others
Pencarian Tidak Ditemukan
link has been copied
9906
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000013654212/holy-anda-bertanya-buddhist-menjawab---part-3
Inti dari seluruh ajaran Sang Buddha adalah Empat Kebenaran Mulia (cattari ariya sacca) Dengan mengerti Empat Kebenaran Mulia, dapat dikatakan seseorang telah mengerti agama Buddha. Ketika Buddha menjelaskan Empat Kebenaran Mulia, beliau mula-mula menguraikannya satu per satu, Empat Kebenaran Mulia ini yaitu: I. Kebenaran Mulia tentang Dukkha (dukkha ariya sacca) Hidup dalam bentuk dan kondisi apa
Lapor Hansip
22-03-2012 12:27

[CLEAN]Anda Bertanya, Buddhist Menjawab

Inti dari seluruh ajaran Sang Buddha adalah
Empat Kebenaran Mulia
(cattari ariya sacca)

Dengan mengerti Empat Kebenaran Mulia, dapat dikatakan seseorang telah mengerti agama Buddha.

Ketika Buddha menjelaskan Empat Kebenaran Mulia, beliau mula-mula menguraikannya satu per satu,
Empat Kebenaran Mulia ini yaitu:

I. Kebenaran Mulia tentang Dukkha (dukkha ariya sacca)
Hidup dalam bentuk dan kondisi apapun adalah Dukkha (penderitaan),
- Lahir, sakit, tua dan mati adalah Dukkha.
- Berhubungan dengan yang tidak kita sukai adalah Dukkha.
- Ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi adalah Dukkha.
- Tidak mendapatkan yang kita inginkan juga merupakan Dukkha.
- Masih memiliki Lima khanda adalah Dukkha.

Dukkha dapat juga dibagi menjadi:
- dukkha-dukkha,
ialah penderitaan yang nyata, yang benar dirasakan sebagai penderitaan tubuh dan bathin, misalnya sakit kepala, sakit gigi, susah hati dll.

- viparinäma-dukkha
merupakan fakta bahwa semua perasaan senang dan bahagia --berdasarkan sifat ketidak-kekalan-- di dalamnya mengandung benih-benih kekecewaan, kekesalan dll.

- sankhärä-dukkha
lima khanda adalah penderitaan ; selama masih ada lima khanda tak mungkin terbebas dari sakit fisik.



II. Asal Mula Dukkha (dukkha samudaya ariya sacca)
Sumber dari penderitaan adalah tanhä, yaitu nafsu keinginan yang tidak ada habis-habisnya.
Semakin diumbar semakin keras ia mencengkeram.

Orang yang pasrah kepada tanhä sama saja dengan orang minum air asin untuk menghilangkan rasa hausnya.
Rasa haus itu bukannya hilang, bahkan menjadi bertambah, karena air asin itu yang mengandung garam.

Demikianlah, semakin orang pasrah kepada tanhä semakin keras tanhä itu mencengkeramnya.

Dikenal tiga macam tanhä, yaitu :
1. Kämatanhä : kehausan akan kesenangan indriya, ialah kehausan akan :
a. bentuk-bentuk (indah)
b. suara-suara (merdu)
c. wangi-wangian
d. rasa-rasa (nikmat)
e. sentuhan-sentuhan (lembut)
f. bentuk-bentuk pikiran


2. Bhavatanhä : kehausan untuk lahir kembali sebagai manusia berdasarkan kepercayaan tentang adanya "atma (roh) yang kekal dan terpisah" (attavada)

3. Vibhavatanhä : kehausan untuk memusnahkan diri, berdasarkan kepercayaan, bahwa setelah mati tamatlah riwayat tiap-tiap manusia (ucchedaväda).


III. Lenyapnya Dukkha (dukkha nirodha ariya sacca)
Kalau tanhä dapat disingkirkan, maka kita akan berada dalam keadaan yang bahagia sekali,
Sang Buddha dengan jelas dan tegas mengajar kita, bahwa kita dapat bebas dari penderitaan dan mencapai kebebasan dan kebahagiaan Nibbana.

Istilah Nibbana secara harfiah berarti ‘padam’,
serta mengacu ke pemadaman api keserakahan, kebencian dan kegelapan-batin.


IV. Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha (dukkha nirodha gamini patipada)
Jalan-nya adalah Jalan Mulia Berunsur Delapan(Ariya Atthangika Magga)
Disebut ‘Mulia’ karena bila dilaksanakan, maka akan menuntun seseorang ke kehidupan yang mulia;
Disebut ‘Berunsur Delapan’, karena terdiri dari Delapan Unsur,
Disebut ‘Jalan’, karena seperti jalan pada umumnya, akan menuntun seseorang dari satu tempat ke tempat lain, dengan hal ini dari Samsara ke Nibbana.

Delapan Jalan Utama (Jalan Mulia Berunsur Delapan) yang akan membawa kita ke Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha, yaitu :

Wisdom ( Pañña )
1. Pengertian Benar (sammä-ditthi) Right view
2. Pikiran Benar (sammä-sankappa) Right intention

Sila
3. Ucapan Benar (sammä-väcä) Right speech
4. Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Right action
5. Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Right livelihood

Samädhi
6. Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) Right effort
7. Perhatian Benar (sammä-sati) Right mindfulness
8. Konsentrasi Benar (sammä-samädhi) Right concentration


Sutta-sutta:
Magga Vibhanga Sutta: Analisa Jalan
MN 109 PTS: iii M 15 Maha-puHHama Sutta: Kotbah Panjang Malam Purnama
Detail mengenai Kemelekatan [#1 #2]

[Pancasila Buddhist]
[DhammaCitta :: Tipitaka terjemahan Bahasa Indonesia]
Jika ada sutta yg kira-kira ingin di lampirkan di depan, mohon inform via PM

Quote:Original Posted By Rules and Regulation
BAB 4: Ketentuan khusus mengenai Thread AGAMA.
Thread Agama
Penjawab:
1. Pi-One - http://old.kaskus.co.id/member.php?u=156420
2. hollowmanz - http://old.kaskus.co.id/member.php?u=421038
3. dharo - http://old.kaskus.co.id/member.php?u=226722
4. need suggestion
need suggestion dari mereka yang aktif dan perduli untuk membantu di "Penjawab"

"..."
Diubah oleh Kemenyan
profile-picture
pakisal212 memberi reputasi
1
Tampilkan isi Thread
icon-close-thread
Thread sudah digembok
debate-club
Debate Club
2.9K Anggota • 8.3K Threads
Halaman 257 dari 517
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
06-05-2013 15:42
Quote:Original Posted By Pi-One

Buddhis tidak menyembah apapun


Justru itu, cara terbaik membuktikan Nibbana adalah mencapainya sendiri. Karena tidak ada kata-kata yang bisa mengungkap Nibbana, seperti halnya kata-kata tak cukup untuk melukiskan keindahan gunung, laut, langit dsb.

nah itu dia berarti nibbana juga kepercayaan umat buddhis
bagaimana kamu bs buktiin nibbana yang dikatakan buddha itu ada?
sama seperti nabi di sebelah melihat Tuhan, kan sama aja ini self experience

Quote:
Jika agan cari, agna akan temukan bahwa dalam Tipitaka pun tidak ada sutta yang mengungkap jelas bagaimana nibbana, karena memang tak bisa dikonsep hanya dengan kata-kata.

tanpa konsep itu kabur dan tidak jelas
mau bilang agama lain ajarannya kabur? sendirinya ajarannya jg kabur?
mau mengatakan dhamma yg dijelaskan buddhisme itu jelas?
terbukti?

Quote:
Yang mencapai yang membuktikan.

ya seperti pencapaianmu dan pencapaian saya
saya membuktikan patung di depan
kamu membuktikan patung di belakang
lalu yg mana yang benar?
km bilang melihat secara utuh br kebenaran
lalu siapa yg bisa dikatakan melihat secara utuh?
kamu atau saya?

Quote:
Kehendak Tuhan?
Dia juga yang menghendaki lahirnya bayi yang cacat dan akhirnya mati sebelum sempat berbuat apa-apa?
Maksudnya mengaku inkarnasi Buddha?
klaim mereka bisa dengan mudha dipatahkan.

kehendak Tuhan kan ga bisa diprediksi, entah apa yg dipikirkan Tuhan sy jg tidak tau, lalu jika itu adalah hasil kamma, apa buktinya? tidak bisa dibuktikan jg kan, kamma katanya hanya bs dimengerti selevel buddha saja, doktrinisasi jelas dsn?

Quote:
Apa yang ingin disembuhkan si doketer?
Jika ingin menyembuhkan penyakit biasa secara medis, dia tak perlu tahu 8 jalan utama.
Jika ingin menyembuhkan penyakit penderitaan, dia harus memahami 8 jalan utama.

Keingintahuan si ikan akan daratan hanya sekedar keingintahuan belaka, toh dia hanya ingin percaya apa yang dia mau percaya.

sy setuju
maka sy katakan untuk apa misal profesi seperti presiden katakanlah mendalami namanya jalan berunsur 8? toh pada akhirnya hanya menjadi keingintahuan saja, krn tugasnya berbeda, yang dihadapi juga berbeda dgn yg dihadapi Gotama semasa menjadi petapa
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
06-05-2013 15:48
Quote:Original Posted By jambul.returns


omg....pede sekali ente menyatakan enih emoticon-Cape d... (S)

bung..... sengaja gw kondisikan kisah ini ke berbagai masa baik pada saat kejadian (masa sang budha)...dan masa kini

dan bila gw masa kisah ini pada masa awal manusia....dimana mereka belum mengalami siklus kehidupan yg sebelumnya.... dan mereka adalah generasi pertama umat manusia.... apa yg menjadi jawaban ente...???
tentu bukan karena kamma pada kehidupan sebelumnya karena mereka generasi awal manusia di bumi..

well....bisa loe liad kalau konsep kamma enih FAILED...???

gw coba cari jawaban....
mungkin kamma si anak pada kehidupan di planet lain sebelum lahir di bumi
mars maybe... atow gliese 581 c... who knows...??? emoticon-Stick Out Tongue




emoticon-Gila



sudah gw bilang joe...disini gw "mencoba" berfikir seperti kalian2 umat budha....
dan eluh gak perlu sotoy ttg hukum ajaran agama lain..
tp kalow loe masih penasaran untuk meng-compare kasus ini dg ajaran tsbt...gw kasih clue....... "al-qatl al-khatha"
gw yakin dg kecerdasan yg loe miliki bisa memahaminya....kalow kurang jelas silakan ke ABMM sonoh..... banyak yg pinter kalow cuman ngejawab yg beginian

konsep kammapakkha Patikkasamuppada terasa konyol dan jauuh dr rasa keadilan.... dari sebuah agama yg welas asih wannabe emoticon-Stick Out Tongue

seperti yg gw sampein diatas, itu baru perasaan org tua si anak....
belum perasaan sang nenek dan kakek yg kehilangan cucunya.... teman2 sepermainannya.. atow mungkin pengemis miskin yg setiap hari mendapat derma dr si bocah....
dan dg tanpa beban si budha welas asih wannabe enih bilang.... karena kamma mereka semua di kehidupan sebelumnya emoticon-Busa

gw coba dateng lagi kemari ntar malem joe.....
emoticon-Ngacir


sapa yg blg dunia ini adil gan? ente cb mikir dl donk yg mati slh pa ga, jgn blg kasian2 ortu n kakek nenek dll. mereka jg slh kan ga menjaga anknya dengan baik. masa mau nyalahin org buta n pandangan agama buddha terhadap kejadian ini.

ajaran ente gmn? hukum org buta?? lalai yg menyebabkan kematian org lain? pelajari bnr2 TKPnya coy, yg lalai siapa???

org tolol ngmg jd kliatan gobloknya
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
06-05-2013 20:53
Quote:Original Posted By localfutures
Buddhist itu agama atau filsafat? atau bukan termasuk keduanya?

Buddhis itu penganut Buddhisme.
Buddhisme sendiri terlalu luas untuk disebut sekedar agama atau filsafat.

Quote:Original Posted By Akatsuna

nah itu dia berarti nibbana juga kepercayaan umat buddhis
bagaimana kamu bs buktiin nibbana yang dikatakan buddha itu ada?
sama seperti nabi di sebelah melihat Tuhan, kan sama aja ini self experience

Nope, Nibbana bukan kepercayaan, tapi tujuan tertinggi.
Buddha sudah mengajarkan cara mencapai Nibbana.
Dan semua orang bisa berusaha mencapainya.

Beda dengan kisah melihat Tuhan, yang gak bisa ditiru.

Quote:Original Posted By Akatsuna
tanpa konsep itu kabur dan tidak jelas
mau bilang agama lain ajarannya kabur? sendirinya ajarannya jg kabur?
mau mengatakan dhamma yg dijelaskan buddhisme itu jelas?
terbukti?

Kenapa dikaitkan ke agama lain?
Metode Buddhisme jelas: datang dan buktikan.
Jika agan gak mau membuktikan, juga gak maslaha, itu soal pilihan. gak ada istilah dihukum neraka abadi karena gak melakukannya kan?

Quote:Original Posted By Akatsuna
ya seperti pencapaianmu dan pencapaian saya
saya membuktikan patung di depan
kamu membuktikan patung di belakang
lalu yg mana yang benar?
km bilang melihat secara utuh br kebenaran
lalu siapa yg bisa dikatakan melihat secara utuh?
kamu atau saya?

Apakah Pi-One pernah bilang sudah melihat kebenaran secara utuh?
Pi-One belum mencapai tahap itu, masih jauh emoticon-Smilie

Quote:Original Posted By Akatsuna
kehendak Tuhan kan ga bisa diprediksi, entah apa yg dipikirkan Tuhan sy jg tidak tau, lalu jika itu adalah hasil kamma, apa buktinya? tidak bisa dibuktikan jg kan, kamma katanya hanya bs dimengerti selevel buddha saja, doktrinisasi jelas dsn?

Jika segala sesuatu adalah kehendak Tuhan, maka kita bisa menyalahkan Tuhan atas segala kemalangan dan penderitaan. dan jika semua adalah hak Tuhan, kita bisa menyebut Tuhan otoriter dan kejam.

Quote:Original Posted By Akatsuna
sy setuju
maka sy katakan untuk apa misal profesi seperti presiden katakanlah mendalami namanya jalan berunsur 8? toh pada akhirnya hanya menjadi keingintahuan saja, krn tugasnya berbeda, yang dihadapi juga berbeda dgn yg dihadapi Gotama semasa menjadi petapa

Makanya, jalan berunsur 8 itu dijalani oleh merkea yang ingin mencapai Nibbana.
Yang gak mau? terserah mereka saja kan?
1 0
1
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
06-05-2013 21:44
Quote:Original Posted By Akatsuna


tidak apa2
krn fungsi nya dsn adalah debate club
jadi buat sy tidak masalah seseorang mencari kelemahan, kekurangan dan celah untuk didebatkan, apapun motivasinya
beda mungkin nanti ketika berhadapan dgn bikkhu


bukan

bukan itu yg saya benarkan, tetaopi pernyataan anda yg ini:

sy dsn masih enggak yakin manusia itu lepas dr yg namanya keinginan
sy negpost aja itu ada dorongan rasa "ingin" nya
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
06-05-2013 22:08
Quote:Original Posted By sudutvijaya


masalahnya konsep buddism tidak membutuhkan KEYAKINAN SEMATA

tyetapi membutuhkan mempraktekan teory
jadi beda sama ente yang membahas dari sisi keyakinan


disini DC bung...!!!! tempat dimana pendapat loe bakal disanggah habis2an... dan bagaimana meyakinkan orang lain dg pendapat kita...!!!! tempat beradu pendapat...!!!!

bukan tempat curcol testimoni njjeeenk...!!!! cem buapak loe yg ngasih testimoni beli obat kuad kegirangan bukan maen gara2 bisa ngbaik emak loe sampek lima menit baru ngecrot...yg sebelumnya baru nempel di mulut meki aja udah ngecrot kaga bangun2 lagi..!!!emoticon-fuck

udah gw bilang jangan dibawa kemari kebiasaan di sf sampah tempat loe nongkrong bareng memedi blangsak enoh..!!!emoticon-fuck

jangan sampe ada lounger idiot yg nyasar di DC baru sehari 2 hr lantas ngata2in loe tolol gara2 post loe enih.... yg rasa malu nya bakal loe rasain sampek tujuh turunan plus satu emoticon-fuck

Quote:Original Posted By KAPK


di Buddhisme sistem kosmologinya berbentuk disk/cakram multi dimensional. jadi alam semesta ini hanya 1 biji wijen diantara 1 ember wijen, dan planet bumi adalah 1 butir pasir dihamaparan pantai. jadi manusiapun ada banyak jenisnya kalau di buddhisme, dan proses awal terbentuknya alam ini terjadi karena siklus ruang waktu tanpa batas. Buddha sendiri mengakui bahwa dharma yang diajarkanya hanya sebatas seperti 1 helai daun diantara jutaan pohon dihutan, sisanya akan kita-kita ini makhluk hidup yang meneruskan beliau dan mencari daun-daun yang lain. lalu Kamma niyama, Dukkha, Paticcasamupada, dan Tilakkhana adalah alami dan terjadi terus-menerus. kita kan diajarkan Ehipassiko, kelau mengenai hukum kamma ane percaya sebagai universalist. karena banyak pengalaman nyata ane dan disekitar ane mengenai hukum kamma

Quote:Original Posted By sudutvijaya


bumi itu di konsep buddha amat sangat banyak dan mencapai tak terbatas, mana masa awal yang anda maksud, lalu kejadian karena didasarkan oleh kondisi mana perubahanlah yang lebih tepat dibanding teory "penciptaan"

saya ngak ngerti apa anda bisa nangkap makna tulisan ini


lalu bagian perbuatan tampa disengaja

si bhikkhu tidak menghasilkan kamma
tetapi perbuatanya di real dapat di kenakan "hukum" yang berlalu di tempat kejadian (intinya di hukum apa tidak tidak ada masalah) tyergantung hukum di TKP

gabis?


naaah enih maksud gw...kenapa gak loe bilang dr bulan kemaren kalow konsep kosmologi budha sudah mengenal betapa luasnya dunia enih....
kenapa gak loe bilang kalow si budha gotama sendiri sudah mencapai pencerahan sammasambuddha dan doi menyatakan sudah mengetahui dan melihatjelas kehidupan lain baik pd masa itu maupun masa lalu di 10.000 sistem dunia/galaksi....
kenapa gak loe bilang kalow budha gotama sudah mengetahui 4 alam rendah...5 alam surga pd 6 tingkatan dewa...bahkan 20 alam brahmana yg tingkatannya lebih tinggi dr alam dewa....

pemahaman itu gw benturkan dg pemahaman konsep kreasionisme dimana ada "awal dr kehidupan manusia"
tinggal bantah dan jelaskan.... apakah kamma si bocah berasal dr kehidupan siklus sebelumnya...sebelumnya...sebelumnya dan sebelumnya yg ada di bumi.... atow adanya kamma dr kehidupan di luar sistem dunia (dlm hal ini galaksi yg kita diami).... atow mungkin kamma yg berasal dr migrasi kehidupan alam yg lebih tinggi seperti alam dewa maupun brahmana emoticon-Stick Out Tongue


Quote:Original Posted By tagarasamana


Di sini kesalahan kamu bul, kamu bilang kamu hendak coba berpikir seperti seorang "Buddhist", tapi kamu gak memahami makna sebuah siklus, konsep paticcasamuppaddha. emoticon-Smilie
Kamu masih mengusung premis bahwa terdapat "awal" yang dapat ditentukan sebagai pemicu, sementara pada konsep paticcasamuppaddha dan kammavipakkha "sesuatu" tidak akan muncul tanpa "sebab sebelumny", anggaplah di sini ada "awal", maka berdasarkan konsep siklus pada Buddhisme "awal" tersebut terdapat juga pemicu sebelumnya, dan pemicu awal terdapat lagi pemicunya, pemicunya pemicu awal akan terdapat lagi pemicunya. emoticon-Smilie
Sorry kalau saya memang sotoy, pemahaman saya sendiri tentang Buddhisme pun tidak seberapa karena saya adalah seorang "pengalih keyakinan" dan hanya baru beberapa tahun saja saya secara intens mempelajari Buddhisme. Sebelum mempelajari Buddhisme saya adalah seorang penganut samawi dan sedikit mempelajari theologia samawi beserta eksegesinya, bila mengacu pada pandangan hukum Samawi mengenai kasus bikkhu tersebut sudah jelas, bila terdapat unsur kelalaian, ketidaksengajaan, maka sesuai perintah dari divine authority terdapat kompensansi atas apa yang dilakukan bikkhu tersebut, tidak dikenakan hukuman setimpal gigi ganti gigi, nyawa ganti nyawa, mata ganti mata emoticon-Smilie. Karena pada agama Samawi pun terdapat konsep "niat perbuatan".

Dan kamu berkata "keadilan", keadilan seperti apa yang kamu hendak bawakan definisinya? emoticon-Smilie Kesetimpalan? emoticon-Smilie

Dan tentang belas kasih, apa kamu memahami konsep dari belas kasih itu sendiri? emoticon-Smilie
Pada Buddhisme belas kasih diajarkan agar dipancarkan tanpa diskriminasi terhadap entitas apapun, bahkan di Buddhisme diajarkan agar saya harus mengasihi Setan yang kalian anggap musuh. emoticon-Smilie

dan sekarang kamu memikirkan perasaan, try to be fair, kenapa anak kecil itu berada di jembatan? Di mana orang tua dari anak kecil itu ketika anak kecil itu bermain-main di tempat yang berbahaya? Di mana ayah, ibu, kakek, nenek, teman, saudara, kakak, adik, tetangga, paman, bibi ketika anak kecil itu bermain-main di tempat dengan resiko dapat kehilangan nyawa?
Apakah mereka menjaga anak kecil itu dengan baik sehingga membiarkan anak kecil tersebut bermain-main di tempat yang berbahaya dan ketika ada seseorang yang buta tidak berdaya yang berjalan pun susah lalu tanpa sengaja menabrak atau menyenggol anak kecil tersebut lantas berteriak-teriak menuntut keadilan ? emoticon-Smilie
Bagaimana yang menabrak anak kecil tersebut adalah seekor kuda ? Seekor gajah? Seekor kerbau?
Yang sama-sama memiliki keterbatasan dalam pemahaman sesuatu itu berbahaya atau tidak?
Bagaimana keadilan yang hendak disajikan? Apakah nyawa balas nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi akan diterapkan secara membabi buta?

Please, answer and explain all of these question ................... emoticon-Smilie


udah gw singgung diatas ttg hub sebab akibat.... yg gw lihat hanya berupa lingkaran setan yg gak ada habis.....
so....lingkaran setan itu apakah berupa lingkaran kecil yg berdiri sendiri (kehidupan sistem dunia dimana bumi berada)..... atau berupa lingkaran demit yg jauh lebih besar dimana kehidupan di 10.000 sistem dunia lainnya masuk dlm lingkaran itu...??


ttg keadilan....
silakan dikondisikan apakah orang tua si anak berada disampingnya saat kejadian/menggendong si anak...atau kelalaian orang tuanya yg membiarkan anak kecilnya berada di sebuah jembatan gantung tanpa pendamping...
yg menjadi fokus adalah.... si biksu botak bejad balak enam itu tdk mendapat hukum apapun dikarenakan konsep ajaran konyol loe itu dg alibi :bukan cettana" dr si biksu

loe bilang sendiri kalow di negeri dimana buddha merupakan mayoritas seperti thai tibet atow myanmar... kasus tersebut dapat diajukan pengadilan.... dan tentu sangat dimungkinkan si biksu terkena pasal kelalaian yg mengakibatkan kematian org lain....
mungkin juga orang tua si anak yg juga terkena hukuman krn lalai akan anak yg menjadi tanggung jawabnya....

apakah hukum di negara itu memberlakukan sutta dlm hal ini ttg kamma sebagai dasar pertimbangan hukum...??? apakah biksu itu bakal lepas dr jeratan hukum dg reason "bukan cettana" dr si biksu botak goblok tsbt...???

budha sudah menyampaikan ajaran yg diikuti penganutnya untuk mencapai apa yg menjadi tujuan hidup manusia.......bahkan budha meng-klaim mengetahui kehidupan di 10.000 sistem kehidupan lain di luar bumi....
artinya konsep ajaran budha adalah sebuah konsep hidup sempurna yg dapat diaplikasikan dalam berbagai sendi kehidupan manusia....yg mengatur tata cara serta norma hukum kehidupan bermasyarakat....
kenapa di negara yg notabene budha tumbuh tanpa halangan....tdk menerapkan hukum2 konsep ajaran budha dalam hal ini..???apa
ex: keputusan hakim menyatakan si biksu bejad balak enam enih lepas dr jeratan hukum karena terbukti kejadian tersebut "bukan cettana" dr si biksu emoticon-Stick Out Tongue

Quote:Original Posted By anth200286


sapa yg blg dunia ini adil gan? ente cb mikir dl donk yg mati slh pa ga, jgn blg kasian2 ortu n kakek nenek dll. mereka jg slh kan ga menjaga anknya dengan baik. masa mau nyalahin org buta n pandangan agama buddha terhadap kejadian ini.

ajaran ente gmn? hukum org buta?? lalai yg menyebabkan kematian org lain? pelajari bnr2 TKPnya coy, yg lalai siapa???

org tolol ngmg jd kliatan gobloknya


baca jawaban gw diatas blok...!!!!
dan gak usah bawa2 ajaran laen untuk loe tanyain ke gw.... OOT twolol...!!!! emoticon-fuck





===========
si ahli linguistik yg ID nya susah itu mana yah...???
ada yg mo gw tanyain neh...... emoticon-Bingung

0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
06-05-2013 22:16
ikut menyimak emoticon-linux2
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
06-05-2013 23:46
Quote:Original Posted By Akatsuna

nah itu dia berarti nibbana juga kepercayaan umat buddhis
bagaimana kamu bs buktiin nibbana yang dikatakan buddha itu ada?
sama seperti nabi di sebelah melihat Tuhan, kan sama aja ini self experience


tanpa konsep itu kabur dan tidak jelas
mau bilang agama lain ajarannya kabur? sendirinya ajarannya jg kabur?
mau mengatakan dhamma yg dijelaskan buddhisme itu jelas?
terbukti?


mau jawab yg ini
saya jg belum mencapai ya, tapi pake pengalaman dan logika

Buddha bilang, nibbana = kebahagiaan tertinggi
dan nibbana dicapai ketika sudah melenyapkan lobha , dosa , moha
yg moha gak dibahas karena ketinggian

lobha = keserakahan, kemelekatan
kalau lagi terobsesi sama suatu barang, kepengeeeen banget, itu jujur aja dijawab apakah kamu merasa bahagia

dosa = kebencian
kalau lagi benci sama orang, lagi marah banget sama orang, jujur aja dijawab ke diri sendiri apakah kamu merasa bahagia

kalau saya sih gak merasa bahagia, malah merasakan bener kata Buddha, marah dan melekat itu menderita. Dan katanya, kalau udah gak marah dan melekat bisa lebih bahagia lagi lho.
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
07-05-2013 02:38
Quote:Original Posted By Pi-One

Buddhis itu penganut Buddhisme.
Buddhisme sendiri terlalu luas untuk disebut sekedar agama atau filsafat.

Buddhisme mencakup agama, filsafat, dan masih yang lainnya? benar?

Buddhis itu penganut Buddhisme. Apakah Buddhis "punya" tuhan? walau sbb :
Buddhis percaya dan pernah membuktikan adanya tuhan.
atau Buddhis percaya tetapi belum membuktikan adanya tuhan.
atau Buddhis tidak percaya dan membuktikan tidak ada tuhan.
saya ulangi, apakah Buddhis "punya" tuhan?
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
07-05-2013 08:02
Quote:Original Posted By xenocross


mau jawab yg ini
saya jg belum mencapai ya, tapi pake pengalaman dan logika

Buddha bilang, nibbana = kebahagiaan tertinggi
dan nibbana dicapai ketika sudah melenyapkan lobha , dosa , moha
yg moha gak dibahas karena ketinggian

lobha = keserakahan, kemelekatan
kalau lagi terobsesi sama suatu barang, kepengeeeen banget, itu jujur aja dijawab apakah kamu merasa bahagia

dosa = kebencian
kalau lagi benci sama orang, lagi marah banget sama orang, jujur aja dijawab ke diri sendiri apakah kamu merasa bahagia

kalau saya sih gak merasa bahagia, malah merasakan bener kata Buddha, marah dan melekat itu menderita. Dan katanya, kalau udah gak marah dan melekat bisa lebih bahagia lagi lho.


anumodana

sebenarnya dhamma itu simple, tetapi jika kita renungkan memang hanya dapat di lihat dan di pahami oleh orang yang bujaksana dan mempraktekan dhamma itu sendiri

emoticon-shakehand
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
07-05-2013 08:04
Quote:Original Posted By localfutures

Buddhisme mencakup agama, filsafat, dan masih yang lainnya? benar?

Buddhis itu penganut Buddhisme. Apakah Buddhis "punya" tuhan? walau sbb :
Buddhis percaya dan pernah membuktikan adanya tuhan.
atau Buddhis percaya tetapi belum membuktikan adanya tuhan.
atau Buddhis tidak percaya dan membuktikan tidak ada tuhan.
saya ulangi, apakah Buddhis "punya" tuhan?


buddhism ada karena dhamma
dhamma adalah hukum alam yang universal mencakup hampir semua aspek
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
07-05-2013 08:22
Quote:Original Posted By Pi-One

Buddhis itu penganut Buddhisme.
Buddhisme sendiri terlalu luas untuk disebut sekedar agama atau filsafat.


Nope, Nibbana bukan kepercayaan, tapi tujuan tertinggi.
Buddha sudah mengajarkan cara mencapai Nibbana.
Dan semua orang bisa berusaha mencapainya.

Beda dengan kisah melihat Tuhan, yang gak bisa ditiru.

ok

Quote:
Kenapa dikaitkan ke agama lain?
Metode Buddhisme jelas: datang dan buktikan.
Jika agan gak mau membuktikan, juga gak maslaha, itu soal pilihan. gak ada istilah dihukum neraka abadi karena gak melakukannya kan?

iya deh

Quote:
Apakah Pi-One pernah bilang sudah melihat kebenaran secara utuh?
Pi-One belum mencapai tahap itu, masih jauh emoticon-Smilie

maksud pertanyaan sy bukan dst si
tapi ya sudahlah

Quote:
Jika segala sesuatu adalah kehendak Tuhan, maka kita bisa menyalahkan Tuhan atas segala kemalangan dan penderitaan. dan jika semua adalah hak Tuhan, kita bisa menyebut Tuhan otoriter dan kejam.

tentu saja boleh

Quote:
Makanya, jalan berunsur 8 itu dijalani oleh merkea yang ingin mencapai Nibbana.
Yang gak mau? terserah mereka saja kan?

ok

Quote:Original Posted By sudutvijaya


bukan

bukan itu yg saya benarkan, tetaopi pernyataan anda yg ini:

sy dsn masih enggak yakin manusia itu lepas dr yg namanya keinginan
sy negpost aja itu ada dorongan rasa "ingin" nya


iya sy jg membenarkan itu koq dan tidak masalah selagi masih di sini di debate club
yg anda pahami sebatas yang anda pahami, apa anda memahami apa yang sebenarnya sy ingin pahami? sulit kan? itulah fungsinya berdebat, lalu jika anda sudah menilai penanya seperti ini, ya sudah

Quote:Original Posted By xenocross


mau jawab yg ini
saya jg belum mencapai ya, tapi pake pengalaman dan logika

Buddha bilang, nibbana = kebahagiaan tertinggi
dan nibbana dicapai ketika sudah melenyapkan lobha , dosa , moha
yg moha gak dibahas karena ketinggian

lobha = keserakahan, kemelekatan
kalau lagi terobsesi sama suatu barang, kepengeeeen banget, itu jujur aja dijawab apakah kamu merasa bahagia

dosa = kebencian
kalau lagi benci sama orang, lagi marah banget sama orang, jujur aja dijawab ke diri sendiri apakah kamu merasa bahagia

kalau saya sih gak merasa bahagia, malah merasakan bener kata Buddha, marah dan melekat itu menderita. Dan katanya, kalau udah gak marah dan melekat bisa lebih bahagia lagi lho.


yang ini semua juga tau dan sepaham
hanya saja dhamma itu "seperti" menjadi persepektif individu saja
maka sy menanyakan itu
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
07-05-2013 08:33
Quote:Original Posted By Akatsuna


yang ini semua juga tau dan sepaham
hanya saja dhamma itu "seperti" menjadi persepektif individu saja
maka sy menanyakan itu


nah akhirnya anda menyadarinya

dhamma memang menjadi perpektif individu..kenapa?

karena damma menjadi perpektif setelah kita menganalisa dan mempraktekanya
jadi satu bahasan dhamma atau sutta akan berbeda pemahaman antara salah satu praktisi dhamma, tergantung pemahaman dan kedalaman analisa serta apakah sudah di praktekan dhamma tertentu tsb


begitulah dhamma seharusnya di pahami

emoticon-shakehand
Diubah oleh Choa
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
07-05-2013 08:59
Quote:Original Posted By jambul.returns




udah gw singgung diatas ttg hub sebab akibat.... yg gw lihat hanya berupa lingkaran setan yg gak ada habis.....
so....lingkaran setan itu apakah berupa lingkaran kecil yg berdiri sendiri (kehidupan sistem dunia dimana bumi berada)..... atau berupa lingkaran demit yg jauh lebih besar dimana kehidupan di 10.000 sistem dunia lainnya masuk dlm lingkaran itu...??

Semua memiliki keterkaitan, yang kecil sampai besar, yang besar sampai yang ke terkecil. Memang betul, ini adalah "lingkaran setan" tidak berpangkal dan berujung. Di mana antara satu dengan yang lain memiliki keterkaitan yang kuat dan saling mempengaruhi, satu sebab menghasilkan akibat sekaligus sebab buat yang lain.

Quote:ttg keadilan....
silakan dikondisikan apakah orang tua si anak berada disampingnya saat kejadian/menggendong si anak...atau kelalaian orang tuanya yg membiarkan anak kecilnya berada di sebuah jembatan gantung tanpa pendamping...
yg menjadi fokus adalah.... si biksu botak bejad balak enam itu tdk mendapat hukum apapun dikarenakan konsep ajaran konyol loe itu dg alibi :bukan cettana" dr si biksu

Ini sangat ambigu bul, karena akhirnya kamu sendiri mempersilakan saya sendiri untuk mengkondisikan. Berarti konsep keadilan dan kekonyolan yang kamu usung sangat absurd dan tidak jelas. Dan hukuman apa yang hendak diberikan? Makanya sedari awal saya bertanya, mau konsep keadilan mana yang mau di bawa? Pidana formil? Ajaran samawi? Atau keadilan berdasarkan definisi kita masing-masing? emoticon-Smilie

Quote:loe bilang sendiri kalow di negeri dimana buddha merupakan mayoritas seperti thai tibet atow myanmar... kasus tersebut dapat diajukan pengadilan.... dan tentu sangat dimungkinkan si biksu terkena pasal kelalaian yg mengakibatkan kematian org lain....
mungkin juga orang tua si anak yg juga terkena hukuman krn lalai akan anak yg menjadi tanggung jawabnya....

apakah hukum di negara itu memberlakukan sutta dlm hal ini ttg kamma sebagai dasar pertimbangan hukum...??? apakah biksu itu bakal lepas dr jeratan hukum dg reason "bukan cettana" dr si biksu botak goblok tsbt...???

Bukan hanya Thai dan Myanmar, terdapat beberapa negara maupun ajaran yang lebih muda dari Buddhisme ataupun yang lebih tua dari Buddhisme yang menerapkan premis yang serupa dengan sutta ini.
Di awal saya sudah katakan, pada hukum pidana formil terdapat tindak pidana tertentu yang walaupun dapat menyebabkan hilangnya nyawa seseorang dapat diabaikan demi hukum, seseorang bisa memperoleh kompensasi karena faktor-faktor tertentu seperti salah satunya adalah keterbatasan fisik.
Dan secara hukum pidana formil pun tindak pidana dibedakan berdasarkan terdapatnya unsur perencanaan (terdapat niat) atau tidak (ex ; kelalaian, ketidak sengajaan, kecelakaan, etc)

Quote:budha sudah menyampaikan ajaran yg diikuti penganutnya untuk mencapai apa yg menjadi tujuan hidup manusia.......bahkan budha meng-klaim mengetahui kehidupan di 10.000 sistem kehidupan lain di luar bumi....
artinya konsep ajaran budha adalah sebuah konsep hidup sempurna yg dapat diaplikasikan dalam berbagai sendi kehidupan manusia....yg mengatur tata cara serta norma hukum kehidupan bermasyarakat....
kenapa di negara yg notabene budha tumbuh tanpa halangan....tdk menerapkan hukum2 konsep ajaran budha dalam hal ini..???apa
ex: keputusan hakim menyatakan si biksu bejad balak enam enih lepas dr jeratan hukum karena terbukti kejadian tersebut "bukan cettana" dr si biksu emoticon-Stick Out Tongue

Buddhisme adalah ajaran transendens, yang berpuncak pada pelepasan keduniawian secara total.
Tidak akan ada satu negara pun yang akan sanggup mengikuti ajaran dan hukum sesuai dengan ajaran Buddhisme, karena akan memperoleh hasil yang bertentangan.
Pada sistem politik kenegaraan, tujuan utama adalah sistem kemasyarakatan yang imanens, penuh dan banyak terdapat hal2 yang bersifat "keduniawian" sementara tidak pada Buddhisme, karena Buddhisme ajarannya berpuncak pada pelepasan keduniawian secara purna. emoticon-Smilie




0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
07-05-2013 09:01
Quote:Original Posted By localfutures

Buddhisme mencakup agama, filsafat, dan masih yang lainnya? benar?

Buddhis itu penganut Buddhisme. Apakah Buddhis "punya" tuhan? walau sbb :
Buddhis percaya dan pernah membuktikan adanya tuhan.
atau Buddhis percaya tetapi belum membuktikan adanya tuhan.
atau Buddhis tidak percaya dan membuktikan tidak ada tuhan.
saya ulangi, apakah Buddhis "punya" tuhan?


apa agama itu perlu tuhan bray....emoticon-Ngakak
apa filsafat butuh tuhan bray....:emoticon-Ngakak

setau saya nih ya bray definisi agama yang bertuhan (satu atau banyak) cuma diajukan sama mereka mereka yang emang bertuhan bray, tapi apa lantas definisi menurut mereka harus dijadikan sebagai acuan satu satunya bray..emoticon-Ngakak

para budhis terlalu goblok untuk percaya atau tidak percaya dengan adanya tuhan bray, makanya para budhis cuma bisa berdiri ditengah tengah bray......emoticon-Ngakak
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
07-05-2013 10:09
Quote:Original Posted By jambul.returns

si ahli linguistik yg ID nya susah itu mana yah...???
ada yg mo gw tanyain neh...... emoticon-Bingung



Iya Abang Jambul... Ada apa?
Ada yang bisa dibantu?
PM juga boleh. Kalo post disini, minimal sehari sekali pasti saya baca emoticon-Wink


Btw sebetulnya gak susah... Ho - ka - gou (After School) emoticon-Ngakak (S)
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
07-05-2013 11:39
Quote:Original Posted By localfutures

Buddhisme mencakup agama, filsafat, dan masih yang lainnya? benar?

Bisa dibilang begitu.

Quote:Original Posted By localfutures
Buddhis itu penganut Buddhisme. Apakah Buddhis "punya" tuhan? walau sbb :
Buddhis percaya dan pernah membuktikan adanya tuhan.
atau Buddhis percaya tetapi belum membuktikan adanya tuhan.
atau Buddhis tidak percaya dan membuktikan tidak ada tuhan.
saya ulangi, apakah Buddhis "punya" tuhan?

Tuhan seperti dalam konsep agama samawi, jawabannya tidak.
Diubah oleh Pi-One
1 0
1
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
07-05-2013 13:09
Quote:Original Posted By Choa


buddhism ada karena dhamma
dhamma adalah hukum alam yang universal mencakup hampir semua aspek


kapan dhamma mulai ada?
siapa yang memperkenalkan dhamma kepada buddhism? emoticon-Toast


Quote:Original Posted By damnimhot


apa agama itu perlu tuhan bray....emoticon-Ngakak
apa filsafat butuh tuhan bray....:emoticon-Ngakak

setau saya nih ya bray definisi agama yang bertuhan (satu atau banyak) cuma diajukan sama mereka mereka yang emang bertuhan bray, tapi apa lantas definisi menurut mereka harus dijadikan sebagai acuan satu satunya bray..emoticon-Ngakak

para budhis terlalu goblok untuk percaya atau tidak percaya dengan adanya tuhan bray, makanya para budhis cuma bisa berdiri ditengah tengah bray......emoticon-Ngakak


maaf deh bray, kagak bermaksut membuat bray terguncang emoticon-Shakehand2

Quote:Original Posted By Pi-One

Bisa dibilang begitu.


Tuhan seperti dalam konsep agama samawi, jawabannya tidak.


seperti apa konsep tuhannya? emoticon-Toast
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
07-05-2013 16:34
Quote:Original Posted By localfutures


kapan dhamma mulai ada?
siapa yang memperkenalkan dhamma kepada buddhism? emoticon-Toast



dhamma dimulai setelah gautama mencapai ke buddhaan emoticon-Angkat Beer
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
07-05-2013 19:07
Quote:Original Posted By localfutures
kapan dhamma mulai ada?
siapa yang memperkenalkan dhamma kepada buddhism? emoticon-Toast

Dhamma ada sejak awal.
Buddha hanya menemukan dan mengungkapkannya (mengajarkannya)

Quote:Original Posted By localfutures
seperti apa konsep tuhannya? emoticon-Toast

Konsep Ketuhanan Buddhisme adalah Nibbana sebagai tujuan terakhir.
1 0
1
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 3
07-05-2013 19:47
Quote:Original Posted By joeraygaul

Semua memiliki keterkaitan, yang kecil sampai besar, yang besar sampai yang ke terkecil. Memang betul, ini adalah "lingkaran setan" tidak berpangkal dan berujung. Di mana antara satu dengan yang lain memiliki keterkaitan yang kuat dan saling mempengaruhi, satu sebab menghasilkan akibat sekaligus sebab buat yang lain.


artinya apakah kamma dr makhluk alam dewa dapat muncul di bumi...???

Quote:Ini sangat ambigu bul, karena akhirnya kamu sendiri mempersilakan saya sendiri untuk mengkondisikan. Berarti konsep keadilan dan kekonyolan yang kamu usung sangat absurd dan tidak jelas. Dan hukuman apa yang hendak diberikan? Makanya sedari awal saya bertanya, mau konsep keadilan mana yang mau di bawa? Pidana formil? Ajaran samawi? Atau keadilan berdasarkan definisi kita masing-masing? emoticon-Smilie


no no no...ga ada yg ambigu...
coz fokus gw disini adalah si biksu botak bejad balak enam.....
silakan dikondisikan.... kalau org tua juga lalai krena gak dampingi anak nya... artinya org tua dpt dituntut krena lalai dg kewajiban yg menjadi tanggung jawabnya....
kalau org tuanya ada disampingnya memegang tangan atau menggendong... otomatis kesalahan ada di bhiksu... tapi teranulir karena si biksu tdk ber-cettana emoticon-Busa

loe mau kompare dg hukum samawi...??? udah loe baca belum clue yg gw kasih wkt itu...??? al-qatl al-khatha`

Quote:Bukan hanya Thai dan Myanmar, terdapat beberapa negara maupun ajaran yang lebih muda dari Buddhisme ataupun yang lebih tua dari Buddhisme yang menerapkan premis yang serupa dengan sutta ini.
Di awal saya sudah katakan, pada hukum pidana formil terdapat tindak pidana tertentu yang walaupun dapat menyebabkan hilangnya nyawa seseorang dapat diabaikan demi hukum, seseorang bisa memperoleh kompensasi karena faktor-faktor tertentu seperti salah satunya adalah keterbatasan fisik.
Dan secara hukum pidana formil pun tindak pidana dibedakan berdasarkan terdapatnya unsur perencanaan (terdapat niat) atau tidak (ex ; kelalaian, ketidak sengajaan, kecelakaan, etc)


thailand menganut hukum sipil/civil law kek indonesia... padahal kalow melihat populasi umat maupun perkembangan budha disana gak ada kendala
untuk mereka mengadopsi hukum sutta...secara konon kabarnya ajaran budha mencakup hampir seluruh aspek kehidupan emoticon-Busa

wokeey @red...gw ambil contoh KUHP.....
silakan loe liad pasal 44 s/d 52 KUHP.... gak ada peniadaan pidana buad org cacad fisik joe.... yg ada buad org cacad mental emoticon-Angkat Beer


Quote:Buddhisme adalah ajaran transendens, yang berpuncak pada pelepasan keduniawian secara total.
Tidak akan ada satu negara pun yang akan sanggup mengikuti ajaran dan hukum sesuai dengan ajaran Buddhisme, karena akan memperoleh hasil yang bertentangan.
Pada sistem politik kenegaraan, tujuan utama adalah sistem kemasyarakatan yang imanens, penuh dan banyak terdapat hal2 yang bersifat "keduniawian" sementara tidak pada Buddhisme, karena Buddhisme ajarannya berpuncak pada pelepasan keduniawian secara purna. emoticon-Smilie


karena ajaran itu ajaran konyol joe emoticon-Angkat Beer
jelas gak akan ada negara yg bisa mengadopsi hukum budha...karena ujung2nya org bakal jdi biksu semua kalow nurutin tujuan agama budha....melepas samsara menggapai nibbana
selintas didepan udah disenggol ma si akatsuna kalow ga salah
gimana coba org mo menghilangkan kemelekatan...???
kagak boleh jadi pengusaha...??? karena masih terikat keinginan duniawi
kagak boleh jadi tentara lhaaa wong kaga boleh bunuh orang
kagak boleh ngbaik binik lhaa wong gak boleh kimpoi... habislah populasi emoticon-Gila

tapi si choa bengak malah petantang petenteng dg pede nya bilang ajaran budha meliputi hampir seluruh aspek kehidupan emoticon-Busa
jelas terlihat FAILED kan..???

ajaran loe cuman kompatibel pd tataran personal atau maksimal kelompok.... itu pun jadi kelompok dongok para biksu bejad balak enam emoticon-Busa
kaga bakalan kompatibel buad tataran masyarakat bernegara
Quote:Original Posted By HokagoTiTaimu



Iya Abang Jambul... Ada apa?
Ada yang bisa dibantu?
PM juga boleh. Kalo post disini, minimal sehari sekali pasti saya baca emoticon-Wink


Btw sebetulnya gak susah... Ho - ka - gou (After School) emoticon-Ngakak (S)


waduuh dipanggil abang emoticon-Ngakak (S)

tanya disini aja gan.... soal lingustik yg berkaitan dg ajaran budha

gw mo tanya neeh.... tumimbal lahir tuh apaan seeh..???
bahasa serapan dr bhs pali atow sanskerta..??? atow cuman bisa2nya org budha indonesia aja yg bikin istilah itu gan...???

apa kata pembandingnya dlm bahasa inggris...???

ohya...ane juga agak kesulitan waktu buad ngaskus gan....
santai ae...dijawab kalow agan sempet aja emoticon-Big Grin
0 0
0
Halaman 257 dari 517
icon-hot-thread
Hot Threads
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia