- Beranda
- The Lounge
Bisnis Online: Trik Menentukan Harga Jual Produk Kerajinan
...
TS
SuicideSilence
Bisnis Online: Trik Menentukan Harga Jual Produk Kerajinan
Netpreneur Indonesia - Seorang seller produk-produk kerajinan perlu memperhatikan berapa harga yang pas atau cocok untuk ditawarkan kepada calon pembeli. Terlalu murah atau terlalu mahal bisa mematahkan semangat calon pembeli untuk melakukan transaksi Jual Beli .
James Dillehay, penulis buku “Sell Your Crafts Online” berpendapat, biasanya orang-orang yang baru mulai menjual kerajinan hasil karyanya sendiri cenderung memasang harga murah agar calon pembeli tertarik. Padahal, teori ini tidak dapat dikatakan benar. Karena, alih-alih mendapatkan untung, seller malah harus siap gali-tutup lubang selama menjual kerajinan tersebut.
Menurut James, tak masalah jika seorang seller menetapkan harga yang cukup tinggi jika memang biaya produksinya juga tinggi. Langkah selanjutnya yang perlu si seller ini lakukan adalah memberi tahu calon pembeli secara eksplisit dan jelas bahwa kerajinan ini diproduksi sendiri alias handmade.
Untuk menentukan harga jual sebuah kerajinan, seller harus menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi. Mulai dari awal pembuatan hingga proses finishing dan juga packaging.
Misalnya, seorang pembuat kalung yang terbuat dari biji buah saga perlu mengeluarkan biaya sebesar 60 ribu rupiah per satu kalung untuk membeli bahan-bahan dasarnya. Mulai dari biji buah saga hingga tali untuk merangkainya. Kemudian, yang mengerjakan kalung tersebut adalah asistennya. Sehingga ia perlu mengeluarkan biaya untuk membayar jasa asistennya. Misalnya, asisten seller dibayar 25 ribu rupiah per satu jam. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu kalung adalah satu jam. Lalu, kotak untuk mengemas kalung tersebut memiliki biaya sebesar 10 ribu rupiah per kotak.
Sehingga, harga barang untuk satu kalung adalah 60 ribu + 25 ribu + 10 ribu = 95 ribu rupiah. Ini adalah minimum uang yang harus didapatkan oleh penjual dalam satu kali transaksi jual beli. Tentu, seller bisa menetapkan seberapa besar profit yang hendak ia ambil untuk satu produk. Tergantung kebutuhan dan pasar. Misalnya, 15 ribu rupiah. Sehingga, harga jual untuk sebuah kalung biji buah tersebut adalah 110 ribu rupiah.
Menentukan besaran profit juga tak bisa sembarangan. Seorang seller perlu ‘memperhatikan’ lingkungan sekitar dengan mencari tahu berapa harga jual yang ditawarkan oleh seller lain untuk produk yang serupa. Dari riset kecil-kecilan tersebut, seller bisa menentukan berapa keuntungan yang ingin ia ambil dari satu buah kalung.
Bagaimana jika harga jual rata-rata di toko lain lebih rendah dari harga jual yang ditawarkan seller? Di sini seller perlu mengadakan sedikit analisis. Seperti mencari tahu apa penyebab harga jual kompetitor lebih rendah. Jika memang seller menggunakan barang yang lebih unggul kualitasnya sehingga kalung yang dihasilkan juga lebih berkualitas, seller bisa menggunakan hal tersebut sebagai keunggulan produknya. Katakan pada calon pembeli bahwa bahan yang digunakan adalah barang yang sulit dicari atau berasal dari kawasan tertentu.
James mengingatkan, seller sebaiknya tidak menetapkan harga yang terlalu murah. Karena, kerajinan tangan dengan harga yang murah malah membuat calon pembeli ragu. Apakah kerajian tersebut benar-benar berkualitas atau tidak.
sumber
----------------------------------------------------------------------------------
smoga tips2 diatas bsa berguna
James Dillehay, penulis buku “Sell Your Crafts Online” berpendapat, biasanya orang-orang yang baru mulai menjual kerajinan hasil karyanya sendiri cenderung memasang harga murah agar calon pembeli tertarik. Padahal, teori ini tidak dapat dikatakan benar. Karena, alih-alih mendapatkan untung, seller malah harus siap gali-tutup lubang selama menjual kerajinan tersebut.
Menurut James, tak masalah jika seorang seller menetapkan harga yang cukup tinggi jika memang biaya produksinya juga tinggi. Langkah selanjutnya yang perlu si seller ini lakukan adalah memberi tahu calon pembeli secara eksplisit dan jelas bahwa kerajinan ini diproduksi sendiri alias handmade.
Untuk menentukan harga jual sebuah kerajinan, seller harus menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi. Mulai dari awal pembuatan hingga proses finishing dan juga packaging.
Misalnya, seorang pembuat kalung yang terbuat dari biji buah saga perlu mengeluarkan biaya sebesar 60 ribu rupiah per satu kalung untuk membeli bahan-bahan dasarnya. Mulai dari biji buah saga hingga tali untuk merangkainya. Kemudian, yang mengerjakan kalung tersebut adalah asistennya. Sehingga ia perlu mengeluarkan biaya untuk membayar jasa asistennya. Misalnya, asisten seller dibayar 25 ribu rupiah per satu jam. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu kalung adalah satu jam. Lalu, kotak untuk mengemas kalung tersebut memiliki biaya sebesar 10 ribu rupiah per kotak.
Sehingga, harga barang untuk satu kalung adalah 60 ribu + 25 ribu + 10 ribu = 95 ribu rupiah. Ini adalah minimum uang yang harus didapatkan oleh penjual dalam satu kali transaksi jual beli. Tentu, seller bisa menetapkan seberapa besar profit yang hendak ia ambil untuk satu produk. Tergantung kebutuhan dan pasar. Misalnya, 15 ribu rupiah. Sehingga, harga jual untuk sebuah kalung biji buah tersebut adalah 110 ribu rupiah.
Menentukan besaran profit juga tak bisa sembarangan. Seorang seller perlu ‘memperhatikan’ lingkungan sekitar dengan mencari tahu berapa harga jual yang ditawarkan oleh seller lain untuk produk yang serupa. Dari riset kecil-kecilan tersebut, seller bisa menentukan berapa keuntungan yang ingin ia ambil dari satu buah kalung.
Bagaimana jika harga jual rata-rata di toko lain lebih rendah dari harga jual yang ditawarkan seller? Di sini seller perlu mengadakan sedikit analisis. Seperti mencari tahu apa penyebab harga jual kompetitor lebih rendah. Jika memang seller menggunakan barang yang lebih unggul kualitasnya sehingga kalung yang dihasilkan juga lebih berkualitas, seller bisa menggunakan hal tersebut sebagai keunggulan produknya. Katakan pada calon pembeli bahwa bahan yang digunakan adalah barang yang sulit dicari atau berasal dari kawasan tertentu.
James mengingatkan, seller sebaiknya tidak menetapkan harga yang terlalu murah. Karena, kerajinan tangan dengan harga yang murah malah membuat calon pembeli ragu. Apakah kerajian tersebut benar-benar berkualitas atau tidak.
sumber
----------------------------------------------------------------------------------
smoga tips2 diatas bsa berguna

0
930
6
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•109.2KAnggota
Urutkan
Terlama