News
Batal
KATEGORI
link has been copied
149
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5235b1de1cd719b741000004/setelah-ahok-di-jakarta-kini-kota-malang-dipimpin-walikota-dari-etnis-tionghoa
Kota Malang di pagi hari yang dingin, rata-rata bisa 20 derajat, bahkan pernah 15 derajat Celcius, gan! Usai Dilantik, Abah Anton Kumpulkan Semua Pejabat Kota Malang Jumat, 13 September 2013 16:19 WIB Wali Kota dan Wawali Kota Malang, M Anton dan Sutiaji SURYA Online, MALANG - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, berpesan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, terpilih, M Anton dan Sutiaji, agar m
Lapor Hansip
15-09-2013 20:10

Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa

Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
Kota Malang di pagi hari yang dingin, rata-rata bisa 20 derajat, bahkan pernah 15 derajat Celcius, gan!

Usai Dilantik, Abah Anton Kumpulkan Semua Pejabat Kota Malang
Jumat, 13 September 2013 16:19 WIB

Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
Wali Kota dan Wawali Kota Malang, M Anton dan Sutiaji

SURYA Online, MALANG - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, berpesan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, terpilih, M Anton dan Sutiaji, agar mengembangkan pedagang kaki lima (PKL) yang ada di Kota Malang.
Menurut Pakde Karwo, PKL merupakan kekuatan riil ekonomi kerakyatan. "Saya berpesan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota baru harus bisa mengembangkan PKL di Kora Malang. Kalau bisa dicarikan tempat dan ditata yang bagus. Jangan malah digusur," kata Soekarwo, saat melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, terpilih, di gedung DPRD Kota Malang, Jumat (13/9/2013).

Dikatakannya, PKL merupakan kekuatan riil ekonomi kerakyatan. Para PKL menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Malang. Para wisatawan selalu menyerbu PKL dan pusat kuliner yang ada di Malang.
"Sejumlah tamu yang masuk ke Jatim, kebanyakan mampir ke Malang. Mereka milih PKL dan kuliner di Malang," ujarnya. Selain itu, Pakde Karwo juga berpesan, agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, terpilih, bisa mengembangkan sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Menurutnya, ketiga sektor itu dapat meningkatkan laju perekonomian di Malang. "Bangun hotel-hotel yang bagus di wilayah pinggiran, restoran dan pusat kuliner. Sebab,
Usai dilantik, Wali Kota Malang, M Anton dan Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, langsung menggelar rapat koordinasi dengan seluruh jajaran instansi di Pemkot Malang. Sebanyak 57 lurah, 5 camat, kepala dinas, dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dikumpulkan di Balai Kota Malang.
http://surabaya.tribunnews.com/2013/...at-kota-malang

Pertama Kali, Wali Kota Malang Dari Etnis Tionghoa
SABTU, 25 MEI 2013 | 04:25 WIB

Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
Mochammad Anton. TEMPO/Abdi Purmono

TEMPO.CO, Malang - Calon Wali Kota Malang Mochammad Anton bakal membuat sejarah baru di kota berumur 99 tahun itu. Anton akan menjadi wali kota ke-16 sejak 1919 sekaligus menjadi wali kota pertama yang beretnis Tionghoa. Hasil hitung cepat oleh dua lembaga survei mengunggulkan Abah Anton, panggilan Anton, yang berpasangan dengan Sutiaji, Wakil Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kota Malang itu. Kota Malang melangsungkan pemilihan kepala daerah 2013-2018 pada Kamis kemarin.

Menurut Lingkaran Survei Indonesia (LSI), pria kelahiran 31 Desember 1965 dengan nama asli Goei Hing An itu memperoleh 48,15 persen suara. Sementara lembaga riset Proximity: Research, Strategy and Political Consulting mencatat perolehan 31,91 persen. Pengusaha tetes tebu itu jauh melampaui perolehan suara lima pasangan lainnya. “Insya Allah, saya dan Pak Sutiaji bisa menjalankan amanat dan memenuhi janji yang sudah kami sampaikan,” kata Anton pada Kamis malam di rumahnya Jalan Tlogo Indah 16, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru. Ia menanggapi hasil hitung cepat lembaga-lembaga survei.

Anton mengaku sama sekali tidak punya niat dan ambisi jadi wali kota. Ketua Umum Persatuan Tionghoa Islam Indonesia (PITI) Malang Raya itu merasa lebih cocok jadi pengusaha. Pemilik PT Chandra Wijaya Sakti itu bersedia maju dalam pencalonan berkat dorongan para kiai yang aktif di PCNU Kota Malang. Mutammimah, istri mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi, turut menjadi pendukung Anton. Ia mengaku menanggung seluruh biaya kampanye. Bahkan, ia berjanji tidak akan mengambil gaji selama menjadi wali kota. Gajinya akan disumbangkan kepada kaum duafa dan anak yatim-piatu.

Bila terpilih menjadi wali kota, Anton akan mengembalikan keindahan Kota Malang agar kembali indah dengan meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur jalan dan transportasi untuk menghentikan kemacetan dan mengatasi banjir. Moratorium pemberian izin pendirian usaha baru, terutama untuk bangunan rumah-toko, akan diberlakukan. Sebaliknya, Pemerintah Kota Malang akan memperbaiki kualitas lingkungan dengan memperbanyak ruang terbuka hijau dan ruang publik. “Kalau sekarang pembangunan tampak begitu pesat, tapi sebenarnya tidak teratur. Itu yang akan kami tata ulang agar kota ini menjadi lebih layak dihuni. Kami juga akan fokus pada pembangunan kesehatan dan pendidikan warga. Kualitas pelayanan publik harus ditingkatkan,” ujar Anton.

Direktur Strategi LSI Agus Budi Prasetyo menilai kemenangan duet Anton-Sutiaji (AJI) tak lepas dari konflik di PDI Perjuangan antara memilih pasangan Sri Rahayu-Priyatmoko Utomo (SR-MK) atau pasangan Heri Pudji Utami-Sofyan Edy Jarwoko (DaDi). Heri Pudji merupakan istri Wali Kota Malang Peni Suparto. Sofyan merupakan Ketua Golkar setempat. DPP PDI Perjuangan merekomendasikan Sri Rahayu sebagai calon wali kota. Sedangkan Peni Suparto melawan keputusan DPP yang menonaktifkan dirinya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang dengan tetap mencalonkan sang istri. Konflik ini membuat massa PDI Perjuangan kebingungan. Akhirnya mereka mencari calon alternatif. “Pasangan AJI beruntung mendapat limpahan suara dari massa PDIP. Selain itu ada swing voters dan undecided voters sebanyak 39,8 persen yang memilih AJI,” kata Agus.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...Etnis-Tionghoa

Jabat Wali Kota Malang, Abah Anton Akan Gandeng Perguruan Tinggi
Sabtu, 24 Agustus 2013 16:20 WIB

Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
Abah Anton bersama Ibu dan isterinya

SURYA Online, MALANG – Wali Kota Malang Terpilih, Abah Anton, akan menggandeng perguruan tinggi (PT) ketika menjalankan roda pemerintahannya 23 September 2013 mendatang. Hal itu disampaikan Anton di hadapan sembilan Rektor PT swasta (PTS) dalam acara Silaturahmi Keluarga Besar Asosiasi Perguruan Tingg Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah VII Jatim, di Aula Kampus 1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Sabtu (24/8/2013).
Anton mengatakan akan menggandeng para akademisi ini untuk membenahi permasalahan Kota Malang, mulai dari layanan publik, banjir, macet, tata kota, pendidikan, hingga kesehatan. “Kota Malang memiliki kampus-kampus terbaik di negeri ini, baik negeri maupun swasta. Para akademisi, peneliti, bahkan Rektornya pun, akan saya sertakan untuk membangun Kota Malang,” kata Anton yang langsung mendapat tepuk tangan hadirin.

Anton menuturkan semua program-programnya pada masa kampanye akan disosialisasikan ke PT untuk mendapat pandangan secara akademis agar lebih terukur, terarah, dan tepat sasaran. Menurut Anton, cara PT bekerja berdasarkan kajian ilmiah yang objektif, tanpa didekte oleh golongan manapun. Wakil Wali Kota Malang Terpilih, Sutiaji, menambahkan basis pembangunan Kota Malang ke depan akan menggunakan konsep teritorial perkecamatan. Tugas-tugas PT ini nanti menangani permasalahan-permasalahan yang muncul di teritori kecamatan tertentu. Sutiaji mencontohkan, daerah langganan banjir di Kecamatan Klojen di Jalan Galunggung, misalnya, akan ditangani ahli Planologi dari ITN atau Universitas Brawijaya (UB).
http://surabaya.tribunnews.com/2013/...rguruan-tinggi

Bekas Sopir yang mengadu peruntungan jadi Wali Kota Malang
Rabu, 22 Mei 2013 08:03:14

Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
Abah Anton. ©2013 Merdeka.com

Ibarat roda yang berputar, kehidupan salah satu calon wali kota Malang 2013, Haji Mochammad Anton juga pernah berada di bawah. Sebelum menjadi pengusaha sukses sebagai penyuplai tetes tebu ke perusahaan besar di Indonesia, Anton pernah kerja serabutan sebagai sales bahkan sopir.

Sejak duduk di bangku sekolah, pria 37 tahun itu sudah melakoni usaha kecil-kecilan sebagai penjual kue. Maklum, dirinya sudah lahir dari keluarga pas-pasan bahkan bisa dibilang kurang mampu. Selain berjualan kue dirinya juga menjadi penjual sembako. Setiap hari dirinya harus berkeliling dari kampung ke kampung untuk mengantarkan sembako. "Saya sempat menjadi sopir saat SMA dan kuliah," katanya kepada merdeka.com, Selasa (21/5). Dari pengalaman itu, pria yang sempat mengenyam pendidikan di jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan sampai semester enam ini kemudian bekerja di Surabaya, lagi-lagi menjadi sopir. Dia mengambil cuti terminal dan alhasil kuliahnya tidak pernah lulus, karena kondisi keuangannya.

Tak disangka, dia bertemu dengan seseorang dari Jakarta yang meminta dirinya untuk mencarikan tetes tebu pada 1998. "Di sini saya jadi perantara," katanya. Saat itu, belum ada orang yang melirik usaha tetes tebu karena dianggap sebagai limbah. Meski berbeda jauh dari bidang pendidikan yang dia tempuh, Anton menyanggupi permintaan tersebut. Dengan gigih dia berhasil memenuhi permintaan tetes tebu dari Pabrik Gula Krebet Bululawang. Dia melakoni usaha tetes tebu tanpa modal dan pengalaman tentang tebu. "Saat itu saya mampu mengirimkan 3.000 ton dengan omset ratusan juta," lanjutnya. Padahal dia mendapatkan secara gratis karena dianggap limbah oleh masyarakat. Kala itu harganya masih sekitar RP 150.000 per ton, saat ini harganya bisa mencapai Rp 2,5 juta," ujarnya.

Tak lama kemudian dia berhenti jadi perantara dan menyuplai tetes tebu secara langsung ke salah satu pabrik penyedap rasa. Sampai saat ini Anton mampu menyuplai tetes tebu ke dua pabrik besar penyedap rasa sebanyak 300 ribu ton per tahun. Tetes tebu yang dihasilkan tidak hanya dari pabrik gula di Jawa Timur, melainkan di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Omzet yang diraih pun jumlahnya miliaran. Kesuksesan dalam melanggengkan usaha tetes tebu tidak lepas dengan sinerginya dengan petani tebu. Dia membina lebih dari 10 ribu petani tebu di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Meski berlatar belakang pengusaha, dia optimis untuk memajukan masyarakat Malang. "Banyak yang bertanya, pengusaha bisa apa?" ungkapnya. Tentu dia juga belajar mengenai politik. Setelah empat bulan terjun ke politik, dia mempunyai kesan tersendiri. "Dunia politik banyak permainan kotor," bebernya. Jika dia terpilih sebagai wali kota nanti, ayah tiga anak itu berujar akan berintegrasi dengan KPK. Serta mengajak staf ahli untuk membangun kota Malang menjadi lebih baik.
http://www.merdeka.com/politik/bekas...ta-malang.html

--------------------------------

Sejarah peradaban manusia di Jawa Timur sebagai masyarakat baru muncul sekitar abad 8, yaitu, dengan ditemukannya prasasti Dinoyo di daerah Malang. Prasasti yang bertahun 760 M ini menceritakan peristiwa politik dan kebudayaan di Kerajaan Dinoyo. Pada tahun 1222, Ken Arok mendirikan Kerajaan Singasari. Dia berkuasa di kerajaan itu sampai tahun 1292. Sebelum berkuasa, Ken Arok merebut kekuasaan di Tumapel, Kediri, dari Tungul Ametung. Keturunan Dinasti Ken Arok ini kemudian menjadi raja-raja Singasari dan Majapahit di abad ke 13 sampai abad 15.

Pada tahun 1227: Anusapati membunuh Ken Arok. Ia kemudian menjadi raja Singasari. Kekuasaan Anusapati hanya berlangsung 20 tahun. Ia dibunuh Tohjaya. Tiga tahun kemudian, Tohjaya terbunuh dalam pemberontakan yang dipimpin oleh Jaya Wisnuwardhana, putra Anusapati. Tahun 1268, Wisnuwardhana meninggal, takhtanya sebagai raja Singasari digantikan oleh Kertanegara (1268-1292). Pada tahuan 1292, Kertanegara dikalahkan oleh pemberontak bernama Jayakatwang, maka berakhirlah kekuasaan Kertanegara sekaligus mengakhiri riwayat Kerajaan Singasari.

Pada tahun 1294, Kerajaan Majapahit berdiri. Pendirinya adalah Raden Wijaya. Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Dia didampingi oleh mahapatih Gajah Mada. Bersama patihnya ini Hayam Wuruk berhasil menyatukan wilayah yang luas di bawah nama Dwipantara.

Melihat sejarah masa lalunya itu, Malang ternyata memiliki peradaban kekuasaan [emerintahan Kerajaan yang cukup tua di pulau Jawa. Makanya tak mengherankna bila kota Malang dikenal sebagai barometer politik di Jawa Timur, bahkan nasional. Selama ini sejak zaman Reformasi lalu, PDIP selalu menang di wilayah itu, begitu pula dengan Kepala Daerahnya, selalu orang PDIP yang memimpin. Dalam Pilkada kota Malang tahun 2013i, PDIP bahkan mengirimkan 2 jagonya, satu yang resmi (Dra.Sri Rahayu, anggota DPR-RI dan bini Ketua DPD PDIP Jawa Timur saat ini) dan lainnya jago tak resmi yaitu Nyonya Peni Suparto (Heri Puji Utami, isteri Walikota yang segera lengser). Keduanya diketahui warga Malang telah menghabiskan duit puluhan miliar untuk pesta demokrasi itu, tapi nyatanya keok. Pemilih kota Malang lebih memilih figur abah Anton yang masih warga keturunan Tionghoa itu. Ini mencatat sejarah baru bahwa di bekas pusat kerajaan Singasari dan kota yang dulunya adalah pelahir Imperium Majapahit itu, warganya bisa menerima seorang pemimpin yang bukan berasal dari etnis jawa atau warga asli se tempat. Bahkan mereka bisa menerima pemimpin yang beretnis Tionghoa, sebuah hal yang sangat langka di pulau Jawa Timut khususnya dan di pulau Jawa umumnya.

Sementara sang pemenang, Abah Anton, dikenal sebagai tokoh China muslim yang dekat dengan dengan banyak Kyai di Jawa Timur. Beliau juga dikenal sebagai pengusaha, dan saat ini menjadi pimpininan PITI (Persatuan Tionghoa Islam Indonesia) kota Malang. Dikenal akrab dengan rakyat, dan jujur. Dengan kekalahan jago-jago PDIP disarang utamanya di kota Malang Jawa Timur, diperkirakan akan membalik peta politik di seluruh Jawa Timur dan bahkan bisa jadi secara Nasional. Telah terjadi perubahan orientasi pemilih di dalam memilih pemimpinnya, yaitu rakyat mulai cerdas itu ternyata lebih memilih figur yang berakar di masyarakat, jujur dan dekat dengan mereka. Faktor parpol ternyata hanya dilirik sebelah mata. Sekitar 3 minggu lalu, hal sama juga dilakukan pemilih di seluruh Jawa Timur ketika mereka memilih Gubernur baru untuk masa jabatan 2013 - 2018. Ternyata warga Jatim umumnya lebih tertarik figur dari pada parpol pengusung. Orang memenangkan Soekarwo bukan karena dia di usung oleh partainya SBY, Demokrat. Tetapi karena mereka tahu persis kwalitas kepemimpinan sang Gubernur incubent itu selama 5 tahun kepemimpinannya di periode pertamanya lalu. Warga Jatim juga banyak yang memilih Khofifah, karena kefigurannya pula, bukan karena dia di usung PKB. Sementara jagonya PDIP, keok telak! Seandainya PDIP memasang Walikota Surabaya yang populer di Jawa Timur dan prestasinya mirip Jokowi itu, yaitu ibu Tri Rismaharini, kayaknya bisa jadi perolehan suaranya berimbang dengan Soekarwo dan Khofifah



emoticon-Angkat Beer
Diubah oleh julianirani
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 7 dari 8
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
16-09-2013 10:54
Quote:Original Posted By bambangsuherman
trus klo cinak, kenapa? bangga gitu? emoticon-Cape d... (S)


mksdnya bukan gitu coi, maksud TS mau menunjukkan kl etnis tionghoa sudah bertambah di pemerintahan, dan sepertinya TS tidak suka itu krn menyertakan wagubsu dki yg jg tionghoa.

bagi ane yg penting dia bisa bekerja bgn baik untuk rakyat, ga perduli dia itu keturunan bule sekalipun.

tau sendiri kan kl di indonesia hal2 seperti itu sgt rentan di jadikan isu sara.

bagaimana jadi nya nanti kl ada calon gub,walkot,bupati yg dari keturunan BULE kelahiran indonesia yg mau duduk di pemerintahan...apa jadinya nanti itu ????

0 0
0
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
16-09-2013 10:57
halah, etnis-etnisan lagi. pokoknya dia orang indonesia
-the end-
0 0
0
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
16-09-2013 11:02
TS ada maksud tersembunyi di thread ini. Bagi gw, yang penting jujur dan adil dan mau bekerja, mau orang Afrika kek, Amerika kek, Tua kek, Hantu kek, Binatang kek, ga masalah.
0 0
0
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
16-09-2013 11:04
Apapun etnisnya yang penting dia bisa membela kepentingan masyarakat gan
0 0
0
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
16-09-2013 11:09
selamat buat abah anton dan sutaji

semoga dapat menjalankan roda pemerintahan kota malang dg baik,


*pesen dong bah, supaya jembatan soehat segera diganti (karena kabel dan putus satu emoticon-Takut (S))
0 0
0
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
16-09-2013 11:14
ini ngapain komen TS nya jadi flash back kejaman dulu segala emoticon-Takut
0 0
0
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
16-09-2013 11:22
Quote:Original Posted By caldbolg1
ah elah
beda lah sama Ahok
agama nya lohhh gan

emoticon-No Sara Please


bisa jadi bisa jadi
0 0
0
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
16-09-2013 11:28
WNI -itu sudah-
0 0
0
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
16-09-2013 11:33
Siapapun pemimpinnya yg penting bikin malang lebih rapi deh
0 0
0
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
16-09-2013 11:33
oh kalau yang ini relatif mudah diterima karena satu agama.
kalau ahok sih beda
0 0
0
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
16-09-2013 11:44
semoga kinerjanya bagus and tegas kaya Ahok emoticon-Malu (S)
0 0
0
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
16-09-2013 12:10
siapa aja pemimpin yg bekerja dan berani berkorban utk rakyat yg dipimpinnya psti banyak yg dukung...emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)
0 0
0
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
16-09-2013 12:25
Ya, aku nulis lagi Kus.
Hargai perbedaan, jika beliau mampu dan amanah, kenapa ngga. Semua WNI yg mampu punya hak menjdi pemimpin, ndak perlu lihat ras, agama, dkk. perbedaan justru membuat hidup kian berwarna
0 0
0
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
16-09-2013 12:35
Mau jawa, china, india, nigeria kek....
Gw ga peduli, yg penting ga korupsi, pinter, tegas, membawa kesejehteraan rakyat..emoticon-Ngakak
0 0
0
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
16-09-2013 12:40
kalau yang memimpin ibadah di gereja adalah seorang kyai itu adalah salah krn murni masalah agama..
klu yg memimpin daerah dari agama apapun sah2 aja.
0 0
0
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
16-09-2013 15:57
semoga saja berprestasi seperti ahok emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
0 0
0
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
16-09-2013 22:33
siapapun dia, kalo memang punya kinerja yang bagus layak didukung dan diapresiasi...

mo cina kah, Jawa kah, Timor kah... siapapun itu...
emoticon-Matabelo
0 0
0
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
16-09-2013 22:39
ane setuju ma ente semua gan.
APAPUN AGAMANYA, ETNISNYA, YANG PENTING BISA MENERAPKAN KONSPIRASI KEMAKMURAN. helleh..
0 0
0
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
17-09-2013 02:24
Apapun etnisnya yang penting minumnya teh
botol sosro.

Diubah oleh suryawega
0 0
0
Setelah Ahok di Jakarta, Kini Kota Malang Dipimpin Walikota dari Etnis Tionghoa
17-09-2013 03:56
semoga kinerjanya bagus dan bersih emoticon-Angkat Beer
0 0
0
Halaman 7 dari 8
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia