengarah pada kehidupan pragmatisme politik, individualistik, yang lebih berbahaya untuk kelangsungan bangsa lebih baik, kedepan,’’ kata Amien, dihadapan ratusan kader aktifis HMI, setelah buka bersama di kediaman Ketua Umum DPP PBR, Bursah Zarnubi, Komplek Liga Mas, Pancoran, Jakarta, Kamis (18/8/2011)

Amien melanjutkan, konsepnya (reformasi) adalah rakyat berdaulat. Pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung, setidaknya untuk menghindari money politik. Ternyata di luar dugaannya, pemilihan langsung pun rentan dengan praktik politik uang. “Jangan jangan, jika peresiden dan wakilnya yang memilih itu 560 anggota DPR/MPR, ada orang membayar satu orang satu miliar saja, dia bisa memenangkan presiden. Maka kita lempar langsung ke rakyat, biar rakyat yang berdaulat. Tapi, ternyata pemilihan langsungpun sangat rentan dengan politik uang. Pilkada, bupati, walikota, gubernur bahkan pilpres. Ini sudah seperti itu,’’ papar Amien.

Repotnya, menurut Amien, mengatasi hal tersebut tidak ada jalan lain selain penegakan hukum. Bisa dilakukan bila ada kandidat atau wakilnya diketahui menyebar uang, seharusnya langsung ditangkap dan diganjar hukuman setimpal. Tetapi, permasalaahannya penegak hukum mudah dibeli. “Jadi seperti lingkaran setan. Penegak hukum kadang kadang mengetuk hukum menurut dirinya sendiri, karena money politik tadi,’’ terang Amien.

Satu satunya solusi dan harapan, kata mantan Ketua Umum Partai Amanat nasional (PAN) ini, kalau pusat kekuasaan sudah bersih. “Siapa pun presidennya, harus memulai dirinya dengan administrasi dan organisasi yang bersih. Kalau pemimpinnya bersih, yang di bawah itu makmun saja, tinggal mengikuti. Tapi kalu yang diatas sudah kotor, ya kotor semua. Tentu saja pemimpin seperti ini menjadi sasaran tembak oleh pihak manapun,’’ jelas Amien. Menurut Amien, dipastikan ‘musibah’ bangsa akan berkepanjangan kalau semua elemen institusi pemerintah tidak memiliki komitmen bersama menuju cita cita masyarakat Indonesia yang adil, makmur sentosa, dan beradab. “Solusi sederhananya bisa melalui pemberantasan korupsi dan penegakkan hukum, dimulai pada level tertinggi, yaitu istana. Bila istana main uang, stafnya juga, apalagi ditambah KPK, kepolisian, kejaksaan, dan politisi, kalau sudah seperti ini, musibah bangsa yang panjang,” ungkap Amin.
[url]http://www.lensaindonesia..com/2011/08/19/amien-rais-arah-reformasi-sudah-melenceng.html[/url]

Ryaas Rasyid:
Perjalanan Otonomi Daerah Memunculkan Distorsi
21 Desember 2012

Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
Ryaas Rasyid

Otonomi daerah yang berjalan selama ini dinilai telah keluar dari konsep awal. Mantan Menteri Negara Otonomi Daerah pada Era Gus Dur, Prof. Dr. M. Ryaas Rasyid menyampaikan hal ini dihadapan mahasiswa peserta kuliah tamu di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB). Pada Jum'at (21/12), kuliah tamu ini mengambil tema "Otonomi Daerah, Integrasi Nasional dan Pembangunan dalam Pengalaman Pemerintahan di Era Reformasi".

12 tahun sejak digulirkan, menurutnya biaya operasional pemerintahan justru meningkat padahal alokasi anggaran untuk daerah tetap, sekitar 26-27 persen dari dari total penerimaan negara diluar hutang. Dari jumlah tersebut, 80 persen diantaranya justru digunakan untuk kepentingan operasional pemerintahan. "Anggaran tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat," kata dia. Akibatnya, tidak ada peningkatan signifikan selama masa otonomi daerah karena operasional pemerintahan telah mereduksi alokasi anggaran. Padahal dibanding sebelum otonomi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) meningkat signifikan antara 200-100 persen.

Untuk otonomi khusus di Papua, ia mencontohkan, anggaran yang dikucurkan pemerintah telah mencapai Rp. 5-6 Trilliun. Namun kenyatannya kesejahteraan rakyat belum nampak di sana, padahal penduduknya tidak lebih dari dua juta jiwa. Atas kenyataan ini, ia pun mengkritisi permasalahan manajemen pembangunan di daerah.

Permasalahan lain yang ia soroti adalah pemekaran. Selama 10 tahun tercatat ada 200 daerah hasil pemekaran yang menurutnya justru menjadi beban signifikan. Pasalnya, pemekaran menjadi salah satu alasan terkuat banyaknya teriakan tentang minimnya infrastruktur yang disediakan pemerintah. "80 persen daerah hasil pemekaran tidak ada kemajuan berarti kalau tidak dikatakan gagal," katanya. Permasalahannya tetap sama yakni tingginya biaya operasional pemerintahan.

Beberapa daerah miskin seperti Lembata di NTB atau Mandar di Sulawesi Barat dimekarkan hanya untuk memberi kesempatan masyarakat setempat agar menjadi kepala daaerah di sana baik Bupati maupun Gubernur. Pada awalnya Ryaas berpraduga positif bahwa otonomi daerah akan memberi mereka peluang untuk saling berlomba membangun daerahnya dan tidak akan mencuri. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, pembangunan lambat dan korupsi meningkat drastis. Pemekaran menurutnya merupakan produk menguatnya identitas lokal.

Otonomi Daerah: Object Seksi
Konsep awal gagasan otonomi daerah, disampaikan Ryaas yang juga mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara ini, adalah untuk transfer kewenangan dan keuangan dari pusat ke daerah. Karena itu, menurutnya otonomi daerah merupakan object seksi. "Tidak mungkin segala sesuatu diatur dari Jakarta", katanya. Dengan begitu maka daerah akan lebih otonom, lebih terbuka, pembangunan lebih independen serta ada kebanggaan sebagai identitas lokal. Ini tidak bisa disepelekan meskipun akhirnya muncul distorsi. Meskipun banyak distorsi yang terjadi, Ryaas tetap memuji beberapa daerah yang dikatakannya maju berkat otonomi seperti Tarakan, Bontang, Balikpapan dan Manado. "Mayoritas daerah Kalimantan Timur dan sebagian Sulawesi lebih maju dengan otonomi," terangnya.

Integrasi Nasional
Dengan tegas Ryaas menyatakan ketidaksepakatannya jika otonomi daerah dijadikan kambing hitam disintegrasi di Indonesia. Karena menurutnya, otonomi justru mencegahnya dengan iming-iming kesejahteraan. Bagaimanapun, ia mengkhawatirkan integrasi nasional yang dinilainya telah rapuh kini. Ancaman disintegrasi, katanya telah bergeser bukan dalam bentuk separatisme seperti masa sebelumnya, tetapi lebih pada level komunitas. Saat terjadi kerusuhan di berbagai daerah seperti Palu, Poso dan Maluku Utara, ia menandaskan bahwa negara tidak hadir pada saat itu diantaranya karena ketiadaan hukum.

Peran Ilmuwan
Ilmuwan khususnya, menurut Ryaas memiliki kemampuan untuk melihat akar masalah, mendefinisikan permasalahan, menyelesaikannya dan tidak sekedar menuding kanan kiri. "Permasalahan seperti konflik horizontal, korupsi, dll tidak bisa selesai hanya dengan menangkap orang. Mungkin bisa saja menggantung Anas di Monas tetapi korupsi tidak akan berhenti," kata dia.

Diantara akar permasalahan yang ia sebutkan terkait hal tersebut, bukan hanya separuh moral tetapi juga sistem administrasi yang sakit. Korupsi misalnya, ia optimis bisa berhenti dengan sistem administrasi yang baik. Sebuah sistem diterangkannya terdiri atas kelembagaan, aturan dan orang-orang. Sistem administrasi yang baik menghadirkan orang-orang kompeten yang mengelola sistem disamping transparansi.

Hampir mirip korupsi, akar permasalahan kriminalitas menurut dia berasal dari sistem ekonomi yang sakit. Sistem ekonomi demikian, menurutnya hanya menghasilkan pengangguran dan kemiskinan. "Tutup pintu pengangguran untuk meminimalisir kriminalitas," tandasnya. Penyebab kemiskinan pun, ia menambahkan berbeda-beda pada tiap lingkungan, pulau dan komunitas. Di Jawa misalnya, kemiskinan bisa disebabkan karena kurangnya tanah sementara di Papua dan Kalimantan tanah menghampar sangat luas.

Berbeda dengan ilmuwan, ia mengkritisi Pemerintah selama ini yang terlalu menyederhanakan permasalahan. "Bagi pemerintah, kemiskinan dikarenakan tidak ada uang. Maka solusinya adalah bagi-bagi uang," katanya. Meskipun, secara administrasi tidak mungkin mengamankan dan mengontrol distribusi uang dan barang yang melibatkan jutaan orang. "Kebijakan ini oversimplified untuk tidak dikatakan stupid," tegasnya.
http://prasetya.ub.ac.id/berita/Ryaa...-12132-id.html

Sutiyoso: UU Otda Ikut Tingkatkan Korupsi
Jumat, 19 Juli 2013 | 23:33

Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
Sutiyoso

JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso berpendapat penerapan Undang-Undang Otonomi Daerah yang kebablasan memiliki andil terhadap tingginya tingkat korupsi yang dilakukan kepala daerah. "Hal itu karena semua kewenangan diserahkan ke daerah, termasuk tugas melakukan pemilihan kepala daerah, mengelola ekonomi, dan lainnya," kata Sutiyoso dalam diskusi publik bertema "Memberantas Korupsi di Daerah, Tantangan dan Hambatan", di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, sistem yang berlaku saat inilah yang memicu banyak pelanggaran, khususnya dalam pengelolaan keuangan di daerah. Oleh karena itu, ke depannya perlu dipertanyakan lagi apakah sistem demikian (pilkada langsung) masih harus dipertahankan atau tidak. "Kalau nanti hendak dikembalikan ke DPRD (pemilihan kepala daerah), pasti akan muncul pro-kontra di masyarakat," kata Sutiyoso yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Menurut dia, pilkada langsung membuat para calon kepala daerah harus mengeluarkan kocek yang sangat besar. "Pasti ada target uangnya kembali. Ini yang harus diperhatikan," kata Bang Yos, sapaan Sutiyoso.

Bos-isme
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Boni Hargens mengatakan, politik para bos (bos-isme) telah menggerogoti segala lini di Indonesia. Menurut dia, politik para bos ini ditandai dengan pemusatan kontrol politik oleh sejumlah 'bos' yang memiliki kekuatan sosial, ekonomi, politik maupun respresif. "Mereka antara lain elite partai, birokrat, konglomerat dan preman, aparat keamanan dalam konteks tertentu," katanya. Boni menuturkan, para bos lokal ini bersatu membentuk sistem tersendiri yang disebut bos-isme lokal. "Mereka mengatur nyaris seluruh proses politik di segala lini, mulai dari persipan pemilu sampai pada pelaksanaan pemerintah. Mereka bermain pada aturan hukum sampai mendikte keputusan politik, baik di parlemen maupun pemerintah," jelasnya.

Ia menambahkan, korupsi politik selalu merupakan bagian dari kerja sistem bos-isme untuk memperoleh keuntungan pribadi, sedikit sama dengan logika kaum oligarki, para bos dalam sistem bos-isme mengendalikan politik untuk mempertahankan dan mengembangkan kekayaan, penguasaan politik yang konstan dan berkelanjutan.
http://www.investor.co.id/home/sutiy...-korupsi/65127

Diubah oleh kh4msin
0 0
0
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 09:41
Quote:Original Posted By kh4msin
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?

Kunci sebab sebenarnya hanya satu, gara-gara di awal reformasi 1998 dulu, Amien Rais dkk mempelopori amandemen UUD 1945 sehingga tatanan ketata-negaraan jadi berubah total, menyimpang dari semangat dan jiwa dasar diberdirikannya NKRI oleh para 'founding father' dulu. Amandemen UUD 1945 memang menyebabkan sistem politik kekuasaan berubah drastis. Dari model musyawarah-mufakat dengan sistem perwakilan, tiba-tiba dirombak total dengan sistem demokrasi ala Amerika.

Bukan hanya itu, idea negara federalisme yang diwacanakan oleh i Amien Rais dan Ryaas Rasyid waktu itu, cukup besar dalam mempengaruhi pemikiran untuk dilakukannya desentralisasi besar-besaran dalam bentuk pemberian otonomi daerah seluas-luasnya. Idea Amien Rais dan Ryaas Rasyid itu memang kemudia berhasil dimasukkan dalam UUD 1945 yang telah di amandemen! Tapi apa hasilnya sekarang? Korupsi besar-besara se antero tanah air akibat sistem yang mereka lahirkan itu. Kalau Indonesia mau lebih baik, kembalikan seluruh mekanisme ketata-negaraan seperti kehendak Pancasila dan UUD 1945 yang asli dulu



coba2 dijelaskan lagi, ane masi blon ngeh.emoticon-Bingung (S)

hubungan korupsi dengan demokrasi ala amerika (suara terbanyak?) apa?
0 0
0
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 09:44
nah .... modyar ... masa lalu bisa jadi bumerang ... emoticon-Bingung (S)
0 0
0
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 09:51
Saya bukan fansboy nya amien rais
tp menurut saya, amien rais cuman triger saja yang menggerakkan mahasiswa waktu itu, cuman kan setelah masa itu tergantung para pemangku kepentingan diindonesia, toh amien rais ngak punya power buat menentukan arah kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah
0 0
0
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 09:52
Quote:Original Posted By pentahana


coba2 dijelaskan lagi, ane masi blon ngeh.emoticon-Bingung (S)

hubungan korupsi dengan demokrasi ala amerika (suara terbanyak?) apa?


Demokrasi ala Amerik itu memerlukan sejumlah assumsi dan persyaratan, antara lain sistem hukum yang berjalan sudah baik dan fair. AS saja memerlukan waktu 200 tahun sebelum mapan seperti saat ini. Selain itu, para politisi mereka "disyaratkan" harus kaya dulu dan terdidik baik, baru aktif di dunia politik, agar kehadirannya di sistem kekuasan tidak melahirkan "the hungry man is an angry man" seperti di Indonesia saat ini.

Lhaa kita?
Iman belum kuat, berasal dari keluarga miskin dan lapar (hungry man), lalu diberi kekuasaan mengelola ribuan miliar dollar setahunnya. Abislah!

Itulah sebabnya, 2 bait dalam lagu "Indonesia Raya" itu ada menyebutkan:
  • Bangunlah jiwanya,
  • Bangunlah badannya,


itu maksudnya, mental manusia Indonesia itu diperbaiki dulu dari kebiasaan "molimo" atau bahasa kerennya itu : "nation and character building first" ... baru yang dibangun itu badannya, fisiknya, ekonominya! Bukan dibalik-balik seperti zaman ORBA dan Reformasi sekarang ini. Karena 'mbandel dengan petuah 'foundhing father", makanya negeri dan bangsa ini jadi kualat ,.. makanya amburadul kayak saat inilah!


emoticon-Turut Berduka

Diubah oleh kh4msin
0 0
0
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 09:54
Menyedihkan denger hal ini dari anak2 yang ga paham sejarah emoticon-Malu (S)

Ide federasi merupakan yang terbaik bagi bangsa yang secara geografis udah seperti piring pecah. Semua negara maju bersifat federal...Jerman, Malaysia, UK (kerajaan tapi seperti federasi), UAE (Persatuan emir arab, sebuah bentuk federasi juga), dan bejibun negara lainnya.

Ga usah nyalahin si Amin atau siapapun...emang dia bisa apa kendalikan satu bangsa ini? Coba lu bayangin kalo si harto mimpin sampe hari ini...geng narkoba dimana2, anaknya yang pembunuh itu bekeliaran, pemuda pancasila jadi kerajaan preman, gitu juga geng2 bejat seperti jon key, hercules, dan sebagainya.

emoticon-Kiss
0 0
0
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 09:54
amin rais lah yang meyakinkan mahasiswa saat itu untuk menggulirkan reformasi... sebenarnya seluruh rakyat indonesia mengiginkan revolusi pak bukan reformasi...emoticon-Najisemoticon-Najisemoticon-Najis
0 0
0
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 09:57
Quote:Original Posted By kh4msin


Demokrasi ala Amerik itu memerlukan sejumlah assumsi dan persyaratan, antara lain sistem hukum yang berjalan sudah baik dan fair. AS saja memerlukan waktu 200 tahun sebelum mapan seperti saat ini. Selain itu, para politisi mereka "disyaratkan" harus kaya dulu dan terdidik baik, baru aktif di dunia politik, agar kehadirannya di sistem kekuasan tidak melahirkan "the angry man" seperti di Indonesia saat ini.

Lhaa kita?
Iman belum kuat, berasal dari keluarga miskin dan lapar (angry man), lalu diberi kekuasaan mengelola ribuan miliar dollar setahunnya. Abislah!

Itulah sebabnya, 2 bait dalam lagu "Indonesia Raya" itu ada menyebutkan:
  • Bangunlah jiwanya,
  • Bangunlah badannya,


itu maksudnya, mental manusia Indonesia itu diperbaiki dulu dari kebiasaan "molimo" atau bahasa kerennya itu : "nation and character building first" ... baru yang dibangun itu badannya, fisiknya, ekonominya! Bukan dibalik-balik seperti zaman ORBA dan Reformasi sekarang ini. Karena 'mbandel dengan petuah 'foundhing father", makanya negeri dan bangsa ini jadi kualat ,.. makanya amburadul kayak saat inilah!


emoticon-Turut Berduka



nice info gan.. gw baru tau soal ini..
0 0
0
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 09:58
Quote:Original Posted By anak.lelebamb
Menyedihkan denger hal ini dari anak2 yang ga paham sejarah emoticon-Malu (S)

Ide federasi merupakan yang terbaik bagi bangsa yang secara geografis udah seperti piring pecah. Semua negara maju bersifat federal...Jerman, Malaysia, UK (kerajaan tapi seperti federasi), UAE (Persatuan emir arab, sebuah bentuk federasi juga), dan bejibun negara lainnya.

Ga usah nyalahin si Amin atau siapapun...emang dia bisa apa kendalikan satu bangsa ini? Coba lu bayangin kalo si harto mimpin sampe hari ini...geng narkoba dimana2, anaknya yang pembunuh itu bekeliaran, pemuda pancasila jadi kerajaan preman, gitu juga geng2 bejat seperti jon key, hercules, dan sebagainya.

emoticon-Kiss


Yah, gan, paling TS nya alay goblok yang masih oek oek pas jaman 98.

Reformasi adalah hal terbaik bagi bangsa ini. Kalo sekarang hancur ya emang dari dulu udah hancur. Andaikan dinasti harto kunyuk itu masih berkuasa, gw ga bisa bayangin seperti apa ancurnya negri ini!

Harto itu kroninya begis gan, mafia penjahat dan narkoba ada dalam sistem dia.

Satu lagi...gw setuju dengan federasi.
GA usah bandingin sama federasi jaman Indonesia serikat, beda itu. Federasi dengan negara bagian yang kecil2...biar ga dikuras jawak melulu sumber daya pulau lain!
0 0
0
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 10:00
Quote:Original Posted By kh4msin


Demokrasi ala Amerik itu memerlukan sejumlah assumsi dan persyaratan, antara lain sistem hukum yang berjalan sudah baik dan fair. AS saja memerlukan waktu 200 tahun sebelum mapan seperti saat ini. Selain itu, para politisi mereka "disyaratkan" harus kaya dulu dan terdidik baik, baru aktif di dunia politik, agar kehadirannya di sistem kekuasan tidak melahirkan "the angry man" seperti di Indonesia saat ini.

Lhaa kita?
Iman belum kuat, berasal dari keluarga miskin dan lapar (angry man), lalu diberi kekuasaan mengelola ribuan miliar dollar setahunnya. Abislah!

Itulah sebabnya, 2 bait dalam lagu "Indonesia Raya" itu ada menyebutkan:
  • Bangunlah jiwanya,
  • Bangunlah badannya,


itu maksudnya, mental manusia Indonesia itu diperbaiki dulu dari kebiasaan "molimo" atau bahasa kerennya itu : "nation and character building first" ... baru yang dibangun itu badannya, fisiknya, ekonominya! Bukan dibalik-balik seperti zaman ORBA dan Reformasi sekarang ini. Karena 'mbandel dengan petuah 'foundhing father", makanya negeri dan bangsa ini jadi kualat ,.. makanya amburadul kayak saat inilah!


emoticon-Turut Berduka



Quote:Original Posted By anak.lelebamb
Menyedihkan denger hal ini dari anak2 yang ga paham sejarah emoticon-Malu (S)

Ide federasi merupakan yang terbaik bagi bangsa yang secara geografis udah seperti piring pecah. Semua negara maju bersifat federal...Jerman, Malaysia, UK (kerajaan tapi seperti federasi), UAE (Persatuan emir arab, sebuah bentuk federasi juga), dan bejibun negara lainnya.

Ga usah nyalahin si Amin atau siapapun...emang dia bisa apa kendalikan satu bangsa ini? Coba lu bayangin kalo si harto mimpin sampe hari ini...geng narkoba dimana2, anaknya yang pembunuh itu bekeliaran, pemuda pancasila jadi kerajaan preman, gitu juga geng2 bejat seperti jon key, hercules, dan sebagainya.

emoticon-Kiss


Gw cuma bisa bilang...MANTAB!!!
0 0
0
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 10:05
numpang tenar doank tuch orang..sebelum reformasi juga ga terlalu keliatan...awas hati2 ntar ada poros tengah lagi buat jegal jokowi
0 0
0
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 12:58
Quote:Original Posted By anak.lelebamb
Menyedihkan denger hal ini dari anak2 yang ga paham sejarah emoticon-Malu (S)

Ide federasi merupakan yang terbaik bagi bangsa yang secara geografis udah seperti piring pecah. Semua negara maju bersifat federal...Jerman, Malaysia, UK (kerajaan tapi seperti federasi), UAE (Persatuan emir arab, sebuah bentuk federasi juga), dan bejibun negara lainnya.

Ga usah nyalahin si Amin atau siapapun...emang dia bisa apa kendalikan satu bangsa ini? Coba lu bayangin kalo si harto mimpin sampe hari ini...geng narkoba dimana2, anaknya yang pembunuh itu bekeliaran, pemuda pancasila jadi kerajaan preman, gitu juga geng2 bejat seperti jon key, hercules, dan sebagainya.

emoticon-Kiss


Quote:Original Posted By Asnabun


Yah, gan, paling TS nya alay goblok yang masih oek oek pas jaman 98.

Reformasi adalah hal terbaik bagi bangsa ini. Kalo sekarang hancur ya emang dari dulu udah hancur. Andaikan dinasti harto kunyuk itu masih berkuasa, gw ga bisa bayangin seperti apa ancurnya negri ini!

Harto itu kroninya begis gan, mafia penjahat dan narkoba ada dalam sistem dia.

Satu lagi...gw setuju dengan federasi.
GA usah bandingin sama federasi jaman Indonesia serikat, beda itu. Federasi dengan negara bagian yang kecil2...biar ga dikuras jawak melulu sumber daya pulau lain!


Kejahatan rezim ORBA terletak pada figur manusianya saja, bukan pada sistem politik yang ada pada waktu itu. Jadi seharusnya yang diganti itu hanya manusia Soeharto dan kroni-kroninya saja, bukan malahan merombak tatanan sistem ketata-negaraan yang ada pada waktu itu.

Adapun amandemen UUD 1945 pada waktu itu, telah betul-betul menghancurkanan tatanan kenegaraan yang ada. Bagaimana mungkin misalnya, Lembaga Tertinggi Negara pada waktu itu, MPR, dikebiri habis-habisan seperti sekarang ini sebagai pemegang kedaulatan rakyat?

Kedaulatan rakyat memang ada ditangan rakyat, tapi bukan kemudian mereka diberikan 'cek kosong' begitu saja untuk di isi, siapa yang akan menjadi pemimpin mereka seperti sekarang ini.

Sebab, bagaimana pun sebagian terbesar rakyat kita itu masih miskin dan bodoh (bisa dilihat jumlahpenduduk miskin yang bisa mencapai 2/3 penduduk bila standar 'garis kemiskinan' yang lebih manusiawi sedikit, misalnya 3 dollar AS sehari, dan tingkat pendidikan penduduk yang 2/3 maksimal hanya sampai sekolah dasar saja itu). Kemudian yang terjadi, sebagian rakyat Indonesia yang umumnya masih berstatus miskin dan bodoh itu, disuruh ,mengisi "cek kosong" dengan nama presiden mereka, jelaslah yang keluar dari mulut mereka adalah perkataan: "wani piro sampeyan, mas!"

Bedalah dengan rakyat AS misalnya. Mereka penduduknya sudah terdidik baik, 90% lebih berpendidikan SMA keatas. Jumlah orang miskinnya juga kecil sekali, tak sampai 5% dari penduduknya. Makanya sistem demokrasi pemilihan langsung, berjalan baik dan rasional.

Hal sama dengan penyerahan kedaulatan ke daerah atas nama otonomi daerah. Assumsinya bila daerah-daerah itu sudah memilki SDM yang baik, tak menjadi masalah mereka akan mengelola daerahnya masing-masing. Tapi yang terjadi di daerah-daerah (terutama di luar jawa), ketersediaan SDM yang mampu mengelola dan menjalankan sistem Pemerintahan itu dengan baik dan professional, amat minim. Akhirnya banyak anggota DPRD dan Kepala Daerah yang terpilih, rata-rata lulusan SD/SMP saja. Lalu kemudian untuk menutupi syarat administrasi pencalonannya sebagai pejabat eksekutif ataukah legislatif, memalsukan ijasah. Makanya kalau mereka tidak mampu menghabiskan dana-dana APBD, wajar sajalah! Dan, akhirnya korupsi jua ujung-ujungnya, bukan?


emoticon-Sorry
Diubah oleh kh4msin
0 0
0
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 13:05
Mau Revolusi?
tengok aja Mesir sekarang. Itu akibatnya kalau nggak ada kompromi dengan rezim lama.
0 0
0
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 13:16
gw setuju ma TS,

amink raiss itu siapa? Jasanya apa? Orangnya sekarang sembunyi dimana?

Kok ngilangg....????
0 0
0
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 13:22
.gara2 pengennya jadi presiden..eh malah 'cuma' jadi ketua MPR
0 0
0
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 13:23
Amien ga berani damprat si tersangka?
0 0
0
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 13:26
berarti si Amien terlalu koplak hanya omong mengkritik tapi ngga ada tindakan
artinya amien lebih pengecut
0 0
0
Pertanyaan ke Amien Rais: Korupsi Ketua MK, Bukti Reformasi Besutannya dulu, Gagal?
04-10-2013 13:28
pak amin = sengkuni

selalu diliputi iri dengki , ngga pernah berhasil jadi presiden..
0 0
0
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia