memang gitu konsepnya mereka, mending hafal kuran meskipun nggak bisa perkalian. nanti kalau tolol sendiri, tinggal nyalahin di luar mereka.
odol sangat merusak jalan dan sangat berbahaya. sekalian buru yang pungli ke supir, kalau kabur tembak. mereka salah satu alasan perusahaan melakukan odol.
Nggak bakalan kena, "good day" selamat siang, hari yang baik. "go day" hari berpergian, hari jalan-jalan/main-main. Logonya dimiripin juga enggak. kalau sampai kena paling disogok.
Beneran dah, darurat ormas. Aparat memble takut sama ormas. Kalau boikot harusnya kamu jangan membeli dan ngajak orang nggak beli, nggak boleh sampai nyegel usaha orang. Melarang orang beli atau jual pun nggak boleh.
kayaknya nggak cocok kendaraan taktis pakai listrik, ntar semalem lupa ngecharge paginya butuh cepat dipakai.
Kan udah tahu cara bikin sepatu. Bikin saja sepatu sendiri, bangun mereknya, jual online biar murah ongkos. Itu Nike dkk bisa mahal kan karena merek. Toko mau jual karena ada merek.
Yang penting kalau ditahan terus denda atau tebusan, bayar sendiri atau minta donasi, jangan dibayar pakai uang pajak. Dah, gitu aja.
Kalau nggak bisa diidentifikasi ya namanya ufo (unidentified flying object, obyek terbang tak-teridentifikasi). Ufo nggak selalu pesawatnya alien.
"Ada (toko swalayan) yang saya tutup di Jalan Dharmahusada. Karena apa? Parkirnya disewakan untuk tenant UMKM, (sewanya) satu bulan bisa sampai Rp 800 ribuan. Padahal izinnya parkir, lah kok malah disewa-sewakan. Ini menyalahi aturan,” kata Eri. Ah, taek. Swalayan beli tanah bayar, ngurus ...