Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
689
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000009526532/sejarah-perkembangan-teknologi-serat-optik
Jika Masih Repost Maafkan Daku :malu :malu :malu No Repsol Gak Percaya ?GAK PERCAYA ? CEK DISINI CENDOL KALAU BOLEH :toast :toast :toast RATE 5 DULU GAN :rate5 :rate5 :rate5 Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik A.Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik Pada tahun 1880 Alexander Graham Bell menciptakan sebuah sistem komunikasi cahaya yang disebut photo-phone dengan menggunakan cahaya matah
Lapor Hansip
04-07-2011 22:31

Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik



Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik

Jika Masih Repost
Maafkan Daku

emoticon-Malu emoticon-Malu emoticon-Malu

No Repsol

Repost


Gak Percaya ?
Check


CENDOL KALAU BOLEH


emoticon-Toast emoticon-Toast emoticon-Toast

RATE 5 DULU GAN

emoticon-Rate 5 Star emoticon-Rate 5 Star emoticon-Rate 5 Star
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik


Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik

Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik


Quote:
Quote:
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik



Quote:
A.Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik

Quote:
Quote:
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik


Pada tahun 1880 Alexander Graham Bell menciptakan sebuah sistem komunikasi cahaya yang disebut photo-phone dengan menggunakan cahaya matahari yang dipantulkan dari sebuah cermin suara-termodulasi tipis untuk membawa percakapan. Photo-phone tidak pernah mencapai sukses komersial, walaupun sistem tersebut bekerja cukup baik. Berikut adalah beberapa tahap sejarah perkembangan teknologi serat optik :


1.Generasi Petama ( mulai tahun 1970)
Sistem masih sederhana dan menjadi dasar bagi sistem generasi berikutnya terdiri dari :
Encoding : Mengubah input (misal suara) menjadi sinyal listrik.
Transmitter : Mengubah sinyal listrik menjadi gelombang cahaya termodulasi, berupa LED dengan panjang gelombang 0,87 µm. Serat Silika : Sebagai pengantar gelombang cahaya.
Repeater : Sebagai penguat gelombang cahaya yang melemah di jalan
Receiver : Mengubah gelombang cahaya termodulasi menjadi sinyal listrik, berupa foto-detektor
Decoding : Mengubah sinyal listrik menjadi ouput (misal suara).
Repeater bekerja dengan merubah gelombang cahaya menjadi sinyal listrik kemudian diperkuat secara elektronik dan diubah kembali menjadi gelombang cahaya.
Pada tahun 1978 dapat mencapai kapasitas transmisi 10 Gb.km/s.

2.Generasi Ke- Dua ( mulai tahun 1981)
Untuk mengurangi efek dispersi, ukuran inti serat diperkecil.
Indeks bias kulit dibuat sedekat-dekatnya dengan indeks bias inti.
Menggunakan diode laser, panjang gelombang yang dipancarkan 1,3 µm.
Kapasitas transmisi menjadi 100 Gb.km/s.

3.Generasi Ke- Tiga ( mulai tahun 1982)
Penyempurnaan pembuatan serat silika.
Pembuatan chip diode laser berpanjang gelombang 1,55 µm.
Kemurniaan bahan silika ditingkatkan sehingga transparansinya dapat dibuat untuk panjang gelombang sekitar 1,2 µm sampai 1,6 µm
Kapasitas transmisi menjadi beberapa ratus Gb.km/s.

4.Generasi Ke- Empat ( mulai tahun 1984)
Dimulainya riset dan pengembangan sistem koheren, modulasinya bukan modulasi intensitas melainkan modulasi frekuensi.
Pada tahun 1984 kapasitasnya sudah dapat menyamai kapasitas sistem deteksi langsung (modulasi intensitas).
Terhambat perkembangannya karena teknologi piranti sumber dan deteksi modulasi frekuensi masih jauh tertinggal.

5.Generasi Ke- Lima ( mulai tahun 1989)
Dikembangkan suatu penguat optik yang menggantikan fungsi repeater pada generasi-generasi sebelumnya.
Pada awal pengembangannya kapasitas transmisi hanya dicapai 400 Gb.km/s tetapi setahun kemudian kapasitas transmisinya sudah menembus 50.000 Gb.km/s !

6.Generasi Ke- Enam ?
Pada tahun 1988 Linn F. Mollenauer mempelopori sistem komunikasi optik soliton. Soliton adalah pulsa gelombang yang terdiri dari banyak komponen panjang gelombang yang berbeda hanya sedikit dan juga bervariasi dalam intensitasnya.
Panjang soliton hanya 10 -12 detik dan dapat dibagi menjadi beberapa komponen yang saling berdekatan, sehingga sinyal-sinyal yang berupa soliton merupakan informasi yang terdiri dari beberapa saluran sekaligus (wavelength division multiplexing).
Eksprimen menunjukkan bahwa soliton minimal dapat membawa 5 saluran yang masing-masing membawa informasi dengan laju 5 Gb/s. Kapasitas transmisi yang telah diuji mencapai 35.000 Gb.km/s.
Cara kerja sistem soliton ini adalah efek Kerr, yaitu sinar-sinar yang panjang gelombangnya sama akan merambat dengan laju yang berbeda di dalam suatu bahan jika intensitasnya melebihi suatu harga batas. Efek ini kemudian digunakan untuk menetralisir efek dispersi, sehingga soliton tidak melebar pada waktu sampai di receiver. Hal ini sangat menguntungkan karena tingkat kesalahan yang ditimbulkannya amat kecil bahkan dapat diabaikan.

B.Struktur Serat Optik dan Perambatan Cahaya pada Serat Optik

Quote:
Quote:
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik

1.Struktur Dasar Sebuah Serat Optik
Gambar (1) di bawah merupakan struktur dasar dari sebuah serat optik yang terdiri dari 3 bagian : core (inti), cladding (kulit), dan coating (mantel) atau buffer (pelindung). Inti adalah sebuah batang silinder terbuat dari bahan dielektrik (bahan silika (SiO2). Inti di selubungi oleh lapisan material, disebut kulit, yang terbuat dari bahan dielektrik (silika tanpa atau sedikit doping), kulit memiliki jari-jari sekitar 125 – 400 µm indeks bias-nya n2, besarnya sedikit lebih rendah dari n1.

Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik


Walaupun cahaya merambat sepanjang inti serat tanpa lapisan material kulit, namun kulit memiliki beberapa fungsi :
- Mengurangi cahaya yang loss dari inti ke udara sekitar.
- Mengurangi loss hamburan pada permukaan inti.
- Melindungi serat dari kontaminasi penyerapan permukaan.
- Menambah kekuatan mekanis.
Jika perbedaan indeks bias inti dan kulit dibuat drastis disebut serat optik Step Indeks (SI), selisih antara indek bias kulit dan inti disimbolkan dengan Δ , dimana :


Untuk pelindungan tambahan, kulit dibungkus oleh lapisan tambahan (terbuat dari plastik jenis tertentu) yaitu mantel atau buffer untuk melindungi serat optik dari kerusakan fisik. Buffer bersifat elastis, mencegah abrasi dan mencegah loss hamburan akibat microbends.

2.Perambatan Cahaya Di Dalam Serat Optik

Quote:
Quote:
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik


Konsep perambatan cahaya di dalam serat optik, dapat ditinjau dengan dua pendekatan/teori yaitu optik geometrik dimana cahaya dipandang sebagai sinar yang memenuhi hukum-hukum geometrik cahaya (pemantulan dan pembiasan) dan optik fisis dimana cahaya dipandang sebagai gelombang elektro-magnetik (teori mode).
Tinjauan Optik Geometrik
Memberikan gambaran yang jelas dari perambatan cahaya sepanjang serat optik.
Dua tipe sinar dapat merambat sepanjang serat optik yaitu sinar meridian dimana sinar merambat memotong sumbu serat optik dan skew ray dimana sinar merambat tidak melalui sumbu serat optik.
Sinar-sinar Meridian dapat diklasifikasikan menjadi bound dan unbound rays.
Bound rays di dalam serat optik disebabkan oleh pemantulan sempurna, dimana agar peristiwa ini terjadi maka sinar yang memasuki serat harus memotong perbatasan inti kulit dengan sudut lebih besar dari sudut kritis, èc, sehingga sinar dapat merambat sepanjang serat.
Tinjauan Optik Fisis
Pendekatan cahaya sebagai sinar hanya menerangkan bagaimana arah dari sebuah gelombang datar merambat di dalam sebuah serat namun tidak meninjau sifat lain dari gelombang datar yaitu interferensi, dimana gelombang datar saling berinterferensi sepanjang perambatan, sehingga hanya tipe-tipe gelombang datar tertentu saja yang dapat merambat sepanjang serat. Maka diperlukan tinjauan optik fisis yaitu memandang cahaya sebagai gelombang elektromagnetik yang disebut teori moda.
Teori mode selain digunakan untuk menerangkan tipe-tipe gelombang datar yang dapat merambat sepanjang serat, juga untuk menerangkan sifat-sifat serat optik seperti absorpsi, attenuasi dan dispersi.
Mode adalah “konfigurasi perambatan cahaya di dalam serat optik yang memberikan distribusi medan listrik dalam transverse yang stabil (tidak berubah sepanjang perambatan cahaya dalam arah sumbu) sehingga cahaya dapat dipandu di dalam serat optik” ( Introduction To Optical Fiber Communication, Yasuharu Suematsu, Ken – Ichi Iga). Kumpulan gelombang-gelombang elektromagnetik yang terpandu di dalam serat optik disebut mode-mode.
Teori mode memandang cahaya sebagai sebuah gelombang datar yang dinyatakan dalam arah, amplitudo dan panjang gelombang dari perambatannya. Gelombang datar adalah sebuah gelombang yang permukaannya (dimana pada permukaan ini fase-nya konstan, disebut muka gelombang) adalah bidang datar tak berhingga tegak lurus dengan arah perambatan. Hubungan panjang gelombang, kecepatan rambat dan frekuensi gelombang dalam suatu medium :

Quote:
Quote:
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik


panjang gelombang = c/fn
c = kecepatan cahaya dalam ruang hampa = 3.108 m/det.
f = frekuensicahaya.
n = indeks bias medium.
0
Tampilkan isi Thread
Halaman 29 dari 35
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:10
info yang bagus nih buat ane secara anak kuliahan..


thanks coy infonya..

bermanfaat banget..!!!
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
0 0
0
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:11
Ternyata begitu toh
Hebat yah
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
0 0
0
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:13
nice info gan.. cuma ribet bngt y.. puyenk bacanya.. lol emoticon-Ngakak
0 0
0
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:17
wah ane agak kurang ngerti nih
tapi nice info gan emoticon-Big Grin
0 0
0
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:19
semoga HT gan
walaupun ane gak ngerti bacanya emoticon-Hammer
0 0
0
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:19
keren infonya gan..... emoticon-thumbsup
jd tau fiber optic
0 0
0
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:20
nice inpoh gan
0 0
0
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:23
ane baca dulu gan
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
0 0
0
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:23
Nambah pengetahuan... emoticon-Big Grin
Emang lat2 bermanfaat panjang bner generasinya sampe ketemu yg paling baik emoticon-Big Grin
0 0
0
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:26
Ijin nyimak gan..emoticon-I Love Indonesia
0 0
0
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:27
keren ya gan emoticon-Matabelo
0 0
0
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:34
nice inpoh gan...
0 0
0
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:37
Wuih, ane ga terlalu ngerti Gan emoticon-Hammer
0 0
0
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:38
serat optik asal muasal teknologi skrg gan..
brntung bgt ada penemuan serat optik..
0 0
0
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:39
oh begitu cara kerja serat optik, nice inpo
0 0
0
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:42
sebenarnya ane ga paham gan emoticon-Embarrassment
nais tritlah, jadi HT emoticon-Big Grin
0 0
0
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:42
penting bgt bwt pengetahuan tp waktu abis nih bwt bacanya.. cukup intinya aj dah..
0 0
0
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:45
nice threat gan
baru belajar ginian juga di kuliah
0 0
0
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:48
wah malem2 baca ginian gak konsen..
tak bookmark sama bantu emoticon-Rate 5 Star dah gan..
sukses buat HT nya.. emoticon-Big Grin
0 0
0
Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik
17-07-2011 22:54
nais shereee gan bantu emoticon-Rate 5 Star
0 0
0
Halaman 29 dari 35
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia