News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Mau Saldo GoPay? Yuk ikutan Survei ini GanSis!
1005
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51ef6b531ad7193448000000/kisah-paul-cumming-menonton-the-reds-di-gbk
Lagu The Fields of Anfield Road sampai ia salin sendiri di sebuah buku kecil. Catatan itu ia bawa ke Senayan ketika tim pujaannya, Liverpool FC, bermain di Stadion Gelora Bung Karno akhir pekan lalu
Lapor Hansip
24-07-2013 12:51

Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK

Past Hot Thread
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK

Lagu The Fields of Anfield Road sampai ia salin sendiri di sebuah buku kecil. Catatan itu ia bawa ke Senayan ketika tim pujaannya, Liverpool FC, bermain di Stadion Gelora Bung Karno akhir pekan lalu.


"Hari ini adalah hari kebanggaan untuk saya. Nonton Liverpool di GBK adalah Dream Come True. Salam untuk semua penggemar bola di Tanah Air," demikian Paul Cumming bertutur melalui akun twitter-nya, @papuansoccer, di hotel sebelum berangkat ke stadion Sabtu (20/7/2013) siang.

Usianya yang hampir 66 tahun, ditambah kondisinya yang kerap sakit dalam satu tahun terakhir, termasuk kanker kulit kepala yang menyerangnya baru-baru ini, membuat gerak-gerik Paul melambat, seperti juga intonasi suaranya yang rendah, sehingga sesekali kami harus merapat untuk bisa mendengarnya lebih jelas.

Selama mendampingi Paul, kami jarang mendapatinya tertawa dengan suara keras apalagi sampai terbahak-bahak. Jika ada hal lucu, ia akan tersenyum lebar atau cukup terkekeh-kekeh -- tapi itu sudah menunjukkan keceriaan di wajahnya.

"Saya malu kalau tertawa lebar di depan orang banyak. Soalnya gigi sudah tak ada," seloroh pelatih legendaris yang pernah melatih sejumlah tim Indonesia selama hampir tiga dawasarwa itu.

Walaupun suaranya rendah dan terlihat sebagai seorang lelaki tua yang pendiam, Paul sesungguhnya memiliki selera humor yang mengasyikkan. Ia bisa tiba-tiba menceletukkan sesuatu yang membuat kami "kaget" dan tertawa. Suatu ketika, misalnya, ia cukup sibuk menerima panggilan via telepon selulernya. Pada sebuah deringan berikutnya, Paul menerimanya sambil berdiri dan berucap, "Halo, Steven Gerrard?"

Paul juga tipikal "bapak-bapak yang kalau sudah bercerita susah dihentikan". Sewaktu kami membawanya bersantap malam di sebuah restoran India di Jalan Jaksa -- ia kepingin sekali bernostalgia ke tempat itu -- ia menghibur kami dengan kisah-kisah hidupnya yang beraneka warna.

Sebelumnya, pada Jumat siang ia kami ajak mengikuti acara Liverpool yang diadakan oleh Standard Chartered di Plaza Senayan. Kepada dia kami menjelaskan, sesi itu adalah penandatangan kontrak baru bank tersebut dengan The Reds. Ia lalu menimpali, "Wah, saya terlambat kalau begitu. Tadinya saya berharap rental Play Station saya bisa jadi sponsor Liverpool."

Paul, yang pernah terkenal saat menangani Persiraja Banda Aceh, Perseman Manokwari, PSBL Lampung dan tim PON Papua Barat, saat ini tinggal di Dusun Drigu, Poncokusuma, Kabupaten Malang, dengan pemandangan Gunung Semeru yang gagah perkasa. Di rumahnya yang sederhana, yang ia diami bersama sang istri, sehari-harinya ia menyewakan Play Station untuk anak-anak di kampung, dengan tarif Rp 2.000 per jam.

Ketika detiksport mengundangnya menonton pertandingan Liverpool melawan timnas Indonesia, ia tampak betul mempersiapkannya dengan antusias. Bahkan ia sudah berbaju The Reds saat meninggalkan rumahnya menuju stasiun Malang, untuk berangkat ke ibukota dengan kereta api. Di sana ia sempat dilepas oleh Big Reds Malang, dan juga sang istri yang menyempatkan diri meninggalkan sejenak tugasnya sebagai guru di sebuah SMA negeri di kota tersebut.

"Sampai ketemu di Sektor 9-11. Saya nonton dengan teman2 di tribun @BIGREDS_IOLSC YNWA," Paul melanjutkan tweet-nya di perjalanan menuju Senayan.

Mengenakan satu-satunya jersey Liverpool yang ia bawa dari Malang, Paul berdandan seperti suporter fanatik. Ia menutupi kepalanya dengan topi merah, serta membawa syal dan bendera tim kesayangannya itu. Hujan yang menyambut kehadirannya kembali ke GBK tak menyurutkan semangatnya untuk menyaksikan aksi Gerrard dkk.

Sesampainya di GBK, banyak orang mengenali dirinya. Mereka silih berganti menyapa dan meminta foto bareng, dan tidak satu pun ditolak Paul. Sejumlah fans remaja mencium tangannya, layaknya "cucu kepada kakeknya". Mereka mengucapkan doa-doa untuk kesehatan Paul.

Jam 5 sore kami tiba di Gate V, di antara ratusan orang yang mulai mengular di depan pintu masuk yang belum dibuka. BIG REDS secara khusus menyediakan tempat untuk Paul, tapi dia sendiri yang minta menonton bersama-sama suporter Liverpool, dan bukannya memilih di tribun VIP.

Paul diberi keistimewaan masuk lebih dulu dibanding ratusan fans di belakangnya, bersama Alief Ryanda (20), seorang suporter "edan" yang mencoba ke Jakarta dengan bersepeda motor dari Aceh, tapi mengalami kecelakaan di Labuhan Batu, Sumatera Utara. Kakinya patah, tersenggol truk. Demi tim kecintaannya, Alief tetap berangkat ke Jakarta, terbang dari Medan.

Setelah melewati pintu masuk, Alief lebih dulu harus menaiki tangga yang cukup tinggi menuju sektor penonton. Dibantu dua orang, ia bangkit dari kursi roda, meniti anak tangga satu per satu. Para Big Reds di luar memberinya dukungan moral dengan menyanyikan chant-chant untuk dirinya. Alief sempat terisak terharu dengan dukungan luar biasa itu.


Itu pula yang dilakukan Big Reds saat Paul perlahan-lahan menaiki tangga yang sama. Mereka menggemakan koor "Paul, Paul, Paul", setiap kali dia melangkahkan kakinya. Setelah anak tangga terakhir dijejaki, Paul membalikkan badannya, melambaikan tangan kepada para suporter, yang kemudian riuh bertepuk tangan. Mata Paul berkaca-kaca. "Belum pernah saya mendapatkan yang seperti ini," ucapnya lirih.

Dan Paul akhirnya dapat mewujudkan keinginannya menonton pertandingan Liverpool. Ia ada di sana, di stadion utama negeri yang sangat ia cintai ini, di antara lautan manusia beratribut merah, dalam atmosfer yang penuh sensasi, ketika chant-chant dan lagu You'll Never Walk Alone tak henti-hentinya dikumandangkan suporter, seakan-akan GBK adalah Anfield.

"Selagi masih hidup, harus bisa nonton Liverpool. Dan akhirnya mimpi saya terwujud. Walaupun tidak bisa bertemu pemain langsung, tapi saya bisa menyaksikan mereka di Senayan. Saya sangat terharu. Terima kasih untuk semua yang telah memberikan dukungan. Saya takkan pernah melupakan pengalaman yang luar biasa ini," ucap Paul kepada kami.

Meninggalkan GBK malam itu, Paul masih saja dihampiri orang-orang yang ingin menyapa dan berfoto bersama. Dan lagi-lagi, walaupun keletihan sudah melanda, ia tetap melayani permintaan mereka dengan ramah.

Tak terasa, kami baru sampai hotel lagi pukul 1 dinihari. Paul masih sempat menonton televisi untuk mencari pemberitaan seputar pertandingan tadi. Ia sampai tertidur di sofa, sebelum kami bangunkan supaya pindah ke tempat tidur.

Minggu (21/7) siang Paul dijemput oleh Balafans, kelompok suporter Lampung , yang ingin membawanya "pulang ke kampung halaman" -- Paul pernah tujuh tahun tinggal di Lampung saat melatih PSBL (1991-1998).

Selain dengan suporter, kerabat lamanya di Lampung dan media, Paul juga dipertemukan dengan sejumlah pejabat teras setempat, termasuk Gubernur Sjachroedin ZP. Selain bersilaturahmi, mereka juga memberikan bantuan materil untuk membantu meringankan biaya operasi yang akan dijalani Paul sekembalinya ke Malang nanti.

"Tolong detiksport sampaikan terima kasih saya kepada semua orang yang telah memberikan dukungan, baik moral maupun materil kepada saya. Saya tidak menyangka, saya terharu sekali membaca komentar dan tweet mereka. Doakan pula semoga operasi saya nanti berjalan lancar," ujar Paul tadi malam.


Foto - foto :
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBKKisah Paul Cumming menonton the reds di GBKKisah Paul Cumming menonton the reds di GBKKisah Paul Cumming menonton the reds di GBK

tambahan dari agan2x :
Quote:Original Posted By longe
ni gan ane ada potonya waktu liverpool kmren di GBK :
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK





[URL="http://sport.detik..com/aboutthegame/read/2013/07/23/105131/2311192/1490/paul-cumming-mimpi-itu-terwujud"]Sumber[/URL]

comment ts:
ane salut ama perjuangan mr Paul cumming,jasany udh byk buat indonesia
akhirnya dream come true juga,
semoga cepat sembuh dan dapat berkarya kembali emoticon-Smilie

kisah2xnya bikin terharuemoticon-Matabelo

You'll Never Walk Alone, Coach.


akhirnya ane pertama kali jd ht terharu bgt emoticon-Selamat emoticon-Matabelo

Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK

ga nolak dikasih emoticon-Blue Guy Cendol (L)

makasih buat agan - gan semua yg udh kasi comment2 yg bermutu dan cendolnya emoticon-Selamat

Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
Diubah oleh ceepy
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 43 dari 51
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 08:55
semoga jasa paul tidak terlupakan sampai akhir hayatnya emoticon-Sorry
0 0
0
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 08:55
Wah ada veteran.. emoticon-I Love Indonesia (S)
0 0
0
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 08:56
Hebat sekali Paul Cumming saya sangat salute dengan dia.. Semoga semua penyakit Paul Cumming diangkat oleh Yang Maha Pemberi. Amin
0 0
0
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 08:58
YNWA YNWA
0 0
0
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 08:58
ane merinding gan bacanya emoticon-Sorry
0 0
0
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 08:58
fans the reds sejati, mantap
0 0
0
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 09:01
You'll Never Walk Alone Om Paul Cunming emoticon-Matabelo
0 0
0
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 09:01
Ane bukan penggemar Liverpool, tp ane respect banget sama ni org..
emoticon-Mewekemoticon-Mewek
terharu bacanya...
0 0
0
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 09:02
Sehat selalu opa
0 0
0
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 09:03
veteran yang terlupakan
berjasa tapi tak dikenangemoticon-Sorry

0 0
0
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 09:05
Om Paul emang patut diacungi jempol deh..emoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol
0 0
0
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 09:05
speechless baca berita ttg eyang paul emoticon-Mewek
0 0
0
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 09:06
bener bener bikin mata berkaca kaca gan ,untung ane tahan ,kan kalo puasa nangis nanti batal emoticon-Mewek
0 0
0
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 09:07
terharu ane gan bacanya emoticon-Mewek:
0 0
0
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 09:07

Kisah Alief

Quote:Original Posted By okkydwi
respect gan

kisahnya alief ga diangkat juga, terharu ngelihatnya



'Jangan pernah berhenti mencintai Liverpool, jangan pernah berhenti dukung Liverpool'. Pesan itu disampaikan oleh paman Alief Ryanda pada 26 Desember 2004 saat diserang stroke. Karena kecintaannya, pemuda 19 tahun itu nekat naik motor dari Banda Aceh ke Jakarta demi menyaksikan Liverpool.

Berawal dari permainan di playstation, sang paman memberikan sebuah poster besar mantan penyerang Liverpool, Michael Owen, sebagai hadiah ulang tahunnya yang ketujuh kepada Alief. Sejak saat itu, hatinya mulai berkata Liverpool adalah klub favorit.

Rasa cinta kepada The Reds semakin dalam ketika Alief mengenang bencana tsunami yang menerjang Aceh sembilan tahun silam. Ketika tsunami menerjang, pamannya terbaring sakit akibat stroke di sebuah rumah sakit. Akibat tsunami, rumah sakit itu hancur sehingga pamannya harus diungsikan ke Medan agar mendapatkan perawatan yang lebih memadai.

Dilansir Tribunnews, Dengan menumpang mobil, Alief terus menemani sang paman. Sepanjang perjalanan Alief terus memegangi tangan sang paman. Ketika mobil yang mengangkut mereka melintas di Lhokseumawe, tiba-tiba sang paman yang juga penggemar Liverpool menyanyikan lagu You'll Never Walk Alone yang menjadi lagu kebesaran The Reds.

"Dia pun berpesan kepada saya, jangan pernah berhenti mencintai Liverpool, jangan pernah berhenti mendukung Liverpool," kenang Alief.

Pesan itu ditanamkan betul oleh Alief di dalam hati dan pikirannya. Rencana tur pramusim Liverpool ke Jakarta membuat Alief tergerak untuk berangkat ke Jakarta demi menyaksikan mereka dari dekat.

Rombongan Liverpool dijadwalkan tiba siang ini di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sebanyak 25 pemain, dipimpin sang Kapten Steven Gerrard, The Reds akan menjajal tim Indonesia XI di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (20/7/2013) malam.

Sayang, karena kondisi keuangannya sedang tidak bagus, Alief tidak bisa membeli tiket pesawat terbang dan tiket pertandingan. Alief pun tidak memiliki waktu lagi untuk menabung karena waktu yang terlalu mepet.

"Saya sudah frustrasi tidak dapat tiket. Teman-teman saya sebanyak 29 orang sudah dapat tiket dan berkata 'Seharusnya kamu yang ke-30.'," kata Alief.

Dalam suasana hati yang tidak karuan, Alief mendapatkan pencerahan. Adalah Asrori, Koordinator Wilayah Big Reds Aceh yang mencetuskan ide untuk mengendarai motor dari Banda Aceh ke Jakarta.

"Al, kenapa kamu tidak berangkat naik motor Mio saja? Kami naik pesawat, kamu naik Mio. Bikin sensasi, biar beda dari orang lain. Tiket pertandingan bisa dibeli di GBK atau tunggu anggota yang batal berangkat," ujar Alief menirukan ucapan Asrori.

Alief memang pernah seorang diri menempuh perjalanan darat dengan sepeda motor Yamaha Mio miliknya. Ketika itu Alief menempuh perjalanan selama satu bulan untuk memenuhi nazar setelah lulus SMU.

Ucapan Asrori menggugah pemikiran Alief. Demi cintanya kepada Liverpool, Alief pun setuju untuk berangkat ke Jakarta dengan sepeda motor. Selain ucapan Asrori, Alief juga mengaku terinispirasi oleh film berjudul "Will".

Alkisah seorang anak berusia 10 tahun yang menggemari Liverpool menempuh perjalanan darat dari London untuk menyaksikan final Liga Champions 2005 antara Liverpool dan AC Milan di Istanbul, Turki. "Itu kan film. Saya ingin membuat film itu menjadi nyata. Saya pun berpengangan pada prinsip, hidup dalam mimpi atau mati dalam mencoba," jelas Alief.

Setelah mendapatkan izin dari orangtua dan uang saku sebesar Rp 2,5 juta dari neneknya, Alief akhirnya berangkat ke Jakarta pada Jumat (12/7/2013) selepas Sahur.

Medan menjadi kota tujuan pertama dan tiba saat berbuka puasa. Setelah meneruskan perjalanan dan menginap semalam di Tebing Tinggi, Alief menuju ke Kisaran.

Petaka pun datang selepas dia bermalam di Kisaran. Bertolak dari Kisaran pada Minggu (14/7) pukul 12.00 WIB, Alief berencana ke Asahan dan langsung menuju ke Pekanbaru, Riau. Malang tak dapat ditolak, sekitar pukul 14.00 WIB, Alief yang mengemudikan sepeda motornya dengan kecepatan tinggi tidak sempat menghentikan laju kendaraannya ketika sebuah truk pengangkut sawit berhenti di hadapannya.

Gubraakk! Sepeda motornya menghantam bagian belakang truk dan tubuhnya terlempar. "Bagian depan motor saya rusak parah. Kepala saya terbentur ke aspal," tutur Alief.

Oleh warga setempat, Alief dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan. Dasarnya sedang apes, salah satu tas ransel yang dibawa Alief dijarah oleh warga karena ditinggalkan di lokasi kejadian. Di dalam tas tersebut terdapat 8 jersey Liverpool, jaket Liverpool, jam tangan, charger handphone, serta hard disk.

"Saya cuma disisakan dua jersey. Yang lainnya masih baru, bahkan ada dua yang masih ada di dalam plastik," katanya mengungkapkan kekecewaan.

Alief lalu kembali ke Kisaran sambil menunggu perbaikan sepeda motornya. Alief berencana memaksa tetap melanjutkan rencananya ke Jakarta dengan sepeda motor, namun kondisi fisiknya sudah tidak kuat lagi untuk menempuh perjalanan yang sangat jauh itu. Lutut kanan Alief sempat bergeser meski sekarang sudah membaik setelah diurut.

"Saya sangat kecewa tidak bisa memenuhi apa yang ingin dibuktikan ke orang lain," ujar Alief yang berstatus mahasiswa.

Selalu ada berkah di balik duka. Kabar kecelakaan yang menimpa Alief saat mengendarai sepeda motor ke Jakarta menyebar luas. Peristiwa pahit itu mengundang simpati sesama fans Liverpool di Tanah Air.

Pengurus Big Reds, komunitas penggemar Liverpool di Indonesia, di Jakarta pun berinisiatif memberikan bantuan dana untuk membeli tiket pesawat terbang kepada Alief melalui Big Reds Medan. Alief pun tetap bisa menyaksikan The Reds bertanding di Jakarta. Impiannya untuk bertemu sang pemain idola, Steven Gerrard, sedikit lagi terealisasi.

"Jujur, mungkin saya akan pingsan kalau bertemu Gerrard. Saya tidak akan terpikir untuk bercerita pengalaman saya ke Jakarta. Pikiran saya akan kosong di depan Gerrard," ujar pemuda.


Read more: http://www.atjehcyber.net/2013/07/de...#ixzz2a75OzlBx
0 0
0
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 09:07
YNWA

Mr. Cumming
0 0
0
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 09:07
asli terharu baca berita ini.. semoga tetap sehat paul.. emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
0 0
0
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 09:08
selamat menikmati tomtonannya emoticon-Jempol
0 0
0
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 09:09
panjang umur yaa mbah..
0 0
0
Kisah Paul Cumming menonton the reds di GBK
26-07-2013 09:11
jasa2nya besar gan buat sepak bola indonesia emoticon-Matabelo tapi kadang beliau gak dihargai...
0 0
0
Halaman 43 dari 51
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia