alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Lapor Hansip
17-08-2019 18:14
Masih Muda dan Rajin Olahraga, Kok Bisa Kena Serangan Jantung?
Jakarta - Serangan jantung yang biasanya terjadi pada orang tua, kini juga mengancam generasi muda. Ternyata, ada pergeseran dalam pola penyakit jantung koroner.

Serangan jantung pertama kini makin banyak diderita orang dengan usia 30-an. Banyak juga penderita sakit jantung yang sehat-sehat saja dan tidak punya riwayat penyakit apapun dalam keluarganya.

"Banyak juga pasien-pasien saya usia 30 tahun, 32 tahun sudah mengalami toleransi glukosa terganggu. Kalau normalnya kurang dari 100, ini sudah 110-120," kata dokter jantung Rumah Sakit Universitas Indonesia dr. Ratih Febriani di Depok.

Ratih menduga, pergeseran usia penderita jantung koroner dikarenakan pola konsumsi masyarakat yang berubah. Makanan dan minuman manis yang berlebihan bisa menambah risiko seseorang terkena penyakit jantung.

"Dulu enggak tergantung sama gula, sekarang makin hari makin banyak minuman olahan, terutama yang mengandung gula putih. Ini perannya besar sekali," ujar Ratih.

Ratih mengatakan bahwa kondisi yang terasa sehat dan aktivitas olahraga yang cukup tak berarti menyelamatkan orang dari risiko penyakit jantung. Satu-satunya cara memastikan Anda terbebas dari penyakit jantung, yakni dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU).

"Itu lah pentingnya MCU, bisa mendeteksi faktor risiko," kata Ratih.

Faktor risiko yang dimaksud meliputi kolestrol, gula darah dan tekanan darah. Ketiga faktor ini selalu menjadi biang kerok penyumbatan pembuluh darah yang berujung pada serangan jantung.

Hal yang sama diungkapkan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Universitas Indonesia dr. Dian Zamroni, Sp.JP(K). Dia menyebut bahwa faktor risiko jantung koroner terbagi menjadi dua. Ada faktor yang tak bisa dielak seperti riwayat keluarga, kebetulan terlahir laki-laki, dan faktor usia

"Laki-laki lebih berisiko, karena perempuan mengalami menstruasi dan menghasilkan hormon estrogen yang bersifat protektif terhadap pembuluh darah," kata Dian.

Faktor kedua, kata Dian, lebih bisa diatur. Faktor yang dimaksud meliputi hipertensi, kebiasaan merokok, kolestrol tinggi, kegemukan, kurang olahraga, dan diabetes melitus.

https://sains.kompas.com/read/2019/0...rangan-jantung

Tahun 2006, sepupu saya meninggal karena serangan jantung, padahal masih muda. Ngerokok iya, tapi pola makan sangat terkontrol, kolesterol rendah, tekanan rendah stabil, gula darah normal. Eh malam abis makan tiba tiba dipanggil Tuhan emoticon-Frown

Tahun 2018, ayah saya meninggal karena serangan jantung juga emoticon-Frown

umur memang misteri, udah jaga pola makan aja bisa meninggal tiba tiba gitu emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaycaem dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
17-08-2019 20:00
ada yg emang dari turunan, ada yg kolesterolnya tinggi, sebenernya pola makan ngaruh besar sih gan. kalo dari turunan emang udah ada resiko ya tinggal triggernya aja yg dijaga yaitu makanan, ada orang badanya kurus tapi ternyata kolesterolnya 200an, ada yg rajin olahraga tapi begitu di cek urat darahnya inflamasi semua, dulu bini gue MSCRP nya 3 komaan setelah jaga pola makan langsung 0,5. yang jelas hindari GORENGAN, GARAM berlebihan, DAGING OLAHAN mis sosis, smokebeef & nugget, makanan BERLEMAK TINGGI spt santan, kuning telur, susu dll, dan perbanyak makan sayur & buah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan 3 lainnya memberi reputasi
4
profile picture
kaskus addict
17-08-2019 20:40
Nah ini dia gan. Saya rokok udah 3 tahun berenti, tapi pola makan sangat mengerikan, ga lepas santan dan gorengan emoticon-Frown
Alkohol ga minum, rokok udah berenti total, tapi buat disiplin makan kok susahnya minta ampun
0
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.