Property Financing <= Investasi Property Cerdas=>

Post Reply
57 votes, 4.82 average.
Subscribe share: Facebook Twitter
Gan ane mau nanya,

Ada rumah seken, status SHM, dulu tipe 36/60 karena uda di renovasi, jadinya sekarang LT 60, LB 90(2lantai),di sebelahnya ada tanah hook luas 30 (belum ada bangunanya)

Nah di PBB tertulis LB 36, LT90 sedangkan di IMB LB 36, LT60, terus di sertipikat LB36, LT60.

Jadi tanah hook itu ga masuk ke IMB ama sertipikat, tapi cuma masuk ke PBB.

Itu masalah ga gan? Ane pengen beli tu rumah tapi masih ragu,

Penjualnya itu sudah orang ke 2 di dalam sertipikat tersebut. Sedangkan orang pertamanya sudah meninggal,
Mohon penjelasanya , Makasih gan
profile picture
Kaskus Geek #2902
gan mo nanya ni strategi untuk appraisal cair 100%.

kalo caranya gini jeleknya apa ya ?

hrg deal ane beli rumah 2nd 600jt. nah ane apply kpr 750jt. nah kan nanti di survey tuh rumahnya paling nembus 80% dr 750jt kan 600jt tuh gan.

trus pas ngurus surat2 nya di sertifikat balik nama di notaris, hrg rumahnya yg tertulis itu 600 apa 750 ya ??
trus kerugian ane di apa aja ya gan ? kt temen ane di pajak apa gt ane ga ngarti

tp pasaran rumah sana emang 600jt sih.... agak aneh ga ya jd 750

bs kasi saran ?
profile picture
Kaskus Holic #2903
salam kenal buat agan TS dan agan/aganwati yang ada di trit ini..
kebetulan ane dapat tawaran tanah dan bangunan rumah seken dengan lokasi yang lumayan strategis, harga yang ditawarin 175jt (embel2 bea pengurusan laen ane yang tanggung). hitungan kasar 200jt..
pekerjaan ane karyawan dengan gaji 6jt/bulan (potongan kredit multiguna dari bank, 3jt/bulan) jadi sisa THP ane 3jt, bini PNS dengan gaji 5jt/bulan nett. karna lokasi properti trsbt di kota yang berbeda dengan domisili ane, jadi kita berdua mutusin buat bayar tuh properti sementara dengan kredit usaha (jaminan sertifikat tanah) yang model RC/ rekening koran. jadi setiap bulannya kita kudu bayarin bunga sebesar 2.2jt (FYI, bunganya kena 1,08%) + ditambah simpanan wajib disatu rekening untuk (penjagaan pelunasan pokok utang). rencananya setelah pengurusannya agak lenggang, kita berdua mau ngajuin kredit sistem KPR buat nutup yang model RC pertama tadi (biar ga kena bunga banyak). awalnya pengen ngajuin kredit ala sistem KPR tapi karena pengurusannya bisa makan waktu 2 bulanan, sementara sipenjual dah kadung butuh. mungkin agan TS dan rekan kaskuser sekalian punya saran terbaik? kami mohon sharenya.. terima kasih
Quote:Original Posted By dixie
gan mo nanya ni strategi untuk appraisal cair 100%.

kalo caranya gini jeleknya apa ya ?

hrg deal ane beli rumah 2nd 600jt. nah ane apply kpr 750jt. nah kan nanti di survey tuh rumahnya paling nembus 80% dr 750jt kan 600jt tuh gan.

trus pas ngurus surat2 nya di sertifikat balik nama di notaris, hrg rumahnya yg tertulis itu 600 apa 750 ya ??
trus kerugian ane di apa aja ya gan ? kt temen ane di pajak apa gt ane ga ngarti

tp pasaran rumah sana emang 600jt sih.... agak aneh ga ya jd 750

bs kasi saran ?


tidak semudah itu mengakali apraisal bank, tapi silahkan saja coba keberuntungan......apalagi sepertinya yg kamu incar ialah tipe perumahan yang masih tergolong baru (belum lama di bangun)......perkiraan saya kemungkinan besar yang bisa di cairin cuma sekitar 400 juta (atau mungkin kurang)

mengenai penulisan harga di notaris, saya kurang tau kalau dengan sistem kpr apakah bisa di manipulasi atau tidak, soalnya kan pakai notaris yang di rujuk bank, sesepuh yg lain lebih tahu

kalau 750 juta, biaya notaris, ajb, balik nama, pajaknya akan sekitar 40 juta lebih dikit

kalau 600 juta, akan sekitar 30an juta (di luar biaya kpr, biaya bank)

tidak beda jauh sih, kalau kamu tidak bisa putar uang atau pergunakan propertinya untuk hasilkan uang sih sebenarnya akan lebih berat, pajak lebih tinggi dan angsuran lebih besar

peluang untuk beli rumah tanpa uang hanya untuk rumah yang di bawah harga pasar

Quote:Original Posted By dixie
gan mo nanya ni strategi untuk appraisal cair 100%.

kalo caranya gini jeleknya apa ya ?

hrg deal ane beli rumah 2nd 600jt. nah ane apply kpr 750jt. nah kan nanti di survey tuh rumahnya paling nembus 80% dr 750jt kan 600jt tuh gan.

trus pas ngurus surat2 nya di sertifikat balik nama di notaris, hrg rumahnya yg tertulis itu 600 apa 750 ya ??
trus kerugian ane di apa aja ya gan ? kt temen ane di pajak apa gt ane ga ngarti

tp pasaran rumah sana emang 600jt sih.... agak aneh ga ya jd 750

bs kasi saran ?


Agan apply 750jt bukan berarti pasti akan dipercayai belinya 750jt. Agan anggap pencairan 80% karena menggunakan bank syariah ya? Bank konvensional hanya memberikan max 70% dari apparaisal.

Umumnya notaris tidak mewajibkan menggunakan nilai transaksi, jadi jika agan berhasil meyakinkan mereka bahwa ini memang transaksinya 750jt, kebanyakan notaris akan ok saja jika di AJB disebutkan angka di bawah itu misalnya 500jt atau 600jt, tetapi kwitansi (misalnya kwitansi DP) akan menyebutkan 750jt.

Kerugiannya jika notaris bersikeras harus menggunakan nilai transaksi untuk pajak, maka agan (dan penjual) akan bayar pajak lebih gede. Penjual nggak akan mau membayar pajak lebih gede karena yang minta digedein nilai transaksinya kan agan, jadinya agan perlu bayar kelebihan pajak penjual.

Saran ane: masukin aja 750jt tapi tetap sediakan DP yang cukup seandainya rumahnya hanya diappraisal 400-500jt.
Quote:Original Posted By oombomber
salam kenal buat agan TS dan agan/aganwati yang ada di trit ini..
kebetulan ane dapat tawaran tanah dan bangunan rumah seken dengan lokasi yang lumayan strategis, harga yang ditawarin 175jt (embel2 bea pengurusan laen ane yang tanggung). hitungan kasar 200jt..
pekerjaan ane karyawan dengan gaji 6jt/bulan (potongan kredit multiguna dari bank, 3jt/bulan) jadi sisa THP ane 3jt, bini PNS dengan gaji 5jt/bulan nett. karna lokasi properti trsbt di kota yang berbeda dengan domisili ane, jadi kita berdua mutusin buat bayar tuh properti sementara dengan kredit usaha (jaminan sertifikat tanah) yang model RC/ rekening koran. jadi setiap bulannya kita kudu bayarin bunga sebesar 2.2jt (FYI, bunganya kena 1,08%) + ditambah simpanan wajib disatu rekening untuk (penjagaan pelunasan pokok utang). rencananya setelah pengurusannya agak lenggang, kita berdua mau ngajuin kredit sistem KPR buat nutup yang model RC pertama tadi (biar ga kena bunga banyak). awalnya pengen ngajuin kredit ala sistem KPR tapi karena pengurusannya bisa makan waktu 2 bulanan, sementara sipenjual dah kadung butuh. mungkin agan TS dan rekan kaskuser sekalian punya saran terbaik? kami mohon sharenya.. terima kasih


Agan dan istri berdua adalah karyawan, kok punya kredit rekening koran?

Sebaiknya agan convert jadi KPR daripada terus-terusan bayar bunga PRK tanpa membayar pokok. Sebulan agan bayar bunga PRK 2.2jt, tapi jika agan convert jadi KPR dengan pinjaman 130jt, jangka waktu 15tahun dan rate 10% pa, sebulan agan hanya membayar 1,4jt, masih di bawah bunga PRK yang 2,2jt.

KPR belum tentu diapprove sih, karena dengan total income 6+5=11jt, max cicilan 35% = 3.850.000, agan sudah punya kewajiban 3jt/bln, sisanya tinggal 850rb. Tapi selama ini agan sudah mampu membayar bunga PRK 2,2jt per bulan, bank bisa mempertimbangkan ini.

Sah-sah saja kok yang agan lakukan, yaitu talangin sementara dengan dana PRK karena penjual mau menjual (butuh dana) cepat, sebelum akhirnya diconvert ke KPR atau KI.
Quote:Original Posted By abusujangi
Gan ane mau nanya,

Ada rumah seken, status SHM, dulu tipe 36/60 karena uda di renovasi, jadinya sekarang LT 60, LB 90(2lantai),di sebelahnya ada tanah hook luas 30 (belum ada bangunanya)

Nah di PBB tertulis LB 36, LT90 sedangkan di IMB LB 36, LT60, terus di sertipikat LB36, LT60.

Jadi tanah hook itu ga masuk ke IMB ama sertipikat, tapi cuma masuk ke PBB.

Itu masalah ga gan? Ane pengen beli tu rumah tapi masih ragu,

Penjualnya itu sudah orang ke 2 di dalam sertipikat tersebut. Sedangkan orang pertamanya sudah meninggal,
Mohon penjelasanya , Makasih gan


Bukti kepemilikan tanah adalah sertifikat (dalam hal ini adalah sertifikat, dalam kasus lainnya bisa berupa surat girik, letter c, dll). IMB terbit atas dasar sertifikat. Angka di PBB harusnya berdasarkan sertifikat dan imb, entah dari mana bisa 90m2, kemungkinan besar itu kesalahan dan perlu di koreksi. Jika di sertifikat disebutkan 60m2 dan agan tidak bisa menunjukan bukti agan memilik tanah yang 30m2, maka tanah yang 30m2 bukan milik agan/pemilik yang sekarang. Jadi seseorang bisa datang dan mengklaim itu miliknya selama dia punya bukti-buktinya.
profile picture
Kaskus Geek #2908
Quote:Original Posted By PusatDistribusi


tidak semudah itu mengakali apraisal bank, tapi silahkan saja coba keberuntungan......apalagi sepertinya yg kamu incar ialah tipe perumahan yang masih tergolong baru (belum lama di bangun)......perkiraan saya kemungkinan besar yang bisa di cairin cuma sekitar 400 juta (atau mungkin kurang)

mengenai penulisan harga di notaris, saya kurang tau kalau dengan sistem kpr apakah bisa di manipulasi atau tidak, soalnya kan pakai notaris yang di rujuk bank, sesepuh yg lain lebih tahu

kalau 750 juta, biaya notaris, ajb, balik nama, pajaknya akan sekitar 40 juta lebih dikit

kalau 600 juta, akan sekitar 30an juta (di luar biaya kpr, biaya bank)

tidak beda jauh sih, kalau kamu tidak bisa putar uang atau pergunakan propertinya untuk hasilkan uang sih sebenarnya akan lebih berat, pajak lebih tinggi dan angsuran lebih besar

peluang untuk beli rumah tanpa uang hanya untuk rumah yang di bawah harga pasar



perumahannya uda lama gan uda dr thn 2001. ini rumah 2nd hehe.
sebenarnya ane bukan beli tanpa dp sih. dp tetep 30% + biaya notaris ajb masi ada lah walau mepet2. tp cuma itu uang cash yg ane punya. kalo appraisal diluar 600 ane uda ga bs bayar lebihnya

Quote:Original Posted By ManusiaBiasa999


Agan apply 750jt bukan berarti pasti akan dipercayai belinya 750jt. Agan anggap pencairan 80% karena menggunakan bank syariah ya? Bank konvensional hanya memberikan max 70% dari apparaisal.

Umumnya notaris tidak mewajibkan menggunakan nilai transaksi, jadi jika agan berhasil meyakinkan mereka bahwa ini memang transaksinya 750jt, kebanyakan notaris akan ok saja jika di AJB disebutkan angka di bawah itu misalnya 500jt atau 600jt, tetapi kwitansi (misalnya kwitansi DP) akan menyebutkan 750jt.

Kerugiannya jika notaris bersikeras harus menggunakan nilai transaksi untuk pajak, maka agan (dan penjual) akan bayar pajak lebih gede. Penjual nggak akan mau membayar pajak lebih gede karena yang minta digedein nilai transaksinya kan agan, jadinya agan perlu bayar kelebihan pajak penjual.

Saran ane: masukin aja 750jt tapi tetap sediakan DP yang cukup seandainya rumahnya hanya diappraisal 400-500jt.


pake bank konvensional sih rencananya. makanya ane up di 750 biar appraisalnya mendekati 600 gan. kalo ane apply di 600 nanti appraisalnya malah cuma 300an nombok drmn 300jt nya lg

wah kl sampe notaris bawa hrg rumah nya sih ane byr nya lumayan jg ya...
kt temen ane notaris cuma pake nilai di pbb njop gt bukan ya ???
bukan pake nilai transaksi kita.
ktnya pajak pembeli dan penjual itu masing2 5% dr total njop apa pbb gt ane lupa.

apa model notaris skrg pake brp % dr nilai transaksi kita ?
Quote:Original Posted By dixie


perumahannya uda lama gan uda dr thn 2001. ini rumah 2nd hehe.
sebenarnya ane bukan beli tanpa dp sih. dp tetep 30% + biaya notaris ajb masi ada lah walau mepet2. tp cuma itu uang cash yg ane punya. kalo appraisal diluar 600 ane uda ga bs bayar lebihnya



pake bank konvensional sih rencananya. makanya ane up di 750 biar appraisalnya mendekati 600 gan. kalo ane apply di 600 nanti appraisalnya malah cuma 300an nombok drmn 300jt nya lg

wah kl sampe notaris bawa hrg rumah nya sih ane byr nya lumayan jg ya...
kt temen ane notaris cuma pake nilai di pbb njop gt bukan ya ???
bukan pake nilai transaksi kita.
ktnya pajak pembeli dan penjual itu masing2 5% dr total njop apa pbb gt ane lupa.

apa model notaris skrg pake brp % dr nilai transaksi kita ?



sebaiknya sih tulis uang yang tersedia dan penghasilan, biar sesepuh yg lain bisa bantu analisis


pajak di lihat dari nilai transaksi atau njop (mana yang lebih besar), hampir selalu nilai transaksi lebih besar dari njop

kemarin saya beli perumahan baru yang diberlakukan ialah harga di njop sih, jadi pajaknya rendah, tapi itu mungkin kongkalikong antara developer dan notaris juga

pajak penjual lebih tinggi : 5% dari nilai transaksi
pajak pembeli 5% di kurang 80juta untuk jakarta

ajb sekitar 2-3 juta
balik nama juga sekitar 2-3 juta
biaya2 lainnya tidak terlalu signifikan
profile picture
Kaskus Geek #2910
Quote:Original Posted By PusatDistribusi



sebaiknya sih tulis uang yang tersedia dan penghasilan, biar sesepuh yg lain bisa bantu analisis


pajak di lihat dari nilai transaksi atau njop (mana yang lebih besar), hampir selalu nilai transaksi lebih besar dari njop

kemarin saya beli perumahan baru yang diberlakukan ialah harga di njop sih, jadi pajaknya rendah, tapi itu mungkin kongkalikong antara developer dan notaris juga

pajak penjual lebih tinggi : 5% dari nilai transaksi
pajak pembeli 5% di kurang 80juta untuk jakarta

ajb sekitar 2-3 juta
balik nama juga sekitar 2-3 juta
biaya2 lainnya tidak terlalu signifikan


penghasilan ane bareng istri di gabung sebesar 13jt gan, sy jg punya cicilan 0% di cc total ada sekitar 1.5jt per bulan dan pengeluaran anak sekolah per bulan anggep lah 1 jt, biaya hidup kira2 3jt per bulan.
sy perkirakan mau kpr 15tahun atau 20thn keknya. (soalnya mau cicil mobil jg keknya tp lom tentu jg)
uang yg tersedia skrg cuma 200jt gan. hrg rumah nya 600jt 4x15 jakbar. perumahan 2nd dan keknya uda di tinggal developer nya.

uang yg ane punya cuma untuk bayar dp 30% dan pajak2, notaris ajb dll.
makanya ane perlu nilai appraisal yg sama dengan nilai transaksi, minimal mendekati gt gan.

tolong analisa dan sarannya ya gan thx

note : kemungkinan minggu ini saya mau deal sama sellernya, ada langkah2nya ga ya gan apa aja ya perjanjian di awal ? kt temen sy cuma pajak di tanggung masing2. ada lg ga ya selain itu ?
profile picture
Entrepreneur Enthusiast #2911
Quote:Original Posted By dixie


penghasilan ane bareng istri di gabung sebesar 13jt gan, sy jg punya cicilan 0% di cc total ada sekitar 1.5jt per bulan dan pengeluaran anak sekolah per bulan anggep lah 1 jt, biaya hidup kira2 3jt per bulan.
sy perkirakan mau kpr 15tahun atau 20thn keknya. (soalnya mau cicil mobil jg keknya tp lom tentu jg)
uang yg tersedia skrg cuma 200jt gan. hrg rumah nya 600jt 4x15 jakbar. perumahan 2nd dan keknya uda di tinggal developer nya.

uang yg ane punya cuma untuk bayar dp 30% dan pajak2, notaris ajb dll.
makanya ane perlu nilai appraisal yg sama dengan nilai transaksi, minimal mendekati gt gan.

tolong analisa dan sarannya ya gan thx

note : kemungkinan minggu ini saya mau deal sama sellernya, ada langkah2nya ga ya gan apa aja ya perjanjian di awal ? kt temen sy cuma pajak di tanggung masing2. ada lg ga ya selain itu ?


Guah nambahin dulu deh, rencana mau pakai bank mana untuk KPR?
untuk harga transaksi notaris biasanya akan merujuk pada historis transaksi di wilayah tersebut jadi bukan dari harga pencairan oleh bank kok, karena itu agan harus tau dulu harga pasar.

Klo guah jadi agan, guah akan lebih memilih untuk melakukan appraisal dlu ke bank, baru deal. Karena dengan uang yg ngepas seperti itu sangat riskan kalau sudah deal dlu baru masuk ke bank, belum lagi klo agan pakai bank2 yg appraisalnyah lagih kecil

btw tolong bantu sebarin thread ini dunk :

http://www.kaskus.co.id/post/516d05a...1243ab0d00000b

Ini arogansi bank CT yang after servicenyah buruk dan guah sarankan jangan pernah pakai produk bank ini untuk KPR atau pinjaman usaha, tapi lagi mau coba siapin tulisan tentang analisis guah tentang perilaku perbankan mayoritas yg sudah mulai riskan....
profile picture
Kaskus Geek #2912
Quote:Original Posted By Ujang_Ado


Klo guah jadi agan, guah akan lebih memilih untuk melakukan appraisal dlu ke bank, baru deal. Karena dengan uang yg ngepas seperti itu sangat riskan kalau sudah deal dlu baru masuk ke bank, belum lagi klo agan pakai bank2 yg appraisalnyah lagih kecil


rencananya pake bii gan bi rate + 3.5% fix.
tp apply jg ke bca, uob, ocbc, panin, niaga
cari yg appraisalnya paling mendekati....

yg saya bold itu mksdnya gmn ya gan ?? ga ngarti ane praktek nya.
apa apply kpr dl biar di survey n keluar nilai appraisal nya baru deal dengan sellernya ???? atau gmn ya ??? bingung gan....
profile picture
Kaskus Addict #2913
Quote:Original Posted By mai mai


justru mumpung belum merit, beli rumahnya sekarang gan. mumpung asih bisa nabung dan memang nabung kudu dipaksa. kalo misalnya rumahnya dianggurin 4th lg masih mending renov daripada beli pas 4th lagi.rumah di sby sekarang harganya dah ampun2nan, apalagi 4th lagi
saya dan calon suami saya dulu juga setaun sebelum merit dah punya ruah gan.sayangnya karena kemalingan 2x kami kudu jual tuh rumah dg harga tdk bisa begitu baik


iya sis..
thank you masukannya..
Quote:Original Posted By ManusiaBiasa999


Secara pribadi, emas bukan investasi favorit ane, jadi emas porsinya sangat kecil dalam porfolio investasi ane.

Jika income agan hanya 6jt per bulan, yang seharusnya agan lakukan adalah (mencari cara) memperbesar income, bukannya mengelola dan menginvestasikan sisa income yang tidak seberapa itu, apalagi invest ke emas yang sifat dasarnya adalah hedging nilai uang.

hmm..iya gan..
thank you advisenya..
saya cb cari cara utk memperbesar income saya..
hehe..thank you gan..
Quote:Original Posted By dixie


rencananya pake bii gan bi rate + 3.5% fix.
tp apply jg ke bca, uob, ocbc, panin, niaga
cari yg appraisalnya paling mendekati....

yg saya bold itu mksdnya gmn ya gan ?? ga ngarti ane praktek nya.
apa apply kpr dl biar di survey n keluar nilai appraisal nya baru deal dengan sellernya ???? atau gmn ya ??? bingung gan....


Mungkin maksudnya, agan minta bank untuk lakukan apraisal, sebelum deal harga dg penjual. Pinjam saja fotokopi sertifikat, PBB, dan IMB, lalu kasihkan ke petugas appraisal bank.
profile picture
Kaskus Geek #2915
Quote:Original Posted By lang2bwana


Mungkin maksudnya, agan minta bank untuk lakukan apraisal, sebelum deal harga dg penjual. Pinjam saja fotokopi sertifikat, PBB, dan IMB, lalu kasihkan ke petugas appraisal bank.


ow ada ya bagian appraisal bank ? jd sebelum apply kpr sy ke bagian appraisal dl ya ? tp tetep ada survey rumahnya kan ?

keknya hampir sama aja deh kita apply kpr jg otomatis dilanjuti ke bagian appraisalnya. nanti br dpt kabar kpr nya cair brp byk. begitu kan ya ?
Quote:Original Posted By dixie


ow ada ya bagian appraisal bank ? jd sebelum apply kpr sy ke bagian appraisal dl ya ? tp tetep ada survey rumahnya kan ?

keknya hampir sama aja deh kita apply kpr jg otomatis dilanjuti ke bagian appraisalnya. nanti br dpt kabar kpr nya cair brp byk. begitu kan ya ?


Bisa juga begitu, apply kpr dulu, lalu appraisal. Tapi prosesnya relatif lama.
Bisa juga tanya2 ke bank, temui orang appraisal langsung, minta dia appraisal di luar jam kerja. Tentu mesti bayar dia.
Intinya, sebelum deal, kita bisa tau hasil appraisal dari beberapa bank, jadi bisa milih yg terbaik bagi kita.
profile picture
Kaskus Geek #2917
Quote:Original Posted By lang2bwana


Bisa juga begitu, apply kpr dulu, lalu appraisal. Tapi prosesnya relatif lama.
Bisa juga tanya2 ke bank, temui orang appraisal langsung, minta dia appraisal di luar jam kerja. Tentu mesti bayar dia.
Intinya, sebelum deal, kita bisa tau hasil appraisal dari beberapa bank, jadi bisa milih yg terbaik bagi kita.


oh begitu... apa setiap bank bs seperti itu ? cek hasil appraisal dulu gitu.
lama ga nimbrung di sini, ane mau tanya gan, ane mo beli rumah di sebuah perumahan, agak pinggir kota, dengan KPR BTN, cuman untuk sertifikatnya baru HGB, waktu saya tanyakan, dijawab, memang untuk perumahan dengan KPR BTN sertifikat yang keluar baru HGB tapi bisa diurus menjadi SHM setelah 2-5 tahun rumah berdiri

yang mau ane tanyakan, apa benar kalo BTN sertifikat yang keluar HGB? untuk pengurusan sertifikat menjadi SHM bagaimana prosesnya?

terima kasih
Quote:Original Posted By dixie


oh begitu... apa setiap bank bs seperti itu ? cek hasil appraisal dulu gitu.


bank2 pake appraisal internal atau external, atau dua2nya, untuk ngecek harga properti.
ya pinter2nya kita saja untuk blusukan di bank2 ndeketin bagian appraisalnya.

profile picture
Entrepreneur Enthusiast #2920
Quote:Original Posted By dixie


rencananya pake bii gan bi rate + 3.5% fix.
tp apply jg ke bca, uob, ocbc, panin, niaga
cari yg appraisalnya paling mendekati....

yg saya bold itu mksdnya gmn ya gan ?? ga ngarti ane praktek nya.
apa apply kpr dl biar di survey n keluar nilai appraisal nya baru deal dengan sellernya ???? atau gmn ya ??? bingung gan....


Iyah, di appraisal dulu ke bank. Artinya pengajuan dlu ajah buat KPR. Jadi berkas2 rumah yg mau dibeli (ktp pemilik, Sertifikat, IMB) masukan ke bank langsung. Nanti kan keluar tuh dari bank brp hrg appraisal dan pencairan jadi transaksi lebih enak. Asal bisa memberian penjelasan yg baik guah rasa gak masalah.

harus ditekankan jual rumah itu susah, jadi misal bisa ada cara cepet jual rumah pemilik pasti gak akan nolak. Karena yg dibutuhkan penjual biasanyah kepastian karena semua orang paham jual beli rumah jarang bisa hari ini suka besok langsung bayar lunas

KASKUS Sign In

or Sign In with