Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
183
Lapor Hansip
04-11-2019 21:53

Ratni Ke(m)Bali

Gans..
Kalo elu baca anggap aja ini buku harian yang ga sengaja lu temuin di pinggir jalan atau di mana aja yang jelas elu ga tau siapa yang punya. Gue merasa perlu nulis cerita ini karena gue berharap satu orang di dalam cerita ini akan membacanya suatu saat nanti. So, mudah-mudahan thread ini ga didelete oleh yang berwenang dan suka ga sukanya kalian terhadap thread ini gue ga peduli karena gue tau sudah pasti ada satu orang yang sangat menyukai thread ini, yaitu gue.

Happy Reading

💖-------------------------💖


Ratni Ke(m)Bali


Quote:
Juli, 2008

Namaku Ratni, hari ini merupakan hari kelulusanku dari sebuah SMK jurusan tata kecantikan di suatu kota di Jawa Tengah. Pesta perpisahan penuh haru di sekolah telah berlalu, kini saatnya aku dan yang lain kembali kerumah melanjutkan jalan cerita hidup kami masing-masing.

"Nduk apa ndak sebaiknya kamu tinggal di rumah saja, lagian pernikahanmu sama erwin sudah ditetapkan tahun depan to"

Beberapa hari setelah kelulusan ibu bicara kepadaku, mungkin bermaksud mencegah keberangkatanku senin depan. Oiya, dulu saat masih sekolah aku prakerin di sebuah salon kecantikan yang memiliki cabang hampir di setiap kota besar di Indonesia. Kebetulan pusatnya memang berada di kotaku dan kebetulan juga setelah lulus mereka langsung menerimaku bekerja di sana sebagai beautician tanpa perlu di training lagi.

"Ndak bisa buk, aku udah terlanjur tandatangan kontrak e. Nanti kalo tak batalkan kena denda buk, jutaan"

"Lagian aku di tempatkan di Denpasar cuman 1 tahun. September tahun depan aku sudah pulang kok buk, nikahku kan Desember jadi ya masih bisa lah aku kerja dulu buat bantu-bantu bapak sama ibu juga."

Mendengar jawabanku itu ibu hanya bisa mengiyakan dan mendoakan yang terbaik untukku. Beberapa hari yang lalu, tepatnya sehari setelah kelulusan aku dan Erwin pacarku bertunangan. Hari pernikahan kami sudah di tetapkan. Ada yang aneh pada diriku, entah kenapa aku tidak senang dengan rencana pernikahan ini. Erwin pacar yang baik tapi entahlah, ketika tau akan menikah aku tidak bisa menggambarkan rasa tidak suka ini. Ingin menghilang rasanya dan aku merasa beruntung mendapat pekerjaan yang mengharuskan aku jauh darinya.

"Nduk, jaga dirimu baik-baik di sana. Jangan nakal, jangan lupa ibadah, jangan lupain mas ya, hehe"

Senin pagi hanya Erwin yang mengantarku ke Adisucipto, tampak berat dirinya melepasku pergi ke kota yang belum pernah kami datangi. Raut sedih nampak jelas di wajahnya, tapi aku tidak sama sekali merasakan hal yang sama dengannya. Aku sudah tak sabar, aku senang, aku bebas! Begitu pikirku, namun jelas tak ku tunjukan padanya.

"Iya mas, kamu juga ya. Yaudah aku tak masuk kedalem mas, mau check in. Kamu pulang aja, hati-hati ya".

Kucium tangannya lalu segera melangkah menuju tempat check in tanpa menoleh lagi ke arah Erwin. Singkat kata aku sudah di kursi pesawatku, Loin Air. Tepat pukul 7.30 pesawat lepas landas mulai meninggalkan kotaku menuju kota baru dengan cerita baru yang menanti di sana.

Denpasar, entah kenapa kota ini membuatku bersemangat...



Belum tamat..
Diubah oleh megaut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sempelbener dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Ratni Ke(m)Bali
17-12-2019 14:10
Bagian 17

Quote:Kasur lebar gundulmu kuwi pak! Haha gue ngedumel dalam hati meski senang dengan celotehan camer gue juga pastinya risih. Tidur di kamar wicak meski dia kekasihku tetap saja ini adalah tempat baru buat gue dan seperti biasanya gue akan sulit untuk tertidur, eh tapi ternyata tidak hehe tanpa tendeng aling aling atau apapun itu gue terlelap dengan paripurna di atas kasurnya padahal perasaan baru saja gue rebahan. Tidur nyenyak gue semalam tanpa mimpi dan tanpa wicak pastinya karena saat gue bangun dia ga ada. Jam setengah 7 pagi saat ini, gue keluar kamar bermaksud buat mandi dan ternyata wicak sedang tertidur di depan tv, hm.. kontrol juga rupanya dia di depan orang tuanya, haha.

Gue bergegas ke kamar mandi karena panggilan alam yang juga sudah mendesak, setelah mandi dan sedikit bersolek gue menuju ke dapur karena gue lihat tadi ibu sedang berada di sana. Siapa tau saja ada yang bisa gue bantu.

"buk.."

"Eh Ratni sudah bangun kamu nak."

"Hehe iya buk, Ratni bantuin ya"

"Eh ga usah Rat, udah kamu santai saja dulu. Masa sudah cantik gitu mau ambil kerjaan dapur?"

"Hehe ga apa kok bu, sudah biasa ini. Eh ini aja deh prabotannya aku yang cuci ya"
Tanpa menunggu jawaban dari ibu gue inisiatif sendiri langsung mencuci perabotan kotor yang ada di dapur.

"Hm..Ratni, Ratni kamu itu ya paling bisa deh. Oh iya nanti kamu kerja kan?"

"Iya buk, kerja jam 12. Oiya ibu gak kerja hari ini? Kalo bapak mana buk?"

"Ini kan tanggal merah Rat, ibu libur kalo bapak tadi pagi jam 5 sudah berangkat kerja katanya ada tamu minta di antar jalan jalan. Nanti kalo sudah selesai nyucinya kamu tunggu di tempat wicak aja ya, bangunkan dia kalo masih tidur suruh siap-siap."


Gue mengangguk, setelah selesai gue menuju tempat wicak. Dia sudah bangun dan terlihat sudah selesai mandi.

"yank.."

"Iya Rat.."

"Kangen.."

"Hehe.."


Gue ikuti wicak yang saat ini hendak mengeluarkan ayam ayam peliharaan ayahnya. Satu persatu sangkar yang berisi ayam jago dikeluarkan dari dalam gudang dan di letakan di halaman. Semua tempat makannya diisi jagung oleh wicak, ada kali sebelasan kalau gue ga salah hitung.

"Yank banyak banget, tapi ayam jago mana enak di goreng?"

"Hehe iya lah rat, dagingnya keras. Ini juga bukan buat dimakan kok tapi untuk di adu sama bapak, kadang ada juga yang beli. Jadi jual beli gitu rat."

"Adu ayam? Judi gitu ya yank? Ish kamu juga suka ya?"

"Hm..aku ga ngerti adu ayam rat."

"Ish bohong! Itu aja ngurusi ayam kamu pinter yank."

"Bener rat aku ga ngerti dan ga suka juga tapi kalo ngurus ayam begini kan emang sudah dari kecil rat, jadi aku udah biasa."

"Masa sih ga ngerti adu ayam?"

"Duh, iya rat, bener, sumpah."

"Eh ga usah pake sumpah sumpah yank, iya iya aku percaya kok."

"Rat kamu ga suka ya seandainya aku suka adu ayam gitu?"

"Gak lah yank kalo judi, gak baik!"

"Trus jadi gak suka orangnya gitu?"

"Orangnya tetep aku suka! Pokoknya kamu jangan judi, ish!"

"Ciyeee..haha"

"Apa to yank, hehe.."


Asri suasana di sini membuat gue nyaman apalagi ada wicak juga. Saat sedang bersenda gurau ibu memanggil kami untuk makan dan mengingatkan jam. Ya saat ini sudah jam 9an butuh waktu kurang lebih satu jam untuk sampai kosan. Untungnya pakaian kerja gue sudah siap jadi nanti bisa agak mepet waktu berangkatnya karena jujur gue suka banget disini. Setelah selesai makan dan ngaso sebentar, ngobrol ngobrol dengan ibuk akhirnya jam 10 lebih gue harus kembali lagi ke Denpasar.

"Rat jaga diri baik-baik disana, kalo butuh bantuan apa apa jangan sungkan bilang ke wicak atau ibuk. Nanti kalo libur lagi kamu nginep sini lagi ya."

"Iya buk"


Sebelum ke kosan selain memberi pesan seperti itu, ibu juga memberi bungkusan yang berisi pisang untuk gue. Buat ganjel perut katanya kalo laper malam malam, haha. Sebelum naik ke motor ada pesan masuk di hp gue dari nomor tak dikenal, tapi gue tau persis itu nomor berasal dari kota asal gue.

✉️"Rat aku tunggu di mall tempat kerjamu ya, tadi aku tanya temenmu katanya kamu masuk siang."

Gue balas tanyakan siapa dia tapi tidak ada balasan balik..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
oceu dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
profile picture
kaskus addict
17-12-2019 16:36
Mantap,request updetnya langsung di respon! Makasih ya....

Nah lo,sopo kuwi,Rat? Someone from the past ya?
Dari awal adem ayem aja,mungkin dari sini mulai ada konflik..
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
jatuh-di-lobang-yang-sama
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
desaku
Poetry
kosmos
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia