News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1541
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51c455f30975b47503000005/hukuman-mati-masihkah-kita-perlukan
Belakangan ini ramai polemik mengenai Ruben Pata Sambo dan Markus Pata Sambo, keduanya adalah bapak dan anak yang dijatuhi hukuman mati. Pada 2006, sang ayah, Ruben dan anaknya, Markus, dijatuhi huku
Lapor Hansip
21-06-2013 20:32

Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?

Past Hot Thread
Belakangan ini ramai polemik mengenai Ruben Pata Sambo dan Markus Pata Sambo, keduanya adalah bapak dan anak yang dijatuhi hukuman mati. Pada 2006, sang ayah, Ruben dan anaknya, Markus, dijatuhi hukuman mati oleh PN Tana Toraja dan diperkuat putusan MA tahun 2008. Mereka, dan anak Ruben lainnya, Martinus Pata, dinyatakan terbukti bersalah melakukan pembunuhan terhadap pasangan suami-istri dan dua anggota keluarga lainnya.

Masalahnya adalah belakangan muncul dugaan kuat Ruben dan Markus adalah korban rekayasa kasus. Seperti diberitakan hukumonline, hal itu terbukti dari tuduhan yang dialamatkan kepada Ruben sebagai dalang pembunuhan berencana tingkat I. Namun, sejumlah saksi tidak pernah dihadirkan ke persidangan yang berlangsung di PN Makale. Koordinator KontraS, Haris Azhar, menyebut kesaksian yang digunakan adalah “pengakuan” terdakwa saat di kepolisian. Haris menengarai pihak kepolisian mendapatkan kesaksian itu dengan intimidasi.

Hukuman mati memang kerap menjadi polemik yg nyaris tanpa usai. Di kalangan hakim sendiri ada perbedaan pendapat soal penerapan hukuman mati, yaitu
  • - hakim yang setuju dengan penjatuhan hukuman mati karena secara normatif diatur dalam UU, serta
  • - hakim tidak setuju karena menilai mati adalah hak mutlak Tuhan.


Ketua Mahkamah Agung M. Hatta Ali pernah bilang:

“Apalagi dalam Pasal 28I UUD 1945 setiap warga negara dijamin hak untuk hidup. Jadi, sampai kapanpun sulit untuk menyatukan dua pendapat itu. Tetapi, kalau menurut saya yang penting ada hukum positifnya."

Klinik Hukumonline pernah mendiskusikan hak hidup vs hukuman mati yg bisa agan simak dlm artikel di bawah ini:

Quote:
HAK HIDUP VS HUKUMAN MATI


Pertanyaan:
Quote:Di dalam Pasal 28A Undang-Undang Dasar 1945 berbunyi "Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya". Namun, mengapa kita mengenal adanya hukuman mati?


Jawaban:
Quote:Terima kasih atas pertanyaan Anda.


Anda benar bahwa hak hidup dijamin dalam Pasal 28A Undang-Undang Dasar 1945 (“UUD 1945”) yang berbunyi:

Quote:“Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”


Dasar hukum yang menjamin hak untuk hidup di Indonesia juga terdapat dalam Pasal 9 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (“UU HAM”) yang berbunyi:

Quote:(1) Setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup dan meningkatkan taraf kehidupannya
(2) Setiap orang berhak hidup tenteram, aman, damai, bahagia, sejahtera lahir dan batin
(3) Setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.


Lebih lanjut, dalam Penjelasan Pasal 9 UU HAM dikatakan bahwa setiap orang berhak atas kehidupan, mempertahankan kehidupan, dan meningkatkan taraf kehidupannya. Hak atas kehidupan ini bahkan juga melekat pada bayi yang belum lahir atau orang yang terpidana mati. Dalam hal atau keadaan yang sangat luar biasa yaitu demi kepentingan hidup ibunya dalam kasus aborsi atau berdasarkan putusan pengadilan dalam kasus pidana mati. Maka tindakan aborsi atau pidana mati dalam hal dan atau kondisi tersebut, masih dapat diizinkan. Hanya pada dua hal tersebut itulah hak untuk hidup dapat dibatasi.

Dari penjelasan Pasal 9 UU HAM di atas dapat diketahui bahwa dalam kondisi tertentu seperti pidana mati, hak untuk hidup dapat dibatasi.


Quote:Menjawab pertanyaan Anda, kita merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi mengenai pengujian Pasal 80 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika(“UU Narkotika”) yang memuat sanksi pidana mati terhadap UUD 1945.

Berkaitan dengan hal ini, di dalam artikel Terikat Konvensi Internasional Hukuman Mati Mesti Jalan Terus, diberitakan bahwa Mahkamah Konstitusi (“MK”) dalam putusannya pada 30 Oktober 2007 menolak uji materi hukuman mati dalam UU Narkotika dan menyatakan bahwa hukuman mati dalam UU Narkotika tidak bertentangan dengan hak hidup yang dijamin UUD 1945 lantaran jaminan hak asasi manusia dalam UUD 1945 tidak menganut asas kemutlakan. Menurut MK, hak asasi dalam konstitusi mesti dipakai dengan menghargai dan menghormati hak asasi orang lain demi berlangsungnya ketertiban umum dan keadilan sosial. Dengan demikian, MK, hak asasi manusia harus dibatasi dengan instrumen Undang-Undang, yakni Hak untuk hidup itu tidak boleh dikurangi, kecuali diputuskan oleh pengadilan.

Alasan lain pertimbangan putusan MK salah satunya karena Indonesia telah terikat dengan konvensi internasional narkotika dan psikotropika yang telah diratifikasi menjadi hukum nasional dalam UU Narkotika. Sehingga, menurut putusan MK, Indonesia justru berkewajiban menjaga dari ancaman jaringan peredaran gelap narkotika skala internasional, yang salah satunya dengan menerapkan hukuman yang efektif dan maksimal.

Masih dalam artikel yang sama dijelaskan bahwa dalam konvensi tersebut Indonesia telah mengakui kejahatan narkotika sebagai kejahatan luar biasa serius terhadap kemanusiaan (extra ordinary) sehingga penegakannya butuh perlakuan khusus, efektif dan maksimal. Salah satu perlakuan khusus itu, menurut MK, antara lain dengan cara menerapkan hukuman berat yakni pidana mati. Dengan menerapkan hukuman berat melalui pidana mati untuk kejahatan serius seperti narkotika, MK berpendapat, Indonesia tidak melanggar perjanjian internasional apa pun, termasuk Konvensi Internasional Hak Sipil dan Politik (ICCPR) yang menganjurkan penghapusan hukuman mati. Bahkan MK menegaskan, Pasal 6 ayat 2 ICCPR itu sendiri membolehkan masih diberlakukannya hukuman mati kepada negara peserta, khusus untuk kejahatan yang paling serius.

Dalam pandangan MK, keputusan pembikin undang-undang untuk menerapkan hukuman mati telah sejalan dengan Konvensi PBB 1960 tentang Narkotika dan Konvensi PBB 1988 tentang Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika dan Psikotropika, Pasal 3 Universal Declaration of Human Rights, dan UU HAM sebab ancaman hukuman mati dalam UU Narkotika telah dirumuskan dengan hati-hati dan cermat, tidak diancamkan pada semua tindak pidana Narkotika yang dimuat dalam UU tersebut.

Lebih lanjut, melihat pada UU HAM, MK memandang bahwa UU itu juga mengakui adanya pembatasan hak asasi seseorang dengan memberi pengakuan hak orang lain demi ketertiban umum. Dalam hal ini, MK menganggap hukuman mati merupakan bentuk pengayoman negara terhadap warga negara terutama hak-hak korban.


Quote:Hal lain yang juga penting diketahui adalah orang yang dijatuhi hukuman mati (terpidana mati) oleh pengadilan masih memiliki upaya hukum lain sehingga masih ada peluang tidak dihukum mati. Hal ini kami telah kami bahas dalam artikel Apakah Terpidana Mati Juga Perlu Pembinaan?

Dengan demikian, hak untuk hidup memang benar dijamin dalam konstitusi Indonesia, namun hak tersebut dapat dibatasi dengan instrumen undang-undang. Konstitusionalitas hukuman mati yang diatur sejumlah undang-undang, salah satunya UU Narkotika, juga telah diperkuat juga oleh putusan MK seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya.

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Dasar hukum:
1. Undang-Undang Dasar 1945
2. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia

Penjawab: Tri Jata Ayu Pramesti

Sumber: Hak Hidup vs Hukuman Mati


Bagaimana pendapat agan2, agan setuju hukuman mati atau anti-hukuman mati? Apakah hukuman mati masih perlukan dlm hukum di Indonesia, ataukah perlu dihapuskan?

Disclaimer


AMR
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 64 dari 78
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 06:44
Quote:Original Posted By rasendriyarafi
menurut ane sih gan, hukuman mati kayaknya boleh boleh aja kalo si pelaku melakukan kesalahan yang fatal, tapi hak juga sih, jadi bingungemoticon-Ngakak


haknya bisa saja hilang karena perbuatan nya yg keterlaluan
0 0
0
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 06:44
hukuman mati buat koruptor kupikir harus disegerakan..biar mindset semu orang berubah gan..
0 0
0
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 06:45
masih perlu dong, buat para koruptor dsni biar ada efek jera bwt yg mau korupsi.
0 0
0
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 06:47
Korupsi juga tindak pidana berencana dan mengorbankan banyak pihak.. Hukum mati pelaku korupsi.
0 0
0
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 06:48
masih perlu tuh buat menghukum koruptor,,,,biar jera.... emoticon-Sundul Gan (S)
0 0
0
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 06:49
menurut ane.. hukuman mati diganti saja dengan hukuman seumur hidup
0 0
0
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 06:50
perlu gan. biar para pelaku yang lain jera emoticon-Cool
0 0
0
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 06:51
Hukuman mati perlu lah,malah menurut ane setiap pembunuh harus dihukum mati,biar adil bos nyawa dibalas nyawa.. kalo lo gak mau hak hidup lo diambil ya jgn ambil hak hidup orang lagipula klo dipenjara butuh biaya buang2 duit.
0 0
0
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 06:52
masih,.,., setuju klo ada hukuman mati gan
khusus buat tindak kriminal yang bejatemoticon-Mad (S)
0 0
0
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 06:54
keknya butuh deh buat koruptor2 emoticon-Mad (S)
0 0
0
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 06:57
perlu gan, apalagi buat yg korupsi
0 0
0
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 06:58
gan menurut saya hukum mati berlaku untuk para korupsi dan teroris gan. kalo untuk kesalahan kecil yg disepelekan mending penjara. kayak di CHINA aja kalo org korupsi langsung di hukum mati. berhubung negara kita korupsi jadi ane pgn ngasih saran. lebih baik hukum mati diberlakukan untuk korupsi terutamaemoticon-Coolcoolemoticon-Blue Guy Cendol (L)
0 0
0
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 06:58
perlu gan apalagi buat yg korupsi
0 0
0
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 06:59
Kalo menurut ane lebih penting hukum positifnya gan..
0 0
0
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 07:00
perlu buat para koruptor sangat cocok di hukum mati karena menyusahkan para rakyat2 kecil
rasain di siksa dunia dulu nanti kalau udah mati di siksa juga para koruptor
0 0
0
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 07:05
Ok pendapat boleh beda-beda yg penting saling menghargai.
Saya tidak setuju dengan hukuman mati, itu mengambil yang bukan hak manusia utk mengambilnya.
Semoga para terpidana mati diberi kekuatan untuk menghadapinya.
0 0
0
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 07:06
klo menurut ane sih, perlu klo memang benar2 terbukti membunuh. Masalahnya hakim/penyidik belum bisa bersikap adil terhadap terdakwa, contohnya polisi yang pake intimidasi untuk cari informasi ato bahkan pengakuan yang mungkin tidak pernah dilakukannya. Jika keputusan mereka salah, jadinya fitnah, kan ? (Hanya Yang Maha Mengetahui yang tahu)

Tapi klo tidak sengaja membunuh / membunuh karena beladiri / jadi pengalih perhatian tp tdk tahu rencana pembunuhan, gak setuju hukuman mati. Ane malah menganggap mereka sebagai korban.

Urusan kematian memang hak Allah, tpi dalam ajaran-Nya, ada hukuman mati. Klo cara hukumannya, seharusnya hukum PENGGAL, karena tidak terasa menyakitkan seperti yang diajarkan oleh-Nya. Klo hukum tembak/gantung/suntik, terdakwa masih bisa merasakan sakit, dan yang mengeksekusi bisa dikatakan sebagai pembunuh menurut ajaran-Nya.

Maaf, bukannya ngomongin SARA, hanya saja hukum manusia itu tidaklah sesempurna hukum-Nya.emoticon-Sorry
0 0
0
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 07:09
Melihat prinsip pemidanan harus dilihat secara komprehensif bukan sekadar dalam argumentasi hak hidup. Dalam perspektif perlindungan hak hidup tentu pranata hukum memiliki salh satu opsi untuk menggentarjerakan (detterence) yang bersifat general dettetence. Hukum mati adalah bentuk general detterence dimana publik diberikam pengumuman yang bertujuan untuk menimbulkan ketakutan dan kengerian atas perilaku yang bertentangan dengan pranata hukum. Dalam konteks sosiologi hukum Durkheim tentu merupakan sebuah kemaftuman bilamana pranata hukum memiliki mekanisme mencegah pidana luar biasa terulang di masa mendatang. Menciptakan kengerian adalah salah satu cara dalam melindungi manusia lain dari ancaman serupa pada masa mendatang. Soal ukuran efektifitasnya rasanya memang sulit diukur apakah masih relevan atau tidak karena masing-masing kubu pendukung tentu menganggap hal tersebut sebagai relevan.

Perlu dipahami pula bahwa manusia membawa sifat retributif sehingga konsep pembalasan setimpal tetap menjadi corak rasional bagi manusia dalam melestarikan segala pranata sebagai pewarisan ingatan. Gampangnya bisa kita lihat saat maling ketangkap digebukin dan dibakar. Realita ini adalah fakta sosial yang terintegrasi dengan fakta hukum
0 0
0
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 07:14
Gini aja gan menurut ane, emang gan hukum mati itu baik menurut ane , biar ada Shock terapi di negri ini untuk membuat jera para pelaku emoticon-Cape d... (S) dari pada debat bla bla bla bla ... mending para terpidana di buat sengsara hidup aja emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak .
misalkan


contoh emoticon-Cool

Quote:
Quote:KORUPTOR emoticon-Marah= BUAT MISIKIN 7 TURUNAN 5 TANJAKAN 30 BELOKAN emoticon-Ngakak DAN DI ASINGKAN DI PULAU TERLUAR INDONESIA emoticon-I Love Indonesia (S)

Quote:TERORIS emoticon-Najis= SELAMA HIDUPNYA DI PELIHARA AJA, UNTUK DIJADIKAN ANTISIPASI BUAT PENYERANG PALING DEPAN KALO MALESIA NYERANG emoticon-Ngakak

Quote:
PEMBUNUH = DI ASINGKAN DI PULAU TERPENCIL YANG DI KELILINGIN HIU DAN NAGA KAYA DI INDOSIAR emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak








Diubah oleh sbr01
0 0
0
Hukuman Mati, Masihkah Kita Perlukan?
02-07-2013 07:15
ikutin aja selagi masih bisa hidup emoticon-Ngakak
0 0
0
Halaman 64 dari 78
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia