Apa itu kamera mirroless dan apa saja kamera mirrorless yang bagus??

Post Reply
5/5
4
Subscribe share: Twitter Facebook
sepi yakk dimarih ga ada yang posting foto gituh...

apa lebih pada rame di threadnya merk masing" camera yakk
ia nih bro sepi..padahal seru jg ne banding2in semua mirrorles hehe...

epl5 da kluar tuh all..sayangnya cma keknya ga ad flash T_T
Sekedar info referensi hasil pengujian DX0Mark Signal to Noise Ratio dari Techradar.com

"A high signal to noise ratio (SNR) indicates a cleaner and better quality image"
Makin tinggi angka SNR nya berarti hasil foto makin bersih & tajam detailnya.

JPEG Signal to Noise Ratio


Kamera mirrorles yg kualitas sensornya paling bersih & tajem adalah:
-Panasonic GX1 (untuk ISO dibawah 1600)
-Olympus OMD EM5 (untuk ISO diatas 1600)
-Fuji X Pro1 (di semua ISO oke, walaupun kalah sama GX1 di ISO rendah) tapi harganya 20juta

Yang mengagetkan adalah:
- Panasonic GX1 bisa ngalahin Olympus OMD E-M5 yg harganya 11jutaan (2X lebih mahal) di ISO 1600 ke bawah
- Sony Nex7 ternyata malah paling ancur...padahal harganya 10jutaan
- Fuji X1 Pro seharga 20 juta kalah sama Panasonic GX1 seharga 6jutaan di ISO 800 ke bawah
profile picture
Kaskus Maniac #84
Quote:Original Posted By Budz Kay

Kamera mirrorles yg kualitas sensornya paling bersih & tajem adalah:
-Panasonic GX1 (untuk ISO dibawah 1600)
-Olympus OMD EM5 (untuk ISO diatas 1600)
-Fuji X Pro1 (di semua ISO oke, walaupun kalah sama GX1 di ISO rendah) tapi harganya 20juta

tapi jangan lupa...
Panasonic GX1 --> sensor 4/3 kata spek nya 16.6mpx / efektif 16.0mpx
Olympus OMD EM5 --> sensor 4/3 kata spek nya 16.9mpx / efektif 16.1mpx
Fuji X Pro1 --> sensor APSC kata spek nya efektif 16.3mpx
Sony NEX7 --> sensor APSC kata spek nya 24.7mpx / efektif 24.3mpx

semakin gede sensor (ukuran, detektor sensor, megapiksel) jelas mempengaruhi noise
semakin kecil ukuran sensor, kecenderungan hasil foto akan semakin tajam
asumsi semua kamera berbasis format 135mm sensor kecil (krop faktor) hanya mengambil wilayah terbaik dari lensa (tengah)

bagus atau tidak hasil dari kamera...
juga ditentukan dari prosesor (image prosesor) yang bikin data dari sensor jadi gambar
sensor hanya sebagian kecil, image prosesor yang lebih penting

------

gue pribadi sih gak percaya sama hasil test nya DXO, karena meskipun di buat test nya dengan parameter terkontrol, tapi yang dibaca kan hasil data sensor
sensor nya aja beda-beda (ukuran, detektor en megapiksel nya)
Quote:Original Posted By ramcoy
tapi jangan lupa...
Panasonic GX1 --> sensor 4/3 kata spek nya 16.6mpx / efektif 16.0mpx
Olympus OMD EM5 --> sensor 4/3 kata spek nya 16.9mpx / efektif 16.1mpx
Fuji X Pro1 --> sensor APSC kata spek nya efektif 16.3mpx
Sony NEX7 --> sensor APSC kata spek nya 24.7mpx / efektif 24.3mpx

semakin gede sensor (ukuran, detektor sensor, megapiksel) jelas mempengaruhi noise
semakin kecil ukuran sensor, kecenderungan hasil foto akan semakin tajam
asumsi semua kamera berbasis format 135mm sensor kecil (krop faktor) hanya mengambil wilayah terbaik dari lensa (tengah)

bagus atau tidak hasil dari kamera...
juga ditentukan dari prosesor (image prosesor) yang bikin data dari sensor jadi gambar
sensor hanya sebagian kecil, image prosesor yang lebih penting

------

gue pribadi sih gak percaya sama hasil test nya DXO, karena meskipun di buat test nya dengan parameter terkontrol, tapi yang dibaca kan hasil data sensor
sensor nya aja beda-beda (ukuran, detektor en megapiksel nya)


ini baru penjelasan yang oke,fair enough menurut gue,pendapat pribadi lhow,tp
pasti nanti banyak yg komplen n gak terima...liat aje hhihihihi
Quote:Original Posted By Strike_Noir
ini baru penjelasan yang oke,fair enough menurut gue,pendapat pribadi lhow,tp
pasti nanti banyak yg komplen n gak terima...liat aje hhihihihi


kalo ane tetep ama pedoman dasarnya,...
kalo bisa FF ngapain APSC ?
kalo bisa APSC ngapain 4/3 ?
kalo bisanya 4/3 kebawah ngapain moto ?....................................................

Quote:Original Posted By materian
kalo ane tetep ama pedoman dasarnya,...
kalo bisa FF ngapain APSC ?
kalo bisa APSC ngapain 4/3 ?
kalo bisanya 4/3 kebawah ngapain moto ?....................................................



kalo ane sih tetep pilih lensa yg kualitas nya bagus, urusan sensor belakangan
sorry boss ane bukan photographer pro,pake sensor nya yg cupu2 aje ga salah juga kaaan?
Quote:Original Posted By materian
kalo ane tetep ama pedoman dasarnya,...
kalo bisa FF ngapain APSC ?
kalo bisa APSC ngapain 4/3 ?
kalo bisanya 4/3 kebawah ngapain moto ?....................................................



Kalau lensanya jelek sama aja...
Contohnya: kasus Sony NEX 7 (APSC) yg sensornya APSC tapi secara umum hasilnya kalah sama Olympus OMD E-M5 (M43), karena semua lensa native-nya NEX punya karakteristik Chromatic Aberration tinggi.
Spoiler for Perbandingan NEX-7 vs Olympus OMD E-M5


Selain itu, kalaupun lensanya katakanlah sama-sama tajam, sensor yg lebih besar bisa kalah ketajamannya sama sensor lebih kecil kalau sensor yg lebih kecil tidak pakai atau tidak agresif AA-Filter nya.
Karena lapisan AA filter di depan sensor mengurangi resolusi yg masuk ke sensor.
Contohnya:
-Canon 5D Mark2 (FullFrame) kalah tajem sama Fuji X Pro ! (APSC)
-Hasil Canon APSC secara umum dengan lensa native bukaan lebar kalah tajem sama Micro Four Third.
Ini dari pengalaman pribadi sebagai pengguna keduanya Canon & M43

Jadi bukan cuma ukuran sensor saja, tapi ada Lensa & AA-Filter yg memberikan pengaruh terhadap hasil akhir

Yang bisa dipukul rata adalah korelasi antara ukuran sensor dengan ukuran lensa native.
Secara umum ukuran sensor yg besar membutuhkan dimensi ukuran lensa yg besar agar bisa optimal.
Jadi misal kamera APSC vs. M43 sama-sama dipasangkan dengan lensa native yg dimensinya sama kecilnya (ukuran pancake misal), maka hasilnya akan lebih bagus yg di kamera M43 (dalam hal ketajaman border & Chromatic Aberation).

Maka dari itu kualitas image terbaik dari lensa native ukuran kecil / pancake, hanya dimungkinkan dengan sensor M43. Kalau pakai NEX atau EOS M dan mau optimal, lensa native-nya harus seukuran lensa DSLR.

Kenapa lensa pancake selalu jadi faktor penting di Mirrorless? karena mayoritas tujuan utama orang pilih Mirrorless adalah mengejar ukuran yg kecil. Dan bila pakai kamera bodynya kecil tapi lensanya tetap harus besar juga akhirnya ga beda dengan DSLR yg ga bisa dikantongin.

Contoh paling gampang: Sony NEX dengan lensa 18-55 OSS, bisa nggak dimasukin kantong?
Kalau kamera M43 dengan lensa Panasonic 14-42 X Power-OIS bisa masuk kantong karena ukuran lensanya tipis/pancake. dan dari segi hasil, lensa gede NEX tidak lebih bagus.

Spoiler for Setelah dipasangi lensa, lebih kecil yg mana?
ah pengen yg nikon aja !
Ada yang baru nih, Lunar mirrorless camera

http://photorumors.com/2012/09/18/br...orless-camera/

Spoiler for lunar
profile picture
Kaskus Addict #91
Quote:Original Posted By irchan
sudah laman 3 belum ada yang ungkit leica M9

payah.. masa depan fotografi nih.. motret pake merek kulkas


udah halaman 5 sekarang cok :
Quote:Original Posted By Budz Kay
Sekedar info referensi hasil pengujian DX0Mark Signal to Noise Ratio dari Techradar.com

"A high signal to noise ratio (SNR) indicates a cleaner and better quality image"
Makin tinggi angka SNR nya berarti hasil foto makin bersih & tajam detailnya.

JPEG Signal to Noise Ratio


Kamera mirrorles yg kualitas sensornya paling bersih & tajem adalah:
-Panasonic GX1 (untuk ISO dibawah 1600)
-Olympus OMD EM5 (untuk ISO diatas 1600)
-Fuji X Pro1 (di semua ISO oke, walaupun kalah sama GX1 di ISO rendah) tapi harganya 20juta

Yang mengagetkan adalah:
- Panasonic GX1 bisa ngalahin Olympus OMD E-M5 yg harganya 11jutaan (2X lebih mahal) di ISO 1600 ke bawah
- Sony Nex7 ternyata malah paling ancur...padahal harganya 10jutaan
- Fuji X1 Pro seharga 20 juta kalah sama Panasonic GX1 seharga 6jutaan di ISO 800 ke bawah


yakin itu OMD bisa kalah sama EP3 di bawah iso 1600?
apa ga salah?
apa daku salah baca grafiknya?
Quote:Original Posted By Strike_Noir
kalo ane sih tetep pilih lensa yg kualitas nya bagus, urusan sensor belakangan
sorry boss ane bukan photographer pro,pake sensor nya yg cupu2 aje ga salah juga kaaan?


kalo motret bukan buat makan ada benernya juga sih !

Quote:Original Posted By Budz Kay
Kalau lensanya jelek sama aja...
Contohnya: kasus Sony NEX 7 (APSC) yg sensornya APSC tapi secara umum hasilnya kalah sama Olympus OMD E-M5 (M43), karena semua lensa native-nya NEX punya karakteristik Chromatic Aberration tinggi.
Spoiler for Perbandingan NEX-7 vs Olympus OMD E-M5



kalo cara membandingkannya begitu sampe kiamat juga kita ngga nyambung mas. Ane bertahan di IQ ngga penting size, nyari yang bisa paling wide, bokeh paling kerasa, n siap main lensa manual. sementara mas Budi pengen yang bisa masuk kantong, wide nya ngga masalah, harus tajam, lensa AF nya sudah harus bagus-bagus, ngga penting lensa manual...................

kalo adapter ke lensa manualnya bermunculan dan banyak serta terjangkau ane malah menjagokan Fuji X E1 bukan NEX.
lensa fuji juga ajib-ajib.

Quote:Original Posted By Budz Kay
Selain itu, kalaupun lensanya katakanlah sama-sama tajam, sensor yg lebih besar bisa kalah ketajamannya sama sensor lebih kecil kalau sensor yg lebih kecil tidak pakai atau tidak agresif AA-Filter nya.
Karena lapisan AA filter di depan sensor mengurangi resolusi yg masuk ke sensor.
Contohnya:
-Canon 5D Mark2 (FullFrame) kalah tajem sama Fuji X Pro ! (APSC)
-Hasil Canon APSC secara umum dengan lensa native bukaan lebar kalah tajem sama Micro Four Third.
Ini dari pengalaman pribadi sebagai pengguna keduanya Canon & M43

Jadi bukan cuma ukuran sensor saja, tapi ada Lensa & AA-Filter yg memberikan pengaruh terhadap hasil akhir

Yang bisa dipukul rata adalah korelasi antara ukuran sensor dengan ukuran lensa native.
Secara umum ukuran sensor yg besar membutuhkan dimensi ukuran lensa yg besar agar bisa optimal.
Jadi misal kamera APSC vs. M43 sama-sama dipasangkan dengan lensa native yg dimensinya sama kecilnya (ukuran pancake misal), maka hasilnya akan lebih bagus yg di kamera M43 (dalam hal ketajaman border & Chromatic Aberation).

Maka dari itu kualitas image terbaik dari lensa native ukuran kecil / pancake, hanya dimungkinkan dengan sensor M43. Kalau pakai NEX atau EOS M dan mau optimal, lensa native-nya harus seukuran lensa DSLR.

Kenapa lensa pancake selalu jadi faktor penting di Mirrorless? karena mayoritas tujuan utama orang pilih Mirrorless adalah mengejar ukuran yg kecil. Dan bila pakai kamera bodynya kecil tapi lensanya tetap harus besar juga akhirnya ga beda dengan DSLR yg ga bisa dikantongin.

Contoh paling gampang: Sony NEX dengan lensa 18-55 OSS, bisa nggak dimasukin kantong?
Kalau kamera M43 dengan lensa Panasonic 14-42 X Power-OIS bisa masuk kantong karena ukuran lensanya tipis/pancake. dan dari segi hasil, lensa gede NEX tidak lebih bagus.


ntahlah kalo mau dibilang foto yang baik itu yang penting tajam doang. yang jelas makin besar sensor makin tipis DOF subyek. Makin tipis DOF subyek makin bagus separasi subyek dengan background.

lensa 100mm f2 di FF lebih bagus separasi background nya dari 50mm f2 di m4/3 bahkan kalau tajamnya sama.

Ada yang mau jual Nikon AF 200mm f4 macro nih, pasti masuk ke mirrorless. n jalan AF di nikon DSLR manapun.
http://www.kenrockwell.com/nikon/200...-micro-ais.htm
kalo minat masukin aja penawarannya,... biar ane sampaikan dengan yang punya. cuma open bid diatas 9juta ya.
... harga pasaran kalo ada barunya sekarang 1600 dolar. dijamin kalo dipake foto orang keliatan pori-pori.

lens sharpness doesn't mean much for good photographer. [kata si mbah ken]
http://www.kenrockwell.com/tech/lens-sharpness.htm
Quote:Original Posted By dontblameureyes
yakin itu OMD bisa kalah sama EP3 di bawah iso 1600?
apa ga salah?
apa daku salah baca grafiknya?


nah.. itu dia...saya juga heran.
Sepertinya perhitungan TechRadar menggunakan rasio Noise : Detail : Ukuran sensor.
Karena dari pengalaman pribadi EP3 noisenya parah di ISO1600 bahkan sama GX1 aja beda jauh apalagi sama OMD.
Dugaan saya sih kalkulasi rasionya didapat dengan cara membagi dengan ukuran sensor (EP3 kan cuma 12MP, sedangkan OMD & GX1 16MP) yg berarti angka pembaginya EP3 jadi lebih kecil yg mengakibatkan rasionya EP3 jadi besar.


Quote:Original Posted By materian

ntahlah kalo mau dibilang foto yang baik itu yang penting tajam doang. yang jelas makin besar sensor makin tipis DOF subyek. Makin tipis DOF subyek makin bagus separasi subyek dengan background.

lensa 100mm f2 di FF lebih bagus separasi background nya dari 50mm f2 di m4/3 bahkan kalau tajamnya sama.


Betul, memang DOF/bokeh F2 di m43 sama dengan F4 di FF
Tapi Light Gatheringnya tetap sama seperti F2 di FF.
Jadi dengan ISO dan aperture yg sama-sama F2, exposure & shutter speednya tetap akan mirip karena light gatheringnya tidak beda antara M43 & FF.

Untuk mengatasi kelemahan dalam DOF itu, makanya produsen m43 merilis lensa native di m43 yg aperturenya F1.2, f1.4. Dan kalau lihat rata2 lensa fix native AF untuk m43 aperturenya memang berkisar F1-F2.
misal:
-Panasonic 45mm f1.2
-Panasonic Leica 24mm f1.4
-Schneider Kreuznach 30mm F1.4
-Panasonic 20mm f1.7
-Olympus 45mm f1.8
-Olympus 75mm f1.8
-Olympus 12mm f2
-Schneider Kreuznach 14mm F2
-Olympus 150mm F2 + MMF2
Jadi misal untuk mendapatkan bokeh serupa 100mm F2 di FF, akan menggunakan lensa Panasonic 45mm F1.2 OIS
DOF/Bokehnya kurang lebih akan sama, tapi light gatheringya tetap unggul yg m43 drpd yg FF karena F1.2 vs F2

Quote:
Ada yang mau jual Nikon AF 200mm f4 macro nih, pasti masuk ke mirrorless. n jalan AF di nikon DSLR manapun.
... harga pasaran kalo ada barunya sekarang 1600 dolar. dijamin kalo dipake foto orang keliatan pori-pori.

lens sharpness doesn't mean much for good photographer. [kata si mbah ken]


Yang diutamakan sebenarnya bukan soal ketajaman saja.
Tidak terlalu mengagetkan kalau tajam tapi harus di Stop Down (karena akibatnya light gathering berkurang & shutter speed jadi loyo)

Tapi yg penting adalah "Tajam di bukaan terlebar" alias "Sharp even wide open", ini penting karena fotografi dengan ambient light butuh light gathering di bukaan terlebar tapi tetap butuh ketajaman IQ di situ.
Jadi percuma juga super tajam kalo harus di stopdown ke F4, F5.6, F8. aperture "hampir merem" kayak gitu useless buat fotografi ambient light karena shutter speed jadi loyo.

Coba bandingkan ketajaman Panasonic 20mm f1.7 (Rp 4juta) dengan Canon 24mm f1.4 L (Rp. 14juta), sama-sama di bukaan f1.8.
Saya sih udah test sendiri dan hasilnya kayak gini.
Spoiler for Hasil Test Panasonic 20mm f1.7 vs Canon 24mm f1.4 L



Kalo di review2 internet bisa cari sendiri "lensa dewa" alias lensa yg tetap tajam di bukaan terlebar & tetap rendah Chromatic Aberration-nya.

"...and the Panasonic is already a very sharp lens wide open at f1.7."

"I just tested this lens out and I am seriously amazed by just how sharp this little lens it, even at f/1.7"

"Sharpness, well wide open it is very, very sharp"
mau nanya donk brohh yang pake lumix M43 yang pake manual lens ada gak ya? trus focusing di lcdnya bisa cepet gitu atau enggak? rencana pengen beli lensa manual, tapi buat motret sport gt... takutnya malah sibuk cari fokus,, momennya dah ilang... budget terbatas soalnya gan

kan banyak nih temen" yang pake nex atau lumix/pana pake lensa manual?
Quote:Original Posted By donyadhika
mau nanya donk brohh yang pake lumix M43 yang pake manual lens ada gak ya?
trus focusing di lcdnya bisa cepet gitu atau enggak? rencana pengen beli lensa manual, tapi buat motret sport gt... takutnya malah sibuk cari fokus,, momennya dah ilang... budget terbatas soalnya gan


Kalo pakai lensa manual mending pake Sony NEX, karena ada fitur Focus Peaking yg sangat memudahkan.
Alasan utama beli kamera M43 adalah karena lensa native M43 bagus-bagus & jauh lebih bagus drpd lensa buat NEX (makanya user NEX akhirnya lari ke lensa manual) wkwkwkw
Jadi kalo ngga ada rencana pake lensa native AF m43, skalian aja ga usah beli m43 atau jual aja kalo udah punya di FJB wkwkwkw trus ganti NEX + lensa manual

Kalau buat motret sport mending jangan pakai lensa manual. (karena bakal sibuk cari fokus & bukannya cari momen yg pas). Jadi sebaiknya pakai lensa m43 generasi baru yg AF motor-nya cepet (misal Olympus 45mm f1.8), trus pakai body yg AF trackingnya kenceng (Panasonic kecepatan AF nya cenderung lebih cepet drpd Olympus)

Banyak reviewnya, Oly OMD E-M5 kalah AF speed nya sama Panasonic dgn lensa yg sama.
"During a fashion catwalk shoot, the Panasonic G5's continuous AF also delivered a greater hit rate of focused images than the Olympus OMD E-M5 when both were fitted with the Olympus 45mm f1.8 set to f1.8 in Aperture Priority mode" (cameralabs.com)
Fashion show & Sport itu sama-sama butuh kecepatan AF yg tinggi

Kalau misal pake M43 Oly, jangan yg generasi lama (misal EPL1 + 14-42 yg versi pertama ini lambat banget AF-nya). Kalo pake Oly paling nggak mulai EP3/EPL3/EPM1 baru kenceng AF-nya walaupun Oly gimanapun juga masih kalah kenceng sama AF-nya Panasonix GX1, G3, G5, dll

Idealnya sih kalo liat kebutuhan bro utk motret sport, kayaknya pilihan Panasonic Lumix udah tepat tapi jangan lensa manual, karena keunggulan AF yg kenceng di body kamera ga ada artinya kalo yg dipasang lensa manual

Panasonic kan berani sponsorin kamera utk fotografer Olimpiade London, kalo AF-nya lemot ga mungkin brani sponsorin acara sport
Yang dipake G5 yg AF systemnya sama kayak GX1
ane belum pernah megang kamera mirorrless gan, mungkin beberapa tahun lagi ane bisa punya, aamiin
gan perbedaan camera sony mirrorless 5nk vs 5nd , apaan ya ?
kok bedanya hampir 2 jtaan , terima kasih agan
profile picture
Kaskus Addict #99
Sony Alpha F3 disini gan
Quote:Original Posted By L.0.V.3
gan perbedaan camera sony mirrorless 5nk vs 5nd , apaan ya ?
kok bedanya hampir 2 jtaan , terima kasih agan


paketan lensa nya gan,... liat aja di kotozamcone.omc
Kaskus Login
Or Login with :
© 2014 Kaskus – The Largest Indonesian Community