News
Batal
KATEGORI
link has been copied
59
Lapor Hansip
31-10-2019 15:39

Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya

Quote:Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menganggap sistem rancangan anggaran secara digital alias e-budgeting sebagai penyebab adanya anggaran yang kontroversial, seperti lem aibon Rp 82 miliar.

Pendahulunya, Djarot Saiful Hidayat menyebut kesalahan pada sistem e-budgeting tergantung pada manusia yang memasukkan data.

E-budgeting sendiri dibuat oleh Gubernur era Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Djarot selaku Wakil Ahok saat itu, menganggap petugas yang menginput data berperan besar kalau terjadi kesalahan pada e-budgeting.

"Sebetulnya sistemnya itu tergantung pada yang menginput, tergantung manusianya juga siapa yang menginput," ujar Djarot saat dihubungi, Kamis (31/10/2019).

Namun, Djarot menganggap seharusnya yang memasukan data anggaran tidak bisa sembarangan orang.

Pasalnya, untuk mengakses e-budgeting dan menginput data, dibutuhkan kode sandi khusus.

"Makanya yang begitu harus punya PIN, kode akses untuk masuk. Enggak bisa semua orang bisa masuk input," jelasnya.

Dengan begitu, kata Djarot, jika ada dugaan oknum yang melakukan kesalahan input data bisa diketahui.

"Nah oknum-oknum itulah yang menginput siapa? Kan masing-masing punya password, enggak bisa sembarangan," kata dia.

Sebelumnya, sejumlah pengadaan dalam rancangan anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tahun 2020 masih bermasalah.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut sistem e-budgeting adalah penyebabnya.

Masalah yang muncul soal anggaran itu adalah viralnya anggaran untuk beli lem aibon senilai Rp 82 miliar dan bolpoin Rp 123 miliar.

Anies menganggap dua hal itu merupakan komponen dari kegiatan yang belum dibahas sampai rampung.

Anies menjelaskan, dalam penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), pihaknya hanya merencanakan sampai kegiatan dan jumlah anggaran.

Sementara sistem e-budgeting mengharuskan pihaknya mencantumkan komponen kegiatan.

E-Budgeting adalah sistem penyusunan anggaran buatan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Sistem ini dibuat untuk memudahkan Pemprov dalam menyusun anggaran.

Mantan Mendikbud ini menganggap sistem digital ini tidak sepenuhnya otomatis. Menurutnya untuk melakukan verifikasi rancangan anggaran, masih harus dilakukan secara manual.

"Ini sistem digital tetapi masih mengandalkan manual sehingga kalau ada kegiatan-kegiatan, jadi gini ketika menyusun RKPD di situ diturunkan bentuk kegiatannya," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

https://www.suara.com/news/2019/10/3...ung-manusianya


Ayo wan jangan mau kalah.. emoticon-Marah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Anies Salahkan e-Budgeting Buatan Ahok, Djarot: Tergantung Manusianya
31-10-2019 16:09
Tetep sistem lah. Kenapa? Karena sistem harusnya dibuat memang untuk mencegah terjadinya kesalahan saat orang-orang bodoh ini menginput. Kalau masih bisa ngelolosin markup anggaran, buat apa dibuat sistemnya?

Gue pernah buat sistem e-budgeting juga, dan sudah dipake beberapa daerah WTP yang aktif sampe sekarang. Di sistem yang gue buat, ada namanya "Standar Harga" yang dipake untuk men-standarkan maksimal anggaran per item belanjanya.

Kasarnya buat lo-lo yang ngga tau soal sistem beginian tapi sok ngerti nih, misal lo ngajuin belanja lem aibon, otomatis harga dan satuannya ngikutin standar yang ditentuin. Lo cukup ajukan volumenya aja, total sudah terkalkulasi otomatis.

Adapun kalo ternyata harga real lem aibon ini berbeda dengan wilayah lo, lo tetep bisa mengubah harga pokoknya. TAPI TAPI TAPI, penyesuaian harga lem aibon yang lo ubah ini akan dikirimkan ke SKPD dulu untuk dilakukan verifikasi. Sebelum harga yang lo ajukan belom disetujui, lem aibon yang lo ajukan tetep pake harga standar yang udah ditentuin di awal. Dan buat catatan tambahan, semua proses verifikasi ini tetap dalam sistem.

Penting lagi nih ya, sistem yang gue bikin nyatet semua aktifitas log pengguna. Jadi siapapun yang melakukan input bakal ketahuan operatornya. Misal ada SKPD yang ngelolosin pengajuan standar harga yang dimarkup, maka langsung ketauan dari SKPD mana dan siapa operatornya. Enaknya pas audit ngga perlu langsung nyalahin gubernurnya. Tapi langsung ke verifikatur.

Mau daerah lo WTP dengan sistem yang pintar? PM gue emoticon-Recommended Seller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caerbannogrbbt dan 7 lainnya memberi reputasi
7 1
6
profile picture
kaskuser
31-10-2019 16:17
"Standar Harga" sistem yang lo buat didapet darimana gan?
2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia