yantique
TS
yantique
FPI : PSK Banyak di Dekat Kantor Pemerintahan, bukan di T.Abang. Bahkan Dekat Istana?

Illustrasi

FPI : Tidak Ada Preman di Tanah Abang, Tapi PSK Banyak di Dekat Kantor Pemerintahan
July 27, 2013

Ketua Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Habib Salim Alatas, mengecam tindakan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang mengancam menggusur para pedagang kaki lima di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Salim juga membantah jika terdapat preman di wilayah Tanah Abang yang membekingi para PKL.

“Saya ini lahir 1969 di Tanah Abang. Saya putra asli Tanah Abang. Enggak ada preman di sini. Harusnya Ahok lebih memilih menggusur para pekerja seks komersial (PSK) yang ada di Bongkaran daripada urus PKL,” kata Salim kepada, Sabtu (27/7/2013).

Habib Selon -sapaan Habib Salim Alatas- menegaskan seharusnya mantan Bupati Belitung Timur itu mencari solusi atas PSK yang berkeliaran daripada menggusur PKL. Salim mengungkapkan aktivitas para PSK tersebut letaknya justru tidak jauh dari kantor pemerintahan, namun belum ada tindakan.
“Di sana banyak PSK yang berkeliaran. Bahkan saat bulan puasa seperti sekarang. Kalau kami yang sweepingnanti kami malah dikira anarkis. Kita tunggu aksi pemerintah selama Ramadan ini, jika tidak segera bergerak maka kami yang akan bergerak,” terangnya
http://www.kompasislam.com/2013/07/2...-pemerintahan/


Walau Dekat Kantor FPI, Banyak PSK 'Jablay-Jablay' di Tanah Abang
Sabtu, 03 Agustus 2013 02:08 WIB

Jakarta - Kurang dari 1 km dari Tanah Abang, terdapat Kantor Pusat Front Pembela Islam (FPI). Tepatnya di Jalan Petamburan III/17, Tanah Abang, Jakarta Pusat. FPI dikenal garang dan tegas dalam melakukan aksi sweeping. Dari minuman keras, tempat hiburan hingga Pekerja Seks Komersial (PSK). Terlebih di bulan suci Ramadan.

Ironisnya, di Tanah Abang yang wilayahnya bergandengan dengan Kantor Pusat FPI, para pramuria berjejer menjajakan diri di siang bolong. Dengan dandanan menor, mereka tak malu-malu merayu para pria yang melintas untuk kencan. Mereka-mereka PSK mangkal di penjual minuman dan rokok di sepanjang Jalan Jati Baru, Tanah Abang. "Mana polisi dan mana FPI, mereka 24 jam jablay-jablay masih ada dan beroperasi," kata salah satu pedagang di Tanah Abang, Jakarta, Jumat (2/8).

Pria kelahiran Tanah Abang ini menilai jika operasi yang digelar polisi hanya bersifat sementara. Dirinya amat menyayangkan ormas dan kepolisian yang enggan menindak PSK-PSK yang masih tetap beroperasi. "Padahal ini masih bulan Ramadan nyatanya masih ada (PSK). Selain itu preman yang ditangkap paling juga sebentar keluar," jelasnya.

Salah satu PSK setengah tua yang masih menunggu pria hidung belang adalah Linda. Wanita asal Klaten ini mengaku jika ingin mengumpulkan pundi-pundi uang dari pelayanannya. "Ayo mas, ngamar yuk, rilek dan santai-santai sambil tiduran," ajak Linda.

Linda mengaku terpaksa harus menjajakan diri untuk biaya mudik. Wanita berusia 40 tahunan ini mau pulang kampung ke Klaten, Jawa Tengah beberapa hari lagi. "Rp 200.000 aja mas, sekali ngamar. Buat ongkos mudik," rayu Linda pada pria yang melintas.
http://theglobejournal.com/Sosial/wa...bang/index.php

pramuria Mangkal di Dekat Istana
Jum'at, 04 Maret 2011 , 01:30:00 WIB

RMOL. Ini sebuah ironi. Tak jauh dari kawasan Istana Negara. Di kawasan Mangga Dua, Jakarta Pusat dan sekitarnya, setiap malam, masih saja banyak pramuria-pramuria yang menjajakan diri di tepian jalanan. Mereka menjajakan diri sekitar pukul 22.00.

Ibarat “jualan” yang berusaha menarik “pembeli”, mereka tampil super menarik, cantik, sexy. Biasanya masing-masing pramuria ini berdiri dekat dengan “ojek” di sekitar mereka. Mungkin “ojek” ini merupakan jasa antar ke tempat peminat? Atau mungkin juga mereka sengaja bersiaga kalau-kalau ada yang razia, entah Satpol PP, entah polisi. Begitu itu terjadi, mungkin, para wanita malam ini langsung kabur.

Ironi, karena mereka mangkal di dekat istana Negara, dari sebuah negeri yang mayoritas berpenduduk Muslim. Mana moral bangsa ini? Mana ketegasan aparat membersihkan mereka? Mana kepedulian negara untuk “menyelamatkan” masyarakat dan pelaku pramuriaan ini sekaligus dari penyakit masyarakat ini? Apa karena menganut demokrasi, lalu pramuria-pramuria ini dibebaskan memilih tampil bebas menjual diri?
http://m.rmol.co/news.php?id=19981

-----------------------------

Kok jadi PSK yang disalahkan?


emoticon-Ngakak
0
4.8K
50
Berikan Komentar
Yuk bergabung agar dapat lebih banyak informasi yang dibagikan di Komunitas Berita dan Politik
Berita dan Politik
Berita dan Politik
icon
662.8KThread36.7KAnggota
Terlama
Berikan Komentar
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.