Hobby
Batal
KATEGORI
link has been copied
501
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000001108902/public-health-masuk-siniada-gak
doooh..gada yg ngakus yah...sibuk project kah? :D
Lapor Hansip
05-10-2008 11:43

Public Health masuk sini....Ada gak??

doooh..gada yg ngakus yah...sibuk project kah?




emoticon-Big Grin
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 19 dari 26
Public Health masuk sini....Ada gak??
09-02-2009 20:50
selama ada stigma pada penderita HIV, mewajibkan tes HIV masih susah diterima
0 0
0
Public Health masuk sini....Ada gak??
10-02-2009 14:56
stigma seperti apa bro??itulah fungsinya promosi dan preventif, di promosi kan bisa disosialisakan jgn underestimate pd penderita dll.

di wil sumatera mana gitu ada bantuan global fun* memberikan bantuan tes HIV pada ibu hamil, untuk pencegahan penularan ke bayi.hrs dana hibah ini jg mencakup tes buat pasangan yg akan menikah...mencegah dihulu..bukan dihilir.
0 0
0
Public Health masuk sini....Ada gak??
11-02-2009 10:04
oke deh kaka...
0 0
0
Public Health masuk sini....Ada gak??
11-02-2009 11:08
Balita Pendek Jadi Masalah Serius di Indonesia

Selasa, 10 Februari 2009 | 15:40 WIB
JAKARTA, SELASA — Masalah balita pendek atau stanting saat ini menjadi masalah serius yang dihadapi Indonesia. Tercatat 36,7 persen dari kelahiran di Indonesia mengalami kondisi ini. Dikhawatirkan angka ini bisa bertambah mencapai setengahnya pada tahun yang sama.

Demikian disampaikan oleh Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan Budihardja Singgih di sela-sela seminar kesehatan di Depkes Jakarta Selatan, Selasa (10/2).

"Masalah stanting ini bukan lagi soal gizi akut, tapi justru kronis," kata Budihardja. Persoalan gizi buruk, menurutnya, masih menjadi masalah utama. Padahal secara umum, Indonesia sedang berusaha mengurangi jumlah penderita gizi buruk dan kurang gizi. "Tahun 2009 (pasien gizi buruk) ditargetkan tinggal 20 persen, dan 2015 jadi 18,5 persen. Tapi 2007, ternyata sudah mencapai 18,4 persen," ujarnya.

Dikatakan Budihardja, untuk mengatasi persoalan gizi buruk, peran Posyandu bisa diandalkan sebab berada langsung di tengah masyarakat. "Melalui program Desa Siaga, harusnya sosialisasi bisa ditegakkan. Hal ini untuk menjamin bayi memperoleh asupan gizi yang seimbang," paparnya.

Selain itu, sekolah, melalui Unit Kesehatan Sekolah, bisa dijadikan wadah yang lebih terstruktur dan detail sebab siswa di sekolah dapat secara langsung memahami kebutuhan gizi yang harus diserap. "Teman-teman di sekolah nantinya bisa lebih paham mengenai pemenuhan gizi dan langsung bisa disampaikan kepada keluarga masing-masing," ujar Budihardja.


C12-08

[url]www.kompas..com[/url]
0 0
0
Public Health masuk sini....Ada gak??
11-02-2009 13:14
keren nih sis yang satu ini, sering ngeposting info penting kesehatan...
0 0
0
Public Health masuk sini....Ada gak??
11-02-2009 14:38
wah perlu dicek tuh..thn 2007 angka gizi buruk 18,4 persen..ini survei dg sampling atau pendataan yah??kayaknya sih survei...dari gizi buruk sudah naik jadi gizi kurang...atao angka tersebut karena sudah banyak yg meninggal coz di NTT sepanjang th 08 sampai berapa orang ya meninggal..perlu cek..di berita online.

@irvavri
makasih jd terharu dan ga enak body...heheheh..nanti pemilu pilih aku ya huhahahahhaha (gini neh kalo lg stress)
0 0
0
Public Health masuk sini....Ada gak??
11-02-2009 17:30
dah lama ga mampir kesini..
numpang nyimak lg ya sis emoticon-Embarrassment
0 0
0
Public Health masuk sini....Ada gak??
13-02-2009 16:47
^^
Boleh lah...menimak..bro!
sibuk yah..jarang mampir...ngitungin pasien kah?
0 0
0
Public Health masuk sini....Ada gak??
19-02-2009 10:08
Up doeloe deh
0 0
0
Public Health masuk sini....Ada gak??
19-02-2009 10:10
Quote:Original Posted By mustHealthy
^^
Boleh lah...menimak..bro!
sibuk yah..jarang mampir...ngitungin pasien kah?


ga la sis emoticon-Big Grin
sibuk jg bapak rumah tangga iya emoticon-Embarrassment
0 0
0
Public Health masuk sini....Ada gak??
19-02-2009 10:18
nimbrung dimari lagi deh...
0 0
0
Public Health masuk sini....Ada gak??
19-02-2009 10:27
dah cek group blm bro irvavri
0 0
0
Public Health masuk sini....Ada gak??
19-02-2009 10:28
udah dong say...
0 0
0
Public Health masuk sini....Ada gak??
19-02-2009 13:59
Para Dokter, Jangan Terbujuk Para Pemasar Obat!

Selasa, 17 Februari 2009 | 20:17 WIB
PANGKALPINANG, SELASA - Para dokter di provinsi kepulauan Bangka Belitung, diminta tidak terbujuk oleh tenaga pemasar obat untuk menggunakan obat-obatan dari distributor tempat mereka, hingga tidak independen dalam meresepkan obat.

Penasihat IDI Bangka Belitung, Dr. Andi Nawawi, di Pangkalpinang, Selasa, mengatakan, meski ada dokter yang dibiayai perusahaan farmasi untuk mengikuti seminar tentang masalah penyakit tertentu, tapi bukan berarti dokter itu terikat menggunakan obat-obatan dari pabrikan yang mendanai mereka.

Andi mengakui maraknya tenaga pemasaran obat-obatan (Medical representatif sales) dari berbagai perusahaan yang datang ke tempat praktek dokter dan menawarkan obat produksi pabrik mereka.

Dokter diingatkan untuk berpegang pada hati nuraninya dalam memberikan obat yang terbaik bagi pasien. "Apa yang menurut dia paling cocok digunakan si pasien, obat itulah yang diresepkan," ujarnya.

Dalam ketatnya persaingan memasarkan obat-obatan, Andi menegaskan sejauh ini pihaknya tidak mempermasalahkan adanya tenaga pemasar obat-obatan yang mendatangi tempat praktek dokter.

Aturan dari pengurus besar (PB) IDI yang melarang atau menganjurkan dokter praktek tidak menerima tenaga pemasar obat-obatan juga belum ada.

Dalam satu hari dokter biasanya memberikan pengobatan bagi banyak pasien. Obat-obatan yang digunakan untuk pasien dengan gejala penyakit yang relatif sama, terkadang berbeda-beda.

"Dokter tidak selalu menggunakan obat-obatan yang sama. Kalaupun ada obat-obatan dari perusahaan tertentu karena memang obat itulah yang dianggap paling tepat," ujarnya.

Andi mengakui kadang dokter tidak memiliki dana untuk pergi memenuhi undangan seminar ataupun pendidikan. Celah itulah yang kadang dimanfaatkan perusahaan farmasi untuk membiayai si dokter.

Dokter juga tidak harus merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap perusahaan yang mendanai. Dokter yang hanya menggunakan obat-obatan yang sama, lama-lama akan ditinggalkan sendiri oleh pasien.

Andi mengakui ia juga sering didatangi tenaga pemasar obat-obatan ditempat prakteknya. Terkadang mereka mengenalkan obat-obatan baru dan menawarkan obat produk pabrik mereka.

Kartu obat yang digunakan dokter terkadang jadi acuan tenaga pemasar obat untuk mengetahui obat-obatan apa yang digunakan.

Menurut Andi, "tidak masalah dokter menggunakan obat-obatan pabrik yang mendanai mereka seminar asalkan tidak meminta dan memaksakan".

Di sisi lain, ia terus mengingatkan anggotanya untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien, dengan melayani mereka sebaik-baiknya serta terus berusaha meningkatkan wawasan dan keilmuan mereka.

"Saya selalu bilang, pasien adalah raja. Mereka yang bayar kamu warga yang berobat. Tangkap keluhannya dan diagnosa penyakitnya, berikan obat yang tepat," ujarnya.
[url]www.kompas..com[/url]
0 0
0
Public Health masuk sini....Ada gak??
20-02-2009 05:04
nice inpoh banget...
0 0
0
Public Health masuk sini....Ada gak??
20-02-2009 17:32
Quote:Original Posted By mustHealthy
Para Dokter, Jangan Terbujuk Para Pemasar Obat!

Selasa, 17 Februari 2009 | 20:17 WIB
PANGKALPINANG, SELASA - Para dokter di provinsi kepulauan Bangka Belitung, diminta tidak terbujuk oleh tenaga pemasar obat untuk menggunakan obat-obatan dari distributor tempat mereka, hingga tidak independen dalam meresepkan obat.

Penasihat IDI Bangka Belitung, Dr. Andi Nawawi, di Pangkalpinang, Selasa, mengatakan, meski ada dokter yang dibiayai perusahaan farmasi untuk mengikuti seminar tentang masalah penyakit tertentu, tapi bukan berarti dokter itu terikat menggunakan obat-obatan dari pabrikan yang mendanai mereka.

Andi mengakui maraknya tenaga pemasaran obat-obatan (Medical representatif sales) dari berbagai perusahaan yang datang ke tempat praktek dokter dan menawarkan obat produksi pabrik mereka.

Dokter diingatkan untuk berpegang pada hati nuraninya dalam memberikan obat yang terbaik bagi pasien. "Apa yang menurut dia paling cocok digunakan si pasien, obat itulah yang diresepkan," ujarnya.

Dalam ketatnya persaingan memasarkan obat-obatan, Andi menegaskan sejauh ini pihaknya tidak mempermasalahkan adanya tenaga pemasar obat-obatan yang mendatangi tempat praktek dokter.

Aturan dari pengurus besar (PB) IDI yang melarang atau menganjurkan dokter praktek tidak menerima tenaga pemasar obat-obatan juga belum ada.

Dalam satu hari dokter biasanya memberikan pengobatan bagi banyak pasien. Obat-obatan yang digunakan untuk pasien dengan gejala penyakit yang relatif sama, terkadang berbeda-beda.

"Dokter tidak selalu menggunakan obat-obatan yang sama. Kalaupun ada obat-obatan dari perusahaan tertentu karena memang obat itulah yang dianggap paling tepat," ujarnya.

Andi mengakui kadang dokter tidak memiliki dana untuk pergi memenuhi undangan seminar ataupun pendidikan. Celah itulah yang kadang dimanfaatkan perusahaan farmasi untuk membiayai si dokter.

Dokter juga tidak harus merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap perusahaan yang mendanai. Dokter yang hanya menggunakan obat-obatan yang sama, lama-lama akan ditinggalkan sendiri oleh pasien.

Andi mengakui ia juga sering didatangi tenaga pemasar obat-obatan ditempat prakteknya. Terkadang mereka mengenalkan obat-obatan baru dan menawarkan obat produk pabrik mereka.

Kartu obat yang digunakan dokter terkadang jadi acuan tenaga pemasar obat untuk mengetahui obat-obatan apa yang digunakan.

Menurut Andi, "tidak masalah dokter menggunakan obat-obatan pabrik yang mendanai mereka seminar asalkan tidak meminta dan memaksakan".

Di sisi lain, ia terus mengingatkan anggotanya untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien, dengan melayani mereka sebaik-baiknya serta terus berusaha meningkatkan wawasan dan keilmuan mereka.

"Saya selalu bilang, pasien adalah raja. Mereka yang bayar kamu warga yang berobat. Tangkap keluhannya dan diagnosa penyakitnya, berikan obat yang tepat," ujarnya.
[url]www.kompas..com[/url]

kalo saya liat med-rep nya..
kalo cewe cakep ya saya pertimbangkan..

hahahaha
0 0
0
Public Health masuk sini....Ada gak??
20-02-2009 17:39
^^
ini baru yg nama na joni_gudel emoticon-thumbsup:
0 0
0
Public Health masuk sini....Ada gak??
22-02-2009 19:21
nice inpo gan...
0 0
0
Public Health masuk sini....Ada gak??
22-02-2009 19:34
maaf deh... hehehe...
0 0
0
Public Health masuk sini....Ada gak??
24-02-2009 19:14
Quote:Original Posted By mustHealthy
dah cek group blm bro irvavri


Up deh
0 0
0
Halaman 19 dari 26
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Komik & Ilustrasi
wisanggeni-lahir
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia