alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Lapor Hansip
14-04-2018 12:10
Jodohmu Ada Di Sekitarmu
Jodohmu Ada Di Sekitarmu
Credit to Septrio


Jodohmu Ada Di Sekitarmu
Credit to Faries


Jodohmu Ada Di Sekitarmu
Credit to Dnybgs02


Quote:
"..dapetin kamu itu susah..
..tapi aku bisa.."
Diubah oleh suboyxxx
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ahmadzul dan 66 lainnya memberi reputasi
65
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
11-06-2019 15:28
Cowo Nyebelin

By: fans berat Jungkook

“Dek, aku putus, huhu”

“Loh, kenapa??”

“Dia jahat!”

Hei, kamu! Terimakasih ya, sudah kenalin aku tentang sakit hati. Ini memang bukan yang pertama, tapi yang kamu kasih, terasa jauh lebih sakit!

Sama kamu, aku juga engga bakal bisa lupa, tentang sebuah hal yang bisa membuat aku menangis, seharian loh, Abi! Lebay yah~

Maaf, lari begitu aja. Aku cuma engga tau bagaimana cara mengontrol aku sendiri. Melihat raut wajah kamu, bikin aku merasa bersalah, maaf sudah menghancurkan kejutan kecil yang kamu kasih.

“Mbak, dia pamit, mau balik kerja”

“Iya”

“Masa sih dia kaya gitu, Mbak?”

“Buktinya gitu”

“Entar aku tanya Dandy”

“Dek, harusnya dari awal kamu engga perlu comblangin aku sama kakaknya. Kalau putus begini, aku takut kamu sama Dandy jadi ikut musuhan juga”

“Aku kenal lama sama Dandy. Dia engga bakal kecewain sahabatnya sendiri, Mbak”

Hei, kamu! Kamu mirip sama Adek kamu, banget! Sifatnya, bukan muka tapi.

Selama seminggu ini, aku menjalani hari-hari seperti sedia kala. Malah cenderung membosankan. Berhari-hari cuma itu-itu saja, berkutat tentang pekerjaan, main sama teman kerja, terus pulang. Flat banget. Kadang kangen sama kamu kalau lagi bully aku. Ngeselin banget sih, tapi ya begitu, ngangenin kalau engga ada. Ketawa mulu akunya kamu buat.

“Mbak, kamu apa engga salah paham?”

“Maksudnya?”

“Coba nanya Mbak Amel deh”

“Kok nanya Amel?”

“Kata Dandy, Mbak Amel yang paling tau masalah itu, Mbak!”

Setelah aku putus, aku sama sekali belum mengabari mereka. Aku takut Tessa malah makin marah, itu yang pertama. Aku cuma diam dan memendam semua sendiri. Seminggu memang masih terlalu cepat, tapi sudah cukup buat dia memberi kesan yang begitu dalam.

Hei, kamu! Papah sempat nanyain kabar kamu loh! Tapi aku bohong jawabnya. Aku engga berani jujur, nanti Papah marah, terus kamu ditempeleng sama Papah, kaya ketakutan yang selalu kamu bilang ke aku itu.

“Mbak, aku dapat kabar dari Dandy”

“Apa? Apa? Dia gimana disana? Kapan pulang lagi?”

“Itu dia, Mbak”

“Kenapa?” tiba-tiba perasaanku jadi engga enak.

“Dia mau netap disana, mau nikah juga”

“Ya Allah”

Hei, kamu! Tau engga sih kamu, untuk pertama kalinya, aku merasa ketakutan yang teramat sangat! Dulu kamu selalu berjuang loh! Sampai akhirnya kamu mundur teratur, ninggalin sahabat aku yang kamu cuekin!

Seperti disambar petir mendengar kabar dari Kiky. Aku lemas loh, beneran! Kamu balas dendam? Tapi kenapa balas dendamnya sampai sejahat itu? 2 minggu putus, terus menikah? Secepat itu? Sama siapa? Sok laku!

“Mbak? Jangan nangis”

“Hehe, engga, Dek”

“Tapi mata kamu merah, basah gitu”

“Engga kok, hehe”

“Mbak?”

“Dek, sakiiittt”

Kiky pun memeluk aku. Hal yang mustahil dia lakukan dan ini semua karena kamu. Buat aku, dia adalah pemersatu antara aku dan Kiky, walaupun kali ini kabar yang datang benar-benar menusuk hati.

“Aku mau ke kamar, jangan ganggu ya, Dek?”

“Mbak?”

“Aku ngantuk, bangunin agak malam aja ya kalau belum aku buka pintunya”

Hei, kamu! Aku engga pernah loh selipin foto cowo di dompet aku! Bahkan foto Papah sekalipun engga ada! Cuma foto kamu! Foto candid yang aku ambil diam-diam! Kamu sih, engga mau foto sama aku! Janji kan mau nemenin aku photobox? Tapi kapan? Bohong! Banyak alasan mulu!

“Amel, huhu”

“Loh? Kenapa, Sayang? Kok tiba-tiba nangis?”

“Aku putus sama dia”

“Loh, loh? Kok bisa? Cepet banget? Pasti ada yang ga beres ya? Engga mungkin deh dia pacaran cuma sebentar banget”

“Aku yang putusin dia, huhu”

“Kenapa? Kalian ada masalah apa?”

“Dia jahat! Masa dia sudah punya anak!”

“Anak? Yang mana?”

“Aku engga tau namanya”

“Oh, aku tau. Anak cowo ya?”

“Iya”

“Okay, kamu mengulangi kesalahan yang aku buat dulu. Itu bukan anaknya, tapi anak pacarnya”

“Anak pacarnya? Dia sama pacarnya....”

“Bukan, Ima. Dia engga kaya yang kamu pikir kok. Dia pernah pacaran sama cewe yang sudah punya anak, Ima. Berondong sama ibu-ibu gitu deh. Namanya Dewi”

“...”

“Cewenya sayang banget sama dia”

“Terus?”

“Tapi katanya sudah menikah, sih. Mereka masih hubungan baik. Maksud aku, anaknya sama dia. Kalau Dewinya sih aku kurang tahu. Bisa jadi langsung mutus komunikasi. Sama kaya aku nasibnya. Dia ga suka dikecewain”

“Huhu”

“Terus kamu putusin dia gitu aja ya? Pasti dia diam aja, ya kan?”

“Iya, Amel”

“Aduh, itu bukan anaknya dia, Ima. Tapi mereka itu akrab banget, kamu belum pernah liat kan? Aku pernah loh. Sumpah, lucu banget liatnya”

“Mel, aku nyesel”

“Sudah, sudah, tenang, Sayang. Baru 2 minggu kan? Belum ilang kok perasaannya. Tapi aku balikin lagi ke kamu, gengsi ga kamunya buat bilang lebih dulu?”

“Mel, aku engga gengsi, kalau emang harus, aku mau kok bilang lebih dulu. Cuma... dia yang engga mau”

“Kok engga mau? Kamu tau darimana? Sudah dicoba?”

“Dia... mau nikah, Mel, huhu”

“Hah??”

“Iya, dia mau nikah. Aku nyesel, Mel!”

“Aduh, kok sampai kaya gini sih!”

“Apa aku bakal dicuekin juga sama dia?”

“Engga berani ngomongnya”

“Inget curhatnya Kak Farah?”

“Ima, sudah! Engga usah mikir yang aneh-aneh!”

“Aku kangen, Mel, dia jahat!”

“Hei, kamu yang jahat! Kamu itu yang jahat sama dia, Ima! Sadar ga sih kamu?! Harusnya kamu bisa omongin baik-baik, jangan sampai semua jadi kacau cuma karena kamu emosi!”

“Dia pasti marah banget sama aku”

“Dia engga bakal bisa marah sama kamu!”

“Huhu”

“Ingat engga, kamu? waktu kamu dulu nyenggol prakaryanya? Dia kaya gimana reaksinya?”

Inget banget lah! Secara aku yang senggol patung lilinnya. Tapi engga sengaja loh, Abi. Sumpah~

Aku engga sengaja senggol patung lumba-lumba buatan dia waktu itu. Cuma aku sendiri bingung mau empati atau malah ketawa. Sombongnya dia mungkin cuma 10 menit kali ya. Terus engga sengaja kesenggol siku aku. Jatuh terus patah deh. Lucu banget muka kamu, Abi, hahaha.

“Santai, aku anaknya McGyver”

Aku juga inget, kamu nyuri lilin punya Agung terus kamu buat bentuk yang porno banget supaya Agung engga curiga. Kena getok kan kepalanya sama guru kesenian!

Hei, Abi! Aku engga bakal lupa juga loh sama lawakan kamu hari itu! Lucu banget kamunya pas digetok pakai prakaryamu sendiri, sampai patah pula. Sia-sia dong ya tadi bikin?

“Bikin apa kamu?!”

“Hehehe, belut listrik, Pak!”

“Ikut saya ke BK!”

“Ga bawa buku point, Pak”

“Tulis di jidatmu!”

Sumpah, kamu lucu!

“Mel, aku mesti gimana? Harus ya aku lupain dia?”

“Kalau situasinya seperti ini, mesti gimana lagi”

“Tapi susah, Mel, huhu”

“Ambil wudhu, sana sholat dulu gih, Sayang. Sudah sholat belum?”

“Belum, baru bangun”

“Bahkan dia sampai bisa bikin kamu telat sholat yah? Sana, sholat dulu. Berdoa, kamu minta petunjuk. Semoga cepat mendapat jawaban ya?”

“Kalau engga dapat?”

“Ikhlaskan. Kasihan, dia ditinggalin mulu, mungkin yang disana lebih bisa nemenin dan sayang sama dia”

Setelah sholat pun, aku masih aja engga tenang. Bahkan sempat terpikir untuk samperin dia aja kesana. Engga peduli sama gengsi, aku cuma pengen minta maaf aja dulu.

Mungkin air mata sudah habis buat nangisin dia. Walaupun masih sedih, tapi sudah engga bisa nangis lagi. Berdoa pun sudah selalu aku panjatkan, setidaknya kasih sedikit petunjuk bagaimana aku sama dia nanti ke depannya.

Amel pun selalu bilang sama aku, “setelah selesai sholat, buka mata, buka telinga yah? Lebih peka-in dikit sama sekitaran kamu, jawaban kadang engga dibeberin secara gamblang. Semoga dikasih yang terbaik!”

Temannya pun malah lebih sering nampak, lalu teman sekantor, terus teman Mas Ical juga. Cowo-cowo itu tiba-tiba aja sering menampakkan diri. Tapi aku berusaha acuh, aku memaksakan ego, engga! Bukan mereka yang aku tunggu!

Kriinggg...

“Mbak?”

“Ya, Dek?”

“Mbak, ada acara hari ini?”

“Ada, tapi nanti jam 9, mau keluar sama temen”

“Batalin! Kakaknya Dandy pulang”

“Pulang??”

“Iya, Mamahnya sakit sekarang. Dia pulang, sekarang sudah di perjalanan”

"Tapi mobilnya dipakai Mamah"

"Manja! Ada mobil Mas Ical nganggur! Buruan samperin, keburu balik lagi!"

“Kirimin aku alamatnya, Dek. Aku kesana sekarang!”

Aku males banget keluar waktu itu kalau Tessa engga maksa aku buat keluar, sampai-sampai dia belain jemput. Tapi demi kamu, aku bela-belain ke rumah kamu, bawa tank!

Catetan TS: gue mah gitu orang nya. Ngangenin! emoticon-Cool

Diubah oleh suboyxxx
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rifujunkies dan 41 lainnya memberi reputasi
42
profile picture
newbie
14-06-2019 20:03
Ditunggu kelanjutan ceritanya masbro
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
matahari-tak-seindah-senja
Stories from the Heart
kunikahi-sahabatku
Stories from the Heart
two-sides-of-the-same-coin
Stories from the Heart
dua
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.