Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
795
Lapor Hansip
23-08-2019 10:10

Kacamata Si Anak Indigo (Ed. KKN)

Assalamualaikum wr.wb
Hallo agan dan aganwati pembaca yang budiman ini adalah pertama kalinya ane nulis thread. Ini adalah cerita pengalaman yang ane alami selama ane menjalani kehidupan dan pada kesempatan ini ane berfokus pada pengalaman sewaktu ane kkn beberapa tahun silam. Awalnya ane enggan menulis cerita ini, disamping karena pasti udah banyak banget yang nulis cerita semacam ini dan juga karena ane berpandangan biarlah pengalaman ini hanya ane dan seorang teman yang tau. Namun pandangan itu berubah karena temen ane yang pernah ane ceritain pengalaman ini mendesak ane untuk membagikan cerita ini. Dia mengatakan "pengalaman adalah ilmu, dan ilmu itu harus di bagi" jiwa keilmuan ane bergetar saat itu (alah macam ilmuan aja pake jiwa keilmuan segala) dan jadilah hari ini ane coba menggerakkan jari-jari ane untuk nulis cerita ini dengan tujuan ada yang bisa kita ambil sebagai pelajaran.
Sebelum kita masuk ke bagian cerita sebelumnya ada yang ane harus sampaikan di sini, yaitu meski cerita ini adalah pengalaman ane sendiri, namun di dalam penulisan cerita ini tidak ane pungkiri bahwa ada beberapa hal yang ane kurangi dan ane lebihkan sedikit dari keadaan aslinya, hal ini semata bertujuan agar mudah di mengerti oleh kita semua.
Selamat membaca dan semoga bisa jadi pelajaran buat kita bersama.
Index
Prolog
Part 1: Pembekalan
Part 2: Hari Kedatangan
Part 3: Hari Pertama
Part4: Perkenalan (1)
Part 5: Different Dimension
Part 6: Kesurupan (1)
Part 7: Kesurupan (2)
Part 8: Perkenalan (2)
Part 9: Perkenalan (3)
Part 10: Kisah memilukan (1)
Part 11: Cerita memilukan (2)
Part 12: Tentang Clara
Part 13 : Dia Yang Tak Terlihat
Part 14: Perintah Sang Guru
Part 15: Kembali Ke Padepokan
Part 16: The Secret
Part 17: Kejadian Memalukan
Part 18: Perencanaan Makrab dan Peringatan Asti
Part 19: Malam Keakraban (1)
Part 20: Malam Keakraban (2)
Part 21: Awal Petaka
Part 22: Sang Penunggu
Part 23: Kesurupan Massal
Part 24: Penegasan Hubungan
Part 25: Ketenangan Yang Mencekam
Part 26: Serangan Penghuni Batu
Part 27: Di Culik Asti
Q&A
Part 28: Pencarian
Part 29: Pernikahan Di Alam Gaib
Part 30: Rahasia Asti
Part 31: Teror Penghuni Desa
Part 32: Syukuran Yang Ternodai (1)
Part 33: Syukuran Yang Ternodai (2)
Part 34: Syukuran Yang Ternodai (last)
Part 35: Pesan Dan Salam Perpisahan
Part 36: Permintaan Eva yang Aneh
Part 37: Dia Mengintai
Part 38: Pengasih
Part 39: Kepergian Siska
Part 40: Pembalasan
Part 41: Kematian (1)
Part 42: Kematian (2)
Epilog
Praktek Lapangan
Diubah oleh kingmaestro1
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 49 lainnya memberi reputasi
50
Kacamata Si Anak Indigo (E. KKN)
31-08-2019 11:46

Part 8: Perkenalan (2)

Setengah jam berlalu dari saat pertama gue buka mata di awal pagi, dan gue masih berbaring sambil mencoba mengingat kejadian semalam.
Quote:apa yang terjadi setelah gue merasa mau koid semalam
itu lah pertanyaan yang terus berputar di kepala gue, akhirnya gue nyerah buat mengingat dan gue pun bergegas keluar kamar untuk mandi, sambil jalan gue menduga siapa yang mindahin gue ke kamar di posko cewek ini, mungkin Radith mungkin Oky mungkin juga yang lainnya.
Begitu gue nongol di ruang tamu Radith cs langsung berdiri dari duduknya semula
A: eh, kenapa pada berdiri udah duduk lagi gue bukan presiden kali.
R: udah bangun kak? Mau mandi ya? Atau mau sarapan dulu?
Dalam hati gue merasa heran tumben banget tuh anak nanyain hal begituan, gue pun berjalan ke Radith dan memegang jidatnya
A: elu sehat kan dit? Ga ada yang kebenturkan?
Mendengar itu semua yang ada selain Radith jadi kaga bisa nyembunyiin senyum gelinya, wajah mereka yang semula tegang perlahan jadi kendur dan kembali berusaha rileks
C: kak, kami mau nanya soal semalam
A: ntar aja ya Ra, gue mau mandi dulu
O: ga bisa sekarang aja kak?
M: iya kak kami penasaran
Melan yang aslinya jarang ngomong pagi ini membuka bibir besinya, apa iya dia sepenasaran itu? sebenarnya apa yang terjadi semalam?
A: pertama gue baru bangun tidur, mulut gue masih bau naga emang lu pada mau apa nyium bau mulut gue? Kedua, asli pagi ini gue laper banget jadi setelah gue mandi dan sarapan, gue kasih waktu kalian 1 jam buat nanya ok?
Semuanya pun mengangguk setuju. 15 menit kemudian gue pun selesai mandi dan sarapan, sambil menghisap rokok gue pun dengerin pertanyaan mereka
R: Kak sebenarnya kakak itu apa? Kenapa malam tadi kakak jadi lain?
A: lain gimana Dit? Gue mah manusia kaya Oky dan yang lainnya.
R: kok ga kaya gue dan yang lainnya kak? Kenapa harus kaya Oky dan yang lainnya
A: ya elu kan bukan manusia, tapi jelmaan kera sakti, usilnya bukan main
O: oo jadi Radith S**g****g donk kak? Pantesan kaga bisa diem
R: diem lu s****
Semua tertawa dengan obrolan gaje itu
M: jadi kak harimau yang di sebelah kakak itu siapa? Kenapa begitu dia muncul, kakak yang ada di samping nya jadi ga keliatan?
A: harimau? Kalo soal itu gue ga tau Mel dan sumpah gue ga inget apa apa soal kejadian semalam bisa pada di ceritain ga
Lalu bergulirlah cerita tentang kejadian semalam.
Jadi sewaktu gue pingsan(anggap aja pingsan karena waktu itu gue ngerasa pandangan gue menghitam) tiba-tiba disamping gue muncul seekor harimau belakang yang cukup tinggi dan besar, hewan buas itu berlari melompati jendela rumah ke arah halaman, sampai di halaman tu hewan ngeluarin suara mengaum dan bertingkah seperti sedang melawan sesuatu, di tengah mereka terpana dengan kejadian itu, sudut mata Melan menangkap tubuh gue yang lenyap dari tempat gue pingsan tadi, seketika dia panik dan meminta yang lain untuk nyari gue, tapi mereka masih terpana dengan adegan pergulatan harimau versus sesuatu yang kaga keliatan, Melan yang memang penakut mengurungkan niatnya mencari gue.
Pergulatan itu masih berjalan tiba- tiba harimau itu berubah menjadi sebuah cahaya hijau kecil dan melesat cepat cahaya hijau itu berbenturan dengan cahaya merah sehingga menimbulkan bunyi seperti gemuruh dan tanah terasa bergoncang seperti dilanda gempa, langit yang tadinya cerah menjadi gelap mendung, kilatpun saling bersahutan, setengah jam dua cahaya itu saling kejar dan membentur sampai akhirnya dua cahaya itu lenyap berganti dengan sosok manusia yang sedang menggendong seseorang dan meletakkan di tanah, kemudian sosok itu memberi isyarat ke mereka yang melihat adegan tadi melalui jendela dengan tangannya, mereka pun mendekat untuk melihat tubuh siapa yang di gendong dan siapa yang menggendong tapi begitu mereka sampai sosok yang menggendong tadi kaga ada yang ada hanya sesosok tubuh yang terbaring di tanah dengan beberapa titik luka, ternyata tubuh itu adalah gue mereka pun segera ngebawa gue ke posko untuk ngebersihin badan dan luka gue.
Ini kali pertamanya gue dengar cerita ini, sempat gue meragu karena pas gue bangun tadi kaga ada satu bekas lukapun di tubuh gue tapi melihat keseriusan di wajah mereka mau ga mau gue percaya dengan cerita mereka
A: sumpah gue ga tau tentang itu semua, memang gue akui gue bisa liat mereka yang kaga nampak, tapi gue ga pernah dengar cerita yang begituan, jadi maaf kalau gue ga bisa jawab pertanyaan kalian
Suasana pun hening seketika masing-masing mereka hanyut dengan pikiran sendiri, keheningan itu di pecahkan oleh pertanyaan dari Clara
C: kak Asti itu siapa?
************************************
Gue jalan dengan kepala pening pertanyaan Clara tadi masih berputar di kepala gue, siang ini gue berencana untuk melihat warga yang sedang bekerja di sawah tujuan gue adalah untuk meninjau kegiatan ekonomi itu untuk melaksanakan proker gue yang emang bersentuhan dengan itu, di tengah perjalanan gue berpapasan dengan seorang warga yang gue kenal dengan nama Arif, salah satu anggota karang taruna di desa ini kami pun berbincang sambil jalan
Ar: jadi gimana ri? Udah kenalan ama yang punya rumah? Mereka senang ga?
A: mereka? Bukannya yang punya rumah itu cuma kek Alam itu ya bang?
Ar: ah jangan pura-pura ga tau deh, kamu juga udah kenalan kan ama cewek yang di dekat gerbang masjid itu?
Langkah gue terhenti, gue tatap bang Arif dengan alis terangkat setinggi-tingginya dan dahi berkerut seberkerut-kerutnya
A: tau darimana bang?
Ar: hahaha santai ri, itu udah jadi rahasia umum disini
A: bisa di ceritain ga bang? Asli kaga ngerti gue
Ar: ntar lu juga ngerti kok, biar orangnya langsung aja yang cerita oke, gue duluan ya
Bang Arif pun berlalu ninggalin gue yang kebingungan sendiri
***************************************
Sehabis shalat magrib berjamaah di masjid gue pun hendak pulang ke posko dan seperti malam sebelumnya gue pun kembali ngeliat seorang cewek yang masih menggunakan mukena lengkap berdiri kaga jauh dari gerbang, kali ini tu cewek seperti sedang menunggu gue, gue bilang kaya gitu karena begitu gue melangkahkan kaki ke gerbang tu cewek mengubah arah tubuhkan mengikuti arah kedatangan gue, suaranya yang terdengar saat mengucapkan 'assalamualaikum' nguatin dugaan gue bahwa tu cewek emang lagi nunggu gue.
Meski kaga ada sahutan dari gue tu cewek masig aja senyum, dia ngulurin tangannya dan bilang
Quote:hai Ari aku Asti waktu itu aku dah kenalin nama ke kamu, sekarang aku kenalin lagi biar jadi resmi

Bersambung...........
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mincli69 dan 13 lainnya memberi reputasi
14 0
14
profile picture
31-08-2019 13:52
semangat ya untuk lanjt. Saya penasaran kelanjutannya
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
surat-terbuka-untuk-mama
Stories from the Heart
kasih-tak-semampai
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia